Showing posts sorted by relevance for query tapi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tapi. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Inikah Surat yang Membuat Sri Bintang Dituding Makar?

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan makar. Dia dan delapan orang lainnya di antaranya Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rahmawati Soekarnoputri, dan Kivlan Zein telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ernalias, Istri aktivis Sri Bintang Pamungkas mengaku kaget. Saat sore ketika kediamannya didatangi oleh beberapa orang berbadan tegap dan memperkenalkan diri sebagai polisi dari Polda Metro Jaya.

Tanpa basa-basi, pagi itu, Jumat, 2 Desember 2016  polisi berpakaian preman langsung mengutarakan maksud kedatangannya. Mereka hendak menangkap suaminya atas tuduhan tindakan makar.

"Ada yang ngetok-ngetok, saya yang keluar, saya kira ada apa. Terus satpam bilang ini ada dari kepolisian dari Kapolda. Untuk apa? Mau bicara sama bapak," ujar Ernalias Sri Bintang, Jumat (2/11/2016).

Saat penangkapan, suaminya sedang duduk santai sembari menikmati segelas kopi hangat. "Di situ nego dulu, katanya bapak mau lihat apakah ada surat penangkapan. Dikasih suratnya, cuma langsung diambil," ujar Ernalias.

Dia mengaku tidak mendengar pembicaraan antara polisi dan suaminya. Namun secara tiba-tiba suaminya memberitahukan akan ditangkap dengan dugaan makar.

"Bapak bilang kalau dia mau ditangkap. Saya tanya apa alasan mereka? Polisi bilang karena ingin makar," ujar Ernalias.

Sekitar pukul 06.30 WIB, suaminya langsung dibawa oleh polisi ke Polda Metro Jaya. Tapi, belakangan sang suami mengabarkan, dibawa ke Brimob Kelapa Dua Depok.

"Rencananya dibawa ke Polda. Tapi sekitar 5 menit kemudian bapak bilang akan dibawa ke arah Brimob," ujar Ernalias.

Erlina pun meyakini tudingan makar terhadap suaminya tidak benar. Terkait adanya surat yang disebut sebagai upaya makar, Erlina menjelaskan, bahwa pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

"Habis ngetik, paginya salat, bangun (untuk) ngeprint (tapi) tinta habis. Pergi keluar ngeprint di luar. Suratnya dibawa sendiri ke DPR, MPR dan TNI di Cilangkap. Waktu nganter surat (ditemani) sama Dahlia Zein, masih saudara saya," kata dia.

Erlina sempat menyampaikan isi surat yang disampaikan Sri Bintang tersebut ke wartawan. Berikut isi surat tersebut:

Kepada Yth.:
Pimpinan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
d/a Gedung DPR/MPR-RI
Jl. Jenderal Hatot Soebroto
Jakarta Selatan

Dengan hormat,
Bersama ini, kami dari kelompok Gerakan Nasional People Power Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa exponen aktivis, sehubungan dengan situasi tanah air sekarang ini, sudah menyampaikan keinginan kami meminta kesediaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (SI-MPR RI) sesegera mungkin. Yaitu, dengan maksud menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang dari hari ke hari semakin berbahaya bagi kelangsungan jalannya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Adapun tujuan akhir dari SI-MPR RI itu adalah untuk menghasilkan Ketetapan-ketetapan MPR-RI yang meliputi:

1. Menyatakan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Mencabut Mandat Presiden dan Wakil Presiden RI yang sekarang, masing-masing dijabat oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla
3. Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia

Demikian permintaan kami, dengan harapan MPR-RI dapat memenuhinya dengan segera. Terimakasih atas segala perhatian dan kesediaannya.

Hormat saya,

Sri-Bintang Pamungkas

"

| Inikah | Surat | yang | Membuat | Bintang | Dituding | Makar? | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aktivis | Pamungkas | ditangkap | penyidik | Polda | Metro | Jaya | atas | dugaan | makar< | delapan | orang | lainnya | antaranya | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rahmawati | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | p> Ernalias | Istri | aktivis | mengaku | kaget | Saat | sore | ketika | kediamannya | didatangi | oleh | beberapa | berbadan | tegap | memperkenalkan | diri | polisi | dari | p> Tanpa | basa | basi | pagi | Jumat | Desember | 2016  | berpakaian | preman | langsung | mengutarakan | maksud | kedatangannya | Mereka | hendak | menangkap | suaminya | tuduhan | tindakan | makar | p> Ada | ngetok | saya | keluar | kira | Terus | satpam | bilang | kepolisian | Kapolda | Untuk | bicara | sama | bapak | ujar | Ernalias | 2016) | p> Saat | penangkapan | sedang | duduk | santai | sembari | menikmati | segelas | kopi | hangat | situ | nego | dulu | katanya | lihat | apakah | surat | Dikasih | suratnya | cuma | diambil | p> Dia | tidak | mendengar | pembicaraan | antara | Namun | secara | tiba | memberitahukan | akan | dengan | p> Bapak | kalau | Saya | tanya | alasan | mereka | Polisi | karena | ingin | p> Sekitar | pukul | dibawa | Tapi | belakangan | sang | suami | mengabarkan | Brimob | Kelapa | Depok | p> Rencananya | sekitar | menit | kemudian | arah | p> Erlina | meyakini | tudingan | terhadap | benar | Terkait | adanya | disebut | upaya | Erlina | menjelaskan | bahwa | pada | tanggal | bukan | terlibat | kegiatan | tapi | mengantar | Markas | Cilangkap | p>Habis | ngetik | paginya | salat | bangun | (untuk) | ngeprint | (tapi) | tinta | habis | Pergi | luar | Suratnya | sendiri | Waktu | nganter | (ditemani) | Dahlia | masih | saudara | kata | sempat | menyampaikan | disampaikan | tersebut | wartawan | Berikut | tersebut:< | p>Kepada | em>Pimpinan< | em>Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | Republik | Indonesia< | em>d | Gedung | em>Jl | Jenderal | Hatot | Soebroto< | em>Jakarta | Selatan< | em>< | p>Dengan | hormat | em>Bersama | kami | kelompok | Gerakan | Nasional | People | Power | Indonesia | merupakan | gabungan | exponen | sehubungan | situasi | tanah | sekarang | sudah | keinginan | meminta | kesediaan | Pimpinan | Dewan | Perwakilan | untuk | memanggil | Majelis | guna | menggelar | Sidang | Istimewa | sesegera | mungkin | Yaitu | menyelesaikan | persoalan | Negara | hari | semakin | berbahaya | bagi | kelangsungan | jalannya | Kesatuan | p>Adapun | tujuan | akhir | adalah | menghasilkan | Ketetapan | ketetapan | meliputi:< | Menyatakan | berlakunya | kembali | Undang | Dasar | 1945 | Asli | seluruh | wilayah | em>2 | Mencabut | Mandat | Presiden | Wakil | masing | dijabat | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla< | em>3 | Mengangkat | Penjabat | baru | sekaligus | menjadi | Ketua | Presidium | wewenang | menyusun | Pemerintah | Transisi | p>Demikian | permintaan | harapan | dapat | memenuhinya | segera | Terimakasih | segala | perhatian | kesediaannya | p>Hormat | p>Sri | Pamungkas< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Dikaitkan dengan Upaya Makar, Eggi Sudjana Lapor Polisi

Jakarta - Advokat Eggi Sudjana melapor ke Polda Metro Jaya karena disebut-sebut terlibat melakukan pendanaan dalam upaya makar bersama 8 orang yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Eggi melaporkan adanya penyebaran informasi yang mengaitkan dirinya dengan upaya makar.

"Ini luar biasa karena saya dituduh dengan situasi seperti ini, gambar tentang dana gerakan dari tanggal 2 Desember kemarin dan mengarah pada makar. Ini kan sangat serius," terang Eggi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi kemudian memperlihatkan sebuah gambar skema donatur dalam aksi 'Bela Islam' yang dia dapatkan dari seseorang bernama Julia. Julia ini menurut Eggi mengklaim sebagai penasihat hukum yang juga disebut-sebut sebagai pendana dalam gambar skema yang diterimanya.

"Saya pertama dapat ini lewat WA, dari saudari Julia yang saya kenal begitu saja. Tapi setelah saya tanya-tanya dan konfirmasi kepada dia langsung, dia mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, itu menariknya di situ," terang Eggi.

"Tapi kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi saya tahunya pertama dari dia ini. Kemudian saya print, kemudian saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, tudingan tersebut sangat serius dan berdampak ke kehidupan pribadinya. Karena Eggi menegaskan tidak terlibat dengan upaya percobaan makar.

"Karena ini menyangkut makar, padahal kita tidak mau makar. Kalau makar dalam arti makan ramai-ramai, itu setuju. Tapi kalau makar yang ini bahaya," lanjutnya.

Dalam gambar skema tersebut, Eggi disebut dari kelompok Gerakan Oposisi Nasional (Gonas) di bawah aktivis Ratna Sarumpaet. Selain nama Eggi dan Ratna Sarumpet, ada juga nama-nama di antara 7 tersangka lain yang diduga mencoba melakukan makar, seperti purnawirawan TNI Kivlan Zein dan Adityawarman Thaha.

"Saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gerakan Oposisi Nasional dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," imbuh Eggi.

Meski terlibat dalam aksi 2 Desember lalu, namun Eggi menegaskan hal itu tidak ada kaitan dengan upaya makar seperti yang dituduhkan terhadapnya.

"Karena kita tahu, aksi 2 Desember kemarin adalah murni ibadah karena Allah SWT. Saya menjadi risau karena saya sungguh tidak berada di posisi putaran-putaran itu (para tersangka makar-red)," imbuhnya.

Berdasarkan gambar yang ditunjukkan Eggi, ada beberapa aktivis, tokoh agama hingga tokoh politik yang masuk dalam skema.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri, itu harapan saya," imbuhnya.

Sementara itu, Supramono selaku kuasa hukum Eggi mengatakan, laporan kliennya itu diterima dalam laporan polisi bernomor LP/5984/XII/2016/PMJ/Ditreskrimum dengan persangkaan Pasal 27 ayat (3), dan Pasal 28 ayat (1) dan atau ayat (2), jo Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310, dan Pasal 311 KUHP.

"Mudah-mudahan penydik dapat mengungkap semua kebenaran sehingga semua clear dan tak ada masalah. Terutama klien kami, Eggi Sudjana, agar harkat dan martabatnya dipulihkan kembali. Mudah-mudahan polisi bisa bertindak dengan proporsional dan profesional," ujar Supramono.

(mei/fdn)

"

| Dikaitkan | dengan | Upaya | Makar, | Eggi | Sudjana | Lapor | Polisi | Jakarta< | strong> | Advokat | melapor | Polda | Metro | Jaya | karena | disebut | sebut | terlibat | melakukan | pendanaan | dalam | upaya | makar | bersama | orang | yang | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | melaporkan | adanya | penyebaran | informasi | mengaitkan | dirinya | luar | biasa | saya | dituduh | situasi | seperti | gambar | tentang | dana | tanggal | Desember | kemarin | mengarah | pada | sangat | serius | terang | kepada | wartawan | Mapolda | Jakarta | Selasa | 2016) | p>Eggi | kemudian | memperlihatkan | sebuah | skema | donatur | aksi | Bela | Islam | dapatkan | seseorang | bernama | Julia | menurut | mengklaim | penasihat | hukum | juga | pendana | diterimanya | p>Saya | pertama | dapat | lewat | kenal | begitu | Tapi | setelah | tanya | konfirmasi | langsung | mengaku | Tommy | Soeharto | menariknya | situ | p>Tapi | kenapa | mempersoalkan | enggak | ngerti | tahunya | Kemudian | print | bikin | laporan | sini | ujarnya | p>Menurut | tudingan | tersebut | berdampak | kehidupan | pribadinya | Karena | menegaskan | percobaan | p>Karena | menyangkut | padahal | Kalau | arti | ramai | setuju | kalau | bahaya | lanjutnya | p>Dalam | kelompok | Oposisi | Nasional | (Gonas) | bawah | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Selain | nama | Sarumpet | antara | lain | diduga | mencoba | purnawirawan | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thaha | pernah | menam | diri | koordinasi | imbuh | p>Meski | kaitan | dituduhkan | terhadapnya | tahu | adalah | murni | ibadah | Allah | Saya | menjadi | risau | sungguh | berada | posisi | putaran | (para | red) | imbuhnya | p>Berdasarkan | ditunjukkan | beberapa | tokoh | agama | politik | masuk | p>Imbauan | Habib | Rizieq | Bachtiar | Nasir | Munarman | Bintang | paling | utama | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | p>Sementara | Supramono | selaku | kuasa | mengat | kliennya | diterima | bernomor | 5984 | 2016 | Ditreskrimum | persangkaan | Pasal | ayat | atau | Nomor | Tahun | 2008 | KUHP | p>Mudah | mudahan | penydik | mengungkap | semua | kebenaran | clear | masalah | Terutama | klien | kami | agar | harkat | martabatnya | dipulihkan | kembali | Mudah | bertindak | proporsional | profesional | ujar | p>(mei | fdn)< |

Wednesday, December 7, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Saturday, December 3, 2016

Kivlan Zein: Saya Kok Dituduh Makar, Padahal Dulu Saya yang Menangkap Pelaku Makar

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Saya | Dituduh | Makar, | Padahal | Dulu | yang | Menangkap | Pelaku | Makar | SERAMBINEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik |  Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Kivlan Zein: Dulu Saya yang Menangkapi Pelaku Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Dulu | Saya | yang | Menangkapi | Pelaku | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar< | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik | em>Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Eggi Sudjana Kesal Namanya Masuk Daftar Donatur Kelompok Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengaku kesal plus dongkol luar biasa alias 'gondok' mengetahui namanya masuk bagan daftar donatur kelompok orang yang diduga melakukan makar terkait unjuk rasa 212.

Dan kebetulan sebagian besar nama di daftar tersebut menjadi tersangka makar di kepolisian.

"Dalam kesempatan yang menyedihkan buat saya ini, ... Jadi, kesal, gondok karena semua orang juga merasakan kalau difitnah itu sangat tidak enak," kata Eggi Sudjana usai membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

"Kalau fitnah dalam bahasa Sunda itu enak, 'kepijit ngeunah'. Tapi kalau ini luar biasa karena saya dituduh dengan situasi seperti ini, gambar tentang dana gerakan tanggal 2 Desember kemarin, dan mengarah pada makar. Ini kan sangat serius," sambungnya.

Menurut Eggi, dirinya melaporkan kasus penyebaran informasi bohong dan pencemaran nama baik ke polisi menyusul adanya gambar bagan daftar "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial pada saat aksi 212.

Menurutnya, penyebaran informasi tersebut harus dilaporkannya ke polisi karena terbilang fitnah yang sangat serius dan merugikan nama baiknya.

Padahal, ia merasa tidak pernah terlibat dengan 11 orang yang telah ditangkap oleh polisi karena sangkaan melakukan permufakatan makar terkait aksi 212.

"Saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gerakan Oposisi Nasional di sini. Dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," kata Eggi.

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis (melakukan) makar, semuanya ada di sini (bagan daftar)," sambungnya.

Eggi menceritakan, dirinya kali pertama menerima foto bagan daftar nama donatur tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, ia baru melaporkan dugaan pelanggaran terkait penyebaran gambar bagan tersebut ke polisi pada 6 Desember 2016 atau setelah 11 orang yang tertera di bagan daftar tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian.

Alasan dia, karena dirinya selaku advokat yang kerap bersentuhan dengan kepolisian telah disinggung pertanyaan dari Kapolri.

"Karena saya diprotes juga oleh Kapolri. Dalam arti, 'Lu ikut mana ke situ atau bagaimana'. Menjelaskan pertanyaan ini tidak sesederhana, oh saya enggak ikut ke situ bang. Tapi, menjelaskannya harus secara proses hukum (membuat laporan polisi)," kata dia.

"Apalagi, dampaknya juga sangat serius terhadap kehidupan saya. Sebab, ini menyangkut makar. Padahal, saya tidak mau makar. Kalau makar dalam arti makan rame-rame, itu saya setuju. Kalau makar yang ini bahaya," sambungnya.

"

| Eggi | Sudjana | Kesal | Namanya | Masuk | Daftar | Donatur | Kelompok | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | Sudjana< | mengaku | kesal | plus | dongkol | luar | biasa | alias | gondok | mengetahui | namanya | masuk | bagan | daftar | donatur | kelompok | orang | yang | diduga | melakukan | makar< | terkait | unjuk | rasa | p> Dan | kebetulan | sebagian | besar | nama | tersebut | menjadi | tersangka | kepolisian | p> Dalam | kesempatan | menyedihkan | buat | saya | Jadi | karena | semua | juga | meras | kalau | difitnah | sangat | enak | kata | usai | membuat | laporan | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Kalau | fitnah | dalam | bahasa | Sunda | kepijit | ngeunah | Tapi | dituduh | dengan | situasi | seperti | gambar | tentang | dana | tanggal | Desember | kemarin | mengarah | pada | serius | sambungnya | p> Menurut | dirinya | melaporkan | kasus | penyebaran | informasi | bohong | pencemaran | baik | polisi | menyusul | adanya | Donator | Aksi | Bela | Islam | Arah | disebarkan | pelaku | media | sosial | saat | aksi | p> Menurutnya | harus | dilaporkannya | terbilang | merugikan | baiknya | p> Padahal | merasa | pernah | terlibat | telah | ditangkap | oleh | sangkaan | permufakatan | p> Saya | menam | diri | sebagai | Oposisi | Nasional | sini | bawah | koordinasi | Ratna | Sarumpaet | p> Tapi | menariknya | aktivis | (melakukan) | semuanya | (bagan | daftar) | p> Eggi | mencerit | kali | pertama | menerima | foto | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Tommy | Soeharto< | Julia | Pesan | dikirimkan | Jumat | 2016 | pukul | p> Namun | baru | dugaan | pelanggaran | atau | setelah | tertera | pihak | p> Alasan | selaku | advokat | kerap | bersentuhan | disinggung | pertanyaan | Kapolri | p> Karena | diprotes | Dalam | arti | ikut | mana | situ | bagaimana | Menjelaskan | sesederhana | enggak | bang | menjelaskannya | secara | proses | (membuat | polisi) | p> Apalagi | dampaknya | terhadap | kehidupan | Sebab | menyangkut | Padahal | Kalau | rame | setuju | bahaya | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |