Showing posts sorted by relevance for query Adityawarman. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Adityawarman. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Eks Danpuspom Kaget Polisi Tuduh Kivlan Zein Makar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom), Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal tidak percaya Kivlan Zein dan Adityawarman akan melakukan makar. Tudingan makar ini dilakukan Polri hingga keduanya sempat ditangkap dan diperiksa.

"Saya kaget kedua junior saya itu dituduh makar. Tidak mungkin mereka melakukan makar, meski sudah pensiun dari TNI tapi mereka masih menempel sumpah prajuritnya. Mereka cinta NKRI," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa (6/12).

Terlebih lagi, kata dia, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman sendiri jalannya saja sekarang sudah susah payah. Demikian pula dengan putri Bung Karno, Rachmawati, menurut dia tidak mungkin melakukan upaya makar karena menggunakan kursi roda.

Ia juga menyoroti proses penangkapan yang menempatkan seolah-olah seperti pelaku tindak terorisme atau PKI. "Subuh-subuh mereka dijemput, jangan begitulah caranya," katanya. Seharusnya dipanggil dahulu untuk diperiksa. "Bukan dengan dijemput seperti itu, apalagi Adityawarman jalannya saja sudah sulit," katanya. Disesalkan juga, mengapa mereka dibawa ke Mako Brimob. Padahal, pemeriksaannya ada di Polda Metro Jaya.

Syamsu menjelaskan, definisi makar itu harus dijelaskan dahulu karena tidak gampang merencanakan dan menggulingkan pemerintah yang sah itu. "Barang buktinya apa?" katanya.

Ia mengharapkan polisi jangan paranoid seperti itu. Polisi harus tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Penangkapan terhadap tokoh nasional telah mencederai kepolisian sebagai penegak hukum.

"Kalau yang namanya makar itu seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS), jadi polisi harus membedakan antara teroris, makar, dan kritik negara," katanya.

"

| Danpuspom | Kaget | Polisi | Tuduh | Kivlan | Zein | Makar | REPUBLIKA | JAKARTA | Mantan | Komandan | Pusat | Militer | (Danpuspom) | Mayor | Jenderal | (Purn) | Syamsu | Djalal | percaya | Adityawarman | melakukan | makar | Tudingan | dilakukan | Polri | keduanya | sempat | ditangkap | diperiksa | p> Saya | kaget | kedua | junior | saya | dituduh | Tidak | mungkin | meski | pensiun | masih | menempel | sumpah | prajuritnya | Mereka | cinta | NKRI | katanya | kepada | Antara | Jakarta | Selasa | p> Terlebih | lagi | kata | Brigjen | sendiri | jalannya | sekarang | susah | payah | Demikian | pula | dengan | putri | Bung | Karno | Rachmawati | menurut | upaya | karena | menggun | kursi | roda | p> Ia | juga | menyoroti | proses | penangkapan | yang | menempatkan | seolah | olah | seperti | pelaku | tindak | terorisme | atau | Subuh | subuh | dijemput | jangan | begitulah | caranya | Seharusnya | dipanggil | dahulu | untuk | Bukan | apalagi | sulit | Disesalkan | mengapa | dibawa | Mako | Brimob | Padahal | pemeriksaannya | Polda | Metro | Jaya | p> Syamsu | menjelaskan | definisi | harus | dijelaskan | gampang | merencan | menggulingkan | pemerintah | Barang | buktinya | mengharapkan | polisi | paranoid | tetap | mengedepankan | asas | praduga | bersalah | Penangkapan | terhadap | tokoh | nasional | telah | mencederai | kepolisian | sebagai | penegak | hukum | p> Kalau | namanya | Organisasi | Papua | Merdeka | (OPM) | Republik | Maluku | Selatan | (RMS) | jadi | membed | antara | teroris | kritik | negara | p> |

Monday, December 5, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Sunday, December 4, 2016

4 Fakta Kasus Makar dan UU ITE Ahmad Dhani Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelas orang tersebut adalah musikus Ahmad Dhani, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, mereka ditangkap karena punya tujuan menguasai gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Boy di Silang Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

Setelah sehari ditahan, beberapa orang akhirnya dibebaskan. Berikut empat fakta terkait dugaan upaya makar dan pelanggaran UU ITE;

Ditangkap di Tempat Berbeda

Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat upaya makar dan pelanggaran UU ITE, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau persisnya jelang aksi damai 2 Desember. Mereka ditangkap di lokasi berbeda antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.

Seperti Sri Bintang yang ditangkap di kediamannya, Cibubur, Jakarta Timur. Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (KZ) di rumahnya, Gading Griya Lestari Blok H 1 no 15 RT 02 RW 09, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara, musikus Ahmad Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Sedangkan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ditangkap Jelang Demo 212

Penangkapan 11 tersangka makar dan pelanggaran UU ITE tersebut, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau jelang aksi damai bela Islam jilid III di Monas, Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, alasan penangkapan dilakukan Jumat pagi, 2 Desember 2106 adalah untuk menjaga kemurnian niat ibadah jutaan umat yang berkumpul di Monas.

Sebab, kata Boy, polisi melihat ada indikasi pemanfaatan aksi damai 2 Desember itu untuk hal negatif oleh pihak tertentu.

"Kami tak ingin niat tulus alim ulama yang datang kegiatan doa di Silang Monas disusupi niat lain. Jadi kita cegah. Intinya tindakan hukum itu kita cegah," kata dia.

1 dari 3 halaman


Tiga Kasus Berbeda

Kepolisian langsung menetapkan tersangka kepada 11 orang yang ditangkap jelang aksi damai 2 Desember 2016. Mereka terlibat dalam tiga kasus berbeda, yakni terkait upaya makar, penghinaan terhadap presiden, dan pelanggaran UU ITE.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech (UU ITE), dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas. "Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir, yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 3 halaman


Tidak Semua Ditahan

Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"

| Fakta | Kasus | Makar | Ahmad | Dhani | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | tersangka | kasus | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | p> Sebelas | orang | tersebut | adalah | musikus | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | p>Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | menyat | ditangkap | karena | punya | tujuan | menguasai | gedung | p>Mereka | ingin | kata | Silang | Monas | Desember | 2016 | p>Setelah | sehari | ditahan | beberapa | akhirnya | dibebaskan | Berikut | empat | fakta | terkait | dugaan | upaya | makar | ITE;< | p>Ditangkap | Tempat | Berbeda< | strong>< | p>Sebanyak | yang | diduga | terlibat | pada | Jumat | dini | hari | Atau | persisnya | jelang | aksi | damai | Mereka | lokasi | berbeda | antara | pukul | p>Seperti | kediamannya | Cibubur | Timur | Aktivis | Hotel | Sari | Pacific | Pusat | Mayjen | Purnawirawan | (KZ) | rumahnya | Gading | Griya | Lestari | Blok | Pegangsaan | Kelapa | Utara | p>Sementara | Sedangkan | putri | Bung | Karno | Jati | Padang | Pasar | Minggu | Selatan | Jelang | Demo | 212< | p>Penangkapan | bela | Islam | jilid | Mabes | mengat | alasan | penangkapan | dilakukan | pagi | 2106 | untuk | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | jutaan | umat | berkumpul | p> Sebab | polisi | melihat | indikasi | pemanfaatan | negatif | oleh | pihak | tertentu | p>Kami | tulus | alim | ulama | datang | kegiatan | disusupi | lain | Jadi | cegah | Intinya | tind | hukum | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Tiga | h2> Kepolisian | langsung | menetapkan | kepada | dalam | tiga | yakni | penghinaan | terhadap | presiden | tokoh | aktivis | diamankan | kemarin | menjadi | Dari | jumlah | delapan | disangk | melakukan | hatespech | satu | lainnya | penguasa | p>Tujuh | ditetapkan | sebagai | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | Indra | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | p>Yang | pertama | papar | Sabtu | p>Kemudian | juga | ucapannya | YouTube | dijerat | dengan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p>Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p>Terakhir | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | November | p> 2 | div> Tidak | Semua | Ditahan< | h2> Polisi | memulangkan | tujuh | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | dipulangkan | total | Tujuh | Presiden | p>Tapi | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | p>Begitu | Apalagi | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | p>Tiga | kini | telah | Salah | satunya | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Depok | p>Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | ucap | p>Selain | perkara | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | div> |

Monday, December 5, 2016

4 Fakta Kasus Makar dan UU ITE Ahmad Dhani Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelas orang tersebut adalah musikus Ahmad Dhani, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, mereka ditangkap karena punya tujuan menguasai gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Boy di Silang Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

Setelah sehari ditahan, beberapa orang akhirnya dibebaskan. Berikut empat fakta terkait dugaan upaya makar dan pelanggaran UU ITE;

Ditangkap di Tempat Berbeda

Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat upaya makar dan pelanggaran UU ITE, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau persisnya jelang aksi damai 2 Desember. Mereka ditangkap di lokasi berbeda antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.

Seperti Sri Bintang yang ditangkap di kediamannya, Cibubur, Jakarta Timur. Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (KZ) di rumahnya, Gading Griya Lestari Blok H 1 no 15 RT 02 RW 09, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara, musikus Ahmad Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Sedangkan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ditangkap Jelang Demo 212

Penangkapan 11 tersangka makar dan pelanggaran UU ITE tersebut, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau jelang aksi damai bela Islam jilid III di Monas, Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, alasan penangkapan dilakukan Jumat pagi, 2 Desember 2106 adalah untuk menjaga kemurnian niat ibadah jutaan umat yang berkumpul di Monas.

Sebab, kata Boy, polisi melihat ada indikasi pemanfaatan aksi damai 2 Desember itu untuk hal negatif oleh pihak tertentu.

"Kami tak ingin niat tulus alim ulama yang datang kegiatan doa di Silang Monas disusupi niat lain. Jadi kita cegah. Intinya tindakan hukum itu kita cegah," kata dia.

1 dari 3 halaman


Tiga Kasus Berbeda

Kepolisian langsung menetapkan tersangka kepada 11 orang yang ditangkap jelang aksi damai 2 Desember 2016. Mereka terlibat dalam tiga kasus berbeda, yakni terkait upaya makar, penghinaan terhadap presiden, dan pelanggaran UU ITE.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech (UU ITE), dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas. "Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir, yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 3 halaman


Tidak Semua Ditahan

Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"

| Fakta | Kasus | Makar | Ahmad | Dhani | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | tersangka | kasus | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | p> Sebelas | orang | tersebut | adalah | musikus | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | p>Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | menyat | ditangkap | karena | punya | tujuan | menguasai | gedung | p>Mereka | ingin | kata | Silang | Monas | Desember | 2016 | p>Setelah | sehari | ditahan | beberapa | akhirnya | dibebaskan | Berikut | empat | fakta | terkait | dugaan | upaya | makar | ITE;< | p>Ditangkap | Tempat | Berbeda< | strong>< | p>Sebanyak | yang | diduga | terlibat | pada | Jumat | dini | hari | Atau | persisnya | jelang | aksi | damai | Mereka | lokasi | berbeda | antara | pukul | p>Seperti | kediamannya | Cibubur | Timur | Aktivis | Hotel | Sari | Pacific | Pusat | Mayjen | Purnawirawan | (KZ) | rumahnya | Gading | Griya | Lestari | Blok | Pegangsaan | Kelapa | Utara | p>Sementara | Sedangkan | putri | Bung | Karno | Jati | Padang | Pasar | Minggu | Selatan | Jelang | Demo | 212< | p>Penangkapan | bela | Islam | jilid | Mabes | mengat | alasan | penangkapan | dilakukan | pagi | 2106 | untuk | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | jutaan | umat | berkumpul | p> Sebab | polisi | melihat | indikasi | pemanfaatan | negatif | oleh | pihak | tertentu | p>Kami | tulus | alim | ulama | datang | kegiatan | disusupi | lain | Jadi | cegah | Intinya | tind | hukum | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Tiga | h2> Kepolisian | langsung | menetapkan | kepada | dalam | tiga | yakni | penghinaan | terhadap | presiden | tokoh | aktivis | diamankan | kemarin | menjadi | Dari | jumlah | delapan | disangk | melakukan | hatespech | satu | lainnya | penguasa | p>Tujuh | ditetapkan | sebagai | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | Indra | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | p>Yang | pertama | papar | Sabtu | p>Kemudian | juga | ucapannya | YouTube | dijerat | dengan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p>Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p>Terakhir | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | November | p> 2 | div> Tidak | Semua | Ditahan< | h2> Polisi | memulangkan | tujuh | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | dipulangkan | total | Tujuh | Presiden | p>Tapi | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | p>Begitu | Apalagi | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | p>Tiga | kini | telah | Salah | satunya | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Depok | p>Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | ucap | p>Selain | perkara | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | div> |

Saturday, December 3, 2016

Aki-aki Nini-nini Kok Dituduh Makar!

Jakarta - Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Habiburokhman, merasa heran terhadap pasal makar yang digunakan untuk menjerat kliennya. Menurut Habib, sulit dipercaya orang-orang yang sudah berumur akan melakukan makar.

"Kita heran kenapa dikenakan pasal makar. Ini aki-aki, nini-nini dituduh makar, dengan umur Bu Ratna enam puluhan ujung, hampir tujuh puluh tahun. Mereka enggak punya senjata dan massa, kok dituduh makar. Kurang keren! Kecuali tuduhan itu ditujukan kepada saya," kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

"Lalu kita juga mikir, ditahan ini agar enggak hadir aja di demo 2 Desember. Feeling kita seperti itu," imbuh dia.

Habiburokhman juga menyinggung usia Adityawarman Thahar, Rachmawati, dan Sri Bintang Pamungkas yang juga sudah di berusia senja. Menurutnya, tak masuk akal menuduh para sesepuh itu melakukan makar.

Dia menduga penangkapan terhadap 11 orang tersebut hanyalah untuk menghalangi mereka ikut aksi 2 Desember. Habiburokhman mengaku pernah mengalami hal serupa di zaman Soeharto.

"Dalam politik seperti ini lazim. Itu bukan tidak pernah terjadi. Kalau saya gambarkan, kondisinya agak seram di Mako Brimob kayak dibawa ke Lubang Buaya. Ada elite Gegana. Kita tidak hanya mendampingi Bu Ratna, tapi juga 10 orang lainnya," ucap dia.

Total ada 11 orang yang ditangkap oleh polisi pada 2 Desember kemarin, yaitu:

1. Eko Suryo Santjojo
2. Adityawarman Thahar
3. Kivlan Zein
4. Firza Huzein
5. Rachmawati Soekarnoputri
6. Ratna Sarumpaet
7. Sri Bintang Pamungkas
8. Alvin Indra
9. Ahmad Dhani
10. Jamran
11. Rizal

Dari nama-nama itu, yang masih ditahan yaitu Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. Sementara lainnya sudah dibebaskan.
(msl/tor)

"

| Aki-aki | Nini-nini | Dituduh | Makar! | Jakarta< | strong> | Kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | Habiburokhman | merasa | heran | terhadap | pasal | makar | yang | digun | untuk | menjerat | kliennya | Menurut | Habib | sulit | dipercaya | orang | berumur | melakukan | Kita | kenapa | diken | nini | dituduh | dengan | umur | enam | puluhan | ujung | hampir | tujuh | puluh | tahun | Mereka | enggak | punya | senjata | massa | Kurang | keren! | Kecuali | tuduhan | ditujukan | kepada | saya | kata | dalam | diskusi | Polemik | Sindo | Trijaya | Warung | Daun | Cikini | Jakarta | Pusat | Sabtu | 2016) | p>Lalu | juga | mikir | ditahan | agar | hadir | demo | Desember | Feeling< | seperti | imbuh | p>Habiburokhman | menyinggung | usia | Adityawarman | Thahar | Rachmawati | Bintang | Pamungkas | berusia | senja | Menurutnya | masuk | akal | menuduh | para | sesepuh | p>Dia | menduga | penangkapan | tersebut | hanyalah | menghalangi | ikut | aksi | mengaku | pernah | mengalami | serupa | zaman | Soeharto | p>Dalam | politik | lazim | bukan | terjadi | Kalau | gambarkan | kondisinya | agak | seram | Mako | Brimob | kayak | dibawa | Lubang | Buaya | elite | Gegana | hanya | mendampingi | lainnya | ucap | p>Total | ditangkap | oleh | polisi | pada | kemarin | yaitu:< | Suryo | Santjojo2 | Thahar3 | Kivlan | Zein4 | Firza | Huzein5 | Soekarnoputri6 | Sarumpaet7 | Pamungkas8 | Alvin | Indra9 | Ahmad | Dhani10 | Jamran11 | Rizal< | p>Dari | nama | masih | yaitu | Jamran | Rizal | Sementara | dibebaskan | (msl | tor)< |