Showing posts sorted by relevance for query Facebook. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Facebook. Sort by date Show all posts

Sunday, December 4, 2016

Pengusutan Tersangka Makar Terus Berlanjut

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses hukum terhadap 7 tersangka makar dan 1 tersangka penghinaan terhadap presiden yang tidak ditahan tetap berjalan. "Penyidik akan memanggil kembali mereka, cuma belum tahu kapan. Yang jelas proses jalan terus," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu Desember 2016.

Ketujuh tersangka makar itu, yakni Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri tidak ditahan lantaran pandangan subjektivitas penyidik. Begitu pun dengan Ahmad Dhani yang jadi tersangka dugaan penghinaan presiden tidak ditahan lantaran ancaman hukuman di bawah lima tahun.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas ditahan selama 20 hari ke depan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Ia masih menjalani proses pemeriksaan yang ditangani Polda Metro Jaya. "Untuk sekarang (Sri Bintang) masih ditahan, masih perlu dilakukan pemeriksaan. Mungkin Senin (5/12) akan kembali diperiksa," ujarnya.

Argo menjelaskan, selain Sri Bintang, dua tersangka lainnya, Jamran dan Rizal, juga masih ditahan. "Ketiganya ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya," tambahnya.

Sri Bintang disangkakan upaya makar dalam sebuah konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016. Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Jamran dan Rizal disangkakan atas dugaan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar. "Untuk penanganannya berbeda. Sri Bintang di Direktorat Kriminal Umum, dua lainnya Jamran dan Rizal di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro," ujar Argo.

Ihwal pengejaran tersangka lain serta penyandang dana dari aksi makar itu, Argo mengatakan penyidik terus mendalaminya. Sebanyak 11 orang ditangkap pada Jumat (2/12), sebelum berlangsungnya Aksi Superdamai 212.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar, penghinaan kepada penguasa, penghasutan, dan ujaran kebencian. Ke-11 tersangka itu diduga memiliki keterkaitan masing-masing dalam memanfaatkan aksi 2 Desember itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan tujuan mereka ialah menggiring massa aksi super damai 212 menguasai Gedung DPR hingga menuntut sidang paripurna untuk mengganti pemerintahan yang sah. "Berbagai provokasi dipersiapkan. Ini terkonfirmasi dari alat bukti percakapan," kata Boy, Sabtu 3 Desember 2016.

(MBM)

"

| Pengusutan | Tersangka | Makar | Terus | Berlanjut | Metrotvnews | Jakarta< | strong>: | Proses | hukum | terhadap | tersangka | makar | penghinaan | presiden | yang | ditahan | tetap | berjalan | Penyidik | memanggil | kembali | cuma | tahu | kapan | Yang | jelas | proses | jalan | terus | kata | Kepala | Bidang | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | Minggu | Desember | 2016 | p>Ketujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thaha | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | lantaran | pandangan | subjektivitas | penyidik | Begitu | dengan | Ahmad | Dhani | jadi | dugaan | ancaman | hukuman | bawah | lima | tahun | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | selama | hari | depan | setelah | ditetapkan | sebagai | penghasutan | masyarakat | media | sosial | masih | menjalani | pemeriksaan | ditangani | Untuk | sekarang | (Sri | Bintang) | perlu | dilakukan | Mungkin | Senin | diperiksa | ujarnya | menjelaskan | selain | lainnya | Jamran | Rizal | juga | Ketiganya | Rutan | Narkoba | tambahnya | p>Sri | disangk | upaya | dalam | sebuah | konten | video | akun | Youtube | diunggah | pada | November | Dalam | menyebar | luas | tersebut | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | p>Jamran | atas | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | penanganannya | berbeda | Direktorat | Kriminal | Umum | Khusus | ujar | p>Ihwal | pengejaran | lain | serta | penyandang | dana | aksi | mengat | mendalaminya | Sebanyak | orang | ditangkap | Jumat | berlangsungnya | Aksi | Superdamai | p>Mereka | kepada | penguasa | ujaran | memiliki | keterkaitan | masing | memanfaatkan | p>Kadiv | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | tujuan | ialah | menggiring | massa | super | damai | menguasai | Gedung | menuntut | sidang | paripurna | untuk | mengganti | pemerintahan | Berbagai | provokasi | dipersiapkan | terkonfirmasi | alat | bukti | percakapan | Sabtu | p>(MBM)< |

Thursday, December 8, 2016

Hatta Taliwang Ditangkap, Polisi Kantongi Bukti Dugaan Makar

Jum'at, 09 Desember 2016 | 13:44 WIB

Hatta Taliwang Ditangkap, Polisi Kantongi Bukti Dugaan Makar ร‚ 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, memberi keterangan pers seputar penetapan tersangka Hatta Taliwang di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Desember 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

TEMPO.CO,ร‚ Jakartaร‚ - Kepolisian menyatakan telah menemukan keterlibatan aktivis Hatta Taliwang dalam dugaan percobaan makar yang juga dituduhkan kepada sejumlah aktivis lainnya.ร‚ Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan keterlibatan Hatta terlihat dari foto pertemuan yang diperoleh polisi.

"Ada peran dalam rapat, pertemuan, yang jelas ada fotonya (Hatta Taliwang),รข€ kata Iriawan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 9 Desember 2016. Irianto mengatakan penyidik Polda Metro Jaya menangkap Hatta pada Kamis, 8 Desember 2016, pukul 01.30. Hatta diduga melanggar Pasal 107 dan 110 KUHP tentang makar.

Iriawan mengatakan polisi telah menyita dokumen-dokumen sebagai bukti keterlibatan Hatta Taliwang. Keterangan lengkap mengenai kasus ini rencananya disampaikan kepada publik setelah mendalami bukti-bukti yang disita. รข€œNanti kami jelaskan setelah dokumen kami teliti maksimal,รข€ ujar Iriawan.ร‚ 

Tak hanya makar, Hatta akan dijerat dengan sangkaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis, 9 Desember, mengatakan Hatta dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.ร‚ 

Hatta mengunggah kalimat yang isinya dianggap menimbulkan permusuhan terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di akun media sosialร‚ Facebook.ร‚ Argo mengatakan polisi telah menyita beberapa barang bukti, seperti telepon seluler, buku-buku, dan buku catatan milik Hatta atas sangkaan itu.

DANANG FIRMANTO

Baca Pula
AFF Cup 2016, Analis: Tanpa Trio BAS, Timnas Kehilangan Roh
>Bus Timnas AFF Dilempar Batu, Ini Kesaksian Andik Vermansyah

"

| Hatta | Taliwang | Ditangkap, | Polisi | Kantongi | Bukti | Dugaan | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 13:44 | WIB< | p> < | div> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | memberi | keterangan | pers | seputar | penetapan | tersangka | Markas | Jakarta | Selatan | Kamis | Tempo | Rezki | Alvionitasari | p> < | div> TEMPO | strong> | ร‚ Jakarta< | strong>ร‚  | Kepolisian | menyat | telah | menemukan | keterlibatan | aktivis | dalam | dugaan | percobaan | makar | yang | juga | dituduhkan | kepada | sejumlah | lainnya | ร‚ Kepala | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | mengat | terlihat | foto | pertemuan | diperoleh | polisi | p>Ada | peran | rapat | jelas | fotonya | (Hatta | Taliwang) | kata | Ancol | Utara | Irianto | penyidik | Polda | menangkap | pada | pukul | diduga | melanggar | Pasal | KUHP | tentang | p>Iriawan | menyita | dokumen | sebagai | bukti | Keterangan | lengkap | mengenai | kasus | rencananya | disampaikan | publik | setelah | mendalami | disita | รข€œNanti | kami | jelaskan | teliti | maksimal | ujar | p>Tak | hanya | dijerat | dengan | sangkaan | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Juru | bicara | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | p>Hatta | mengunggah | kalimat | isinya | dianggap | menimbulkan | permusuhan | terkait | suku | agama | antargolongan | (SARA) | akun | media | sosialร‚ Facebook | ร‚ Argo | beberapa | barang | seperti | telepon | seluler | buku | catatan | milik | atas | p>DANANG | FIRMANTO< | strong>< | p>Baca | PulaAFF | Analis: | Tanpa | Trio | Timnas | Kehilangan | RohBus | Dilempar | Batu | Kesaksian | Andik | Vermansyah< | p> |

Ditangkap, Hatta Taliwang Tak Dijerat Pasal Terkait Makar

Bintang.com, Jakarta >Hatta Taliwang ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kemarin, Kamis (8/12), sekitar pukul 1.30 WIB. Sebagaimana diwartakan Antara,ร‚ mantan anggota DPR iniร‚ ditangkap di kediamannya di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, penangkapan Hatta tak terkait kasus dugaan makar, namun unggahannya di media sosial. "Yang bersangkutan kami persangkakan Pasal 28 ayat 2 jo 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," ujarร‚ Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12), seperti dimuat Liputan6.com.

Hatta Taliwang. foto: Eramuslim

Argo menjelaskan, Hatta telah mengunggah konten di akun Facebook miliknya yang dianggap dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). "Dia menyampaikan bahwa orang Cina hobi berternak penguasa, ada di tulisannya, dan sebagainya. Makanya kita tangkap," sambung Argo.

Berdasarkan keterangan Argo, tak ada perlawanan dalam penangkapan Hatta. Ia ditangkap bersamaร‚ sejumlah barang bukti terkait dugaan pelanggaran UU ITE ini. "Kita temukan barang bukti HP, buku tulisan yang bersangkutan, dan ada buku notes yang sedang dipelajari penyidik," kata Argo.

Polisi dalami keterlibatan Hatta Taliwang dalam kasus dugaan upaya makar. (Gempur M Surya/Liputan6.com)

Kendati demikian, polisi tetap akan mendalami kemungkinan keterlibatan >Hatta Taliwang dalam kasus dugaan makar. Terlebih polisi dikatakan telah menerima informasi Hatta terlibat pertemuan dengan beberapa tersangka dugaan makar yang telah ditangkap Jumat (2/12). "Untuk sementara penangkapan terkait UU ITE. Tapi nanti didalami dari barang bukti, kami kembangkan (kasus) yang lainnya," jelasnya.

"

| Ditangkap, | Hatta | Taliwang | Dijerat | Pasal | Terkait | Makar | Bintang | Jakarta< | strong> | Taliwang< | strong>< | ditangkap | jajaran | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | kemarin | Kamis | pukul | Sebagaimana | diwart | Antara | em>mantan | anggota | iniร‚ ditangkap | kediamannya | Rusun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | p> Kabid | Humas | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menyat | penangkapan | terkait | kasus | dugaan | makar | unggahannya | media | sosial | Yang | bersangkutan | kami | persangk | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | (Informasi | Transaksi | Elektronik) | ujarร‚ Argo | Mapolda | seperti | dimuat | Liputan6 | com< | p> < | p> Argo | menjelaskan | telah | mengunggah | konten | akun | Facebook | miliknya | yang | dianggap | dapat | menimbulkan | permusuhan | kebencian | berbau | suku | agama | antar | golongan | (SARA) | menyampaikan | bahwa | orang | Cina | hobi | berternak | penguasa | tulisannya | sebagainya | tangkap | sambung | p> Berdasarkan | keterangan | perlawanan | dalam | bersamaร‚ sejumlah | barang | bukti | pelanggaran | Kita | temukan | buku | tulisan | notes | dipelajari | penyidik | kata | p> Kendati | demikian | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | Terlebih | dikat | menerima | informasi | terlibat | pertemuan | dengan | beberapa | tersangka | Jumat | Untuk | sementara | Tapi | nanti | didalami | kembangkan | (kasus) | lainnya | jelasnya | p> |

Saturday, December 3, 2016

Alasan Polisi Tidak Tahan Ahmad Dhani dan 7 Terduga Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,ร‚  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Kendati begitu, polisi tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan penyidikan, Dhani bisa saja terbukti terlibat dalam kasus makar.

"Alasan tidak ditahan ini berdasarkan penilaian subjektif, dalam hal pemeriksaan dinilai kooperatif, dan lebih bersifat pada alasan kemanusiaan. Karena, kan, menahan ini tidak harus," ujar Boy.

"Saya pikir ini penilaian normal. Yang penting penyidik tidak disulitkan dalam proses hukum," tandas dia.

Tiga Tersangka Ditahan

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

"

| Alasan | Polisi | Tidak | Tahan | Ahmad | Dhani | Terduga | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | akhirnya | memulangkan | musikus | tujuh | tersangka | dugaan | makar< | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | delapan | yang | dipulangkan | total | orang | diamankan | pada | Jumat | Desember | pagi | kemarin | Tujuh | terkait | kasus | satu | lainnya | penghinaan | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | makar | sebagaimana | Pasal | KUHP | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Tapi | dilakukan | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | Sabtu | 2016) | p> Kendati | begitu | proses | penyidikan | ketujuh | tersebut | berjalan | Sejumlah | barang | bukti | permulaan | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | jahat | juga | telah | disita | p> Barang | Jadi | dalam | hukum | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Begitu | terhadap | ditahan | Apalagi | dijerat | tentang | Penghinaan | Penguasa | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | polisi | menutup | kemungkinan | perkembangan | terbukti | terlibat | p> Alasan | berdasarkan | dinilai | kooperatif | lebih | bersifat | alasan | kemanusiaan | Karena | menahan | harus | p> Saya | pikir | normal | Yang | penting | disulitkan | tandas | p> Tiga | Tersangka | Ditahan< | strong>< | ditangkap | kini | Polda | Metro | Jaya | Salah | satunya | adalah | aktivis | Bintang | Pamungkas | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | oleh | ucap | p> Selain | pemufakatan | perkara | diduga | melakukan | penghasutan | media | sosial | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | 2016 | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech< | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting< | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | atas | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | p> |

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Saturday, December 3, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |