Showing posts sorted by relevance for query dilakukan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dilakukan. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Makar Tuduhan Serius | Nasional

Yogyakarta - Tuduhan makar terhadap 10 orang diantaranya Rahmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani bukanlah tuduhan yang sembarangan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan delapan aktivis atas tuduhan makar bukan perkara main-main, sebab hukumannya sesuai KUHP bisa sampai hukuman mati.

"Saya kira, Kepolisian sudah punya data dan fakta sehingga menetapkan mereka sebagai tersangka kasus makar. Karena tuduhan itu serius, maka ini tidak bisa main-main. Kita tak bisa menyalahkan Polisi, asal ada buktinya dan upaya makar itu hal yang serius. Polisi memang harus melakukan tindakan preventif,” kata Mahfud MD, di Yogyakarta, Jumat (2/12).

Menyikapi upaya yang dilakukan Rahmawati dan kawan-kawan untuk menduduki MPR dan meminta wakil rakyat menggulingkan pemerintahan Joko Widodo â€" Jusuf Kalla, pakar hukum tata negara ini berkomentar bahwa barangkali Rahmawati dan aktivis lainnya, tidak paham bahwa parlemen termasuk MPR tidak bisa menggulingkan pemerintah yang sah dan terlegimitasi. Tetapi, ujar Mahfud, penangkapan harus dilakukan berdasarkan bukti awal yang kuat.

"Mungkin Mbak Rahma dan kawan-kawan belum tahu kalau sekarang sudah berbeda dari era Orba atau Gus Dur dimana legislatif tidak bisa lagi memberhentikan Presiden. Undang-Undang Dasar sudah diamandemen dan berlaku sejak 2004, mereka tampaknya belum paham," ujar Mahfud.

Namun, lanjut Mahfud, pihak Kepolisian perlu menjelaskan ke publik, mengapa sampai muncul tuduhan makar tersebut. “Tetapi hargai upaya Polisi. Masyarakat harus menunggu Polisi menjabarkan bukti awal hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap Rahma dan aktivis lainnya. Kalau tidak terbukti, segera lepaskan,” ucapnya.

Meski belum mendapatkan data soal penangkapan tersebut, Mahfud MD menjelaskan bahwa dalam KUHP setidaknya ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Dijelaskan Mahfud, barangkali tindakan Rahma dan kawan-kawan memang tidak ditujukan sebagai upaya makar. Tetapi mereka lupa bahwa rencana makar adalah perbuatan serius sehingga harus disikapi secara serius pula oleh penegak hukum.

"Tuduhan makar itu serius, tetapi kalau dikaitkan dengan politik tuduhan itu juga tidak benar. Kalau memang ada langkah-langkah yang ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah secara tidak sah bahkan dalam tindakan preventif atau sebelum makar terjadi, penangkapan memang bisa dilakukan," tambahnya.

Kondisi politik itu, ujar Mahfud, jika penangkapan tersebut hanya dikaitkan dengan aksi doa bersama 2 Desember yang merupakan kelanjutan aksi atas kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kalau penangkapan itu memang dilakukan terkait dengan upaya menjatuhkan pemerintah dengan cara yang tidak sah dan melanggar hukum, maka itulah makar,” katanya.

Tindakan preventif atas upaya makar, bisa dilakukan meskipun pihak bersangkutan belum melakukan apa-apa. Namun jangan sampai penangkapan itu mematikan hak-hak politik para aktivis, dan Polisi wajib mengumumkan alasan penangkapan secara transparan.

Suara PembaruanSuara Pembaruan>

Fuska Sani Evani/YUD

Suara Pembaruan

"

| Mahfud | Makar | Tuduhan | Serius | Nasional | Yogyakarta | strong> | makar | terhadap | orang | diantaranya | Rahmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | bukanlah | tuduhan | yang | sembarangan | p> Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | delapan | aktivis | atas | bukan | perkara | main | hukumannya | sesuai | KUHP | sampai | hukuman | mati | p> Saya | kira | Kepolisian | punya | data | fakta | menetapkan | sebagai | tersangka | kasus | Karena | serius | maka | Kita | menyalahkan | Polisi | asal | buktinya | upaya | memang | harus | melakukan | tind | preventif | kata | Jumat | p> Menyikapi | dilakukan | kawan | untuk | menduduki | meminta | wakil | rakyat | menggulingkan | pemerintahan | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla | pakar | hukum | tata | negara | berkomentar | bahwa | barangkali | lainnya | paham | parlemen | termasuk | pemerintah | terlegimitasi | ujar | berdasarkan | bukti | awal | kuat | p> Mungkin | Mbak | Rahma | tahu | kalau | sekarang | berbeda | Orba | atau | dimana | legislatif | lagi | memberhentikan | Presiden | Undang | Dasar | diamandemen | berlaku | sejak | 2004 | tampaknya | p> Namun | lanjut | pihak | perlu | menjelaskan | publik | mengapa | muncul | tersebut | “Te | hargai | Masyarakat | menunggu | menjabarkan | akhirnya | Kalau | terbukti | segera | lepaskan | ucapnya | p> Meski | mendapatkan | soal | dalam | senya | pasal | semua | ancamannya | berat | penjara | seumur | hidup | tahun | p> Dijelaskan | ditujukan | lupa | rencana | adalah | perbuatan | disikapi | secara | pula | oleh | penegak | p> Tuduhan | dikaitkan | dengan | politik | juga | benar | langkah | menjatuhkan | bahkan | terjadi | tambahnya | p> Kondisi | jika | hanya | aksi | bersama | Desember | merup | kelanjutan | dugaan | penistaan | agama | Gubernur | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | p> “Kalau | terkait | cara | melanggar | itulah | katanya | p> Tind | meskipun | bersangkutan | Namun | jangan | mematikan | para | wajib | mengumumkan | alasan | transparan | p> < | p> Fuska | Sani | Evani | YUD< | p> Suara | Pembaruan< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Anggota Komisi III DPR: Upaya Kepolisian Menelusuri Dana Makar Langkah yang Tepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar saat aksi Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi menilai tindakan tersebut sudah tepat dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas nasional.

Taufiqulhadi mengungkapkan, kepolisian tentunya sudah memiliki bukti yang kuat. Sehingga upaya penahanan itu dilakukan agar tidak memanfaatkan massa yang hadir dalam aksi itu.

"Tentunya kepolisian telah memiliki bukti yang kuat terhadap kelompok pendompleng aksi itu," kata Taifiq dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (8/12/2016).

Pemilihan waktu penahanan terhadap pelaku makar sebelum pelaksanaan aksi 2 Desember, menurur Taufiq sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Kapolri, agar tidak ada menimbulkan kegaduhan di media sosial terhadap penangkapan kesebelas orang tersebut.

"Saya kira ini langkah taktis kepolisian. Jika penangkapan ini dilakukan sebelum aksi itu maka dengan mudah media sosial akan mempelintir penahanan tersebut," katanya.

Politisi NasDem ini menyatakan dukungannya atas langkah pihak keamanan tersebut.

"Saya mendukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan kepolisian sudah benar," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan upaya makar terhadap pemerintah yang dipilih secara demokrasi dan konstitusional tidak dibenarkan secara hukum.

"Tidak ada pembenaran bagi siapapun itu, jika perbuatannya melanggar hukum dan berpotensi kerusuhan sosial atau disabilitas nasional maka harus dikenakan hukum yang berlaku dan tidak boleh diabaikan. Jika pihak keamanan tidak bertindak sebaliknya malah dipertanyakan," tegas legislator Jawa Timur IV ini.

Tidak berhenti menetapkan status tersangka, saat ini pihak kepolisian juga sedang mengusut aliran dana perbuatan makar tersebut.

Menurut Taufiq, ini tentunya sebuah upaya yang wajar dilakukan oleh aparat kepolisian guna menambahkan bukti-bukti dalam penyelidikannya serta mengetahui siapa tokoh dibalik upaya makar tersebut.

"Upaya kepolisian menelusuri pendanaan dari kelompok tersebut merupakan langkah yang sudah tepat. Saya mendukung upaya tersebut seraya berharap agar kepolisian bisa menuntaskan dan menemukan titik terang apa yang melatarbelakangi gerakan kelompok tersebut dan siapa yang menggerakkan di belakang mereka," ujar dia.

"

| Anggota | Komisi | DPR: | Upaya | Kepolisian | Menelusuri | Dana | Makar | Langkah | yang | Tepat | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Polisi | menangkap | orang | diduga | melakukan | makar | saat | aksi | Jumat | 2016) | p> Anggota | Fraksi | Partai | NasDem< | Taufiqulhadi< | menilai | tind | tersebut | tepat | dalam | rangka | menjaga | keamanan | serta | stabilitas | nasional | p> Taufiqulhadi | mengungkapkan | kepolisian | tentunya | memiliki | bukti | kuat | upaya | penahanan | dilakukan | agar | memanfaatkan | massa | hadir | p> Tentunya | telah | terhadap | kelompok | pendompleng | kata | Taifiq | keterangannya | kepada | Tribunnews< | Kamis | p> Pemilihan | waktu | pelaku | pelaksanaan | Desember | menurur | Taufiq | sebagaimana | keterangan | disampaikan | oleh | Kapolri | menimbulkan | kegaduhan | media | sosial | penangkapan | kesebelas | p> Saya | kira | langkah | taktis | Jika | maka | dengan | mudah | mempelintir | katanya | p> Politisi | NasDem | menyat | dukungannya | atas | pihak | mendukung | sepenuhnya | benar | ujar | p> Taufiq | mengat | pemerintah | dipilih | secara | demokrasi | konstitusional | dibenarkan | hukum | p> Tidak | pembenaran | bagi | siapapun | jika | perbuatannya | melanggar | berpotensi | kerusuhan | atau | disabilitas | harus | diken | berlaku | boleh | diabaikan | bertindak | sebaliknya | malah | dipertany | tegas | legislator | Jawa | Timur | berhenti | menetapkan | status | tersangka | juga | mengusut | aliran | dana | perbuatan | p> Menurut | sebuah | wajar | aparat | guna | menambahkan | penyelidikannya | mengetahui | siapa | tokoh | dibalik | p> Upaya | menelusuri | pendanaan | merup | Saya | seraya | berharap | menuntaskan | menemukan | titik | terang | melatarbelgi | menggerakkan | belg | p> |

Sunday, December 4, 2016

Yusril Sebut Tuduhan Makar ke Ratna Sarumpaet Cs Masih Jauh

Jakarta - Yusril Ihza Mahendra menilai unsur tuduhan makar kepada kliennya, Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri masih terlalu jauh. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sebagai upaya preventif.

"Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah. Dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat pertemuan kritik pemerintah itu normal saja," ujar Yusril di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Dirinya mengatakan, khusus Ratna Sarumpaet, Yusril menyebut kliennya tidak mengikuti konferensi 1 Desember lalu. Proses penangkapan yang dilakukan kepolisian juga merupakan langkah pencegahan.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," terangnya.

"Saya coba lihat persoalan ini secara jernih karena ibu Ratna dan Rachma sudah menunjuk saya sebagai kuasa hukum penasehat hukum beliau, akan saya tanani kasus ini dengan sebaik-baiknya," sambungnya.

Khusus soal makar, pada pasal 87, pasal 107 dari KUHP makar yang dimaksudkan adalan tindakan / upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Upaya-upaya makar dirumuskan dalam KUHP, seperti dilakukan bersama-sama, ada pemufakatan, ada tahapan perencanaan, dan tahapan pelaksanaan.

Pasal tersebut adalah pasal yang dituduhkan kapada kliennya. Dirinya berharap orang-orang yang ditangkap segera dibebaskan oleh polisi.

"Pak Sri Bintang Pamungkas, Pak Jamran dan Pak Rizal, kalau setidaknya benar-benar setuju saya akan tangani semua mereka-mereka ini. Mudah-mudahan Pak Sri Bintang, Jamran, Rizal bisa segera dibebaskan dari tahanan," ucapnya.
(mna/asp)

"

| Yusril | Sebut | Tuduhan | Makar | Ratna | Sarumpaet | Masih | Jauh | Jakarta< | strong> | Ihza | Mahendra | menilai | unsur | tuduhan | makar | kepada | kliennya | Rachmawati | Soekarnoputri | masih | jauh | Penangkapan | yang | dilakukan | oleh | polisi | dianggap | sebagai | upaya | preventif | Kelihatannya | kalau | sampai | pelaksanaan | bahwa | melakukan | rapat | pertemuan | kritik | pemerintah | normal | ujar | Hotel | Century | Senayan | Jakarta | Pusat | Minggu | 2016) | p>Dirinya | mengat | khusus | menyebut | mengikuti | konferensi | Desember | Proses | penangkapan | kepolisian | juga | merup | langkah | pencegahan | p>Lalu | mengambil | sejumlah | tokoh | ditangkap | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | terangnya | p>Saya | coba | lihat | persoalan | secara | jernih | karena | Rachma | menunjuk | saya | kuasa | hukum | penasehat | beliau | tanani | kasus | dengan | sebaik | baiknya | sambungnya | p>Khusus | soal | pada | pasal | KUHP | dimaksudkan | adalan | tind | menggulingkan | pemerintahan | Upaya | dirumuskan | dalam | seperti | bersama | sama | pemufakatan | tahapan | perencanaan | p>Pasal | tersebut | adalah | dituduhkan | kapada | Dirinya | berharap | orang | segera | dibebaskan | p>Pak | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | senya | benar | setuju | tangani | semua | Mudah | mudahan | tahanan | ucapnya | (mna | asp)< |

Wednesday, December 7, 2016

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Monday, December 5, 2016

Polri Diminta Hati-Hati Usut Kasus Dugaan Makar

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polri menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar, Jumat 2 Desember 2016 pagi. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 2 Desember di Monumen Nasional.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Susanto Ginting, mengingatkan Polri agar ekstra hati-hati dalam menangani dugaan makar ini. Ada sejumlah unsur yang harus dibuktikan oleh Polri.

"Permufakatan untuk melakukan makar, maka harus ada niat dan perbuatan permulaan. Kedua hal itu harus dilakukan untuk maksud tertentu dengan cara serangan yang nyata dan bersifat kekerasan," ucap Miko kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Dia pun meminta, dalam mengusut kasus ini, Kepolisian cermat agar tak terjadi banyak praktik yang tidak tepat.

"Di titik ini, pihak Kepolisian benar-benar harus cermat dan hati-hati. Jangan sampai banyak praktik yang tidak tepat selama ini terjadi kembali," Miko menjelaskan.

Saat ditanya, apakah dia telah melihat adanya serangan nyata sebagai wujud makar, dia hanya mengaku belum tahu.

"Hingga hari ini hanya pihak Kepolisian yang mengetahui hal itu. Oleh karenanya, mesti didorong untuk cermat, hati-hati, dan akuntabel dalam penegakan hukumnya," tandas Miko.

Sebelumnya, 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar  dan Permufakatan Jahat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan itu bukan berarti membungkam sikap kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dia menegaskan, perbuatan makar dan kritik berbeda.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam era demokrasi di Indonesia, seringkali terjadi ujaran kebencian yang dilakukan masyarakat secara luas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat.

"

| Polri | Diminta | Hati-Hati | Usut | Kasus | Dugaan | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Penyidik | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaan | makar< | Jumat | Desember | 2016 | pagi | Penangkapan | dilakukan | jelang | aksi | damai | Monumen | Nasional | p> Peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Susanto | Ginting | mengingatkan | agar | ekstra | hati | dalam | menangani | makar | sejumlah | unsur | yang | harus | dibuktikan | oleh | p> Permufakatan | untuk | melakukan | maka | niat | perbuatan | permulaan | Kedua | maksud | tertentu | dengan | cara | serangan | nyata | bersifat | kekerasan | ucap | kepada | com< | Senin | 2016) | p> Dia | meminta | mengusut | kasus | Kepolisian | cermat | terjadi | banyak | praktik | tepat | p> Di | titik | pihak | benar | Jangan | sampai | selama | kembali | menjelaskan | p> Saat | ditanya | apakah | telah | melihat | adanya | sebagai | wujud | hanya | mengaku | tahu | p> Hingga | hari | mengetahui | Oleh | karenanya | mesti | didorong | akuntabel | peneg | hukumnya | tandas | p> Senya | ditangkap | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | p> Tujuh | orang | tersangka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musikus | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | atau | Jokowi | p> Sementara | tiga | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Metro | Jaya | Ketiganya | dijerat | Pasal | KUHP | tentang | Makar< | a>  | Permufakatan | Jahat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | bukan | berarti | membungkam | sikap | kritis | masyarakat | kebij | pemerintah | menegaskan | kritik | berbeda | p> Jenderal | bintang | menuturkan | demokrasi | seringkali | ujaran | kebencian | secara | luas | Apalagi | berkembangnya | teknologi | informasi | semakin | pesat | p> |

Friday, December 2, 2016

Kompolnas Anggap Kasus Makar Tak Ada Hubungan dengan Perkara Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menanggapi banyaknya wacana yang menyebut bahwa penangkapan sejumlah orang terkait dugaan makar berkaitan dengan dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi menangkap 10 orang yang diduga melakukan pemufakatan untuk bertindak makar.

"Kompolnas memandang tidak ada relevansinya penangkapan 10 orang yang diduga makar, dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah dilakukan oleh Polri," ujar Poengky melalui keterangan tertulis, Jumat (2/12/2016).

Poengky mengatakan, jika ada pihak yang keberatan dengan adanya penangkapan itu, maka ada upaya hukum yang tersedia, yakni praperadilan. Mereka bisa menguji keabsahan penangkapan lewat cara tersebut.

"Untuk substansi perkaranya sendiri, mari kita sama-sama menghargai sistem peradilan pidana yang berlaku di Indonesia," kata Poengky.

Masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polri. Kompolnas, kata Poengky, meminta masyarakat untuk menebarkan kesejukan. Jangan lagi ada upaya memprovokasi hingga makar.

"Serta menghormati seluruh proses hukum yang tengah berlangsung," kata Poengky.

Mengenai doa bersama 2 Desember, Poengky mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mereka berhasil membuktikan bahwa aksi yang dilakukan berjalan damai.

"Selamat bertugas kepada seluruh jajaran Polri atas jerih payahnya selama ini dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum," kata Poengky.

Polisi menangkap 10 orang di tempat terpisah atas dugaan melakukan makar. Sepuluh orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, dan Firza Huzein.

"Kalau sudah ditangkap itu pasti sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

(Baca juga: Ditanya soal Penangkapan 8 Orang Terkait Dugaan Makar, Ini Jawaban Jokowi)

Mereka ada yang dipersangkakan dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, ada yang terkena Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP tentang Makar, dan ada juga yang terkait Pasal UU ITE.

Boy belum dapat memastikan apakah mereka akan langsung ditahan atau tidak. Saat ini, kata dia, 10 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

(Baca juga: 10 Orang yang Diduga Makar Ingin Manfaatkan Momentum Doa Bersama 2 Desember)

Kompas TV Soal Isu Makar, Jokowi: Itu untuk Mengingatkan

"

| Kompolnas | Anggap | Kasus | Makar | Hubungan | dengan | Perkara | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Komisioner | Komisi | Kepolisian | Nasional | (Kompolnas) | Poengky | Indarti | menanggapi | banyaknya | wacana | yang | menyebut | bahwa | penangkapan | sejumlah | orang | terkait | dugaan | makar | berkaitan | penistaan | agama | tersangka | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | alias | p> Polisi | menangkap | diduga | melakukan | pemufakatan | untuk | bertindak | p> Kompolnas | memandang | tidak | relevansinya | penanganan | kasus | dilakukan | oleh | (Ahok) | telah | Polri< | ujar | melalui | keterangan | tertulis | Jumat | 2016) | p> Poengky | mengatakan | jika | pihak | keberatan | adanya | maka | upaya | hukum | tersedia | yakni | praperadilan | Mereka | bisa | menguji | keabsahan | lewat | cara | tersebut | p> Untuk | substansi | perkaranya | sendiri | mari | kita | sama | menghargai | sistem | peradilan | pidana | berlaku | Indonesia | kata | p> Masyarakat | diminta | mempercayakan | proses | penegakan | kepada | meminta | masyarakat | menebarkan | kesejukan | Jangan | lagi | memprovokasi | hingga | p> Serta | menghormati | seluruh | tengah | berlangsung | p> Mengenai | bersama< | Desember< | mengapresiasi | terlibat | berhasil | membuktikan | aksi | berjalan | damai | p> Selamat | bertugas | jajaran | atas | jerih | payahnya | selama | dalam | melindungi | mengayomi | melayani | menegakkan | tempat | terpisah |  Sepuluh | sudah | ditetapkan | sebagai | p> Mereka | adalah | musisi | Ahmad | Dhani< | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Adityawarman | Jamran | Rizal | Khobar | Firza | Huzein | p> Kalau | ditangkap | pasti | menjadi | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar | p> (Baca | juga: | Ditanya | soal | Penangkapan | Orang | Terkait | Dugaan | Jawaban | Jokowi< | a>)< | dipersangkakan | Pasal | KUHP | tentang | penghinaan | terhadap | penguasa | terkena | juncto | juga | ITE< | p> Boy | belum | dapat | memastikan | apakah | mereka | akan | langsung | ditahan | atau | Saat | masih | menjalani | pemeriksaan | secara | intensif | Diduga | Ingin | Manfaatkan | Momentum | Bersama | p> Kompas | span> | Soal | Jokowi: | Mengingatkan< | p> |

10 Orang Ditangkap Terkait Makar, Mabes Polri: Mereka Dipanggil Tidak Hadir

Jakarta - Mabes Polri menangkap 10 orang termasuk Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, dan Rachmawati Soekarnoputri. Mereka ditangkap karena telah dipanggil beberapa kali dan tidak hadir.

"Sudah dipanggil beberapa kali, tetapi tidak memenuhi panggilan." kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).

Martinus menegaskan bahwa penangkapan itu telah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Martinus lalu mencontohkan salah satu orang yang ditangkap yaitu Ahmad Dhani yang selalu mangkir saat dipanggil polisi.

"Penangkapan itu kan sesuai dengan KUHAP. Upaya panggilan tidak dipenuhi, makanya dilakukan penangkapan, Misalnya terhadap saudara ADP (Ahmad Dhani Prasetyo)," ujar Martinus.

Hingga saat ini, polisi masih memeriksa Ahmad Dhani cs yang ditangkap pagi tadi terkait dugaan makar. Dari 10 orang yang ditangkap, ada 8 orang yang dikenai pasal pidana makar.

Kesepuluh orang yang ditangkap berinisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK. Delapan orang di antaranya dikenai tuduhan Pasal 107 KUHP jo Pasal 110 KUHP jo 87 KUHP.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan tim Polda Metro Jaya. Namun Polri belum menjelaskan rinci soal perbuatan dugaan makar yang dilakukan mereka.

(mei/dhn)

"

| Orang | Ditangkap | Terkait | Makar, | Mabes | Polri: | Mereka | Dipanggil | Tidak | Hadir | Jakarta< | strong> | Polri | menangkap | orang | termasuk | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | ditangkap | karena | telah | dipanggil | beberapa | kali | tidak | hadir | Sudah | tetapi | memenuhi | panggilan | kata | Kabag | Penum | Kombes | Martinus | Sitompul | Monas | Jakarta | Pusat | Jumat | 2016) | p>Martinus | menegaskan | bahwa | penangkapan | sesuai | dengan | Kitab | Undang | undang | Hukum | Acara | Pidana | (KUHAP) | lalu | mencontohkan | salah | satu | yang | yaitu | selalu | mangkir | saat | polisi | p>Penangkapan | KUHAP | Upaya | dipenuhi | makanya | dilakukan | Misalnya | terhadap | saudara | (Ahmad | Prasetyo) | ujar | p>Hingga | masih | memeriksa | pagi | tadi | terkait | dugaan | makar | Dari | dikenai | pasal | pidana | p>Kesepuluh | berinisial | Delapan | antaranya | tuduhan | Pasal | KUHP | berdasarkan | hasil | penyelidikan | Polda | Metro | Jaya | Namun | belum | menjelaskan | rinci | soal | perbuatan | mereka | p>(mei | dhn)< |

Wednesday, December 7, 2016

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda | politik

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO,�Jakarta�- Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada�Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?��
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

�

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | politik | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | Desember | 2016 | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> TEMPO | strong> | �Jakarta< | strong>� | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada�Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p> Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya | ��< | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> �< | p> < | div> |