Showing posts sorted by relevance for query penangkapan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query penangkapan. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Makar Tuduhan Serius | Nasional

Yogyakarta - Tuduhan makar terhadap 10 orang diantaranya Rahmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani bukanlah tuduhan yang sembarangan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan delapan aktivis atas tuduhan makar bukan perkara main-main, sebab hukumannya sesuai KUHP bisa sampai hukuman mati.

"Saya kira, Kepolisian sudah punya data dan fakta sehingga menetapkan mereka sebagai tersangka kasus makar. Karena tuduhan itu serius, maka ini tidak bisa main-main. Kita tak bisa menyalahkan Polisi, asal ada buktinya dan upaya makar itu hal yang serius. Polisi memang harus melakukan tindakan preventif,” kata Mahfud MD, di Yogyakarta, Jumat (2/12).

Menyikapi upaya yang dilakukan Rahmawati dan kawan-kawan untuk menduduki MPR dan meminta wakil rakyat menggulingkan pemerintahan Joko Widodo â€" Jusuf Kalla, pakar hukum tata negara ini berkomentar bahwa barangkali Rahmawati dan aktivis lainnya, tidak paham bahwa parlemen termasuk MPR tidak bisa menggulingkan pemerintah yang sah dan terlegimitasi. Tetapi, ujar Mahfud, penangkapan harus dilakukan berdasarkan bukti awal yang kuat.

"Mungkin Mbak Rahma dan kawan-kawan belum tahu kalau sekarang sudah berbeda dari era Orba atau Gus Dur dimana legislatif tidak bisa lagi memberhentikan Presiden. Undang-Undang Dasar sudah diamandemen dan berlaku sejak 2004, mereka tampaknya belum paham," ujar Mahfud.

Namun, lanjut Mahfud, pihak Kepolisian perlu menjelaskan ke publik, mengapa sampai muncul tuduhan makar tersebut. “Tetapi hargai upaya Polisi. Masyarakat harus menunggu Polisi menjabarkan bukti awal hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap Rahma dan aktivis lainnya. Kalau tidak terbukti, segera lepaskan,” ucapnya.

Meski belum mendapatkan data soal penangkapan tersebut, Mahfud MD menjelaskan bahwa dalam KUHP setidaknya ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Dijelaskan Mahfud, barangkali tindakan Rahma dan kawan-kawan memang tidak ditujukan sebagai upaya makar. Tetapi mereka lupa bahwa rencana makar adalah perbuatan serius sehingga harus disikapi secara serius pula oleh penegak hukum.

"Tuduhan makar itu serius, tetapi kalau dikaitkan dengan politik tuduhan itu juga tidak benar. Kalau memang ada langkah-langkah yang ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah secara tidak sah bahkan dalam tindakan preventif atau sebelum makar terjadi, penangkapan memang bisa dilakukan," tambahnya.

Kondisi politik itu, ujar Mahfud, jika penangkapan tersebut hanya dikaitkan dengan aksi doa bersama 2 Desember yang merupakan kelanjutan aksi atas kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kalau penangkapan itu memang dilakukan terkait dengan upaya menjatuhkan pemerintah dengan cara yang tidak sah dan melanggar hukum, maka itulah makar,” katanya.

Tindakan preventif atas upaya makar, bisa dilakukan meskipun pihak bersangkutan belum melakukan apa-apa. Namun jangan sampai penangkapan itu mematikan hak-hak politik para aktivis, dan Polisi wajib mengumumkan alasan penangkapan secara transparan.

Suara PembaruanSuara Pembaruan>

Fuska Sani Evani/YUD

Suara Pembaruan

"

| Mahfud | Makar | Tuduhan | Serius | Nasional | Yogyakarta | strong> | makar | terhadap | orang | diantaranya | Rahmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | bukanlah | tuduhan | yang | sembarangan | p> Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | delapan | aktivis | atas | bukan | perkara | main | hukumannya | sesuai | KUHP | sampai | hukuman | mati | p> Saya | kira | Kepolisian | punya | data | fakta | menetapkan | sebagai | tersangka | kasus | Karena | serius | maka | Kita | menyalahkan | Polisi | asal | buktinya | upaya | memang | harus | melakukan | tind | preventif | kata | Jumat | p> Menyikapi | dilakukan | kawan | untuk | menduduki | meminta | wakil | rakyat | menggulingkan | pemerintahan | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla | pakar | hukum | tata | negara | berkomentar | bahwa | barangkali | lainnya | paham | parlemen | termasuk | pemerintah | terlegimitasi | ujar | berdasarkan | bukti | awal | kuat | p> Mungkin | Mbak | Rahma | tahu | kalau | sekarang | berbeda | Orba | atau | dimana | legislatif | lagi | memberhentikan | Presiden | Undang | Dasar | diamandemen | berlaku | sejak | 2004 | tampaknya | p> Namun | lanjut | pihak | perlu | menjelaskan | publik | mengapa | muncul | tersebut | “Te | hargai | Masyarakat | menunggu | menjabarkan | akhirnya | Kalau | terbukti | segera | lepaskan | ucapnya | p> Meski | mendapatkan | soal | dalam | senya | pasal | semua | ancamannya | berat | penjara | seumur | hidup | tahun | p> Dijelaskan | ditujukan | lupa | rencana | adalah | perbuatan | disikapi | secara | pula | oleh | penegak | p> Tuduhan | dikaitkan | dengan | politik | juga | benar | langkah | menjatuhkan | bahkan | terjadi | tambahnya | p> Kondisi | jika | hanya | aksi | bersama | Desember | merup | kelanjutan | dugaan | penistaan | agama | Gubernur | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | p> “Kalau | terkait | cara | melanggar | itulah | katanya | p> Tind | meskipun | bersangkutan | Namun | jangan | mematikan | para | wajib | mengumumkan | alasan | transparan | p> < | p> Fuska | Sani | Evani | YUD< | p> Suara | Pembaruan< | p> |

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap

Jum'at, 02 Desember 2016 | 09:10 WIB

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari sebelum aksi 2 Desember 2016 digelar di Monas.

“Ada sejumlah yang diamankan Polda dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui dalam Aksi Super Damai, Jumat, 2 Desember 2016. Boy mengaku masih belum mengetahui identitas delapan orang itu.

Meskipun begitu, Inge Mangundap, dari Advokat Cinta Tanah Air, mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet. Penangkapan dilakukan pada pukul 07.00 WIB di Hotel Sari Pan Pacific.

“Dia (Ratna) juga bahkan digeledah. Mungkin disangka bawa senjata,” kata Inge, yang mengaku sedang bersama Ratna saat penangkapan. Selain Ratna, musikus Ahmad Dhani, yang juga menginap di hotel itu, ditangkap.

Menurut dia, keduanya dibawa ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Inge mengatakan polisi menangkap Ratna dan Ahmad Dhani dengan tuduhan makar dan mengaku telah memiliki bukti.

Selain itu, sejumlah tokoh lain dikabarkan telah ditangkap. Dari Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas. Sri Bintang ditangkap di rumahnya kawasan Cibubur, Depok. Ernalia, istri Sri Bintang, mengatakan suaminya ditangkap puluhan polisi dan langsung dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok. Boy masih enggan mengkonfirmasi hal ini. “Nanti saya minta data dulu,” kata dia.

EGI ADYATAMA

Catatan koreksi: Judul berita ini telah diganti dari sebelumnya: Diduga Makar, Polisi Tangkap Sejumlah Aktivis.

"

| Diduga | Makar, | Sejumlah | Aktivis | Ditangkap | Jumat | Desember | 2016 | 09:10 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | terkait | dengan | dugaan | makar | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pada | pagi | hari | sebelum | aksi | digelar | Monas | p>“Ada | yang | diamankan | Polda | masih | dalam | pemeriksaan | kata | Kepala | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | saat | ditemui | Aksi | Super | Damai | mengaku | belum | mengetahui | identitas | delapan | orang | p>Meskipun | begitu | Inge | Mangundap | dari | Advokat | Cinta | Tanah | mengatakan | telah | terjadi | terhadap | Ratna | Sarumpaet | pukul | Hotel | Sari | Pacific | p>“Dia | (Ratna) | juga | bahkan | digeledah | Mungkin | disangka | bawa | senjata | sedang | bersama | Selain | musikus | Ahmad | Dhani | menginap | hotel | ditangkap | p>Menurut | keduanya | dibawa | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | polisi | tuduhan | memiliki | bukti | p>Selain | tokoh | lain | dikabarkan | Dari | Rachmawati | Soekarnoputri | hingga | Pamungkas | rumahnya | kawasan | Cibubur | Depok | Ernalia | istri | suaminya | puluhan | langsung | enggan | mengkonfirmasi | “Nanti | saya | minta | data | dulu | p>EGI | ADYATAMA< | strong>< | Catatan | koreksi: | Judul | berita | diganti | sebelumnya: | Makar | Polisi | Tangkap | p> |

Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Jakarta - Setelah Mabes Polri, giliran kubu Ahmad Dhani dan kawan-kawan yang angkat bicara tentang penangkapan. Mereka juga menjelaskan seputar dugaan terlibat makar.

Penjelasan ini disampaikan Ahmad Dhani cs melalui kuasa hukum dan orang terdekat mereka pada Jumat 2 Desember 2016.

Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman yang mendampingi pentolan grup band Dewa 19 mengatakan Dhani dalam kondisi sehat selama menjalani pemeriksaan. Dia menyebut Ahmad Dhani dikenai pasal 207 KUHP terkait orasinya pada demonstrasi 4 November lalu. Dhani juga dalam kondisi sehat. Sedangkan polisi menyatakan Dhani Cs dijemput karena diduga akan melakukan upaya makar pada hari Jumat ini.

Sedangkan Yusril Ihza Mahendra hadir mendampingi Rachmawati Soekarnoputri. Yusril mengaku masih akan mendalami pasal-pasal dugaan makar yang ditujukan kepada Rachmawati tersebut.

Sementara itu, istri Sri Bintang Pamungkas, Erlina. menjelaskan suaminya tidak melakukan makar seperti yang dituduhkan polisi. Pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

Berikut penjelasan kubu Ahmad Dhani Cs:

> Sebelumnya
Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

1 / 5

> Selanjutnya
Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Pengacara: Ahmad Dhani Santai Diperiksa

"

| Giliran | Kubu | Ahmad | Dhani | Bicara | Soal | Penangkapan | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Setelah | Mabes | Polri | giliran | kubu | kawan | yang | angkat | bicara | tentang | penangkapan | Mereka | juga | menjelaskan | seputar | dugaan | terlibat | makar | Penjelasan | disampaikan | melalui | kuasa | hukum | orang | terdekat | mereka | pada | Jumat | Desember | 2016 | p>Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | mendampingi | pentolan | grup | band | Dewa | mengatakan | dalam | kondisi | sehat | selama | menjalani | pemeriksaan | menyebut | dikenai | pasal | KUHP | terkait | orasinya | demonstrasi | November | lalu | Sedangkan | polisi | menyatakan | dijemput | karena | diduga | akan | melakukan | upaya | hari | p>Sedangkan | Yusril | Ihza | Mahendra | hadir | Rachmawati | Soekarnoputri | mengaku | masih | mendalami | ditujukan | kepada | tersebut | p>Sementara | istri | Bintang | Pamungkas | Erlina | suaminya | tidak | seperti | dituduhkan | Pada | tanggal | bukan | kegiatan | tapi | mengantar | surat | Markas | Cilangkap | p>Berikut | penjelasan | Cs: < | p>>< | span> | Selanjutnya< | span> < | div> Pengacara: | Santai | Diperiksa< | h3> < | div> < | div> |

Kompolnas Anggap Kasus Makar Tak Ada Hubungan dengan Perkara Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menanggapi banyaknya wacana yang menyebut bahwa penangkapan sejumlah orang terkait dugaan makar berkaitan dengan dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi menangkap 10 orang yang diduga melakukan pemufakatan untuk bertindak makar.

"Kompolnas memandang tidak ada relevansinya penangkapan 10 orang yang diduga makar, dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah dilakukan oleh Polri," ujar Poengky melalui keterangan tertulis, Jumat (2/12/2016).

Poengky mengatakan, jika ada pihak yang keberatan dengan adanya penangkapan itu, maka ada upaya hukum yang tersedia, yakni praperadilan. Mereka bisa menguji keabsahan penangkapan lewat cara tersebut.

"Untuk substansi perkaranya sendiri, mari kita sama-sama menghargai sistem peradilan pidana yang berlaku di Indonesia," kata Poengky.

Masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polri. Kompolnas, kata Poengky, meminta masyarakat untuk menebarkan kesejukan. Jangan lagi ada upaya memprovokasi hingga makar.

"Serta menghormati seluruh proses hukum yang tengah berlangsung," kata Poengky.

Mengenai doa bersama 2 Desember, Poengky mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mereka berhasil membuktikan bahwa aksi yang dilakukan berjalan damai.

"Selamat bertugas kepada seluruh jajaran Polri atas jerih payahnya selama ini dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum," kata Poengky.

Polisi menangkap 10 orang di tempat terpisah atas dugaan melakukan makar. Sepuluh orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, dan Firza Huzein.

"Kalau sudah ditangkap itu pasti sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

(Baca juga: Ditanya soal Penangkapan 8 Orang Terkait Dugaan Makar, Ini Jawaban Jokowi)

Mereka ada yang dipersangkakan dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, ada yang terkena Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP tentang Makar, dan ada juga yang terkait Pasal UU ITE.

Boy belum dapat memastikan apakah mereka akan langsung ditahan atau tidak. Saat ini, kata dia, 10 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

(Baca juga: 10 Orang yang Diduga Makar Ingin Manfaatkan Momentum Doa Bersama 2 Desember)

Kompas TV Soal Isu Makar, Jokowi: Itu untuk Mengingatkan

"

| Kompolnas | Anggap | Kasus | Makar | Hubungan | dengan | Perkara | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Komisioner | Komisi | Kepolisian | Nasional | (Kompolnas) | Poengky | Indarti | menanggapi | banyaknya | wacana | yang | menyebut | bahwa | penangkapan | sejumlah | orang | terkait | dugaan | makar | berkaitan | penistaan | agama | tersangka | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | alias | p> Polisi | menangkap | diduga | melakukan | pemufakatan | untuk | bertindak | p> Kompolnas | memandang | tidak | relevansinya | penanganan | kasus | dilakukan | oleh | (Ahok) | telah | Polri< | ujar | melalui | keterangan | tertulis | Jumat | 2016) | p> Poengky | mengatakan | jika | pihak | keberatan | adanya | maka | upaya | hukum | tersedia | yakni | praperadilan | Mereka | bisa | menguji | keabsahan | lewat | cara | tersebut | p> Untuk | substansi | perkaranya | sendiri | mari | kita | sama | menghargai | sistem | peradilan | pidana | berlaku | Indonesia | kata | p> Masyarakat | diminta | mempercayakan | proses | penegakan | kepada | meminta | masyarakat | menebarkan | kesejukan | Jangan | lagi | memprovokasi | hingga | p> Serta | menghormati | seluruh | tengah | berlangsung | p> Mengenai | bersama< | Desember< | mengapresiasi | terlibat | berhasil | membuktikan | aksi | berjalan | damai | p> Selamat | bertugas | jajaran | atas | jerih | payahnya | selama | dalam | melindungi | mengayomi | melayani | menegakkan | tempat | terpisah |  Sepuluh | sudah | ditetapkan | sebagai | p> Mereka | adalah | musisi | Ahmad | Dhani< | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Adityawarman | Jamran | Rizal | Khobar | Firza | Huzein | p> Kalau | ditangkap | pasti | menjadi | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar | p> (Baca | juga: | Ditanya | soal | Penangkapan | Orang | Terkait | Dugaan | Jawaban | Jokowi< | a>)< | dipersangkakan | Pasal | KUHP | tentang | penghinaan | terhadap | penguasa | terkena | juncto | juga | ITE< | p> Boy | belum | dapat | memastikan | apakah | mereka | akan | langsung | ditahan | atau | Saat | masih | menjalani | pemeriksaan | secara | intensif | Diduga | Ingin | Manfaatkan | Momentum | Bersama | p> Kompas | span> | Soal | Jokowi: | Mengingatkan< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Hatta Taliwang Tertawa Saat Ditangkap dengan Dugaan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Polda Metro Jaya menangkap Hatta Taliwang lantaran diduga terlibat rencana makar di Rumah Susun Bendungan Hilir II, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016) dini hari.

Ketua RT 01, RW 08 Rusun Benhil II, Karman, mengungkapkan, penangkapan terhadap Hatta berlangsung santai dan tidak ada aksi perlawanan sedikitpun.

Karman menceritakan kronologi penangkapan Hatta. Menurutnya aparat polisi sekitar empat orang, datang ke unitnya sekitar pukul 01.15 dini Hari, Kamis.

"Saya tanya, 'mau apa?', saya tanya surat penangkapan juga saat mereka bilang minta diantar ke unit Pak Hatta," kata dia.

Saat tahu, mereka adalah polisi, lantas Karman mengantar Hatta ke unitnya di Blok C Lantai 2, dan mengetuk kamar Hatta. Saat itu, kata dia, Hatta belum tidur.

"Prosesnya cepat, pintu dibuka sama Pak Hatta, langsung suruh baca surat penangkapan, terus diminta tanda tangan sama Pak Hatta," cerita Karman.

Menurut Karman, tidak banyak sanggahan dan pertanyaan yang keluar dari mulut Hatta, yang ada, Karman melihat wajah semringah Hatta saat menandatangani surat penangkapan.

"Jadi gak ada perlawanan, malah Pak Hatta ketawa-ketawa saja," kata dia.

Proses penangkapan terhadap Hatta, kata Karman, berlangsung sekitar satu jam.

"Polisi melakukan penggeledahan juga, cari-cari berkas, dan ada beberapa berkas yang dibawa," kata dia. (Baca: Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi)

Sekitar pukul 02.30 WIB, kata Karman, Hatta kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa diborgol.

"Dibawa pake mobil polisi, saat saya ke bawah ternyata polisinya banyak ada sekitar 12 orang," kata dia.

Kini, Hatta, telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Acep Nazmudin)

Kompas TV 10 Tokoh Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Makar

"

| Hatta | Taliwang | Tertawa | Saat | Ditangkap | dengan | Dugaan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Aparat | Polda | Metro | Jaya | menangkap | lantaran | diduga | terlibat | rencana | makar | Rumah | Susun | Bendungan | Hilir | Tanah | Abang | Jakarta | Pusat | Kamis | 2016) | dini | hari | p>Ketua | Rusun | Benhil | Karman | mengungkapkan | penangkapan | terhadap | berlangsung | santai | aksi | perlawanan | sedikitpun | p>Karman | mencerit | kronologi | Menurutnya | aparat | polisi | empat | orang | datang | unitnya | pukul | Hari | p>Saya | tanya | saya | surat | juga | saat | bilang | minta | diantar | unit | kata | p>Saat | tahu | adalah | lantas | mengantar | Blok | Lantai | mengetuk | kamar | tidur | p>Prosesnya | cepat | pintu | dibuka | sama | langsung | suruh | baca | terus | diminta | tanda | tangan | cerita | p>Menurut | banyak | sanggahan | pertanyaan | yang | keluar | mulut | melihat | wajah | semringah | menandatangani | p>Jadi | malah | ketawa | p>Proses | satu | p>Polisi | melakukan | penggeledahan | cari | berkas | beberapa | dibawa | (Baca: | Diduga | Terlibat | Upaya | Aktivis | Diburu | Polisi< | a>)< | p>Ser | kemudian | tanpa | diborgol | p>Dibawa | pake | mobil | bawah | ternyata | polisinya | p>Kini | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | dugaan | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE< | (Acep | Nazmudin< | strong>)< | p> Kompas | span> | Tokoh | Diperiksa | Polisi | Terkait | Makar< | p> |

Friday, December 2, 2016

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap

Jum'at, 02 Desember 2016 | 09:10 WIB

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari sebelum aksi 2 Desember 2016 digelar di Monas.

“Ada sejumlah yang diamankan Polda dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui dalam Aksi Super Damai, Jumat, 2 Desember 2016. Boy mengaku masih belum mengetahui identitas delapan orang itu.

Meskipun begitu, Inge Mangundap, dari Advokat Cinta Tanah Air, mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet. Penangkapan dilakukan pada pukul 07.00 WIB di Hotel Sari Pan Pacific.

“Dia (Ratna) juga bahkan digeledah. Mungkin disangka bawa senjata,” kata Inge, yang mengaku sedang bersama Ratna saat penangkapan. Selain Ratna, musikus Ahmad Dhani, yang juga menginap di hotel itu, ditangkap.

Menurut dia, keduanya dibawa ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Inge mengatakan polisi menangkap Ratna dan Ahmad Dhani dengan tuduhan makar dan mengaku telah memiliki bukti.

Selain itu, sejumlah tokoh lain dikabarkan telah ditangkap. Dari Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas. Sri Bintang ditangkap di rumahnya kawasan Cibubur, Depok. Ernalia, istri Sri Bintang, mengatakan suaminya ditangkap puluhan polisi dan langsung dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok. Boy masih enggan mengkonfirmasi hal ini. “Nanti saya minta data dulu,” kata dia.

EGI ADYATAMA

Catatan koreksi: Judul berita ini telah diganti dari sebelumnya: Diduga Makar, Polisi Tangkap Sejumlah Aktivis.

"

| Diduga | Makar, | Sejumlah | Aktivis | Ditangkap | Jumat | Desember | 2016 | 09:10 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | terkait | dengan | dugaan | makar | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pada | pagi | hari | sebelum | aksi | digelar | Monas | p>“Ada | yang | diamankan | Polda | masih | dalam | pemeriksaan | kata | Kepala | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | saat | ditemui | Aksi | Super | Damai | mengaku | belum | mengetahui | identitas | delapan | orang | p>Meskipun | begitu | Inge | Mangundap | dari | Advokat | Cinta | Tanah | mengatakan | telah | terjadi | terhadap | Ratna | Sarumpaet | pukul | Hotel | Sari | Pacific | p>“Dia | (Ratna) | juga | bahkan | digeledah | Mungkin | disangka | bawa | senjata | sedang | bersama | Selain | musikus | Ahmad | Dhani | menginap | hotel | ditangkap | p>Menurut | keduanya | dibawa | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | polisi | tuduhan | memiliki | bukti | p>Selain | tokoh | lain | dikabarkan | Dari | Rachmawati | Soekarnoputri | hingga | Pamungkas | rumahnya | kawasan | Cibubur | Depok | Ernalia | istri | suaminya | puluhan | langsung | enggan | mengkonfirmasi | “Nanti | saya | minta | data | dulu | p>EGI | ADYATAMA< | strong>< | Catatan | koreksi: | Judul | berita | diganti | sebelumnya: | Makar | Polisi | Tangkap | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Diduga Makar, Begini Penangkapan Rachmawati di Rumahnya | hukum

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Rachmawati Soekarnoputri ditangkap anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya di kediamannya di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat pagi, 2 Desember 2016. Saat ini, Rachmawati berada di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok.

Kuasa hukum Rachmawati, Aldwin Rahardian, menceritakan saat-saat penangkapan. Ia menuturkan, Rachmawati menghubunginya setelah salat subuh dan memintanya datang ke rumah karena ada beberapa polisi yang membawa surat penangkapan.

”Saya tiba jam 6, semua sudah di luar (rumah), termasuk Bu Rachmawati,” kata Aldwin kepada Tempo, Jumat siang.

Saat itu, kata Aldwin, ada sekitar 15 polisi di rumah Rachmawati. Mereka kemudian langsung membawa Rachmawati. “Saya diminta ikut karena Bu Rachmawati akan dibawa ke Markas Polda Metro Jaya untuk diperiksa,” ujarnya.

Namun, di tengah perjalanan, polisi mengarahkan laju kendaraannya ke Kelapa Dua, Depok. Ternyata Rachmawati dibawa ke Markas Komando Brigade Mobil. “Enggak tahu kenapa dibawanya ke Mako Brimob, bukan Polda,” kata Aldwin.

Saat ini, Aldwin masih mendampingi Rachmawati menjalani pemeriksaan. Berdasarkan surat penangkapan, Aldwin menjelaskan, Rachmawati disangkakan tiga pasal, yakni Pasal 107 tentang Makar untuk menggulingkan pemerintahan dan Pasal 110 terkait dengan pemufakatan kejahatan juncto Pasal 87 KUHP. “Dituduh makar, Bu Rachmawati tidak tahu kenapa dituduh makar.”

Bukan hanya Rachmawati, sejumlah aktivis juga ditangkap, termasuk Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani. Ratna dan Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific pada Jumat pagi dan langsung dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dalam surat penangkapan, Ratna juga dituduh melanggar Pasal 107 KUHP tentang Makar.

AFRILIA SURYANIS

Baca juga:
Polri Sebut 10 Orang Ditangkap karena Permufakatan Jahat
>
Seusai Salat Jumat, Sebagian Massa Berorasi ‘Tangkap Ahok’

"

| Diduga | Makar, | Begini | Penangkapan | Rachmawati | Rumahnya | hukum | Soekarnoputri | sedang | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | sebelum | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | ditangkap | anggota | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | kediamannya | Jati | Padang | Pasar | Minggu | Jakarta | Selatan | Jumat | pagi | Desember | 2016 | Saat | berada | Markas | Komando | Brigade | Mobil | Depok | p>Kuasa | Aldwin | Rahardian | menceritakan | saat | penangkapan | menuturkan | menghubunginya | setelah | salat | subuh | memintanya | datang | rumah | karena | beberapa | polisi | yang | membawa | surat | p>”Saya | tiba | semua | sudah | luar | (rumah) | termasuk | kata | kepada | Tempo< | siang | p>Saat | sekitar | Mereka | kemudian | langsung | “Saya | ikut | akan | dibawa | Polda | untuk | diperiksa | ujarnya | p> Namun | tengah | perjalanan | mengarahkan | laju | kendaraannya | Ternyata | “Enggak | tahu | kenapa | dibawanya | bukan | masih | mendampingi | Berdasarkan | menjelaskan | disangkakan | tiga | pasal | yakni | Pasal | tentang | Makar | menggulingkan | pemerintahan | dengan | pemufakatan | kejahatan | juncto< | KUHP | “Dituduh | tidak | dituduh | ”< | p>Bukan | hanya | sejumlah | aktivis | juga | Ratna | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | Hotel | Sari | Pacific | pada | Dalam | melanggar | p>AFRILIA | SURYANIS< | strong>< | p>Baca | juga:Polri | Sebut | Orang | Ditangkap | Permufakatan | Jahat> | Seusai | Salat | Sebagian | Massa | Berorasi | ‘Tangkap | Ahok’< | p> < | div> |