Showing posts sorted by relevance for query Tunggu. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Tunggu. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Prabowo Minta Hati-hati Sikapi Kasus Dugaan Makar

Jakarta - Sejumlah tokoh ditetapkan menjadi tersangka dugaan makar oleh polisi, salah satunya adalah Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan Waketum Partai Gerindra. Kader Gerindra kemudian mendapat instruksi dari sang ketum, Prabowo Subianto.

"(Instruksi Prabowo) Kita disuruh berhati-hati bersikap. Kita tunggu proses persidangan atas tuduhan-tuduhan itu," kata poliitkus Gerindra, Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2016).

Desmond menuturkan dia terus memantau perkembangan kasus dugaan makar yang bergulir, khususnya pada Rachmawati Soekarnoputri. "Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan," imbuhnya.

Yang terbaru, polisi menangkap aktivis Hatta Taliwang dan menjeratnya dengan UU ITE. Desmond yang merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR ini menekankan perlu ada pembuktian yang cukup.

"Pada pembuktian itu lah yang kita tunggu. Saya cuma berharap jangan sampai polisi mengada-ada saja akhirnya tidak bisa atau pembuktiannya dipaksakan," ujar Desmond.
(imk/fjp)

"

| Prabowo | Minta | Hati-hati | Sikapi | Kasus | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Sejumlah | tokoh | ditetapkan | menjadi | tersangka | dugaan | makar | oleh | polisi | salah | satunya | adalah | Rachmawati | Soekarnoputri | yang | merup | Waketum | Partai | Gerindra | Kader | kemudian | mendapat | instruksi | sang | ketum | Subianto | (Instruksi | Prabowo) | Kita | disuruh | berhati | hati | bersikap | tunggu | proses | persidangan | atas | tuduhan | kata | poliitkus | Desmond | Mahesa | Gedung | Senayan | Jakarta | Kamis | 2016) | p>Desmond | menuturkan | terus | memantau | perkembangan | kasus | bergulir | khususnya | pada | Kami | bereaksi | kalau | keadilan | imbuhnya | p>Yang | terbaru | menangkap | aktivis | Hatta | Taliwang | menjeratnya | dengan | Wakil | Ketua | Komisi | menekankan | perlu | pembuktian | cukup | p>Pada | Saya | cuma | berharap | jangan | sampai | mengada | akhirnya | atau | pembuktiannya | dipaks | ujar | (imk | fjp)< |

Prabowo Minta Hati-hati Sikapi Kasus Dugaan Makar

Jakarta - Sejumlah tokoh ditetapkan menjadi tersangka dugaan makar oleh polisi, salah satunya adalah Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan Waketum Partai Gerindra. Kader Gerindra kemudian mendapat instruksi dari sang ketum, Prabowo Subianto.

"(Instruksi Prabowo) Kita disuruh berhati-hati bersikap. Kita tunggu proses persidangan atas tuduhan-tuduhan itu," kata poliitkus Gerindra, Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2016).

Desmond menuturkan dia terus memantau perkembangan kasus dugaan makar yang bergulir, khususnya pada Rachmawati Soekarnoputri. "Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan," imbuhnya.

Yang terbaru, polisi menangkap aktivis Hatta Taliwang dan menjeratnya dengan UU ITE. Desmond yang merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR ini menekankan perlu ada pembuktian yang cukup.

"Pada pembuktian itu lah yang kita tunggu. Saya cuma berharap jangan sampai polisi mengada-ada saja akhirnya tidak bisa atau pembuktiannya dipaksakan," ujar Desmond.
(imk/fjp)

"

| Prabowo | Minta | Hati-hati | Sikapi | Kasus | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Sejumlah | tokoh | ditetapkan | menjadi | tersangka | dugaan | makar | oleh | polisi | salah | satunya | adalah | Rachmawati | Soekarnoputri | yang | merup | Waketum | Partai | Gerindra | Kader | kemudian | mendapat | instruksi | sang | ketum | Subianto | (Instruksi | Prabowo) | Kita | disuruh | berhati | hati | bersikap | tunggu | proses | persidangan | atas | tuduhan | kata | poliitkus | Desmond | Mahesa | Gedung | Senayan | Jakarta | Kamis | 2016) | p>Desmond | menuturkan | terus | memantau | perkembangan | kasus | bergulir | khususnya | pada | Kami | bereaksi | kalau | keadilan | imbuhnya | p>Yang | terbaru | menangkap | aktivis | Hatta | Taliwang | menjeratnya | dengan | Wakil | Ketua | Komisi | menekankan | perlu | pembuktian | cukup | p>Pada | Saya | cuma | berharap | jangan | sampai | mengada | akhirnya | atau | pembuktiannya | dipaks | ujar | (imk | fjp)< |

Prabowo Instruksikan Kadernya Hati-hati Menyikapi Isu Makar

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyatakan partainya bersikap hati-hati dalam menanggapi isu makar. Hal itu sesuai instruksi dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kami disuruh berhati-hati bersikap. Kami tunggu proses persidangan atas tuduhan-tuduhan itu," kata Desmond di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (8/12).

Desmond mengatakan, secara khusus pihaknya terus mengikuti perkembangan kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati Soekarnoputri selaku bagian Partai Gerindra. Namun dia lebih memilih menunggu proses persidangan perkara dugaan makar.

"Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan yang dibebankan kepada Eko dan Bu Rachmawati," kata Desmond.

Dalam kasus dugaan makar, polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas, Rizal dan Jamran.

Desmond menambahkan, polisi harus bisa menyebutkan bukti yang dijadikan dasar penangkapan sejumlah orang yang dituduh makar. Dia mempertanyakan bukti tersebut.

"Pembuktian itulah yang kami tunggu. Saya cuma berharap sebagai komisi hukum, jangan sampai polisi mengada-ada saja, akhirnya tidak bisa (dibuktikan) atau pembuktiannya dipaksakan," kata Desmond.

Sementara anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang mengapresiasi kinerja polisi dalam menangkap pelaku dugaan makar. Termasuk penangkapan Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, dini hari tadi.

"Saya apresiasi, mereka ternyata tetap bergerak walaupun secara silent dan tentu penangkapan yang terbaru ini merupakan bukti bahwa kepolisian telah mengumpulkan bukti yang cukup. Sehingga mereka siap untuk melakukan penangkapan," kata Junimart.

Selain itu, dia meminta masyarakat mampu membedakan tindakan makar dan yang bukan makar. Menurut Junimart, makar tidak harus mengerahkan massa dalam melancarkan aksinya.

"Kalau makar itu kepentingan seseorang atau sekelompok orang untuk menggulingkan pemerintahan. Kan itu harus dibedakan," kata Junimart.

Hari ini polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/gil)

"

| Prabowo | Instruksikan | Kadernya | Hati-hati | Menyikapi | Makar | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Anggota | Komisi | Fraksi | Partai | Gerindra | Desmond | Junaidi | Mahesa | menyat | partainya | bersikap | hati | dalam | menanggapi | makar | sesuai | instruksi | Ketua | Umum | Subianto | Kami | disuruh | berhati | tunggu | proses | persidangan | atas | tuduhan | kata | Kompleks | Jakarta | Kamis | p>Desmond | mengat | secara | khusus | pihaknya | terus | mengikuti | perkembangan | kasus | yang | dituduhkan | kepada | Rachmawati | Soekarnoputri | selaku | bagian | Namun | lebih | memilih | menunggu | perkara | dugaan | p>Kami | bereaksi | kalau | keadilan | dibebankan | p> Dalam | polisi | telah | menetapkan | sepuluh | orang | sebagai | tersangka | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | Rizal | Jamran | menambahkan | harus | menyebutkan | bukti | dijadikan | dasar | penangkapan | sejumlah | dituduh | mempertany | tersebut | p>Pembuktian | itulah | kami | Saya | cuma | berharap | komisi | hukum | jangan | sampai | mengada | akhirnya | (dibuktikan) | atau | pembuktiannya | dipaks | p>Sementara | anggota | PDIP | Junimart | Girsang | mengapresiasi | kinerja | menangkap | pelaku | Termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | dini | hari | tadi | p>Saya | apresiasi | ternyata | tetap | bergerak | walaupun | silent | tentu | terbaru | merup | bahwa | kepolisian | mengumpulkan | cukup | siap | untuk | melakukan | p>Selain | meminta | masyarakat | mampu | membed | tind | bukan | Menurut | mengerahkan | massa | melancarkan | aksinya | p>Kalau | kepentingan | seseorang | sekelompok | menggulingkan | pemerintahan | dibed | p>Hari | kembali | satu | diduga | terkait | Kali | ditangkap | rumahnya | pada | pukul | (pmg | gil)< | strong> < |

Prabowo Minta Hati-hati Sikapi Kasus Dugaan Makar

Jakarta - Sejumlah tokoh ditetapkan menjadi tersangka dugaan makar oleh polisi, salah satunya adalah Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan Waketum Partai Gerindra. Kader Gerindra kemudian mendapat instruksi dari sang ketum, Prabowo Subianto.

"(Instruksi Prabowo) Kita disuruh berhati-hati bersikap. Kita tunggu proses persidangan atas tuduhan-tuduhan itu," kata poliitkus Gerindra, Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2016).

Desmond menuturkan dia terus memantau perkembangan kasus dugaan makar yang bergulir, khususnya pada Rachmawati Soekarnoputri. "Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan," imbuhnya.

Yang terbaru, polisi menangkap aktivis Hatta Taliwang dan menjeratnya dengan UU ITE. Desmond yang merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR ini menekankan perlu ada pembuktian yang cukup.

"Pada pembuktian itu lah yang kita tunggu. Saya cuma berharap jangan sampai polisi mengada-ada saja akhirnya tidak bisa atau pembuktiannya dipaksakan," ujar Desmond.
(imk/fjp)

"

| Prabowo | Minta | Hati-hati | Sikapi | Kasus | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Sejumlah | tokoh | ditetapkan | menjadi | tersangka | dugaan | makar | oleh | polisi | salah | satunya | adalah | Rachmawati | Soekarnoputri | yang | merup | Waketum | Partai | Gerindra | Kader | kemudian | mendapat | instruksi | sang | ketum | Subianto | (Instruksi | Prabowo) | Kita | disuruh | berhati | hati | bersikap | tunggu | proses | persidangan | atas | tuduhan | kata | poliitkus | Desmond | Mahesa | Gedung | Senayan | Jakarta | Kamis | 2016) | p>Desmond | menuturkan | terus | memantau | perkembangan | kasus | bergulir | khususnya | pada | Kami | bereaksi | kalau | keadilan | imbuhnya | p>Yang | terbaru | menangkap | aktivis | Hatta | Taliwang | menjeratnya | dengan | Wakil | Ketua | Komisi | menekankan | perlu | pembuktian | cukup | p>Pada | Saya | cuma | berharap | jangan | sampai | mengada | akhirnya | atau | pembuktiannya | dipaks | ujar | (imk | fjp)< |

Saturday, December 3, 2016

Polisi Dalami Penyandang Dana Dugaan Makar Rachmawati Soekarnoputri dkk

Jakarta - Polisi akan mendalami penyandang dana dugaan makar oleh Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan. Sejauh ini penyidik masih terus mengolah data dan bukti yang ditemukan.

"Nanti kan masih dalam pemeriksaan semua, apakah ada uang-uang dari pihak lain. Apakah ada penyandang dana, pasti didalami semua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli usai konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Adanya kemungkinan tersangka lain, lanjut Boy, bisa saja terjadi. Semua tergantung dari penyidikan anggota di lapangan.

"Jadi tadi, kemungkinan tersangka lain dibilang mungkin, ya mungkin. Kita tunggu saja nanti perkembangan pemeriksaan yang lebih jauh. Barang bukti yang didapat atau alat bukti yang diperoleh penyidik itu nanti dijadikan bahan," paparnya.

Lalu apakah penyidik sudah menemukan bukti itu?

"Belum, sedang dicari," pungkas Boy.

Sebelumnya, polisi menetapkan ada 11 tersangka terkait dugaan makar pada aksi damai 212 kemarin. Delapan di antaranya dibebaskan atas dasar pertimbangan subyektif polisi. Sedangkan tiga tersangka lainnya ditahan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
(edo/bag)

"

| Polisi | Dalami | Penyandang | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Soekarnoputri | Jakarta< | strong> | mendalami | penyandang | dana | dugaan | makar | oleh | kawan | Sejauh | penyidik | masih | terus | mengolah | data | bukti | yang | ditemukan | Nanti | dalam | pemeriksaan | semua | apakah | uang | pihak | lain | Apakah | pasti | didalami | ujar | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | usai | konferensi | pers | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p>Adanya | kemungkinan | tersangka | lanjut | terjadi | Semua | tergantung | penyidikan | anggota | lapangan | p>Jadi | tadi | dibilang | mungkin | Kita | tunggu | nanti | perkembangan | lebih | jauh | Barang | didapat | atau | alat | diperoleh | dijadikan | bahan | paparnya | p>Lalu | menemukan | p>Belum | dicari | pungkas | p>Senya | polisi | menetapkan | terkait | pada | aksi | damai | kemarin | Delapan | antaranya | dibebaskan | atas | dasar | pertimbangan | subyektif | Sedangkan | tiga | lainnya | ditahan | Polda | Metro | Jaya | untuk | kepentingan | penyelidikan | (edo | bag)< |

Polisi Dalami Penyandang Dana Dugaan Makar Rachmawati Soekarnoputri dkk

Jakarta - Polisi akan mendalami penyandang dana dugaan makar oleh Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan. Sejauh ini penyidik masih terus mengolah data dan bukti yang ditemukan.

"Nanti kan masih dalam pemeriksaan semua, apakah ada uang-uang dari pihak lain. Apakah ada penyandang dana, pasti didalami semua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli usai konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Adanya kemungkinan tersangka lain, lanjut Boy, bisa saja terjadi. Semua tergantung dari penyidikan anggota di lapangan.

"Jadi tadi, kemungkinan tersangka lain dibilang mungkin, ya mungkin. Kita tunggu saja nanti perkembangan pemeriksaan yang lebih jauh. Barang bukti yang didapat atau alat bukti yang diperoleh penyidik itu nanti dijadikan bahan," paparnya.

Lalu apakah penyidik sudah menemukan bukti itu?

"Belum, sedang dicari," pungkas Boy.

Sebelumnya, polisi menetapkan ada 11 tersangka terkait dugaan makar pada aksi damai 212 kemarin. Delapan di antaranya dibebaskan atas dasar pertimbangan subyektif polisi. Sedangkan tiga tersangka lainnya ditahan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
(edo/bag)

"

| Polisi | Dalami | Penyandang | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Soekarnoputri | Jakarta< | strong> | mendalami | penyandang | dana | dugaan | makar | oleh | kawan | Sejauh | penyidik | masih | terus | mengolah | data | bukti | yang | ditemukan | Nanti | dalam | pemeriksaan | semua | apakah | uang | pihak | lain | Apakah | pasti | didalami | ujar | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | usai | konferensi | pers | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p>Adanya | kemungkinan | tersangka | lanjut | terjadi | Semua | tergantung | penyidikan | anggota | lapangan | p>Jadi | tadi | dibilang | mungkin | Kita | tunggu | nanti | perkembangan | lebih | jauh | Barang | didapat | atau | alat | diperoleh | dijadikan | bahan | paparnya | p>Lalu | menemukan | p>Belum | dicari | pungkas | p>Senya | polisi | menetapkan | terkait | pada | aksi | damai | kemarin | Delapan | antaranya | dibebaskan | atas | dasar | pertimbangan | subyektif | Sedangkan | tiga | lainnya | ditahan | Polda | Metro | Jaya | untuk | kepentingan | penyelidikan | (edo | bag)< |

Tuesday, December 6, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Top 3: Tentang Niat Makar dalam Surat Sri Bintang Pamungkas

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan makar. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan empertanyakan penetapan itu karena menurutnya apa yang dituliskan Sri Bintang baru sebatas niat saja. Kabar ini menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Minggu hingga Senin pagi.

Disusul oleh sikap Partai Demokrat yang masih menunggu hasil penyidikan kepolisian atas penetapan tersangka penghinaan terhadap penguasa oleh musikus Ahmad Dhani. Demikian pula dengan detik-detik jatuhnya pesawat milik Polri di perairan Lingga, Kepri.

Top 3 News Selengkapnya:

1. Syarief Hasan: Isi Surat Sri Bintang Pamungkas Itu Baru Niat

Syarief Hasan (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan makar. Ernalia, istri aktivis Sri Bintang Pamungkas sempat membacakan surat yang pada tanggal 1 Desember lalu hendak diantar ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap yang isinya diduga soal makar.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta pembuktian kalau surat Sri Bintang Pamungkas adalah soal makar. Karena, hal itu belum dibuktikan oleh adanya tindakan.

"Silahkan saja kalau memang dianggap (dugaan makar), itu baru niat gitu lho yah, bisa dijerat enggak kalau baru niat begitu," ungkap Syarief kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Selengkapnya...

2. Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Demokrat Tunggu Hasil Penyidikan

Musisi Ahmad Dhani saat memberi keterangan kepada awak media usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di gedung Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu (3/12/2016). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Musikus Ahmad Dhani telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa. Dhani saat ini sudah kembali ke rumah, setelah Jumat 2 Desember kemarin seharian diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat.

Dhani sendiri saat ini merupakan calon Wakil Bupati Bekasi yang akan maju pada Pilkada 2017. Sebagai salah satu partai pengusung, Partai Demokrat angkat bicara terkait penetapan status tersangka Dhani.

"Ya itu kan baru disangka, baru ditengarai melakukan makar. Ini kan mesti diselidiki dulu," ucap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Selengkapnya...

3. Detik-detik Pesawat Polri Jatuh di Perairan Kepri

Pesawat jenis Skytruck milik polisi jatuh di sekitar perairan Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu pagi 3 Desember 2016.

Pesawat Polri M-28 Skytruck mengalami insiden di Perairan Kepulauan Riau. Pesawat tersebut jatuh setelah sempat melayang-layang di udara.

Menurut Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budiangusdian, saat jatuh ke laut, bagian depan pesawat itu terlebih dulu menyentuh permukaan laut.

"Lima nelayan yang melihat pesawat polri itu sempat melayang-layang, mesin antara hidup mati, hidung pesawat ke bawah dan terjadi ledakan di air," kata Sam usai turut dalam pencarian di Telaga Punggur Batam, Minggu (4/12/2016).

Selengkapnya...

"

| Tentang | Niat | Makar | dalam | Surat | Bintang | Pamungkas | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aktivis | ditangkap | penyidik | Polda | Metro | Jaya | atas | dugaan | makar | Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat | Syarief | Hasan | empertany | penetapan | karena | menurutnya | yang | dituliskan | baru | sebatas | niat | Kabar | menjadi | berita | paling | banyak | dibaca | sepanjang | Minggu | Senin | pagi | p> Disusul | oleh | sikap | masih | menunggu | hasil | penyidikan | kepolisian | tersangka | penghinaan | terhadap | penguasa | musikus | Ahmad | Dhani | Demikian | pula | dengan | detik | jatuhnya | pesawat | milik | Polri | perairan | Lingga | Kepri | p> Top | News | Selengkapnya:< | p> 1 | Hasan: | Baru | Niat< | strong>< | p> < | p> Aktivis | Ernalia | istri | aktivis | sempat | membac | surat | pada | tanggal | Desember | hendak | diantar | Markas | Cilangkap | isinya | diduga | soal | p> Terkait | meminta | pembuktian | kalau | adalah | Karena | dibuktikan | adanya | tind | p> Silahkan | memang | dianggap | (dugaan | makar) | gitu | dijerat | enggak | begitu | ungkap | kepada | com< | Sabtu | 2016) | p> Selengkapnya | p> 2 | Jadi | Tersangka | Tunggu | Hasil | Penyidikan< | p> Musikus | telah | ditetapkan | sebagai | kasus | saat | kembali | rumah | setelah | Jumat | kemarin | seharian | diperiksa | Mako | Brimob | Kepala | Depok | Jawa | Barat | p> Dhani | sendiri | merup | calon | Bupati | Bekasi | maju | Pilkada | 2017 | Sebagai | salah | satu | partai | pengusung | angkat | bicara | terkait | status | p> Ya | disangka | ditengarai | melakukan | mesti | diselidiki | dulu | ucap | p> 3 | Detik | Pesawat | Jatuh | Perairan | Kepri< | p> Pesawat | Skytruck | mengalami | insiden | Kepulauan | Riau | tersebut | jatuh | melayang | layang | udara | p> Menurut | Kapolda | Brigjen | Budiangusdian | laut | bagian | depan | terlebih | menyentuh | permukaan | p> Lima | nelayan | melihat | polri | mesin | antara | hidup | mati | hidung | bawah | terjadi | kata | usai | turut | pencarian | Telaga | Punggur | Batam | p> |

Saturday, December 3, 2016

Polisi Dalami Penyandang Dana Dugaan Makar Rachmawati Soekarnoputri dkk

Jakarta - Polisi akan mendalami penyandang dana dugaan makar oleh Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan. Sejauh ini penyidik masih terus mengolah data dan bukti yang ditemukan.

"Nanti kan masih dalam pemeriksaan semua, apakah ada uang-uang dari pihak lain. Apakah ada penyandang dana, pasti didalami semua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli usai konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Adanya kemungkinan tersangka lain, lanjut Boy, bisa saja terjadi. Semua tergantung dari penyidikan anggota di lapangan.

"Jadi tadi, kemungkinan tersangka lain dibilang mungkin, ya mungkin. Kita tunggu saja nanti perkembangan pemeriksaan yang lebih jauh. Barang bukti yang didapat atau alat bukti yang diperoleh penyidik itu nanti dijadikan bahan," paparnya.

Lalu apakah penyidik sudah menemukan bukti itu?

"Belum, sedang dicari," pungkas Boy.

Sebelumnya, polisi menetapkan ada 11 tersangka terkait dugaan makar pada aksi damai 212 kemarin. Delapan di antaranya dibebaskan atas dasar pertimbangan subyektif polisi. Sedangkan tiga tersangka lainnya ditahan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
(edo/bag)

"

| Polisi | Dalami | Penyandang | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Soekarnoputri | Jakarta< | strong> | mendalami | penyandang | dana | dugaan | makar | oleh | kawan | Sejauh | penyidik | masih | terus | mengolah | data | bukti | yang | ditemukan | Nanti | dalam | pemeriksaan | semua | apakah | uang | pihak | lain | Apakah | pasti | didalami | ujar | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | usai | konferensi | pers | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p>Adanya | kemungkinan | tersangka | lanjut | terjadi | Semua | tergantung | penyidikan | anggota | lapangan | p>Jadi | tadi | dibilang | mungkin | Kita | tunggu | nanti | perkembangan | lebih | jauh | Barang | didapat | atau | alat | diperoleh | dijadikan | bahan | paparnya | p>Lalu | menemukan | p>Belum | dicari | pungkas | p>Senya | polisi | menetapkan | terkait | pada | aksi | damai | kemarin | Delapan | antaranya | dibebaskan | atas | dasar | pertimbangan | subyektif | Sedangkan | tiga | lainnya | ditahan | Polda | Metro | Jaya | untuk | kepentingan | penyelidikan | (edo | bag)< |

Monday, December 5, 2016

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |

Kiki Syahnakri Minta Isu Makar Dihentikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman tidak pernah merencanakan makar terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kiki pun meminta agar isu tersebut tidak dibesarkan dan ditanyakan kembali.

"Nggak ada mereka mau makar, ngarang itu ya, jadi itu barangkali tidak usah dibesar-besarkan lagi," kata Kiki kepada wartawan yang meminta komentarnya atas kasus dugaan makar yang membeli Kivlan Zen dan Adityawarman.

Kiki menambahkan, isu dugaan makar tersebut sebaiknya tidak dibahas lebih jauh agar tidak menimbulkan keresahan.

"Lebih baik nggak usah dibahas, yang diperlukan adalah merapatkan barisan ini, artinya barisan nasional," ujar Kiki seusai Pengukuhan Pengurus PPAD periode 2016-2021 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (5/12) siang.

Mantan Wakil Presiden, Jenderal (Purn) Try Sutrisno menyatakan, dirinya menganggap tidak ada pihak yang merencanakan makar. Namun Try juga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terhadap tokoh yang diduga merencanakan makar.

"Sudah ditangani, kita tunggu saja," ujar Try seusai menghadiri Pengukuhan Pengurus PPAD.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengawal proses hukum yang kini sedang berjalan. "Prosesnya kan sudah berjalan, dari situ akan keluar informasi resminya," katanya.

Sebelumnya, dua purnawirawan perwira tinggi TNI, yakni Kivlan Zein dan Adityawarman diperiksa polisi atas dugaan hendak melakukan makar.

Selain keduanya, sejumlah tokoh juga dimintai keterangan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang Pamungkas.

Seluruhnya dijemput polisi pada Jumat (2/12) dini hari atau beberapa jam sebelum Aksi Bela Islam III atau Aksi 212.

Lebih jauh, Try Sutrisno mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang menghadapi munculnya isu makar. Ia meminta masyarakat lebih cerdas dalam memandang adanya isu tersebut sehingga tidak mudah terpecah belah.

"Saya minta masyarakat tetap tenang, tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan, jangan mudah diadu domba," ujar Try.

Menurutnya, sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dipegang teguh oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

"Kita tetap punya komitmen akan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang asli," katanya. (fitri wulandari)

"

| Kiki | Syahnakri | Minta | Makar | Dihentikan | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Ketua | Persatuan | Purnawirawan | Angkatan | Darat | (PPAD) | Letjen | (Purn) | Syahnakri< | menilai | Mayjen | Kivlan | Zein< | Brigjen | Adityawarman | pernah | merencan | makar | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kiki | meminta | agar | tersebut | dibesarkan | ditany | kembali | p> Nggak | ngarang | jadi | barangkali | usah | dibesar | besarkan | lagi | kata | kepada | wartawan | yang | komentarnya | atas | kasus | dugaan | membeli | menambahkan | sebaiknya | dibahas | lebih | jauh | menimbulkan | keresahan | p> Lebih | baik | nggak | diperlukan | adalah | merapatkan | barisan | artinya | nasional | ujar | seusai | Pengukuhan | Pengurus | PPAD | periode | 2016 | 2021 | Balai | Kartini | Jakarta | Selatan | Senin | siang | p> Mantan | Wakil | Jenderal | Sutrisno | menyat | dirinya | menganggap | pihak | Namun | juga | menyerahkan | sepenuhnya | aparat | penegak | hukum | semua | menunggu | hasil | pemeriksaan | tokoh | diduga | p> Sudah | ditangani | tunggu | menghadiri | p> Ia | mengimbau | masyarakat | untuk | mengawal | proses | kini | berjalan | Prosesnya | situ | keluar | informasi | resminya | katanya | p> Senya | purnawirawan | perwira | tinggi | yakni | diperiksa | polisi | hendak | melakukan | p> Selain | keduanya | sejumlah | dimintai | keterangan | antaranya | anggota | Dewan | Pembina | Partai | Gerindra | Rachmawati | Soekarnoputri | musisi | Ahmad | Dhani | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | p> Seluruhnya | dijemput | pada | Jumat | dini | hari | atau | beberapa | Aksi | Bela | Islam | Indonesia | tetap | tenang | menghadapi | munculnya | cerdas | dalam | memandang | adanya | mudah | terpecah | belah | p> Saya | minta | memperkokoh | persatuan | kesatuan | jangan | diadu | domba | p> Menurutnya | sikap | menjaga | keutuhan | Negara | Kesatuan | Republik | harus | dipegang | teguh | oleh | seluruh | Warga | p> Kita | punya | komitmen | NKRI | berdasarkan | Pancasila | 1945 | asli | (fitri | wulan)< | p> |