Showing posts sorted by date for query Wapres. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Wapres. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Sunday, December 4, 2016

Kivlan Zein: Saya Kok Dituduh Makar, Padahal Dulu Saya yang Menangkap Pelaku Makar

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Saya | Dituduh | Makar, | Padahal | Dulu | yang | Menangkap | Pelaku | Makar | SERAMBINEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik |  Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Saturday, December 3, 2016

Kivlan Zein: Saya Kok Dituduh Makar, Padahal Dulu Saya yang Menangkap Pelaku Makar

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Saya | Dituduh | Makar, | Padahal | Dulu | yang | Menangkap | Pelaku | Makar | SERAMBINEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik |  Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Kivlan Zein Dulu Tangkap Pelaku Makar Kini Jadi Tersangka Makar

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zeindi tangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein | Dulu | Tangkap | Pelaku | Makar | Kini | Jadi | Tersangka | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | a>di | tangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | yang | hendak | pada | Habibie | Karena | ditangkap | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | Saya | tenang | karena | masih | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik |  Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Kivlan Zein: Dulu Saya yang Menangkapi Pelaku Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayjen (Purn) Kivlan Zein ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres M Jusuf Kalla.

Kivlan berkisah dirinya dulu saat bertugas di Kostrad juga menangkapi aktivis, mantan menteri hingga jenderal yang hendak melakukan makar pada pemerintahan BJ Habibie. Karena itu, saat ditangkap 20 polisi pun ia tak banyak melawan. Justru ia menertawakan kinerja polisi yang menganggapnya melakukan makar.

Berikut penuturan Kivlan Zein:

Begini ceritanya, Jumat (2/12) sekitar jam 4.45 WIB, selesai solat (Subuh) saya persiapan mau ke Monas. Karena rencananya saya mendampingi Habib Rizieq (Shihab). Kemanapun Habib Rizieq (pergi), saya akan dampingi. Kalau terjadi apa-apa dengan Habib Rizieq saya bisa bantu. Itu sudah prosedurnya, baik (aksi) di 411 maupun rencana di 212.

Saya sudah siap berangkat, pakai baju koko, kopiah haji, pakai syal putih. Pas mau berangkat, tiba-tiba pintu rumah saya digedor barengan sama pembantu rumah. Mereka langsung (masuk) sekitar 20 orang masukl menyerbu. Di depan pintu rumah saya, sudah ada tiga orang.

Dalam hati, ada apa ini. Oh, langsung saya berpikir, pasti seperti yang ditulis di Posmetro nih, masalah makar. Saya tenang aja, karena masih masalah ini. Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita itu, bahwa polisi sudah menargetkan saya.

Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu.Tapi enggak apa-apa. Kalau saya ditarget karena korupsi, mencuri ayam, narkoba, saya malu lah.

Tapi, kalau saya jadi target politik, saya enggak malu. Kalau dibilang makar, saya tidak pernah berencana makar, saya enggak rencana untuk mengganti pemerintahan. Cuma, memang saya keras mengkritik pemerintah.

Seperti masalah manajemen pemerintah bidang ideologi dan budaya, tentang UUD 1945 saya kritik.

Setelah (polisi) datang, saya silakan duduk. Lalu dikasihkan surat perintah penggeledahan rumah. Setelah saya baca, silakan. Saya bilang, mana kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan tuk makar, silakan (ambil).

"

| Kivlan | Zein: | Dulu | Saya | yang | Menangkapi | Pelaku | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Mayjen | (Purn) | Zein< | ditangkap | polisi | dengan | tuduhan | melakukan | makar< | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | Wapres | Jusuf | Kalla | p> Kivlan | berkisah | dirinya | dulu | saat | bertugas | Kostrad | juga | menangkapi | aktivis | mantan | menteri | jenderal | hendak | pada | Habibie | Karena | banyak | melawan | Justru | menertaw | kinerja | menganggapnya | p> Berikut | penuturan | a>:< | p> Begini | ceritanya | Jumat | selesai | solat | (Subuh) | saya | persiapan | Monas | rencananya | mendampingi | Habib | Rizieq | (Shihab) | Kemanapun | (pergi) | dampingi | Kalau | terjadi | bantu | prosedurnya | baik | (aksi) | maupun | rencana | em>< | p> Saya | siap | berangkat | pakai | baju | koko | kopiah | haji | syal | putih | tiba | pintu | rumah | digedor | barengan | sama | pembantu | Mereka | langsung | (masuk) | orang | masukl | menyerbu | depan | tiga | p> Dalam | hati | berpikir | pasti | seperti | ditulis | Posmetro | masalah | tenang | karena | masih | Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | p> Anak | cerita | temannya | kaget | waktu | dikasih | sebulan | Tapi | enggak | ditarget | korupsi | mencuri | ayam | narkoba | malu | p> Tapi | kalau | jadi | target | politik | em>Kalau | dibilang | pernah | berencana | untuk | mengganti | Cuma | memang | keras | mengkritik | pemerintah | p> Seperti | manajemen | bidang | ideologi | budaya | tentang | 1945 | kritik | p> Setelah | (polisi) | datang | duduk | Lalu | dikasihkan | surat | perintah | penggeledahan | Setelah | baca | bilang | mana | senjata | ambil | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> |

Friday, December 2, 2016

Mahfud MD: Ancaman Hukuman Makar Berat, 20 Tahun Sampai Mati

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, penangkapan terhadap 10 orang yang diduga makar harus transparan. Dia mengimbau polisi memaparkan temuan terkait dugaan langkah makar yang akan dilakukan.

"Saya tidak tahu bukti apa yang ditemukan polisi, ada 10 pasal soal tindakan makar dan semua ancamannya berat, dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun," ujar Mahfud, Yogyakarta, Jumat (2/12/2016).

Mahfud menjelaskan makar adalah langkah di luar jalur hukum untuk menggulingkan presiden dan wapres. Karena itu, ia menegaskan, apakah orang tersebut sudah terbukti makar atau hanya ujaran kebencian.

Apabila yang dimaksud adalah ujaran kebencian, ucap Mahfud, presiden harus bertindak sebagai pelapor. Sementara, dalam kasus makar tidak memerlukan delik aduan.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, kalau ini hanya pembelokan bisa jadi masalah yang lebih besar," kata dia.

Mahfud juga menilai demo 212, yakni sebagai ibadah yang disertai pesan politik. Pesan politik yang dimaksud adalah penegakan hukum karena selama ini terkesan Ahok diistimewakan, sehingga timbul sentimen seperti sekarang ini.

"Pemerintah harus benar-benar terbuka. Ini seperti air bah, masalah satu tersambung masalah lain kalau tidak diselesaikan," pungkas Mahfud.

Polisi menahan 10 terduga makar pada Jumat pagi, 2 Desember 2016 di berbagai tempat. Mereka di antaranya berinisial AD, E, AD, KZ, RS, Ra, SB, Ja, dan RK.

"

| Mahfud | Ancaman | Hukuman | Makar | Berat, | Tahun | Sampai | Mati | Liputan6 | Jakarta | strong> | Mantan | Ketua | Mahkamah | Konstitusi | (MK) | menilai | penangkapan | terhadap | orang | yang | diduga makar< | harus | transparan | mengimbau | polisi | memaparkan | temuan | terkait | dugaan | langkah | makar | dilakukan | p> Saya | tahu | bukti | ditemukan | pasal | soal | tind | makar< | semua | ancamannya | berat | hukuman | mati | penjara | seumur | hidup | atau | tahun | ujar | Yogyakarta | Jumat | 2016) | p> Mahfud | menjelaskan makar< | adalah | luar | jalur | hukum | untuk | menggulingkan | presiden | wapres | Karena | menegaskan | apakah | tersebut | terbukti | hanya | ujaran | kebencian | p> Apabila | dimaksud | ucap | bertindak | sebagai | pelapor | Sementara | dalam | kasus | memerlukan | delik | aduan | p> Masyarakat | sekarang | pintar | kalau | pembelokan | jadi | masalah | lebih | besar | kata | p> Mahfud | juga | demo | yakni | ibadah | disertai | pesan | politik | Pesan | peneg | karena | selama | terkesan | Ahok | diistimew | timbul | sentimen | seperti | p> Pemerintah | benar | terbuka | satu | tersambung | lain | diselesaikan | pungkas | p> Polisi | menahan | terduga makar< | pada | pagi | Desember | 2016 | berbagai | tempat | Mereka | antaranya | berinisial | p> |

10 Orang yang Diduga Makar Ingin Manfaatkan Momentum Doa Bersama 2 Desember

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Polisi telah menetapkan musikus Ahmad Dhani, aktivis Ratna Sarumpaet, dan kedelapan orang lainnya yang ditangkap pada Jumat (2/12/2016) ini sebagai tersangka dalam kasus-kasus yang berbeda.

Delapan orang lainnya itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, dan Firza Huzein. Kepolisian pun mengakui nama-nama itu yang ditangkap.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, kesepuluh orang tersebut diduga ingin memanfaatkan momen doa bersama 2 Desember untuk menjalankan niat terselubungnya.

"Mereka kecenderungannya ingin memanfaatkan momen ini (doa bersama 2 Desember)," ujar Boy di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat.

Boy menambahkan, mereka juga diduga mempunyai niat terselubung untuk menduduki pusat pemerintahan.

"(Mereka) ingin menguasai gedung DPR/MPR," ucap Boy. (Baca: Wapres Minta Pelaku Terduga Makar Diproses Hukum)

Boy mengungkapkan, polisi telah mengendus rencana tersebut sejak tiga pekan lalu. Diduga 10 orang tersebut telah menjalin komunikasi yang intens.

"Ada infomasi komunikasi antara kesepuluh orang itu ya. Dugaannya sejak tiga minggu lalu (komunikasi)," kata Boy.

Kompas TV Jokowi: Terimakasih atas Doa & Zikir untuk Bangsa

"

| Orang | yang | Diduga | Makar | Ingin | Manfaatkan | Momentum | Bersama | Desember | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" Polisi | telah | menetapkan | musikus | Ahmad | Dhani< | aktivis | Ratna | Sarumpaet< |  dan | kedelapan | orang | lainnya | ditangkap | pada | Jumat | 2016) | sebagai | tersangka | dalam | kasus | berbeda | p> Delapan | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas< | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Jamran | Rizal | Khobar | Firza | Huzein | Kepolisian | mengakui | nama | p> Kepala | Divisi | Humas | Polri< | Irjen | Rafli | Amar | mengatakan | kesepuluh | tersebut | diduga | ingin | memanfaatkan | momen | bersama< | Desember< | untuk | menjalankan | niat | terselubungnya | p> Mereka | kecenderungannya | (doa | ujar | kawasan | Monas | Jakarta | Pusat | p> Boy | menambahkan | mereka | juga | mempunyai | terselubung | menduduki | pusat | pemerintahan | p> (Mereka) | menguasai | gedung | ucap | (Baca: | Wapres | Minta | Pelaku | Terduga | Diproses | Hukum< | a>)< | mengungkapkan | polisi | mengendus | rencana | sejak | tiga | pekan | lalu | menjalin | komunikasi | intens | p> Ada | infomasi | antara | Dugaannya | minggu | (komunikasi) | kata | p> Kompas | span> | Jokowi: | Terimakasih | atas | & | Zikir | Bangsa< | p> |