Showing posts sorted by relevance for query cepat. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cepat. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Komisi III DPR Dukung Langkah Polri Soal Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Anggota Komisi III DPR Aziz Syamsudin mendukung langkah kepolisian mengamankan 11 tokoh dan aktivis terkait dugaan makar. Ia bahkan mengapresiasi respons cepat Polri, khususnya Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu yang dianggap bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya masih menaruh apresiasi yang tinggi pada penegak hukum dalam melakukan tugas dan kewenangannya secara profesional berdasarkan ketentuan dan aturan perundang-undangan,” kata Aziz saat dihubungi Rabu (7/12/2016).

Politisi Partai Golkar ini menilai, polisi tentunya punya alasan untuk menangkap dan menetapkan delapan dari 11 tokoh dan aktivis sebagai tersangka. “Tentu penegak hukum punya alasan, punya petunjuk dan punya bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegasnya.

Aziz juga menaruh hormat terkait sikap TNI yang tetap solid, meski ada dua purnawirawan yang ikut ditangkap. “TNI dalam fungsi dan tugasnya yang diatur dalam undang-undang kan (memang) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Apresiasi yang tinggi pada Polda Metro Jaya turut disampaikan Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin. “Sebab kita tahu makar tidak hanya berbahaya dalam konteks politik, namun juga dalam aspek ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga siapapun yang mau mencoba melakukan makar, maka sudah menjadi tugas kepolisian untuk menegakkan aturannya,” jelas Zakir.

Pasukan Asmaul Husna sebenarnya sudah ada sejak 2008 lalu. (Bintang.com/Nurwahyunan)

Apresiasi serupa juga dialamatkan Zakir kepada TNI. “TNI tetap Konsekuen terhadap tangungjawabnya dalam mempertahankan negara. Pernyataan Pangdam Jaya saya kira sudah menjadi kesimpulan bahwa isu keberatan TNI terkait penangkapan para purnawirawan TNI tidak benar,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menganut prinsip Hukum Equality Before The Law. “Artinya semua warga negara sama kedudukannya di hadapan Hukum, sehingga tidak ada satupun yang kebal hukum. Ketika dianggap melanggar hukum, itu sudah menjadi tugas polisi untuk memprosesnya,” pungkas Zakir.

Kapolda Metro Jaya Mochammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana | foto : istimewa

Seperti diketahui  Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB.

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

"

| Komisi | Dukung | Langkah | Polri | Soal | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Anggota | DPR< | a> Aziz | Syamsudin | mendukung | langkah | kepolisian | mengamankan | tokoh | aktivis | terkait | dugaan | makar | bahkan | mengapresiasi | respons | cepat | khususnya | Polda | Metro | Jaya | dalam | mengantisipasi | terjadinya | sesuatu | yang | dianggap | mengganggu | keamanan | ketertiban | masyarakat | p> “Saya | masih | menaruh | apresiasi | tinggi | pada | penegak | hukum | melakukan | tugas | kewenangannya | secara | profesional | berdasarkan | ketentuan | aturan | perundang | undangan | kata | Aziz | saat | dihubungi | Rabu | 2016) | p> Politisi | Partai | Golkar | menilai | polisi | tentunya | punya | alasan | untuk | menangkap | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | “Tentu | petunjuk | bukti | seseorang | tegasnya | p> Aziz | juga | hormat | sikap | tetap | solid | meski | purnawirawan | ikut | ditangkap | “TNI | fungsi | tugasnya | diatur | undang | (memang) | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | katanya | p> Apresiasi | turut | disampaikan | Praktisi | Hukum | Zakir | Rasyidin | “Sebab | tahu | hanya | berbahaya | konteks | politik | aspek | ekonomi | maupun | sosial | budaya | siapapun | mencoba | maka | menjadi | menegakkan | aturannya | jelas | p> < | serupa | dialamatkan | kepada | Konsekuen | terhadap | tangungjawabnya | mempertahankan | negara | Pernyataan | Pangdam | saya | kira | kesimpulan | bahwa | keberatan | penangkapan | para | benar | p> Menurutnya | menganut | prinsip | Equality | Before | “Artinya | semua | warga | sama | kedudukannya | hadapan | satupun | kebal | Ketika | melanggar | memprosesnya | pungkas | p> Seperti | diketahui |  Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | orang | Mereka | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yaitu | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar< | a> dan | pemufakatan | Jahat | p> Polisi | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | Penguasa | p> |

Friday, December 2, 2016

Tersangka Makar Ditangkap, Ini Kritik Prabowo untuk Elite Negara

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyarankan aparat penegak hukum-- sebagai kepanjangan tangan pemerintah--untuk berhati-hati dalam penangkapan kasus dugaan makar.

Prabowo menekankan agar hukum dapat diterapkan secara adil kepada semua kalangan, baik kepada kalangan elite maupun rakyat bawah.

"Selalu saya anjurkan bahwa kita bertindak selalu dengan hati-hati dan dengan seadil-adilnya," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

"Jadi saya lihat, bangsa Indonesia ini sering elite-elite tidak punya empati kepada rakyat bawah," tegas dia.

Menurut Prabowo, jika rasa empati sudah pudar, bangsa Indonesia mudah menjalankan sesuai rekayasa.

"Dengan tidak punya empati, kita juga punya sifat sering rekayasa, sering nipu, sering bohong," ujar dia.

Jika sudah demikian, kata Prabowo, kepercayaan dan dukungan dari rakyat akan hilang kepada pemerintah dan elite politik.

"Kalau sudah ada ketidakpercayaan pada sistem, lembaga negara, ini repot. Kita tidak bisa bernegara berbangsa dengan baik," kata dia.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, untuk melaksanakan kehidupan bernegara dibutuhkan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.

"Kita harus timbulkan masyarakat yang adil. Adil artinya harus dibangun atas dasar kebersihan, kejujuran. Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat kalau rakyat tidak percaya dengan sistem itu," kata dia.

"Itu yang saya anjurkan di semua pihak untuk adil, hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu yang cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin yang punya uang dan becking yang banyak, tidak diperlakukan dengan sama," tandas Prabowo.

Sebanyak 10 orang ditangkap atas dugaan makar dan mendompleng aksi damai 2 Desember. Polisi menyatakan sudah mengendus upaya makar tersebut sejak tiga minggu lalu. Mereka diduga akan menduduki Gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Silang Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Sementara, Karopenmas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang ditangkap terkait dugaan makar ada delapan orang. Mereka berinisial AD, E, AD, KZ, RS, RA, SB, dan RK. Sedangkan dua orang berinisial JA dengan RK terkait pelanggaran UU ITE.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Sedangkan dua orang dengan inisial JA dengan RK dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat 2 Desember.

Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"

| Tersangka | Makar | Ditangkap, | Kritik | Prabowo | untuk | Elite | Negara | Liputan6 | Jakarta | strong> | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Subianto | menyarankan | aparat | penegak | hukum | sebagai | kepanjangan | tangan | pemerintah | berhati | hati | dalam | penangkapan | kasus | dugaan | makar< | p> Prabowo | menekankan | agar | dapat | diterapkan | secara | adil | kepada | semua | kalangan | baik | elite | maupun | rakyat | bawah | p> Selalu | saya | anjurkan | bahwa | kita | bertindak | selalu | dengan | seadil | adilnya | kata | Kantor | Ragunan | Selatan | Jumat | 2016) | p> Jadi | lihat | bangsa | Indonesia | sering | tidak | punya | empati | tegas | p> Menurut | jika | rasa | sudah | pudar | mudah | menjalankan | sesuai | rekayasa | p> Dengan | juga | sifat | nipu | bohong | ujar | p> Jika | demikian | kepercayaan | dukungan | dari | akan | hilang | politik | p> Kalau | ketidakpercayaan | pada | sistem | lembaga | negara | repot | Kita | bisa | bernegara | berbangsa | mantan | Danjen | Kopassus | melaksanakan | kehidupan | dibutuhkan | antara | pemimpin | rakyatnya | p> Kita | harus | timbulkan | masyarakat | yang | Adil | artinya | dibangun | atas | dasar | kebersihan | kejujuran | Kalau | rusak | jangan | salahkan | kalau | percaya | p> Itu | pihak | Jangan | hanya | orang | tertentu | cepat | disalahkan | tapi | mungkin | uang | becking< | banyak | diperlakukan | sama | tandas | p> Sebanyak | ditangkap | dugaan makar< | mendompleng | aksi | damai | Desember | Polisi | menyatakan | mengendus | upaya | makar | tersebut | sejak | tiga | minggu | lalu | Mereka | diduga | menduduki | Gedung | p> Mereka | ingin | menguasai | gedung | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | Silang | Monas | 2016 | p> Sementara | Karopenmas | Kombes | Rikwanto | mengatakan | mereka | terkait | delapan | berinisial | Sedangkan | pelanggaran | p> Delapan | antaranya | dikenakan | tuduhan | Pasal | junto | KUHP | inisial | Mabes | p> Saat | diamankan | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | p> |

Tersangka Makar Ditangkap, Ini Kritik Prabowo untuk Elite Negara

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyarankan aparat penegak hukum-- sebagai kepanjangan tangan pemerintah--untuk berhati-hati dalam penangkapan kasus dugaan makar.

Prabowo menekankan agar hukum dapat diterapkan secara adil kepada semua kalangan, baik kepada kalangan elite maupun rakyat bawah.

"Selalu saya anjurkan bahwa kita bertindak selalu dengan hati-hati dan dengan seadil-adilnya," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

"Jadi saya lihat, bangsa Indonesia ini sering elite-elite tidak punya empati kepada rakyat bawah," tegas dia.

Menurut Prabowo, jika rasa empati sudah pudar, bangsa Indonesia mudah menjalankan sesuai rekayasa.

"Dengan tidak punya empati, kita juga punya sifat sering rekayasa, sering nipu, sering bohong," ujar dia.

Jika sudah demikian, kata Prabowo, kepercayaan dan dukungan dari rakyat akan hilang kepada pemerintah dan elite politik.

"Kalau sudah ada ketidakpercayaan pada sistem, lembaga negara, ini repot. Kita tidak bisa bernegara berbangsa dengan baik," kata dia.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, untuk melaksanakan kehidupan bernegara dibutuhkan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.

"Kita harus timbulkan masyarakat yang adil. Adil artinya harus dibangun atas dasar kebersihan, kejujuran. Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat kalau rakyat tidak percaya dengan sistem itu," kata dia.

"Itu yang saya anjurkan di semua pihak untuk adil, hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu yang cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin yang punya uang dan becking yang banyak, tidak diperlakukan dengan sama," tandas Prabowo.

Sebanyak 10 orang ditangkap atas dugaan makar dan mendompleng aksi damai 2 Desember. Polisi menyatakan sudah mengendus upaya makar tersebut sejak tiga minggu lalu. Mereka diduga akan menduduki Gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Silang Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Sementara, Karopenmas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang ditangkap terkait dugaan makar ada delapan orang. Mereka berinisial AD, E, AD, KZ, RS, RA, SB, dan RK. Sedangkan dua orang berinisial JA dengan RK terkait pelanggaran UU ITE.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Sedangkan dua orang dengan inisial JA dengan RK dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat 2 Desember.

Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"

| Tersangka | Makar | Ditangkap, | Kritik | Prabowo | untuk | Elite | Negara | Liputan6 | Jakarta | strong> | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Subianto | menyarankan | aparat | penegak | hukum | sebagai | kepanjangan | tangan | pemerintah | berhati | hati | dalam | penangkapan | kasus | dugaan | makar< | p> Prabowo | menekankan | agar | dapat | diterapkan | secara | adil | kepada | semua | kalangan | baik | elite | maupun | rakyat | bawah | p> Selalu | saya | anjurkan | bahwa | kita | bertindak | selalu | dengan | seadil | adilnya | kata | Kantor | Ragunan | Selatan | Jumat | 2016) | p> Jadi | lihat | bangsa | Indonesia | sering | tidak | punya | empati | tegas | p> Menurut | jika | rasa | sudah | pudar | mudah | menjalankan | sesuai | rekayasa | p> Dengan | juga | sifat | nipu | bohong | ujar | p> Jika | demikian | kepercayaan | dukungan | dari | akan | hilang | politik | p> Kalau | ketidakpercayaan | pada | sistem | lembaga | negara | repot | Kita | bisa | bernegara | berbangsa | mantan | Danjen | Kopassus | melaksanakan | kehidupan | dibutuhkan | antara | pemimpin | rakyatnya | p> Kita | harus | timbulkan | masyarakat | yang | Adil | artinya | dibangun | atas | dasar | kebersihan | kejujuran | Kalau | rusak | jangan | salahkan | kalau | percaya | p> Itu | pihak | Jangan | hanya | orang | tertentu | cepat | disalahkan | tapi | mungkin | uang | becking< | banyak | diperlakukan | sama | tandas | p> Sebanyak | ditangkap | dugaan makar< | mendompleng | aksi | damai | Desember | Polisi | menyatakan | mengendus | upaya | makar | tersebut | sejak | tiga | minggu | lalu | Mereka | diduga | menduduki | Gedung | p> Mereka | ingin | menguasai | gedung | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | Silang | Monas | 2016 | p> Sementara | Karopenmas | Kombes | Rikwanto | mengatakan | mereka | terkait | delapan | berinisial | Sedangkan | pelanggaran | p> Delapan | antaranya | dikenakan | tuduhan | Pasal | junto | KUHP | inisial | Mabes | p> Saat | diamankan | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | p> |

Thursday, December 8, 2016

Hatta Taliwang Tertawa Saat Ditangkap dengan Dugaan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Polda Metro Jaya menangkap Hatta Taliwang lantaran diduga terlibat rencana makar di Rumah Susun Bendungan Hilir II, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016) dini hari.

Ketua RT 01, RW 08 Rusun Benhil II, Karman, mengungkapkan, penangkapan terhadap Hatta berlangsung santai dan tidak ada aksi perlawanan sedikitpun.

Karman menceritakan kronologi penangkapan Hatta. Menurutnya aparat polisi sekitar empat orang, datang ke unitnya sekitar pukul 01.15 dini Hari, Kamis.

"Saya tanya, 'mau apa?', saya tanya surat penangkapan juga saat mereka bilang minta diantar ke unit Pak Hatta," kata dia.

Saat tahu, mereka adalah polisi, lantas Karman mengantar Hatta ke unitnya di Blok C Lantai 2, dan mengetuk kamar Hatta. Saat itu, kata dia, Hatta belum tidur.

"Prosesnya cepat, pintu dibuka sama Pak Hatta, langsung suruh baca surat penangkapan, terus diminta tanda tangan sama Pak Hatta," cerita Karman.

Menurut Karman, tidak banyak sanggahan dan pertanyaan yang keluar dari mulut Hatta, yang ada, Karman melihat wajah semringah Hatta saat menandatangani surat penangkapan.

"Jadi gak ada perlawanan, malah Pak Hatta ketawa-ketawa saja," kata dia.

Proses penangkapan terhadap Hatta, kata Karman, berlangsung sekitar satu jam.

"Polisi melakukan penggeledahan juga, cari-cari berkas, dan ada beberapa berkas yang dibawa," kata dia. (Baca: Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi)

Sekitar pukul 02.30 WIB, kata Karman, Hatta kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa diborgol.

"Dibawa pake mobil polisi, saat saya ke bawah ternyata polisinya banyak ada sekitar 12 orang," kata dia.

Kini, Hatta, telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Acep Nazmudin)

Kompas TV 10 Tokoh Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Makar

"

| Hatta | Taliwang | Tertawa | Saat | Ditangkap | dengan | Dugaan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Aparat | Polda | Metro | Jaya | menangkap | lantaran | diduga | terlibat | rencana | makar | Rumah | Susun | Bendungan | Hilir | Tanah | Abang | Jakarta | Pusat | Kamis | 2016) | dini | hari | p>Ketua | Rusun | Benhil | Karman | mengungkapkan | penangkapan | terhadap | berlangsung | santai | aksi | perlawanan | sedikitpun | p>Karman | mencerit | kronologi | Menurutnya | aparat | polisi | empat | orang | datang | unitnya | pukul | Hari | p>Saya | tanya | saya | surat | juga | saat | bilang | minta | diantar | unit | kata | p>Saat | tahu | adalah | lantas | mengantar | Blok | Lantai | mengetuk | kamar | tidur | p>Prosesnya | cepat | pintu | dibuka | sama | langsung | suruh | baca | terus | diminta | tanda | tangan | cerita | p>Menurut | banyak | sanggahan | pertanyaan | yang | keluar | mulut | melihat | wajah | semringah | menandatangani | p>Jadi | malah | ketawa | p>Proses | satu | p>Polisi | melakukan | penggeledahan | cari | berkas | beberapa | dibawa | (Baca: | Diduga | Terlibat | Upaya | Aktivis | Diburu | Polisi< | a>)< | p>Ser | kemudian | tanpa | diborgol | p>Dibawa | pake | mobil | bawah | ternyata | polisinya | p>Kini | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | dugaan | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE< | (Acep | Nazmudin< | strong>)< | p> Kompas | span> | Tokoh | Diperiksa | Polisi | Terkait | Makar< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |