Showing posts sorted by relevance for query cara. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Menko Wiranto: Polisi Punya Cara Gali Informasi Aliran Dana Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polri terus mendalami kasus dugaan percobaan makar saat aksi damai 2 Desember. Kali ini, polisi menemukan adanya aliran dana yang diduga untuk melancarkan rencana makar ini.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat tentu tidak bisa membuka data aliran dana itu ke publik. Sebab, dalam proses penyidikan sebuah kasus, tidak bisa segala data diungkap, termasuk makar.

"Ada beberapa informasi yang kemudian belum layak untuk disampaikan ke publik ya enggak usah disampaikan. Tidak selamanya semua temuan kemudian disampaikan ke masyarakat," Wiranto menjelaskan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.

Wiranto percaya polisi punya cara sendiri dalam mengungkap berbagai kasus, termasuk kasus dugaan makar yang tengah didalami Polri.

"Ada cara-cara kepolisian untuk kemudian menghubungkan satu laporan ke laporan yang lain. Satu informasi ke informasi yang lain. Itu memang cara-cara kepolisian untuk bagaimana bisa menggali bukti-bukti lebih jauh lagi," pungkas Wiranto.

"

| Menko | Wiranto: | Polisi | Punya | Cara | Gali | Informasi | Aliran | Dana | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polri | terus | mendalami | kasus | dugaan | percobaan | makar< | saat | aksi | damai | Desember | Kali | polisi | menemukan | adanya | aliran | dana | yang | diduga | untuk | melancarkan | rencana | makar | p> Menko | Polhukam | Wiranto | mengat | aparat | tentu | membuka | data | publik | Sebab | dalam | proses | penyidikan | sebuah | segala | diungkap | termasuk | p> Ada | beberapa | informasi | kemudian | layak | disampaikan | enggak | usah | Tidak | selamanya | semua | temuan | masyarakat | menjelaskan | Istana | Kepresidenan | Selasa | 2016 | p> Wiranto | percaya | punya | cara | sendiri | mengungkap | berbagai | tengah | didalami | p> Ada | kepolisian | menghubungkan | satu | laporan | lain | Satu | memang | bagaimana | menggali | bukti | lebih | jauh | lagi | pungkas | p> |

Pemerintah Harus Bijak Tangani Kasus Dugaan Makar : Okezone News

JAKARTA â€" Sejumlah aktivis dan tokoh nasional beberapa waktu lalu ditangkap di tempat-tempat berbeda. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Menanggapi hal itu, Presidium Persatuan Pergerakan (PP) Andrianto meminta kepada pemerintah agar lebih bijak dalam penanganan kasus tersebut.

"Pemerintah, terutama aparat Polri, lebih bijaklah dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai Reformasi jadi setback kembali," kata Andrianto saat berbincang dengan Okezone, Kamis (8/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, sebuah langkah mundur jika pasal karet makar diterapkan kembali kepada aktivis yang kritis terhadap pemerintah. "Reformasi ini buah dari tindakan korektif terhadap pemerintahan yang otoriter terhadap kritik masyarakat. Buah Reformasi itulah berupa kebebasan yang berlaku dengan cara-cara beradab," sambung Andrianto.

Ia menerangkan, apa yang telah dilakukan oleh sejumlah aktivis dan para tokoh masih berada di dalam koridor. "Makar itu definisinya lebih mengganti penguasa dan sistem dengan cara-cara pemaksaan. Sementara para tokoh itu lebih pada cara-cara konstitusional," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Namun ketujuh tersangka makar yakni Kivlan Zain, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Rachmawati, Firza Husein, Eko, dan Alvin Indra dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Sementara musisi sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani, ditangkap karena diduga melakukan penghinaan terhadap penguasa atau presiden. Sedangkan tiga orang lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Mapolda Metro Jaya dengan jeratan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat.

"

| Pemerintah | Harus | Bijak | Tangani | Kasus | Dugaan | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Sejumlah | aktivis | tokoh | nasional | beberapa | waktu | ditangkap | tempat | berbeda | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | makar | Menanggapi | Presidium | Persatuan | Perger | (PP) | Andrianto | meminta | kepada | pemerintah | agar | lebih | bijak | dalam | penanganan | kasus | tersebut | p> Pemerintah | terutama | aparat | Polri | bijaklah | Jangan | sampai | Reformasi | jadi | setback< | kembali | kata | saat | berbincang | dengan | Okezone< | Kamis | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | sebuah | langkah | mundur | jika | pasal | karet | diterapkan | yang | kritis | terhadap | buah | tind | korektif | pemerintahan | otoriter | kritik | masyarakat | Buah | itulah | berupa | kebebasan | berlaku | cara | beradab | sambung | p> Ia | menerangkan | telah | dilakukan | oleh | sejumlah | para | masih | berada | koridor | definisinya | mengganti | penguasa | sistem | pemaksaan | Sementara | pada | konstitusional | ucapnya | p> Sebagaimana | diketahui | sebanyak | hampir | bersamaan | Namun | ketujuh | tersangka | yakni | Kivlan | Zain | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Firza | Husein | Alvin | Indra | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Sementara | musisi | sekaligus | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | karena | melakukan | penghinaan | atau | presiden | Sedangkan | tiga | orang | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Mapolda | Metro | Jaya | jeratan | Pasal | Ayat | juncto | KUHP | tentang | Pemufakatan | Jahat | p> |

Monday, December 5, 2016

Dituding Makar, Fahri Hamzah Dilaporkan Bara JP Ke MKD

Jakarta - Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Bara JP melaporkan Fahri ke MKD terkait orasinya pada aksi 4 November lalu dengan tudingan provokasi.

"Kami melihat itu indikasi perbuatan makar. Karena makar itu ada penghasutan. Di dalam orasinya Fahri bilang Jokowi menghina lambang muslim dan ulama. Dia mulai hasut kemudian menunjukan cara dengan menunjukan parlemen jalanan dan ruangan," jelas pelapor Ferry Manullang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).

Sebelumnya Ferry juga sudah melaporkan Fahri ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan penghasutan dan makar. Tujuannya melapor di MKD agar laporannya di Bareskrim ditingkatkan menjadi penyidikan.

"Kalau penyidikan katanya harus ada laporan rekomendasi MKD. Karena Fahri itu punya hak imun. Di situ kan pas orasi Fahri mengatakan DPR MPR melakukan pengawasan," jelas dia.

Ferry menyertakan bukti orasi, rekaman video saat Fahri melakukan orasi dan berita. Ferry menuding Fahri melakukan makar karena orasinya berisi hasutan.

"Kalau makar mari lari ke kamus. KBBI mengatakan makar adalah akal muslihat tipu-tipu. Jadi makar itu melakukan tipu muslihat, tanpa senjata bisa. People power dengan cara menghasut. Kalau sudah diduduki itu kan impeachment terlaksana," jelas dia.

Terkait laporan itu, hanya satu berkas yang belum dilengkapi Bara JP yaitu AD/ART organisasi. Ferry mengatakan berkas itu segera dilengkapi.

"AD/ART organisasi. Yang tadi disampaikan kita sudah laporkan ke reskrim dan sudah dipanggil untuk verifkasi. Ini laporan ke reskrim waktu itu," kata dia.

(ams/imk)

"

| Dituding | Makar, | Fahri | Hamzah | Dilaporkan | Bara | Jakarta< | strong> | Barisan | Relawan | Jokowi | Presiden | (Bara | melaporkan | Wakil | Ketua | Mahkamah | Kehormatan | Dewan | (MKD) | terkait | orasinya | pada | aksi | November | dengan | tudingan | provokasi | Kami | melihat | indikasi | perbuatan | makar | Karena | penghasutan | dalam | bilang | menghina | lambang | muslim | ulama | mulai | hasut | kemudian | menunjukan | cara | parlemen | jalanan | ruangan | jelas | pelapor | Ferry | Manullang | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | Pusat | Senin | 2016) | p>Senya | juga | Bareskrim | Mabes | Polri | tuduhan | Tujuannya | melapor | agar | laporannya | ditingkatkan | menjadi | penyidikan | p>Kalau | katanya | harus | laporan | rekomendasi | punya | imun | situ | orasi | mengat | melakukan | pengawasan | p>Ferry | menyert | bukti | rekaman | video | saat | berita | menuding | karena | berisi | hasutan | mari | lari | KBBI | adalah | akal | muslihat | tipu | Jadi | tanpa | senjata | People | power | menghasut | Kalau | diduduki | impeachment | terlaksana | p>Terkait | hanya | satu | berkas | yang | dilengkapi | yaitu | organisasi | segera | p>AD | Yang | tadi | disampaikan | laporkan | reskrim | dipanggil | untuk | verifkasi | waktu | kata | p>(ams | imk)< |

Saturday, December 3, 2016

Habiburokhman: Masa Aki-aki dan Nini-nini Dituduh Makar?

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Habiburokhman, menilai penangkapan 10 aktivis atas dugaan makar sebagai suatu hal yang berlebihan.

Menurut dia, jika dilihat dari usia serta kekuatan yang dimiliki para aktivis tersebut, kecil kemungkinan mereka melakukan hal itu.

"Pak Bintang (Sri Bintang Pamungkas) usianya 70 tahun, Kivlan Zein 70 tahun, Ratna sekitar 60-an mendekati akhir, masa aki-aki dan nini-nini dituduh makar? Ini intelijennya bagaimana?" kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Ia mengatakan, beberapa waktu terakhir sempat muncul isu terkait aksi unjuk rasa yang menuntut digelarnya sidang istimewa ke MPR. Tuntutan juga dilakukan untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar ke UUD 1945.

Menurut Habiburokhman, tuntutan itu bukanlah sebuah upaya makar.

(Baca juga: Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri)

Sebaliknya, kata dia, cara penyampaian tuntutan melalui parlemen merupakan suatu hal yang telah diatur dalam konstitusi Indonesia.

"Mau demo ke DPR atau menuntut sidang istimewa, siapa pun boleh melakukannya, tetapi faktanya kan tidak begitu amat," kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, dari sejumlah aktivis yang ditangkap, tidak semuanya berencana mengikuti kegiatan aksi doa bersama kemarin.

Sebagian ada yang ditangkap saat berada di rumah. Adapun musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet ditangkap saat berada di hotel yang dekat lokasi doa bersama.

"Ahmad Dhani dan Ratna itu menginap di Sari Pan Pacific itu karena untuk mempermudah ke Monas," kata Habiburokhman.

(Baca juga: Pelaku Dugaan Makar Diharapkan Bisa Pulang atas Pertimbangan Usia)

Kompas TV 3 Tersangka Dugaan Makar Ditahan

"

| Habiburokhman: | Masa | Aki-aki | Nini-nini | Dituduh | Makar? | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet< | Habiburokhman | menilai | penangkapan | aktivis | atas | dugaan | makar | sebagai | suatu | yang | berlebihan | p> Menurut | jika | dilihat | usia | serta | kekuatan | dimiliki | para | tersebut | kecil | kemungkinan | melakukan | p> Pak | Bintang | (Sri | Pamungkas< | usianya | tahun | Kivlan | Zein< | mendekati | akhir | masa | nini | dituduh | intelijennya | bagaimana | kata | dalam | diskusi | Polemik | bertajuk | Dikejar | Makar | Jakarta | Sabtu | 2016) | p> Ia | mengat | beberapa | waktu | terakhir | sempat | muncul | terkait | aksi | unjuk | rasa | menuntut | digelarnya | sidang | istimewa | Tuntutan | juga | dilakukan | untuk | mengembalikan | Undang | Dasar | 1945 | tuntutan | bukanlah | sebuah | upaya | p> (Baca | juga: | Permufakatan | Beda | dengan | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | Polri< | a>)< | p> Sebaliknya | cara | penyampaian | parlemen | merup | telah | diatur | konstitusi | Indonesia | p> Mau | demo | atau | siapa | boleh | melakukannya | faktanya | begitu | amat | p> Lebih | jauh | sejumlah | ditangkap | semuanya | berencana | mengikuti | kegiatan | bersama< | kemarin | p> Sebagian | saat | berada | rumah | Adapun | musisi | Ahmad | Dhani< | hotel | dekat | lokasi | p> Ahmad | menginap | Sari | Pacific | karena | mempermudah | Monas | Pelaku | Dugaan | Diharapkan | Bisa | Pulang | Pertimbangan | Usia< | p> Kompas | span> | Tersangka | Ditahan< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Tangkap Aktivis dengan Tuduhan Makar, Nama Baik Polri Jadi Taruhan : Okezone News

JAKARTA â€" Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mempersilakan kepolisian memproses hukum sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Arief mengingatkan nama baik Polri menjadi taruhannya jika tak ada bukti adanya makar.

"Namun jika polisi nanti tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis maka taruhannya adalah nama Polri sendiri," ujar Arief saat dihubungi, Jumat (9/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, apa yang dilakukan sejumlah aktivis seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, serta Hatta Taliwang belum bisa disebut sebagai tindakan makar. Arif menerangkan, syarat terjadinya makar jika adanya keterlibatan militer, pengikut banyak, sampai keinginan untuk mengganti ideologi negara.

"Sebab biasanya di semua negara jika terjadi makar maka syarat utama harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi negara, pengikutnya banyak, dan ada rapat-rapat tertutup. Nah, ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan ngundang wartawan," keluh Arief.

Presiden Jokowi, menurutnya, tak boleh begitu saja percaya dengan informasi akan adanya gerakan makar yamg direncanakan pada 2 Desember 2016. Perbedaan pandangan, kata Arief, sah-sah saja di negara demokrasi seperti Indonesia, sepanjang tak mengubah konstitusi negara.

"Jadi Pak Jokowi dan Polri harus waspada jangan-jangan informasi para aktivis akan adanya makar dari intelijen hanya sebuah cara untuk semakin mendelegitimasi institusi Polri sebagai penjaga demokrasi yang akhirnya Polri akan bernasib sama seperti institusi TNI di era Soeharto," simpulnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan staf ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999â€"2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama delapan aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.

"

| Tangkap | Aktivis | dengan | Tuduhan | Makar, | Nama | Baik | Polri | Jadi | Taruhan | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Wakil | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Arief | Poyuono | mempersil | kepolisian | memproses | hukum | sejumlah | aktivis | yang | diduga | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | (Jokowi) | Namun | mengingatkan | nama | baik | menjadi | taruhannya | jika | bukti | adanya | p> Namun | polisi | nanti | membuktikan | upaya | kelompok | maka | adalah | sendiri | ujar | saat | dihubungi | Jumat | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | dilakukan | seperti | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | serta | Hatta | Taliwang | disebut | sebagai | tind | Arif | menerangkan | syarat | terjadinya | keterlibatan | militer | pengikut | banyak | sampai | keinginan | untuk | mengganti | ideologi | negara | p> Sebab | biasanya | semua | terjadi | utama | harus | menggantikan | pengikutnya | rapat | tertutup | Nah< | masa | buat | terbuka | ngundang< | wartawan | keluh | p> Presiden | Jokowi | menurutnya | boleh | begitu | percaya | informasi | yamg | direncan | pada | Desember | 2016 | Perbedaan | pandangan | kata | demokrasi | Indonesia | sepanjang | mengubah | konstitusi | p> Jadi | waspada | jangan | para | intelijen | hanya | sebuah | cara | semakin | mendelegitimasi | institusi | penjaga | akhirnya | bernasib | sama | Soeharto | simpulnya | p> Diketahui | orang | ditangkap | dalam | kasus | dugaan | Mereka | mantan | staf | ahli | panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha; | Kepala | Staf | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein; | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | band | Dewa | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | putri | presiden | pertama | Soekarno | Soerkarnoputri; | Pamungkas; | Sementara | dijerat | Pasal | Undang | yakni | Jamran | Rizal | Kobar | p> Terakhir | menangkap | anggota | 1999â€"2004 | terlibat | pemufakatan | bersama | delapan | ditetapkan | tersangka | p> |

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Makar Tuduhan Serius | Nasional

Yogyakarta - Tuduhan makar terhadap 10 orang diantaranya Rahmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani bukanlah tuduhan yang sembarangan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan delapan aktivis atas tuduhan makar bukan perkara main-main, sebab hukumannya sesuai KUHP bisa sampai hukuman mati.

"Saya kira, Kepolisian sudah punya data dan fakta sehingga menetapkan mereka sebagai tersangka kasus makar. Karena tuduhan itu serius, maka ini tidak bisa main-main. Kita tak bisa menyalahkan Polisi, asal ada buktinya dan upaya makar itu hal yang serius. Polisi memang harus melakukan tindakan preventif,” kata Mahfud MD, di Yogyakarta, Jumat (2/12).

Menyikapi upaya yang dilakukan Rahmawati dan kawan-kawan untuk menduduki MPR dan meminta wakil rakyat menggulingkan pemerintahan Joko Widodo â€" Jusuf Kalla, pakar hukum tata negara ini berkomentar bahwa barangkali Rahmawati dan aktivis lainnya, tidak paham bahwa parlemen termasuk MPR tidak bisa menggulingkan pemerintah yang sah dan terlegimitasi. Tetapi, ujar Mahfud, penangkapan harus dilakukan berdasarkan bukti awal yang kuat.

"Mungkin Mbak Rahma dan kawan-kawan belum tahu kalau sekarang sudah berbeda dari era Orba atau Gus Dur dimana legislatif tidak bisa lagi memberhentikan Presiden. Undang-Undang Dasar sudah diamandemen dan berlaku sejak 2004, mereka tampaknya belum paham," ujar Mahfud.

Namun, lanjut Mahfud, pihak Kepolisian perlu menjelaskan ke publik, mengapa sampai muncul tuduhan makar tersebut. “Tetapi hargai upaya Polisi. Masyarakat harus menunggu Polisi menjabarkan bukti awal hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap Rahma dan aktivis lainnya. Kalau tidak terbukti, segera lepaskan,” ucapnya.

Meski belum mendapatkan data soal penangkapan tersebut, Mahfud MD menjelaskan bahwa dalam KUHP setidaknya ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Dijelaskan Mahfud, barangkali tindakan Rahma dan kawan-kawan memang tidak ditujukan sebagai upaya makar. Tetapi mereka lupa bahwa rencana makar adalah perbuatan serius sehingga harus disikapi secara serius pula oleh penegak hukum.

"Tuduhan makar itu serius, tetapi kalau dikaitkan dengan politik tuduhan itu juga tidak benar. Kalau memang ada langkah-langkah yang ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah secara tidak sah bahkan dalam tindakan preventif atau sebelum makar terjadi, penangkapan memang bisa dilakukan," tambahnya.

Kondisi politik itu, ujar Mahfud, jika penangkapan tersebut hanya dikaitkan dengan aksi doa bersama 2 Desember yang merupakan kelanjutan aksi atas kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kalau penangkapan itu memang dilakukan terkait dengan upaya menjatuhkan pemerintah dengan cara yang tidak sah dan melanggar hukum, maka itulah makar,” katanya.

Tindakan preventif atas upaya makar, bisa dilakukan meskipun pihak bersangkutan belum melakukan apa-apa. Namun jangan sampai penangkapan itu mematikan hak-hak politik para aktivis, dan Polisi wajib mengumumkan alasan penangkapan secara transparan.

Suara PembaruanSuara Pembaruan>

Fuska Sani Evani/YUD

Suara Pembaruan

"

| Mahfud | Makar | Tuduhan | Serius | Nasional | Yogyakarta | strong> | makar | terhadap | orang | diantaranya | Rahmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | bukanlah | tuduhan | yang | sembarangan | p> Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | delapan | aktivis | atas | bukan | perkara | main | hukumannya | sesuai | KUHP | sampai | hukuman | mati | p> Saya | kira | Kepolisian | punya | data | fakta | menetapkan | sebagai | tersangka | kasus | Karena | serius | maka | Kita | menyalahkan | Polisi | asal | buktinya | upaya | memang | harus | melakukan | tind | preventif | kata | Jumat | p> Menyikapi | dilakukan | kawan | untuk | menduduki | meminta | wakil | rakyat | menggulingkan | pemerintahan | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla | pakar | hukum | tata | negara | berkomentar | bahwa | barangkali | lainnya | paham | parlemen | termasuk | pemerintah | terlegimitasi | ujar | berdasarkan | bukti | awal | kuat | p> Mungkin | Mbak | Rahma | tahu | kalau | sekarang | berbeda | Orba | atau | dimana | legislatif | lagi | memberhentikan | Presiden | Undang | Dasar | diamandemen | berlaku | sejak | 2004 | tampaknya | p> Namun | lanjut | pihak | perlu | menjelaskan | publik | mengapa | muncul | tersebut | “Te | hargai | Masyarakat | menunggu | menjabarkan | akhirnya | Kalau | terbukti | segera | lepaskan | ucapnya | p> Meski | mendapatkan | soal | dalam | senya | pasal | semua | ancamannya | berat | penjara | seumur | hidup | tahun | p> Dijelaskan | ditujukan | lupa | rencana | adalah | perbuatan | disikapi | secara | pula | oleh | penegak | p> Tuduhan | dikaitkan | dengan | politik | juga | benar | langkah | menjatuhkan | bahkan | terjadi | tambahnya | p> Kondisi | jika | hanya | aksi | bersama | Desember | merup | kelanjutan | dugaan | penistaan | agama | Gubernur | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | p> “Kalau | terkait | cara | melanggar | itulah | katanya | p> Tind | meskipun | bersangkutan | Namun | jangan | mematikan | para | wajib | mengumumkan | alasan | transparan | p> < | p> Fuska | Sani | Evani | YUD< | p> Suara | Pembaruan< | p> |

Monday, December 5, 2016

Polri Diminta Hati-Hati Usut Kasus Dugaan Makar

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polri menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar, Jumat 2 Desember 2016 pagi. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 2 Desember di Monumen Nasional.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Susanto Ginting, mengingatkan Polri agar ekstra hati-hati dalam menangani dugaan makar ini. Ada sejumlah unsur yang harus dibuktikan oleh Polri.

"Permufakatan untuk melakukan makar, maka harus ada niat dan perbuatan permulaan. Kedua hal itu harus dilakukan untuk maksud tertentu dengan cara serangan yang nyata dan bersifat kekerasan," ucap Miko kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Dia pun meminta, dalam mengusut kasus ini, Kepolisian cermat agar tak terjadi banyak praktik yang tidak tepat.

"Di titik ini, pihak Kepolisian benar-benar harus cermat dan hati-hati. Jangan sampai banyak praktik yang tidak tepat selama ini terjadi kembali," Miko menjelaskan.

Saat ditanya, apakah dia telah melihat adanya serangan nyata sebagai wujud makar, dia hanya mengaku belum tahu.

"Hingga hari ini hanya pihak Kepolisian yang mengetahui hal itu. Oleh karenanya, mesti didorong untuk cermat, hati-hati, dan akuntabel dalam penegakan hukumnya," tandas Miko.

Sebelumnya, 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar  dan Permufakatan Jahat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan itu bukan berarti membungkam sikap kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dia menegaskan, perbuatan makar dan kritik berbeda.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam era demokrasi di Indonesia, seringkali terjadi ujaran kebencian yang dilakukan masyarakat secara luas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat.

"

| Polri | Diminta | Hati-Hati | Usut | Kasus | Dugaan | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Penyidik | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaan | makar< | Jumat | Desember | 2016 | pagi | Penangkapan | dilakukan | jelang | aksi | damai | Monumen | Nasional | p> Peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Susanto | Ginting | mengingatkan | agar | ekstra | hati | dalam | menangani | makar | sejumlah | unsur | yang | harus | dibuktikan | oleh | p> Permufakatan | untuk | melakukan | maka | niat | perbuatan | permulaan | Kedua | maksud | tertentu | dengan | cara | serangan | nyata | bersifat | kekerasan | ucap | kepada | com< | Senin | 2016) | p> Dia | meminta | mengusut | kasus | Kepolisian | cermat | terjadi | banyak | praktik | tepat | p> Di | titik | pihak | benar | Jangan | sampai | selama | kembali | menjelaskan | p> Saat | ditanya | apakah | telah | melihat | adanya | sebagai | wujud | hanya | mengaku | tahu | p> Hingga | hari | mengetahui | Oleh | karenanya | mesti | didorong | akuntabel | peneg | hukumnya | tandas | p> Senya | ditangkap | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | p> Tujuh | orang | tersangka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musikus | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | atau | Jokowi | p> Sementara | tiga | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Metro | Jaya | Ketiganya | dijerat | Pasal | KUHP | tentang | Makar< | a>  | Permufakatan | Jahat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | bukan | berarti | membungkam | sikap | kritis | masyarakat | kebij | pemerintah | menegaskan | kritik | berbeda | p> Jenderal | bintang | menuturkan | demokrasi | seringkali | ujaran | kebencian | secara | luas | Apalagi | berkembangnya | teknologi | informasi | semakin | pesat | p> |

Friday, December 2, 2016

Kompolnas Anggap Kasus Makar Tak Ada Hubungan dengan Perkara Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menanggapi banyaknya wacana yang menyebut bahwa penangkapan sejumlah orang terkait dugaan makar berkaitan dengan dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi menangkap 10 orang yang diduga melakukan pemufakatan untuk bertindak makar.

"Kompolnas memandang tidak ada relevansinya penangkapan 10 orang yang diduga makar, dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah dilakukan oleh Polri," ujar Poengky melalui keterangan tertulis, Jumat (2/12/2016).

Poengky mengatakan, jika ada pihak yang keberatan dengan adanya penangkapan itu, maka ada upaya hukum yang tersedia, yakni praperadilan. Mereka bisa menguji keabsahan penangkapan lewat cara tersebut.

"Untuk substansi perkaranya sendiri, mari kita sama-sama menghargai sistem peradilan pidana yang berlaku di Indonesia," kata Poengky.

Masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polri. Kompolnas, kata Poengky, meminta masyarakat untuk menebarkan kesejukan. Jangan lagi ada upaya memprovokasi hingga makar.

"Serta menghormati seluruh proses hukum yang tengah berlangsung," kata Poengky.

Mengenai doa bersama 2 Desember, Poengky mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mereka berhasil membuktikan bahwa aksi yang dilakukan berjalan damai.

"Selamat bertugas kepada seluruh jajaran Polri atas jerih payahnya selama ini dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum," kata Poengky.

Polisi menangkap 10 orang di tempat terpisah atas dugaan melakukan makar. Sepuluh orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah musisi Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, dan Firza Huzein.

"Kalau sudah ditangkap itu pasti sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

(Baca juga: Ditanya soal Penangkapan 8 Orang Terkait Dugaan Makar, Ini Jawaban Jokowi)

Mereka ada yang dipersangkakan dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, ada yang terkena Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP tentang Makar, dan ada juga yang terkait Pasal UU ITE.

Boy belum dapat memastikan apakah mereka akan langsung ditahan atau tidak. Saat ini, kata dia, 10 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

(Baca juga: 10 Orang yang Diduga Makar Ingin Manfaatkan Momentum Doa Bersama 2 Desember)

Kompas TV Soal Isu Makar, Jokowi: Itu untuk Mengingatkan

"

| Kompolnas | Anggap | Kasus | Makar | Hubungan | dengan | Perkara | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Komisioner | Komisi | Kepolisian | Nasional | (Kompolnas) | Poengky | Indarti | menanggapi | banyaknya | wacana | yang | menyebut | bahwa | penangkapan | sejumlah | orang | terkait | dugaan | makar | berkaitan | penistaan | agama | tersangka | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | alias | p> Polisi | menangkap | diduga | melakukan | pemufakatan | untuk | bertindak | p> Kompolnas | memandang | tidak | relevansinya | penanganan | kasus | dilakukan | oleh | (Ahok) | telah | Polri< | ujar | melalui | keterangan | tertulis | Jumat | 2016) | p> Poengky | mengatakan | jika | pihak | keberatan | adanya | maka | upaya | hukum | tersedia | yakni | praperadilan | Mereka | bisa | menguji | keabsahan | lewat | cara | tersebut | p> Untuk | substansi | perkaranya | sendiri | mari | kita | sama | menghargai | sistem | peradilan | pidana | berlaku | Indonesia | kata | p> Masyarakat | diminta | mempercayakan | proses | penegakan | kepada | meminta | masyarakat | menebarkan | kesejukan | Jangan | lagi | memprovokasi | hingga | p> Serta | menghormati | seluruh | tengah | berlangsung | p> Mengenai | bersama< | Desember< | mengapresiasi | terlibat | berhasil | membuktikan | aksi | berjalan | damai | p> Selamat | bertugas | jajaran | atas | jerih | payahnya | selama | dalam | melindungi | mengayomi | melayani | menegakkan | tempat | terpisah |  Sepuluh | sudah | ditetapkan | sebagai | p> Mereka | adalah | musisi | Ahmad | Dhani< | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Adityawarman | Jamran | Rizal | Khobar | Firza | Huzein | p> Kalau | ditangkap | pasti | menjadi | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar | p> (Baca | juga: | Ditanya | soal | Penangkapan | Orang | Terkait | Dugaan | Jawaban | Jokowi< | a>)< | dipersangkakan | Pasal | KUHP | tentang | penghinaan | terhadap | penguasa | terkena | juncto | juga | ITE< | p> Boy | belum | dapat | memastikan | apakah | mereka | akan | langsung | ditahan | atau | Saat | masih | menjalani | pemeriksaan | secara | intensif | Diduga | Ingin | Manfaatkan | Momentum | Bersama | p> Kompas | span> | Soal | Jokowi: | Mengingatkan< | p> |