Showing posts sorted by relevance for query pemilihan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pemilihan. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Anggota Komisi III DPR: Upaya Kepolisian Menelusuri Dana Makar Langkah yang Tepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar saat aksi Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi menilai tindakan tersebut sudah tepat dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas nasional.

Taufiqulhadi mengungkapkan, kepolisian tentunya sudah memiliki bukti yang kuat. Sehingga upaya penahanan itu dilakukan agar tidak memanfaatkan massa yang hadir dalam aksi itu.

"Tentunya kepolisian telah memiliki bukti yang kuat terhadap kelompok pendompleng aksi itu," kata Taifiq dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (8/12/2016).

Pemilihan waktu penahanan terhadap pelaku makar sebelum pelaksanaan aksi 2 Desember, menurur Taufiq sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Kapolri, agar tidak ada menimbulkan kegaduhan di media sosial terhadap penangkapan kesebelas orang tersebut.

"Saya kira ini langkah taktis kepolisian. Jika penangkapan ini dilakukan sebelum aksi itu maka dengan mudah media sosial akan mempelintir penahanan tersebut," katanya.

Politisi NasDem ini menyatakan dukungannya atas langkah pihak keamanan tersebut.

"Saya mendukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan kepolisian sudah benar," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan upaya makar terhadap pemerintah yang dipilih secara demokrasi dan konstitusional tidak dibenarkan secara hukum.

"Tidak ada pembenaran bagi siapapun itu, jika perbuatannya melanggar hukum dan berpotensi kerusuhan sosial atau disabilitas nasional maka harus dikenakan hukum yang berlaku dan tidak boleh diabaikan. Jika pihak keamanan tidak bertindak sebaliknya malah dipertanyakan," tegas legislator Jawa Timur IV ini.

Tidak berhenti menetapkan status tersangka, saat ini pihak kepolisian juga sedang mengusut aliran dana perbuatan makar tersebut.

Menurut Taufiq, ini tentunya sebuah upaya yang wajar dilakukan oleh aparat kepolisian guna menambahkan bukti-bukti dalam penyelidikannya serta mengetahui siapa tokoh dibalik upaya makar tersebut.

"Upaya kepolisian menelusuri pendanaan dari kelompok tersebut merupakan langkah yang sudah tepat. Saya mendukung upaya tersebut seraya berharap agar kepolisian bisa menuntaskan dan menemukan titik terang apa yang melatarbelakangi gerakan kelompok tersebut dan siapa yang menggerakkan di belakang mereka," ujar dia.

"

| Anggota | Komisi | DPR: | Upaya | Kepolisian | Menelusuri | Dana | Makar | Langkah | yang | Tepat | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Polisi | menangkap | orang | diduga | melakukan | makar | saat | aksi | Jumat | 2016) | p> Anggota | Fraksi | Partai | NasDem< | Taufiqulhadi< | menilai | tind | tersebut | tepat | dalam | rangka | menjaga | keamanan | serta | stabilitas | nasional | p> Taufiqulhadi | mengungkapkan | kepolisian | tentunya | memiliki | bukti | kuat | upaya | penahanan | dilakukan | agar | memanfaatkan | massa | hadir | p> Tentunya | telah | terhadap | kelompok | pendompleng | kata | Taifiq | keterangannya | kepada | Tribunnews< | Kamis | p> Pemilihan | waktu | pelaku | pelaksanaan | Desember | menurur | Taufiq | sebagaimana | keterangan | disampaikan | oleh | Kapolri | menimbulkan | kegaduhan | media | sosial | penangkapan | kesebelas | p> Saya | kira | langkah | taktis | Jika | maka | dengan | mudah | mempelintir | katanya | p> Politisi | NasDem | menyat | dukungannya | atas | pihak | mendukung | sepenuhnya | benar | ujar | p> Taufiq | mengat | pemerintah | dipilih | secara | demokrasi | konstitusional | dibenarkan | hukum | p> Tidak | pembenaran | bagi | siapapun | jika | perbuatannya | melanggar | berpotensi | kerusuhan | atau | disabilitas | harus | diken | berlaku | boleh | diabaikan | bertindak | sebaliknya | malah | dipertany | tegas | legislator | Jawa | Timur | berhenti | menetapkan | status | tersangka | juga | mengusut | aliran | dana | perbuatan | p> Menurut | sebuah | wajar | aparat | guna | menambahkan | penyelidikannya | mengetahui | siapa | tokoh | dibalik | p> Upaya | menelusuri | pendanaan | merup | Saya | seraya | berharap | menuntaskan | menemukan | titik | terang | melatarbelgi | menggerakkan | belg | p> |

Monday, December 5, 2016

Demokrat Anggap Dugaan Makar Terlalu Jauh, PDI-P Serahkan ke Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penangkapan serta penetapan tersangka terhadap tujuh orang terkait perkara dugaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu masih menuai kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat, tuduhan makar itu berlebihan.

"Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana," ujar Syarief dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Alasannya, Syarief berpendapat, seluruh rakyat Indonesia telah menyadari bahwa aksi makar adalah bentuk inkonstitusional dan perusakan tatanan demokrasi yang telah dibangun, khususnya pasca-reformasi.

Oleh sebab itu, mendukung pemerintah sah hingga habis periode dan berkompetisi lagi di dalam pemilihan presiden selanjutnya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jika muncul kritik dari masyarakat, hal itu memang diakomodasi di dalam undang-undang. Asalkan, penyampaian kritik itu tidak melanggar hak dan kewajiban warga negara lain.

Meski menganggap tuduhan makar terlalu jauh, Syarief mewanti-wanti agar aparat keamanan harus selalu siap mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi.

"Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI- Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab," ujar dia.

Syarief pun meminta Polri dapat membuktikan apakah tuduhan itu benar atau tidak.

Terlalu prematur

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah berpendapat berbeda.

Pertama, Basarah menilai, Polisi tidak mungkin gegabah dalam menangkap dan menetapkan tersangka terhadap tujuh orang dengan sangkaan makar.

"Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu," ujar Basarah.

Kedua, proses penyelidikan dan penyidikan perkara makar masih berjalan. Polisi tidak memiliki wewenang mengadili apa ketujuh tersangka itu benar-benar melakukan tindakan makar atau tidak.

Wewenang tersebut, lanjut Basarah, dimiliki oleh pengadilan.

"Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung," ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air.

Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Namun, Basarah mengapresiasi kerja Polisi. Apalagi penangkapan ketujuh orang itu dilakukan sebelum aksi super damai di Silang Monas, 2 Desember 2016.

"Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ujar Basarah.

"Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik," kata dia.

Pengamat politik UIN Komarudin Hidayat berpendapat sama dengan Basarah. Menurut dia, publik tengah menyoroti betul kinerja Polri, khususnya soal pengusutan perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Oleh sebab itu, ketika melaksanakan tugas yang terkait dengan perkara itu meski tidak langsung, Polri diyakini melakukannya dengan profesional.

"Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri," ujar Komarudin.

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 11 Orang Tersangka Dugaan Makar Jelang Doa Bersama)

Upaya provokasi

Meski sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk menjerat tujuh tersangka itu, namun penyidik masih mencari bukti kuat lain.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, salah satu petunjuk yang masih dikejar penyidik adalah keterkaitan antara tujuh tersangka itu dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki gedung MPR/DPR pada aksi super damai 2 Desember 2016.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," ujar Martinus di kantornya, Senin (5/12/2016).

(Baca juga: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Sebelum shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, lanjut Martinus, ada sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

Martinus menegaskan, orang tersebut bukanlah bagian dari massa aksi doa bersama. Sebab, para pimpinan aksi itu sudah sepakat dengan polisi hanya menggelar shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas tanpa harus berorasi di jalanan.

"Nah, kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Martinus enggan menjelaskan apa yang sudah didapatkan penyidik soal informasi itu.

"Intnya ada informasi A, B, C dan D yang sementara ini masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas ada informasi seperti itu dan harus dikonstruksi menjadi sebuah sangkaan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Demokrat | Anggap | Dugaan | Makar | Jauh, | PDI-P | Serahkan | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Penangkapan | serta | penetapan | tersangka | terhadap | tujuh | orang | terkait | perkara | dugaan | makar | pada | Jumat | 2016) | masih | menuai | kontroversi | p> Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat< | Syarief | Hasan | berpendapat | tuduhan | berlebihan | p> Kami | melihat | bahwa | jauh | untuk | sana | ujar | dalam | acara | Satu | Meja | yang | ditayangkan | Kompas | Senin | malam | p> Alasannya | seluruh | rakyat | Indonesia | telah | menya | aksi | adalah | bentuk | inkonstitusional | perus | tatanan | demokrasi | dibangun | khususnya | pasca | reformasi | p> Oleh | mendukung | pemerintah | habis | periode | berkompetisi | lagi | pemilihan | presiden | selanjutnya | mutlak | dilakukan | p> Jika | muncul | kritik | masyarakat | memang | diakomodasi | undang | Asalkan | penyampaian | melanggar | kewajiban | warga | negara | lain | p> Meski | menganggap | mewanti | wanti | agar | aparat | keamanan | harus | siap | mengantisipasi | negatif | mungkin | terjadi | p> Namun | bagaimana | juga | dengan | begitu | banyak | massa | tentunya | kami | mendorong | TNI< | Polri< | waspada | merup | tugas | tanggung | jawab | p> Syarief | meminta | dapat | membuktikan | apakah | benar | atau | p> Ter | prematur< | strong>< | p> Sementara | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Perjuangan | Ahmad | Basarah | berbeda | p> Pertama | menilai | gegabah | menangkap | menetapkan | sangkaan | p> Tind | polisi | memanggil | menjemput | mentersangk | para | pihak | diduga | melakukan | upaya | pasti | memiliki | alat | bukti | cukup | kuat | sampai | tind | hukum | seperti | p> Kedua | proses | penyelidikan | penyidikan | berjalan | wewenang | mengadili | ketujuh | p> Wewenang | tersebut | lanjut | dimiliki | oleh | pengadilan | karena | tunggu | dulu | prematur | menuduh | proporsional | Karena | berlangsung | p> Basarah | alangkah | baiknya | publik | mempercay | pengungkapan | kebenaran | kepada | sistem | Tanah | p> Dari | keputusan | nantinya | disimpulkan | dianggap | mengapresiasi | kerja | Apalagi | penangkapan | super | damai | Silang | Monas | Desember< | 2016 | p> Polisi | preventif | menjaga | kemurnian | umat | Islam | ingin | mengekspresikan | perasaan | keislamannya | sucinya | dinist | Ahok | (Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | p> Jadi | dipilah | supaya | manipulasi | saksikan | peristiwa | lebih | kegiatan | ibadah | zikir | mana | berhasil | memisahkan | keagamaan | politik | kata | p> Pengamat | Komarudin | Hidayat | sama | Menurut | tengah | menyoroti | betul | kinerja | soal | pengusutan | penodaan | agama | ketika | melaksan | meski | langsung | diyakini | melakukannya | profesional | main | mempertaruhkan | kepercayaannya | pressure< | luar | biasa | kasus | Oleh | saya | yakin | punya | informasi | pertimbangan | tersendiri | p> Sebanyak | ditangkap | bersama< | ditetapkan | sebagai | p> Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | Pasal | juncto | KUHP | p> (Baca | juga: Kapolri | Ungkap | Alasan | Orang | Tersangka | Jelang | Bersama< | a>)< | p> Upaya | provokasi< | mengantongi | sejumlah | menjerat | penyidik | mencari | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | salah | satu | petunjuk | dikejar | keterkaitan | antara | menduduki | gedung | p> Ada | memprovokasi | dibawa | Gedung | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | kantornya | juga: | Penegak | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | p> Se | shalat | bersama | Lapangan | menggun | mobil | mengajak | bertolak | p> Martinus | menegaskan | bukanlah | bagian | Sebab | pimpinan | sepakat | hanya | menggelar | tanpa | berorasi | jalanan | p> Nah | menduga | rangka | rencana | (makar) | enggan | menjelaskan | didapatkan | p> Intnya | sementara | tahap | Yang | jelas | dikonstruksi | menjadi | sebuah | butuh | waktu | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | p> |

Friday, December 2, 2016

Selain Dugaan Makar, Ini Kasus Ahmad Dhani yang Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang aksi damai 212 yang baru selesai digelar di Monas, polisi menangkap sejumlah tokoh yang diduga melakukan makar.

Salah satu di antara mereka adalah Ahmad Dhani, musikus sekaligus calon Wali Kota Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan saat pentolan Dewa 19 itu tengah berada di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Dhani dalam akun Twitternya.

"Malam ini di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Ahmad Dhani di akun Twitter-nya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," lanjutnya.

Selain Ahmad Dhani, polisi menangkap 10 orang, dengan delapan di antaranya diduga melakukan makar.

Penangkapan itu segera menjadi sorotan media asing. Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka di mana delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tetapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Ini bukan kali pertama Dhani menjadi sorotan dunia.

Berikut adalah kasus Ahmad Dhani yang sempat menghebohkan dunia kala pilpres pada 2014 lalu.

1 dari 6 halaman


Gunakan Lagu Queen dan Video Nazi

Penampilan Ahmad Dhani dalam video klip kampanye pasangan Prabowo-Hatta jadi sorotan media Jerman, Der Spiegel. Si penyanyi mengenakan seragam mirip yang dipakai Heinrich Luitpold Himmler, komandan Schutzstaffel (SS), satuan elite Nazi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler.

Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Dhani memakai lencana pada kerah dan lencana merah pada bagian saku kanan yang sama," tulis Der Spiegel, Selasa 24 Juni 2014.

Tak hanya Jerman, video klip yang diiringi lagu 'We Will Rock You' milik Queen, yang diubah lirik dan judulnya menjadi 'Indonesia Bangkit' itu juga jadi sorotan sejumlah media massa kelas dunia.

Situs Europe online magazine memuat artikel berjudul 'Indonesian rocker criticized for Nazi outfit in election video'.

Di bagian akhir artikelnya, Europe online magazine menulis, "Perlengkapan Nazi tidak ilegal di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang tidak menyadari konotasi historisnya."

2 dari 6 halaman


Majalah TIME Menohok...

TIME memuat artikel dengan judul menohok, "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". TIME menyebut video tersebut sebagai materi kampanye politik terburuk sepanjang masa.

"Pembuat film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, menyebut video itu 'membawa citra skinhead Nazi dalam politik Indonesia'," demikian seperti dimuat TIME.

TIME menilai deskripsi tersebut tepat. "Majalah Jerman Der Spiegel menunjuk bahwa, yang bikin merinding, kostum militer Dhani mirip dengan seragam komandan SS Heinrich Himmler."

Makin dekat dengan hari pemilihan, demikian menurut TIME, kampanye makin panas dengan dukungan masing-masing pendukung calon. Video musik Ahmad Dhani untuk Prabowo-Hatta, dirilis tak lama setelah sejumlah musikus seperti Oppie Andaresta dan Slank membuat lagu dan video berjudul "Salam Dua Jari".

3 dari 6 halaman


Media Israel Berang

Setelah harian terkemuka Jerman, Der Spiegel, dan portal majalah Amerika Serikat TIME, kini giliran surat kabar Time of Israel yang ikut bersuara. Media negeri Yahudi itu menuliskan laporannya berjudul "Indonesian quasi-Nazi video causes stir".

Dalam ulasannya pada Rabu, 25 Juni 2014, Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Queen, Nazisme, dan lirik berbahasa Indonesia merupakan kombinasi yang tampaknya aneh. Tapi pada saat suhu politik di negara di Asia Tenggara itu sedang memanas. Hal itu bisa terjadi," tulis Times of Israel.

Media Israel tersebut juga menyamakan burung garuda yang terlihat di dalam video klip Ahmad Dhani dan penyanyi Indonesia Idol itu dengan elang besi Kekaisaran Jerman dan elang Nazi.

"Salah satu musikus, Ahmad Dhani, terlihat memegang garuda emas, burung lambang negara Indonesia, yang menyerupai elang Kekaisaran Jerman yang kemudian menjadi dasar ikonik elang Nazi," tulis Times of Israel.

Portal berita negara yang berbatasan dengan Palestina itu juga mengutip tanggapan Ahmad Dhani atas kritik yang diberikan kepada dirinya terkait video klip kampanye tersebut.

"Apa hubungannya antara tentara Jerman dan Indonesia?" ujar Dhani yang dimuat Times of Israel. "Kami rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan?"

4 dari 6 halaman


Queen Kesal

Pihak Queen pun mempersoalkan video klip tersebut. Bukan karena kostum yang dikenakan Dhani, tapi lagu "We Will Rock You" dibawakannya secara ilegal alias belum mendapatkan izin.

"Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri," kicau gitaris Queen Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay. Penampilan skinhead Ahmad Dhani--menyertakan link video di situs berbagi video--tentu saja kami sama sekali tidak memberikan izin.

5 dari 6 halaman


"

| Selain | Dugaan | Makar, | Kasus | Ahmad | Dhani | yang | Disorot | Dunia | Liputan6 | Jakarta | strong> | Menjelang | aksi | damai | 212< | a> yang | baru | selesai | digelar | Monas | polisi | menangkap | sejumlah | tokoh | diduga | melakukan | makar | p> Salah | satu | antara | mereka | adalah | Dhani< | musikus | sekaligus | calon | Wali | Kota | Bekasi | p> Penangkapan | dilakukan | saat | pentolan | Dewa | tengah | berada | Hotel | Sari | Pasifik | Pusat | diungkapkan | oleh | dalam | akun | Twitternya | p> Malam | depan | kamar | orang | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | Twitter | em>< | p> Mau | mendobrak | lanjutnya | p> Selain | dengan | delapan | antaranya | p> Penangkapan | segera | menjadi | sorotan | media | asing | Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | p> Sementara | lainnya | Reuters | laporannya | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | terduga | didakwa | melanggar | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | ujar | p> Media | Singapura | Straits | Times | Indonesia | dissident | activities | charges | them | treason | juga | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | tersangka | sementara | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tetapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | Times< | p> Ini | bukan | kali | pertama | dunia | p> Berikut | kasus | sempat | menghebohkan | kala | pilpres | pada | 2014 | lalu | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Gunakan | Lagu | Queen | Video | Nazi< | h2> Penampilan | video | klip | kampanye | pasangan | Prabowo | Hatta | jadi | Jerman | Spiegel | penyanyi | mengenakan | seragam | mirip | dipakai | Heinrich | Luitpold | Himmler | komandan | Schutzstaffel | (SS) | satuan | elite | Nazi | kepercayaan | Adolf | Hitler | p> Dhani | memakai | lencana | kerah | merah | bagian | saku | kanan | sama | Spiegel< | Selasa | Juni | p> Tak | hanya | diiringi | lagu | Will | Rock | You< | milik | diubah | lirik | judulnya | Bangkit | massa | kelas | p> Situs | Europe | online | magazine< | Indonesian | rocker | criticized | outfit | election | p> Di | akhir | artikelnya | magazine | menulis | Perlengkapan | ilegal | banyak | menyadari | konotasi | historisnya | p> 2 | div> Majalah | TIME | Menohok | h2> TIME< | memuat | judul | menohok | This | Worst | Pieces | Political | Campaigning | Ever | TIME< | menyebut | tersebut | sebagai | materi | politik | terburuk | sepanjang | masa | p> Pembuat | film | tinggal | Bali | Daniel | membawa | citra | skinhead< | demikian | seperti | dimuat | p> TIME< | menilai | deskripsi | tepat | Majalah | menunjuk | bahwa | bikin | merinding | kostum | militer | p> Makin | dekat | hari | pemilihan | menurut | makin | panas | dukungan | masing | pendukung | musik | untuk | dirilis | lama | setelah | Oppie | Andaresta | Slank | membuat | Salam | Jari | p> 3 | div> Media | Israel | Berang< | h2> Setelah | harian | terkemuka |  Der | portal | majalah | Amerika | Serikat | giliran | surat | kabar | Time | Israel< | ikut | bersuara | Media | negeri | Yahudi | quasi | causes | stir | p> Dalam | ulasannya | Rabu | wujud | penghargaan | kepada | Subianto | gempar | khalayak | ramai | p> Queen | Nazisme | berbahasa | merupakan | kombinasi | tampaknya | aneh | Tapi | suhu | negara | Asia | Tenggara | sedang | memanas | bisa | terjadi | menyamakan | burung | garuda | terlihat | Idol< | elang | besi | Kekaisaran | memegang | emas | lambang | menyerupai | kemudian | dasar | ikonik | p> Portal | berita | berbatasan | Palestina | mengutip | tanggapan | atas | kritik | diberikan | dirinya | terkait | p> Apa | hubungannya | tentara | Kami | rakyat | membunuh | jutaan | p> 4 | div> Queen | Kesal< | h2> Pihak | mempersoalkan | Bukan | karena | dikenakan | tapi | dibawakannya | secara | alias | belum | mendapatkan | izin | p> Ahmad | skinhead | imagery | http: | youtu | tpbqIuY8nVo | course | this | completely | unauthorised | kicau | gitaris | Brian | resminya | @DrBrianMay | Penampilan | menyertakan | link< | situs | berbagi | tentu | saja | kami | sekali | memberikan | p> 5 | div> |

Sunday, December 4, 2016

Kemenangan Indonesia atas Vietnam, Kasus Dugaan Makar, dan Jatuhnya Pesawat Polri

PALMERAH, KOMPAs.com - Di tengah memanasnya politik Tanah Air, ada kabar menggembirakan pada Sabtu (3/12/2016) malam. Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam.

Hasil ini menjadi modal utama untuk kembali merebut poin pada pertandingan berikutnya di Vietnam pada pekan depan. Presiden RI Joko Widodo tampak berada di deretan kursi penonton untuk memberi semangat kepada Timnas. 

Di luar berita membanggakan itu, media massa di Indonesia masih berkutat pada pemberitaan soal dugaan makar dan juga berbagai manuver politik terkait pemilihan kepala daerah. Berita lain adalah hilangnya pesawat milik Polri yang diduga jatuh di sekitar perairan Lingga, Kepulauan Riau. 

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berita kemarin, berikut ini Kompas.com merangkum berita-berita kemarin yang perlu Anda ikuti hingga kini. 


1. Menang 2-1 atas Vietnam, Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas

Twitter @affsuzukicup Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).
Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (3/12/2016). Boaz Solossa menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih dalam laga tersebut.

Indonesia menang berkat gol Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Adapun gol tunggal Vietnam dicetak Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Hasil ini menjadi modal berharga Indonesia untuk melakoni leg kedua di Vietnam pada Rabu, 7 Desember nanti. Vietnam akan menjamu Indonesia di Stadion My Dinh.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter serta disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pasukan Merah Putih bermain penuh semangat. Hanya perlu tujuh menit bagi tim besutan Alfred Riedl ini untuk membobol gawang Vietnam.

Atas kemenangan itu, Presiden Joko Widodo langsung memberi ucapan selamat langsung kepada para pemain tim nasional Indonesia seusai menang 2-1 atas Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).

Pada laga di Stadion Pakansari itu, Indonesia menang berkat gol sundulan Hansamu Yama dan penalti Boaz Solossa. Satu-satunya gol Vietnam dibukukan Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Presiden Jokowi menyaksikan langsung kemenangan Indonesia tersebut. Bahkan, pria kelahiran Solo itu tampak bangkit dari kursinya saat skuad Garuda mencetak gol.

Wajah semringah pun tampak dari Presiden Jokowi dengan hasil positif ini. Indonesia sempat kebobolan dan skor jadi imbang. Namun, Presiden Jokowi bisa kembali ceria setelah skuad Garuda mencetak gol kemenangan via penalti Boaz Solossa.

Simak berita selengkapnya:

Gol Penalti Boaz Bawa Indonesia Menang 2-1 atas Vietnam 

Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas 

2. Tiga Orang Ditahan karena Dugaan Makar, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Dipulangkan

Lutfy Mairizal Putra Tersangka kasus dugaan makar Calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Ahmad Dhani di Mako Brimob, Sabtu (3/12/2016)
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul menyatakan, tiga dari 10 orang yang diperiksa polisi telah ditahan penyidik lantaran diduga terlibat makar.

Sementara itu, tujuh orang lainnya dipulangkan dengan alasan subyektivitas penyidik.

"Ketiga orang di sini berinisial J, R, dan SBP, dilakukan penahanan sejak kemarin pukul 22.00 WIB," kata Martinus dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Dari tiga orang yang ditahan, dua di antaranya diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, seorang lainnya ditahan karena diduga melakukan perbuatan yang diatur di dalam pasal makar.

"Mereka akan ditahan dalam 20 hari ke depan," kata Martinus.

Baca selengkapnya di sini. 


3. Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri

Ambaranie Nadia K.M Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik Polri menetapkan tujuh tersangka dalam sangkaan telah melakukan permufakatan makar.

Boy menegaskan, permufakatan yang dimaksud berbeda jauh dengan penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik. Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam transaksi elektronik harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga: Rizal-Jamran, Kakak Beradik Jadi Tersangka Dugaan Ujaran Kebencian 


4. Polda Kepri: Sempat Hilang Kontak, Pesawat Jatuh di Perairan Lingga

Foto: Divisi Humas Mabes Polri (istimewa) Personel kepolisian sebelum naik ke pesawat Sky Truck dengan nomor registrasi penerbangan P4201 yang hilang kontak di Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016).

Polda Kepri membenarkan bahwa pesawat M-28 Skytruck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak lalu jatuh di perairan Kabupatan Lingga di sisi selatan Provinsi Kepri.

"Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. Informasi terakhir jatuh di perairan wilayah Kabupaten Lingga," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan pesawat berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan dari Pangkal Pinang Bangka Belitung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Dari data penumpang yang kami dapatkan, dalam pesawat tersebut penumpang dan kru berjumlah 15 orang personel. Baru data global saja yang bisa saya sampaikan," kata dia.

Erlangga juga membenarkan bahwa semua yang ada dalam pesawat naas tersebut merupakan personil dari kepolisian.

"Semua dari kesatuan Ditpolud Baharkam Polri. Pesawat membawa kru untuk helikopter di Polda Kepri. Jadi di BKO kan ke Polda Kepri," kata Erlangga.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga:

Ini Nama 13 Polisi yang Ada di Pesawat Polri yang Hilang Kontak 

Pesawat Skytruck Jadi Andalan dalam Operasi Kemanusiaan hingga Penegakan Hukum 


5. Saat Menteri Susi Menangis Bahagia Setelah Bergelar "Doktor Kehormatan"

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Press conference pemberian gelar honoris causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di kampus Undip Tembalang Jumat (2/12/2016)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara tanpa teks dalam rapat senat terbuka pemberian gelar honoris causa kepada dirinya, Sabtu (3/12/2016). Dia juga menangis bahagia dalam momen itu.

Di depan para guru besar, serta para tamu undangan, Susi yang mengaku tak berpendidikan itu berbicara dengan tegas dan tenang.

Susi berpidato tentang pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fisihing demi menegakkan kedaulatan dan menjaga keberlanjutan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Teks ada di tangannya, namun hanya dijadikan sekedar panduan berpidato.

"Habis pengukuhan ini saya mungkin berbeda, yang memimpin KKP adalah doktor honoris causa," canda Susi di sela pidatonya, siang ini.

Dalam memberantas illegal fishing, Susi mengaku memanfaatkan "kebodohannya" untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

Bagi dia, ikan di Indonesia hanya boleh diambil dan dimanfaatkan warganya. Jika ada yang mencuri ikan, kapal pencuri tidak segan untuk ditenggelamkan. Bagi dia, ikan adalah kedaulatan bangsa itu sendiri.

Baca selengkapnya di sini. 


6. Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi, Pengurus PDI-P Lepas Seragam

Nibras Nada Nailufar Boy Sadikin mendeklarasikan Kawan Juang Boy (KJB), mantan pengurus PDI-P DPC Jakarta Barat yang kini mendukung Anies-Sandi, Sabtu (3/12/2016).
Sejumlah pengurus PDI-P di Jakarta Barat mendeklarasikan dirinya sebagai Kawan Juang Boy (KJB) untuk memenangkan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, Sabtu (3/12/2016).

Para pengurus ini menyatakan loyalitasnya kepada mantan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Boy Sadikin sehingga mereka mengikuti langkah Boy yang mundur dari PDI-P karena menolak memenangkan Ahok-Djarot yang kini diusung PDI-P.

Salah satu pengurus yang mengungkapkan kekecewaannya adalah M Ranto, yang merupakan mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Kebon Jeruk. Ia menyesalkan kepengurusan PDI-P di tingkat cabang hingga ranting yang tidak demokratis.

Ia mengaku sudah menghabiskan puluhan juta untuk membesarkan PDI-P, tetapi belakangan aspirasinya tak didengar oleh para petinggi partai.

Baca selengkapnya di sini. 

"

| Kemenangan | Indonesia | atas | Vietnam, | Kasus | Dugaan | Makar, | Jatuhnya | Pesawat | Polri | PALMERAH | KOMPAs | com< | strong> | tengah | memanasnya | politik | Tanah | kabar | menggembir | pada | Sabtu | 2016) | malam | Timnas | berhasil | memenangkan | pertandingan | pertama | semifinal | Piala | 2016 | melawan | Vietnam | p> Hasil | menjadi | modal | utama | untuk | kembali | merebut | poin | berikutnya | pekan | depan | Presiden | Joko | Widodo< | tampak | berada | deretan | kursi | penonton | memberi | semangat | kepada | p> Di | luar | berita | membangg | media | massa | masih | berkutat | pemberitaan | soal | dugaan | makar | juga | berbagai | manuver | terkait | pemilihan | kepala | daerah | Berita | lain | adalah | hilangnya | pesawat | milik | Polri< | yang | diduga | jatuh | perairan | Lingga | Kepulauan | Riau | p> Bagi | Anda | sempat | mengikuti | kemarin< | berikut | Kompas | merangkum | perlu | ikuti | kini | p> 1 | Menang | Jokowi< | Selamati | Langsung | Para | Pemain | Timnas< | strong>< | p> Twitter | @affsuzukicup< | span> | pemain | timnas | meray | gawang | div> Indonesia | meraih | kemenangan | Stadion | Psari | Cibinong | Bogor | Boaz | Solossa | penentu | Merah | Putih | dalam | laga | tersebut | Indonesia | menang | berkat | Hansamu | Yama | Adapun | tunggal | dicetak | Nguyen | Quyet | titik | putih | berharga | melakoni | kedua | Rabu | Desember | nanti | menjamu | Dinh | p> Bermain | hadapan | puluhan | ribu | suporter | serta | disaksikan | oleh | pasukan | bermain | penuh | Hanya | tujuh | menit | bagi | besutan | Alfred | Riedl | membobol | p> Atas | langsung | ucapan | selamat | para | nasional | seusai | p> Pada | sundulan | penalti | Satu | satunya | dibukukan | p> Presiden | menyaksikan | Bahkan | pria | kelahiran | Solo | bangkit | kursinya | saat | skuad | Garuda< | mencetak | p> Wajah | semringah | dengan | hasil | positif | kebobolan | skor | jadi | imbang | Namun | ceria | setelah | p> Simak | selengkapnya:< | p> Gol | Penalti | Bawa | Vietnam< | a> < | Jokowi | p> 2 | Tiga | Orang | Ditahan | karena | Makar | Ahmad | Dhani< | Ratna | Sarumpaet< | Dipulangkan< | p> Lutfy | Mairizal | Putra< | Tersangka | kasus | Calon | Wakil | Bupati | Kabupaten | Bekasi | Dhani | Mako | Brimob | 2016)< | div> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Mabes | Kombes | Martinus | Sitompul< | menyat | tiga | orang | diperiksa | polisi | telah | ditahan | penyidik | lantaran | terlibat | Sementara | lainnya | dipulangkan | alasan | subyektivitas | p> Ketiga | sini | berinisial | dilakukan | penahanan | sejak | kemarin | pukul | kata | diskusi | bertajuk | Dikejar | Jakarta | p> Dari | antaranya | melanggar | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Sementara | seorang | melakukan | perbuatan | diatur | pasal | p> Mereka | hari | p> Baca | selengkapnya | p> 3 | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Ambaranie | Nadia | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar< | Inspektur | Jenderal | mengat | menetapkan | tersangka | sangkaan | permufakatan | Boy | menegaskan | dimaksud | berbeda | jauh | penyampaian | kritik | pemerintah | p> Pandangan | kritis | disampaikan | lewat | lumrah | tetap | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | jahat | barang | ujar | jumpa | pers | Gedung | p> Boy | masyarakat | mengingat | bahwa | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | aspirasi | baik | verbal | maupun | seperti | transaksi | elektronik | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | juga: | Rizal | Jamran | Kakak | Beradik | Jadi | Ujaran | Kebencian < | p> 4 | Polda | Kepri: | Sempat | Hilang | Kontak | Jatuh | Perairan | Lingga< | p> Foto: | (istimewa)< | Personel | kepolisian | naik | Truck | nomor | registrasi | penerbangan | P4201 | hilang | kontak | div> Polda | Kepri | membenarkan | Skytruck | regristrasi | 4201 | Kabupatan | sisi | selatan | Provinsi | p> Iya | benar | terakhir | wilayah | Kabid | AKBP | Erlangga | Batam | p> Ia | berwarna | biru | perjalanan | Pangkal | Pinang | Bangka | Belitung | menuju | Bandara | Internasional | Hang | Nadim | data | penumpang | kami | dapatkan | berjumlah | personel | Baru | global | saya | sampaikan | p> Erlangga | semua | naas | merup | personil | p> Semua | kesatuan | Ditpolud | Baharkam | membawa | helikopter | juga:< | p> Ini | Nama | Polisi | Kontak< | p> Pesawat | Andalan | Operasi | Kemanusiaan | Peneg | Hukum< | p> 5 | Saat | Menteri | Susi | Menangis | Bahagia | Setelah | Bergelar | Doktor | Kehormatan< | p> Kontributor | Semarang | Nazar | Nurdin< | Press | conference | pemberian | gelar | honoris | causa | Kelautan | Perikanan | Pudjiastuti | kampus | Undip | Tembalang | Jumat | div> Menteri | Pudjiastuti< | berbicara | tanpa | teks | rapat | senat | terbuka | dirinya | menangis | bahagia | momen | guru | besar | tamu | undangan | mengaku | berpendidikan | tegas | tenang | p> Susi | berpidato | pemberantasan | illegal | unreported | unregulated | fisihing | demi | menegakkan | kedaulatan | menjaga | keberlanjutan | kesejahteraan | bangsa | Teks | tangannya | hanya | dijadikan | sekedar | panduan | p> Habis | pengukuhan | mungkin | memimpin | doktor | canda | sela | pidatonya | siang | p> Dalam | memberantas | fishing | memanfaatkan | kebodohannya | ikan | diambil | dimanfaatkan | warganya | Jika | mencuri | kapal | pencuri | segan | ditenggelamkan | Bagi | sendiri | p> 6 | Deklarasikan | Dukungan | Anies | Sandi< | Pengurus | Lepas | Seragam< | p> Nibras | Nada | Nailufar< | Sadikin | mendeklarasikan | Kawan | Juang | (KJB) | mantan | pengurus | Barat | mendukung | Sandi | div> Sejumlah | sebagai | Pilkada< | 2017 | mendatang | Para | loyalitasnya | Ketua | langkah | mundur | menolak | Ahok | Djarot< | diusung | p> Salah | satu | mengungkapkan | kekecewaannya | Ranto | Anak | Cabang | (PAC) | Kebon | Jeruk | menyesalkan | kepengurusan | tingkat | cabang | ranting | demokratis | menghabiskan | juta | membesarkan | belgan | aspirasinya | didengar | petinggi | partai | p> |