Showing posts sorted by date for query respons. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query respons. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Komisi III DPR Dukung Langkah Polri Soal Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Anggota Komisi III DPR Aziz Syamsudin mendukung langkah kepolisian mengamankan 11 tokoh dan aktivis terkait dugaan makar. Ia bahkan mengapresiasi respons cepat Polri, khususnya Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu yang dianggap bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya masih menaruh apresiasi yang tinggi pada penegak hukum dalam melakukan tugas dan kewenangannya secara profesional berdasarkan ketentuan dan aturan perundang-undangan,” kata Aziz saat dihubungi Rabu (7/12/2016).

Politisi Partai Golkar ini menilai, polisi tentunya punya alasan untuk menangkap dan menetapkan delapan dari 11 tokoh dan aktivis sebagai tersangka. “Tentu penegak hukum punya alasan, punya petunjuk dan punya bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegasnya.

Aziz juga menaruh hormat terkait sikap TNI yang tetap solid, meski ada dua purnawirawan yang ikut ditangkap. “TNI dalam fungsi dan tugasnya yang diatur dalam undang-undang kan (memang) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Apresiasi yang tinggi pada Polda Metro Jaya turut disampaikan Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin. “Sebab kita tahu makar tidak hanya berbahaya dalam konteks politik, namun juga dalam aspek ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga siapapun yang mau mencoba melakukan makar, maka sudah menjadi tugas kepolisian untuk menegakkan aturannya,” jelas Zakir.

Pasukan Asmaul Husna sebenarnya sudah ada sejak 2008 lalu. (Bintang.com/Nurwahyunan)

Apresiasi serupa juga dialamatkan Zakir kepada TNI. “TNI tetap Konsekuen terhadap tangungjawabnya dalam mempertahankan negara. Pernyataan Pangdam Jaya saya kira sudah menjadi kesimpulan bahwa isu keberatan TNI terkait penangkapan para purnawirawan TNI tidak benar,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menganut prinsip Hukum Equality Before The Law. “Artinya semua warga negara sama kedudukannya di hadapan Hukum, sehingga tidak ada satupun yang kebal hukum. Ketika dianggap melanggar hukum, itu sudah menjadi tugas polisi untuk memprosesnya,” pungkas Zakir.

Kapolda Metro Jaya Mochammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana | foto : istimewa

Seperti diketahui  Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB.

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

"

| Komisi | Dukung | Langkah | Polri | Soal | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Anggota | DPR< | a> Aziz | Syamsudin | mendukung | langkah | kepolisian | mengamankan | tokoh | aktivis | terkait | dugaan | makar | bahkan | mengapresiasi | respons | cepat | khususnya | Polda | Metro | Jaya | dalam | mengantisipasi | terjadinya | sesuatu | yang | dianggap | mengganggu | keamanan | ketertiban | masyarakat | p> “Saya | masih | menaruh | apresiasi | tinggi | pada | penegak | hukum | melakukan | tugas | kewenangannya | secara | profesional | berdasarkan | ketentuan | aturan | perundang | undangan | kata | Aziz | saat | dihubungi | Rabu | 2016) | p> Politisi | Partai | Golkar | menilai | polisi | tentunya | punya | alasan | untuk | menangkap | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | “Tentu | petunjuk | bukti | seseorang | tegasnya | p> Aziz | juga | hormat | sikap | tetap | solid | meski | purnawirawan | ikut | ditangkap | “TNI | fungsi | tugasnya | diatur | undang | (memang) | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | katanya | p> Apresiasi | turut | disampaikan | Praktisi | Hukum | Zakir | Rasyidin | “Sebab | tahu | hanya | berbahaya | konteks | politik | aspek | ekonomi | maupun | sosial | budaya | siapapun | mencoba | maka | menjadi | menegakkan | aturannya | jelas | p> < | serupa | dialamatkan | kepada | Konsekuen | terhadap | tangungjawabnya | mempertahankan | negara | Pernyataan | Pangdam | saya | kira | kesimpulan | bahwa | keberatan | penangkapan | para | benar | p> Menurutnya | menganut | prinsip | Equality | Before | “Artinya | semua | warga | sama | kedudukannya | hadapan | satupun | kebal | Ketika | melanggar | memprosesnya | pungkas | p> Seperti | diketahui |  Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | orang | Mereka | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yaitu | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar< | a> dan | pemufakatan | Jahat | p> Polisi | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | Penguasa | p> |

Tuesday, December 6, 2016

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |