Showing posts sorted by relevance for query Arah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Arah. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 20:49 WIB

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan Kepolisian tak bertindak sembarangan dalam menangkap aktivis yang ditangkap atas dugaan merencanakan aksi makar.  Wiranto mengatakan, polisi memiliki alasan dan pertimbangan yang jelas sebelum memastikan apa yang direncanakan para aktivis itu sebagai upaya makar.

"Indikasi-indikasi ke arah sana itu Polisi sudah mendapat informasi dan bukti, maka kemudian mengambil satu-satu," kata Wiranto saat dicegat di Istana Kepresidenan, Selasa, 6 Desember 2016.

Sebanyak 11 aktivis ditangkap Kepolisian Jumat pekan lalu, menjelang aksi damai 2 Desember. Sebanyak 7 di antaranya dianggap hendak melakukan aksi makar yang kabarnya sudah dibahas sejak akhir November lalu lewat sejumlah pertemuan.

Ketujuh aktivis yang dianggap akan melakukan aksi makar itu adalah Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Adityawarman Thaha, Kivlan Zein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Ratna Sarumpaet. Mereka satu per satu dijemput dan ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua pada 2 Desember lalu.

Baca: Tersangka >Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini

Wiranto mengaku belum bisa memberikan detil baru terkait upaya makar tersebut. Ia berkata, polisi masih mengusut dan mengembangkan lebih lanjut. Salah satu hal di antaranya terkait aliran dana makar. 

"Temuan-temuan seperti itu gak bisa kemudian dilaporkan ke publik," kata Wiranto. "Ada beberapa informasi yang belum layak disampaikan ke publik. Polisi punya cara untuk mengembangkannya."

ISTMAN MP

"

| Wiranto: | Polisi | Temukan | Indikasi | Arah | Dugaan | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 20:49 | WIB< | p> < | div> Wiranto | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Koordinator | Wiranto | menyampaikan | Kepolisian | bertindak | sembarangan | dalam | menangkap | aktivis | yang | ditangkap | atas | dugaan | merencan | aksi | makar |  Wiranto | mengat | polisi | memiliki | alasan | pertimbangan | jelas | memastikan | direncan | para | sebagai | upaya | p>Indikasi | indikasi | arah | sana | mendapat | informasi | bukti | maka | kemudian | mengambil | satu | kata | saat | dicegat | Istana | Kepresidenan | p>Sebanyak | Jumat | pekan | menjelang | damai | Sebanyak | antaranya | dianggap | hendak | melakukan | kabarnya | dibahas | sejak | akhir | November | lewat | sejumlah | pertemuan | p>Ketujuh | adalah | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Zein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Ratna | Sarumpaet | Mereka | dijemput | ditahan | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | pada | p>Baca: Tersangka Makar< | span> | Bisa | Lepaskan | Aktivitas | Ini< | a>Wiranto | mengaku | memberikan | detil | baru | terkait | tersebut | berkata | masih | mengusut | mengembangkan | lebih | lanjut | Salah | aliran | dana | p> Temuan | temuan | seperti | gak< | dilaporkan | publik | beberapa | layak | disampaikan | punya | cara | untuk | mengembangkannya | p>ISTMAN | strong>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Wednesday, December 7, 2016

Eggi Sudjana Kesal Namanya Masuk Daftar Donatur Kelompok Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengaku kesal plus dongkol luar biasa alias 'gondok' mengetahui namanya masuk bagan daftar donatur kelompok orang yang diduga melakukan makar terkait unjuk rasa 212.

Dan kebetulan sebagian besar nama di daftar tersebut menjadi tersangka makar di kepolisian.

"Dalam kesempatan yang menyedihkan buat saya ini, ... Jadi, kesal, gondok karena semua orang juga merasakan kalau difitnah itu sangat tidak enak," kata Eggi Sudjana usai membuat laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

"Kalau fitnah dalam bahasa Sunda itu enak, 'kepijit ngeunah'. Tapi kalau ini luar biasa karena saya dituduh dengan situasi seperti ini, gambar tentang dana gerakan tanggal 2 Desember kemarin, dan mengarah pada makar. Ini kan sangat serius," sambungnya.

Menurut Eggi, dirinya melaporkan kasus penyebaran informasi bohong dan pencemaran nama baik ke polisi menyusul adanya gambar bagan daftar "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial pada saat aksi 212.

Menurutnya, penyebaran informasi tersebut harus dilaporkannya ke polisi karena terbilang fitnah yang sangat serius dan merugikan nama baiknya.

Padahal, ia merasa tidak pernah terlibat dengan 11 orang yang telah ditangkap oleh polisi karena sangkaan melakukan permufakatan makar terkait aksi 212.

"Saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gerakan Oposisi Nasional di sini. Dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," kata Eggi.

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis (melakukan) makar, semuanya ada di sini (bagan daftar)," sambungnya.

Eggi menceritakan, dirinya kali pertama menerima foto bagan daftar nama donatur tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, ia baru melaporkan dugaan pelanggaran terkait penyebaran gambar bagan tersebut ke polisi pada 6 Desember 2016 atau setelah 11 orang yang tertera di bagan daftar tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian.

Alasan dia, karena dirinya selaku advokat yang kerap bersentuhan dengan kepolisian telah disinggung pertanyaan dari Kapolri.

"Karena saya diprotes juga oleh Kapolri. Dalam arti, 'Lu ikut mana ke situ atau bagaimana'. Menjelaskan pertanyaan ini tidak sesederhana, oh saya enggak ikut ke situ bang. Tapi, menjelaskannya harus secara proses hukum (membuat laporan polisi)," kata dia.

"Apalagi, dampaknya juga sangat serius terhadap kehidupan saya. Sebab, ini menyangkut makar. Padahal, saya tidak mau makar. Kalau makar dalam arti makan rame-rame, itu saya setuju. Kalau makar yang ini bahaya," sambungnya.

"

| Eggi | Sudjana | Kesal | Namanya | Masuk | Daftar | Donatur | Kelompok | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | Sudjana< | mengaku | kesal | plus | dongkol | luar | biasa | alias | gondok | mengetahui | namanya | masuk | bagan | daftar | donatur | kelompok | orang | yang | diduga | melakukan | makar< | terkait | unjuk | rasa | p> Dan | kebetulan | sebagian | besar | nama | tersebut | menjadi | tersangka | kepolisian | p> Dalam | kesempatan | menyedihkan | buat | saya | Jadi | karena | semua | juga | meras | kalau | difitnah | sangat | enak | kata | usai | membuat | laporan | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Kalau | fitnah | dalam | bahasa | Sunda | kepijit | ngeunah | Tapi | dituduh | dengan | situasi | seperti | gambar | tentang | dana | tanggal | Desember | kemarin | mengarah | pada | serius | sambungnya | p> Menurut | dirinya | melaporkan | kasus | penyebaran | informasi | bohong | pencemaran | baik | polisi | menyusul | adanya | Donator | Aksi | Bela | Islam | Arah | disebarkan | pelaku | media | sosial | saat | aksi | p> Menurutnya | harus | dilaporkannya | terbilang | merugikan | baiknya | p> Padahal | merasa | pernah | terlibat | telah | ditangkap | oleh | sangkaan | permufakatan | p> Saya | menam | diri | sebagai | Oposisi | Nasional | sini | bawah | koordinasi | Ratna | Sarumpaet | p> Tapi | menariknya | aktivis | (melakukan) | semuanya | (bagan | daftar) | p> Eggi | mencerit | kali | pertama | menerima | foto | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Tommy | Soeharto< | Julia | Pesan | dikirimkan | Jumat | 2016 | pukul | p> Namun | baru | dugaan | pelanggaran | atau | setelah | tertera | pihak | p> Alasan | selaku | advokat | kerap | bersentuhan | disinggung | pertanyaan | Kapolri | p> Karena | diprotes | Dalam | arti | ikut | mana | situ | bagaimana | Menjelaskan | sesederhana | enggak | bang | menjelaskannya | secara | proses | (membuat | polisi) | p> Apalagi | dampaknya | terhadap | kehidupan | Sebab | menyangkut | Padahal | Kalau | rame | setuju | bahaya | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Namanya Dicatut sebagai Donatur Aksi Makar, Eggi Sudjana Lapor Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi hukum, Eggi Sudjana melaporkan penyebar gambar yang menuduhnya sebagai salah satu penyandang dana aksi makar ke polisi. Ia merasa nama baiknya tercemar karena namanya tercantum di gambar yang telah menyebar luas di media sosial tersebut.

Dalam gambar tersebut, Eggi disebut sebagai anggota dari Gerakan Oposisi Nasional. Dalam gambar itu juga diterangkan bahwa dia dibawahi oleh aktivis perempuan Ratna Sarumpaet.

"Yang jelas, pasti ini suatu fitnah yang sangat luar biasa. Karena kita tahu, demo 2 Desember kemarin adalah murni ibadah. Kedua, saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gonas di sini. Dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," ujar Eggi seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Selain Eggi dalam gambar tersebut juga mencantumkan tokoh-tokoh seperti, Tommy Soeharto, Said Iqbal, Munarman, Rizieq Sihab, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarno Putri, Bachtiar Nasir, Muhsin Alatas, Sri Bintang Pamungkas, Eko Suryo, Kivlan Zein, Adityawarman, Budi Sujana, Habiburahman, Baris Silitonga, Dahlia Zein, Rusdi dan Firza Husein.

Dalam bagian atas gambar tersebut tertulis "Donatur Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Eggi mengungkapkan pertama kali dirinya mendapat gambar tersebut dari seorang wanita bernama Julia pada Jumat 2 Desember 2016 lalu. (Baca: Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi)

Kepada Eggi, Julia mengaku sebagai penasihat Tommy Soeharto.

"Saya pertama dapat ini lewat WA, dari Saudari Julia. Julia ini saya kenal begitu saja. Tapi, setelah saya tanya-tanya dan konfirmasi kepada dia langsung, dia mengaku sebagai penasihat Tommy Soeharto," ucap Eggi.

Dalam kesempatan ini, EggiDiduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi juga mengimbau kepada para tokoh yang tercantum dalam gambar tersebut untuk melaporkannya juga ke polisi.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini. Sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya. Kalau mereka enggak melapor lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," kata Eggi.

Dalam laporan ini, Eggi belum mencantumkan nama pelapornya. Sebab saat ini, polisi masih menyelidiki siapa penyebar awal gambar itu. Laporan yang dibuat Eggi, tercantum dalam laporan polisi bernomor LP/5984/XII/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 6 Desember 2016.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Namanya | Dicatut | sebagai | Donatur | Aksi | Makar, | Eggi | Sudjana | Lapor | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Praktisi | hukum | melaporkan | penyebar | gambar | yang | menuduhnya | salah | satu | penyandang | dana | aksi | makar | polisi | merasa | nama | baiknya | tercemar | karena | namanya | tercantum | telah | menyebar | luas | media | sosial | tersebut | p> Dalam | disebut | anggota | Oposisi | Nasional | Dalam | juga | diterangkan | bahwa | dibawahi | oleh | aktivis | perempuan | Ratna | Sarumpaet< | p> Yang | jelas | pasti | suatu | fitnah | sangat | luar | biasa | Karena | tahu | demo | Desember< | kemarin | adalah | murni | ibadah | Kedua | saya | pernah | menam | diri | Gonas | sini | bawah | koordinasi | ujar | seusai | membuat | laporan | Sentra | Pelayanan | Kepolisian | Terpadu | Polda | Metro | Jaya | Selasa | 2016) | p> Selain | dalam | mencantumkan | tokoh | seperti | Tommy | Soeharto | Said | Iqbal | Munarman | Rizieq | Sihab | Ahmad | Dhani< | Rachmawati< | Soekarno | Putri | Bachtiar | Nasir | Muhsin | Alatas | Bintang | Pamungkas< | Suryo | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Budi | Sujana | Habiburahman | Baris | Silitonga | Dahlia | Zein | Rusdi | Firza | Husein | bagian | atas | tertulis | Bela | Islam | Arah | Makar | mengungkapkan | pertama | kali | dirinya | mendapat | seorang | wanita | bernama | Julia | pada | Jumat | 2016 | (Baca: | Diduga | Terlibat | Upaya | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi< | a>)< | p> Kepada | mengaku | penasihat | p> Saya | dapat | lewat | kenal | begitu | Tapi | setelah | tanya | konfirmasi | kepada | langsung | ucap | kesempatan | EggiDiduga | mengimbau | para | untuk | melaporkannya | p> Imbauan | Sudi | kiranya | berkenan | sama | melapor | jangan | sendiri | harapan | Kalau | enggak | kenapa | padahal | dirugikan | kata | pelapornya | Sebab | saat | masih | menyelidiki | siapa | awal | Laporan | dibuat | bernomor | 5984 | Ditreskrimsus | tertanggal | Desember | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |