Showing posts sorted by relevance for query tentunya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tentunya. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Anggota Komisi III DPR: Upaya Kepolisian Menelusuri Dana Makar Langkah yang Tepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar saat aksi Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi menilai tindakan tersebut sudah tepat dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas nasional.

Taufiqulhadi mengungkapkan, kepolisian tentunya sudah memiliki bukti yang kuat. Sehingga upaya penahanan itu dilakukan agar tidak memanfaatkan massa yang hadir dalam aksi itu.

"Tentunya kepolisian telah memiliki bukti yang kuat terhadap kelompok pendompleng aksi itu," kata Taifiq dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (8/12/2016).

Pemilihan waktu penahanan terhadap pelaku makar sebelum pelaksanaan aksi 2 Desember, menurur Taufiq sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Kapolri, agar tidak ada menimbulkan kegaduhan di media sosial terhadap penangkapan kesebelas orang tersebut.

"Saya kira ini langkah taktis kepolisian. Jika penangkapan ini dilakukan sebelum aksi itu maka dengan mudah media sosial akan mempelintir penahanan tersebut," katanya.

Politisi NasDem ini menyatakan dukungannya atas langkah pihak keamanan tersebut.

"Saya mendukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan kepolisian sudah benar," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan upaya makar terhadap pemerintah yang dipilih secara demokrasi dan konstitusional tidak dibenarkan secara hukum.

"Tidak ada pembenaran bagi siapapun itu, jika perbuatannya melanggar hukum dan berpotensi kerusuhan sosial atau disabilitas nasional maka harus dikenakan hukum yang berlaku dan tidak boleh diabaikan. Jika pihak keamanan tidak bertindak sebaliknya malah dipertanyakan," tegas legislator Jawa Timur IV ini.

Tidak berhenti menetapkan status tersangka, saat ini pihak kepolisian juga sedang mengusut aliran dana perbuatan makar tersebut.

Menurut Taufiq, ini tentunya sebuah upaya yang wajar dilakukan oleh aparat kepolisian guna menambahkan bukti-bukti dalam penyelidikannya serta mengetahui siapa tokoh dibalik upaya makar tersebut.

"Upaya kepolisian menelusuri pendanaan dari kelompok tersebut merupakan langkah yang sudah tepat. Saya mendukung upaya tersebut seraya berharap agar kepolisian bisa menuntaskan dan menemukan titik terang apa yang melatarbelakangi gerakan kelompok tersebut dan siapa yang menggerakkan di belakang mereka," ujar dia.

"

| Anggota | Komisi | DPR: | Upaya | Kepolisian | Menelusuri | Dana | Makar | Langkah | yang | Tepat | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Polisi | menangkap | orang | diduga | melakukan | makar | saat | aksi | Jumat | 2016) | p> Anggota | Fraksi | Partai | NasDem< | Taufiqulhadi< | menilai | tind | tersebut | tepat | dalam | rangka | menjaga | keamanan | serta | stabilitas | nasional | p> Taufiqulhadi | mengungkapkan | kepolisian | tentunya | memiliki | bukti | kuat | upaya | penahanan | dilakukan | agar | memanfaatkan | massa | hadir | p> Tentunya | telah | terhadap | kelompok | pendompleng | kata | Taifiq | keterangannya | kepada | Tribunnews< | Kamis | p> Pemilihan | waktu | pelaku | pelaksanaan | Desember | menurur | Taufiq | sebagaimana | keterangan | disampaikan | oleh | Kapolri | menimbulkan | kegaduhan | media | sosial | penangkapan | kesebelas | p> Saya | kira | langkah | taktis | Jika | maka | dengan | mudah | mempelintir | katanya | p> Politisi | NasDem | menyat | dukungannya | atas | pihak | mendukung | sepenuhnya | benar | ujar | p> Taufiq | mengat | pemerintah | dipilih | secara | demokrasi | konstitusional | dibenarkan | hukum | p> Tidak | pembenaran | bagi | siapapun | jika | perbuatannya | melanggar | berpotensi | kerusuhan | atau | disabilitas | harus | diken | berlaku | boleh | diabaikan | bertindak | sebaliknya | malah | dipertany | tegas | legislator | Jawa | Timur | berhenti | menetapkan | status | tersangka | juga | mengusut | aliran | dana | perbuatan | p> Menurut | sebuah | wajar | aparat | guna | menambahkan | penyelidikannya | mengetahui | siapa | tokoh | dibalik | p> Upaya | menelusuri | pendanaan | merup | Saya | seraya | berharap | menuntaskan | menemukan | titik | terang | melatarbelgi | menggerakkan | belg | p> |

Komisi III DPR Dukung Langkah Polri Soal Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Anggota Komisi III DPRร‚ Aziz Syamsudin mendukung langkah kepolisian mengamankan 11 tokoh dan aktivis terkait dugaan makar. Ia bahkan mengapresiasi respons cepat Polri, khususnya Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu yang dianggap bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

รข€œSaya masih menaruh apresiasi yang tinggi pada penegak hukum dalam melakukan tugas dan kewenangannya secara profesional berdasarkan ketentuan dan aturan perundang-undangan,รข€ kata Aziz saat dihubungi Rabu (7/12/2016).

Politisi Partai Golkar ini menilai, polisi tentunya punya alasan untuk menangkap dan menetapkan delapan dari 11 tokoh dan aktivis sebagai tersangka. รข€œTentu penegak hukum punya alasan, punya petunjuk dan punya bukti dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,รข€ tegasnya.

Aziz juga menaruh hormat terkait sikap TNI yang tetap solid, meski ada dua purnawirawan yang ikut ditangkap. รข€œTNI dalam fungsi dan tugasnya yang diatur dalam undang-undang kan (memang) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,รข€ katanya.

Apresiasi yang tinggi pada Polda Metro Jaya turut disampaikan Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin. รข€œSebab kita tahu makar tidak hanya berbahaya dalam konteks politik, namun juga dalam aspek ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga siapapun yang mau mencoba melakukan makar, maka sudah menjadi tugas kepolisian untuk menegakkan aturannya,รข€ jelas Zakir.

Pasukan Asmaul Husna sebenarnya sudah ada sejak 2008 lalu. (Bintang.com/Nurwahyunan)

Apresiasi serupa juga dialamatkan Zakir kepada TNI. รข€œTNI tetap Konsekuen terhadap tangungjawabnya dalam mempertahankan negara. Pernyataan Pangdam Jaya saya kira sudah menjadi kesimpulan bahwa isu keberatan TNI terkait penangkapan para purnawirawan TNI tidak benar,รข€ tegasnya.

Menurutnya, Indonesia menganut prinsip Hukum Equality Before The Law. รข€œArtinya semua warga negara sama kedudukannya di hadapan Hukum, sehingga tidak ada satupun yang kebal hukum. Ketika dianggap melanggar hukum, itu sudah menjadi tugas polisi untuk memprosesnya,รข€ pungkas Zakir.

Kapolda Metro Jaya Mochammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana | foto : istimewa

Seperti diketahui ร‚ Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB.

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makarร‚ dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

"

| Komisi | Dukung | Langkah | Polri | Soal | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Anggota | DPR< | a>ร‚ Aziz | Syamsudin | mendukung | langkah | kepolisian | mengamankan | tokoh | aktivis | terkait | dugaan | makar | bahkan | mengapresiasi | respons | cepat | khususnya | Polda | Metro | Jaya | dalam | mengantisipasi | terjadinya | sesuatu | yang | dianggap | mengganggu | keamanan | ketertiban | masyarakat | p> รข€œSaya | masih | menaruh | apresiasi | tinggi | pada | penegak | hukum | melakukan | tugas | kewenangannya | secara | profesional | berdasarkan | ketentuan | aturan | perundang | undangan | kata | Aziz | saat | dihubungi | Rabu | 2016) | p> Politisi | Partai | Golkar | menilai | polisi | tentunya | punya | alasan | untuk | menangkap | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | รข€œTentu | petunjuk | bukti | seseorang | tegasnya | p> Aziz | juga | hormat | sikap | tetap | solid | meski | purnawirawan | ikut | ditangkap | รข€œTNI | fungsi | tugasnya | diatur | undang | (memang) | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | katanya | p> Apresiasi | turut | disampaikan | Praktisi | Hukum | Zakir | Rasyidin | รข€œSebab | tahu | hanya | berbahaya | konteks | politik | aspek | ekonomi | maupun | sosial | budaya | siapapun | mencoba | maka | menjadi | menegakkan | aturannya | jelas | p> < | serupa | dialamatkan | kepada | Konsekuen | terhadap | tangungjawabnya | mempertahankan | negara | Pernyataan | Pangdam | saya | kira | kesimpulan | bahwa | keberatan | penangkapan | para | benar | p> Menurutnya | menganut | prinsip | Equality | Before | รข€œArtinya | semua | warga | sama | kedudukannya | hadapan | satupun | kebal | Ketika | melanggar | memprosesnya | pungkas | p> Seperti | diketahui | ร‚ Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | orang | Mereka | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yaitu | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar< | a>ร‚ dan | pemufakatan | Jahat | p> Polisi | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | Penguasa | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Dugaan Makar, Rachmawati Akan Ajukan Praperadilan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aldwin Rahardian, salah satu kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum, termasuk mengajukan gugatan praperadilan, atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Baca: Tangan Suami Nagita Masuk ke Dalam Ini, Mulan Jameela dan Selvi Kitty Goyang Bareng

Sebab, menurut dia, sangkaan polisi terhadap kliennya mengenai dugaan makar tersebut tidak berdasar.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya hukum lebih lanjut dari itu," ujar Aldwin saat dihubungi, Selasa (6/12/2016).

Baca: Artis Ini Ungkap Bahwa Dirinya Diperkosa Sungguhan Demi Film Populer Ini Bikin Geger

Aldwin menyampaikan, tuduhan upaya makar terhadap putri mantan Presiden RI pertama, Soekarno, tersebut terlalu mengada-mengada.

Sebab, menurut Aldwin, upaya makar tersebut harus terencana dengan baik.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Syahrini Jatuh Terjungkal Gara-gara Terlalu Bersemangat Menyapa Rekan-rekannya

"Tuduhan makar ini menurut saya ini mengada-ada. Ini terlalu jauh. Karena ini kita bisa indikasikan, kalau makar ini kegiatan yang tersencana dan harus matang. Mengandalkan power," ucap dia.

Aldwin menyatakan, saat ini kondisi kesehatan kliennya masih belum baik. Jika nanti kondisi kesehatannya pulih, kliennya akan kooperatif apabila polisi hendak memintanya untuk memberi keterangan.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa, tetapi akan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua," kata Aldwin.

Polisi menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan permufakatan makar.

Selain Rachmawati, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bahwa ketujuh tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan ide atau gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan, yang dapat menggulirkan reaksi dan pendapat orang lain.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

Penetapan Bintang sebagai tersangka ini berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. (Achdi Martin Pratama/Kompas.com)

"

| Dugaan | Makar, | Rachmawati | Akan | Ajukan | Praperadilan | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Aldwin | Rahardian | salah | satu | kuasa | hukum | tersangka | kasus | dugaan | makar | Soekarnoputri | mengat | bahwa | pihaknya | berencana | menempuh | upaya | termasuk | mengajukan | gugatan | praperadilan | atas | penetapan | kliennya | sebagai | p> Baca: | Tangan | Suami | Nagita | Masuk | Dalam | Mulan | Jameela | Selvi | Kitty | Goyang | Bareng< | strong>< | h4> Sebab | menurut | sangkaan | polisi | terhadap | mengenai | tersebut | berdasar | p> Ya | nanti | setelah | selesai | pemeriksaan | tentunya | lebih | lanjut | ujar | saat | dihubungi | Selasa | 2016) | Artis | Ungkap | Bahwa | Dirinya | Diperkosa | Sungguhan | Demi | Film | Populer | Bikin | Geger< | h4> Aldwin | menyampaikan | tuduhan | putri | mantan | Presiden | pertama | Soekarno | mengada | p> Sebab | harus | terencana | dengan | baik | Heboh | Lagi | Syahrini | Jatuh | Terjungkal | Gara | gara | Bersemangat | Menyapa | Rekan | rekannya< | h4> Tuduhan | saya | jauh | Karena | indikasikan | kalau | kegiatan | yang | tersencana | matang | Mengandalkan | power | ucap | p> Aldwin | menyat | kondisi | kesehatan | masih | Jika | kesehatannya | pulih | kooperatif | apabila | hendak | memintanya | untuk | memberi | keterangan | p> Bu | pemulihan | memang | siap | kembali | diperiksa | mengikuti | diklarifikasi | semua | kata | p> Polisi | menetapkan | tujuh | orang | permufakatan | p> Selain | ditetapkan | adalah | Kivlan | Zein | Ratna | Sarumpaet | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | juncto | KUHP | p> Dalam | penyidik | Polri | menemukan | ketujuh | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | atau | gagasan | berbau | hasutan | disalahartikan | dapat | menggulirkan | reaksi | pendapat | lain | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Penetapan | berkaitan | konten | dalam | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | menyebar | luas | diduga | menghasut | mengajak | masyarakat | agar | melakukan | (Achdi | Martin | Pratama | Kompas | com)< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Alasan Polisi Tidak Tahan Ahmad Dhani dan 7 Terduga Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,ร‚  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Kendati begitu, polisi tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan penyidikan, Dhani bisa saja terbukti terlibat dalam kasus makar.

"Alasan tidak ditahan ini berdasarkan penilaian subjektif, dalam hal pemeriksaan dinilai kooperatif, dan lebih bersifat pada alasan kemanusiaan. Karena, kan, menahan ini tidak harus," ujar Boy.

"Saya pikir ini penilaian normal. Yang penting penyidik tidak disulitkan dalam proses hukum," tandas dia.

Tiga Tersangka Ditahan

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

"

| Alasan | Polisi | Tidak | Tahan | Ahmad | Dhani | Terduga | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | akhirnya | memulangkan | musikus | tujuh | tersangka | dugaan | makar< | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | delapan | yang | dipulangkan | total | orang | diamankan | pada | Jumat | Desember | pagi | kemarin | Tujuh | terkait | kasus | satu | lainnya | penghinaan | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | makar | sebagaimana | Pasal | KUHP | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Tapi | dilakukan | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | Sabtu | 2016) | p> Kendati | begitu | proses | penyidikan | ketujuh | tersebut | berjalan | Sejumlah | barang | bukti | permulaan | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | jahat | juga | telah | disita | p> Barang | Jadi | dalam | hukum | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Begitu | terhadap | ditahan | Apalagi | dijerat | tentang | Penghinaan | Penguasa | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | polisi | menutup | kemungkinan | perkembangan | terbukti | terlibat | p> Alasan | berdasarkan | dinilai | kooperatif | lebih | bersifat | alasan | kemanusiaan | Karena | menahan | harus | p> Saya | pikir | normal | Yang | penting | disulitkan | tandas | p> Tiga | Tersangka | Ditahan< | strong>< | ditangkap | kini | Polda | Metro | Jaya | Salah | satunya | adalah | aktivis | Bintang | Pamungkas | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | oleh | ucap | p> Selain | pemufakatan | perkara | diduga | melakukan | penghasutan | media | sosial | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | 2016 | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech< | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting< | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | atas | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Buru MH Taliwang untuk Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dalam dugaan aksi makar, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari beberapa pelaku yang ikut merencanakannya pada aksi bela islam jilid III atau aksi damai yang digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) lalu.

Salah satunya adalah Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta, M Hatta Taliwang yang saat ini masih diburu Polda Metro Jaya.

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Karena diketahui, MH Taliwang ikut rapat kegiataan yang diduga akan melaksanakan makar dalam aksi damai tersebut.

"Iya (Ikut rapat-red). (Ditangkap-red) belum sedang kita cari," kata Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Baca: Ada Kucuran Dana di Dalam Upaya Makar

Sementara musis Ahmad Dhani hanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa umum.ร‚ 

Meski begitu, polisi tetap mendalami kemungkinan keterlibatan Dhani dalam kasus dugaan makar.

"Yang jelas indikasi ke sana (keterlibatan dugaan upaya makar) ada," ujar dia.ร‚ 

Baca: Aktivis Sepuh Ditangkap, Kapolri: Justru yang Senior dan Pengalaman yang Bisa Makar

Dia menambahkan pihaknya terus menelusuri kasus makar itu. Sampai dari mana aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

Sehingga, pihak penyidik akan bekerjasama dengan pihak Perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening koran yang sudah dikantongi polisi.

"Aliran dana sedang kita lacak nanti akan saya sampaikan apabila ada itu akan kita jelaskan ke temen," ucapnya.

"Kemudian siapa di belakang ini tentunya akan terus kita lakukan pemeriksaan. Karena ini psti akan mengerucut menjadi satu. Tapi dari hasil pertemuan yg ada beberapa orang hadir dalam oertemuan dan pembicaraan perencanaan yg akan melakukan penggerakan," kata dia.

Saat ini polisi menjerat Dhani dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk ketujuh tersangka lainnya disangka melakukan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Sedangkan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2( Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.(bin)

"

| Polisi | Buru | Taliwang | untuk | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Dalam | dugaan | aksi | makar | pihak | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | masih | mencari | beberapa | pelaku | yang | ikut | merencannya | pada | bela | islam | jilid | atau | damai | digelar | Monas | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | p> Salah | satunya | adalah | Direktur | Institut | Ekonomi | Politik | Soekarno | Hatta | saat | diburu | Polda | p> Baca: | Kivlan | Zein: | Jika | Rizieq | Shihab | Tertembak | Saya | Pimpin | Massa< | strong>< | h4> Karena | diketahui | rapat | kegiataan | diduga | melaksan | dalam | tersebut | p> Iya | (Ikut | red) | (Ditangkap | cari | kata | Kapolda | Mochammad | Iriawan | Mapolda | Semanggi | Selatan | Selasa | Kucuran | Dana | Upaya | Makar< | h4> Sementara | musis | Ahmad | Dhani | hanya | ditetapkan | sebagai | tersangka | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | umum | p> Meski | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | p> Yang | jelas | indikasi | sana | (keterlibatan | upaya | makar) | ujar | Aktivis | Sepuh | Ditangkap | Kapolri: | Justru | Senior | Pengalaman | Bisa | h4> Dia | menambahkan | pihaknya | terus | menelusuri | Sampai | mana | aliran | dana | kegiatan | p> Se | penyidik | bekerjasama | dengan | Perbankan | rekening | koran | dikantongi | p> Aliran | lacak | nanti | saya | sampaikan | apabila | jelaskan | temen | ucapnya | p> Kemudian | siapa | belg | tentunya | lakukan | pemeriksaan | Karena | psti | mengerucut | menjadi | satu | Tapi | hasil | pertemuan | orang | hadir | oertemuan | pembicaraan | perencanaan | melakukan | pengger | p> Saat | menjerat | pasal | diatur | Pasal | KUHP | p> Sementara | ketujuh | lainnya | disangka | sebagaimana | juncto | p> Sedangkan | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | dijerat | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | (bin)< | p> |

Polisi Buru MH Taliwang untuk Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dalam dugaan aksi makar, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari beberapa pelaku yang ikut merencanakannya pada aksi bela islam jilid III atau aksi damai yang digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) lalu.

Salah satunya adalah Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta, M Hatta Taliwang yang saat ini masih diburu Polda Metro Jaya.

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Karena diketahui, MH Taliwang ikut rapat kegiataan yang diduga akan melaksanakan makar dalam aksi damai tersebut.

"Iya (Ikut rapat-red). (Ditangkap-red) belum sedang kita cari," kata Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Baca: Ada Kucuran Dana di Dalam Upaya Makar

Sementara musis Ahmad Dhani hanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa umum.ร‚ 

Meski begitu, polisi tetap mendalami kemungkinan keterlibatan Dhani dalam kasus dugaan makar.

"Yang jelas indikasi ke sana (keterlibatan dugaan upaya makar) ada," ujar dia.ร‚ 

Baca: Aktivis Sepuh Ditangkap, Kapolri: Justru yang Senior dan Pengalaman yang Bisa Makar

Dia menambahkan pihaknya terus menelusuri kasus makar itu. Sampai dari mana aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

Sehingga, pihak penyidik akan bekerjasama dengan pihak Perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening koran yang sudah dikantongi polisi.

"Aliran dana sedang kita lacak nanti akan saya sampaikan apabila ada itu akan kita jelaskan ke temen," ucapnya.

"Kemudian siapa di belakang ini tentunya akan terus kita lakukan pemeriksaan. Karena ini psti akan mengerucut menjadi satu. Tapi dari hasil pertemuan yg ada beberapa orang hadir dalam oertemuan dan pembicaraan perencanaan yg akan melakukan penggerakan," kata dia.

Saat ini polisi menjerat Dhani dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk ketujuh tersangka lainnya disangka melakukan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Sedangkan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2( Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.(bin)

"

| Polisi | Buru | Taliwang | untuk | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Dalam | dugaan | aksi | makar | pihak | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | masih | mencari | beberapa | pelaku | yang | ikut | merencannya | pada | bela | islam | jilid | atau | damai | digelar | Monas | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | p> Salah | satunya | adalah | Direktur | Institut | Ekonomi | Politik | Soekarno | Hatta | saat | diburu | Polda | p> Baca: | Kivlan | Zein: | Jika | Rizieq | Shihab | Tertembak | Saya | Pimpin | Massa< | strong>< | h4> Karena | diketahui | rapat | kegiataan | diduga | melaksan | dalam | tersebut | p> Iya | (Ikut | red) | (Ditangkap | cari | kata | Kapolda | Mochammad | Iriawan | Mapolda | Semanggi | Selatan | Selasa | Kucuran | Dana | Upaya | Makar< | h4> Sementara | musis | Ahmad | Dhani | hanya | ditetapkan | sebagai | tersangka | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | umum | p> Meski | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | p> Yang | jelas | indikasi | sana | (keterlibatan | upaya | makar) | ujar | Aktivis | Sepuh | Ditangkap | Kapolri: | Justru | Senior | Pengalaman | Bisa | h4> Dia | menambahkan | pihaknya | terus | menelusuri | Sampai | mana | aliran | dana | kegiatan | p> Se | penyidik | bekerjasama | dengan | Perbankan | rekening | koran | dikantongi | p> Aliran | lacak | nanti | saya | sampaikan | apabila | jelaskan | temen | ucapnya | p> Kemudian | siapa | belg | tentunya | lakukan | pemeriksaan | Karena | psti | mengerucut | menjadi | satu | Tapi | hasil | pertemuan | orang | hadir | oertemuan | pembicaraan | perencanaan | melakukan | pengger | p> Saat | menjerat | pasal | diatur | Pasal | KUHP | p> Sementara | ketujuh | lainnya | disangka | sebagaimana | juncto | p> Sedangkan | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | dijerat | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | (bin)< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Rachmawati: Saya Tidak Lakukan Makar Sama Sekali! : Okezone News

JAKARTA - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri membantah dirinya melakukan pemufakatan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Desember lalu sebagaimana yang dituduhkan oleh Polda Metro Jaya.

"Terus terang dan kesempatan ini saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," tegas Rachma dikediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (07/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Lebih lanjut, Rachma mengatakan, sebagai putri pendiri negara tentu dia memahami konsekuensi hukum dari perbuatan makar sehingga tidak mungkin untuk melakukan upaya makar.

"Bagaimanapun juga sebagai putri proklamator, pendiri bangsa ini dan tentunya saya tahu rambu-rambu hukum, saya tahu segala macam persoalan yang berkaitan dengan apa itu artinya makar," jelasnya.

Dikatakan Rachma, pada 2 Desember dia memang berencana akan ke DPR/MPR tapi bukan untuk mendudukinya, melainkan untuk menagih janji Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan yang pernah berjanji akan kembali pada Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana diusulkannya pada pertemuan sebelum-sebelumnya.

"Kami menyampaikan pada pimpinan DPR kalau akan dihadiri 20.000 massa untuk tagih janji. Tahun lalu saya sudah bertemu dengan ketua MPR Pak Zulkifli Hasan dalam rangka juga gerakan NKRI meminta MPR kembali kepada UUD 1945," pungkasnya.

Seperti diketahui, Rachmawati dan sejumlah aktivis lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi super damai 2 Desember lalu di kawasan Monumen Nasional, Jakarta karena dituduh melakukan pemufakatan makar kepada negara.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal.

"

| Rachmawati: | Saya | Tidak | Lakukan | Makar | Sama | Sekali! | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Putri | Presiden | pertama | Indonesia | Soekarno | Rachmawati | Soekarnoputri | membantah | dirinya | melakukan | pemufakatan | makar | terhadap | pemerintahan | Joko | Widodo | (Jokowi) | pada | Desember | sebagaimana | yang | dituduhkan | oleh | Polda | Metro | Jaya | p> Terus | terang | kesempatan | saya | dengan | keras | bahwa | sama | sekali | upaya | untuk | sekarang | tegas | Rachma | dikediamannya | Jalan | Jati | Padang | Raya | Pejaten | Jakarta | Selatan | Rabu | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Lebih | lanjut | mengat | sebagai | putri | pendiri | negara | tentu | memahami | konsekuensi | hukum | perbuatan | mungkin | p> Bagaimanapun | juga | proklamator | bangsa | tentunya | tahu | rambu | segala | macam | persoalan | berkaitan | artinya | jelasnya | p> Dikat | memang | berencana | bukan | mendudukinya | melainkan | menagih | janji | Ketua | Zulkifli | Hasan | pernah | berjanji | kembali | Undang | Dasar | 1945 | diusulkannya | pertemuan | senya | p> Kami | menyampaikan | pimpinan | kalau | dihadiri | massa | tagih | Tahun | bertemu | ketua | dalam | rangka | NKRI | meminta | kepada | pungkasnya | p> Seperti | diketahui | sejumlah | aktivis | lainnya | ditangkap | aparat | kepolisian | aksi | super | damai | kawasan | Monumen | Nasional | karena | dituduh | p> Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | p> |

Saturday, December 3, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |