Showing posts sorted by relevance for query terhadap. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query terhadap. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Instruksi Prabowo Subianto saat kadernya dituduh makar

Merdeka.com - Polisi menangkap 11 orang pada Jumat (2/12) dengan dugaan makar, penghinaan Presiden dan menyebar ujaran kebencian di media sosial. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal Kobar, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Kivlan Zein, Firza Huzein, Alvin Indra dan Ahmad Dhani.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Di antara sejumlah tokoh yang ditangkap memiliki hubungan dengan Partai Gerindra. Di antaranya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo Santjojo yang menjabat Ketua DPP Partai Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menginstruksikan agar partainya mengawal proses hukum dua kadernya Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo yang terjerat kasus dugaan makar terhadap Presiden Joko Widodo.

"Itu lah masalahnya saya juga sudah ngomong di beberapa media, apa yang saya sampaikan kami akan memantau mengikuti perkembangan khusus terhadap Bu Rachma," kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).

Prabowo siap pasang badan dan membela kadernya bila tuduhan yang diberikan kepada kedua kader itu tidak sesuai fakta.

"Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan yang dibebankan kepada Eko dan Bu Rachmawati," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Sedangkan Anggota Dewan Penasihat Gerindra Martin Hutabarat menegaskan, rencana makar yang dilakukan oleh Rachmawati dkk adalah hak perseorangan, bukan bagian dari agenda partai.

"Ini kan bukan persoalan Gerindra. Ini persoalan polisi dengan orang-orang yang dituduh makar. Dan, kan bukan partainya yang dipersoalkan oleh polisi. Ini kan hak-hak politik perorangan masyarakat, kan gitu. Kecuali kalau dia mengorganisir kegiatan Gerindra untuk melakukan rencana ini. Ini kan tidak. Ini hanya pribadi," jelas Martin.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Rachmawati, Eko dan Kivlan tidak ditahan oleh Polri. Martin membantah jika mereka tidak ditahan bukan karena memiliki kedekatan Prabowo Subianto.

"Oh enggak (ada kaitan dengan Prabowo) lah. Dia (Rachmawati) kan, mungkin karena dia anak pendiri negeri ini, anak Bung Karno yang mendirikan negeri ini, mungkin. Tapi kan sebenarnya alasannya karena sakit saja. Dan memang dia kan sedang sakit. Nggak ada persoalan kawan berkawan itu. Persoalannya karena dia sakit," tegasnya.

Martin menekankan, polisi harus memberikan bukti yang kuat soal pemufakatan jahat untuk melakukan makar itu. Sebab, jika mereka hanya menginginkan UUD kembali ke UUD 45, tidak bisa dikatakan makar. Apalagi kalau hanya menyurati DPR/MPR untuk meminta pergantian presiden dan wakil presiden.

Sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri juga telah menyampaikan segenap pembelaan atas tuduhan aksi makar yang dialamatkan terhadap dirinya. Dia membantah keras melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Dia menjelaskan sebagai anak dari Bung Karno, dirinya mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua. Dia pun membeberkan kronologi penangkapan terhadap dirinya.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Rachmawati juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya.

Baca juga:
Ini komentar Agus Yudhoyono soal 11 orang ditangkap diduga makar
Ini tanggapan Djoko Santoso soal penangkapan Kivlan Zen karena makar
Gerindra siap pasang badan bela Rachmawati dan Eko Sandjojo
Polri tegaskan penangkapan Hatta Taliwang masih terkait makar
Datangi Polda Metro, Yusril dampingi pemeriksaan Rizal Kobar-Jamran

[sho]

Rekomendasi Pilihan

"

| Instruksi | Prabowo | Subianto | saat | kadernya | dituduh | makar | Merdeka | strong> | Polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | dengan | dugaan | penghinaan | Presiden | menyebar | ujaran | kebencian | media | sosial | Mereka | adalah | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thahar | Kivlan | Zein | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Ahmad | Dhani | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Di | antara | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | memiliki | hubungan | Partai | Gerindra | antaranya | Wakil | Ketua | Umum | menjabat | Bidang | Pengkajian | Ideologi | p>Ketua | Subianto< | strong>< | menginstruksikan | agar | partainya | mengawal | proses | hukum | terjerat | kasus | terhadap | Joko | Widodo | p>Itu | masalahnya | saya | juga | ngomong | beberapa | sampaikan | kami | memantau | mengikuti | perkembangan | khusus | Rachma | kata | Desmond | Mahesa | Komplek | Parlemen | Senayan | Jakarta< | Kamis | p>Prabowo | siap | pasang | badan | membela | bila | tuduhan | diberikan | kepada | kedua | kader | sesuai | fakta | p>Kami | bereaksi | kalau | keadilan | dibebankan | tegas | Komisi | p>Sedangkan | Anggota | Dewan | Penasihat | Martin | Hutabarat | menegaskan | rencana | dilakukan | oleh | perseorangan | bukan | bagian | agenda | partai | p>Ini | persoalan | polisi | dipersoalkan | politik | perorangan | masyarakat | gitu | Kecuali | mengorganisir | kegiatan | untuk | melakukan | hanya | pribadi | jelas | p>Meski | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | ditahan | Polri | membantah | jika | karena | kedekatan | p>Oh | enggak | (ada | kaitan | Prabowo) | (Rachmawati) | mungkin | anak | pendiri | negeri | Bung | Karno | mendirikan | Tapi | sebenarnya | alasannya | sakit | memang | Nggak | kawan | berkawan | Persoalannya | tegasnya | p>Martin | menekankan | harus | memberikan | bukti | kuat | soal | pemufakatan | jahat | Sebab | menginginkan | kembali | dikat | Apalagi | menyurati | meminta | pergantian | presiden | wakil | p>Senya | menyampaikan | segenap | pembelaan | atas | aksi | dialamatkan | dirinya | keras | pemerintahan | Jokowi | p>Saya | bahwa | sama | sekali | upaya | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta | Selatan | Rabu | p>Dia | menjelaskan | mengetahui | batas | berkaitan | Bila | dituduhkan | negara | pasti | semua | membeberkan | kronologi | penangkapan | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Zulkifli | Hasan | dalam | rangka | aspirasi | selamatkan | NKRI | 1945 | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | bagaimana | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Rachmawati | adanya | transfer | dana | membiayai | mengaku | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | p> Baca | juga:< | strong>Ini | komentar | Agus | Yudhoyono | diduga | makar< | a>Ini | tanggapan | Djoko | Santoso | a>Gerindra | bela | Sandjojo< | a>Polri | tegaskan | Hatta | Taliwang | masih | terkait | a>Datangi | Polda | Metro | Yusril | dampingi | pemeriksaan | Jamran< | p> [sho]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

4 Fakta Kasus Makar dan UU ITE Ahmad Dhani Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelas orang tersebut adalah musikus Ahmad Dhani, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, mereka ditangkap karena punya tujuan menguasai gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Boy di Silang Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

Setelah sehari ditahan, beberapa orang akhirnya dibebaskan. Berikut empat fakta terkait dugaan upaya makar dan pelanggaran UU ITE;

Ditangkap di Tempat Berbeda

Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat upaya makar dan pelanggaran UU ITE, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau persisnya jelang aksi damai 2 Desember. Mereka ditangkap di lokasi berbeda antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.

Seperti Sri Bintang yang ditangkap di kediamannya, Cibubur, Jakarta Timur. Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (KZ) di rumahnya, Gading Griya Lestari Blok H 1 no 15 RT 02 RW 09, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara, musikus Ahmad Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Sedangkan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ditangkap Jelang Demo 212

Penangkapan 11 tersangka makar dan pelanggaran UU ITE tersebut, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau jelang aksi damai bela Islam jilid III di Monas, Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, alasan penangkapan dilakukan Jumat pagi, 2 Desember 2106 adalah untuk menjaga kemurnian niat ibadah jutaan umat yang berkumpul di Monas.

Sebab, kata Boy, polisi melihat ada indikasi pemanfaatan aksi damai 2 Desember itu untuk hal negatif oleh pihak tertentu.

"Kami tak ingin niat tulus alim ulama yang datang kegiatan doa di Silang Monas disusupi niat lain. Jadi kita cegah. Intinya tindakan hukum itu kita cegah," kata dia.

1 dari 3 halaman


Tiga Kasus Berbeda

Kepolisian langsung menetapkan tersangka kepada 11 orang yang ditangkap jelang aksi damai 2 Desember 2016. Mereka terlibat dalam tiga kasus berbeda, yakni terkait upaya makar, penghinaan terhadap presiden, dan pelanggaran UU ITE.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech (UU ITE), dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas. "Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir, yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 3 halaman


Tidak Semua Ditahan

Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"

| Fakta | Kasus | Makar | Ahmad | Dhani | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | tersangka | kasus | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | p> Sebelas | orang | tersebut | adalah | musikus | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | p>Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | menyat | ditangkap | karena | punya | tujuan | menguasai | gedung | p>Mereka | ingin | kata | Silang | Monas | Desember | 2016 | p>Setelah | sehari | ditahan | beberapa | akhirnya | dibebaskan | Berikut | empat | fakta | terkait | dugaan | upaya | makar | ITE;< | p>Ditangkap | Tempat | Berbeda< | strong>< | p>Sebanyak | yang | diduga | terlibat | pada | Jumat | dini | hari | Atau | persisnya | jelang | aksi | damai | Mereka | lokasi | berbeda | antara | pukul | p>Seperti | kediamannya | Cibubur | Timur | Aktivis | Hotel | Sari | Pacific | Pusat | Mayjen | Purnawirawan | (KZ) | rumahnya | Gading | Griya | Lestari | Blok | Pegangsaan | Kelapa | Utara | p>Sementara | Sedangkan | putri | Bung | Karno | Jati | Padang | Pasar | Minggu | Selatan | Jelang | Demo | 212< | p>Penangkapan | bela | Islam | jilid | Mabes | mengat | alasan | penangkapan | dilakukan | pagi | 2106 | untuk | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | jutaan | umat | berkumpul | p> Sebab | polisi | melihat | indikasi | pemanfaatan | negatif | oleh | pihak | tertentu | p>Kami | tulus | alim | ulama | datang | kegiatan | disusupi | lain | Jadi | cegah | Intinya | tind | hukum | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Tiga | h2> Kepolisian | langsung | menetapkan | kepada | dalam | tiga | yakni | penghinaan | terhadap | presiden | tokoh | aktivis | diamankan | kemarin | menjadi | Dari | jumlah | delapan | disangk | melakukan | hatespech | satu | lainnya | penguasa | p>Tujuh | ditetapkan | sebagai | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | Indra | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | p>Yang | pertama | papar | Sabtu | p>Kemudian | juga | ucapannya | YouTube | dijerat | dengan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p>Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p>Terakhir | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | November | p> 2 | div> Tidak | Semua | Ditahan< | h2> Polisi | memulangkan | tujuh | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | dipulangkan | total | Tujuh | Presiden | p>Tapi | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | p>Begitu | Apalagi | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | p>Tiga | kini | telah | Salah | satunya | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Depok | p>Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | ucap | p>Selain | perkara | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | div> |

Monday, December 5, 2016

4 Fakta Kasus Makar dan UU ITE Ahmad Dhani Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelas orang tersebut adalah musikus Ahmad Dhani, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, mereka ditangkap karena punya tujuan menguasai gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Boy di Silang Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

Setelah sehari ditahan, beberapa orang akhirnya dibebaskan. Berikut empat fakta terkait dugaan upaya makar dan pelanggaran UU ITE;

Ditangkap di Tempat Berbeda

Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat upaya makar dan pelanggaran UU ITE, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau persisnya jelang aksi damai 2 Desember. Mereka ditangkap di lokasi berbeda antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.

Seperti Sri Bintang yang ditangkap di kediamannya, Cibubur, Jakarta Timur. Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (KZ) di rumahnya, Gading Griya Lestari Blok H 1 no 15 RT 02 RW 09, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara, musikus Ahmad Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Sedangkan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ditangkap Jelang Demo 212

Penangkapan 11 tersangka makar dan pelanggaran UU ITE tersebut, ditangkap pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016. Atau jelang aksi damai bela Islam jilid III di Monas, Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, alasan penangkapan dilakukan Jumat pagi, 2 Desember 2106 adalah untuk menjaga kemurnian niat ibadah jutaan umat yang berkumpul di Monas.

Sebab, kata Boy, polisi melihat ada indikasi pemanfaatan aksi damai 2 Desember itu untuk hal negatif oleh pihak tertentu.

"Kami tak ingin niat tulus alim ulama yang datang kegiatan doa di Silang Monas disusupi niat lain. Jadi kita cegah. Intinya tindakan hukum itu kita cegah," kata dia.

1 dari 3 halaman


Tiga Kasus Berbeda

Kepolisian langsung menetapkan tersangka kepada 11 orang yang ditangkap jelang aksi damai 2 Desember 2016. Mereka terlibat dalam tiga kasus berbeda, yakni terkait upaya makar, penghinaan terhadap presiden, dan pelanggaran UU ITE.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech (UU ITE), dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas. "Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir, yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 3 halaman


Tidak Semua Ditahan

Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"

| Fakta | Kasus | Makar | Ahmad | Dhani | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | tersangka | kasus | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | p> Sebelas | orang | tersebut | adalah | musikus | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | p>Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | menyat | ditangkap | karena | punya | tujuan | menguasai | gedung | p>Mereka | ingin | kata | Silang | Monas | Desember | 2016 | p>Setelah | sehari | ditahan | beberapa | akhirnya | dibebaskan | Berikut | empat | fakta | terkait | dugaan | upaya | makar | ITE;< | p>Ditangkap | Tempat | Berbeda< | strong>< | p>Sebanyak | yang | diduga | terlibat | pada | Jumat | dini | hari | Atau | persisnya | jelang | aksi | damai | Mereka | lokasi | berbeda | antara | pukul | p>Seperti | kediamannya | Cibubur | Timur | Aktivis | Hotel | Sari | Pacific | Pusat | Mayjen | Purnawirawan | (KZ) | rumahnya | Gading | Griya | Lestari | Blok | Pegangsaan | Kelapa | Utara | p>Sementara | Sedangkan | putri | Bung | Karno | Jati | Padang | Pasar | Minggu | Selatan | Jelang | Demo | 212< | p>Penangkapan | bela | Islam | jilid | Mabes | mengat | alasan | penangkapan | dilakukan | pagi | 2106 | untuk | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | jutaan | umat | berkumpul | p> Sebab | polisi | melihat | indikasi | pemanfaatan | negatif | oleh | pihak | tertentu | p>Kami | tulus | alim | ulama | datang | kegiatan | disusupi | lain | Jadi | cegah | Intinya | tind | hukum | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Tiga | h2> Kepolisian | langsung | menetapkan | kepada | dalam | tiga | yakni | penghinaan | terhadap | presiden | tokoh | aktivis | diamankan | kemarin | menjadi | Dari | jumlah | delapan | disangk | melakukan | hatespech | satu | lainnya | penguasa | p>Tujuh | ditetapkan | sebagai | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | Indra | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | p>Yang | pertama | papar | Sabtu | p>Kemudian | juga | ucapannya | YouTube | dijerat | dengan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p>Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p>Terakhir | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | November | p> 2 | div> Tidak | Semua | Ditahan< | h2> Polisi | memulangkan | tujuh | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | dipulangkan | total | Tujuh | Presiden | p>Tapi | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | p>Begitu | Apalagi | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | p>Tiga | kini | telah | Salah | satunya | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Depok | p>Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | ucap | p>Selain | perkara | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | div> |

Thursday, December 8, 2016

Mereka yang Ditindak Pasal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap 11 orang terkait dugaan makar dan pelanggaran UU ITE pada Jumat pagi, 2 Desember 2016. Mereka merupakan aktivis dan tokoh nasional yang dianggap akan memanfaatkan aksi super damai 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk berbuat makar.

Ke-11 orang ini disangka melanggar pasal berbeda. Ada yang diduga berbuat makar dan bermufakat jahat, penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, serta ujaran kebencian yang mengandung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Tujuh tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam. Sedangkan, tiga lainnya tetap ditahan. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, seorang politikus senior yang sangat vokal di era Soeharto, kemudian Jamran dan Rizal Kobar yang merupakan pengurus ormas. 

Makar merupakan perbuatan yang dianggap kejahatan terhadap keamanan negara. Ini termaktub dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Beberapa pasal memilah-milah jenis tindakan makar; makar terhadap keselamatan presiden dan wakil terdapat dalam Pasal 104 KUHP, makar terhadap sebagian wilayah Indonesia dalam Pasal 106 KUHP, hingga makar terhadap pemerintah yang sah dalam Pasal 107 KUHP.

Saat ini, pasal yang ramai digunakan untuk menindak makar ialah Pasal 106 KUHP. Pasal ini banyak digunakan untuk menjerat pelaku makar yang biasanya berulah di wilayah rawan konflik di Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku Selatan. Sementara, kasus makar yang muncul pascademo 212 diduga hendak menggulingkan pemerintahan Presiden Jokowi. 

"

| Mereka | yang | Ditindak | Pasal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polisi | menangkap | orang | terkait | dugaan | makar< | pelanggaran | pada | Jumat | pagi | Desember | 2016 | merup | aktivis | tokoh | nasional | dianggap | memanfaatkan | aksi | super | damai | kawasan | Monas | Pusat | untuk | berbuat | makar | p> Ke | disangka | melanggar | pasal | berbeda | diduga | bermufakat | jahat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | serta | ujaran | kebencian | mengandung | suku | agama | antargolongan | (SARA) | p> Tujuh | tersangka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | hampir | 1x24 | Sedangkan | tiga lainnya | tetap | ditahan | adalah Sri | Bintang | Pamungkas< | seorang | politikus | senior | sangat | vokal | Soeharto |  kemudian | Jamran | Rizal | Kobar | pengurus | ormas | p> < | p> Makar< | a> merup | perbuatan | kejahatan | keamanan | negara | termaktub | dalam Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | Beberapa | memilah | milah | jenis | tind makar; | keselamatan | presiden | wakil | terdapat | dalam | KUHP | sebagian | wilayah | Indonesia | pemerintah | p> Saat | ramai | digun | menindak | ialah | banyak | menjerat | pelaku | biasanya | berulah | di wilayah | rawan | konflik | Timur | seperti Papua | Maluku | Selatan | Sementara | kasus | muncul | pascademo | hendak | menggulingkan | pemerintahan | Jokowi | p> |

Mereka yang Ditindak Pasal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap 11 orang terkait dugaan makar dan pelanggaran UU ITE pada Jumat pagi, 2 Desember 2016. Mereka merupakan aktivis dan tokoh nasional yang dianggap akan memanfaatkan aksi super damai 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk berbuat makar.

Ke-11 orang ini disangka melanggar pasal berbeda. Ada yang diduga berbuat makar dan bermufakat jahat, penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, serta ujaran kebencian yang mengandung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Tujuh tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam. Sedangkan, tiga lainnya tetap ditahan. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, seorang politikus senior yang sangat vokal di era Soeharto, kemudian Jamran dan Rizal Kobar yang merupakan pengurus ormas. 

Makar merupakan perbuatan yang dianggap kejahatan terhadap keamanan negara. Ini termaktub dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Beberapa pasal memilah-milah jenis tindakan makar; makar terhadap keselamatan presiden dan wakil terdapat dalam Pasal 104 KUHP, makar terhadap sebagian wilayah Indonesia dalam Pasal 106 KUHP, hingga makar terhadap pemerintah yang sah dalam Pasal 107 KUHP.

Saat ini, pasal yang ramai digunakan untuk menindak makar ialah Pasal 106 KUHP. Pasal ini banyak digunakan untuk menjerat pelaku makar yang biasanya berulah di wilayah rawan konflik di Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku Selatan. Sementara, kasus makar yang muncul pascademo 212 diduga hendak menggulingkan pemerintahan Presiden Jokowi. 

"

| Mereka | yang | Ditindak | Pasal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polisi | menangkap | orang | terkait | dugaan | makar< | pelanggaran | pada | Jumat | pagi | Desember | 2016 | merup | aktivis | tokoh | nasional | dianggap | memanfaatkan | aksi | super | damai | kawasan | Monas | Pusat | untuk | berbuat | makar | p> Ke | disangka | melanggar | pasal | berbeda | diduga | bermufakat | jahat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | serta | ujaran | kebencian | mengandung | suku | agama | antargolongan | (SARA) | p> Tujuh | tersangka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | hampir | 1x24 | Sedangkan | tiga lainnya | tetap | ditahan | adalah Sri | Bintang | Pamungkas< | seorang | politikus | senior | sangat | vokal | Soeharto |  kemudian | Jamran | Rizal | Kobar | pengurus | ormas | p> < | p> Makar< | a> merup | perbuatan | kejahatan | keamanan | negara | termaktub | dalam Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | Beberapa | memilah | milah | jenis | tind makar; | keselamatan | presiden | wakil | terdapat | dalam | KUHP | sebagian | wilayah | Indonesia | pemerintah | p> Saat | ramai | digun | menindak | ialah | banyak | menjerat | pelaku | biasanya | berulah | di wilayah | rawan | konflik | Timur | seperti Papua | Maluku | Selatan | Sementara | kasus | muncul | pascademo | hendak | menggulingkan | pemerintahan | Jokowi | p> |

Saturday, December 3, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |