Showing posts sorted by relevance for query tanah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tanah. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap

Jum'at, 02 Desember 2016 | 09:10 WIB

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari sebelum aksi 2 Desember 2016 digelar di Monas.

“Ada sejumlah yang diamankan Polda dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui dalam Aksi Super Damai, Jumat, 2 Desember 2016. Boy mengaku masih belum mengetahui identitas delapan orang itu.

Meskipun begitu, Inge Mangundap, dari Advokat Cinta Tanah Air, mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet. Penangkapan dilakukan pada pukul 07.00 WIB di Hotel Sari Pan Pacific.

“Dia (Ratna) juga bahkan digeledah. Mungkin disangka bawa senjata,” kata Inge, yang mengaku sedang bersama Ratna saat penangkapan. Selain Ratna, musikus Ahmad Dhani, yang juga menginap di hotel itu, ditangkap.

Menurut dia, keduanya dibawa ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Inge mengatakan polisi menangkap Ratna dan Ahmad Dhani dengan tuduhan makar dan mengaku telah memiliki bukti.

Selain itu, sejumlah tokoh lain dikabarkan telah ditangkap. Dari Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas. Sri Bintang ditangkap di rumahnya kawasan Cibubur, Depok. Ernalia, istri Sri Bintang, mengatakan suaminya ditangkap puluhan polisi dan langsung dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok. Boy masih enggan mengkonfirmasi hal ini. “Nanti saya minta data dulu,” kata dia.

EGI ADYATAMA

Catatan koreksi: Judul berita ini telah diganti dari sebelumnya: Diduga Makar, Polisi Tangkap Sejumlah Aktivis.

"

| Diduga | Makar, | Sejumlah | Aktivis | Ditangkap | Jumat | Desember | 2016 | 09:10 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | terkait | dengan | dugaan | makar | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pada | pagi | hari | sebelum | aksi | digelar | Monas | p>“Ada | yang | diamankan | Polda | masih | dalam | pemeriksaan | kata | Kepala | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | saat | ditemui | Aksi | Super | Damai | mengaku | belum | mengetahui | identitas | delapan | orang | p>Meskipun | begitu | Inge | Mangundap | dari | Advokat | Cinta | Tanah | mengatakan | telah | terjadi | terhadap | Ratna | Sarumpaet | pukul | Hotel | Sari | Pacific | p>“Dia | (Ratna) | juga | bahkan | digeledah | Mungkin | disangka | bawa | senjata | sedang | bersama | Selain | musikus | Ahmad | Dhani | menginap | hotel | ditangkap | p>Menurut | keduanya | dibawa | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | polisi | tuduhan | memiliki | bukti | p>Selain | tokoh | lain | dikabarkan | Dari | Rachmawati | Soekarnoputri | hingga | Pamungkas | rumahnya | kawasan | Cibubur | Depok | Ernalia | istri | suaminya | puluhan | langsung | enggan | mengkonfirmasi | “Nanti | saya | minta | data | dulu | p>EGI | ADYATAMA< | strong>< | Catatan | koreksi: | Judul | berita | diganti | sebelumnya: | Makar | Polisi | Tangkap | p> |

Saturday, December 3, 2016

11 Tersangka Makar dan Penghinaan, Tiga Ditahan, Delapan Dilepas

11 Tersangka Makar dan Penghinaan, Tiga Ditahan, Delapan Dilepas
Sabtu, 3 Desember 2016 | 12:41

[JAKARTA] Mabes Polri menyatakan sebanyak 11 orang yang ditangkap jelang aksi super damai zikir dan tausiah 212 kemarin. Dari 11 orang yang dikategorikan sebagai 'penumpang gelap' itu hanya tiga orang yang ditahan sementara 8 orang tidak dikenakan penahanan.

”Tujuh orang yang dikenakan Pasal 107 junto 110 KUHP dan 87 KUHP yaitu Bapak (Mayjen Pur) Kivlan Zen, Bapak (Brigjen Pur) Adityawarman, Ibu Ratna Sarumpaet, Ibu Firza Husein, Bapak Eko, Bapak Alvinindra Al Fariz yang ditangkap di Tanah Sereal, dan Ibu Rachmawati Soekarno Putri,” kata Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Sabtu (3/12).

Dikatakan, penyidik atas dasar subyektifitasnya tidak melakukan penahanan pada mereka. Ketujuh orang ini telah dikembalkan ke keluarga alias tidak dilakukan penahanan setelah menjalani periksaan 1 x 24 jam. Meski tidak dikenakan penahanan tapi proses penyidikan tetap dijalankan.

”Dimungkinkan dalam kasus ini bisa ada tersangka tambahan, tapi belum bisa saya pastikan. (Soal tidak ditahan) juga ada penilaian kemanusiaan karena menahan itu tidak harus. Yang penting penyidik tidak merasa dipersulit. Hubungan detail antar mereka akan dibuka di pengadilan karena itu soal konten, kualitas alat bukti, dan digital forensik. (Siapa pimpinanya) nanti akan terungkap,” lanjutnya.

Bukti yang dimiliki Polri adalah tulisan tangan dan hasil monitoring percakapan elektronik diantara mereka yang sudah dipantau 20 hari terakhir ini. Intinya mereka akan mengajak dan memanfaatkan massa yang hadir pada aksi 212 untuk menduduki DPR/MPR dan lalu merencanakan pemaksaan untuk melakukan Sidang Istimewa.

”Ujungnya mereka menuntut untuk melakukan pergantian pemerintahan dan seterusnya. Ini tataran inskontitusional yang harus dicegah. Ini makar, permufakatan jahat sebelum (itu benar) terjadi maka mereka ditangkap. Inilah yang dimainkan oleh penyidik. Saksi sudah diperiksa dan alat bukti juga sudah dipegang oleh penyidik,” sambungnya.

Untuk tersangka ke delapan, masih kata Boy, adalah Sri Bintang Pamungkas. Aktivis kawakan ini dikenakan penahanan. Dia dijerat karena berkaitan dengan konten dalam media sosial terutama di Youtube pada November 2016 yang berisi ajakan dan penghasutan kepada masyarakat luas.

”Bukti rekaman juga sudah ada dan diamankan penyidik. Kita juga memeriksa saksi ahli IT, ahli bahasa, dan ahli pidana. Kasusnya dijerat pasal yang sama namun dipisahkan dengan tersangka yang lain,” tambahnya.

Untuk tersangka ke sembilan adalah musisi Ahmad Dhani yang dijerat Pasal 207 KUHP. Ini adalah pasal terkait penghinaan kepada penguasa dan untuk itu penyidik telah memeriksa saksi-saksi dari masyarakat. Dhani juga tidak dilakukakan penahanan.

”Terakhir ada dua kakak beradik, Zamron dan Rizal, yang ditahan dan disangka berkaitan dengan hate speech, kebencian, dan menyebarkaluaskan informasi yang berkaitan dengan isu SARA sesuai Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU 11/98 tentang ITE,” sambungnya.

Mereka juga dijerat Pasal 107 dan atau Pasal 110 KUHP. Ada beberapa barang bukti disita dari mereka termasuk alat-alat komunikasi yang digunakan oleh yang bersangkutan yang diketahui aktif melakukan posting informasi yang bernuansa kebencian paska aksi 411 lalu.

Postingan mereka itu dianggap sangat berbahaya dan bisa menimbulkan semacam kemarahan dan ansitpati massa kepada pihak tertentu dan terhadap pemerintah Indonesia. Tindakan keduanya, yang ditahan di Polda Metro bersama Sri Bintang, dianggap tidak mendidik bagi masyarakat. [FAR/H-12]

"

| Tersangka | Makar | Penghinaan, | Tiga | Ditahan, | Delapan | Dilepas | Penghinaan | Ditahan | Dilepas< | span>Sabtu | Desember | 2016 | 12:41< | span>< | p> [JAKARTA] | Mabes | Polri | menyat | sebanyak | orang | yang | ditangkap | jelang | aksi | super | damai | zikir | tausiah | kemarin | Dari | dikategorikan | sebagai | penumpang | gelap | hanya | tiga | ditahan | sementara | diken | penahanan | p> ”Tujuh | Pasal | junto | KUHP | yaitu | Bapak | (Mayjen | Pur) | Kivlan | (Brigjen | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvinindra | Fariz | Tanah | Sereal | Rachmawati | Soekarno | Putri | kata | Kadiv | Humas | Irjen | Rafli | Amar | Sabtu | p> Dikat | penyidik | atas | dasar | subyektifitasnya | melakukan | pada | Ketujuh | telah | dikembalkan | keluarga | alias | dilakukan | setelah | menjalani | periksaan | Meski | proses | penyidikan | tetap | dijalankan | p> ”Dimungkinkan | dalam | kasus | tersangka | tambahan | saya | pastikan | (Soal | ditahan) | juga | penilaian | kemanusiaan | karena | menahan | harus | Yang | penting | merasa | dipersulit | Hubungan | detail | antar | dibuka | pengadilan | soal | konten | kualitas | alat | bukti | digital | forensik | (Siapa | pimpinanya) | nanti | terungkap | lanjutnya | p> Bukti | dimiliki | adalah | tulisan | tangan | hasil | monitoring | percakapan | elektronik | diantara | dipantau | hari | terakhir | Intinya | mengajak | memanfaatkan | massa | hadir | untuk | menduduki | merencan | pemaksaan | Sidang | Istimewa | p> ”Ujungnya | menuntut | pergantian | pemerintahan | seterusnya | tataran | inskontitusional | dicegah | makar | permufakatan | jahat | (itu | benar) | terjadi | maka | Inilah | dimainkan | oleh | Saksi | diperiksa | dipegang | sambungnya | p> Untuk | delapan | masih | Bintang | Pamungkas | Aktivis | dijerat | berkaitan | dengan | media | sosial | terutama | Youtube< | November | berisi | penghasutan | kepada | masyarakat | luas | p> ”Bukti | rekaman | diamankan | Kita | memeriksa | saksi | ahli | bahasa | pidana | Kasusnya | pasal | sama | dipisahkan | lain | tambahnya | sembilan | musisi | Ahmad | Dhani | terkait | penghinaan | penguasa | dilakuk | p> ”Terakhir | kakak | beradik | Zamron | Rizal | disangka | hate | speech< | kebencian | menyebarkaluaskan | informasi | SARA | sesuai | ayat | tentang | p> Mereka | atau | beberapa | barang | disita | termasuk | komunikasi | digun | bersangkutan | diketahui | aktif | posting | bernuansa | paska | p> Postingan | dianggap | sangat | berbahaya | menimbulkan | semacam | kemarahan | ansitpati | pihak | tertentu | terhadap | pemerintah | Indonesia | Tind | keduanya | Polda | Metro | bersama | mendidik | bagi | [FAR | 12]< | p> < | div> |

Pengacara: Terduga Makar Kok Aki-Aki dan Nini, Tak Punya Pasukan

Liputan6.com, Jakarta - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengaku heran dengan tuduhan makar yang ditujukan kepada sejumlah aktivis yang ditahan Polri. Mereka ditangkap sebelum aksi damai 2 Desember kemarin.

Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman mengatakan, sejumlah tokoh yang ditangkap telah berusia lanjut. Mereka tidak memiliki pasukan atau senjata untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

"Pak Sri Bintang 70 tahun, Pak Kivlan dan Adityawarman 70 tahun. Kemudian Mbak Ratna (Sarumpaet) 59 ujung, mau 60 tahun. Kok ini aki-aki dan nini (kakek dan nenek) dituduh makar," ujar Habiburokhman dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Habiburokhman mengaku mendampingi sejumlah aktivis yang ditangkap Polri atas tuduhan makar. Beberapa dijemput di tempat yang sama di Hotel Sari Pan Pacific, antara lain Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, aktivis yang ditangkap semula akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Kemudian dipindahkan tiba-tiba ke Mako Brimob, Depok.

"Kami kayak diculik, mau dibawa ke Lubang Buaya," ujar Habiburokhman.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menambahkan, seharusnya Polri tidak terlalu panik dengan adanya dugaan makar tersebut. Sebab, yang ditangkap adalah orang-orang sudah lanjut usia.

"Terduga makar ini kan para manula, ya dihadapi dengan santai-santai saja," kata Adhie dalam kesempatan yang sama.

"

| Pengacara: | Terduga | Makar | Aki-Aki | Nini, | Punya | Pasukan | Liputan6 | Jakarta | strong> | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | mengaku | heran | dengan | tuduhan makar< | yang | ditujukan | kepada | sejumlah | aktivis | ditahan | Polri | Mereka | ditangkap | aksi | damai | Desember | kemarin | p> Ketua | Dewan | Pembina | ACTA | Habiburokhman | mengat | tokoh | telah | berusia | lanjut | memiliki | pasukan | atau | senjata | untuk | menggulingkan | pemerintahan | saat | p> Pak | Bintang | tahun | Kivlan | Adityawarman | Kemudian | Mbak | Ratna | (Sarumpaet) | ujung | nini | (kakek | nenek) | dituduh | makar | ujar | dalam | diskusi | bertajuk | Dikejar | kawasan | Cikini | Pusat | Sabtu | 2016) | p> Habiburokhman | mendampingi | atas | tuduhan | Beberapa | dijemput | tempat | sama | Hotel | Sari | Pacific | antara | lain | Sarumpaet | Ahmad | Dhani | p> Politikus | Partai | Gerindra | semula | dibawa | Mapolda | Metro | Jaya | dipindahkan | tiba | Mako | Brimob | Depok | p> Kami | kayak | diculik | Lubang | Buaya | p> Koordinator | Indonesia | Bersih | (GIB) | Adhie | Massardi | menambahkan | seharusnya | panik | adanya | dugaan | makar< | tersebut | Sebab | adalah | orang | usia | p> Terduga | para | manula | dihadapi | santai | kata | kesempatan | p> |

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Friday, December 2, 2016

Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Jakarta - Setelah Mabes Polri, giliran kubu Ahmad Dhani dan kawan-kawan yang angkat bicara tentang penangkapan. Mereka juga menjelaskan seputar dugaan terlibat makar.

Penjelasan ini disampaikan Ahmad Dhani cs melalui kuasa hukum dan orang terdekat mereka pada Jumat 2 Desember 2016.

Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman yang mendampingi pentolan grup band Dewa 19 mengatakan Dhani dalam kondisi sehat selama menjalani pemeriksaan. Dia menyebut Ahmad Dhani dikenai pasal 207 KUHP terkait orasinya pada demonstrasi 4 November lalu. Dhani juga dalam kondisi sehat. Sedangkan polisi menyatakan Dhani Cs dijemput karena diduga akan melakukan upaya makar pada hari Jumat ini.

Sedangkan Yusril Ihza Mahendra hadir mendampingi Rachmawati Soekarnoputri. Yusril mengaku masih akan mendalami pasal-pasal dugaan makar yang ditujukan kepada Rachmawati tersebut.

Sementara itu, istri Sri Bintang Pamungkas, Erlina. menjelaskan suaminya tidak melakukan makar seperti yang dituduhkan polisi. Pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

Berikut penjelasan kubu Ahmad Dhani Cs:

> Sebelumnya
Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

Penjelasan Lengkap Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani Cs dan Dugaan Makar

1 / 5

> Selanjutnya
Giliran Kubu Ahmad Dhani Cs Bicara Soal Penangkapan dan Dugaan Makar

Pengacara: Ahmad Dhani Santai Diperiksa

"

| Giliran | Kubu | Ahmad | Dhani | Bicara | Soal | Penangkapan | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Setelah | Mabes | Polri | giliran | kubu | kawan | yang | angkat | bicara | tentang | penangkapan | Mereka | juga | menjelaskan | seputar | dugaan | terlibat | makar | Penjelasan | disampaikan | melalui | kuasa | hukum | orang | terdekat | mereka | pada | Jumat | Desember | 2016 | p>Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | mendampingi | pentolan | grup | band | Dewa | mengatakan | dalam | kondisi | sehat | selama | menjalani | pemeriksaan | menyebut | dikenai | pasal | KUHP | terkait | orasinya | demonstrasi | November | lalu | Sedangkan | polisi | menyatakan | dijemput | karena | diduga | akan | melakukan | upaya | hari | p>Sedangkan | Yusril | Ihza | Mahendra | hadir | Rachmawati | Soekarnoputri | mengaku | masih | mendalami | ditujukan | kepada | tersebut | p>Sementara | istri | Bintang | Pamungkas | Erlina | suaminya | tidak | seperti | dituduhkan | Pada | tanggal | bukan | kegiatan | tapi | mengantar | surat | Markas | Cilangkap | p>Berikut | penjelasan | Cs: < | p>>< | span> | Selanjutnya< | span> < | div> Pengacara: | Santai | Diperiksa< | h3> < | div> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Thursday, December 8, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |