Showing posts sorted by relevance for query militer. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query militer. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Tangkap Aktivis dengan Tuduhan Makar, Nama Baik Polri Jadi Taruhan : Okezone News

JAKARTA â€" Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mempersilakan kepolisian memproses hukum sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Arief mengingatkan nama baik Polri menjadi taruhannya jika tak ada bukti adanya makar.

"Namun jika polisi nanti tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis maka taruhannya adalah nama Polri sendiri," ujar Arief saat dihubungi, Jumat (9/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, apa yang dilakukan sejumlah aktivis seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, serta Hatta Taliwang belum bisa disebut sebagai tindakan makar. Arif menerangkan, syarat terjadinya makar jika adanya keterlibatan militer, pengikut banyak, sampai keinginan untuk mengganti ideologi negara.

"Sebab biasanya di semua negara jika terjadi makar maka syarat utama harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi negara, pengikutnya banyak, dan ada rapat-rapat tertutup. Nah, ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan ngundang wartawan," keluh Arief.

Presiden Jokowi, menurutnya, tak boleh begitu saja percaya dengan informasi akan adanya gerakan makar yamg direncanakan pada 2 Desember 2016. Perbedaan pandangan, kata Arief, sah-sah saja di negara demokrasi seperti Indonesia, sepanjang tak mengubah konstitusi negara.

"Jadi Pak Jokowi dan Polri harus waspada jangan-jangan informasi para aktivis akan adanya makar dari intelijen hanya sebuah cara untuk semakin mendelegitimasi institusi Polri sebagai penjaga demokrasi yang akhirnya Polri akan bernasib sama seperti institusi TNI di era Soeharto," simpulnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan staf ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999â€"2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama delapan aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.

"

| Tangkap | Aktivis | dengan | Tuduhan | Makar, | Nama | Baik | Polri | Jadi | Taruhan | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Wakil | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Arief | Poyuono | mempersil | kepolisian | memproses | hukum | sejumlah | aktivis | yang | diduga | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | (Jokowi) | Namun | mengingatkan | nama | baik | menjadi | taruhannya | jika | bukti | adanya | p> Namun | polisi | nanti | membuktikan | upaya | kelompok | maka | adalah | sendiri | ujar | saat | dihubungi | Jumat | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | dilakukan | seperti | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | serta | Hatta | Taliwang | disebut | sebagai | tind | Arif | menerangkan | syarat | terjadinya | keterlibatan | militer | pengikut | banyak | sampai | keinginan | untuk | mengganti | ideologi | negara | p> Sebab | biasanya | semua | terjadi | utama | harus | menggantikan | pengikutnya | rapat | tertutup | Nah< | masa | buat | terbuka | ngundang< | wartawan | keluh | p> Presiden | Jokowi | menurutnya | boleh | begitu | percaya | informasi | yamg | direncan | pada | Desember | 2016 | Perbedaan | pandangan | kata | demokrasi | Indonesia | sepanjang | mengubah | konstitusi | p> Jadi | waspada | jangan | para | intelijen | hanya | sebuah | cara | semakin | mendelegitimasi | institusi | penjaga | akhirnya | bernasib | sama | Soeharto | simpulnya | p> Diketahui | orang | ditangkap | dalam | kasus | dugaan | Mereka | mantan | staf | ahli | panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha; | Kepala | Staf | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein; | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | band | Dewa | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | putri | presiden | pertama | Soekarno | Soerkarnoputri; | Pamungkas; | Sementara | dijerat | Pasal | Undang | yakni | Jamran | Rizal | Kobar | p> Terakhir | menangkap | anggota | 1999â€"2004 | terlibat | pemufakatan | bersama | delapan | ditetapkan | tersangka | p> |

Komisioner Komnas HAM: Makar Hak Konstitusional Rakyat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai upaya mengganti presiden di tengah masa jabatan merupakan hak konstitusional warga negara. Namun hal itu harus sesuai dengan undang-undang.

Pernyataan itu disampaikan Pigai menyikapi penangkapan sejumlah aktivis yang dituding melakukan makar, termasuk Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, yang ditangkap pada dini hari tadi.

"Kritikan rakyat itu merupakan hak konstitusional warga negara, termasuk perbuatan atau tindakan mengganti presiden di tengah jalan asal konstitusional melalui parlemen," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, di Jakarta kemarin.

Dia menilai penangkapan Hatta Taliwang dan sejumlah tokoh yang dituduh makar membuktikan watak pemerintahan represif. Sepanjang tindakan makar sesuai dengan konstitusi, menurutnya, hal itu bukan persoalan.

"Penangkapan terhadap Ibu Rachma dkk, termasuk Pak Hatta Taliwang, menujukkan tindakan represif pemerintah. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," katanya.

Pigai mengatakan, makar atau kudeta yang tidak dibenarkan adalah makar yang bersifat inkonstitusional. Hal itu berarti tindakan makar tersebut menimbulkan instabilitas nasional, pelanggaran HAM, menghilangkan demokrasi, dan kedigdayaan sipil.

Dia menjelaskan, dalam human rights and elections disebutkan, di tengah kondisi tertentu atau situasi terpaksa, presiden memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pernyataan darurat atau state in emergency.

Demikian pula dengan rakyat. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan, apakah melalui people power ataupun kudeta, baik oleh militer atau sipil. Dia menyebut tindakan makar pernah dipraktikkan di Indonesia dan di negara-negara lain.

"Keduanya dilakukan hanya semata-mata demi pemulihan stabilitas sosial dan integritas nasional," kata Pigai.

Komisioner asal Papua itu mengatakan, kekuasaan presiden tidak tak terbatas. Dalam arti, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi negara.

Presiden adalah pemangku kewajiban (obligation) atas perlindungan dan pemenuhan HAM. Sementara kedudukan rakyat sebagai pemilik hak (Right holder). Oleh karena itu, rakyat berhak menilai dan mengkritisinya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang berharap proses penyidikan kasus makar ini dilakukan secara transparan.

Dia meminta polisi mempublikasikan bukti makar yang dituduhkan kepada sejumlah orang yang telah ditangkap.

"Kami harapkan sekali lagi, polisi sebaiknya transparan dalam penyidikan. Sampaikanlah kepada masyarakat, agar tidak muncul isu-isu yang tidak kondusif," kata Junimart.

Dia yakin polisi masih memiliki bukti lain terkait dugaan makar tersebut. Namun Junimart belum mengetahui secara pasti dalam bentuk apa bukti tersebut.

"Kami tak tahu apakah mereka (polisi) masih punya bukti lain. Bukti percakapan langsung misalnya, saya yakin itu ada," kata Junimart.

Kemarin polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/obs)

"

| Komisioner | Komnas | HAM: | Makar | Konstitusional | Rakyat | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Natalius | Pigai | menilai | upaya | mengganti | presiden | tengah | masa | jabatan | merup | konstitusional | warga | negara | Namun | harus | sesuai | dengan | undang | Pernyataan | disampaikan | menyikapi | penangkapan | sejumlah | aktivis | yang | dituding | melakukan | makar | termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | ditangkap | pada | dini | hari | tadi | p>Kritikan | rakyat | perbuatan | atau | tind | jalan | asal | parlemen | kata | dalam | keterangan | tertulis | diterima | CNNIndonesia | com< | Jakarta kemarin | p>Dia | tokoh | dituduh | membuktikan | watak | pemerintahan | represif | Sepanjang | konstitusi | menurutnya | bukan | persoalan | p>Penangkapan | terhadap | Rachma | menujukkan | pemerintah | Jangan | sampai | terjadi | penyalahgunaan | kekuasaan | (abuse | power< | em>) | katanya | p> Pigai | mengat | kudeta | dibenarkan | adalah | bersifat | inkonstitusional | berarti | tersebut | menimbulkan | instabilitas | nasional | pelanggaran | menghilangkan | demokrasi | kedigdayaan | sipil | menjelaskan | human | rights | elections< | disebutkan | kondisi | tertentu | situasi | terpaksa | memiliki | kemampuan | untuk | mengeluarkan | pernyataan | darurat | state | emergency | em>< | p>Demikian | pula | Mereka | juga | kesempatan | pengambilalihan | apakah | people | ataupun | baik | oleh | militer | menyebut | pernah | dipraktikkan | Indonesia | lain | p>Keduanya | dilakukan | hanya | semata | mata | demi | pemulihan | stabilitas | sosial | integritas | p>Komisioner | Papua | terbatas | Dalam | arti | dibatasi | p>Presiden | pemangku | kewajiban | (obligation< | atas | perlindungan | pemenuhan | Sementara | kedudukan | sebagai | pemilik | (Right | holder< | Oleh | karena | berhak | mengkritisinya | p>Sementara | anggota | Komisi | Fraksi | PDIP | Junimart | Girsang | berharap | proses | penyidikan | kasus | secara | transparan | meminta | polisi | mempublikasikan | bukti | dituduhkan | kepada | orang | telah | p>Kami | harapkan | sekali | lagi | sebaiknya | Sampaikanlah | masyarakat | agar | muncul | kondusif | yakin | masih | terkait | dugaan | mengetahui | pasti | bentuk | tak tahu | (polisi) | punya | Bukti | percakapan | langsung | misalnya | saya | p>Kemarin | kembali | menangkap | satu | diduga | Kali | rumahnya | pukul | (pmg | obs)< | strong> < |

Tuesday, December 6, 2016

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

Thursday, December 8, 2016

Gambar Aliran Dugaan Dana Makar Beredar di Media Sosial, Kapolda: Nanti Kalau Ada Bukti Kita Buka

WARTA KOTA, SEMANGGI-- Gambar  berbentuk bagan dugaan penerimaan aliran dana untuk gerakan makar sebelum aki bela islam jilid III di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12), beredar.

Gambar itu berisi juga foto-foto sejumlah tokoh, baik tokoh berlatar belakang politisi, pengusaha, pensiunan militer, ustaz, dan maupun aktivis buruh.

Baca: Polisi Jerat Hatta Taliwang Pakai UU ITE dan Pasal Makar

20161209 hatta taliwang isu makar
Aktivis Hatta Taliwang dibekuk di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dia hanya tertawa dan berpesan agar ketua RT setempat menjaga rusunnya.

Bahkan anak bontot mantan Presiden Soeharto atau Tomy Soeharto digadang-gadang sebagai orang yang mengalirkan dana dalam gambar tersebut.

Baca: Rachmawati Soekarnoputri Stres Jika Dirawat di Rumah Sakit

Rachmawati
Rachmawati dan Sejumlah Tokoh yang Ditangkap sudah Dijadikan Tersangka Makar.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan mengatakan foto yang beredar di media sosial janganlah dipercaya. Karena kalau menuduh seseorang tanpa bukti melanggar Undang-Undang.

"Ya jangan dulu lah, kalau belum jelas ya jangan dispkeluasi macam-macam. Bukan, belum lah belum. Itu kata siapa?" tanya Iriawan kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (9/12).

Dia menegaskan bahwa seseorang jangan sampai dituduh. Jadi perlu ada bukti yang otentik untuk menjerat mereka ke dalam hukum.

"Ya gak boleh lah nuduh orang. Perlu bukti dong. Jangan nuduh. (Tomy Soeharto-red) Bukan, tapi gak boleh nuduh. Nanti kalau udah ada baru kita buka. Kalau gambar orang bisa buka, semua juga bisa. Jangan percaya media sosial ya. Menyesatkan lah. Kalau orang ga terlibat lalu dituduh, kan gak enak," ucapnya.

Saat ditanya sekali lagi soal gambar-gambar aktivis yang diduga mendapatkan aliran dana untuk makar, dia menegaskan semua sedang diselidiki.

"Semua orang bisa gambar. Tersangka boleh bicara apa saja bebas. Kami terus ngusut. Kami mau nggak mungkin hentikan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap 10 orang pada Jumat (2/12) dengan berbagai tuduhan, tetapi sebagian besar tuduhannya adalah makar.

Dari 10 orang itu, tiga orang, satu di antaranya Sri Bintang Pamungkas, masih ditahan di Polda Metro Jaya. Sri Bintang dituduh akan melakukan makar.

Beberapa tokoh lainnya, seperti Mayjen  Purn Kivlan Zein, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, dan Eko, telah ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak ditahan.

Polisi kemarin menangkap dan menahan mantan anggota DPR dan aktivis, Hatta Taliwang, dari tempat tinggalnya di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wartakotalive.com belum bisa menghubungi Tommy Soeharto yang di dalam gambar itu sebagai penyandang dana.

"

| Gambar | Aliran | Dugaan | Dana | Makar | Beredar | Media | Sosial, | Kapolda: | Nanti | Kalau | Bukti | Kita | Buka | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Gambar  | berbentuk | bagan | dugaan | penerimaan | aliran | dana | untuk | makar | bela | islam | jilid | Monumen | Nasional | (Monas) | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | beredar | p> Gambar | berisi | juga | foto | sejumlah | tokoh | baik | berlatar | belg | politisi | pengusaha | pensiunan | militer | ustaz | maupun | aktivis | buruh | p> Baca: | Polisi | Jerat | Hatta | Taliwang | Pakai | Pasal | Makar< | strong>< | h4> Aktivis | dibekuk | Rusun | Bendungan | Hilir | hanya | tertawa | berpesan | agar | ketua | setempat | menjaga | rusunnya | h5> Bahkan | anak | bontot | mantan | Presiden | Soeharto | atau | Tomy | digadang | gadang | sebagai | orang | yang | mengalirkan | dalam | gambar | tersebut | Rachmawati | Soekarnoputri | Stres | Jika | Dirawat | Rumah | Sakit< | h4> Rachmawati | Sejumlah | Tokoh | Ditangkap | Dijadikan | Tersangka | h5> Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochammad | Iriawan | mengat | media | sosial | janganlah | dipercaya | Karena | kalau | menuduh | seseorang | tanpa | bukti | melanggar | Undang | p> Ya | jangan | dulu | jelas | dispkeluasi | macam | Bukan | kata | siapa | tanya | kepada | wartawan | Ancol | Utara | p> Dia | menegaskan | bahwa | sampai | dituduh | Jadi | perlu | otentik | menjerat | hukum | boleh | nuduh | Perlu | dong | Jangan | (Tomy | red) | udah | baru | buka | semua | percaya | Menyesatkan | terlibat | enak | ucapnya | p> Saat | ditanya | sekali | lagi | soal | diduga | mendapatkan | diselidiki | p> Semua | bicara | bebas | Kami | terus | ngusut | nggak | mungkin | hentikan | p> Seperti | diberit | senya | polisi | menangkap | pada | dengan | berbagai | tuduhan | sebagian | besar | tuduhannya | adalah | p> Dari | tiga | satu | antaranya | Bintang | Pamungkas | masih | ditahan | Polda | melakukan | p> Beberapa | lainnya | seperti | Mayjen  | Purn | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | telah | ditetapkan | tersangka | p> Polisi | kemarin | menahan | anggota | tempat | tinggalnya | p> Sementara | Wartakotalive | menghubungi | Tommy | penyandang | p> |

Tuesday, December 6, 2016

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

Eks Danpuspom Kaget Polisi Tuduh Kivlan Zein Makar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom), Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal tidak percaya Kivlan Zein dan Adityawarman akan melakukan makar. Tudingan makar ini dilakukan Polri hingga keduanya sempat ditangkap dan diperiksa.

"Saya kaget kedua junior saya itu dituduh makar. Tidak mungkin mereka melakukan makar, meski sudah pensiun dari TNI tapi mereka masih menempel sumpah prajuritnya. Mereka cinta NKRI," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa (6/12).

Terlebih lagi, kata dia, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman sendiri jalannya saja sekarang sudah susah payah. Demikian pula dengan putri Bung Karno, Rachmawati, menurut dia tidak mungkin melakukan upaya makar karena menggunakan kursi roda.

Ia juga menyoroti proses penangkapan yang menempatkan seolah-olah seperti pelaku tindak terorisme atau PKI. "Subuh-subuh mereka dijemput, jangan begitulah caranya," katanya. Seharusnya dipanggil dahulu untuk diperiksa. "Bukan dengan dijemput seperti itu, apalagi Adityawarman jalannya saja sudah sulit," katanya. Disesalkan juga, mengapa mereka dibawa ke Mako Brimob. Padahal, pemeriksaannya ada di Polda Metro Jaya.

Syamsu menjelaskan, definisi makar itu harus dijelaskan dahulu karena tidak gampang merencanakan dan menggulingkan pemerintah yang sah itu. "Barang buktinya apa?" katanya.

Ia mengharapkan polisi jangan paranoid seperti itu. Polisi harus tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Penangkapan terhadap tokoh nasional telah mencederai kepolisian sebagai penegak hukum.

"Kalau yang namanya makar itu seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS), jadi polisi harus membedakan antara teroris, makar, dan kritik negara," katanya.

"

| Danpuspom | Kaget | Polisi | Tuduh | Kivlan | Zein | Makar | REPUBLIKA | JAKARTA | Mantan | Komandan | Pusat | Militer | (Danpuspom) | Mayor | Jenderal | (Purn) | Syamsu | Djalal | percaya | Adityawarman | melakukan | makar | Tudingan | dilakukan | Polri | keduanya | sempat | ditangkap | diperiksa | p> Saya | kaget | kedua | junior | saya | dituduh | Tidak | mungkin | meski | pensiun | masih | menempel | sumpah | prajuritnya | Mereka | cinta | NKRI | katanya | kepada | Antara | Jakarta | Selasa | p> Terlebih | lagi | kata | Brigjen | sendiri | jalannya | sekarang | susah | payah | Demikian | pula | dengan | putri | Bung | Karno | Rachmawati | menurut | upaya | karena | menggun | kursi | roda | p> Ia | juga | menyoroti | proses | penangkapan | yang | menempatkan | seolah | olah | seperti | pelaku | tindak | terorisme | atau | Subuh | subuh | dijemput | jangan | begitulah | caranya | Seharusnya | dipanggil | dahulu | untuk | Bukan | apalagi | sulit | Disesalkan | mengapa | dibawa | Mako | Brimob | Padahal | pemeriksaannya | Polda | Metro | Jaya | p> Syamsu | menjelaskan | definisi | harus | dijelaskan | gampang | merencan | menggulingkan | pemerintah | Barang | buktinya | mengharapkan | polisi | paranoid | tetap | mengedepankan | asas | praduga | bersalah | Penangkapan | terhadap | tokoh | nasional | telah | mencederai | kepolisian | sebagai | penegak | hukum | p> Kalau | namanya | Organisasi | Papua | Merdeka | (OPM) | Republik | Maluku | Selatan | (RMS) | jadi | membed | antara | teroris | kritik | negara | p> |

Sunday, December 4, 2016

Kuasa Hukum Beranggapan, Tudingan Makar Diduga Salah Sasaran

WARTA KOTA, DEPOK -- Kuasa Hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution menilai pasal dugaan makar yang dikenakan pada kliennya adalah salah sasaran.

Sebab kata dia, Sri Bintang tidak memiliki kekuatan militer untuk melakukan makar atau penggulingan kekuasaan pemerintah.

"Pasal Makar itu tidak gampang. Dan itu tidak dilakukan," katanya kepada Warta Kota, Minggu (4/12/2016) malam.

Menurutnya yang dilakukan kliennya dengan mengirim surat agar digelar Sidang Istimewa MPR, sifatnya menyampaikan, mengimbau atau meminta untuk melakukan sidang istimewa. "Jadi tidak melakukan gerakan apa-apa," katanya.

Karenanya Razman mempertanyakan gerakan makar yang mana yang dimaksud polisi.

"Sebab, dia bukan kepala staf angkatan darat, serta tidak punya pasukan. Hanya imbauan seperti itu, ini kan akal-akalan saja. Kemudian ada Youtube, Bang Bintang juga tidak tahu dasarnya apa, kok bisa dari YouTube," kata Razman.

Ia menyatakan sampai kini Sri Bintang Pamungkas tidak mau menandatangani surat penahanan ataupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasusnya.

"Bahkan dalam pemeriksaan, Bang Bintang tidak menjawab apa-apa. Bang Bintang tidak mau ngomong, dan tidak menandatangani berita acara yang sifatnya sebagai tersangka, dan hanya pemeriksaan awal saja," katanya.

Bahkan tambah Razman, berdasarkan fakta proses penangkapan serta penahanan aktivis, tim kuasa hukum kini mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan pra peradilan.

"Kami pertimbangkan ajukan gugatan praperadilan, juga bersama tim kuasa hukum dari 10 orang lain yang juga ditangkap atas tuduhan makar dan melanggar UU ITE," kata Razman.

"

| Kuasa | Hukum | Beranggapan, | Tudingan | Makar | Diduga | Salah | Sasaran | WARTA | KOTA | DEPOK | strong> | Bintang | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | menilai | pasal | dugaan | makar< | yang | diken | pada | kliennya | adalah | salah | sasaran< | p> Sebab | kata | memiliki | kekuatan | militer | untuk | melakukan | atau | penggulingan | kekuasaan | pemerintah | p> Pasal | gampang | dilakukan | katanya | kepada | Warta | Kota | Minggu | 2016) | malam | p> Menurutnya | dengan | mengirim | surat | agar | digelar | Sidang | Istimewa | sifatnya | menyampaikan | mengimbau | meminta | sidang | istimewa | Jadi | p> Karenanya | mempertany | mana | dimaksud | polisi | bukan | kepala | staf | angkatan | darat | serta | punya | pasukan | Hanya | imbauan | seperti | akal | akalan | Kemudian | Youtube | Bang | juga | tahu | dasarnya | YouTube | p> Ia | menyat | sampai | kini | menandatangani | penahanan | ataupun | Berita | Acara | Pemeriksaan | (BAP) | terkait | kasusnya | p> Bahkan | dalam | pemeriksaan | menjawab | ngomong | berita | acara | sebagai | tersangka< | hanya | awal | tambah | berdasarkan | fakta | proses | penangkapan | aktivis | kuasa | hukum | mempertimbangkan | mengajukan | gugatan | peradilan | p> Kami | pertimbangkan | ajukan | praperadilan | bersama | orang | lain | ditangkap | atas | tuduhan | melanggar | p> |

Kivlan Zein Bercerita soal Penangkapannya atas Tuduhan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein (69) hanya tertawa ketika mengenang penangkapannya, Jumat (2/12) pagi, menjelang unjuk rasa damai 212 di Monas Jakarta.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com , Senin (5/12/2016), Kivlan menceritakan kronologi penangkapannya.

Awalnya, sekitar pukul 04.45 WIB, dia baru selesai shalat Subuh di kediamannya, Gading Griya Lestari, Blok H1 nomor 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Kivlan sudah siap untuk berangkat ke Silang Monas. Ia hendak mendampingi Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, untuk memimpin unjuk rasa damai terkait proses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tiba-tiba, rumahnya didatangi polisi, bersamaan dengan datangnya pembantu rumah. Sebanyak 20 polisi langsung masuk ke dalam rumah.

Saat itu, hanya ada Kivlan, seorang pembantu dan staf di rumahnya. Sementara, istri Kivlan tengah membesuk anak yang tengah sakit dan dirawat di Surabaya, Jawa Timur.

"Mereka langsung masuk menyerbu. Di depan pintu rumah saya sudah ada tiga orang berdiri," ujar Kivlan.

Ia mengaku awalnya kaget dengan kedatangan para polisi ke rumahnya kala pagi buta itu. Namun, dalam benaknya ia menduga dirinya hendak diproses oleh polisi terkait dugaan makar.

Ia mengaku berusaha tenang karena ia sudah mengira apa yang menyebabkan sekelompok polisi tersebut mendatangi rumahnya, yakni tuduhan makar.

"Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita bahwa polisi sudah menargetkan saya. Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu," ujarnya.

Kivlan mempersilakan para polisi untuk duduk di ruang tamu rumahnya. Lantas, seorang polisi menyodorkan surat penggeledahan rumah. Ia tak melawan karena polisi membawa surat tersebut.

"Saya bilang, 'Kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan untuk makar, silakan (ambil)," ujarnya.

Beberapa polisi langsung membuka lemari dan laci meja. Mereka memeriksa sejumlah berkas, buku catatan, lembaran tiket pesawat perjalanan selama 5 sampai 10 tahun terakhir, hingga data dalam komputer jinjing atau laptop dan telepon genggamnya.

Namun, polisi tidak menemukan bukti petunjuk terkait rencana makar dari penggeledahan dan pemeriksaan tersebut. Polisi juga tidak menemukan senjata api maupun senjata tajam.

Polisi hanya menemukan beberapa berkas berisi karya tulisnya perihal kritik terhadap UUD 1945 perubahan dan ketatanegaraan.

Para polisi tersebut hendak membawa Kivlan dari rumahnya setelah penggeledahan. Namun, Kivlan tak begitu saja menuruti.

Sebab, ia merasa masih berstatus sebagai tentara cadangan yang seharusnya diproses oleh Polisi Militer TNI jika disangkakan melakukan tindak pidana tertentu.

Akhirnya, Kivlan manut setelah tiga personel PM TNI, termasuk Kasie Intel Kodam Jaya berpangkat Kapten, ternyata ikut dalam rombongan pihak kepolisian ini.

Kivlan mengaku tertawa saat mengalami proses penangkapannya itu. Sebab, ia pun pernah melakukan hal yang sama sewaktu menjadi Kepala Staf Kostrad pada 1998.

"Saya melihat itu, enggak apa-apa, saya ketawa saja. Saya sudah tahu.Dulu saya juga begini waktu saya dinas, waktu saya nangkapin orang begini juga, ya sudah sekarang saya ditangkapin orang, ya sudah," ujarnya.

Kivlan teringat dirinya sewaktu menjabat Kepala Staf Kostrad bersama Kodam Jaya dan Polri, pernah memerintahkan penangkapan terhadap beberapa jenderal TNI dan mantan menteri yang melakukan pertemuan makar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada 12 November 1998.

Menurut dia, kelompok tersebut ditangkap karena sudah jelas dan ada bukti permufakatan makar. Di antaranya telah memproklamirkan pemerintah koalisi nasional, menentukan kabinetnya hingga susunan MPR-nya.

"Ada Jenderal Kemal Idris, Toto S, dan banyak jenderal, termasuk ada Sri Bintang Pamungkas, Edi Sularsono. Yah, dulu juga kita perintahkan menangkap mereka karena mau makar pada masa Presiden Habibie," ucap Kivlan.

Kivlan mengaku tergelitik teringat pengalamannya itu dan apa yang dialaminya saat ini. Oleh karena itu, ia dapat memahami dan menghormati penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada dirinya.

"Cuma saya ketawa saja," ujarnya. (Baca juga: Kivlan Zein: Saya Tidak Ditangkap, Saya Diundang)

Menurut Kivlan, tidak ada ketegangan antara dirinya maupun para penyidik kepolisian saat menjalani proses pemeriksaan di Mako Brimob.

Ia pun tidak merasa sebagai seorang pesakitan yang hendak dicecar pertanyaan. Justru perbincangan santai disertai guyonan terjadi.

"Saya malah ketawa-ketawa. Karena kata mereka (penyidik), 'Bapak dulu kan mengajarkan kami begitu, untuk menangkapi orang'. Saya bilang, ya sudah enggak apa-apa, silakan saja, saya juga begitu," kata Kivlan seraya tertawa karena teringat perkataan penyidik tersebut.

(Abdul Qodir/Tribunnews.com)

---

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kivlan Zein Justru Tertawa Ditangkap Polisi, Ini Alasannya


Kompas TV Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Akan Ajukan Praperadilan

"

| Kivlan | Zein | Bercerita | soal | Penangkapannya | atas | Tuduhan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Mayor | Jenderal | TNI< | (Purn) | Zein< | (69) | hanya | tertawa | ketika | mengenang | penangkapannya | Jumat | pagi | menjelang | unjuk | rasa | damai | 212< | Monas | Jakarta | p> Seperti | dikutip | Tribunnews | Senin | 2016) | mencerit | kronologi | p> Awalnya | pukul | baru | selesai | shalat | Subuh | kediamannya | Gading | Griya | Lestari | Blok | nomor | Kelapa | Utara | p> Saat | siap | untuk | berangkat | Silang | hendak | mendampingi | Pimpinan | Front | Pembela | Islam< | (FPI) | Rizieq | Shihab< | memimpin | terkait | proses | hukum | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | Ahok | p> Tiba | tiba | rumahnya | didatangi | polisi | bersamaan | dengan | datangnya | pembantu | rumah | Sebanyak | langsung | masuk | dalam | seorang | staf | Sementara | istri | tengah | membesuk | anak | yang | sakit | dirawat | Surabaya | Jawa | Timur | p> Mereka | menyerbu | depan | pintu | saya | tiga | orang | berdiri | ujar | p> Ia | mengaku | awalnya | kaget | kedatangan | para | kala | buta | Namun | benaknya | menduga | dirinya | diproses | oleh | dugaan | makar | berusaha | tenang | karena | mengira | menyebabkan | sekelompok | tersebut | mendatangi | yakni | tuduhan | p> Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | Anak | juga | cerita | temannya | banyak | Saya | waktu | dikasih | sebulan | ujarnya | p> Kivlan | mempersil | duduk | ruang | tamu | Lantas | menyodorkan | surat | penggeledahan | melawan | membawa | p> Saya | bilang | Kalau | senjata | ambil | kalau | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> Beberapa | membuka | lemari | laci | meja | Mereka | memeriksa | sejumlah | berkas | buku | catatan | lembaran | tiket | pesawat | perjalanan | selama | sampai | tahun | terakhir | data | komputer | jinjing | laptop | telepon | genggamnya | p> Namun | menemukan | bukti | petunjuk | rencana | pemeriksaan | Polisi | maupun | tajam | p> Polisi | beberapa | berisi | karya | tulisnya | perihal | kritik | terhadap | 1945 | perubahan | ketatanegaraan | p> Para | setelah | begitu | menuruti | p> Sebab | merasa | masih | berstatus | sebagai | tentara | cadangan | seharusnya | Militer | jika | disangk | melakukan | tindak | pidana | tertentu | p> Akhirnya | manut | personel | termasuk | Kasie | Intel | Kodam | Jaya | berpangkat | Kapten | ternyata | ikut | rombongan | pihak | kepolisian | saat | mengalami | Sebab | pernah | sama | sewaktu | menjadi | Kepala | Staf | Kostrad | pada | 1998 | melihat | enggak | ketawa | Dulu | begini | dinas | nangkapin< | sekarang | ditangkapin< | teringat | menjabat | bersama | Polri< | memerintahkan | penangkapan | jenderal | mantan | menteri | pertemuan | Hotel | Sahid | November | p> Menurut | kelompok | ditangkap | jelas | permufakatan | antaranya | telah | memproklamirkan | pemerintah | koalisi | nasional | menentukan | kabinetnya | susunan | p> Ada | Kemal | Idris | Toto | Bintang | Pamungkas< | Sularsono | dulu | perintahkan | menangkap | masa | Presiden | Habibie | ucap | tergelitik | pengalamannya | dialaminya | Oleh | dapat | memahami | menghormati | dilakukan | kepada | p> Cuma | (Baca | juga: | Zein: | Tidak | Ditangkap | Diundang< | a>)< | ketegangan | antara | penyidik | menjalani | Mako | Brimob | pesan | dicecar | pertanyaan | Justru | perbincangan | santai | disertai | guyonan | terjadi | malah | Karena | kata | (penyidik) | Bapak | mengajarkan | kami | menangkapi | seraya | perkataan | p> (Abdul | Qodir | com)< | strong>< | p> Artikel | tayang | judul: | Tertawa | Alasannya< | p> Kompas | span> | Jadi | Tersangka | Ahmad | Dhani< | Akan | Ajukan | Praperadilan< | p> |