Showing posts sorted by relevance for query layak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query layak. Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Pengacara: Rachmawati Menolak Menjawab Pertanyaan soal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Sebab, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

"BAP pertama dimulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kemudian BAP kedua dimulai setelah azan magrib hingga pukul 21.00 WIB," kata Teguh, Jumat (2/11/2016) malam.

Adapun, selama di-BAP Rachmawati enggan memberikan penjelasan terkait dengan pasal yang disangkakan. Ia hanya berkenan menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan identitas.

"Mbak Rachma tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan terkait materi yang dituduhkan, yaitu dugaan makar Pasal 107, 110 juncto 87," papar Teguh.

Dia beralasan, ketika berada di Mako Brimob Kelapa II Depok, kondisi kesehatan Rachmawati tidak memungkinkan. Apalagi suhu badannya sempat panas dingin.

"Jam 10.00 WIB Tensinya 230/110, menjelang jam 3 diperiksa lagi tensinya turun ke 180/80. Mbak Rachma tadinya ingin ditangani dokter pribadi, tetapi tidak bisa dihubungi karena HP-nya disita," ucap Teguh.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22:00 WIB menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam. "Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

Rachmawati termasuk di antara sembilan tersangka lainnya terkait kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang ditangkap pada Sabtu dini hari, 2 Desember 2016.

"

| Pengacara: | Rachmawati | Menolak | Menjawab | Pertanyaan | soal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Soekarnoputri< | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | tentang | dugaan | makar< | yang | ditujukan | kepadanya | Sebab | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | untuk | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | p> BAP | pertama | dimulai | pukul | sampai | Kemudian | kedua | setelah | azan | magrib | kata | Jumat | 2016) | malam | p> Adapun | selama | enggan | memberikan | penjelasan | terkait | dengan | pasal | disangk | hanya | berkenan | berkenaan | identitas | p> Mbak | Rachma | materi | dituduhkan | yaitu | makar | Pasal | juncto | papar | p> Dia | beralasan | ketika | berada | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | memungkinkan | Apalagi | suhu | badannya | sempat | panas | dingin | p> Jam | Tensinya | menjelang | diperiksa | lagi | tensinya | turun | Mbak | tadinya | ingin | ditangani | dokter | pribadi | dihubungi | karena | disita | ucap | p> Rachmawati | bersama | pengacaranya | meninggalkan | Brimob< | pada | 22:00 | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | termasuk | antara | sembilan | tersangka | lainnya | kasus | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | ditangkap | Sabtu | dini | hari | Desember | 2016 | p> |

Thursday, December 8, 2016

Mantan Panglima TNI Bicara Penangkapan Kivlan Zein Cs yang Dituduh Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengatakan masalah politik dan hukum janganlah menggunakan perasaan, melainkan harus konkret.

Pernyataan Panglima TNI di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dilontarkan setelah ditanya wartawan mengenai perasaannya ada mantan Jenderal TNI yang ditangkap karena diduga terlibat makar.

‎Mereka yakni Kivlan Zein yang merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir mayor Jenderal serta Adityawarman, yang juga Purnawirawan TNI AD dengan pangkat Brigadir Jenderal.

"Jadi di permasalahan politik, dan hukum jangan main perasaan. Semuanya harus konkret ya," kata Djoko di kediamannya usai bertemu Anies Baswedan di kediamannya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016).

‎

Baca: Polda Metro Jaya: Jangan Percaya Isu Petinggi TNI AD Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein

Mantan Jenderal Infanteri tersebut mengatakan mengenai adanya dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh termasuk diantaranya dua purnawiraan TNI sebaiknya diserahkan kepada hukum yang berlaku.

"Serahkan saja kepada proses hukum yang berlaku, kita lihat bagaimana hasilnya. Mereka sudah diperiksa dan sebagian sudah dikeluarkan," katanya.

Mantan Pangdam Pattimura dan Pangdam Jaya tersebut mengaku tidak bisa menilai apakah yang dilakukan dua mantan jenderal tersebut tergolong makar.

Begitu mengenai apakah keduanya layak ditangkap atau tidak.

‎"Ya kembali saya tidak punya kewenangan untuk menilai, karena satu saya tidak punya kewenangan, yang kedua tidak punya informasi tentang itu. Salah kalau kita enggak tahu, enggak ada informasi dan bukan kapasitas saya," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video di Youtube mengatasnamakan DragonTV berdurasi tiga menit‎ 30 detik mengenai penangkapan Kivlan Zen dan Adityawarman, sebelum aksi doa dan salat berjamaah di kawasan Monas 4 Desember lalu.

Dalam video itu disebutkan jika Jajaran perwira tinggi dan menengah TNI tersinggung atas penangkapan tersebut.

Video itu telah dibantah oleh Mabes TNI.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, berita yang disiarkan di saluran itu hoax.

Setelah ditelusuri saluran youtube tersebut tidak menginduk pada stasiun Dragon TV di Tiongkok.

"

| Mantan | Panglima | Bicara | Penangkapan | Kivlan | Zein | yang | Dituduh | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Jenderal | (Purn) | Djoko | Santoso | mengat | masalah | politik | hukum | janganlah | menggun | perasaan | melainkan | harus | konkret | p> Pernyataan | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | tersebut | dilontarkan | setelah | ditanya | wartawan | mengenai | perasaannya | mantan | ditangkap | karena | diduga | terlibat | makar | p> ‎Mereka | yakni | merup | Purnawirawan | Angkatan | Darat | dengan | pangkat | terakhir | mayor | serta | Adityawarman | juga | Brigadir | p> Jadi | permasalahan | jangan | main | Semuanya | kata | kediamannya | usai | bertemu | Anies | Baswedan | Cipayung | Jakarta | Timur | Kamis | 2016) | p> ‎< | p> Baca: | Polda | Metro | Jaya: | Jangan | Percaya | Petinggi | Marah | Terkait | Zein< | strong>< | h4> Mantan | Infanteri | adanya | dugaan | dilakukan | sejumlah | tokoh | termasuk | diantaranya | purnawiraan | sebaiknya | diserahkan | kepada | berlaku | p> Serahkan | proses | lihat | bagaimana | hasilnya | Mereka | diperiksa | sebagian | dikeluarkan | katanya | p> Mantan | Pangdam | Pattimura | Jaya | mengaku | menilai | apakah | jenderal | tergolong | p> Begitu | keduanya | layak | atau | p> ‎Ya | kembali | saya | punya | kewenangan | untuk | satu | kedua | informasi | tentang | Salah | kalau | enggak | tahu | bukan | kapasitas | pungkasnya | p> Senya | beredar | video | Youtube< | mengatasnam | DragonTV | berdurasi | tiga | menit‎ | detik | penangkapan | aksi | salat | berjamaah | kawasan | Monas | Desember | p> Dalam | disebutkan | jika | Jajaran | perwira | tinggi | menengah | tersinggung | atas | p> Video | telah | dibantah | oleh | Mabes | p> Menurut | Kapuspen | Mayjen | Wuryanto | berita | disiarkan | saluran | hoax | p> Setelah | ditelusuri | youtube | menginduk | pada | stasiun | Dragon | Tiongkok | p> |

Saturday, December 3, 2016

Dunia Sorot Penangkapan Anak Presiden Sukarno atas Tuduhan Makar

Liputan6.com, Jakarta - Aksi demo 2 Desember lalu ternyata tak hanya menarik perhatian nasional. Dunia internasional pun menyoroti salat Jumat massal yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) itu.

Dunia lewat media asing juga menyorot tentang penangkapan 10 orang terduga makar. Apalagi salah satu di antaranya adalah musikus Ahmad Dhani, yang juga calon Wakil Bupati Bekasi. Bukan tanpa alasan, suami dari Mulan Jameela itu pernah dikecam media internasional terkait dengan menjiplak lagu Queen, "We Will Rock You", untuk kampanye Pilpres 2014 lalu. Ditambah dengan kostum ala Nazi yang dianggap tidak pantas.

Selain Ahmad Dhani, yang membuat dunia terkesima adalah salah satu dari 10 orang yang ditangkap karena diduga makar adalah Rachmawati Soekarnoputri. Seperti diketahui, Rachmawati tak lain tak bukan adalah anak dari proklamator Republik Indonesia, presiden pertama Soekarno dan juga dari adik presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Melalu artikel yang berjudul "Indonesian police arrest sister of former president Megawati ahead of rally" dari Channel News Asia, media Singapura itu menaikkan artikel terkait penangkapan Rachmawati dan 10 orang lainnya, termasuk Ahmad Dhani dan Sri Bintang Pamungkas menjelang aksi demo 2 Desember.

Adapun artikel surat kabar Inggris, The Telegraph, memberi judul "Daughter of Indonesia's founding president arrested over alleged anti-government plot, amid mass protests".

"Rachmawati Soekarnoputri, anak dari pendiri Indonesia, Presiden Soekarno dan adik dari mantan presiden Megawati, ditangkap pada dini hari Jumat, kata pengacara," demikian seperti Liputan6.com kutip dari Telegraph.

Telegraph melaporkan bahwa media-media Indonesia meliput konferensi pers Rachmawati pada Kamis, meminta para pendemo untuk menduduki gedung DPR. Menurut artikel tersebut, aksi Rachmawati dianggap tindakan makar karena telah melawan pemerintah.

Media Malaysia, New Straits Times Online, mengutip Bernama memberi judul artikel "Sukarno's daughter, rockstar Ahmad Dhani among 10 nabbed over treason."

Artikel itu menyebut penangkapan tidak terkait aksi demo 2 Desember yang meminta penahanan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melainkan karena melakukan tindakan makar melawan pemerintah.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

Rachmawati ditangkap dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa II Depok. Menurut pengacaranya, adik kandung Presiden Megawati itu menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Ditaambah, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa, mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22.00 WIB Jumat, 2 Desember menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam.

"Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

"

| Dunia | Sorot | Penangkapan | Anak | Presiden | Sukarno | atas | Tuduhan | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aksi | demo | Desember< | a>  | ternyata | hanya | menarik | perhatian | nasional | internasional | menyoroti | salat | Jumat | massal | yang | digelar | Lapangan | Monumen | Nasional | (Monas) | p> Dunia | lewat | media | asing | juga | menyorot | tentang | penangkapan | orang | terduga | makar | Apalagi | salah | satu | antaranya | adalah | musikus | Ahmad | Dhani< | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Bukan | tanpa | alasan | suami | Mulan | Jameela | pernah | dikecam | terkait | dengan | menjiplak | lagu | Queen | Will | Rock | untuk | kampanye | Pilpres | 2014 | Ditambah | kostum | Nazi | dianggap | pantas | p> Selain | Dhani | membuat | dunia | terkesima | ditangkap | karena | diduga | makar< | Rachmawati | Soekarnoputri | Seperti | diketahui | lain | bukan | anak | proklamator | Republik | Indonesia | presiden | pertama | Soekarno | adik | Megawati | p> Me | artikel | berjudul | Indonesian | police | arrest | sister | former | president | ahead | rally | Channel | News | Asia< | Singapura | menaikkan | lainnya | termasuk | Bintang | Pamungkas | menjelang | aksi | Desember | p> Adapun | surat | kabar | Inggris | Telegraph< | memberi | judul | Daughter | Indonesias | founding | arrested | over | alleged | anti | government | plot | amid | mass | protests | em>< | p> Rachmawati | pendiri | mantan | pada | dini | hari | kata | pengacara | demikian | seperti | com< | kutip | Telegraph | p> Telegraph< | melaporkan | bahwa | meliput | konferensi | pers | Kamis | meminta | para | pendemo | menduduki | gedung | Menurut | tersebut | tind | telah | melawan | pemerintah | p> Media | Malaysia | Straits | Times | Online | mengutip | Bernama< | Sukarnos | daughter | rockstar | among | nabbed | treason | p> Artikel | menyebut | penahanan | Basuki | Tjahaja | Purnama | atau | Ahok | melainkan | melakukan | p> Sementara | Reuters | dalam | laporannya | bertajuk | protesters | fury | Christian | governor | menuliskan | pagi | mana | delapan | didakwa | melanggar | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | pengacaranya | kandung | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | dugaan | ditujukan | kepadanya | Ditaambah | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | bersama | meninggalkan | pukul | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | p> Mbak | Rachma | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |

Saturday, December 3, 2016

Dunia Sorot Penangkapan Anak Presiden Sukarno atas Tuduhan Makar

Liputan6.com, Jakarta - Aksi demo 2 Desember lalu ternyata tak hanya menarik perhatian nasional. Dunia internasional pun menyoroti salat Jumat massal yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) itu.

Dunia lewat media asing juga menyorot tentang penangkapan 10 orang terduga makar. Apalagi salah satu di antaranya adalah musikus Ahmad Dhani, yang juga calon Wakil Bupati Bekasi. Bukan tanpa alasan, suami dari Mulan Jameela itu pernah dikecam media internasional terkait dengan menjiplak lagu Queen, "We Will Rock You", untuk kampanye Pilpres 2014 lalu. Ditambah dengan kostum ala Nazi yang dianggap tidak pantas.

Selain Ahmad Dhani, yang membuat dunia terkesima adalah salah satu dari 10 orang yang ditangkap karena diduga makar adalah Rachmawati Soekarnoputri. Seperti diketahui, Rachmawati tak lain tak bukan adalah anak dari proklamator Republik Indonesia, presiden pertama Soekarno dan juga dari adik presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Melalu artikel yang berjudul "Indonesian police arrest sister of former president Megawati ahead of rally" dari Channel News Asia, media Singapura itu menaikkan artikel terkait penangkapan Rachmawati dan 10 orang lainnya, termasuk Ahmad Dhani dan Sri Bintang Pamungkas menjelang aksi demo 2 Desember.

Adapun artikel surat kabar Inggris, The Telegraph, memberi judul "Daughter of Indonesia's founding president arrested over alleged anti-government plot, amid mass protests".

"Rachmawati Soekarnoputri, anak dari pendiri Indonesia, Presiden Soekarno dan adik dari mantan presiden Megawati, ditangkap pada dini hari Jumat, kata pengacara," demikian seperti Liputan6.com kutip dari Telegraph.

Telegraph melaporkan bahwa media-media Indonesia meliput konferensi pers Rachmawati pada Kamis, meminta para pendemo untuk menduduki gedung DPR. Menurut artikel tersebut, aksi Rachmawati dianggap tindakan makar karena telah melawan pemerintah.

Media Malaysia, New Straits Times Online, mengutip Bernama memberi judul artikel "Sukarno's daughter, rockstar Ahmad Dhani among 10 nabbed over treason."

Artikel itu menyebut penangkapan tidak terkait aksi demo 2 Desember yang meminta penahanan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melainkan karena melakukan tindakan makar melawan pemerintah.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

Rachmawati ditangkap dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa II Depok. Menurut pengacaranya, adik kandung Presiden Megawati itu menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Ditaambah, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa, mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22.00 WIB Jumat, 2 Desember menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam.

"Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

"

| Dunia | Sorot | Penangkapan | Anak | Presiden | Sukarno | atas | Tuduhan | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aksi | demo | Desember< | a>  | ternyata | hanya | menarik | perhatian | nasional | internasional | menyoroti | salat | Jumat | massal | yang | digelar | Lapangan | Monumen | Nasional | (Monas) | p> Dunia | lewat | media | asing | juga | menyorot | tentang | penangkapan | orang | terduga | makar | Apalagi | salah | satu | antaranya | adalah | musikus | Ahmad | Dhani< | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Bukan | tanpa | alasan | suami | Mulan | Jameela | pernah | dikecam | terkait | dengan | menjiplak | lagu | Queen | Will | Rock | untuk | kampanye | Pilpres | 2014 | Ditambah | kostum | Nazi | dianggap | pantas | p> Selain | Dhani | membuat | dunia | terkesima | ditangkap | karena | diduga | makar< | Rachmawati | Soekarnoputri | Seperti | diketahui | lain | bukan | anak | proklamator | Republik | Indonesia | presiden | pertama | Soekarno | adik | Megawati | p> Me | artikel | berjudul | Indonesian | police | arrest | sister | former | president | ahead | rally | Channel | News | Asia< | Singapura | menaikkan | lainnya | termasuk | Bintang | Pamungkas | menjelang | aksi | Desember | p> Adapun | surat | kabar | Inggris | Telegraph< | memberi | judul | Daughter | Indonesias | founding | arrested | over | alleged | anti | government | plot | amid | mass | protests | em>< | p> Rachmawati | pendiri | mantan | pada | dini | hari | kata | pengacara | demikian | seperti | com< | kutip | Telegraph | p> Telegraph< | melaporkan | bahwa | meliput | konferensi | pers | Kamis | meminta | para | pendemo | menduduki | gedung | Menurut | tersebut | tind | telah | melawan | pemerintah | p> Media | Malaysia | Straits | Times | Online | mengutip | Bernama< | Sukarnos | daughter | rockstar | among | nabbed | treason | p> Artikel | menyebut | penahanan | Basuki | Tjahaja | Purnama | atau | Ahok | melainkan | melakukan | p> Sementara | Reuters | dalam | laporannya | bertajuk | protesters | fury | Christian | governor | menuliskan | pagi | mana | delapan | didakwa | melanggar | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | pengacaranya | kandung | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | dugaan | ditujukan | kepadanya | Ditaambah | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | bersama | meninggalkan | pukul | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | p> Mbak | Rachma | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Selasa, 06 Desember 2016 | 20:49 WIB

Wiranto: Polisi Temukan Indikasi ke Arah Dugaan Makar

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan Kepolisian tak bertindak sembarangan dalam menangkap aktivis yang ditangkap atas dugaan merencanakan aksi makar.  Wiranto mengatakan, polisi memiliki alasan dan pertimbangan yang jelas sebelum memastikan apa yang direncanakan para aktivis itu sebagai upaya makar.

"Indikasi-indikasi ke arah sana itu Polisi sudah mendapat informasi dan bukti, maka kemudian mengambil satu-satu," kata Wiranto saat dicegat di Istana Kepresidenan, Selasa, 6 Desember 2016.

Sebanyak 11 aktivis ditangkap Kepolisian Jumat pekan lalu, menjelang aksi damai 2 Desember. Sebanyak 7 di antaranya dianggap hendak melakukan aksi makar yang kabarnya sudah dibahas sejak akhir November lalu lewat sejumlah pertemuan.

Ketujuh aktivis yang dianggap akan melakukan aksi makar itu adalah Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Adityawarman Thaha, Kivlan Zein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Ratna Sarumpaet. Mereka satu per satu dijemput dan ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua pada 2 Desember lalu.

Baca: Tersangka >Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini

Wiranto mengaku belum bisa memberikan detil baru terkait upaya makar tersebut. Ia berkata, polisi masih mengusut dan mengembangkan lebih lanjut. Salah satu hal di antaranya terkait aliran dana makar. 

"Temuan-temuan seperti itu gak bisa kemudian dilaporkan ke publik," kata Wiranto. "Ada beberapa informasi yang belum layak disampaikan ke publik. Polisi punya cara untuk mengembangkannya."

ISTMAN MP

"

| Wiranto: | Polisi | Temukan | Indikasi | Arah | Dugaan | Makar | Selasa | Desember | 2016 | 20:49 | WIB< | p> < | div> Wiranto | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Koordinator | Wiranto | menyampaikan | Kepolisian | bertindak | sembarangan | dalam | menangkap | aktivis | yang | ditangkap | atas | dugaan | merencan | aksi | makar |  Wiranto | mengat | polisi | memiliki | alasan | pertimbangan | jelas | memastikan | direncan | para | sebagai | upaya | p>Indikasi | indikasi | arah | sana | mendapat | informasi | bukti | maka | kemudian | mengambil | satu | kata | saat | dicegat | Istana | Kepresidenan | p>Sebanyak | Jumat | pekan | menjelang | damai | Sebanyak | antaranya | dianggap | hendak | melakukan | kabarnya | dibahas | sejak | akhir | November | lewat | sejumlah | pertemuan | p>Ketujuh | adalah | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Zein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Ratna | Sarumpaet | Mereka | dijemput | ditahan | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | pada | p>Baca: Tersangka Makar< | span> | Bisa | Lepaskan | Aktivitas | Ini< | a>Wiranto | mengaku | memberikan | detil | baru | terkait | tersebut | berkata | masih | mengusut | mengembangkan | lebih | lanjut | Salah | aliran | dana | p> Temuan | temuan | seperti | gak< | dilaporkan | publik | beberapa | layak | disampaikan | punya | cara | untuk | mengembangkannya | p>ISTMAN | strong>< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Ini Kondisi Terkini Aktivis Terduga Makar : Okezone News

JAKARTA - Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penahanan terhadap aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) karena dugaan makar. Namun selain SBP, Rizal dan Jamran pun masih mendekam di rutan Polda Metro Jaya karena melanggar UU ITE.

Direktur Tahanan dan Penitipan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan kondisi ketiga tersangka tersebut terus dipantau kesehatannya. 

BERITA REKOMENDASI


"Mereka sehat kok, kondisi sehat enggak ada masalah," ujar Barnabas ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016). 

Diakatakan Barnabas, ketika dijebloskan kedalam sel tahanan ketiga tersangka tersebut sudah dijenguk oleh keluarga dan juga rekan-rekannya. "Sudah, sama keluarga dan rekan-rekannya. Kita kan punya jam besuk di hari Senin sampai Kamis, ya antara hari-hari itu, saya enggak hafal hari apanya," ungkapnya.

Namun ketika ditanya tentang SBP dicampur tahanan narkotika, Barnabas tidak mengelak. Meskipun dicampur dengan tahanan narkotika, Barnabas menegaskan kalau aktivis itu mendapatkan ruangan yang lumayan besar.

"Iya betul (campur dengan narkotika). Gini lho, rutan narkoba itu rutan paling gede di Polda Metro Jaya kan itu 4 lantai kita taruh di tempat yang paling bagus yang layak dipisah dengan tahanan narkoba yang lain," jelasnya.

Sementara lain untuk tersangka Rizal dan Jamran pihak kepolisian menyatukannya di dalam sel. "Tahanan enggak boleh sendiri-sendiri. Berdua dengan tahanan lain, untuk adik kakak itu itu ya berdua," tutupnya. (sym)

"

| Kondisi | Terkini | Aktivis | Terduga | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Pihak | kepolisian | saat | masih | melakukan | penahanan | terhadap | aktivis | Bintang | Pamungkas | (SBP) | karena | dugaan | makar | Namun | selain | Rizal | Jamran | mendekam | rutan | Polda | Metro | Jaya | melanggar | p> Direktur | Tahanan | Penitipan | Barang | Bukti | (Tahti) | AKBP | Barnabas | mengat | kondisi | ketiga | tersangka | tersebut | terus | dipantau | kesehatannya | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Mereka | sehat | enggak< | masalah | ujar | ketika | dikonfirmasi | wartawan | Mapolda | Kamis | 2016) | p> Diakat | dijebloskan | kedalam | tahanan | dijenguk | oleh | keluarga | juga | rekan | rekannya | Sudah | sama | Kita | punya | besuk | hari | Senin | sampai | antara | saya | enggak | hafal | apanya | ungkapnya | p> Namun | ditanya | tentang | dicampur | narkotika | mengelak | Meskipun | dengan | menegaskan | kalau | mendapatkan | ruangan | yang | lumayan | besar | p> Iya | betul | (campur | narkotika) | Gini | lho< | narkoba | paling | gede< | lantai | taruh | tempat | bagus | layak | dipisah | lain | jelasnya | p> Sementara | untuk | pihak | menyatukannya | dalam | boleh | sendiri | Berdua | adik | kakak | berdua | tutupnya |  (sym)< | strong>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |