Showing posts sorted by relevance for query penjarakan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query penjarakan. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan.

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar menurut Chudry adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar adalah seperti gerakan Aceh Merdeka dan organisasi papua merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum, kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Di antaranya adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachamawati Soekarno Putri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca:Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap Karena Dugaan Makar

Chudry mengataka polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta presiden turun apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 KUH Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | gerakan | Aceh | Merdeka | organisasi | papua | merdeka | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: | Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | mekanisme | Demokrasi | misalnya | kalau | sekarang | dengar | pendapat | Kalau | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachamawati | Soekarno | Putri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | p>Baca:Beredar | Nama | Ditangkap | Karena | Dugaan | Makar< | p> Chudry | mengataka | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | dengan | tangan | kosong | meminta | presiden | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | p>Baca:Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan.

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar menurut Chudry adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar adalah seperti gerakan Aceh Merdeka dan organisasi papua merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum, kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Di antaranya adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachamawati Soekarno Putri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca:Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap Karena Dugaan Makar

Chudry mengataka polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta presiden turun apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 KUH Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | gerakan | Aceh | Merdeka | organisasi | papua | merdeka | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: | Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | mekanisme | Demokrasi | misalnya | kalau | sekarang | dengar | pendapat | Kalau | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachamawati | Soekarno | Putri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | p>Baca:Beredar | Nama | Ditangkap | Karena | Dugaan | Makar< | p> Chudry | mengataka | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | dengan | tangan | kosong | meminta | presiden | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | p>Baca:Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Chudry Sitompul, berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, suatu perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan. 

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar, menurut Chudry, adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar seperti Gerakan Aceh Merdeka dan Organisasi Papua Merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai dengan mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum. Kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu, dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Beberapa di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Sukarnoputri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Markas Komando Brimob Kelapa Dua.

Baca: Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap karena Dugaan Makar

Chudry mengatakan polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta Presiden turun, apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca: 
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri 
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | suatu | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | Gerakan | Aceh | Merdeka | Organisasi | Papua | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | dengan | mekanisme | Demokrasi | misalnya | Kalau | sekarang | dengar | pendapat | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | Beberapa | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Sukarnoputri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Komando | Brimob | Kelapa | p>Baca: | Beredar | Nama | Ditangkap | Dugaan | Makar< | mengatakan | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | tangan | kosong | meminta | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Kitab | Undang | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | strong>< | p>Baca: Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri > | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |

Kronologi Penangkapan Ahmad Dhani atas Dugaan Makar

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/12/2016) dini hari di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Penangkapan tersebut terkait dugaan makar yang dilakukannya bersama beberapa tokoh terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sehari sebelum penangkapan, Ahmad Dhani dan sejumlah tokoh tersebut yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI menggelar jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, Dhani memastikan dirinya tidak akan ikut bergabung dalam aksi damai 212 yang dilakukan di Monas pagi tadi (2/12/2016).

"Saya kemungkinan besar tidak ikut aksi di Monas. Karena saya mau salat Jumat di Masjid," kata Ahmad Dhani di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Kicauan Ahmad Dhani. (Twitter/@AHMADDHANIPRAST)

Meski tidak mengikuti aksi unjuk rasa di Monas, Dhani berencana ikut dalam aksi demo yang dimotori Rachmawati Soekarno Putri dan Lily Wahid di Gedung MPR, Senayan, 2 Desember 2016 usai salat Jumat. Aksi tersebut menuntut penjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menuntut MPR melakukan sidang istimewa dengan agenda tunggal penetapan dan pemberlakukan kembali UUD 45 yang asli.

Hanya selang beberapa jam setelah jumpa pers, Ahmad Dhani menghebohkan publik dengan kabar penangkapannya oleh pihak kepolisian. Padahal sebelumnya, Dhani sempat berkicau di Twitter bahwa ada orang yang mendatanginya di kamar hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Menurutnya, orang tersebut mengaku sebagai polisi dan nyaris mendobrak kamarnya.

Setelah kicauan Ahmad Dhani tersebut, rilis di kalangan wartawan menyebutkan Ahmad Dhani dan sejumlah nama telah dijemput pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok atas tudingan makar. Di antara nama-nama yang dimaksud yaitu Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang dan lainnya.

Ahmad Dhani dijemput pihak kepolisian terkait isu makar. (istimewa)

Sampai saat ini informasi tentang pentolan Republik Cinta Manajemen itu masih belum banyak dan detail. Ramdan Alamsyah, kuasa hukum yang selama ini mendampingi Ahmad Dhani belum bisa dihubungi atau ditemui.

Sementara itu, Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Sri Bintang mengatakan bahwa penangkapan kliennya atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. "Sri Bintang ditangkap atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. Saya belum kenal siapa dia. Lalu yang lain dengan alasan yang berbeda. Tapi benang merahnya dituding makar," katanya.

Ahmad Dhani (Instagram/ahmaddhaniprast)

Ditambahkan oleh Razman, pasal yang disangkakan kepada klien dan teman-temannya pun sama yaitu terkait makar. Menurut Razman, tudingan makar tersebut tak bisa sembarangan disematkan tanpa bukti yang jelas. "Pasal yang disangkakan sama yaitu pasal 107 jo 110 KUHP tentang tindakan makar. Ini terminologi nggak gampang, apalagi Sri Bintang yang sangat senior mengetahui soal negara," ujar Razman.

Hingga saat ini, Ahmad Dhani kabarnya masih melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Razman mengatakan, sejumlah tokoh termasuk Ahmad Dhani diperiksa di ruangan berbeda-beda didampingi kuasa hukumnya masing-masing. 

"

| Kronologi | Penangkapan | Ahmad | Dhani | atas | Dugaan | Makar | Bintang | Jakarta< | strong> | Dhani< | ditangkap | pihak | kepolisian | pada | Jumat | 2016) | dini | hari | hotel | Sari | Pacific | Jakarta | Pusat | tersebut | terkait | dugaan | makar | yang | dilakukannya | bersama | beberapa | tokoh | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | strong>< | p> Sehari | sebelum | penangkapan | sejumlah | tergabung | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | menggelar | jumpa | pers | Hotel | Jalan | Thamrin | Saat | memastikan | dirinya | tidak | akan | ikut | bergabung | aksi | damai | dilakukan | Monas | pagi | tadi | p> Saya | kemungkinan | besar | Karena | saya | salat | Masjid | kata | Kamis | p> < | blockquote> < | p> Meski | mengikuti | unjuk | rasa | berencana | demo | dimotori | Rachmawati | Soekarno | Putri | Lily | Wahid | Gedung | Senayan | Desember | 2016 | usai | Aksi | menuntut | penjarakan | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | melakukan | sidang | istimewa | dengan | agenda | tunggal | penetapan | pemberlakukan | kembali | asli | p> Hanya | selang | setelah | menghebohkan | publik | kabar | penangkapannya | oleh | Padahal | sebelumnya | sempat | berkicau | Twitter | bahwa | orang | mendatanginya | kamar | Menurutnya | mengaku | sebagai | polisi | nyaris | mendobrak | kamarnya | p> Setelah | kicauan | rilis | kalangan | wartawan | menyebutkan | nama | telah | dijemput | untuk | dimintai | keterangan | Mereka | dibawa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | tudingan | antara | dimaksud | yaitu | Ratna | Sarumpaet | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | lainnya | p> Sampai | saat | informasi | tentang | pentolan | Republik | Cinta | Manajemen | masih | belum | banyak | detail | Ramdan | Alamsyah | kuasa | hukum | selama | mendampingi | bisa | dihubungi | atau | ditemui | p> Sementara | Razman | Arif | Nasution | selaku | mengatakan | kliennya | laporan | seseorang | bernama | Ridwan | Hanafi | Saya | kenal | siapa | Lalu | lain | alasan | berbeda | Tapi | benang | merahnya | dituding | katanya | p> Ditambahkan | pasal | disangkakan | kepada | klien | teman | temannya | sama | Menurut | sembarangan | disematkan | tanpa | bukti | jelas | Pasal | KUHP | tindakan | terminologi | nggak | gampang | apalagi | sangat | senior | mengetahui | soal | negara | ujar | p> Hingga | kabarnya | pemeriksaan | Jawa | Barat | termasuk | diperiksa | ruangan | beda | didampingi | hukumnya | masing | p> |

Kronologi Penangkapan Ahmad Dhani atas Dugaan Makar

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/12/2016) dini hari di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Penangkapan tersebut terkait dugaan makar yang dilakukannya bersama beberapa tokoh terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sehari sebelum penangkapan, Ahmad Dhani dan sejumlah tokoh tersebut yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI menggelar jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, Dhani memastikan dirinya tidak akan ikut bergabung dalam aksi damai 212 yang dilakukan di Monas pagi tadi (2/12/2016).

"Saya kemungkinan besar tidak ikut aksi di Monas. Karena saya mau salat Jumat di Masjid," kata Ahmad Dhani di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Kicauan Ahmad Dhani. (Twitter/@AHMADDHANIPRAST)

Meski tidak mengikuti aksi unjuk rasa di Monas, Dhani berencana ikut dalam aksi demo yang dimotori Rachmawati Soekarno Putri dan Lily Wahid di Gedung MPR, Senayan, 2 Desember 2016 usai salat Jumat. Aksi tersebut menuntut penjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menuntut MPR melakukan sidang istimewa dengan agenda tunggal penetapan dan pemberlakukan kembali UUD 45 yang asli.

Hanya selang beberapa jam setelah jumpa pers, Ahmad Dhani menghebohkan publik dengan kabar penangkapannya oleh pihak kepolisian. Padahal sebelumnya, Dhani sempat berkicau di Twitter bahwa ada orang yang mendatanginya di kamar hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Menurutnya, orang tersebut mengaku sebagai polisi dan nyaris mendobrak kamarnya.

Setelah kicauan Ahmad Dhani tersebut, rilis di kalangan wartawan menyebutkan Ahmad Dhani dan sejumlah nama telah dijemput pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok atas tudingan makar. Di antara nama-nama yang dimaksud yaitu Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang dan lainnya.

Ahmad Dhani dijemput pihak kepolisian terkait isu makar. (istimewa)

Sampai saat ini informasi tentang pentolan Republik Cinta Manajemen itu masih belum banyak dan detail. Ramdan Alamsyah, kuasa hukum yang selama ini mendampingi Ahmad Dhani belum bisa dihubungi atau ditemui.

Sementara itu, Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Sri Bintang mengatakan bahwa penangkapan kliennya atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. "Sri Bintang ditangkap atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. Saya belum kenal siapa dia. Lalu yang lain dengan alasan yang berbeda. Tapi benang merahnya dituding makar," katanya.

Ahmad Dhani (Instagram/ahmaddhaniprast)

Ditambahkan oleh Razman, pasal yang disangkakan kepada klien dan teman-temannya pun sama yaitu terkait makar. Menurut Razman, tudingan makar tersebut tak bisa sembarangan disematkan tanpa bukti yang jelas. "Pasal yang disangkakan sama yaitu pasal 107 jo 110 KUHP tentang tindakan makar. Ini terminologi nggak gampang, apalagi Sri Bintang yang sangat senior mengetahui soal negara," ujar Razman.

Hingga saat ini, Ahmad Dhani kabarnya masih melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Razman mengatakan, sejumlah tokoh termasuk Ahmad Dhani diperiksa di ruangan berbeda-beda didampingi kuasa hukumnya masing-masing. 

"

| Kronologi | Penangkapan | Ahmad | Dhani | atas | Dugaan | Makar | Bintang | Jakarta< | strong> | Dhani< | ditangkap | pihak | kepolisian | pada | Jumat | 2016) | dini | hari | hotel | Sari | Pacific | Jakarta | Pusat | tersebut | terkait | dugaan | makar | yang | dilakukannya | bersama | beberapa | tokoh | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | strong>< | p> Sehari | sebelum | penangkapan | sejumlah | tergabung | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | menggelar | jumpa | pers | Hotel | Jalan | Thamrin | Saat | memastikan | dirinya | tidak | akan | ikut | bergabung | aksi | damai | dilakukan | Monas | pagi | tadi | p> Saya | kemungkinan | besar | Karena | saya | salat | Masjid | kata | Kamis | p> < | blockquote> < | p> Meski | mengikuti | unjuk | rasa | berencana | demo | dimotori | Rachmawati | Soekarno | Putri | Lily | Wahid | Gedung | Senayan | Desember | 2016 | usai | Aksi | menuntut | penjarakan | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | melakukan | sidang | istimewa | dengan | agenda | tunggal | penetapan | pemberlakukan | kembali | asli | p> Hanya | selang | setelah | menghebohkan | publik | kabar | penangkapannya | oleh | Padahal | sebelumnya | sempat | berkicau | Twitter | bahwa | orang | mendatanginya | kamar | Menurutnya | mengaku | sebagai | polisi | nyaris | mendobrak | kamarnya | p> Setelah | kicauan | rilis | kalangan | wartawan | menyebutkan | nama | telah | dijemput | untuk | dimintai | keterangan | Mereka | dibawa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | tudingan | antara | dimaksud | yaitu | Ratna | Sarumpaet | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | lainnya | p> Sampai | saat | informasi | tentang | pentolan | Republik | Cinta | Manajemen | masih | belum | banyak | detail | Ramdan | Alamsyah | kuasa | hukum | selama | mendampingi | bisa | dihubungi | atau | ditemui | p> Sementara | Razman | Arif | Nasution | selaku | mengatakan | kliennya | laporan | seseorang | bernama | Ridwan | Hanafi | Saya | kenal | siapa | Lalu | lain | alasan | berbeda | Tapi | benang | merahnya | dituding | katanya | p> Ditambahkan | pasal | disangkakan | kepada | klien | teman | temannya | sama | Menurut | sembarangan | disematkan | tanpa | bukti | jelas | Pasal | KUHP | tindakan | terminologi | nggak | gampang | apalagi | sangat | senior | mengetahui | soal | negara | ujar | p> Hingga | kabarnya | pemeriksaan | Jawa | Barat | termasuk | diperiksa | ruangan | beda | didampingi | hukumnya | masing | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |