Showing posts sorted by relevance for query Maret. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Maret. Sort by date Show all posts

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Saturday, December 3, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Wednesday, December 7, 2016

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rabu, 07 Desember 2016 | 17:50 WIB

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati Soekarnoputri, saat mendatangi kediaman Markas Front Pembela Islam, untuk bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, di Petamburan III, Jakarta, 31 Oktober 2016. TEMPO/GRANDY AJI

TEMPO.CO, Jakarta - Rahmawati Soekarno Putri menjelaskan kronologi kegiatannya yang selama ini oleh pihak Kepolisian RI disebut sebagai upaya makar. Menurut dia, kegitan yang dilakukannya adalah upaya membela kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memang secara konsisten ingin menyampaikan petisi tentang kembalikan UUD 45 ke yang asli, karena UUD yang sudah empat kali di tanda tangani Megawati amandennya menjadikan Undang-Undang kita bersifat liberal dan kapitalistik," kata Rahmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Rahmawati menjelaskan, kegiatannya berawal dari tanggal 15 Desember 2015. Saat itu, ia dan beberapa tokoh Gerakan Selamatkan NKRI, yakni Djoko Santoso, Lily Wahid, Syamsu Djalal dan Hatta Taliwang bertemu dengan ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya menyampaikan keprihatinan terkait UUD 45, Zulkifli (Ketua MPR Zulkifli Hasan) pun mengaku punya kepedulian yang sama dan senang jika massa menduduki MPR untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Kemudian, pada 30 Maret 2016, kata Rachma, Megawati Soekarnoputri berpidato dan menyatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada haluan negara dalam proses pembangunan. Menurut Rachma, pidato itu mengindikasikan ada rencana untuk mengamandemen UUD lagi.

Baca juga:
Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Indikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Zulkifli Hasan pada pertemuan mereka 23 Mei 2016. "Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini ada dua arus di parlemen. Pertama yang menginginkan amandemen kelima. Kedua, yang menginginkan UUD 45 kembali ke aslinya," jelasnya.

Pada 30 Oktober 2016, Rachmawati mengunjungi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan tujuan bertukar pikiran soal isu kebangsaan, termasuk penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diskusi tersebut membuahkan hasil, yakni Rizieq mendukung upaya bela negara dengan menuntut pengembalian UUD 45 dan Pancasila yang asli.

Rachmawati menyampaikan tuntutan pengembalian UUD 45 saat Aksi Bela Islam II, 4 November lalu. Dalam aksi yang berujung bentrok itu, Presiden Joko Widodo menuding adanya aktor yang menungganginya.

Pada 30 November 2016, Rachmawati kembali berkunjung ke kediaman Rizieq, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Rizieq menjelaskan konsesus antara GNPF MUI dan polisi terkait Aksi 212 yang akan dilaksanakan di lapangan Monas. "Saya mempersilakan, tapi aksi Bela Negara tetap akan dilakukan di gedung DPR/MPR," katanya.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, Rachmawati bertemu dengan Sri Bintang Pamungkas di Pegangsaan, Jakarta. Dalam pertemuan itu Sri Bintang mengaku sudah membentuk Front People Power Indonesia dengan tiga tuntutan, yakni kembali ke UUD 45 sebelum amandemen, lengserkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan membentuk pemerintahan transisi.

"Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga dan menegaskan akan menggunakan soft landing," kata Rachmawati.

Setelah menegaskan tujuan aksinya bukanlah untuk makar, Gerakan Selamatkan NKRI kemudian mengirimkan surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait rencana aksi bela negara di depan DPR yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah masa 20 ribu orang.

"Kami mengirimkan surat ke Polda Metro, dan menjelaskan bahwa aksi kami di luar gedung bukan di dalam. Sehari kemudian juga kami sudah jelaskan dalam konpers di Sari Pan Pasifik" katanya.

Pada Jumat, 2 Desember 2016, sebelum aksi super damat berlangsung di Lapangan Monas, polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar. Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya. Terkait dengan tuduhan itu, Rahmawati pun telah membantahnya dengan keras.

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa.

INGE KLARA

Baca juga:
Saham Sari Roti Turun, Dampak Bantahan Bagi Roti Gratis?
>
Penyebar Isu SARA di Medsos Ternyata Narapidana, Siapa Dia?

"

| Dituduh | Rencan | Makar, | Kronologi | Versi | Rachmawati | Rabu | Desember | 2016 | 17:50 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | saat | mendatangi | kediaman | Markas | Front | Pembela | Islam | untuk | bertemu | dengan | Habib | Rizieq | Shihab | Petamburan | Jakarta | Oktober | TEMPO | GRANDY | AJI< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rahmawati | Soekarno | Putri | menjelaskan | kronologi | kegiatannya | yang | selama | oleh | pihak | Kepolisian | disebut | sebagai | upaya | makar | Menurut | kegitan | dilakukannya | adalah | membela | kesatuan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | (NKRI) | p>Saya | memang | secara | konsisten | ingin | menyampaikan | petisi | tentang | kembalikan | asli | karena | empat | kali | tanda | tangani | Megawati | amandennya | menjadikan | Undang | bersifat | liberal | kapitalistik | kata | dalam | jumpa | pers | kediamannya | Jati | Padang | Selatan | p>Rahmawati | berawal | tanggal | 2015 | Saat | beberapa | tokoh | Selamatkan | NKRI | yakni | Djoko | Santoso | Lily | Wahid | Syamsu | Djalal | Hatta | Taliwang | ketua | Zulkifli | Hasan | keprihatinan | terkait | (Ketua | Hasan) | mengaku | punya | kepedulian | sama | senang | jika | massa | menduduki | aspirasinya | katanya | p>Kemudian | pada | Maret | Rachma | berpidato | menyat | pemerintah | perlu | memberikan | perhatian | haluan | negara | proses | pembangunan | pidato | mengindikasikan | rencana | mengamandemen | lagi | p>Baca | juga:< | strong>Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar< | strong>Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | p>Indikasi | tersebut | kemudian | dibenarkan | pertemuan | bahwa | arus | parlemen | Pertama | menginginkan | amandemen | kelima | Kedua | kembali | aslinya | jelasnya | p>Pada | mengunjungi | pimpinan | (FPI) | tujuan | bertukar | pikiran | soal | kebangsaan | termasuk | peneg | hukum | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | Diskusi | membuahkan | hasil | mendukung | bela | menuntut | pengembalian | Pancasila | p>Rachmawati | tuntutan | Aksi | Bela | November | Dalam | aksi | berujung | bentrok | Presiden | Joko | Widodo | menuding | adanya | aktor | menungganginya | berkunjung | pukul | konsesus | antara | GNPF | polisi | dilaksan | lapangan | Monas | mempersil | tetap | dilakukan | gedung | p>Masih | hari | Bintang | Pamungkas | Pegangsaan | membentuk | People | Power | tiga | lengserkan | pemerintahan | Jokowi | Jusuf | Kalla | transisi | setuju | poin | menegaskan | menggun | soft | landing | p>Setelah | aksinya | bukanlah | mengirimkan | surat | pemberitahuan | Daerah | Metro | Jaya | depan | dimulai | jumlah | masa | ribu | orang | p>Kami | Polda | kami | luar | bukan | Sehari | juga | jelaskan | konpers | Sari | Pasifik | Jumat | super | damat | berlangsung | Lapangan | menangkap | diduga | melakukan | Delapan | antaranya | ditetapkan | tersangka | dugaan | perencanaan | dalamnya | Terkait | tuduhan | telah | membantahnya | keras | p>Selain | delapan | pula | terjerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | penguasa | p>INGE | KLARA< | juga:Saham | Roti | Turun | Dampak | Bantahan | Bagi | Gratis | a>Penyebar | SARA | Medsos | Ternyata | Narapidana | Siapa | p> |