Showing posts sorted by relevance for query ditetapkan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ditetapkan. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Hatta Taliwang diketahui turut hadir dalam pertemuan dengan para tokoh yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka makar. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membenarkan kehadiran Hatta dalam pertemuan tersebut. Diduga, Hatta juga telibat dalam perencanaan dugaan upaya makar tersebut.

"Betul (Hatta Taliwang ikut pertemuan)," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Iriawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memburu Hatta. Sebab dalam bukti permulaan yang dimiliki polisi, Hatta ikut terlibat dengan perencanaan makar tersebut.

"Belum (ditangkap). Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tau kasih tau saya," ungkap Iriawan.

Sebelumnya, penyidik Polri menangkap 11 orang sebelum pelaksanaan aksi doa bersama, Jumat (2/12/2016) lalu. Tujuh orang dari mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar. Sementara, empat lainnya ditangkap karena ujaran kebenciaan dan penghasutan.

Tujuh orang itu yakni, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Dua lainnya, Jamran dan Rizal Khobar diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu suku, agama, dan ras. (Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Lalu, Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. Kemudian, Ahmad Dhani yang ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Diduga | Terlibat | Upaya | Makar, | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | diketahui | turut | hadir | dalam | pertemuan | dengan | para | tokoh | yang | telah | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | makar | Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | membenarkan | kehadiran | tersebut | juga | telibat | perencanaan | dugaan | upaya | p> Betul | (Hatta | ikut | pertemuan) | ujar | Iriawan | Mapolda | Selasa | 2016) | p> Iriawan | mengungkapkan | saat | pihaknya | tengah | memburu | Sebab | bukti | permulaan | dimiliki | terlibat | p> Belum | (ditangkap) | Sedang | cari | Sampai | sekarang | tertangkap | Kalau | kalian | kasih | saya | ungkap | p> Senya | penyidik | Polri< | menangkap | orang | pelaksanaan | aksi | bersama< | Jumat | Tujuh | ditangkap | atas | permufakatan | Sementara | empat | lainnya | karena | ujaran | kebenciaan | penghasutan | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet< | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Rachmawati< | Soekarnoputri | Jamran | Rizal | Khobar | diduga | menyebarluaskan | kebencian | terkait | suku | agama | (Baca: | Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | a>)< | p> Lalu | Bintang | Pamungkas< | masyarakat | media | sosial | Penetapan | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | Kemudian | Ahmad | Dhani< | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Monday, December 5, 2016

Tersangka Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini

Senin, 05 Desember 2016 | 19:55 WIB

Tersangka Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini  

Aliansi Seluruh Rakyat Untuk Indonesia Baru yang di wakili Sri Bintang Pamungkas berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (18/11). Sri Bintang megatakan agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta  - Sri Bintang Pamungkas tetap menjalani aktivitasnya sebagai dosen meski sedang ditahan Kepolisian Daerah Metro Jaya sejak 2 Desember 2016 terkait dugaan makar. "Bapak tetap berkegiatan seperti biasa di tahanan, salah satunya membuat soal untuk mahasiswanya. Saya bawa buku dan terima soal tersebut tadi," kata Ernalia, istrinya, di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 5 Desember 2016.

Ernalia menceritakan, suaminya meminta dia lebih banyak membawa buku-buku dibandingkan dengan membawa makanan. "Saya bawa banyak buku, ada buku bahasa Inggris dan Ekonomi. Kan mau buat soal untuk mahasiswa melalui saya," katanya. Ketika ditanya soal kondisi Sri Bintang Pamungkas di dalam tahanan, Erna menjelaskan bahwa kondisi suaminya baik-baik saja.

Baca: Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar

Namun, Ernalia tetap menyayangkan keputusan penyidik Kepolisian yang hanya menahan Sri Bintang, sementara tujuh tersangka lainnya dengan sangkaan yang sama telah dibebaskan. "Sehat alhamdulilah, baik, sudah ketemu. Tapi, saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap 11 orang pada, Jumat, 2 Desember 2016 sebelum aksi super damai berlangsung di Lapangan Monas. Dari sebelas orang tersebut, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Sri Bintang termasuk di dalamnya. Dua lainnya ditetapkan sebagai ersangka dengan dugaan hate speech dan melanggar Undang-Undang ITE.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar pada Jumat Subuh

Adapun musikus Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa Pasal 207 KUHP. Dalam dugana makar, Kepolisian hanya menahan tiga orang, yakni Sri Bintang terkait makar serta kakak beradik Rizal dan Jamran terkait UU ITE. Ernalia menjelaskan bahwa penahanan Sri Bintang Pamungkas didasari pada laporan pengacara bernama Ridwan Hanafi ke Polda Metro Jaya.

INGE KLARA

Simak Pula
Habib Novel FPI Gugat Ahok Rp 204 Juta, Ini Alasannya
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?

[embedded content]

"

| Tersangka | Makar, | Bintang | Bisa | Lepaskan | Aktivitas | Senin | Desember | 2016 | 19:55 | WIB< | p> < | div> Aliansi | Seluruh | Rakyat | Untuk | Indonesia | Baru | yang | wakili | Pamungkas | berunjuk | rasa | Bundaran | Hotel | Jakarta | Rabu | megat | agar | pemerintah | lebih | memperhatikan | kesejahteraan | rakyat | Tempo | Tony | Hartawan< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | tetap | menjalani | aktivitasnya | sebagai | dosen | meski | ditahan | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | sejak | terkait | dugaan | makar | Bapak | berkegiatan | seperti | biasa | tahanan | salah | satunya | membuat | soal | untuk | mahasiswanya | Saya | bawa | buku | terima | tersebut | tadi | kata | Ernalia | istrinya | Markas | Polda | p>Ernalia | mencerit | suaminya | meminta | banyak | membawa | dibandingkan | dengan | bahasa | Inggris | Ekonomi | buat | mahasiswa | saya | katanya | Ketika | ditanya | kondisi | dalam | Erna | menjelaskan | bahwa | baik | p>Baca: | Eksklusif: | Bukti | Diduga | Makar< | p>Namun | menyayangkan | keputusan | penyidik | hanya | menahan | sementara | tujuh | tersangka | lainnya | sangkaan | sama | telah | dibebaskan | Sehat | alhamdulilah | ketemu | Tapi | istri | rasanya | adil | kalau | dilepaskan | tuduhan | masih | p>Senya | polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | aksi | super | damai | berlangsung | Lapangan | Monas | Dari | sebelas | menetapkan | delapan | perencanaan | termasuk | dalamnya | ditetapkan | ersangka | hate< | speech< | melanggar | Undang | Terungkap | Alasan | Polisi | Cokok | Terduga | Makar | Subuh< | p>Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | Pasal | KUHP | Dalam | dugana | tiga | yakni | serta | kakak | beradik | Rizal | Jamran | penahanan | didasari | laporan | pengacara | bernama | Ridwan | Hanafi | p>INGE | KLARA< | p>Simak | PulaHabib | Novel | Gugat | Ahok | Juta | Alasannya< | a>Presiden | Jokowi | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | p> [embedded | content]< | p> |

Friday, December 2, 2016

Fadli Zon Pertanyakan Alasan Polri Tetapkan Tersangka Makar

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan makar. Dia dan delapan orang lainnya di antaranya Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rahmawati Soekarnoputri, dan Kivlan Zein telah ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait penangkapan itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku heran dan menganggap tidak ada niat untuk bertindak makar terhadap pemerintah yang sah saat ini.

"Saya tak yakin mereka berniat apalagi berbuat makar. Setahu saya, sebagian besar yang kenal, mereka orang-orang yang peduli Merah Putih, kepentingan bangsa. Sebaiknya segera dilepaskan, jika tak ada bukti kuat," ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (2/12/2016).

Menurut Fadli, delapan orang yang telah berstatus tersangka tindakan makar itu selama ini dikenal sebagai figur oleh publik. Karena itu menurut dia, penangkapan tersebut menjadi ajang pertaruhan kredibilitas Polri sebagai lembaga penegak hukum. 

"Selain mempertaruhkan kredibilitas, penangkapan ini juga telah menarik mundur iklim demokrasi kita. Penangkapan itu telah membungkam kritik dan menindas kebebasan berpendapat di muka umum," ucap politisi Partai Gerindra itu.

Fadli pun mempertanyakan bukti bahwa adanya upaya makar yang disampaikan Polri. Terlebih beberapa yang telah ditetapkan tersangka bukan tergolong tokoh yang mempunyai basis massa besar.  

"Dimana reasoning-nya tuduhan makar terhadap delapan orang itu, yang tidak mengerahkan massa, tidak melakukan gerakan bersenjata ataupun kekuatan yang dapat dikategorikan makar, kata Fadli.

"Ibu Rachmawati itu puteri seorang Proklamator. Dan ia kini bahkan memiliki keterbatasan fisik, bagaimana bisa ia dituduh menggerakkan makar. Ini benar-benar kelihatan mengada-ada," Fadli menandaskan.

Sebelumnya, Polri menangkap 10 orang. Sebanyak delapan di antaranya diduga terkait rencana aksi makar jelang demo 2 Desember. Karopenmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang diamankan terkait dugaan makar adalah AD, kemudian E, AD lagi, KZ, RS, RA,SB, dan RK.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Sedangkan 2 orang dengan inisial JA dengan RK, dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat (2/12/2016).

Rikwanto mengatakan, mereka saat ini sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua. "Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan di sana untuk dilakukan pemeriksaan," kata dia.

"

| Fadli | Pertanyakan | Alasan | Polri | Tetapkan | Tersangka | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aktivis | Bintang | Pamungkas | ditangkap | penyidik | Polda | Metro | Jaya | atas | dugaan | makar< | delapan | orang | lainnya | antaranya | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rahmawati | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | p> Terkait | penangkapan | Wakil | Ketua | mengaku | heran | menganggap | tidak | niat | untuk | bertindak | makar | terhadap | pemerintah | yang | saat | p>Saya | yakin | mereka | berniat | apalagi | berbuat | Setahu | saya | sebagian | besar | kenal | peduli | Merah | Putih | kepentingan | bangsa | Sebaiknya | segera | dilepaskan | jika | bukti | kuat | ujar | dalam | keterangan | tertulis | diterima | Jumat | 2016) | p> Menurut | berstatus | tindakan | selama | dikenal | figur | oleh | publik | Karena | menurut | tersebut | menjadi | ajang | pertaruhan | kredibilitas | lembaga | penegak | hukum | p> Selain | mempertaruhkan | juga | menarik | mundur | iklim | demokrasi | kita | Penangkapan | membungkam | kritik | menindas | kebebasan | berpendapat | muka | umum | ucap | politisi | Partai | Gerindra | p> Fadli | mempertanyakan | bahwa | adanya | upaya | disampaikan | Terlebih | beberapa | bukan | tergolong | tokoh | mempunyai | basis | massa | p>Dimana | reasoning | tuduhan | mengerahkan | melakukan | gerakan | bersenjata | ataupun | kekuatan | dapat | dikategorikan | kata | p> Ibu | Rachmawati | puteri | seorang | Proklamator | kini | bahkan | memiliki | keterbatasan | fisik | bagaimana | bisa | dituduh | menggerakkan | benar | kelihatan | mengada | menandaskan | p> Sebelumnya | menangkap | Sebanyak | diduga | terkait | rencana | aksi | jelang | demo | Desember | Karopenmas | Mabes | Kombes | Rikwanto | mengatakan | diamankan | adalah | kemudian | lagi | p>Delapan | dikenakan | Pasal | junto | KUHP | Sedangkan | dengan | inisial | p>Rikwanto | sudah | dilakukan | pemeriksaan | Mako | Brimob | Kelapa | Penyidik | mengamankan | sana | p> |

Kompolnas Anggap Kasus Makar Tak Ada Hubungan dengan Perkara Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menanggapi banyaknya wacana yang menyebut bahwa penangkapan sejumlah orang terkait dugaan makar berkaitan dengan dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi menangkap 10 orang yang diduga melakukan pemufakatan untuk bertindak makar.

"Kompolnas memandang tidak ada relevansinya penangkapan 10 orang yang diduga makar, dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah dilakukan oleh Polri," ujar Poengky melalui keterangan tertulis, Jumat (2/12/2016).

Poengky mengatakan, jika ada pihak yang keberatan dengan adanya penangkapan itu, maka ada upaya hukum yang tersedia, yakni praperadilan. Mereka bisa menguji keabsahan penangkapan lewat cara tersebut.

"Untuk substansi perkaranya sendiri, mari kita sama-sama menghargai sistem peradilan pidana yang berlaku di Indonesia," kata Poengky.

Masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polri. Kompolnas, kata Poengky, meminta masyarakat untuk menebarkan kesejukan. Jangan lagi ada upaya memprovokasi hingga makar.

"Serta menghormati seluruh proses hukum yang tengah berlangsung," kata Poengky.

Mengenai doa bersama 2 Desember, Poengky mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mereka berhasil membuktikan bahwa aksi yang dilakukan berjalan damai.

"Selamat bertugas kepada seluruh jajaran Polri atas jerih payahnya selama ini dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum," kata Poengky.

Polisi menangkap 10 orang di tempat terpisah atas dugaan melakukan makar. Sepuluh orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, dan Firza Huzein.

"Kalau sudah ditangkap itu pasti sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

(Baca juga: Ditanya soal Penangkapan 8 Orang Terkait Dugaan Makar, Ini Jawaban Jokowi)

Mereka ada yang dipersangkakan dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, ada yang terkena Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP tentang Makar, dan ada juga yang terkait Pasal UU ITE.

Boy belum dapat memastikan apakah mereka akan langsung ditahan atau tidak. Saat ini, kata dia, 10 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

(Baca juga: 10 Orang yang Diduga Makar Ingin Manfaatkan Momentum Doa Bersama 2 Desember)

Kompas TV Soal Isu Makar, Jokowi: Itu untuk Mengingatkan

"

| Kompolnas | Anggap | Kasus | Makar | Hubungan | dengan | Perkara | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Komisioner | Komisi | Kepolisian | Nasional | (Kompolnas) | Poengky | Indarti | menanggapi | banyaknya | wacana | yang | menyebut | bahwa | penangkapan | sejumlah | orang | terkait | dugaan | makar | berkaitan | penistaan | agama | tersangka | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | alias | p> Polisi | menangkap | diduga | melakukan | pemufakatan | untuk | bertindak | p> Kompolnas | memandang | tidak | relevansinya | penanganan | kasus | dilakukan | oleh | (Ahok) | telah | Polri< | ujar | melalui | keterangan | tertulis | Jumat | 2016) | p> Poengky | mengatakan | jika | pihak | keberatan | adanya | maka | upaya | hukum | tersedia | yakni | praperadilan | Mereka | bisa | menguji | keabsahan | lewat | cara | tersebut | p> Untuk | substansi | perkaranya | sendiri | mari | kita | sama | menghargai | sistem | peradilan | pidana | berlaku | Indonesia | kata | p> Masyarakat | diminta | mempercayakan | proses | penegakan | kepada | meminta | masyarakat | menebarkan | kesejukan | Jangan | lagi | memprovokasi | hingga | p> Serta | menghormati | seluruh | tengah | berlangsung | p> Mengenai | bersama< | Desember< | mengapresiasi | terlibat | berhasil | membuktikan | aksi | berjalan | damai | p> Selamat | bertugas | jajaran | atas | jerih | payahnya | selama | dalam | melindungi | mengayomi | melayani | menegakkan | tempat | terpisah |  Sepuluh | sudah | ditetapkan | sebagai | p> Mereka | adalah | musisi | Ahmad | Dhani< | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Adityawarman | Jamran | Rizal | Khobar | Firza | Huzein | p> Kalau | ditangkap | pasti | menjadi | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar | p> (Baca | juga: | Ditanya | soal | Penangkapan | Orang | Terkait | Dugaan | Jawaban | Jokowi< | a>)< | dipersangkakan | Pasal | KUHP | tentang | penghinaan | terhadap | penguasa | terkena | juncto | juga | ITE< | p> Boy | belum | dapat | memastikan | apakah | mereka | akan | langsung | ditahan | atau | Saat | masih | menjalani | pemeriksaan | secara | intensif | Diduga | Ingin | Manfaatkan | Momentum | Bersama | p> Kompas | span> | Soal | Jokowi: | Mengingatkan< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Pengusutan Tersangka Makar Terus Berlanjut

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses hukum terhadap 7 tersangka makar dan 1 tersangka penghinaan terhadap presiden yang tidak ditahan tetap berjalan. "Penyidik akan memanggil kembali mereka, cuma belum tahu kapan. Yang jelas proses jalan terus," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu Desember 2016.

Ketujuh tersangka makar itu, yakni Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri tidak ditahan lantaran pandangan subjektivitas penyidik. Begitu pun dengan Ahmad Dhani yang jadi tersangka dugaan penghinaan presiden tidak ditahan lantaran ancaman hukuman di bawah lima tahun.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas ditahan selama 20 hari ke depan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Ia masih menjalani proses pemeriksaan yang ditangani Polda Metro Jaya. "Untuk sekarang (Sri Bintang) masih ditahan, masih perlu dilakukan pemeriksaan. Mungkin Senin (5/12) akan kembali diperiksa," ujarnya.

Argo menjelaskan, selain Sri Bintang, dua tersangka lainnya, Jamran dan Rizal, juga masih ditahan. "Ketiganya ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya," tambahnya.

Sri Bintang disangkakan upaya makar dalam sebuah konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016. Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Jamran dan Rizal disangkakan atas dugaan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar. "Untuk penanganannya berbeda. Sri Bintang di Direktorat Kriminal Umum, dua lainnya Jamran dan Rizal di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro," ujar Argo.

Ihwal pengejaran tersangka lain serta penyandang dana dari aksi makar itu, Argo mengatakan penyidik terus mendalaminya. Sebanyak 11 orang ditangkap pada Jumat (2/12), sebelum berlangsungnya Aksi Superdamai 212.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar, penghinaan kepada penguasa, penghasutan, dan ujaran kebencian. Ke-11 tersangka itu diduga memiliki keterkaitan masing-masing dalam memanfaatkan aksi 2 Desember itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan tujuan mereka ialah menggiring massa aksi super damai 212 menguasai Gedung DPR hingga menuntut sidang paripurna untuk mengganti pemerintahan yang sah. "Berbagai provokasi dipersiapkan. Ini terkonfirmasi dari alat bukti percakapan," kata Boy, Sabtu 3 Desember 2016.

(MBM)

"

| Pengusutan | Tersangka | Makar | Terus | Berlanjut | Metrotvnews | Jakarta< | strong>: | Proses | hukum | terhadap | tersangka | makar | penghinaan | presiden | yang | ditahan | tetap | berjalan | Penyidik | memanggil | kembali | cuma | tahu | kapan | Yang | jelas | proses | jalan | terus | kata | Kepala | Bidang | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | Minggu | Desember | 2016 | p>Ketujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thaha | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | lantaran | pandangan | subjektivitas | penyidik | Begitu | dengan | Ahmad | Dhani | jadi | dugaan | ancaman | hukuman | bawah | lima | tahun | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | selama | hari | depan | setelah | ditetapkan | sebagai | penghasutan | masyarakat | media | sosial | masih | menjalani | pemeriksaan | ditangani | Untuk | sekarang | (Sri | Bintang) | perlu | dilakukan | Mungkin | Senin | diperiksa | ujarnya | menjelaskan | selain | lainnya | Jamran | Rizal | juga | Ketiganya | Rutan | Narkoba | tambahnya | p>Sri | disangk | upaya | dalam | sebuah | konten | video | akun | Youtube | diunggah | pada | November | Dalam | menyebar | luas | tersebut | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | p>Jamran | atas | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | penanganannya | berbeda | Direktorat | Kriminal | Umum | Khusus | ujar | p>Ihwal | pengejaran | lain | serta | penyandang | dana | aksi | mengat | mendalaminya | Sebanyak | orang | ditangkap | Jumat | berlangsungnya | Aksi | Superdamai | p>Mereka | kepada | penguasa | ujaran | memiliki | keterkaitan | masing | memanfaatkan | p>Kadiv | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | tujuan | ialah | menggiring | massa | super | damai | menguasai | Gedung | menuntut | sidang | paripurna | untuk | mengganti | pemerintahan | Berbagai | provokasi | dipersiapkan | terkonfirmasi | alat | bukti | percakapan | Sabtu | p>(MBM)< |

Friday, December 2, 2016

Ahmad Dhani Tersangka Makar, Begini Penjelasan Pengacara | selebritas

Musikus Ahmad Dhani bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (kiri), memberikan keterangan dalam Gerakan Selamatkan NKRI bersama sejumlah tokoh nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, 1 Desember 2016. Dalam pernyataan bersama ini mereka menyatakan batal ikut aksi Bela Islam Jilid III dan akan menyerahkan resolusi atau maklumat kepada pimpinan MPR agar segera melakukan sidang istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar dan pelanggaran UU ITE. Saat ini, ia diperiksa di Markas Komado Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kabar tersebut diungkap oleh pengacara Razman Arif Nasution.

Razman yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas memastikan dia melihat berkas BAP bahwa Ahmad Dhani dan beberapa tokoh yang dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca:

>Prabowo Ungkap Obrolan dengan Aktivis yang Dituduh Makar
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"Iya, kabar tersebut benar adanya, ya. Saya sedang di dalam (Mako Brimob) lihat BAP semua jadi tersangka. Ahmad Dhani juga tersangka," ucap Razman saat dihubungi Tabloidbintang.com lewat telepon, Jumat, 2 Desember 2016.

"Saya sebagai kuasa hukum Pak Sri Bintang jelas merasa keberatan. Belum selesai diperiksa kenapa bisa tiba-tiba jadi tersangka," kata Razman membela kliennya.

Razman menerangkan, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, dan Sri Bintang Pamungkas diperiksa di tempat terpisah. "Saat ini semua sedang diperiksa, di ruangan terpisah. Ada tiga yang sudah didampingi kuasa hukum. Sisanya belum," ucapnya.

Razman mengatakan untuk kasus dugaan makar tersebut Ahmad Dhani diwakilkan pengacara Habiburachman sebagai tim kuasa hukum. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar juga membenarkan adanya penetapan tersangka terhadap Ahmad Dhani dan aktivis lainnya. "Sudah tersangka, kan ditangkap, mana ada saksi ditangkap?" ujar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Jumat, 2 Desember.

TABLOID BINTANG

"

| Ahmad | Dhani | Tersangka | Makar, | Begini | Penjelasan | Pengacara | selebritas | Musikus | bersama | Rachmawati | Soekarnoputri | Lily | Wahid | (kiri) | memberikan | keterangan | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | sejumlah | tokoh | nasional | Hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Desember | 2016 | Dalam | pernyataan | mereka | menyatakan | batal | ikut | aksi | Bela | Islam | Jilid | akan | menyerahkan | resolusi | atau | maklumat | kepada | pimpinan | agar | segera | melakukan | sidang | istimewa | untuk | mengembalikan | 1945 | yang | asli | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | ditetapkan | sebagai | tersangka | atas | kasus | dugaan | makar | pelanggaran | Saat | diperiksa | Markas | Komado | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Kabar | tersebut | diungkap | oleh | pengacara | Razman | Arif | Nasution | p>Razman | ditunjuk | kuasa | hukum | Bintang | Pamungkas | memastikan | melihat | berkas | bahwa | beberapa | dibawa | Mako | p>Baca: |

Monday, December 5, 2016

Polisi Bantah Sangkaan Makar terhadap Kivlan Zein Dkk Berlebihan, Ini Penjelasannya

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Polri membantah bahwa sangkaan makar terhadap tujuh orang yang ditangkap pada Jumat (2/12/2016) lalu merupakan tindakan yang berlebihan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan itu berdasarkan penyelidikan yang  sebelumnya telah dilakukan Polri.

"Proses penyelidikan sudah dari empat minggu sebelumnya. Didapat informasi, mereka ini ingin memanfaatkan jumlah umat yang besar untuk dialihkan ke hal di luar kesepakatan yang ada," ujar Martinus, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Ia menjelaskan, para tersangka berencana mengupayakan massa yang mengikuti doa bersama pada 2 Desember 2016 untuk menduduki Gedung Parlemen dan mendesak sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian bersama pimpinan ormas penyelenggara doa bersama sepakat bahwa agenda kegiatan adalah ibadah dan tak ada aksi turun ke jalan.

Martinus menegaskan, polisi memiliki bukti-bukti kuat untuk memperkuat sangkaan.

"Pasal untuk mereka kan 107, 110, dan 87 KUHP. Dalam Pasal 110 ada unsur permufakatan jahat untuk melalukan makar seperti yang ada di dalam Pasal 107. Artinya itu juga disebut makar," ujar Martinus.

"Jadi berlebihan apanya? KUHP menyebut bahwa itu adalah makar," lanjut dia.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat (2/11/2016) lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Polisi | Bantah | Sangkaan | Makar | terhadap | Kivlan | Zein | Berlebihan, | Penjelasannya | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Polri< | membantah | bahwa | sangkaan | makar | tujuh | orang | yang | ditangkap | pada | Jumat | 2016) | merup | tind | berlebihan | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | penangkapan | berdasarkan | penyelidikan | yang  | senya | telah | dilakukan | p> Proses | empat | minggu | Didapat | informasi | ingin | memanfaatkan | jumlah | umat | besar | untuk | dialihkan | luar | kesepakatan | ujar | Mabes | Jakarta | Senin | p>Ia | menjelaskan | para | tersangka | berencana | mengupay | massa | mengikuti | bersama< | Desember< | 2016 | menduduki | Gedung | Parlemen | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | p> Sementara | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian< | bersama | pimpinan | ormas | penyelenggara | sepakat | agenda | kegiatan | adalah | ibadah | aksi | turun | jalan | p> Martinus | menegaskan | polisi | memiliki | bukti | kuat | memperkuat | p> Pasal | KUHP | Dalam | Pasal | unsur | permufakatan | jahat | mekan | seperti | dalam | Artinya | juga | disebut | p>Jadi | apanya | menyebut | lanjut | Inspektur | Rafli | Amar< | ditetapkan | sebagai | dugaan | upaya | p>Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p>Mereka | disangka | melanggar | juncto< | 110 juncto< | p> Kompas | span> | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Komisi III DPR Dukung Langkah Polri Soal Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Anggota Komisi III DPR Aziz Syamsudin mendukung langkah kepolisian mengamankan 11 tokoh dan aktivis terkait dugaan makar. Ia bahkan mengapresiasi respons cepat Polri, khususnya Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu yang dianggap bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya masih menaruh apresiasi yang tinggi pada penegak hukum dalam melakukan tugas dan kewenangannya secara profesional berdasarkan ketentuan dan aturan perundang-undangan,” kata Aziz saat dihubungi Rabu (7/12/2016).

Politisi Partai Golkar ini menilai, polisi tentunya punya alasan untuk menangkap dan menetapkan delapan dari 11 tokoh dan aktivis sebagai tersangka. “Tentu penegak hukum punya alasan, punya petunjuk dan punya bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegasnya.

Aziz juga menaruh hormat terkait sikap TNI yang tetap solid, meski ada dua purnawirawan yang ikut ditangkap. “TNI dalam fungsi dan tugasnya yang diatur dalam undang-undang kan (memang) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Apresiasi yang tinggi pada Polda Metro Jaya turut disampaikan Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin. “Sebab kita tahu makar tidak hanya berbahaya dalam konteks politik, namun juga dalam aspek ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga siapapun yang mau mencoba melakukan makar, maka sudah menjadi tugas kepolisian untuk menegakkan aturannya,” jelas Zakir.

Pasukan Asmaul Husna sebenarnya sudah ada sejak 2008 lalu. (Bintang.com/Nurwahyunan)

Apresiasi serupa juga dialamatkan Zakir kepada TNI. “TNI tetap Konsekuen terhadap tangungjawabnya dalam mempertahankan negara. Pernyataan Pangdam Jaya saya kira sudah menjadi kesimpulan bahwa isu keberatan TNI terkait penangkapan para purnawirawan TNI tidak benar,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menganut prinsip Hukum Equality Before The Law. “Artinya semua warga negara sama kedudukannya di hadapan Hukum, sehingga tidak ada satupun yang kebal hukum. Ketika dianggap melanggar hukum, itu sudah menjadi tugas polisi untuk memprosesnya,” pungkas Zakir.

Kapolda Metro Jaya Mochammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana | foto : istimewa

Seperti diketahui  Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB.

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

"

| Komisi | Dukung | Langkah | Polri | Soal | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Anggota | DPR< | a> Aziz | Syamsudin | mendukung | langkah | kepolisian | mengamankan | tokoh | aktivis | terkait | dugaan | makar | bahkan | mengapresiasi | respons | cepat | khususnya | Polda | Metro | Jaya | dalam | mengantisipasi | terjadinya | sesuatu | yang | dianggap | mengganggu | keamanan | ketertiban | masyarakat | p> “Saya | masih | menaruh | apresiasi | tinggi | pada | penegak | hukum | melakukan | tugas | kewenangannya | secara | profesional | berdasarkan | ketentuan | aturan | perundang | undangan | kata | Aziz | saat | dihubungi | Rabu | 2016) | p> Politisi | Partai | Golkar | menilai | polisi | tentunya | punya | alasan | untuk | menangkap | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | “Tentu | petunjuk | bukti | seseorang | tegasnya | p> Aziz | juga | hormat | sikap | tetap | solid | meski | purnawirawan | ikut | ditangkap | “TNI | fungsi | tugasnya | diatur | undang | (memang) | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | katanya | p> Apresiasi | turut | disampaikan | Praktisi | Hukum | Zakir | Rasyidin | “Sebab | tahu | hanya | berbahaya | konteks | politik | aspek | ekonomi | maupun | sosial | budaya | siapapun | mencoba | maka | menjadi | menegakkan | aturannya | jelas | p> < | serupa | dialamatkan | kepada | Konsekuen | terhadap | tangungjawabnya | mempertahankan | negara | Pernyataan | Pangdam | saya | kira | kesimpulan | bahwa | keberatan | penangkapan | para | benar | p> Menurutnya | menganut | prinsip | Equality | Before | “Artinya | semua | warga | sama | kedudukannya | hadapan | satupun | kebal | Ketika | melanggar | memprosesnya | pungkas | p> Seperti | diketahui |  Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | orang | Mereka | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yaitu | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar< | a> dan | pemufakatan | Jahat | p> Polisi | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | Penguasa | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Dugaan Makar, Rachmawati Akan Ajukan Praperadilan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aldwin Rahardian, salah satu kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum, termasuk mengajukan gugatan praperadilan, atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Baca: Tangan Suami Nagita Masuk ke Dalam Ini, Mulan Jameela dan Selvi Kitty Goyang Bareng

Sebab, menurut dia, sangkaan polisi terhadap kliennya mengenai dugaan makar tersebut tidak berdasar.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya hukum lebih lanjut dari itu," ujar Aldwin saat dihubungi, Selasa (6/12/2016).

Baca: Artis Ini Ungkap Bahwa Dirinya Diperkosa Sungguhan Demi Film Populer Ini Bikin Geger

Aldwin menyampaikan, tuduhan upaya makar terhadap putri mantan Presiden RI pertama, Soekarno, tersebut terlalu mengada-mengada.

Sebab, menurut Aldwin, upaya makar tersebut harus terencana dengan baik.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Syahrini Jatuh Terjungkal Gara-gara Terlalu Bersemangat Menyapa Rekan-rekannya

"Tuduhan makar ini menurut saya ini mengada-ada. Ini terlalu jauh. Karena ini kita bisa indikasikan, kalau makar ini kegiatan yang tersencana dan harus matang. Mengandalkan power," ucap dia.

Aldwin menyatakan, saat ini kondisi kesehatan kliennya masih belum baik. Jika nanti kondisi kesehatannya pulih, kliennya akan kooperatif apabila polisi hendak memintanya untuk memberi keterangan.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa, tetapi akan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua," kata Aldwin.

Polisi menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan permufakatan makar.

Selain Rachmawati, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bahwa ketujuh tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan ide atau gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan, yang dapat menggulirkan reaksi dan pendapat orang lain.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

Penetapan Bintang sebagai tersangka ini berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. (Achdi Martin Pratama/Kompas.com)

"

| Dugaan | Makar, | Rachmawati | Akan | Ajukan | Praperadilan | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Aldwin | Rahardian | salah | satu | kuasa | hukum | tersangka | kasus | dugaan | makar | Soekarnoputri | mengat | bahwa | pihaknya | berencana | menempuh | upaya | termasuk | mengajukan | gugatan | praperadilan | atas | penetapan | kliennya | sebagai | p> Baca: | Tangan | Suami | Nagita | Masuk | Dalam | Mulan | Jameela | Selvi | Kitty | Goyang | Bareng< | strong>< | h4> Sebab | menurut | sangkaan | polisi | terhadap | mengenai | tersebut | berdasar | p> Ya | nanti | setelah | selesai | pemeriksaan | tentunya | lebih | lanjut | ujar | saat | dihubungi | Selasa | 2016) | Artis | Ungkap | Bahwa | Dirinya | Diperkosa | Sungguhan | Demi | Film | Populer | Bikin | Geger< | h4> Aldwin | menyampaikan | tuduhan | putri | mantan | Presiden | pertama | Soekarno | mengada | p> Sebab | harus | terencana | dengan | baik | Heboh | Lagi | Syahrini | Jatuh | Terjungkal | Gara | gara | Bersemangat | Menyapa | Rekan | rekannya< | h4> Tuduhan | saya | jauh | Karena | indikasikan | kalau | kegiatan | yang | tersencana | matang | Mengandalkan | power | ucap | p> Aldwin | menyat | kondisi | kesehatan | masih | Jika | kesehatannya | pulih | kooperatif | apabila | hendak | memintanya | untuk | memberi | keterangan | p> Bu | pemulihan | memang | siap | kembali | diperiksa | mengikuti | diklarifikasi | semua | kata | p> Polisi | menetapkan | tujuh | orang | permufakatan | p> Selain | ditetapkan | adalah | Kivlan | Zein | Ratna | Sarumpaet | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | juncto | KUHP | p> Dalam | penyidik | Polri | menemukan | ketujuh | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | atau | gagasan | berbau | hasutan | disalahartikan | dapat | menggulirkan | reaksi | pendapat | lain | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Penetapan | berkaitan | konten | dalam | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | menyebar | luas | diduga | menghasut | mengajak | masyarakat | agar | melakukan | (Achdi | Martin | Pratama | Kompas | com)< | p> |