Showing posts sorted by relevance for query (ACTA). Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query (ACTA). Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Pengacara: Terduga Makar Kok Aki-Aki dan Nini, Tak Punya Pasukan

Liputan6.com, Jakarta - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengaku heran dengan tuduhan makar yang ditujukan kepada sejumlah aktivis yang ditahan Polri. Mereka ditangkap sebelum aksi damai 2 Desember kemarin.

Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman mengatakan, sejumlah tokoh yang ditangkap telah berusia lanjut. Mereka tidak memiliki pasukan atau senjata untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

"Pak Sri Bintang 70 tahun, Pak Kivlan dan Adityawarman 70 tahun. Kemudian Mbak Ratna (Sarumpaet) 59 ujung, mau 60 tahun. Kok ini aki-aki dan nini (kakek dan nenek) dituduh makar," ujar Habiburokhman dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Habiburokhman mengaku mendampingi sejumlah aktivis yang ditangkap Polri atas tuduhan makar. Beberapa dijemput di tempat yang sama di Hotel Sari Pan Pacific, antara lain Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, aktivis yang ditangkap semula akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Kemudian dipindahkan tiba-tiba ke Mako Brimob, Depok.

"Kami kayak diculik, mau dibawa ke Lubang Buaya," ujar Habiburokhman.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menambahkan, seharusnya Polri tidak terlalu panik dengan adanya dugaan makar tersebut. Sebab, yang ditangkap adalah orang-orang sudah lanjut usia.

"Terduga makar ini kan para manula, ya dihadapi dengan santai-santai saja," kata Adhie dalam kesempatan yang sama.

"

| Pengacara: | Terduga | Makar | Aki-Aki | Nini, | Punya | Pasukan | Liputan6 | Jakarta | strong> | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | mengaku | heran | dengan | tuduhan makar< | yang | ditujukan | kepada | sejumlah | aktivis | ditahan | Polri | Mereka | ditangkap | aksi | damai | Desember | kemarin | p> Ketua | Dewan | Pembina | ACTA | Habiburokhman | mengat | tokoh | telah | berusia | lanjut | memiliki | pasukan | atau | senjata | untuk | menggulingkan | pemerintahan | saat | p> Pak | Bintang | tahun | Kivlan | Adityawarman | Kemudian | Mbak | Ratna | (Sarumpaet) | ujung | nini | (kakek | nenek) | dituduh | makar | ujar | dalam | diskusi | bertajuk | Dikejar | kawasan | Cikini | Pusat | Sabtu | 2016) | p> Habiburokhman | mendampingi | atas | tuduhan | Beberapa | dijemput | tempat | sama | Hotel | Sari | Pacific | antara | lain | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | p> Politikus | Partai | Gerindra | semula | dibawa | Mapolda | Metro | Jaya | dipindahkan | tiba | Mako | Brimob | Depok | p> Kami | kayak | diculik | Lubang | Buaya | p> Koordinator | Indonesia | Bersih | (GIB) | Adhie | Massardi | menambahkan | seharusnya | panik | adanya | dugaan | makar< | tersebut | Sebab | adalah | orang | usia | p> Terduga | para | manula | dihadapi | santai | kata | kesempatan | p> |

Pengacara: Terduga Makar Kok Aki-Aki dan Nini, Tak Punya Pasukan

Liputan6.com, Jakarta - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengaku heran dengan tuduhan makar yang ditujukan kepada sejumlah aktivis yang ditahan Polri. Mereka ditangkap sebelum aksi damai 2 Desember kemarin.

Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman mengatakan, sejumlah tokoh yang ditangkap telah berusia lanjut. Mereka tidak memiliki pasukan atau senjata untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

"Pak Sri Bintang 70 tahun, Pak Kivlan dan Adityawarman 70 tahun. Kemudian Mbak Ratna (Sarumpaet) 59 ujung, mau 60 tahun. Kok ini aki-aki dan nini (kakek dan nenek) dituduh makar," ujar Habiburokhman dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Habiburokhman mengaku mendampingi sejumlah aktivis yang ditangkap Polri atas tuduhan makar. Beberapa dijemput di tempat yang sama di Hotel Sari Pan Pacific, antara lain Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, aktivis yang ditangkap semula akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Kemudian dipindahkan tiba-tiba ke Mako Brimob, Depok.

"Kami kayak diculik, mau dibawa ke Lubang Buaya," ujar Habiburokhman.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menambahkan, seharusnya Polri tidak terlalu panik dengan adanya dugaan makar tersebut. Sebab, yang ditangkap adalah orang-orang sudah lanjut usia.

"Terduga makar ini kan para manula, ya dihadapi dengan santai-santai saja," kata Adhie dalam kesempatan yang sama.

"

| Pengacara: | Terduga | Makar | Aki-Aki | Nini, | Punya | Pasukan | Liputan6 | Jakarta | strong> | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | mengaku | heran | dengan | tuduhan makar< | yang | ditujukan | kepada | sejumlah | aktivis | ditahan | Polri | Mereka | ditangkap | aksi | damai | Desember | kemarin | p> Ketua | Dewan | Pembina | ACTA | Habiburokhman | mengat | tokoh | telah | berusia | lanjut | memiliki | pasukan | atau | senjata | untuk | menggulingkan | pemerintahan | saat | p> Pak | Bintang | tahun | Kivlan | Adityawarman | Kemudian | Mbak | Ratna | (Sarumpaet) | ujung | nini | (kakek | nenek) | dituduh | makar | ujar | dalam | diskusi | bertajuk | Dikejar | kawasan | Cikini | Pusat | Sabtu | 2016) | p> Habiburokhman | mendampingi | atas | tuduhan | Beberapa | dijemput | tempat | sama | Hotel | Sari | Pacific | antara | lain | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | p> Politikus | Partai | Gerindra | semula | dibawa | Mapolda | Metro | Jaya | dipindahkan | tiba | Mako | Brimob | Depok | p> Kami | kayak | diculik | Lubang | Buaya | p> Koordinator | Indonesia | Bersih | (GIB) | Adhie | Massardi | menambahkan | seharusnya | panik | adanya | dugaan | makar< | tersebut | Sebab | adalah | orang | usia | p> Terduga | para | manula | dihadapi | santai | kata | kesempatan | p> |

Friday, December 2, 2016

Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Jakarta - Setelah Mabes Polri, giliran kubu Ahmad Dhani dan kawan-kawan yang angkat bicara tentang penangkapan. Mereka juga menjelaskan seputar dugaan terlibat makar.

Penjelasan ini disampaikan Ahmad Dhani cs melalui kuasa hukum dan orang terdekat mereka pada Jumat 2 Desember 2016.

Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman yang mendampingi pentolan grup band Dewa 19 mengatakan Dhani dalam kondisi sehat selama menjalani pemeriksaan. Dia menyebut Ahmad Dhani dikenai pasal 207 KUHP terkait orasinya pada demonstrasi 4 November lalu. Dhani juga dalam kondisi sehat. Sedangkan polisi menyatakan Dhani Cs dijemput karena diduga akan melakukan upaya makar pada hari Jumat ini.

Sedangkan Yusril Ihza Mahendra hadir mendampingi Rachmawati Soekarnoputri. Yusril mengaku masih akan mendalami pasal-pasal dugaan makar yang ditujukan kepada Rachmawati tersebut.

Sementara itu, istri Sri Bintang Pamungkas, Erlina. menjelaskan suaminya tidak melakukan makar seperti yang dituduhkan polisi. Pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

Berikut penjelasan kubu Ahmad Dhani Cs:

> Sebelumnya
Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

1 / 5

> Selanjutnya
Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Pengacara: Ahmad Dhani Santai Diperiksa

"

| Giliran | Kubu | Ahmad | Dhani | Bicara | Soal | Penangkapan | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Setelah | Mabes | Polri | giliran | kubu | kawan | yang | angkat | bicara | tentang | penangkapan | Mereka | juga | menjelaskan | seputar | dugaan | terlibat | makar | Penjelasan | disampaikan | melalui | kuasa | hukum | orang | terdekat | mereka | pada | Jumat | Desember | 2016 | p>Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | mendampingi | pentolan | grup | band | Dewa | mengatakan | dalam | kondisi | sehat | selama | menjalani | pemeriksaan | menyebut | dikenai | pasal | KUHP | terkait | orasinya | demonstrasi | November | lalu | Sedangkan | polisi | menyatakan | dijemput | karena | diduga | akan | melakukan | upaya | hari | p>Sedangkan | Yusril | Ihza | Mahendra | hadir | Rachmawati | Soekarnoputri | mengaku | masih | mendalami | ditujukan | kepada | tersebut | p>Sementara | istri | Bintang | Pamungkas | Erlina | suaminya | tidak | seperti | dituduhkan | Pada | tanggal | bukan | kegiatan | tapi | mengantar | surat | Markas | Cilangkap | p>Berikut | penjelasan | Cs: < | p>>< | span> | Selanjutnya< | span> < | div> Pengacara: | Santai | Diperiksa< | h3> < | div> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Thursday, December 8, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Friday, December 2, 2016

Cerita di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet Terkait Dugaan Makar

Liputan6.com, Depok - Ratna Sarumpaet diduga melakukan tindak pidana makar. Ia ditangkap polisi saat berada di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Jumat dini hari.

Salah satu pengacara Ratna Sarumpaet, Kris Ibnu, mengungkapkan kronologi penangkapan Ratna. Ia menjelaskan, penyidik Polda Metro Jaya sudah tiba di lokasi pukul 05.00 WIB dini hari.

"Ditangkap jam 06.30. Penyidik sudah datang dari jam 05.00, tapi baru bisa dibawa pukul 06.30 karena menang harus didampingi sama advokat," ungkap Kris yang juga Ketua Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA), di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/12/2016).

Sebelum dibawa ke Mako Brimob, ia mengaku pihaknya berdebat dengan penyidik seputar pendampingan Ratna oleh pengacara.

"Berdebat dulu dengan penyidik baru sepakat ke Polda awalnya. Tapi ternyata enggak ke Polda, langsung ke sini (Mako Brimob)," ujar Kris.

Polri menangkap 10 orang. Sebanyak delapan di antaranya diduga terkait rencana aksi makar jelang demo 2 Desember. Karopenmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang diamankan terkait dugaan makar adalah AD, E, AD lagi, KZ, RS, RA,SB, dan RK.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP. Sedangkan dua orang dengan inisial JA dengan RK dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat (2/12/2016).

Rikwanto mengatakan, mereka saat ini sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua terkait pendalaman dugaan makar. "Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan di sana untuk dilakukan pemeriksaan," kata dia.

Rikwanto mengatakan, sesuai Pasal 107, bagi pemimpin dan pengatur sesuai ayat 1 itu, maka mereka dapat dipidana seumur hidup atau pidana 20 tahun.

"

| Cerita | Balik | Penangkapan | Ratna | Sarumpaet | Terkait | Dugaan | Makar | Liputan6 | Depok | strong> | diduga | melakukan | tindak | pidana | makar< | ditangkap | polisi | saat | berada | Hotel | Sari | Pacific | Jakarta | Pusat | Jumat | dini | hari | p> Salah | satu | pengacara | Kris | Ibnu | mengungkapkan | kronologi | penangkapan | menjelaskan | penyidik | Polda | Metro | Jaya | sudah | tiba | lokasi | pukul | p> Ditangkap | Penyidik | datang | dari | tapi | baru | bisa | dibawa | karena | menang | harus | didampingi | sama | advokat | ungkap | yang | juga | Ketua | Advokasi | Cinta | Tanah | (ACTA) | Mako | Brimob | Kelapa | Jawa | Barat | 2016) | p> Sebelum | mengaku | pihaknya | berdebat | dengan | seputar | pendampingan | oleh | p> Berdebat | dulu | sepakat | awalnya | Tapi | ternyata | enggak | langsung | sini | (Mako | Brimob) | ujar | p> Polri | menangkap | orang | Sebanyak | delapan | antaranya | terkait | rencana | aksi | jelang | demo | Desember | Karopenmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | mereka | diamankan | dugaan | makar | adalah | lagi | p> Delapan | dikenakan | tuduhan | Pasal | juncto< | KUHP | Sedangkan | inisial | kata | p> Rikwanto | dilakukan | pemeriksaan | pendalaman | mengamankan | sana | untuk | sesuai | bagi | pemimpin | pengatur | ayat | maka | dapat | dipidana | seumur | hidup | atau | tahun | p> |