Showing posts sorted by relevance for query ujaran. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ujaran. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Ancaman Hukuman Makar Berat, 20 Tahun Sampai Mati

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan terhadap 10 orang yang diduga makar harus transparan. Dia mengimbau polisi memaparkan temuan terkait dugaan langkah makar yang akan dilakukan.

"Saya tidak tahu bukti apa yang ditemukan polisi, ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun," ujar Mahfud, Yogyakarta, Jumat (2/12/2016).

Mahfud menjelaskan makar adalah langkah di luar jalur hukum untuk menggulingkan presiden dan wapres. Karena itu, ia menegaskan, apakah orang tersebut sudah terbukti makar atau hanya ujaran kebencian.

Apabila yang dimaksud adalah ujaran kebencian, ucap Mahfud, presiden harus bertindak sebagai pelapor. Sementara, dalam kasus makar tidak memerlukan delik aduan.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, kalau ini hanya pembelokan bisa jadi masalah yang lebih besar," kata dia.

Mahfud juga menilai demo 212, yakni sebagai ibadah yang disertai pesan politik. Pesan politik yang dimaksud adalah penegakan hukum karena selama ini terkesan Ahok diistimewakan, sehingga timbul sentimen seperti sekarang ini.

"Pemerintah harus benar-benar terbuka. Ini seperti air bah, masalah satu tersambung masalah lain kalau tidak diselesaikan," pungkas Mahfud.

Polisi menahan 10 terduga makar pada Jumat pagi, 2 Desember 2016 di berbagai tempat. Mereka di antaranya berinisial AD, E, AD, KZ, RS, Ra, SB, Ja, dan RK.

"

| Mahfud | Ancaman | Hukuman | Makar | Berat, | Tahun | Sampai | Mati | Liputan6 | Jakarta | strong> | Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | terhadap | orang | yang | diduga makar< | harus | transparan | mengimbau | polisi | memaparkan | temuan | terkait | dugaan | langkah | makar | akan | dilakukan | p> Saya | tidak | tahu | bukti | ditemukan | pasal | soal | tindakan | makar< | semua | ancamannya | berat | dari | hukuman | mati | penjara | seumur | hidup | atau | tahun | ujar | Yogyakarta | Jumat | 2016) | p> Mahfud | menjelaskan makar< | adalah | luar | jalur | hukum | untuk | menggulingkan | presiden | wapres | Karena | menegaskan | apakah | tersebut | sudah | terbukti | hanya | ujaran | kebencian | p> Apabila | dimaksud | ucap | bertindak | sebagai | pelapor | Sementara | dalam | kasus | memerlukan | delik | aduan | p> Masyarakat | sekarang | pintar | kalau | pembelokan | bisa | jadi | masalah | lebih | besar | kata | p> Mahfud | juga | demo | yakni | ibadah | disertai | pesan | politik | Pesan | penegakan | karena | selama | terkesan | Ahok | diistimewakan | sehingga | timbul | sentimen | seperti | p> Pemerintah | benar | terbuka | satu | tersambung | lain | diselesaikan | pungkas | p> Polisi | menahan | terduga makar< | pada | pagi | Desember | 2016 | berbagai | tempat | Mereka | antaranya | berinisial | p> |

Saturday, December 3, 2016

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Sabtu, 03 Desember 2016 | 12:49 WIB

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Ribuan umat muslim memadati kawasan Monas saat melakukan aksi damai 212 di Jakarta, 2 Desember 2016. AP/Tatan Syuflana

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga tersangka dugaan makar ingin menggerakkan massa doa bersama pada Jumat, 2 Desember 2016, untuk digiring ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat. "Yang jelas ini harus diantisipasi, karena kalau tidak, ini tidak menguntungkan massa aksi 2 Desember karena massa yang akan pulang setelah Jumat akan digiring ke DPR," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2016.

Boy Rafli mengatakan massa peserta Aksi Damai 212 yang dipusatkan di Monas jumlahnya sangat besar. Polisi menemukan indikasi para tersangka akan memanfaatkan kekuatan massa itu untuk kepentingan mereka, karena itu polisi mengambil langkah pencegahan dengan menangkap para tersangka.

Baca: Aksi Damai 212: Ini Contoh Demo Bernilai Pancasila

Boy Rafli menjelaskan, polisi mengambil langkah penangkapan sebagai upaya strategi Polri untuk menjaga kemurnian niat ibadah doa bersama di Silang Monas dan mengeliminasi berbagai indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadi pemanfaatan terhadap massa. "Kami tidak ingin niat tulus alim ulama yang datang untuk berdoa di Silang Monas disusupi niat lain," ujarnya.

Baca: Ini Surat Sri Bintang Pamungkas yang Dituding Makar

Polri menangkap sebelas orang pada Jumat lalu. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. "Jadi total ada sebelas tersangka, tiga di antaranya telah ditahan," kata Boy Rafli.

Baca: Aktivis Ditangkap, Fadli Zon: Tuduhan Makar Mengada-ada

Tiga orang yang ditahan itu adalah Sri Bintang Pamungkas serta kakak-adik, Jamran dan Rizal. Menurut  Boy, Sri Bintang dijerat dengan Pasal 107 KUHP juncto 110 juncto 87 tentang permufakatan jahat dan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Yang bersangkutan terbukti berupaya menghasut masyarakat luas melalui media sosial terutama YouTube," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 3 Desember 2016.

Sedangkan Jamran dan Rizal dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU 1998 tentang ITE karena terbukti kerap mem-posting ujaran kebencian dan menyebarluaskan informasi yang bernuansa permusuhan. "Yang dipersangkakan ujaran kebenciannya terhadap isu-isu SARA," katanya.

Baca: Pria Provokator di Aksi Damai 212 Ternyata Sedang Mabuk

Delapan lainnya, yakni Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Eko, Rahmawati Soekarnoputri, Adityawarman, Firza Husein, dan Alvin Indra diizinkan pulang setelah pemeriksaan selesai.  
 
ANTARA | INGE KLARA

[embedded content]

"

| Dugaan | Makar, | Polisi: | Tersangka | Berencana | Massa | Sabtu | Desember | 2016 | 12:49 | WIB< | p> < | div> Ribuan | umat | muslim | memadati | kawasan | Monas | saat | melakukan | aksi | damai | Jakarta | Tatan | Syuflana< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Negara | Republik | Indonesia | menduga | tersangka | dugaan | makar | ingin | menggerakkan | massa | bersama | pada | Jumat | untuk | digiring | gedung | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Yang | jelas | harus | diantisipasi | karena | kalau | menguntungkan | yang | pulang | setelah | kata | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Markas | Besar | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | p>Boy | mengat | peserta | Aksi | Damai | dipusatkan | jumlahnya | sangat | besar | Polisi | menemukan | indikasi | para | memanfaatkan | kekuatan | kepentingan | polisi | mengambil | langkah | pencegahan | dengan | menangkap | p>Baca:< | 212: | Contoh | Demo | Bernilai | Pancasila< | menjelaskan | penangkapan | sebagai | upaya | strategi | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | Silang | mengeliminasi | berbagai | kerawanan | dapat | dimungkinkan | terjadi | pemanfaatan | terhadap | Kami | tulus | alim | ulama | datang | berdoa | disusupi | lain | ujarnya | p>Baca< | strong>: | Surat | Bintang | Pamungkas | Dituding | Makar< | p>Polri | sebelas | orang | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Ahmad | Dhani | Jamran | Rizal | Jadi | total | tiga | antaranya | telah | ditahan | Aktivis | Ditangkap | Fadli | Zon: | Tuduhan | Makar | Mengada | ada< | p>Tiga | serta | kakak | adik | Menurut  | dijerat | Pasal | KUHP | em>n< | em>cto< | tentang | permufakatan | jahat | ayat | em>uncto< | Nomor | Tahun | 2008 | bersangkutan | terbukti | berupaya | menghasut | masyarakat | luas | media | sosial | terutama | YouTube | Boy di | Mabes | p>Sedangkan | diken | 1998 | kerap | posting< | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | informasi | bernuansa | permusuhan | Yang dipersangk | kebenciannya | SARA | katanya | Pria | Provokator | Ternyata | Sedang | Mabuk< | p>Delapan | lainnya | yakni | Rahmawati | Soekarnoputri | Indra | diizinkan | pemeriksaan | selesai |   ANTARA | INGE | KLARA< | strong>< | p> [embedded | content]< | p> |

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Ancaman Hukuman Makar Berat, 20 Tahun Sampai Mati

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan terhadap 10 orang yang diduga makar harus transparan. Dia mengimbau polisi memaparkan temuan terkait dugaan langkah makar yang akan dilakukan.

"Saya tidak tahu bukti apa yang ditemukan polisi, ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun," ujar Mahfud, Yogyakarta, Jumat (2/12/2016).

Mahfud menjelaskan makar adalah langkah di luar jalur hukum untuk menggulingkan presiden dan wapres. Karena itu, ia menegaskan, apakah orang tersebut sudah terbukti makar atau hanya ujaran kebencian.

Apabila yang dimaksud adalah ujaran kebencian, ucap Mahfud, presiden harus bertindak sebagai pelapor. Sementara, dalam kasus makar tidak memerlukan delik aduan.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, kalau ini hanya pembelokan bisa jadi masalah yang lebih besar," kata dia.

Mahfud juga menilai demo 212, yakni sebagai ibadah yang disertai pesan politik. Pesan politik yang dimaksud adalah penegakan hukum karena selama ini terkesan Ahok diistimewakan, sehingga timbul sentimen seperti sekarang ini.

"Pemerintah harus benar-benar terbuka. Ini seperti air bah, masalah satu tersambung masalah lain kalau tidak diselesaikan," pungkas Mahfud.

Polisi menahan 10 terduga makar pada Jumat pagi, 2 Desember 2016 di berbagai tempat. Mereka di antaranya berinisial AD, E, AD, KZ, RS, Ra, SB, Ja, dan RK.

"

| Mahfud | Ancaman | Hukuman | Makar | Berat, | Tahun | Sampai | Mati | Liputan6 | Jakarta | strong> | Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | terhadap | orang | yang | diduga makar< | harus | transparan | mengimbau | polisi | memaparkan | temuan | terkait | dugaan | langkah | makar | dilakukan | p> Saya | tahu | bukti | ditemukan | pasal | soal | tind | makar< | semua | ancamannya | berat | hukuman | mati | penjara | seumur | hidup | atau | tahun | ujar | Yogyakarta | Jumat | 2016) | p> Mahfud | menjelaskan makar< | adalah | luar | jalur | hukum | untuk | menggulingkan | presiden | wapres | Karena | menegaskan | apakah | tersebut | terbukti | hanya | ujaran | kebencian | p> Apabila | dimaksud | ucap | bertindak | sebagai | pelapor | Sementara | dalam | kasus | memerlukan | delik | aduan | p> Masyarakat | sekarang | pintar | kalau | pembelokan | jadi | masalah | lebih | besar | kata | p> Mahfud | juga | demo | yakni | ibadah | disertai | pesan | politik | Pesan | peneg | karena | selama | terkesan | Ahok | diistimew | timbul | sentimen | seperti | p> Pemerintah | benar | terbuka | satu | tersambung | lain | diselesaikan | pungkas | p> Polisi | menahan | terduga makar< | pada | pagi | Desember | 2016 | berbagai | tempat | Mereka | antaranya | berinisial | p> |

Mahfud MD: Ancaman Hukuman Makar Berat, 20 Tahun Sampai Mati

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan terhadap 10 orang yang diduga makar harus transparan. Dia mengimbau polisi memaparkan temuan terkait dugaan langkah makar yang akan dilakukan.

"Saya tidak tahu bukti apa yang ditemukan polisi, ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun," ujar Mahfud, Yogyakarta, Jumat (2/12/2016).

Mahfud menjelaskan makar adalah langkah di luar jalur hukum untuk menggulingkan presiden dan wapres. Karena itu, ia menegaskan, apakah orang tersebut sudah terbukti makar atau hanya ujaran kebencian.

Apabila yang dimaksud adalah ujaran kebencian, ucap Mahfud, presiden harus bertindak sebagai pelapor. Sementara, dalam kasus makar tidak memerlukan delik aduan.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, kalau ini hanya pembelokan bisa jadi masalah yang lebih besar," kata dia.

Mahfud juga menilai demo 212, yakni sebagai ibadah yang disertai pesan politik. Pesan politik yang dimaksud adalah penegakan hukum karena selama ini terkesan Ahok diistimewakan, sehingga timbul sentimen seperti sekarang ini.

"Pemerintah harus benar-benar terbuka. Ini seperti air bah, masalah satu tersambung masalah lain kalau tidak diselesaikan," pungkas Mahfud.

Polisi menahan 10 terduga makar pada Jumat pagi, 2 Desember 2016 di berbagai tempat. Mereka di antaranya berinisial AD, E, AD, KZ, RS, Ra, SB, Ja, dan RK.

"

| Mahfud | Ancaman | Hukuman | Makar | Berat, | Tahun | Sampai | Mati | Liputan6 | Jakarta | strong> | Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | terhadap | orang | yang | diduga makar< | harus | transparan | mengimbau | polisi | memaparkan | temuan | terkait | dugaan | langkah | makar | akan | dilakukan | p> Saya | tidak | tahu | bukti | ditemukan | pasal | soal | tindakan | makar< | semua | ancamannya | berat | dari | hukuman | mati | penjara | seumur | hidup | atau | tahun | ujar | Yogyakarta | Jumat | 2016) | p> Mahfud | menjelaskan makar< | adalah | luar | jalur | hukum | untuk | menggulingkan | presiden | wapres | Karena | menegaskan | apakah | tersebut | sudah | terbukti | hanya | ujaran | kebencian | p> Apabila | dimaksud | ucap | bertindak | sebagai | pelapor | Sementara | dalam | kasus | memerlukan | delik | aduan | p> Masyarakat | sekarang | pintar | kalau | pembelokan | bisa | jadi | masalah | lebih | besar | kata | p> Mahfud | juga | demo | yakni | ibadah | disertai | pesan | politik | Pesan | penegakan | karena | selama | terkesan | Ahok | diistimewakan | sehingga | timbul | sentimen | seperti | p> Pemerintah | benar | terbuka | satu | tersambung | lain | diselesaikan | pungkas | p> Polisi | menahan | terduga makar< | pada | pagi | Desember | 2016 | berbagai | tempat | Mereka | antaranya | berinisial | p> |

Sunday, December 4, 2016

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Sabtu, 03 Desember 2016 | 12:49 WIB

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Ribuan umat muslim memadati kawasan Monas saat melakukan aksi damai 212 di Jakarta, 2 Desember 2016. AP/Tatan Syuflana

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga tersangka dugaan makar ingin menggerakkan massa doa bersama pada Jumat, 2 Desember 2016, untuk digiring ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat. "Yang jelas ini harus diantisipasi, karena kalau tidak, ini tidak menguntungkan massa aksi 2 Desember karena massa yang akan pulang setelah Jumat akan digiring ke DPR," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2016.

Boy Rafli mengatakan massa peserta Aksi Damai 212 yang dipusatkan di Monas jumlahnya sangat besar. Polisi menemukan indikasi para tersangka akan memanfaatkan kekuatan massa itu untuk kepentingan mereka, karena itu polisi mengambil langkah pencegahan dengan menangkap para tersangka.

Baca: Aksi Damai 212: Ini Contoh Demo Bernilai Pancasila

Boy Rafli menjelaskan, polisi mengambil langkah penangkapan sebagai upaya strategi Polri untuk menjaga kemurnian niat ibadah doa bersama di Silang Monas dan mengeliminasi berbagai indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadi pemanfaatan terhadap massa. "Kami tidak ingin niat tulus alim ulama yang datang untuk berdoa di Silang Monas disusupi niat lain," ujarnya.

Baca: Ini Surat Sri Bintang Pamungkas yang Dituding Makar

Polri menangkap sebelas orang pada Jumat lalu. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. "Jadi total ada sebelas tersangka, tiga di antaranya telah ditahan," kata Boy Rafli.

Baca: Aktivis Ditangkap, Fadli Zon: Tuduhan Makar Mengada-ada

Tiga orang yang ditahan itu adalah Sri Bintang Pamungkas serta kakak-adik, Jamran dan Rizal. Menurut  Boy, Sri Bintang dijerat dengan Pasal 107 KUHP juncto 110 juncto 87 tentang permufakatan jahat dan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Yang bersangkutan terbukti berupaya menghasut masyarakat luas melalui media sosial terutama YouTube," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 3 Desember 2016.

Sedangkan Jamran dan Rizal dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU 1998 tentang ITE karena terbukti kerap mem-posting ujaran kebencian dan menyebarluaskan informasi yang bernuansa permusuhan. "Yang dipersangkakan ujaran kebenciannya terhadap isu-isu SARA," katanya.

Baca: Pria Provokator di Aksi Damai 212 Ternyata Sedang Mabuk

Delapan lainnya, yakni Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Eko, Rahmawati Soekarnoputri, Adityawarman, Firza Husein, dan Alvin Indra diizinkan pulang setelah pemeriksaan selesai.  
 
ANTARA | INGE KLARA

[embedded content]

"

| Dugaan | Makar, | Polisi: | Tersangka | Berencana | Massa | Sabtu | Desember | 2016 | 12:49 | WIB< | p> < | div> Ribuan | umat | muslim | memadati | kawasan | Monas | saat | melakukan | aksi | damai | Jakarta | Tatan | Syuflana< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Negara | Republik | Indonesia | menduga | tersangka | dugaan | makar | ingin | menggerakkan | massa | bersama | pada | Jumat | untuk | digiring | gedung | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Yang | jelas | harus | diantisipasi | karena | kalau | menguntungkan | yang | pulang | setelah | kata | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Markas | Besar | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | p>Boy | mengat | peserta | Aksi | Damai | dipusatkan | jumlahnya | sangat | besar | Polisi | menemukan | indikasi | para | memanfaatkan | kekuatan | kepentingan | polisi | mengambil | langkah | pencegahan | dengan | menangkap | p>Baca:< | 212: | Contoh | Demo | Bernilai | Pancasila< | menjelaskan | penangkapan | sebagai | upaya | strategi | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | Silang | mengeliminasi | berbagai | kerawanan | dapat | dimungkinkan | terjadi | pemanfaatan | terhadap | Kami | tulus | alim | ulama | datang | berdoa | disusupi | lain | ujarnya | p>Baca< | strong>: | Surat | Bintang | Pamungkas | Dituding | Makar< | p>Polri | sebelas | orang | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Ahmad | Dhani | Jamran | Rizal | Jadi | total | tiga | antaranya | telah | ditahan | Aktivis | Ditangkap | Fadli | Zon: | Tuduhan | Makar | Mengada | ada< | p>Tiga | serta | kakak | adik | Menurut  | dijerat | Pasal | KUHP | em>n< | em>cto< | tentang | permufakatan | jahat | ayat | em>uncto< | Nomor | Tahun | 2008 | bersangkutan | terbukti | berupaya | menghasut | masyarakat | luas | media | sosial | terutama | YouTube | Boy di | Mabes | p>Sedangkan | diken | 1998 | kerap | posting< | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | informasi | bernuansa | permusuhan | Yang dipersangk | kebenciannya | SARA | katanya | Pria | Provokator | Ternyata | Sedang | Mabuk< | p>Delapan | lainnya | yakni | Rahmawati | Soekarnoputri | Indra | diizinkan | pemeriksaan | selesai |   ANTARA | INGE | KLARA< | strong>< | p> [embedded | content]< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Ahmad Dhani Cs Ditangkap, Polri Tegaskan Makar dan Kritik Beda

Liputan6.com, Jakarta Penyidik Polri menangkap 11 orang, termasuk di dalamnya aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaanmakar, Jumat 2 Desember 2016 pagi. Salah satu tersangka makar yang ditangkap yakni putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan itu bukan berarti membungkam sikap kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dia menegaskan, perbuatan makar dan kritik berbeda.

"(Yang dilakukan Rachmawati Cs) ini bukan kritikan. Kritik denganmakar berbeda," tegas Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, di beberapa negara demokrasi, memberikan masukan kepada pemerintah dengan pandangan kritis adalah hal lumrah. Kendati, cara penyampaian kritik juga harus memperhatikan hukum yang berlaku.

Sebab, demokrasi di Indonesia bukan berarti masyarakat memiliki kebebasan yang absolut. Bebas berbuat apa saja. Sebagai negara hukum, tentu semua memiliki aturan.

"Demikian juga kritikan, apabila bersentuhan dengan hukum lainnya, harus kita pahami," kata dia.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam era demokrasi di Indonesia, seringkali terjadi hatespech atau ujaran kebencian yang dilakukan masyarakat secara luas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat.

"Di sini kita harus sadar, kita punya UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Di media sosial, ujaran kebencian, penghinaan, penistaan, penyebarluasan kata-kata bohong ini marak terjadi, ini tentu harus disadarkan kepada warga negara bahwa ada hukumnya," kata Boy.

Sebelumnya, 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Ahmad | Dhani | Ditangkap, | Polri | Tegaskan | Makar | Kritik | Beda | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Penyidik | menangkap | orang | termasuk | dalamnya | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaanmakar< | Jumat | Desember | 2016 | pagi | Salah | satu | tersangka | makar | yang | ditangkap | yakni | putri | Bung | Karno | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | penangkapan | bukan | berarti | membungkam | sikap | kritis | masyarakat | terhadap | kebij | pemerintah | menegaskan | perbuatan | kritik | berbeda | p> (Yang | dilakukan | kritikan | denganmakar< | tegas | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | beberapa | negara | demokrasi | memberikan | masukan | kepada | dengan | pandangan | adalah | lumrah | Kendati | cara | penyampaian | juga | harus | memperhatikan | hukum | berlaku | p> Sebab | Indonesia | memiliki | kebebasan | absolut | Bebas | berbuat | Sebagai | tentu | semua | aturan | p> Demikian | apabila | bersentuhan | lainnya | pahami | kata | p> Jenderal | bintang | menuturkan | dalam | seringkali | terjadi | hatespech< | atau | ujaran | kebencian | secara | luas | Apalagi | berkembangnya | teknologi | informasi | semakin | pesat | p> Di | sini | sadar | punya | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | media | sosial | penghinaan | penistaan | penyebarluasan | bohong | marak | disadarkan | warga | bahwa | hukumnya | p> Senya | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | makar< | p> Tujuh | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | musikus | ditetapkan | sebagai | Presiden | Joko | Widodo | Jokowi | p> Sementara | tiga | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Metro | Jaya | Ketiganya | dijerat | Pasal | KUHP | Permufakatan | Jahat | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Hatta Taliwang diketahui turut hadir dalam pertemuan dengan para tokoh yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka makar. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membenarkan kehadiran Hatta dalam pertemuan tersebut. Diduga, Hatta juga telibat dalam perencanaan dugaan upaya makar tersebut.

"Betul (Hatta Taliwang ikut pertemuan)," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Iriawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memburu Hatta. Sebab dalam bukti permulaan yang dimiliki polisi, Hatta ikut terlibat dengan perencanaan makar tersebut.

"Belum (ditangkap). Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tau kasih tau saya," ungkap Iriawan.

Sebelumnya, penyidik Polri menangkap 11 orang sebelum pelaksanaan aksi doa bersama, Jumat (2/12/2016) lalu. Tujuh orang dari mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar. Sementara, empat lainnya ditangkap karena ujaran kebenciaan dan penghasutan.

Tujuh orang itu yakni, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Dua lainnya, Jamran dan Rizal Khobar diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu suku, agama, dan ras. (Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Lalu, Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. Kemudian, Ahmad Dhani yang ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Diduga | Terlibat | Upaya | Makar, | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | diketahui | turut | hadir | dalam | pertemuan | dengan | para | tokoh | yang | telah | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | makar | Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | membenarkan | kehadiran | tersebut | juga | telibat | perencanaan | dugaan | upaya | p> Betul | (Hatta | ikut | pertemuan) | ujar | Iriawan | Mapolda | Selasa | 2016) | p> Iriawan | mengungkapkan | saat | pihaknya | tengah | memburu | Sebab | bukti | permulaan | dimiliki | terlibat | p> Belum | (ditangkap) | Sedang | cari | Sampai | sekarang | tertangkap | Kalau | kalian | kasih | saya | ungkap | p> Senya | penyidik | Polri< | menangkap | orang | pelaksanaan | aksi | bersama< | Jumat | Tujuh | ditangkap | atas | permufakatan | Sementara | empat | lainnya | karena | ujaran | kebenciaan | penghasutan | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet< | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Rachmawati< | Soekarnoputri | Jamran | Rizal | Khobar | diduga | menyebarluaskan | kebencian | terkait | suku | agama | (Baca: | Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | a>)< | p> Lalu | Bintang | Pamungkas< | masyarakat | media | sosial | Penetapan | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | Kemudian | Ahmad | Dhani< | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Kemenangan Indonesia atas Vietnam, Kasus Dugaan Makar, dan Jatuhnya Pesawat Polri

PALMERAH, KOMPAs.com - Di tengah memanasnya politik Tanah Air, ada kabar menggembirakan pada Sabtu (3/12/2016) malam. Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam.

Hasil ini menjadi modal utama untuk kembali merebut poin pada pertandingan berikutnya di Vietnam pada pekan depan. Presiden RI Joko Widodo tampak berada di deretan kursi penonton untuk memberi semangat kepada Timnas. 

Di luar berita membanggakan itu, media massa di Indonesia masih berkutat pada pemberitaan soal dugaan makar dan juga berbagai manuver politik terkait pemilihan kepala daerah. Berita lain adalah hilangnya pesawat milik Polri yang diduga jatuh di sekitar perairan Lingga, Kepulauan Riau. 

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berita kemarin, berikut ini Kompas.com merangkum berita-berita kemarin yang perlu Anda ikuti hingga kini. 


1. Menang 2-1 atas Vietnam, Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas

Twitter @affsuzukicup Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).
Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (3/12/2016). Boaz Solossa menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih dalam laga tersebut.

Indonesia menang berkat gol Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Adapun gol tunggal Vietnam dicetak Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Hasil ini menjadi modal berharga Indonesia untuk melakoni leg kedua di Vietnam pada Rabu, 7 Desember nanti. Vietnam akan menjamu Indonesia di Stadion My Dinh.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter serta disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pasukan Merah Putih bermain penuh semangat. Hanya perlu tujuh menit bagi tim besutan Alfred Riedl ini untuk membobol gawang Vietnam.

Atas kemenangan itu, Presiden Joko Widodo langsung memberi ucapan selamat langsung kepada para pemain tim nasional Indonesia seusai menang 2-1 atas Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).

Pada laga di Stadion Pakansari itu, Indonesia menang berkat gol sundulan Hansamu Yama dan penalti Boaz Solossa. Satu-satunya gol Vietnam dibukukan Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Presiden Jokowi menyaksikan langsung kemenangan Indonesia tersebut. Bahkan, pria kelahiran Solo itu tampak bangkit dari kursinya saat skuad Garuda mencetak gol.

Wajah semringah pun tampak dari Presiden Jokowi dengan hasil positif ini. Indonesia sempat kebobolan dan skor jadi imbang. Namun, Presiden Jokowi bisa kembali ceria setelah skuad Garuda mencetak gol kemenangan via penalti Boaz Solossa.

Simak berita selengkapnya:

Gol Penalti Boaz Bawa Indonesia Menang 2-1 atas Vietnam 

Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas 

2. Tiga Orang Ditahan karena Dugaan Makar, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Dipulangkan

Lutfy Mairizal Putra Tersangka kasus dugaan makar Calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Ahmad Dhani di Mako Brimob, Sabtu (3/12/2016)
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul menyatakan, tiga dari 10 orang yang diperiksa polisi telah ditahan penyidik lantaran diduga terlibat makar.

Sementara itu, tujuh orang lainnya dipulangkan dengan alasan subyektivitas penyidik.

"Ketiga orang di sini berinisial J, R, dan SBP, dilakukan penahanan sejak kemarin pukul 22.00 WIB," kata Martinus dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Dari tiga orang yang ditahan, dua di antaranya diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, seorang lainnya ditahan karena diduga melakukan perbuatan yang diatur di dalam pasal makar.

"Mereka akan ditahan dalam 20 hari ke depan," kata Martinus.

Baca selengkapnya di sini. 


3. Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri

Ambaranie Nadia K.M Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik Polri menetapkan tujuh tersangka dalam sangkaan telah melakukan permufakatan makar.

Boy menegaskan, permufakatan yang dimaksud berbeda jauh dengan penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik. Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam transaksi elektronik harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga: Rizal-Jamran, Kakak Beradik Jadi Tersangka Dugaan Ujaran Kebencian 


4. Polda Kepri: Sempat Hilang Kontak, Pesawat Jatuh di Perairan Lingga

Foto: Divisi Humas Mabes Polri (istimewa) Personel kepolisian sebelum naik ke pesawat Sky Truck dengan nomor registrasi penerbangan P4201 yang hilang kontak di Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016).

Polda Kepri membenarkan bahwa pesawat M-28 Skytruck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak lalu jatuh di perairan Kabupatan Lingga di sisi selatan Provinsi Kepri.

"Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. Informasi terakhir jatuh di perairan wilayah Kabupaten Lingga," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan pesawat berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan dari Pangkal Pinang Bangka Belitung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Dari data penumpang yang kami dapatkan, dalam pesawat tersebut penumpang dan kru berjumlah 15 orang personel. Baru data global saja yang bisa saya sampaikan," kata dia.

Erlangga juga membenarkan bahwa semua yang ada dalam pesawat naas tersebut merupakan personil dari kepolisian.

"Semua dari kesatuan Ditpolud Baharkam Polri. Pesawat membawa kru untuk helikopter di Polda Kepri. Jadi di BKO kan ke Polda Kepri," kata Erlangga.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga:

Ini Nama 13 Polisi yang Ada di Pesawat Polri yang Hilang Kontak 

Pesawat Skytruck Jadi Andalan dalam Operasi Kemanusiaan hingga Penegakan Hukum 


5. Saat Menteri Susi Menangis Bahagia Setelah Bergelar "Doktor Kehormatan"

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Press conference pemberian gelar honoris causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di kampus Undip Tembalang Jumat (2/12/2016)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara tanpa teks dalam rapat senat terbuka pemberian gelar honoris causa kepada dirinya, Sabtu (3/12/2016). Dia juga menangis bahagia dalam momen itu.

Di depan para guru besar, serta para tamu undangan, Susi yang mengaku tak berpendidikan itu berbicara dengan tegas dan tenang.

Susi berpidato tentang pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fisihing demi menegakkan kedaulatan dan menjaga keberlanjutan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Teks ada di tangannya, namun hanya dijadikan sekedar panduan berpidato.

"Habis pengukuhan ini saya mungkin berbeda, yang memimpin KKP adalah doktor honoris causa," canda Susi di sela pidatonya, siang ini.

Dalam memberantas illegal fishing, Susi mengaku memanfaatkan "kebodohannya" untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

Bagi dia, ikan di Indonesia hanya boleh diambil dan dimanfaatkan warganya. Jika ada yang mencuri ikan, kapal pencuri tidak segan untuk ditenggelamkan. Bagi dia, ikan adalah kedaulatan bangsa itu sendiri.

Baca selengkapnya di sini. 


6. Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi, Pengurus PDI-P Lepas Seragam

Nibras Nada Nailufar Boy Sadikin mendeklarasikan Kawan Juang Boy (KJB), mantan pengurus PDI-P DPC Jakarta Barat yang kini mendukung Anies-Sandi, Sabtu (3/12/2016).
Sejumlah pengurus PDI-P di Jakarta Barat mendeklarasikan dirinya sebagai Kawan Juang Boy (KJB) untuk memenangkan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, Sabtu (3/12/2016).

Para pengurus ini menyatakan loyalitasnya kepada mantan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Boy Sadikin sehingga mereka mengikuti langkah Boy yang mundur dari PDI-P karena menolak memenangkan Ahok-Djarot yang kini diusung PDI-P.

Salah satu pengurus yang mengungkapkan kekecewaannya adalah M Ranto, yang merupakan mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Kebon Jeruk. Ia menyesalkan kepengurusan PDI-P di tingkat cabang hingga ranting yang tidak demokratis.

Ia mengaku sudah menghabiskan puluhan juta untuk membesarkan PDI-P, tetapi belakangan aspirasinya tak didengar oleh para petinggi partai.

Baca selengkapnya di sini. 

"

| Kemenangan | Indonesia | atas | Vietnam, | Kasus | Dugaan | Makar, | Jatuhnya | Pesawat | Polri | PALMERAH | KOMPAs | com< | strong> | tengah | memanasnya | politik | Tanah | kabar | menggembir | pada | Sabtu | 2016) | malam | Timnas | berhasil | memenangkan | pertandingan | pertama | semifinal | Piala | 2016 | melawan | Vietnam | p> Hasil | menjadi | modal | utama | untuk | kembali | merebut | poin | berikutnya | pekan | depan | Presiden | Joko | Widodo< | tampak | berada | deretan | kursi | penonton | memberi | semangat | kepada | p> Di | luar | berita | membangg | media | massa | masih | berkutat | pemberitaan | soal | dugaan | makar | juga | berbagai | manuver | terkait | pemilihan | kepala | daerah | Berita | lain | adalah | hilangnya | pesawat | milik | Polri< | yang | diduga | jatuh | perairan | Lingga | Kepulauan | Riau | p> Bagi | Anda | sempat | mengikuti | kemarin< | berikut | Kompas | merangkum | perlu | ikuti | kini | p> 1 | Menang | Jokowi< | Selamati | Langsung | Para | Pemain | Timnas< | strong>< | p> Twitter | @affsuzukicup< | span> | pemain | timnas | meray | gawang | div> Indonesia | meraih | kemenangan | Stadion | Psari | Cibinong | Bogor | Boaz | Solossa | penentu | Merah | Putih | dalam | laga | tersebut | Indonesia | menang | berkat | Hansamu | Yama | Adapun | tunggal | dicetak | Nguyen | Quyet | titik | putih | berharga | melakoni | kedua | Rabu | Desember | nanti | menjamu | Dinh | p> Bermain | hadapan | puluhan | ribu | suporter | serta | disaksikan | oleh | pasukan | bermain | penuh | Hanya | tujuh | menit | bagi | besutan | Alfred | Riedl | membobol | p> Atas | langsung | ucapan | selamat | para | nasional | seusai | p> Pada | sundulan | penalti | Satu | satunya | dibukukan | p> Presiden | menyaksikan | Bahkan | pria | kelahiran | Solo | bangkit | kursinya | saat | skuad | Garuda< | mencetak | p> Wajah | semringah | dengan | hasil | positif | kebobolan | skor | jadi | imbang | Namun | ceria | setelah | p> Simak | selengkapnya:< | p> Gol | Penalti | Bawa | Vietnam< | a> < | Jokowi | p> 2 | Tiga | Orang | Ditahan | karena | Makar | Ahmad | Dhani< | Ratna | Sarumpaet< | Dipulangkan< | p> Lutfy | Mairizal | Putra< | Tersangka | kasus | Calon | Wakil | Bupati | Kabupaten | Bekasi | Dhani | Mako | Brimob | 2016)< | div> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Mabes | Kombes | Martinus | Sitompul< | menyat | tiga | orang | diperiksa | polisi | telah | ditahan | penyidik | lantaran | terlibat | Sementara | lainnya | dipulangkan | alasan | subyektivitas | p> Ketiga | sini | berinisial | dilakukan | penahanan | sejak | kemarin | pukul | kata | diskusi | bertajuk | Dikejar | Jakarta | p> Dari | antaranya | melanggar | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Sementara | seorang | melakukan | perbuatan | diatur | pasal | p> Mereka | hari | p> Baca | selengkapnya | p> 3 | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Ambaranie | Nadia | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar< | Inspektur | Jenderal | mengat | menetapkan | tersangka | sangkaan | permufakatan | Boy | menegaskan | dimaksud | berbeda | jauh | penyampaian | kritik | pemerintah | p> Pandangan | kritis | disampaikan | lewat | lumrah | tetap | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | jahat | barang | ujar | jumpa | pers | Gedung | p> Boy | masyarakat | mengingat | bahwa | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | aspirasi | baik | verbal | maupun | seperti | transaksi | elektronik | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | juga: | Rizal | Jamran | Kakak | Beradik | Jadi | Ujaran | Kebencian < | p> 4 | Polda | Kepri: | Sempat | Hilang | Kontak | Jatuh | Perairan | Lingga< | p> Foto: | (istimewa)< | Personel | kepolisian | naik | Truck | nomor | registrasi | penerbangan | P4201 | hilang | kontak | div> Polda | Kepri | membenarkan | Skytruck | regristrasi | 4201 | Kabupatan | sisi | selatan | Provinsi | p> Iya | benar | terakhir | wilayah | Kabid | AKBP | Erlangga | Batam | p> Ia | berwarna | biru | perjalanan | Pangkal | Pinang | Bangka | Belitung | menuju | Bandara | Internasional | Hang | Nadim | data | penumpang | kami | dapatkan | berjumlah | personel | Baru | global | saya | sampaikan | p> Erlangga | semua | naas | merup | personil | p> Semua | kesatuan | Ditpolud | Baharkam | membawa | helikopter | juga:< | p> Ini | Nama | Polisi | Kontak< | p> Pesawat | Andalan | Operasi | Kemanusiaan | Peneg | Hukum< | p> 5 | Saat | Menteri | Susi | Menangis | Bahagia | Setelah | Bergelar | Doktor | Kehormatan< | p> Kontributor | Semarang | Nazar | Nurdin< | Press | conference | pemberian | gelar | honoris | causa | Kelautan | Perikanan | Pudjiastuti | kampus | Undip | Tembalang | Jumat | div> Menteri | Pudjiastuti< | berbicara | tanpa | teks | rapat | senat | terbuka | dirinya | menangis | bahagia | momen | guru | besar | tamu | undangan | mengaku | berpendidikan | tegas | tenang | p> Susi | berpidato | pemberantasan | illegal | unreported | unregulated | fisihing | demi | menegakkan | kedaulatan | menjaga | keberlanjutan | kesejahteraan | bangsa | Teks | tangannya | hanya | dijadikan | sekedar | panduan | p> Habis | pengukuhan | mungkin | memimpin | doktor | canda | sela | pidatonya | siang | p> Dalam | memberantas | fishing | memanfaatkan | kebodohannya | ikan | diambil | dimanfaatkan | warganya | Jika | mencuri | kapal | pencuri | segan | ditenggelamkan | Bagi | sendiri | p> 6 | Deklarasikan | Dukungan | Anies | Sandi< | Pengurus | Lepas | Seragam< | p> Nibras | Nada | Nailufar< | Sadikin | mendeklarasikan | Kawan | Juang | (KJB) | mantan | pengurus | Barat | mendukung | Sandi | div> Sejumlah | sebagai | Pilkada< | 2017 | mendatang | Para | loyalitasnya | Ketua | langkah | mundur | menolak | Ahok | Djarot< | diusung | p> Salah | satu | mengungkapkan | kekecewaannya | Ranto | Anak | Cabang | (PAC) | Kebon | Jeruk | menyesalkan | kepengurusan | tingkat | cabang | ranting | demokratis | menghabiskan | juta | membesarkan | belgan | aspirasinya | didengar | petinggi | partai | p> |