Showing posts sorted by relevance for query Enggak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Enggak. Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Diperiksa Karena Dugaan Makar, Kivlan Zein: Senang Karena ini Politik

Jakarta - Mayjend (Purn) TNI Kivlan Zein mengaku hanya diundang oleh penyidik ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Namun, dia menampik terlibat dengan aksi yang berkaitan dengan makar.

"Saya enggak dicekal, paspor enggak diambil. Saya datang ke sini diundang," kata Kivlan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (3/12/2016).

Kivlan menyebut tidak hadir pada kegiatan 1 Desember itu. Jenderal bintang dua itu mengatakan pemeriksaan berlangsung cair.

"Saya tanggal 1 Desember enggak di acara hotel itu. Saya ada rapat di FPI tentang pengamanan. Kalau ditangkap saya diborgrol. Kita ketawa-ketiwi di sana," jelas dia.

Ketika ditanya tanggapan terkait penangkapannya, Kivlan mengaku senang. Pasalnya dia tidak terlibat narkoba atau pencurian.

"Senang. Karena ini politik. Kalau tersangka curi ayam, narkoba, sedih saya. Kalau politik harus bangga karena untuk kepentingan bangsa, perubahan dan keadilan," kata dia.

Lantas apakah ada upaya untuk menuntut penyidik kepolisian?

"Enggak ada. Saya juga dulu pernah kaya gini terhadap orang lain. Sadar juga. Ini untuk kepentingan kemanan negara. Aparat harus mementingkan kemanan," tegasnya.

(ams/jor)

"

| Diperiksa | Karena | Dugaan | Makar, | Kivlan | Zein: | Senang | Politik | Jakarta< | strong> | Mayjend | (Purn) | Zein | mengaku | hanya | diundang | oleh | penyidik | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Namun | menampik | terlibat | dengan | aksi | yang | berkaitan | makar | Saya | enggak | dicekal | paspor | diambil | datang | sini | kata | Sabtu | 2016) | p>Kivlan | menyebut | hadir | pada | kegiatan | Desember | Jenderal | bintang | mengat | pemeriksaan | berlangsung | cair | p>Saya | tanggal | acara | hotel | rapat | tentang | pengamanan | Kalau | ditangkap | saya | diborgrol | Kita | ketawa | ketiwi | sana | jelas | p>Ketika | ditanya | tanggapan | terkait | penangkapannya | senang | Pasalnya | narkoba | atau | pencurian | p>Senang | politik | tersangka | curi | ayam | sedih | harus | bangga | karena | untuk | kepentingan | bangsa | perubahan | keadilan | p>Lantas | apakah | upaya | menuntut | kepolisian | p>Enggak | juga | dulu | pernah | kaya | gini | terhadap | orang | lain | Sadar | kemanan | negara | Aparat | mementingkan | tegasnya | p>(ams | jor)< |

Wednesday, December 7, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Thursday, December 8, 2016

Ini Kondisi Terkini Aktivis Terduga Makar : Okezone News

JAKARTA - Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penahanan terhadap aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) karena dugaan makar. Namun selain SBP, Rizal dan Jamran pun masih mendekam di rutan Polda Metro Jaya karena melanggar UU ITE.

Direktur Tahanan dan Penitipan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan kondisi ketiga tersangka tersebut terus dipantau kesehatannya. 

BERITA REKOMENDASI


"Mereka sehat kok, kondisi sehat enggak ada masalah," ujar Barnabas ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016). 

Diakatakan Barnabas, ketika dijebloskan kedalam sel tahanan ketiga tersangka tersebut sudah dijenguk oleh keluarga dan juga rekan-rekannya. "Sudah, sama keluarga dan rekan-rekannya. Kita kan punya jam besuk di hari Senin sampai Kamis, ya antara hari-hari itu, saya enggak hafal hari apanya," ungkapnya.

Namun ketika ditanya tentang SBP dicampur tahanan narkotika, Barnabas tidak mengelak. Meskipun dicampur dengan tahanan narkotika, Barnabas menegaskan kalau aktivis itu mendapatkan ruangan yang lumayan besar.

"Iya betul (campur dengan narkotika). Gini lho, rutan narkoba itu rutan paling gede di Polda Metro Jaya kan itu 4 lantai kita taruh di tempat yang paling bagus yang layak dipisah dengan tahanan narkoba yang lain," jelasnya.

Sementara lain untuk tersangka Rizal dan Jamran pihak kepolisian menyatukannya di dalam sel. "Tahanan enggak boleh sendiri-sendiri. Berdua dengan tahanan lain, untuk adik kakak itu itu ya berdua," tutupnya. (sym)

"

| Kondisi | Terkini | Aktivis | Terduga | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Pihak | kepolisian | saat | masih | melakukan | penahanan | terhadap | aktivis | Bintang | Pamungkas | (SBP) | karena | dugaan | makar | Namun | selain | Rizal | Jamran | mendekam | rutan | Polda | Metro | Jaya | melanggar | p> Direktur | Tahanan | Penitipan | Barang | Bukti | (Tahti) | AKBP | Barnabas | mengat | kondisi | ketiga | tersangka | tersebut | terus | dipantau | kesehatannya | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Mereka | sehat | enggak< | masalah | ujar | ketika | dikonfirmasi | wartawan | Mapolda | Kamis | 2016) | p> Diakat | dijebloskan | kedalam | tahanan | dijenguk | oleh | keluarga | juga | rekan | rekannya | Sudah | sama | Kita | punya | besuk | hari | Senin | sampai | antara | saya | enggak | hafal | apanya | ungkapnya | p> Namun | ditanya | tentang | dicampur | narkotika | mengelak | Meskipun | dengan | menegaskan | kalau | mendapatkan | ruangan | yang | lumayan | besar | p> Iya | betul | (campur | narkotika) | Gini | lho< | narkoba | paling | gede< | lantai | taruh | tempat | bagus | layak | dipisah | lain | jelasnya | p> Sementara | untuk | pihak | menyatukannya | dalam | boleh | sendiri | Berdua | adik | kakak | berdua | tutupnya |  (sym)< | strong>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |

Saturday, December 3, 2016

Kivlan Zein: Saya Kok Dituduh Makar, Padahal Dulu Saya yang Menangkap Pelaku Makar

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Saya | Dituduh | Makar, | Padahal | Dulu | yang | Menangkap | Pelaku | Makar | SERAMBINEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik |  Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Kivlan Zein: Dulu Saya yang Menangkapi Pelaku Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Dulu | Saya | yang | Menangkapi | Pelaku | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar< | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik | em>Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Wednesday, December 7, 2016

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |