Showing posts sorted by relevance for query Minta. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Minta. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Pengacara Sri Bintang Minta Gelar Perkara Makar Seperti Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Pengacara tersangka Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution menyangkal kliennya terlibat dalam kasus makar. Dia pun meminta Polri membuktikan tuduhan itu melalui gelar perkara secara terbuka terbatas seperti kasus penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tak hanya untuk Sri Bintang, Razman juga meminta gelar perkara terbuka terbatas itu berlaku terhadap 10 tersangka lain yang ditangkap pada Jumat 2 Desember 2016 pagi dengan tuduhan makar dan penghinaan penguasa.

"Makanya dibedah lah. Saya minta ada peraturan Kapolri boleh gelar perkara khusus, karena sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini saja, 11 orang itu digelar perkara terbuka terbatas," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/12/2016).

Gelar perkara semacam ini pertama kali dilakukan pada kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Razman ingin, kepolisian berlaku adil dengan melakukan gelar perkara secara transparan untuk membuktikan tudingan adanya rencana makar.

"Iya seperti Ahok, ayo kami datangkan pakar-pakar, kalau memang bisa dibuktikan tersangka, kami terima. Tapi, kalau tidak (terbukti bersalah) kami minta supaya dilepaskan," tantang Razman.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepolisian membongkar siapa sosok yang dianggap sebagai penyandang dana rencana makar dengan mendompleng aksi damai 212 ini. Sebab, dia merasa tuduhan polisi terhadap Sri Bintang tak tepat.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa. Jadi, ini aksi super damai menjadi tidak damai karena ditangkapnya 11 orang ini," pungkas Razman.

Sebelumnya, sebanyak 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Pengacara | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Makar | Seperti | Ahok | Liputan6 | Jakarta | strong> | tersangka | Pamungkas | Razman | Arif | Nasution | menyangkal | kliennya | terlibat | dalam | kasus | makar< | meminta | Polri | membuktikan | tuduhan | gelar | perkara | secara | terbuka | terbatas | seperti | penistaan | agama | oleh | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | atau | p>Tak | hanya | untuk | juga | berlaku | terhadap | lain | yang | ditangkap | pada | Jumat | Desember | 2016 | pagi | dengan | makar | penghinaan | penguasa | p>Mya | dibedah | Saya | minta | peraturan | Kapolri | boleh | khusus | karena | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | orang | digelar | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | p> Gelar | semacam | pertama | kali | dilakukan | dugaan | ingin | kepolisian | adil | melakukan | transparan | tudingan | adanya | rencana | kami | datangkan | pakar | kalau | memang | dibuktikan | terima | Tapi | (terbukti | bersalah) | supaya | dilepaskan | tantang | membongkar | siapa | sosok | dianggap | sebagai | penyandang | dana | mendompleng | aksi | damai | Sebab | merasa | polisi | tepat | p>Memang | mengarahkan | massa | sebanyak | Enggak | Jadi | super | menjadi | ditangkapnya | pungkas | p>Senya | tokoh | aktivis | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | upaya | p>Tujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p>Begitu | musisi | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | Presiden | Joko | Widodo | p>Sementara | tiga | lainnya | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Ketiganya | dijerat | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat |

Pengacara Sri Bintang Minta Gelar Perkara Makar Seperti Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Pengacara tersangka Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution menyangkal kliennya terlibat dalam kasus makar. Dia pun meminta Polri membuktikan tuduhan itu melalui gelar perkara secara terbuka terbatas seperti kasus penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tak hanya untuk Sri Bintang, Razman juga meminta gelar perkara terbuka terbatas itu berlaku terhadap 10 tersangka lain yang ditangkap pada Jumat 2 Desember 2016 pagi dengan tuduhan makar dan penghinaan penguasa.

"Makanya dibedah lah. Saya minta ada peraturan Kapolri boleh gelar perkara khusus, karena sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini saja, 11 orang itu digelar perkara terbuka terbatas," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/12/2016).

Gelar perkara semacam ini pertama kali dilakukan pada kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Razman ingin, kepolisian berlaku adil dengan melakukan gelar perkara secara transparan untuk membuktikan tudingan adanya rencana makar.

"Iya seperti Ahok, ayo kami datangkan pakar-pakar, kalau memang bisa dibuktikan tersangka, kami terima. Tapi, kalau tidak (terbukti bersalah) kami minta supaya dilepaskan," tantang Razman.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepolisian membongkar siapa sosok yang dianggap sebagai penyandang dana rencana makar dengan mendompleng aksi damai 212 ini. Sebab, dia merasa tuduhan polisi terhadap Sri Bintang tak tepat.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa. Jadi, ini aksi super damai menjadi tidak damai karena ditangkapnya 11 orang ini," pungkas Razman.

Sebelumnya, sebanyak 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Pengacara | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Makar | Seperti | Ahok | Liputan6 | Jakarta | strong> | tersangka | Pamungkas | Razman | Arif | Nasution | menyangkal | kliennya | terlibat | dalam | kasus | makar< | meminta | Polri | membuktikan | tuduhan | gelar | perkara | secara | terbuka | terbatas | seperti | penistaan | agama | oleh | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | atau | p>Tak | hanya | untuk | juga | berlaku | terhadap | lain | yang | ditangkap | pada | Jumat | Desember | 2016 | pagi | dengan | makar | penghinaan | penguasa | p>Mya | dibedah | Saya | minta | peraturan | Kapolri | boleh | khusus | karena | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | orang | digelar | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | p> Gelar | semacam | pertama | kali | dilakukan | dugaan | ingin | kepolisian | adil | melakukan | transparan | tudingan | adanya | rencana | kami | datangkan | pakar | kalau | memang | dibuktikan | terima | Tapi | (terbukti | bersalah) | supaya | dilepaskan | tantang | membongkar | siapa | sosok | dianggap | sebagai | penyandang | dana | mendompleng | aksi | damai | Sebab | merasa | polisi | tepat | p>Memang | mengarahkan | massa | sebanyak | Enggak | Jadi | super | menjadi | ditangkapnya | pungkas | p>Senya | tokoh | aktivis | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | upaya | p>Tujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p>Begitu | musisi | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | Presiden | Joko | Widodo | p>Sementara | tiga | lainnya | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Ketiganya | dijerat | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat |

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Pengacara Sri Bintang Minta Gelar Perkara Makar Seperti Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Pengacara tersangka Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution menyangkal kliennya terlibat dalam kasus makar. Dia pun meminta Polri membuktikan tuduhan itu melalui gelar perkara secara terbuka terbatas seperti kasus penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tak hanya untuk Sri Bintang, Razman juga meminta gelar perkara terbuka terbatas itu berlaku terhadap 10 tersangka lain yang ditangkap pada Jumat 2 Desember 2016 pagi dengan tuduhan makar dan penghinaan penguasa.

"Makanya dibedah lah. Saya minta ada peraturan Kapolri boleh gelar perkara khusus, karena sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini saja, 11 orang itu digelar perkara terbuka terbatas," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/12/2016).

Gelar perkara semacam ini pertama kali dilakukan pada kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Razman ingin, kepolisian berlaku adil dengan melakukan gelar perkara secara transparan untuk membuktikan tudingan adanya rencana makar.

"Iya seperti Ahok, ayo kami datangkan pakar-pakar, kalau memang bisa dibuktikan tersangka, kami terima. Tapi, kalau tidak (terbukti bersalah) kami minta supaya dilepaskan," tantang Razman.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepolisian membongkar siapa sosok yang dianggap sebagai penyandang dana rencana makar dengan mendompleng aksi damai 212 ini. Sebab, dia merasa tuduhan polisi terhadap Sri Bintang tak tepat.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa. Jadi, ini aksi super damai menjadi tidak damai karena ditangkapnya 11 orang ini," pungkas Razman.

Sebelumnya, sebanyak 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Pengacara | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Makar | Seperti | Ahok | Liputan6 | Jakarta | strong> | tersangka | Pamungkas | Razman | Arif | Nasution | menyangkal | kliennya | terlibat | dalam | kasus | makar< | meminta | Polri | membuktikan | tuduhan | gelar | perkara | secara | terbuka | terbatas | seperti | penistaan | agama | oleh | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | atau | p>Tak | hanya | untuk | juga | berlaku | terhadap | lain | yang | ditangkap | pada | Jumat | Desember | 2016 | pagi | dengan | makar | penghinaan | penguasa | p>Mya | dibedah | Saya | minta | peraturan | Kapolri | boleh | khusus | karena | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | orang | digelar | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | p> Gelar | semacam | pertama | kali | dilakukan | dugaan | ingin | kepolisian | adil | melakukan | transparan | tudingan | adanya | rencana | kami | datangkan | pakar | kalau | memang | dibuktikan | terima | Tapi | (terbukti | bersalah) | supaya | dilepaskan | tantang | membongkar | siapa | sosok | dianggap | sebagai | penyandang | dana | mendompleng | aksi | damai | Sebab | merasa | polisi | tepat | p>Memang | mengarahkan | massa | sebanyak | Enggak | Jadi | super | menjadi | ditangkapnya | pungkas | p>Senya | tokoh | aktivis | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | upaya | p>Tujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p>Begitu | musisi | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | Presiden | Joko | Widodo | p>Sementara | tiga | lainnya | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Ketiganya | dijerat | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat |

Wednesday, December 7, 2016

Razman Arif Minta Polri Lakukan Gelar Perkara Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI - Aksi bela Islam jilid III atau dikenal aksi damai yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) yang dinodai dugaan gerakan makar disebut Kapolri Jendral Tito Karnavian ada aktor intelektual.

Apalagi, ada aliran dana yang mengalir ke beberapa aktivis dan tokoh yang beberapanya ditangkap sebelum aksi 212.

Razman Arif Nasution, penasehat hukum aktivis Sri Bintang Pamungkas meminta agar Kapolri melakukan gelar perkara.

Baca: Ada Nama Tommy Soeharto di Bagan Donatur Makar, Eggi Sudjana Ajak Lapor ke Polisi

Agar masyarakat bisa secara gamblang mengetahui fakta yang sebenarnya.

Karena memang harus dibuktikan. Seperti aliran dana dari rekening siapa dan ke siapa.

"Pak kapolri kemarin di DPR mengatakan bahwa sudah ada aktor penyandang dana. Segeralah umumkan itu. Berarti itu aktor intelektualnya. Carilah umumkan. Jangan hanya dugaan. Informasi menyebarร‚  kanan kiri," kata Razman di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Pembuktian fakta adanya dugaan makar harus segera dilaksanakan Polri.

Pasalnya, Polri tidak bisa menduga-duga dan asal menangkap seseorang. Sehingga, gelar perkara harus dilakukan Polri.

Apalagi dugaannya beberapa aktivis akan menggerakan massa untuk berbuat kericuhan.

"Makanya dibedah lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja dah 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas. Iya seperti Ahok. Ayo kita datangkan pakar-pakar. Kalau memang bisa dibuktikan tersangka kita terima, tapi klo tidak dilepaskan," ucapnya.

"

| Razman | Arif | Minta | Polri | Lakukan | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI< | strong> | Aksi | bela | Islam | jilid | atau | dikenal | aksi | damai | yang | digelar | Monumen | Nasional | (Monas) | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | 2016) | dinodai | dugaan | makar | disebut | Kapolri | Jendral | Tito | Karnavian | aktor | intelektual | p> Apalagi | aliran | dana | mengalir | beberapa | aktivis | tokoh | beberapanya | ditangkap | p> Razman | Nasution | penasehat | hukum | Bintang | Pamungkas | meminta | agar | melakukan | gelar | perkara | p> Baca: | Nama | Tommy | Soeharto | Bagan | Donatur | Eggi | Sudjana | Ajak | Lapor | Polisi< | strong>< | h4> Agar | masyarakat | secara | gamblang | mengetahui | fakta | sebenarnya | p> Karena | memang | harus | dibuktikan | Seperti | rekening | siapa | p> Pak | kapolri | kemarin | mengat | bahwa | penyandang | Segeralah | umumkan | Berarti | intelektualnya | Carilah | Jangan | hanya | Informasi | menyebarร‚  | kanan | kiri | kata | Mapolda | Metro | Jaya | Semanggi | Selatan | Rabu | p> Pembuktian | adanya | segera | dilaksan | p> Pasalnya | menduga | duga | asal | menangkap | seseorang | dilakukan | dugaannya | mengger | massa | untuk | berbuat | kericuhan | p> Mya | dibedah | Saya | minta | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | orang | terbuka | terbatas | seperti | Ahok | datangkan | pakar | Kalau | tersangka | terima | dilepaskan | ucapnya | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Monday, December 5, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |