Showing posts sorted by relevance for query dikeluarkan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dikeluarkan. Sort by date Show all posts

Monday, December 5, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Thursday, December 8, 2016

Mantan Panglima TNI Bicara Penangkapan Kivlan Zein Cs yang Dituduh Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengatakan masalah politik dan hukum janganlah menggunakan perasaan, melainkan harus konkret.

Pernyataan Panglima TNI di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dilontarkan setelah ditanya wartawan mengenai perasaannya ada mantan Jenderal TNI yang ditangkap karena diduga terlibat makar.

รข€ŽMereka yakni Kivlan Zein yang merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir mayor Jenderal serta Adityawarman, yang juga Purnawirawan TNI AD dengan pangkat Brigadir Jenderal.

"Jadi di permasalahan politik, dan hukum jangan main perasaan. Semuanya harus konkret ya," kata Djoko di kediamannya usai bertemu Anies Baswedan di kediamannya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016).

รข€Ž

Baca: Polda Metro Jaya: Jangan Percaya Isu Petinggi TNI AD Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein

Mantan Jenderal Infanteri tersebut mengatakan mengenai adanya dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh termasuk diantaranya dua purnawiraan TNI sebaiknya diserahkan kepada hukum yang berlaku.

"Serahkan saja kepada proses hukum yang berlaku, kita lihat bagaimana hasilnya. Mereka sudah diperiksa dan sebagian sudah dikeluarkan," katanya.

Mantan Pangdam Pattimura dan Pangdam Jaya tersebut mengaku tidak bisa menilai apakah yang dilakukan dua mantan jenderal tersebut tergolong makar.

Begitu mengenai apakah keduanya layak ditangkap atau tidak.

รข€Ž"Ya kembali saya tidak punya kewenangan untuk menilai, karena satu saya tidak punya kewenangan, yang kedua tidak punya informasi tentang itu. Salah kalau kita enggak tahu, enggak ada informasi dan bukan kapasitas saya," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video di Youtube mengatasnamakan DragonTV berdurasi tiga menitรข€Ž 30 detik mengenai penangkapan Kivlan Zen dan Adityawarman, sebelum aksi doa dan salat berjamaah di kawasan Monas 4 Desember lalu.

Dalam video itu disebutkan jika Jajaran perwira tinggi dan menengah TNI tersinggung atas penangkapan tersebut.

Video itu telah dibantah oleh Mabes TNI.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, berita yang disiarkan di saluran itu hoax.

Setelah ditelusuri saluran youtube tersebut tidak menginduk pada stasiun Dragon TV di Tiongkok.

"

| Mantan | Panglima | Bicara | Penangkapan | Kivlan | Zein | yang | Dituduh | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Jenderal | (Purn) | Djoko | Santoso | mengat | masalah | politik | hukum | janganlah | menggun | perasaan | melainkan | harus | konkret | p> Pernyataan | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | tersebut | dilontarkan | setelah | ditanya | wartawan | mengenai | perasaannya | mantan | ditangkap | karena | diduga | terlibat | makar | p> รข€ŽMereka | yakni | merup | Purnawirawan | Angkatan | Darat | dengan | pangkat | terakhir | mayor | serta | Adityawarman | juga | Brigadir | p> Jadi | permasalahan | jangan | main | Semuanya | kata | kediamannya | usai | bertemu | Anies | Baswedan | Cipayung | Jakarta | Timur | Kamis | 2016) | p> รข€Ž< | p> Baca: | Polda | Metro | Jaya: | Jangan | Percaya | Petinggi | Marah | Terkait | Zein< | strong>< | h4> Mantan | Infanteri | adanya | dugaan | dilakukan | sejumlah | tokoh | termasuk | diantaranya | purnawiraan | sebaiknya | diserahkan | kepada | berlaku | p> Serahkan | proses | lihat | bagaimana | hasilnya | Mereka | diperiksa | sebagian | dikeluarkan | katanya | p> Mantan | Pangdam | Pattimura | Jaya | mengaku | menilai | apakah | jenderal | tergolong | p> Begitu | keduanya | layak | atau | p> รข€ŽYa | kembali | saya | punya | kewenangan | untuk | satu | kedua | informasi | tentang | Salah | kalau | enggak | tahu | bukan | kapasitas | pungkasnya | p> Senya | beredar | video | Youtube< | mengatasnam | DragonTV | berdurasi | tiga | menitรข€Ž | detik | penangkapan | aksi | salat | berjamaah | kawasan | Monas | Desember | p> Dalam | disebutkan | jika | Jajaran | perwira | tinggi | menengah | tersinggung | atas | p> Video | telah | dibantah | oleh | Mabes | p> Menurut | Kapuspen | Mayjen | Wuryanto | berita | disiarkan | saluran | hoax | p> Setelah | ditelusuri | youtube | menginduk | pada | stasiun | Dragon | Tiongkok | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Monday, December 5, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |