Showing posts sorted by relevance for query Selasa. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Selasa. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar.

"Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa 6 Desember 2016.

Iriawan menduga ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini.

"Bukan parpol (partai politik). (Tapi) kemungkinan ya, karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, Iriawan melanjutkan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksan dan akan mengerucut menjadi satu".

Jumat dini hari pekan lalu polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal Izal masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

"Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap," ujar Iriawan.

Adapun, Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun, Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Alasannya, Sri Bintang tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lainnya. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini sepuluh tersangka dijerat Pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto Pasal 110 terkait pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | p> Aliran | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | menduga | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | p> Bukan | parpol | (partai | politik) | (Tapi) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | melanjutkan | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | pemeriksan | mengerucut | satu | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | Izal | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | p> Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | p>Alasannya | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | lainnya | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | Pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p> Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | menambahkan | p>AFRILIA | SURYANIS< | p> |

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 20:49 WIB

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan Kepolisian tak bertindak sembarangan dalam menangkap aktivis yang ditangkap atas dugaan merencanakan aksi makar.  Wiranto mengatakan, polisi memiliki alasan dan pertimbangan yang jelas sebelum memastikan apa yang direncanakan para aktivis itu sebagai upaya makar.

"Indikasi-indikasi ke arah sana itu Polisi sudah mendapat informasi dan bukti, maka kemudian mengambil satu-satu," kata Wiranto saat dicegat di Istana Kepresidenan, Selasa, 6 Desember 2016.

Sebanyak 11 aktivis ditangkap Kepolisian Jumat pekan lalu, menjelang aksi damai 2 Desember. Sebanyak 7 di antaranya dianggap hendak melakukan aksi makar yang kabarnya sudah dibahas sejak akhir November lalu lewat sejumlah pertemuan.

Ketujuh aktivis yang dianggap akan melakukan aksi makar itu adalah Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Adityawarman Thaha, Kivlan Zein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Ratna Sarumpaet. Mereka satu per satu dijemput dan ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua pada 2 Desember lalu.

Baca: Tersangka >Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini

Wiranto mengaku belum bisa memberikan detil baru terkait upaya makar tersebut. Ia berkata, polisi masih mengusut dan mengembangkan lebih lanjut. Salah satu hal di antaranya terkait aliran dana makar. 

"Temuan-temuan seperti itu gak bisa kemudian dilaporkan ke publik," kata Wiranto. "Ada beberapa informasi yang belum layak disampaikan ke publik. Polisi punya cara untuk mengembangkannya."

ISTMAN MP

"

| Wiranto: | Polisi | Temukan | Indikasi | Arah | Dugaan | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 20:49 | WIB< | p> < | div> Wiranto | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Koordinator | Wiranto | menyampaikan | Kepolisian | bertindak | sembarangan | dalam | menangkap | aktivis | yang | ditangkap | atas | dugaan | merencan | aksi | makar |  Wiranto | mengat | polisi | memiliki | alasan | pertimbangan | jelas | memastikan | direncan | para | sebagai | upaya | p>Indikasi | indikasi | arah | sana | mendapat | informasi | bukti | maka | kemudian | mengambil | satu | kata | saat | dicegat | Istana | Kepresidenan | p>Sebanyak | Jumat | pekan | menjelang | damai | Sebanyak | antaranya | dianggap | hendak | melakukan | kabarnya | dibahas | sejak | akhir | November | lewat | sejumlah | pertemuan | p>Ketujuh | adalah | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Zein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Ratna | Sarumpaet | Mereka | dijemput | ditahan | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | pada | p>Baca: Tersangka Makar< | span> | Bisa | Lepaskan | Aktivitas | Ini< | a>Wiranto | mengaku | memberikan | detil | baru | terkait | tersebut | berkata | masih | mengusut | mengembangkan | lebih | lanjut | Salah | aliran | dana | p> Temuan | temuan | seperti | gak< | dilaporkan | publik | beberapa | layak | disampaikan | punya | cara | untuk | mengembangkannya | p>ISTMAN | strong>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:03 WIB

Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga Makar  

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki aliran dana sepuluh orang tersangka terduga makar. "Aliran dananya sedang kami lacak," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa, 6 Desember 2016.

Iriawan memperkirakan ada tempat lain yang menjadi aliran dana kegiatan yang diduga makar ini. "Bukan parpol (partai politik), (tapi) kemungkinan iya karena kami masih memerlukan koordinasi dengan bank untuk membuka rekening koran," ujarnya.

Penyidik, kata Iriawan, juga masih mendalami dugaan adanya tersangka lain. "Siapa di balik ini, juga akan terus dilakukan pemeriksaan dan akan mengerucut menjadi satu," ucapnya.

Jumat dini hari pekan lalu, polisi menangkap 11 orang terduga makar. Mereka adalah koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas; Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran; Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh, Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; dan musikus Ahmad Dhani Prasetyo.

Tiga orang tersangka, yakni Sri Bintang, Jamran, dan Rizal, masih ditahan di rumah tahanan Markas Polda Metro Jaya. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan, dan Ahmad Dhani yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden juga dibebaskan. "Kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani) karena ada di situ (saat ditangkap)," ujar Iriawan.

Adapun Sri Bintang sudah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan. Namun Iriawan tak mengabulkan penangguhan penahanan tersebut. Alasannya, Sri Bintang dinilai tak kooperatif. Penangkapannya pun berbeda dengan tersangka lain. "Ada sedikit perlawanan. Saat diperiksa juga sulit, yang lain tidak," kata Iriawan.

Selain itu, penyidik masih melengkapi alat bukti untuk menjerat sepuluh tersangka tersebut. Saat ini, sepuluh tersangka dijerat pasal 107 tentang makar untuk menggulingkan pemerintahan juncto pasal 110 terkait dengan pemufakatan kejahatan juncto 87 KUHP.

"Nanti akan ada beberapa saksi yang diperiksa meliputi ahli pidana, teknologi informasi, dan bahasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

AFRILIA SURYANIS

"

| Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 23:03 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | tengah | menyelidiki | aliran | dana | sepuluh | orang | tersangka | terduga | dananya | kami | lacak | kata | Kepala | Polda | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | kantornya | p>Iriawan | memperkir | tempat | lain | yang | menjadi | kegiatan | diduga | Bukan | parpol | (partai | politik) | kemungkinan | karena | masih | memerlukan | koordinasi | dengan | bank | untuk | membuka | rekening | koran | ujarnya | p>Penyidik | juga | mendalami | adanya | Siapa | balik | terus | dilakukan | mengerucut | satu | ucapnya | p>Jumat | dini | hari | pekan | polisi | menangkap | Mereka | adalah | koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas; | Ketua | Aliansi | Masyarakat | Jakarta | Utara | Jamran; | Komando | Barisan | Rakyat | (Kobar) | Rizal | Izal; | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | p>Tiga | yakni | Jamran | ditahan | rumah | tahanan | Markas | Sedangkan | tujuh | dibebaskan | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Kami | dalami | keterkaitan | (Ahmad | Dhani) | situ | (saat | ditangkap) | ujar | p>Adapun | mengajukan | pemohonan | penangguhan | penahanan | Namun | mengabulkan | tersebut | Alasannya | dinilai | kooperatif | Penangkapannya | berbeda | sedikit | perlawanan | Saat | diperiksa | sulit | p>Selain | penyidik | melengkapi | alat | bukti | menjerat | tentang | menggulingkan | pemerintahan | juncto | pemufakatan | kejahatan | KUHP | p>Nanti | beberapa | saksi | meliputi | pidana | teknologi | informasi | bahasa | Hubungan | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>AFRILIA | SURYANIS< | strong>< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Upaya Makar #Aksi212

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menemukan bukti transfer perbankan antarpihak yang diduga bekerja sama untuk mendanai rencana makar dalam aksi 2 Desember, Jumat pekan lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan bukti transfer perbankan itu merupakan bukti tambahan terkait kasus dugaan makar yang menjerat 10 orang tersangka.

"Saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Ini menjadi bagian tambahan barang bukti," kata Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Martinus menyatakan, penyidik akan menelusuri lebih lanjut terkait temuan bukti transfer perbankan itu. Penyidik akan mengungkap sumber dana dan pihak yang menerima dari aliran perbankan itu.

Selain itu, Martinus menambahkan, penyidik juga menemukan barang bukti tambahan lainnya berupa dokumen. Menurutnya, barang bukti baru itu akan digabungkan dengan yang sebelumnya telah ditemukan untuk mendapatkan sebuah konstruksi hukum.

"(Sebelumnya) ada video yang diupload, kemudian ada pemberitaan yang berisi tentang pernyataan ajakan, kemudian bukti transfer dari seseorang ke orang lain," kata Martinus.

Pekan lalu, Polri menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka kasus dugaan melakukan makar maupun penghinaan terhadap Presiden, beberapa jam sebelum #Aksi212 berlangsung di kawasan Monas.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran. Dua nama terakhir juga dijerat Pasal 28 UU ITE.

Selain 10 tersangka makar, musisi Ahmad Dhani ikut ditangkap dengan jeratan pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

(gil)"

| Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Upaya | Makar | #Aksi212 | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | menemukan | bukti | transfer | perbankan | antarpihak | yang | diduga | bekerja | sama | untuk | mendanai | rencana | makar | dalam | aksi | Desember | Jumat | pekan | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | merup | tambahan | terkait | kasus | dugaan | menjerat | orang | tersangka | p>Saat | ditemukan | menjadi | bagian | barang | kata | Markas | Jakarta | Selatan | Selasa | p>Martinus | menyat | penyidik | menelusuri | lebih | lanjut | temuan | Penyidik | mengungkap | sumber | dana | pihak | menerima | aliran | p> Selain | menambahkan | juga | lainnya | berupa | dokumen | Menurutnya | baru | digabungkan | dengan | senya | telah | mendapatkan | sebuah | konstruksi | hukum | (Senya) | video | diupload | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | pernyataan | seseorang | lain | p>Pekan | menetapkan | sepuluh | sebagai | melakukan | maupun | penghinaan | terhadap | Presiden | beberapa | Aksi212 | berlangsung | kawasan | Monas | p>Polisi | Pasal | Juncto | KUHP | perbuatan | pemufakatan | jahat | p>Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | kakak | beradik | Rizal | Jamran | nama | terakhir | dijerat | p>Selain | musisi | Ahmad | Dhani | ikut | ditangkap | jeratan | pasal | penguasa | p>(gil)< | strong> |

Pengamat: Perbuatan Makar tak Harus Ada Kekerasan atau Kerusuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pihak mengkritisi tuduhan makar aparat kepolisian terhadap sejumlah aktivis, purnawirawan TNI dan kader parpol. Hal ini karena penggunaan istilah makar dinilai berlebihan kepada 11 aktivis tersebut, lantaran perbuatan para tersangka dinilai tidak masuk dalam unsur makar.

Mabes Polri sebelumnya menyatakan dugaan perbuatan makar oleh para aktivis telah dimulai dengan pemufakatan jahat para tersangka untuk merencanakan makar. Yakni melakukan sejumlah pertemuan, sebagai upaya menduduki gedung DPR RI meski tanpa pasukan maupun senjata.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan publik, apakah perbuatan kesebelas orang tersebut sudah masuk dalam kategori makar. Adapun kepada para tersangka sendiri dijerat pasal 107 juncto pasal 110 juncto pasal 87 KUHP.

Menurut Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji, sebuah perbuatan dikategorikan makar sebagaimana disebut dalam pasal 87 KUHP, dalam doktrin dan yurisprudensinya memperluas arti makar. Yakni tahapan persiapan yang kemudian dibuktikan dengan adanya niat (mens rea) berupa persiapan atau perbuatan Makar.

"Mengacu pasal ini, tindakan makar dapat terjadi pada tahapan yg dinamakan voorbereidigings handeling atau persiapan perbuatan sifatnya, dapat dipidana," ujar Indriyanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/12).

Karenanya, dalam kasus 11 tokoh tersebut, Indriyanto menilai penyidik menggunakan pasal tersebut dengan melihat tahapan persiapan perbuatan para tokoh, yang dianggap sebagai upaya merencanakan percobaan makar. Seperti upaya penggulingan Pemerintahan yang sah, yang dalam pasal tersebut sudah memenuhi unsur niat.

"Misalnya saja adanya alat bukti berupa undangan dan saksi berupa penyebaran undangan mengganti pemerintahan sah dan membentuk pemerintah transisi ini ini telah memenuhi unsur niat atau faktor subyektif negatif dari mens rea untuk menggulingkan Pemerintahan yang sah pada tahapan sudah terpenuhi," ujar Indriyanto.

Ia juga menyebut, perbuatan makar juga diartikan tidak harus ada pelaksanaan perbuatan, yakni cukup dengan permulaan pelaksanaan sudah terpenuhi. Menurutnya pelaksanaan sudah dapat dipidana jika telah ada undangan, orasi untuk mengganti pemerintahan yang sah.

Ia juga menilai, perbuatan makar tidak perlu menunggu ada akibat dari perbuatan tersebut tersebut misalkan kerusuhan maupun ancaman kekerasan. "Ini tidak perlu ada akibatnya berupa kerusuhan dalam masyarakat, karena ini delik formil, karena itu percobaan makar sudah dapat dipidana. Ketentuan makar tidak harus ada kekerasan atau ancaman kekerasan dan bukan dalam pemahaman pemberontakan fisik," ujar Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana tersebut.

"

| Pengamat: | Perbuatan | Makar | Harus | Kekerasan | atau | Kerusuhan | REPUBLIKA | JAKARTA | Sejumlah | pihak | mengkritisi | tuduhan | makar | aparat | kepolisian | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | kader | parpol | karena | penggunaan | istilah | dinilai | berlebihan | kepada | tersebut | lantaran | perbuatan | para | tersangka | masuk | dalam | unsur | p> Mabes | Polri | senya | menyat | dugaan | oleh | telah | dimulai | dengan | pemufakatan | jahat | untuk | merencan | Yakni | melakukan | pertemuan | sebagai | upaya | menduduki | gedung | meski | tanpa | pasukan | maupun | senjata | p> Hal | menimbulkan | pertanyaan | publik | apakah | kesebelas | orang | kategori | Adapun | sendiri | dijerat | pasal | juncto | KUHP | p> Menurut | Pakar | Hukum | Pidana | Universitas | Indonesia | Indriyanto | Seno | Adji | sebuah | dikategorikan | sebagaimana | disebut | doktrin | yurisprudensinya | memperluas | arti | tahapan | persiapan | yang | kemudian | dibuktikan | adanya | niat | (mens | rea) | berupa | p> Mengacu | tind | dapat | terjadi | pada | dinam | voorbereidigings | handeling< | sifatnya | dipidana | ujar | saat | dihubungi | Jakarta | Selasa | p> Karenanya | kasus | tokoh | menilai | penyidik | menggun | melihat | dianggap | percobaan | Seperti | penggulingan | Pemerintahan | memenuhi | p> Misalnya | alat | bukti | undangan | saksi | penyebaran | mengganti | pemerintahan | membentuk | pemerintah | transisi | faktor | subyektif | negatif | mens | menggulingkan | terpenuhi | p> Ia | juga | menyebut | diartikan | harus | pelaksanaan | yakni | cukup | permulaan | Menurutnya | jika | orasi | perlu | menunggu | misalkan | kerusuhan | ancaman | kekerasan | masyarakat | delik | formil | Ketentuan | bukan | pemahaman | pemberont | fisik | Guru | Besar | Krisnadwipayana | p> |

Penjelasan TNI Soal Penangkapan 2 Purnawirawan Tersangka Makar

Liputan6.com, Jakarta - Beredar kabar yang menyebutkan para perwira TNI marah terkait penangkapan dua purnawirawan TNI yang diduga makar pada Jumat, 2 Desember 2016 lalu. Kabar tersebut beredar di media sosial.

Menanggapi hal ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana menegaskan, pihaknya turut dalam penugasan pengamanan aksi damai 2 Desember. Penangkapan para tersangka makar, kata dia, merupakan salah satu upaya agar tak menggangu jalannya aksi damai.

"Sudah jelas, saya dalam penugasan ini dalam komando yang dibentuk, saya wakil. Dan keputusan rapat itu adalah tugas yang sudah dianalisis dengan baik, maka perlu dilakukan diamankan beberapa orang ini dan pemeriksaannya dilakukan oleh Polri," ucap Teddy saat memberikan keterangan pers bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah tudingan tayangan Dragon TV yang beredar di YouTube yang menyebutkan, banyak perwira TNI marah atas penangkapan Kivlan dan Adityawarman yang diduga makar. Dia juga menegaskan, TNI tak terpecah pascapenangkapan ini.

"Sudah jelas, rantai komando di TNI jelas, yaitu tegak lurus. Tidak ada di luar rantai komando, kalau pun bergerak sendiri tidak mungkin, karena tugas kami memberikan ketenangan kepada masyarakat Jakarta dan Indonesia," tegas Teddy.

"

| Penjelasan | Soal | Penangkapan | Purnawirawan | Tersangka | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Beredar | kabar | yang | menyebutkan | para | perwira | marah | terkait | penangkapan | purnawirawan | diduga | makar< | pada | Jumat | Desember | 2016 | Kabar | tersebut | beredar | media | sosial | p> Menanggapi | Pangdam | Jaya | Mayjen | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | pihaknya | turut | dalam | penugasan | pengamanan | aksi | damai | tersangka | kata | merup | salah | satu | upaya | agar | menggangu | jalannya | p> Sudah | jelas | saya | komando | dibentuk | wakil | keputusan | rapat | adalah | tugas | dianalisis | dengan | baik | maka | perlu | dilakukan | diamankan | beberapa | orang | pemeriksaannya | oleh | Polri | ucap | saat | memberikan | keterangan | pers | bersama | Kapolda | Metro | Irjen | Mochamad | Iriawan | Mapolda | Selasa | 2016) | p> Teddy | juga | membantah | tudingan | tayangan | Dragon | YouTube | banyak | atas | Kivlan | Adityawarman | terpecah | pascapenangkapan | p> Sudah | rantai | yaitu | tegak | lurus | Tidak | luar | kalau | bergerak | sendiri | mungkin | karena | kami | ketenangan | kepada | masyarakat | Indonesia | tegas | p> |

Polisi Cari Tokoh Utama Makar di Antara Sri Bintang Pamungkas Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Kapolda Metro Jaya M Iriawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan adanya tokoh utama dalam upaya makar tersebut.

"Kalau ada, kita cari lagi," tutur Iriawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2016).

Iriawan mengatakan, pihaknya belum merencanakan menahan tujuh orang yang diduga terkait upaya makar. "Nanti kita lihat perkembangan. Kalau dia mencoba lagi, mengadakan percobaan, apa boleh buat," ucap dia.

Kendati, Iriawan menegaskan, pihaknya masih memproses dan melengkapi berkas ketujuh tersangka makar tersebut. "Kita sedang proses dan lengkapi pemberkasan," jelas dia.

Di tempat yang sama, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto menuturkan, pihaknya belum melihat siapa aktor utama dugaan makar tersebut. Karenanya, semua tersangka dikategorikan sama.

"Kita belum bisa memilah-milah siapa aktor utama, siapa pendukung dan pelaksana, semua kita kategorikan sama," jelas dia.

Kepolisian belum mendalami siapa aktor utama dari dugaan upaya makar ini. "Jadi bahasanya, siapa pemimpin, siapa anak buah, belum kita lakukan (penyelidikan)," pungkas Rikwanto.

Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Dari 11 orang tersebut, tujuh tersangka makar telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam. Mereka yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Sedangkan, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Seorang lagi musikus kondang Ahmad Dhani, dibebaskan dengan tuduhan kasus penghinaan presiden.

"

| Polisi | Cari | Tokoh | Utama | Makar | Antara | Bintang | Pamungkas | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | pada | Jumat | Desember | 2016 | Penangkapan | dilakukan | jelang | aksi | damai | Monas | p> Kapolda | Iriawan | mengat | pihaknya | masih | menyelidiki | dugaan | adanya | utama | dalam | upaya | makar | tersebut | p> Kalau | cari | lagi | tutur | Pusat | Selasa | 2016) | p> Iriawan | merencan | menahan | tujuh | orang | yang | diduga | Nanti | lihat | perkembangan | Kalau | mencoba | mengad | percobaan | boleh | buat | ucap | p> Kendati | menegaskan | memproses | melengkapi | berkas | ketujuh | tersangka | Kita | proses | lengkapi | pemberkasan | jelas | p> Di | tempat | sama | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | menuturkan | melihat | siapa | aktor | Karenanya | semua | dikategorikan | p> Kita | memilah | milah | pendukung | pelaksana | kategorikan | p> Kepolisian | mendalami | Jadi | bahasanya | pemimpin | anak | buah | lakukan | (penyelidikan) | pungkas | p> Polda | p> Dari | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | hampir | 1x24 | Mereka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Sedangkan | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Seorang | musikus | kondang | Ahmad | Dhani | dibebaskan | dengan | tuduhan | kasus | penghinaan | presiden | p> |

Polisi: Ada 4 Bukti Sri Bintang Pamungkas Makar

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap jelang aksi damai pada Jumat 2 Desember 2016. Tiga di antaranya ditahan di Polda Metro Jaya, termasuk Sri Bintang Pamungkas.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

"

| Polisi: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Makar | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Sebanyak | aktivis | tokoh | nasional | ditangkap | jelang | aksi | damai | pada | Jumat | Desember | 2016 | Tiga | antaranya | ditahan | Polda | Metro | Jaya | termasuk | Pamungkas< | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan makar< | yang | dilakukan | orang | lainnya | p> Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | Mabes | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | dugaan | makar< | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p> Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p> |