Showing posts sorted by relevance for query sedikit. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sedikit. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar | politik

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar. "Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa, 6 Desember 2016.

Iriawan memperkirakan ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini. "Bukan parpol (partai politik), (tapi) kemungkinan iya karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, kata Iriawan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksaan dan akan mengerucut menjadi satu," ucapnya.

Jumat dini hari pekan lalu, polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh, Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka, yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal, masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan, dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden juga dibebaskan. "Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap)," ujar Iriawan.

Adapun Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut. Alasannya, Sri Bintang dinilai tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lain. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini, sepuluh tersangka dijerat pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto pasal 110 terkait dengan pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | politik | Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | Selasa | Desember | 2016 | p>Iriawan | memperkir | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | Bukan | parpol | (partai | politik) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | mengerucut | satu | ucapnya | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p> Tiga | yakni | Jamran | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap) | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | Alasannya | dinilai | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p>Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>AFRILIA | SURYANIS< | strong>< | p> < | div> |

Monday, December 5, 2016

Mengurai Strategi Makar 212 - News Liputan6.com

Tito mengatakan, berdasarkan informasi dari intelijen, ada komunikasi yang intens antara para pelaku makar dengan demonstran 2 Desember. Rencananya, kelompok tersebut akan mengarahkan ratusan ribu massa aksi Bela Islam Jilid III ke gedung parlemen untuk menduduki MPR/DPR.

"Silakan jika datang ke DPR sampaikan aspirasi ke komisi masing-masing. Tapi duduki DPR secara paksa, kekerasan, apapun alasannya, itu inkonstitusional. Kami melihat gerakan itu," ungkap dia.

Sebab itu, Kapolri jauh-jauh hari menyebut ada kelompok makar yang berencana mendompleng massa Aksi Bela Islam. Namun, masyarakat salah paham dan menganggap pernyataan itu mengarah ke GNPF MUI.

"Kami tahu Anda (pelaku makar), kira-kira begitu. Tolong hentikan, jangan manfatkan massa GNPF yang murni ingin proses hukum terhadap saudara Basuki. Polri komit untuk proses hukum itu sudah kita buktikan," jelas Tito.

Untuk itu, Polri pun membangun dialog dengan massa GNPF MUI dan sejumlah tokoh masyakarat. Hasilnya, jelas demonstran Bela Islam Jilid III hanya membawa satu isu yakni penanganan perkara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kami bangun dialog dengan GNPF dalam rangka tuntutan Basuki atau melakukan ikut dalam upaya duduki DPR, kemudian agenda politik lain? Mereka menyatakan komit, tidak. Kami putusannya satu isu, proses hukum," beber dia.

Beruntungnya, GNPF MUI akhirnya tidak keras hati dan mau memindahkan agendanya yang semula gelar sajadah di Jalan Sudirman-Thamrin ke Monumen Nasional atau Monas.

"Kalau begitu, jangan gunakan Jalan Sudirman-Thamrin. Kalau mereka gunakan Jalan Sudirman-Thamrin, dengan massa yang begitu besar, ekornya ada di DPR/MPR sampai Semanggi, Patung Senayan, belok dia ke depan Hotel Mulia dan seterusnya. Sampai ke belakang DPR, berikutnya naik Semanggi dan pelintir sedikit saja. Mudah sekali jumlah massa besar, mudah sekali (ke DPR)," beber Tito.

3 dari 4 halaman


"

| Mengurai | Strategi | Makar | News | Liputan6.com | Tito | mengat | berdasarkan | informasi | intelijen | komunikasi | yang | intens | antara | para | pelaku | makar | dengan | demonstran | Desember | Rencananya | kelompok | tersebut | mengarahkan | ratusan | ribu | massa | aksi | Bela | Islam | Jilid | gedung | parlemen | untuk | menduduki | p> Sil | jika | datang | sampaikan | aspirasi | komisi | masing | Tapi | duduki | secara | paksa | kekerasan | apapun | alasannya | inkonstitusional | Kami | melihat | ungkap | p> Sebab | Kapolri | jauh | hari | menyebut | makar< | berencana | mendompleng | Aksi | Namun | masyarakat | salah | paham | menganggap | pernyataan | mengarah | GNPF | p> Kami | tahu | Anda | (pelaku | makar) | kira | begitu | Tolong | hentikan | jangan | manfatkan | murni | ingin | proses | hukum | terhadap | saudara | Basuki | Polri | komit | buktikan | jelas | p> Untuk | membangun | dialog | sejumlah | tokoh | masyakarat | Hasilnya | hanya | membawa | satu | yakni | penanganan | perkara | Tjahaja | Purnama | atau | Ahok | bangun | dalam | rangka | tuntutan | melakukan | ikut | upaya | kemudian | agenda | politik | lain | Mereka | menyat | putusannya | beber | p> Beruntungnya | akhirnya | keras | hati | memindahkan | agendanya | semula | gelar | Jalan | Sudirman | Thamrin | Monumen | Nasional | Monas | p> Kalau | Kalau | besar | ekornya | sampai | Semanggi | Patung | Senayan | belok | depan | Hotel | Mulia | seterusnya | Sampai | belg | berikutnya | naik | pelintir | sedikit | Mudah | sekali | jumlah | mudah | DPR) | p> 3 | halaman< | p> < | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar  

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar. "Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa, 6 Desember 2016.

Iriawan memperkirakan ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini. "Bukan parpol (partai politik), (tapi) kemungkinan iya karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, kata Iriawan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksaan dan akan mengerucut menjadi satu," ucapnya.

Jumat dini hari pekan lalu, polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh, Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka, yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal, masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan, dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden juga dibebaskan. "Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap)," ujar Iriawan.

Adapun Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut. Alasannya, Sri Bintang dinilai tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lain. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini, sepuluh tersangka dijerat pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto pasal 110 terkait dengan pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | memperkir | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | Bukan | parpol | (partai | politik) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | mengerucut | satu | ucapnya | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap) | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | Alasannya | dinilai | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p>Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>AFRILIA | SURYANIS< | strong>< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Mengurai Strategi Makar 212 - News Liputan6.com

Tito mengatakan, berdasarkan informasi dari intelijen, ada komunikasi yang intens antara para pelaku makar dengan demonstran 2 Desember. Rencananya, kelompok tersebut akan mengarahkan ratusan ribu massa aksi Bela Islam Jilid III ke gedung parlemen untuk menduduki MPR/DPR.

"Silakan jika datang ke DPR sampaikan aspirasi ke komisi masing-masing. Tapi duduki DPR secara paksa, kekerasan, apapun alasannya, itu inkonstitusional. Kami melihat gerakan itu," ungkap dia.

Sebab itu, Kapolri jauh-jauh hari menyebut ada kelompok makar yang berencana mendompleng massa Aksi Bela Islam. Namun, masyarakat salah paham dan menganggap pernyataan itu mengarah ke GNPF MUI.

"Kami tahu Anda (pelaku makar), kira-kira begitu. Tolong hentikan, jangan manfatkan massa GNPF yang murni ingin proses hukum terhadap saudara Basuki. Polri komit untuk proses hukum itu sudah kita buktikan," jelas Tito.

Untuk itu, Polri pun membangun dialog dengan massa GNPF MUI dan sejumlah tokoh masyakarat. Hasilnya, jelas demonstran Bela Islam Jilid III hanya membawa satu isu yakni penanganan perkara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kami bangun dialog dengan GNPF dalam rangka tuntutan Basuki atau melakukan ikut dalam upaya duduki DPR, kemudian agenda politik lain? Mereka menyatakan komit, tidak. Kami putusannya satu isu, proses hukum," beber dia.

Beruntungnya, GNPF MUI akhirnya tidak keras hati dan mau memindahkan agendanya yang semula gelar sajadah di Jalan Sudirman-Thamrin ke Monumen Nasional atau Monas.

"Kalau begitu, jangan gunakan Jalan Sudirman-Thamrin. Kalau mereka gunakan Jalan Sudirman-Thamrin, dengan massa yang begitu besar, ekornya ada di DPR/MPR sampai Semanggi, Patung Senayan, belok dia ke depan Hotel Mulia dan seterusnya. Sampai ke belakang DPR, berikutnya naik Semanggi dan pelintir sedikit saja. Mudah sekali jumlah massa besar, mudah sekali (ke DPR)," beber Tito.

3 dari 4 halaman


"

| Mengurai | Strategi | Makar | News | Liputan6.com | Tito | mengat | berdasarkan | informasi | intelijen | komunikasi | yang | intens | antara | para | pelaku | makar | dengan | demonstran | Desember | Rencananya | kelompok | tersebut | mengarahkan | ratusan | ribu | massa | aksi | Bela | Islam | Jilid | gedung | parlemen | untuk | menduduki | p> Sil | jika | datang | sampaikan | aspirasi | komisi | masing | Tapi | duduki | secara | paksa | kekerasan | apapun | alasannya | inkonstitusional | Kami | melihat | ungkap | p> Sebab | Kapolri | jauh | hari | menyebut | makar< | berencana | mendompleng | Aksi | Namun | masyarakat | salah | paham | menganggap | pernyataan | mengarah | GNPF | p> Kami | tahu | Anda | (pelaku | makar) | kira | begitu | Tolong | hentikan | jangan | manfatkan | murni | ingin | proses | hukum | terhadap | saudara | Basuki | Polri | komit | buktikan | jelas | p> Untuk | membangun | dialog | sejumlah | tokoh | masyakarat | Hasilnya | hanya | membawa | satu | yakni | penanganan | perkara | Tjahaja | Purnama | atau | Ahok | bangun | dalam | rangka | tuntutan | melakukan | ikut | upaya | kemudian | agenda | politik | lain | Mereka | menyat | putusannya | beber | p> Beruntungnya | akhirnya | keras | hati | memindahkan | agendanya | semula | gelar | Jalan | Sudirman | Thamrin | Monumen | Nasional | Monas | p> Kalau | Kalau | besar | ekornya | sampai | Semanggi | Patung | Senayan | belok | depan | Hotel | Mulia | seterusnya | Sampai | belg | berikutnya | naik | pelintir | sedikit | Mudah | sekali | jumlah | mudah | DPR) | p> 3 | halaman< | p> < | div> |

Friday, December 2, 2016

Ini penjelasan kenapa orang bisa dituduh melakukan makar

Brilio.net - Bersamaan dengan gerakan aksi damai 212, Kepolisian Republik Indonesia menangkap sejumlah tokoh nasional yang diduga melakukan aksi makar. Mereka di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Kepada wartawan di Silang Monas, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri , Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar membenarkan soal penangkapan tersebut.

"Iya memang ada sejumlah yang diamankan di Polda Metro Jaya," kata Boy saat ditemui di Silang Monas, Jumat (2/11)

Menurutnya ada sekitar delapan orang yang diamankan terkait tuduhan makar. "Ada delapan orang," katanya.

foto: Twitter/@viraagustinaa

Lantas kenapa tokoh tersebut diduga melakukan makar. Ini sedikit penjelasannya. Makar sendiri suatu tindakan yang membuat pemerintah tidak dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai undang-undag. Tindakan makar menurut pasal 107 UU KUHP terdiri dari 4 macam.

Yakni, tindakan makar terhadap pemerintah, makar terhadap wilayah, ideologi, dan makar terhadap Presiden atau Kepala Negara.

Berikut selengkapnya, bunyi pasal 107 dan 108 yang menjelaskan soal makar:

Bunyi pasal 107:

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 108:

(1) Barang siapa bersalah karena pemberontakan, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun:

1. orang yang melawan pemerintah Indonesia dengan senjata;

2. orang yang dengan maksud melawan Pemerintah Indonesia menyerbu bersama-sama atau menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan Pemerintah dengan senjata.

(2) Para pemimpin dan para pengatur pemberontakan diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Sementara dalam KBBI, makar berarti upaya menjatuhkan pemerintah yang sah. 

Terkait penangkapan delapan tokoh tersebut, pengacara Yusril Ihza Mahendra mengatakan akan mendampingi sejumlah tokoh tersebut.

(brl/swh)

"

| penjelasan | kenapa | orang | bisa | dituduh | melakukan | makar | Brilio | strong> | Bersamaan | dengan | gerakan | aksi | damai | Kepolisian | Republik | Indonesia | menangkap | sejumlah | tokoh | nasional | yang | diduga | Mereka | antaranya | Bintang | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Kepada | wartawan | Silang | Monas | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | membenarkan | soal | penangkapan | tersebut | p> Sri | pakai | kain | sarung | dari | sisi | kiri | terlihat | Bung | Karno: | dialog | Penjemput | twitter | bNNqJoxG6W< | p> â€" | Sang | Gerilya | Batavia | (@IndraJPiliang) | div>December | 2016< | div>< | blockquote> Iya | memang | diamankan | Polda | Metro | Jaya | kata | saat | ditemui | Jumat | 11)< | p> Menurutnya | sekitar | delapan | terkait | tuduhan | katanya | p> < | p> foto: | Twitter | @viraagustinaa< | em>< | p> Lantas | sedikit | penjelasannya | Makar | sendiri | suatu | tindakan | membuat | pemerintah | tidak | dapat | menjalankan | fungsi | tugasnya | sesuai | undang | undag | Tindakan | menurut | pasal | KUHP | terdiri | macam | p> Yakni | terhadap | wilayah | ideologi | Presiden | atau | Negara | p> Berikut | selengkapnya | bunyi | menjelaskan | makar:< | p> Bunyi | 107:< | p> (1) | maksud | untuk | menggulingkan | diancam | pidana | penjara | paling | lama | lima | belas | tahun | p> (2) | Para | pemimpin | pengatur | dalam | ayat | seumur | hidup | sementara | puluh | p> Pasal | 108:< | Barang | siapa | bersalah | karena | pemberontakan | tahun:< | p> 1 | melawan | senjata;< | p> 2 | Pemerintah | menyerbu | bersama | sama | menggabungkan | diri | pada | gerombolan | senjata | para | p> Sementara | KBBI | berarti | upaya | menjatuhkan | p> Terkait | pengacara | Yusril | Ihza | Mahendra | mengatakan | akan | mendampingi | p> 3 | Saya | katakan | kepada | saya | dampingi | beliau | sebagai | lawyer | begitu | juga | tokoh2 | lain | diambil | polisi | pagi | ini< | (@Yusrilihza_Mhd) | blockquote> (brl | swh)< | p> |

Monday, December 5, 2016

Mengurai Strategi Makar 212 - News Liputan6.com

Tito mengatakan, berdasarkan informasi dari intelijen, ada komunikasi yang intens antara para pelaku makar dengan demonstran 2 Desember. Rencananya, kelompok tersebut akan mengarahkan ratusan ribu massa aksi Bela Islam Jilid III ke gedung parlemen untuk menduduki MPR/DPR.

"Silakan jika datang ke DPR sampaikan aspirasi ke komisi masing-masing. Tapi duduki DPR secara paksa, kekerasan, apapun alasannya, itu inkonstitusional. Kami melihat gerakan itu," ungkap dia.

Sebab itu, Kapolri jauh-jauh hari menyebut ada kelompok makar yang berencana mendompleng massa Aksi Bela Islam. Namun, masyarakat salah paham dan menganggap pernyataan itu mengarah ke GNPF MUI.

"Kami tahu Anda (pelaku makar), kira-kira begitu. Tolong hentikan, jangan manfatkan massa GNPF yang murni ingin proses hukum terhadap saudara Basuki. Polri komit untuk proses hukum itu sudah kita buktikan," jelas Tito.

Untuk itu, Polri pun membangun dialog dengan massa GNPF MUI dan sejumlah tokoh masyakarat. Hasilnya, jelas demonstran Bela Islam Jilid III hanya membawa satu isu yakni penanganan perkara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kami bangun dialog dengan GNPF dalam rangka tuntutan Basuki atau melakukan ikut dalam upaya duduki DPR, kemudian agenda politik lain? Mereka menyatakan komit, tidak. Kami putusannya satu isu, proses hukum," beber dia.

Beruntungnya, GNPF MUI akhirnya tidak keras hati dan mau memindahkan agendanya yang semula gelar sajadah di Jalan Sudirman-Thamrin ke Monumen Nasional atau Monas.

"Kalau begitu, jangan gunakan Jalan Sudirman-Thamrin. Kalau mereka gunakan Jalan Sudirman-Thamrin, dengan massa yang begitu besar, ekornya ada di DPR/MPR sampai Semanggi, Patung Senayan, belok dia ke depan Hotel Mulia dan seterusnya. Sampai ke belakang DPR, berikutnya naik Semanggi dan pelintir sedikit saja. Mudah sekali jumlah massa besar, mudah sekali (ke DPR)," beber Tito.

3 dari 4 halaman


"

| Mengurai | Strategi | Makar | News | Liputan6.com | Tito | mengat | berdasarkan | informasi | intelijen | komunikasi | yang | intens | antara | para | pelaku | makar | dengan | demonstran | Desember | Rencananya | kelompok | tersebut | mengarahkan | ratusan | ribu | massa | aksi | Bela | Islam | Jilid | gedung | parlemen | untuk | menduduki | p> Sil | jika | datang | sampaikan | aspirasi | komisi | masing | Tapi | duduki | secara | paksa | kekerasan | apapun | alasannya | inkonstitusional | Kami | melihat | ungkap | p> Sebab | Kapolri | jauh | hari | menyebut | makar< | berencana | mendompleng | Aksi | Namun | masyarakat | salah | paham | menganggap | pernyataan | mengarah | GNPF | p> Kami | tahu | Anda | (pelaku | makar) | kira | begitu | Tolong | hentikan | jangan | manfatkan | murni | ingin | proses | hukum | terhadap | saudara | Basuki | Polri | komit | buktikan | jelas | p> Untuk | membangun | dialog | sejumlah | tokoh | masyakarat | Hasilnya | hanya | membawa | satu | yakni | penanganan | perkara | Tjahaja | Purnama | atau | Ahok | bangun | dalam | rangka | tuntutan | melakukan | ikut | upaya | kemudian | agenda | politik | lain | Mereka | menyat | putusannya | beber | p> Beruntungnya | akhirnya | keras | hati | memindahkan | agendanya | semula | gelar | Jalan | Sudirman | Thamrin | Monumen | Nasional | Monas | p> Kalau | Kalau | besar | ekornya | sampai | Semanggi | Patung | Senayan | belok | depan | Hotel | Mulia | seterusnya | Sampai | belg | berikutnya | naik | pelintir | sedikit | Mudah | sekali | jumlah | mudah | DPR) | p> 3 | halaman< | p> < | div> |