Showing posts sorted by date for query p>Yusril. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query p>Yusril. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Instruksi Prabowo Subianto saat kadernya dituduh makar

Merdeka.com - Polisi menangkap 11 orang pada Jumat (2/12) dengan dugaan makar, penghinaan Presiden dan menyebar ujaran kebencian di media sosial. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal Kobar, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Kivlan Zein, Firza Huzein, Alvin Indra dan Ahmad Dhani.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Di antara sejumlah tokoh yang ditangkap memiliki hubungan dengan Partai Gerindra. Di antaranya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo Santjojo yang menjabat Ketua DPP Partai Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menginstruksikan agar partainya mengawal proses hukum dua kadernya Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo yang terjerat kasus dugaan makar terhadap Presiden Joko Widodo.

"Itu lah masalahnya saya juga sudah ngomong di beberapa media, apa yang saya sampaikan kami akan memantau mengikuti perkembangan khusus terhadap Bu Rachma," kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).

Prabowo siap pasang badan dan membela kadernya bila tuduhan yang diberikan kepada kedua kader itu tidak sesuai fakta.

"Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan yang dibebankan kepada Eko dan Bu Rachmawati," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Sedangkan Anggota Dewan Penasihat Gerindra Martin Hutabarat menegaskan, rencana makar yang dilakukan oleh Rachmawati dkk adalah hak perseorangan, bukan bagian dari agenda partai.

"Ini kan bukan persoalan Gerindra. Ini persoalan polisi dengan orang-orang yang dituduh makar. Dan, kan bukan partainya yang dipersoalkan oleh polisi. Ini kan hak-hak politik perorangan masyarakat, kan gitu. Kecuali kalau dia mengorganisir kegiatan Gerindra untuk melakukan rencana ini. Ini kan tidak. Ini hanya pribadi," jelas Martin.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Rachmawati, Eko dan Kivlan tidak ditahan oleh Polri. Martin membantah jika mereka tidak ditahan bukan karena memiliki kedekatan Prabowo Subianto.

"Oh enggak (ada kaitan dengan Prabowo) lah. Dia (Rachmawati) kan, mungkin karena dia anak pendiri negeri ini, anak Bung Karno yang mendirikan negeri ini, mungkin. Tapi kan sebenarnya alasannya karena sakit saja. Dan memang dia kan sedang sakit. Nggak ada persoalan kawan berkawan itu. Persoalannya karena dia sakit," tegasnya.

Martin menekankan, polisi harus memberikan bukti yang kuat soal pemufakatan jahat untuk melakukan makar itu. Sebab, jika mereka hanya menginginkan UUD kembali ke UUD 45, tidak bisa dikatakan makar. Apalagi kalau hanya menyurati DPR/MPR untuk meminta pergantian presiden dan wakil presiden.

Sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri juga telah menyampaikan segenap pembelaan atas tuduhan aksi makar yang dialamatkan terhadap dirinya. Dia membantah keras melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Dia menjelaskan sebagai anak dari Bung Karno, dirinya mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua. Dia pun membeberkan kronologi penangkapan terhadap dirinya.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Rachmawati juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya.

Baca juga:
Ini komentar Agus Yudhoyono soal 11 orang ditangkap diduga makar
Ini tanggapan Djoko Santoso soal penangkapan Kivlan Zen karena makar
Gerindra siap pasang badan bela Rachmawati dan Eko Sandjojo
Polri tegaskan penangkapan Hatta Taliwang masih terkait makar
Datangi Polda Metro, Yusril dampingi pemeriksaan Rizal Kobar-Jamran

[sho]

Rekomendasi Pilihan

"

| Instruksi | Prabowo | Subianto | saat | kadernya | dituduh | makar | Merdeka | strong> | Polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | dengan | dugaan | penghinaan | Presiden | menyebar | ujaran | kebencian | media | sosial | Mereka | adalah | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thahar | Kivlan | Zein | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Ahmad | Dhani | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Di | antara | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | memiliki | hubungan | Partai | Gerindra | antaranya | Wakil | Ketua | Umum | menjabat | Bidang | Pengkajian | Ideologi | p>Ketua | Subianto< | strong>< | menginstruksikan | agar | partainya | mengawal | proses | hukum | terjerat | kasus | terhadap | Joko | Widodo | p>Itu | masalahnya | saya | juga | ngomong | beberapa | sampaikan | kami | memantau | mengikuti | perkembangan | khusus | Rachma | kata | Desmond | Mahesa | Komplek | Parlemen | Senayan | Jakarta< | Kamis | p>Prabowo | siap | pasang | badan | membela | bila | tuduhan | diberikan | kepada | kedua | kader | sesuai | fakta | p>Kami | bereaksi | kalau | keadilan | dibebankan | tegas | Komisi | p>Sedangkan | Anggota | Dewan | Penasihat | Martin | Hutabarat | menegaskan | rencana | dilakukan | oleh | perseorangan | bukan | bagian | agenda | partai | p>Ini | persoalan | polisi | dipersoalkan | politik | perorangan | masyarakat | gitu | Kecuali | mengorganisir | kegiatan | untuk | melakukan | hanya | pribadi | jelas | p>Meski | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | ditahan | Polri | membantah | jika | karena | kedekatan | p>Oh | enggak | (ada | kaitan | Prabowo) | (Rachmawati) | mungkin | anak | pendiri | negeri | Bung | Karno | mendirikan | Tapi | sebenarnya | alasannya | sakit | memang | Nggak | kawan | berkawan | Persoalannya | tegasnya | p>Martin | menekankan | harus | memberikan | bukti | kuat | soal | pemufakatan | jahat | Sebab | menginginkan | kembali | dikat | Apalagi | menyurati | meminta | pergantian | presiden | wakil | p>Senya | menyampaikan | segenap | pembelaan | atas | aksi | dialamatkan | dirinya | keras | pemerintahan | Jokowi | p>Saya | bahwa | sama | sekali | upaya | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta | Selatan | Rabu | p>Dia | menjelaskan | mengetahui | batas | berkaitan | Bila | dituduhkan | negara | pasti | semua | membeberkan | kronologi | penangkapan | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Zulkifli | Hasan | dalam | rangka | aspirasi | selamatkan | NKRI | 1945 | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | bagaimana | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Rachmawati | adanya | transfer | dana | membiayai | mengaku | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | p> Baca | juga:< | strong>Ini | komentar | Agus | Yudhoyono | diduga | makar< | a>Ini | tanggapan | Djoko | Santoso | a>Gerindra | bela | Sandjojo< | a>Polri | tegaskan | Hatta | Taliwang | masih | terkait | a>Datangi | Polda | Metro | Yusril | dampingi | pemeriksaan | Jamran< | p> [sho]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Tak Ingin Gulingkan Lurah Disebut Makar, Yusril Ihza Mahendra Berniat Uji Materi ke MK

WARTA KOTA, SENAYAN - Yusril Ihza Mahendra, penasihat hukum Rachmawati Soekarnoputri, berencana melakukan uji materi terhadap pasal-pasal yang mengatur tentang pidana makar.

Rachmawati sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan upaya makar oleh kepolisian.

Yusril menilai, pasal-pasal makar yang ada saat ini terlalu luas, sehingga menimbulkan multitafsir. Hal itu terkait pasal 107 KUHP juncto pasal 110 KUHP, juncto pasal 87 KUHP tentang pemufakatan jahat dan makar.

"Itu kan dirumuskan sangat sulit. Jadi supaya ke depannya tak multitafsir, perlu ditafsirkan lebih dalam oleh MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Yusril di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Yusril menuturkan, pokok pertanyaan dalam uji materi terkait pengertian makar. Contohnya, pengertian bahwa makar adalah menggulingkan pemerintah.

"Nah, menggulingkan pemerintahan bisa jadi luas. Siapa yang mau menggulingkan siapa. Nanti mau gulingkan lurah bisa juga disebut makar," tutur Yusril.

Namun, Yusril belum memastikan kapan akan melakukan uji materi tentang pasal makar ke MK.

"Sudah ada pembicaraan seperti itu. Nanti tergantung mereka (aktivis yang dituduh makar). Kalau saya sih mau saja menguji itu di MK," ucap pakar hukum tata negara itu.

Sebelumnya diberitakan, sebelum berlangsungnya aksi 212 pada 2 Desember 2016, Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan status tersangka pada Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, dan Alvin Indra Alfaris atas dugaan makar.

Ketujuh tersangka itu tidak dilakukan penahanan, namun proses hukum mereka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Menurut polisi, rencana pemufakatan yang mereka rancang adalah membelokkan massa dari silang Monas ke Gedung DPR, menduduki Gedung DPR, pemaksaan supaya dilakukan Sidang Istimewa, dan menuntut pergantian pemerintahan. (*)

"

| Ingin | Gulingkan | Lurah | Disebut | Makar, | Yusril | Ihza | Mahendra | Berniat | Materi | WARTA | KOTA | SENAYAN | strong> | Mahendra< | penasihat | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | berencana | melakukan | materi | terhadap | pasal | yang | mengatur | tentang | pidana | makar< | p> Rachmawati | sendiri | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | dugaan | upaya | oleh | kepolisian | p> Yusril | menilai | saat | luas | menimbulkan | multitafsir | terkait | KUHP | juncto | pemufakatan | jahat | p> Itu | dirumuskan | sangat | sulit | Jadi | supaya | depannya | perlu | ditafsirkan | lebih | dalam | (Mahkamah | Konstitusi) | kata | Gedung | DPR< | Jakarta | Kamis | 2016) | menuturkan | pokok | pertanyaan | pengertian | Contohnya | bahwa | adalah | menggulingkan | pemerintah | p> Nah | pemerintahan | jadi | Siapa | siapa | Nanti | gulingkan | lurah | juga | disebut | tutur | p> Namun | memastikan | kapan | p> Sudah | pembicaraan | seperti | tergantung | (aktivis | dituduh | Kalau | saya | menguji | ucap | pakar | tata | negara | p> Senya | diberit | berlangsungnya | aksi | pada | Desember | 2016 | Polda | Metro | Jaya< | menangkap | menetapkan | status | Adityawarman | Kivlan | Zein | Firza | Huzein | Ratna | Sarumpaet | Alvin | Indra | Alfaris | atas | p> Ketujuh | dilakukan | penahanan | proses | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> Menurut | polisi | rencana | rancang | membelokkan | massa | silang | Monas | menduduki | pemaksaan | Sidang | Istimewa | menuntut | pergantian | (*)< | strong>< | p> |

Yusril Berencana Uji Materi Pasal Makar ke Mahkamah Konstitusi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasehat hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra berencana melakukan uji materi pasal-pasal yang mengatur tentang pidana makar.

Rachmawati telah ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka dugaan makar.

Yusril menilai pasal-pasal makar yang ada saat ini terlalu luas sehingga menimbulkan multitafsir.

Hal itu terkait pasal 107 KUHP juncto pasal 110 KUHP, juncto pasal 87 KUHP tentang permufakatan jahat dan makar.

"Itu kan dirumuskan sangat sulit. Jadi supaya ke depannya tak multi tafsir, perlu ditafsirkan lebih dalam oleh MK," kata Yusril di Gedung DPR, Jakarta, Kamis  (8/12/2016).

Yusril menuturkan pokok pertanyaan dalam uji materi yakni terkait pengertian makar.

Contohnya, pengertian bahwa makar adalah menggulingkan pemerintah.

"Nah menggulingkan pemerintahan bisa jadi luas, siapa yang mau menggulingkan siapa, nanti mau gulingkan lurah bisa juga disebut makar," kata Yusril.

Namun, Yusril belum memastikan kapan akan melakukan uji materi tentang pasal makar ke MK.

"Sudah ada pembicaraan seperti itu. Nanti tergantung mereka (aktivis yang dituduh makar), kalau saya sih mau saja menguji itu di MK," kata pakar hukum tata negara itu.

Untuk diketahui, sebelum berlangsungnya aksi 212 pada Jumat 2 Desember 2016, Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan status tersangka pada Eko, Adityawarman,  Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Alvin Indra Alfaris atas dugaan makar.

Ketujuh tersangka itu tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada mereka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Rencana pemufakatan yang mereka rancang yakni membelokkan massa dari Silang Monas ke DPR RI, menduduki kantor DPR RI, dan pemaksaan supaya dilakukan sidang istimewa dan menuntut pergantian pemerintahan.

"

| Yusril | Berencana | Materi | Pasal | Makar | Mahkamah | Konstitusi | Laporan | Wartawan | Tribunnews | Ferdinand | Was< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> |  Penasehat | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | Ihza | Mahendra< | berencana | melakukan | materi | pasal | yang | mengatur | tentang | pidana | makar< | p> Rachmawati | telah | ditetapkan | oleh | kepolisian | sebagai | tersangka | dugaan | p> Yusril | menilai | saat | luas | menimbulkan | multitafsir | p> Hal | terkait pasal | KUHP juncto pasal | KUHP |  juncto pasal | permufakatan | jahat | p> Itu | dirumuskan | sangat | sulit | Jadi | supaya | depannya | multi | tafsir | perlu | ditafsirkan | lebih | dalam | kata | Gedung | Jakarta | Kamis |  (8 | 2016) | menuturkan | pokok | pertanyaan | yakni | terkait | pengertian | p> Contohnya | bahwa | adalah | menggulingkan | pemerintah | p> Nah | pemerintahan | jadi | siapa | nanti | gulingkan | lurah | juga | disebut | p> Namun | memastikan | kapan | p> Sudah | pembicaraan | seperti | Nanti | tergantung | (aktivis | dituduh | kalau | saya | menguji | pakar | tata | negara | p> Untuk | diketahui | berlangsungnya | aksi | pada | Jumat | Desember | 2016 | Polda | Metro | Jaya | menangkap | menetapkan | status | Adityawarman |  Kivlan | Zein | Firza | Huzein |  Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Alvin | Indra | Alfaris | atas | p> Ketujuh | dilakukan | penahanan | proses | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> Rencana | pemufakatan | rancang | membelokkan | massa | Silang | Monas | menduduki | kantor | pemaksaan | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p> |

Yusril Berencana Uji Materi Pasal Makar ke Mahkamah Konstitusi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasehat hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra berencana melakukan uji materi pasal-pasal yang mengatur tentang pidana makar.

Rachmawati telah ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka dugaan makar.

Yusril menilai pasal-pasal makar yang ada saat ini terlalu luas sehingga menimbulkan multitafsir.

Hal itu terkait pasal 107 KUHP juncto pasal 110 KUHP, juncto pasal 87 KUHP tentang permufakatan jahat dan makar.

"Itu kan dirumuskan sangat sulit. Jadi supaya ke depannya tak multi tafsir, perlu ditafsirkan lebih dalam oleh MK," kata Yusril di Gedung DPR, Jakarta, Kamis  (8/12/2016).

Yusril menuturkan pokok pertanyaan dalam uji materi yakni terkait pengertian makar.

Contohnya, pengertian bahwa makar adalah menggulingkan pemerintah.

"Nah menggulingkan pemerintahan bisa jadi luas, siapa yang mau menggulingkan siapa, nanti mau gulingkan lurah bisa juga disebut makar," kata Yusril.

Namun, Yusril belum memastikan kapan akan melakukan uji materi tentang pasal makar ke MK.

"Sudah ada pembicaraan seperti itu. Nanti tergantung mereka (aktivis yang dituduh makar), kalau saya sih mau saja menguji itu di MK," kata pakar hukum tata negara itu.

Untuk diketahui, sebelum berlangsungnya aksi 212 pada Jumat 2 Desember 2016, Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan status tersangka pada Eko, Adityawarman,  Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Alvin Indra Alfaris atas dugaan makar.

Ketujuh tersangka itu tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada mereka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Rencana pemufakatan yang mereka rancang yakni membelokkan massa dari Silang Monas ke DPR RI, menduduki kantor DPR RI, dan pemaksaan supaya dilakukan sidang istimewa dan menuntut pergantian pemerintahan.

"

| Yusril | Berencana | Materi | Pasal | Makar | Mahkamah | Konstitusi | Laporan | Wartawan | Tribunnews | Ferdinand | Was< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> |  Penasehat | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | Ihza | Mahendra< | berencana | melakukan | materi | pasal | yang | mengatur | tentang | pidana | makar< | p> Rachmawati | telah | ditetapkan | oleh | kepolisian | sebagai | tersangka | dugaan | p> Yusril | menilai | saat | luas | menimbulkan | multitafsir | p> Hal | terkait pasal | KUHP juncto pasal | KUHP |  juncto pasal | permufakatan | jahat | p> Itu | dirumuskan | sangat | sulit | Jadi | supaya | depannya | multi | tafsir | perlu | ditafsirkan | lebih | dalam | kata | Gedung | Jakarta | Kamis |  (8 | 2016) | menuturkan | pokok | pertanyaan | yakni | terkait | pengertian | p> Contohnya | bahwa | adalah | menggulingkan | pemerintah | p> Nah | pemerintahan | jadi | siapa | nanti | gulingkan | lurah | juga | disebut | p> Namun | memastikan | kapan | p> Sudah | pembicaraan | seperti | Nanti | tergantung | (aktivis | dituduh | kalau | saya | menguji | pakar | tata | negara | p> Untuk | diketahui | berlangsungnya | aksi | pada | Jumat | Desember | 2016 | Polda | Metro | Jaya | menangkap | menetapkan | status | Adityawarman |  Kivlan | Zein | Firza | Huzein |  Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Alvin | Indra | Alfaris | atas | p> Ketujuh | dilakukan | penahanan | proses | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> Rencana | pemufakatan | rancang | membelokkan | massa | Silang | Monas | menduduki | kantor | pemaksaan | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar | politik

TEMPO.CO, Jakarta - Rachmawati Soekarno Putri membantah keras tuduhan makar kepadanya. Rachmawati menegaskan, dia tidak sama sekali berupaya untuk makar terhadap pemerintahan saat ini. "Terus terang saya membantah dengan keras. Saya tidak berupaya melakukan makar sama sekali," kata Rachmawati di kediamannya di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rachmawati, sebagai putri ideologis Soekarno, ia paham betul dengan rambu-rambu hukum dan arti makar. Rachmawati menegaskan, upaya yang diperjuangkannya ialah mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945 yang asli sebelum diamandemen. "Saya mendengar ada arus yang menginginkan amandemen kelima UUD 45, sehingga saya ingin mengupayakan agar UUD 45 dikembalikan ke saat belum diamandemen," kata Rachmawati.

Rachmawati menambahkan bahwa kegiatan yang direncanakan olehnya itu sesuai dengan aturan perundang-undangan. Dia membuktikan dengan adanya surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya tertanggal 29 Oktober 2016 mengenai rencana aksi bela negara yang akan dilaksanakan di depan gedung parlemen.

"Saya tidak ingin menduduki DPR/MPR, aksi kami dilakukan di luar gedung dan meminta pimpinan untuk menemui kami di luar dan menerima petisi kami," kata Rachmawati.

Sementara itu, kuasa hukum Rachmawati, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, kegiatan Rachmawati tidak masuk dalam kategori makar. Pasalnya, dalam KUHP, makar diartikan sebagai tindakan yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.  "Walaupun beliau (Rachmawati) ingin meminta DPR/MPR untuk mengembalikan UUD 45 yang asli, tetapi kegiatan itu tidak termasuk makar," kata Yusril.

Polisi menangkap 11 orang pada, Jumat, 2 Desember 2016 sebelum aksi super damai berlangsung di Lapangan Monas. Dari sebelas orang tersebut, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya.

INGE KLARA

"

| Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar | politik | TEMPO | strong> | Jakarta< | Rachmawati | Soekarno | Putri | membantah | keras | tuduhan | makar | kepadanya | Rachmawati menegaskan | sama | sekali | berupaya | untuk | terhadap | pemerintahan | saat | Terus | terang | saya | dengan | melakukan | kata | kediamannya | Jakarta | Rabu | Desember | 2016 | p>Menurut | sebagai | putri | ideologis | paham | betul | rambu | hukum | arti | upaya | yang | diperjuangkannya | ialah | mengembalikan | Undang | Dasar | 1945 | asli | diamandemen | mendengar | arus | menginginkan | amandemen | kelima | ingin | mengupay | agar | dikembalikan | p>Rachmawati menambahkan | bahwa | kegiatan | direncan | olehnya | sesuai | aturan | perundang | undangan | membuktikan | adanya | surat | pemberitahuan | kepada | Polda | Metro | Jaya | tertanggal | Oktober | mengenai | rencana | aksi | bela | negara | dilaksan | depan | gedung | parlemen | p>Saya | menduduki | kami | dilakukan | luar | meminta | pimpinan | menemui | menerima | petisi | p> Sementara | kuasa | Yusril | Ihza | Mahendra | menjelaskan | masuk | dalam | kategori | Pasalnya | KUHP | diartikan | tind | menggulingkan |  Walaupun | beliau | (Rachmawati) | termasuk | p>Polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | super | damai | berlangsung | Lapangan | Monas | Dari | sebelas | tersebut | polisi | menetapkan | delapan | tersangka | dugaan | perencanaan | Rahmawati | dalamnya | p>INGE | KLARA< | strong>< | p> |