Showing posts sorted by relevance for query ketua. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ketua. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Instruksi Prabowo Subianto saat kadernya dituduh makar

Merdeka.com - Polisi menangkap 11 orang pada Jumat (2/12) dengan dugaan makar, penghinaan Presiden dan menyebar ujaran kebencian di media sosial. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal Kobar, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Kivlan Zein, Firza Huzein, Alvin Indra dan Ahmad Dhani.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Di antara sejumlah tokoh yang ditangkap memiliki hubungan dengan Partai Gerindra. Di antaranya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo Santjojo yang menjabat Ketua DPP Partai Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menginstruksikan agar partainya mengawal proses hukum dua kadernya Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo yang terjerat kasus dugaan makar terhadap Presiden Joko Widodo.

"Itu lah masalahnya saya juga sudah ngomong di beberapa media, apa yang saya sampaikan kami akan memantau mengikuti perkembangan khusus terhadap Bu Rachma," kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).

Prabowo siap pasang badan dan membela kadernya bila tuduhan yang diberikan kepada kedua kader itu tidak sesuai fakta.

"Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan yang dibebankan kepada Eko dan Bu Rachmawati," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Sedangkan Anggota Dewan Penasihat Gerindra Martin Hutabarat menegaskan, rencana makar yang dilakukan oleh Rachmawati dkk adalah hak perseorangan, bukan bagian dari agenda partai.

"Ini kan bukan persoalan Gerindra. Ini persoalan polisi dengan orang-orang yang dituduh makar. Dan, kan bukan partainya yang dipersoalkan oleh polisi. Ini kan hak-hak politik perorangan masyarakat, kan gitu. Kecuali kalau dia mengorganisir kegiatan Gerindra untuk melakukan rencana ini. Ini kan tidak. Ini hanya pribadi," jelas Martin.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Rachmawati, Eko dan Kivlan tidak ditahan oleh Polri. Martin membantah jika mereka tidak ditahan bukan karena memiliki kedekatan Prabowo Subianto.

"Oh enggak (ada kaitan dengan Prabowo) lah. Dia (Rachmawati) kan, mungkin karena dia anak pendiri negeri ini, anak Bung Karno yang mendirikan negeri ini, mungkin. Tapi kan sebenarnya alasannya karena sakit saja. Dan memang dia kan sedang sakit. Nggak ada persoalan kawan berkawan itu. Persoalannya karena dia sakit," tegasnya.

Martin menekankan, polisi harus memberikan bukti yang kuat soal pemufakatan jahat untuk melakukan makar itu. Sebab, jika mereka hanya menginginkan UUD kembali ke UUD 45, tidak bisa dikatakan makar. Apalagi kalau hanya menyurati DPR/MPR untuk meminta pergantian presiden dan wakil presiden.

Sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri juga telah menyampaikan segenap pembelaan atas tuduhan aksi makar yang dialamatkan terhadap dirinya. Dia membantah keras melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Dia menjelaskan sebagai anak dari Bung Karno, dirinya mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua. Dia pun membeberkan kronologi penangkapan terhadap dirinya.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Rachmawati juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya.

Baca juga:
Ini komentar Agus Yudhoyono soal 11 orang ditangkap diduga makar
Ini tanggapan Djoko Santoso soal penangkapan Kivlan Zen karena makar
Gerindra siap pasang badan bela Rachmawati dan Eko Sandjojo
Polri tegaskan penangkapan Hatta Taliwang masih terkait makar
Datangi Polda Metro, Yusril dampingi pemeriksaan Rizal Kobar-Jamran

[sho]

Rekomendasi Pilihan

"

| Instruksi | Prabowo | Subianto | saat | kadernya | dituduh | makar | Merdeka | strong> | Polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | dengan | dugaan | penghinaan | Presiden | menyebar | ujaran | kebencian | media | sosial | Mereka | adalah | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thahar | Kivlan | Zein | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Ahmad | Dhani | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Di | antara | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | memiliki | hubungan | Partai | Gerindra | antaranya | Wakil | Ketua | Umum | menjabat | Bidang | Pengkajian | Ideologi | p>Ketua | Subianto< | strong>< | menginstruksikan | agar | partainya | mengawal | proses | hukum | terjerat | kasus | terhadap | Joko | Widodo | p>Itu | masalahnya | saya | juga | ngomong | beberapa | sampaikan | kami | memantau | mengikuti | perkembangan | khusus | Rachma | kata | Desmond | Mahesa | Komplek | Parlemen | Senayan | Jakarta< | Kamis | p>Prabowo | siap | pasang | badan | membela | bila | tuduhan | diberikan | kepada | kedua | kader | sesuai | fakta | p>Kami | bereaksi | kalau | keadilan | dibebankan | tegas | Komisi | p>Sedangkan | Anggota | Dewan | Penasihat | Martin | Hutabarat | menegaskan | rencana | dilakukan | oleh | perseorangan | bukan | bagian | agenda | partai | p>Ini | persoalan | polisi | dipersoalkan | politik | perorangan | masyarakat | gitu | Kecuali | mengorganisir | kegiatan | untuk | melakukan | hanya | pribadi | jelas | p>Meski | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | ditahan | Polri | membantah | jika | karena | kedekatan | p>Oh | enggak | (ada | kaitan | Prabowo) | (Rachmawati) | mungkin | anak | pendiri | negeri | Bung | Karno | mendirikan | Tapi | sebenarnya | alasannya | sakit | memang | Nggak | kawan | berkawan | Persoalannya | tegasnya | p>Martin | menekankan | harus | memberikan | bukti | kuat | soal | pemufakatan | jahat | Sebab | menginginkan | kembali | dikat | Apalagi | menyurati | meminta | pergantian | presiden | wakil | p>Senya | menyampaikan | segenap | pembelaan | atas | aksi | dialamatkan | dirinya | keras | pemerintahan | Jokowi | p>Saya | bahwa | sama | sekali | upaya | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta | Selatan | Rabu | p>Dia | menjelaskan | mengetahui | batas | berkaitan | Bila | dituduhkan | negara | pasti | semua | membeberkan | kronologi | penangkapan | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Zulkifli | Hasan | dalam | rangka | aspirasi | selamatkan | NKRI | 1945 | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | bagaimana | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Rachmawati | adanya | transfer | dana | membiayai | mengaku | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | p> Baca | juga:< | strong>Ini | komentar | Agus | Yudhoyono | diduga | makar< | a>Ini | tanggapan | Djoko | Santoso | a>Gerindra | bela | Sandjojo< | a>Polri | tegaskan | Hatta | Taliwang | masih | terkait | a>Datangi | Polda | Metro | Yusril | dampingi | pemeriksaan | Jamran< | p> [sho]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar | politik

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar. "Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa, 6 Desember 2016.

Iriawan memperkirakan ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini. "Bukan parpol (partai politik), (tapi) kemungkinan iya karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, kata Iriawan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksaan dan akan mengerucut menjadi satu," ucapnya.

Jumat dini hari pekan lalu, polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh, Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka, yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal, masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan, dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden juga dibebaskan. "Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap)," ujar Iriawan.

Adapun Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut. Alasannya, Sri Bintang dinilai tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lain. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini, sepuluh tersangka dijerat pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto pasal 110 terkait dengan pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | politik | Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | Selasa | Desember | 2016 | p>Iriawan | memperkir | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | Bukan | parpol | (partai | politik) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | mengerucut | satu | ucapnya | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p> Tiga | yakni | Jamran | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap) | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | Alasannya | dinilai | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p>Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>AFRILIA | SURYANIS< | strong>< | p> < | div> |

Monday, December 5, 2016

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |