Showing posts sorted by relevance for query mencari. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query mencari. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Rabu, 07 Desember 2016 | 18:21 WIB

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono (kiri) usai memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. Polri menetapkan tujuh orang tersangka sebagai terduga makar. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Mataram - Polisi saat ini masih mencari seorang aktivis berinisial HT yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Besar. Aktivis itu diduga terlibat dalam rencana makar pada 2 Desember 2016.

"Nanti kita cek sajalah kegiatan sehari-harinya di sana (Sumbawa Barat)," kata Kapolda NTB Brigjen Umar Septono di Mataram, Rabu, 7 Desember 2016. Menurut Umar secara resmi Polda Metro Jaya belum berkoordinasikannya dengan Polda NTB. "Belum ada sama sekali (koordinasi), kita belum dilibatkan, karena itu kan TKP di sana, urusan Polda Metro Jaya. Jadi, sejauh ini belum ada masukan apa-apa."

Sebelumnya Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sebelas aktivis yang diduga akan melakukaan makar dengan memanfaatkan massa pengunjuk rasa 2 Desember 2916. Aktivis-aktivis itu antara lain adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri Ahmad Dani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Diduga HT juga terlibat secara langsung dengan kelompok itu.

Keterlibatan HT diketahui setelah polisi mengantongi sejumlah alat bukti adanya rencana makar yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo dengan memanfaatkan aksi 2 Desember. Hanya saja keberadaan HT hingga kini belum diketahui oleh polisi. Polda Metro Jaya sudah mencari mantan anggota legislatif tersebut.

Dari sebelas tersangka makar yang ditangkap, hanya tiga yang menjalani proses penahanan, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Untuk ketiganya, polisi menyangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang ITE dan juga Pasal 107 Juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

ANTARA

"

| Polisi | Buru | Seorang | Aktivis | Asal | Sumbawa | Atas | Dugaan | Makar | Rabu | Desember | 2016 | 18:21 | WIB< | p> < | div> Kepala | Divisi | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | (tengah) | bersama | Karo | Penmas | Kombes | Rikwanto | (kanan) | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Argo | Yuwono | (kiri) | usai | memberikan | keterangan | pers | Mabes | Jakarta | menetapkan | tujuh | orang | tersangka | sebagai | terduga | makar | TEMPO | Iqbal | Ichsan< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Mataram< | strong> | saat | masih | mencari | seorang | aktivis | berinisial | yang | berasal | Kabupaten | Besar | diduga | terlibat | dalam | rencana | pada | p> Nanti | kegiatan | sehari | harinya | sana | (Sumbawa | Barat) | kata | Kapolda | Brigjen | Umar | Septono | Mataram | Menurut | secara | resmi | berkoordinasikannya | dengan | Belum | sama | sekali | (koordinasi) | dilibatkan | karena | urusan | Jadi | sejauh | masukan | p>Senya | Kepolisian | Daerah | menangkap | sebelas | melakukaan | memanfaatkan | massa | pengunjuk | rasa | 2916 | antara | lain | adalah Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | Ahmad | Dani | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Diduga | juga | langsung | kelompok | p>Keterlibatan | diketahui | setelah | polisi | mengantongi | sejumlah | alat | bukti | adanya | bertujuan | menjatuhkan | pemerintahan | Joko | Widodo | aksi | Hanya | keberadaan | kini | oleh | mantan | anggota | legislatif | tersebut | p>Dari | ditangkap | hanya | tiga | menjalani | proses | penahanan | yakni | Untuk | ketiganya | menyangk | Pasal | Ayat | Undang | Nomor | 2008 | tentang | Juncto | KUHP | Permufakatan | Jahat | p>ANTARA< | p> |

Friday, December 2, 2016

Ditangkap Terkait Dugaan Makar, Ini Cuitan Ahmad Dhani di Medsos | Nasional

Jakarta - Polisi akhirnya resmi menjemput 10 orang atas dugaan melakukan tindakan makar yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlain Zein, Sri Bintang Pamungkas, dan beberapa orang lainnya.

Salah satunya adalah musisi Ahmad Dhani yang di jemput di sebuah kamar di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat. Hal itu diketahui saat Ahmad Dhani mengunggah peristiwa penjemputannya itu melalui media sosial pribadinya.

"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Dhani di akun medsosnya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," sambung Dhani.

Penyataan suami Mulan Jamella itu memang sesuai dengan pengacara Aldwin Rahadian yang merupakan kuasa hukum Rachmawati saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12) pagi.

"Iya tadi di dalam ada Ahmad Dhani. Saya lihat di sini (Mako Brimob). Dhani dijemput saat dia sedang berada di hotel Sari Pan Pasific, diduga karena telah melanggar pasal 207 KUHP. Dan semua yang diamankan kini sudah ditangani oleh Krimum Polda Metro Jaya," tutur Aldwin Rahadian.

Penangkapan Ahmad Dhani dan sejumlah aktivis lainnya dibenarkan pihak Kepolisian. Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12).

"Iya memang benar ada penangkapan terkait isu makar, saya sendiri belum mengecek lagi. Namun informasinya ada 10 orang yang diamankan dan tengah diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua Depok," jelas Irjen Boy Rafli Amar.

Senada dengan Boy Rafli Amar, Kabid Penum Polri, Kombes Martinus Sitompul juga mengungkapkan alasan polisi menangkap para tokoh-tokoh tersebut.

"Ini bagian upaya kami mencegah menindaklanjuti laporan yang masuk, karena mereka dianggap melanggar KUHP. Mereka Ada beberapa panggilan tapi enggak diikutin, ya kita lakukan upaya hukum lain dengan melakukan penangkapan. Tapi jelasnya nanti kita sampaikan. Dan semua nya sekarang mereka telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua," tegas Kombes Martinus Sitompul.

Chairul Fikri/JAS

BeritaSatu.com

"

| Ditangkap | Terkait | Dugaan | Makar, | Cuitan | Ahmad | Dhani | Medsos | Nasional | Jakarta< | strong> | Polisi | akhirnya | resmi | menjemput | orang | atas | dugaan | melakukan | tindakan | makar | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlain | Zein | Bintang | Pamungkas | beberapa | lainnya | p> Salah | satunya | adalah | musisi | yang | jemput | sebuah | kamar | hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Pusat | diketahui | saat | mengunggah | peristiwa | penjemputannya | melalui | media | sosial | pribadinya | p> Malam | depan | Pasifik | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | akun | medsosnya | p> Mau | mendobrak | sambung | p> Penyataan | suami | Mulan | Jamella | memang | sesuai | dengan | pengacara | Aldwin | Rahadian | merupakan | kuasa | hukum | dihubungi | sejumlah | Jumat | pagi | p> Iya | tadi | dalam | Saya | lihat | sini | (Mako | Brimob) | dijemput | sedang | berada | diduga | karena | telah | melanggar | pasal | KUHP | semua | diamankan | kini | sudah | ditangani | oleh | Krimum | Metro | Jaya | tutur | p> Penangkapan | aktivis | dibenarkan | pihak | Kepolisian | diungkapkan | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | benar | penangkapan | terkait | sendiri | belum | mengecek | lagi | Namun | informasinya | tengah | diperiksa | Mako | Brimob | Kepala | Depok | jelas | p> Senada | Kabid | Penum | Kombes | Martinus | Sitompul | juga | mengungkapkan | alasan | polisi | menangkap | para | tokoh | tersebut | p> Ini | bagian | upaya | kami | mencegah | menindaklanjuti | laporan | masuk | mereka | dianggap | Mereka | panggilan | tapi | enggak | diikutin< | kita | lakukan | lain | Tapi | jelasnya | nanti | sampaikan | sekarang | ditahan | Kelapa | tegas | p> Chairul | Fikri | JAS< | p> BeritaSatu | com< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Begini Jawaban Sri Bintang Saat Ditanya Penyidik Soal Dugaan Makar

Jakarta - Pengacara Razman Nasution membantah jika kliennya, Sri Bintang Pamungkas, tidak kooperatif. Menurutnya, sang klien juga meneken BAP (Berita Acara Pemeriksaan), hanya saja tidak mau menjawab soal dugaan makar yang dituduhkan.

"Dia tanda tangan, tapi ketika ditanya kenapa -dia dikatakan sangkaan makar dan apa yang dia lakukan apakah ada rapat (dengan Rachmawati Soekarno Putri dkk)-, dia enggak bilang," kata Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Ketika ditanya soal dugaan makar, Sri Bintang meminta penyidik untuk mencari alat buktinya. "(Sri Bintang menjawab penyidik) silahkan anda cari alasannya, saya hanya berkirim surat kepada DPR RI, suratnya ada," kata Razman menirukan jawaban kliennya.

Menurut Razman, dengan dikirimnya surat permintaan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk dilakukan sidang istimewa itu bukanlah upaya makar.

"Pasal 107 itu adalah pasal tentang makar, menggulingkan pemerintahan, ini apa yang digulingkan di sini?" lanjutnya.

Razman mengaku, dia sendiri telah berkomunikasi dengan seorang penyidik bernama Suhartono. Suhartono kepada Razman disebut mengatakan bahwa selama diperiksa Sri Bintang bersikap kooperatif.

"Jadi saya saksikan di situ ada saudara Suhartono ya, saya siap bertemu dengan Suhartono itu. Suhartono ketemu saya, (dan bilang) 'SBP itu dia bagus'," sebut Razman.

"Bahkan beliau disuruh istirahat sama penyidik, 'tidur dulu', ketika saya datang, koordinasi, kemudian dia kasih tidur, ditanya (ke Suhartono-red) pak teken?, teken beliau (Sri Bintang), beliau tanda tangan kok," tandasnya.
(mei/elz)

"

| Begini | Jawaban | Bintang | Saat | Ditanya | Penyidik | Soal | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Pengacara | Razman | Nasution | membantah | jika | kliennya | Pamungkas | kooperatif | Menurutnya | sang | klien | juga | meneken | (Berita | Acara | Pemeriksaan) | hanya | menjawab | soal | dugaan | makar | yang | dituduhkan | tanda | tangan | ketika | ditanya | kenapa | dikat | sangkaan | lakukan | apakah | rapat | (dengan | Rachmawati | Soekarno | Putri | dkk) | enggak | bilang | kata | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Jaya | Jakarta | Rabu | 2016) | p>Ketika | meminta | penyidik | untuk | mencari | alat | buktinya | (Sri | penyidik) | silahkan | anda | cari | alasannya | saya | berkirim | surat | suratnya | menirukan | jawaban | p>Menurut | dengan | dikirimnya | permintaan | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | dilakukan | sidang | istimewa | bukanlah | upaya | p>Pasal | adalah | pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | digulingkan | sini | lanjutnya | p>Razman | mengaku | sendiri | telah | berkomunikasi | seorang | bernama | Suhartono | disebut | mengat | bahwa | selama | diperiksa | bersikap | p>Jadi | saksikan | situ | saudara | siap | bertemu | ketemu | (dan | bilang) | bagus | sebut | p>Bahkan | beliau | disuruh | istirahat | sama | tidur | dulu | datang | koordinasi | kemudian | kasih | red) | teken | Bintang) | tandasnya | (mei | elz)< |

Friday, December 2, 2016

Ditangkap Terkait Dugaan Makar, Ini Cuitan Ahmad Dhani di Medsos | Nasional

Jakarta - Polisi akhirnya resmi menjemput 10 orang atas dugaan melakukan tindakan makar yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlain Zein, Sri Bintang Pamungkas, dan beberapa orang lainnya.

Salah satunya adalah musisi Ahmad Dhani yang di jemput di sebuah kamar di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat. Hal itu diketahui saat Ahmad Dhani mengunggah peristiwa penjemputannya itu melalui media sosial pribadinya.

"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Dhani di akun medsosnya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," sambung Dhani.

Penyataan suami Mulan Jamella itu memang sesuai dengan pengacara Aldwin Rahadian yang merupakan kuasa hukum Rachmawati saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12) pagi.

"Iya tadi di dalam ada Ahmad Dhani. Saya lihat di sini (Mako Brimob). Dhani dijemput saat dia sedang berada di hotel Sari Pan Pasific, diduga karena telah melanggar pasal 207 KUHP. Dan semua yang diamankan kini sudah ditangani oleh Krimum Polda Metro Jaya," tutur Aldwin Rahadian.

Penangkapan Ahmad Dhani dan sejumlah aktivis lainnya dibenarkan pihak Kepolisian. Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12).

"Iya memang benar ada penangkapan terkait isu makar, saya sendiri belum mengecek lagi. Namun informasinya ada 10 orang yang diamankan dan tengah diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua Depok," jelas Irjen Boy Rafli Amar.

Senada dengan Boy Rafli Amar, Kabid Penum Polri, Kombes Martinus Sitompul juga mengungkapkan alasan polisi menangkap para tokoh-tokoh tersebut.

"Ini bagian upaya kami mencegah menindaklanjuti laporan yang masuk, karena mereka dianggap melanggar KUHP. Mereka Ada beberapa panggilan tapi enggak diikutin, ya kita lakukan upaya hukum lain dengan melakukan penangkapan. Tapi jelasnya nanti kita sampaikan. Dan semua nya sekarang mereka telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua," tegas Kombes Martinus Sitompul.

Chairul Fikri/JAS

BeritaSatu.com

"

| Ditangkap | Terkait | Dugaan | Makar, | Cuitan | Ahmad | Dhani | Medsos | Nasional | Jakarta< | strong> | Polisi | akhirnya | resmi | menjemput | orang | atas | dugaan | melakukan | tindakan | makar | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlain | Zein | Bintang | Pamungkas | beberapa | lainnya | p> Salah | satunya | adalah | musisi | yang | jemput | sebuah | kamar | hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Pusat | diketahui | saat | mengunggah | peristiwa | penjemputannya | melalui | media | sosial | pribadinya | p> Malam | depan | Pasifik | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | akun | medsosnya | p> Mau | mendobrak | sambung | p> Penyataan | suami | Mulan | Jamella | memang | sesuai | dengan | pengacara | Aldwin | Rahadian | merupakan | kuasa | hukum | dihubungi | sejumlah | Jumat | pagi | p> Iya | tadi | dalam | Saya | lihat | sini | (Mako | Brimob) | dijemput | sedang | berada | diduga | karena | telah | melanggar | pasal | KUHP | semua | diamankan | kini | sudah | ditangani | oleh | Krimum | Metro | Jaya | tutur | p> Penangkapan | aktivis | dibenarkan | pihak | Kepolisian | diungkapkan | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | benar | penangkapan | terkait | sendiri | belum | mengecek | lagi | Namun | informasinya | tengah | diperiksa | Mako | Brimob | Kepala | Depok | jelas | p> Senada | Kabid | Penum | Kombes | Martinus | Sitompul | juga | mengungkapkan | alasan | polisi | menangkap | para | tokoh | tersebut | p> Ini | bagian | upaya | kami | mencegah | menindaklanjuti | laporan | masuk | mereka | dianggap | Mereka | panggilan | tapi | enggak | diikutin< | kita | lakukan | lain | Tapi | jelasnya | nanti | sampaikan | sekarang | ditahan | Kelapa | tegas | p> Chairul | Fikri | JAS< | p> BeritaSatu | com< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Hatta Taliwang Ditangkal, Masinton Yakin Potensi Makar Kecil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian menangkap aktivis Hatta Taliwang.

Hatta diamankan karena diduga terlibat perencanaan makar kepada pemerintah pada Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meyakini potensi orang yang dituduh polisi untuk melakukan makar kecil.

"Tapi sebagai pintu masuk untuk menelusuri pembiayaannya, aktor pendanaannya sah-sah saja dilakukan oleh polisi," kata Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Masinton mengungkapkan alasan keyakinannya tersebut.

Ia menuturkan jaringan aktivis kepada grass root tidak cukup kuat.

Pengorganisasian massa juga lemah.

"Kedua, beberapa orang ini memang dari dulu sifatnya adalah oposan sejati, mau pemerintahannya siapa, dia teriak saja," kata Masinton.

Alasan lainnya, kata Masinton, aktivis tersebut tidak punya basis pengorganisasian massa yang mengakar dan solid.

Mereka, kata Masinton, cuma memanfaatkan situasi serta kerumunan lalu diklaim untuk melakukan makar.

"Itu kan kepemimpinannya harus punya akar yang kuat, dan punya jaringan yang kuat juga, nah yang saya bisa baca dari ini adalah bahwa mereka ini digunakan oleh aktor-aktor yang punya uang untuk menciptakan instabilitas, mengganggu stabilitas Pemerintahan Jokowi JK," ujar Politikus PDIP itu.

Oleh karenanya, Masinton meminta aparat menelusuri aktor penyandang dana tersebut. Kemudian, mencari sumber usaha apakah ilegal atau tidak.

"Akan menjadi berbahaya jika sumber-sumber usaha selama ini yang berdasar usaha ilegal, seperti penyelundupan, korupsi, pembalakan hutan, apa segala macam, digunakan untuk mengganggu stabilitas negara, ini akan berbahaya dan harus aset-asetnya dibekukan," kata Masinton.

"

| Hatta | Taliwang | Ditangkal, | Masinton | Yakin | Potensi | Makar | Kecil | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Kepolisian | menangkap | aktivis | Taliwang< | p> Hatta | diamankan | karena | diduga | terlibat | perencanaan | makar | kepada | pemerintah | pada | Jumat | 2016) | p> Anggota | Komisi | DPR< | Pasaribu< | meyakini | potensi | orang | yang | dituduh | polisi | untuk | melakukan | kecil | p> Tapi | sebagai | pintu | masuk | menelusuri | pembiayaannya | aktor | pendanaannya | dilakukan | oleh | kata | Gedung | Jakarta | Kamis | p> Masinton | mengungkapkan | alasan | keyakinannya | tersebut | p> Ia | menuturkan | jaringan | grass | root | cukup | kuat | p> Pengorganisasian | massa | juga | lemah | p> Kedua | beberapa | memang | dulu | sifatnya | adalah | oposan | sejati | pemerintahannya | siapa | teriak | p> Alasan | lainnya | punya | basis | pengorganisasian | mengakar | solid | p> Mereka | cuma | memanfaatkan | situasi | serta | kerumunan | diklaim | p> Itu | kepemimpinannya | harus | akar | saya | baca | bahwa | digun | uang | mencipt | instabilitas | mengganggu | stabilitas | Pemerintahan | Jokowi | ujar | Politikus | PDIP | p> Oleh | karenanya | meminta | aparat | penyandang | dana | Kemudian | mencari | sumber | usaha | apakah | ilegal | atau | p>Akan | menjadi | berbahaya | jika | selama | berdasar | seperti | penyelundupan | korupsi | pembal | hutan | segala | macam | negara | aset | asetnya | dibekukan | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Buru MH Taliwang untuk Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dalam dugaan aksi makar, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari beberapa pelaku yang ikut merencanakannya pada aksi bela islam jilid III atau aksi damai yang digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) lalu.

Salah satunya adalah Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta, M Hatta Taliwang yang saat ini masih diburu Polda Metro Jaya.

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Karena diketahui, MH Taliwang ikut rapat kegiataan yang diduga akan melaksanakan makar dalam aksi damai tersebut.

"Iya (Ikut rapat-red). (Ditangkap-red) belum sedang kita cari," kata Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Baca: Ada Kucuran Dana di Dalam Upaya Makar

Sementara musis Ahmad Dhani hanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa umum. 

Meski begitu, polisi tetap mendalami kemungkinan keterlibatan Dhani dalam kasus dugaan makar.

"Yang jelas indikasi ke sana (keterlibatan dugaan upaya makar) ada," ujar dia. 

Baca: Aktivis Sepuh Ditangkap, Kapolri: Justru yang Senior dan Pengalaman yang Bisa Makar

Dia menambahkan pihaknya terus menelusuri kasus makar itu. Sampai dari mana aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

Sehingga, pihak penyidik akan bekerjasama dengan pihak Perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening koran yang sudah dikantongi polisi.

"Aliran dana sedang kita lacak nanti akan saya sampaikan apabila ada itu akan kita jelaskan ke temen," ucapnya.

"Kemudian siapa di belakang ini tentunya akan terus kita lakukan pemeriksaan. Karena ini psti akan mengerucut menjadi satu. Tapi dari hasil pertemuan yg ada beberapa orang hadir dalam oertemuan dan pembicaraan perencanaan yg akan melakukan penggerakan," kata dia.

Saat ini polisi menjerat Dhani dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk ketujuh tersangka lainnya disangka melakukan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Sedangkan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2( Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.(bin)

"

| Polisi | Buru | Taliwang | untuk | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Dalam | dugaan | aksi | makar | pihak | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | masih | mencari | beberapa | pelaku | yang | ikut | merencannya | pada | bela | islam | jilid | atau | damai | digelar | Monas | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | p> Salah | satunya | adalah | Direktur | Institut | Ekonomi | Politik | Soekarno | Hatta | saat | diburu | Polda | p> Baca: | Kivlan | Zein: | Jika | Rizieq | Shihab | Tertembak | Saya | Pimpin | Massa< | strong>< | h4> Karena | diketahui | rapat | kegiataan | diduga | melaksan | dalam | tersebut | p> Iya | (Ikut | red) | (Ditangkap | cari | kata | Kapolda | Mochammad | Iriawan | Mapolda | Semanggi | Selatan | Selasa | Kucuran | Dana | Upaya | Makar< | h4> Sementara | musis | Ahmad | Dhani | hanya | ditetapkan | sebagai | tersangka | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | umum | p> Meski | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | p> Yang | jelas | indikasi | sana | (keterlibatan | upaya | makar) | ujar | Aktivis | Sepuh | Ditangkap | Kapolri: | Justru | Senior | Pengalaman | Bisa | h4> Dia | menambahkan | pihaknya | terus | menelusuri | Sampai | mana | aliran | dana | kegiatan | p> Se | penyidik | bekerjasama | dengan | Perbankan | rekening | koran | dikantongi | p> Aliran | lacak | nanti | saya | sampaikan | apabila | jelaskan | temen | ucapnya | p> Kemudian | siapa | belg | tentunya | lakukan | pemeriksaan | Karena | psti | mengerucut | menjadi | satu | Tapi | hasil | pertemuan | orang | hadir | oertemuan | pembicaraan | perencanaan | melakukan | pengger | p> Saat | menjerat | pasal | diatur | Pasal | KUHP | p> Sementara | ketujuh | lainnya | disangka | sebagaimana | juncto | p> Sedangkan | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | dijerat | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | (bin)< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Dugaan Makar, Hatta Taliwang Ditangkap | hukum

Hatta Taliwang. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, Jakarta â€" Polisi menangkap Hatta Taliwang pada Kamis dinihari, 8 Desember 2016. Dia diduga terlibat permufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah atau makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107, 110, dan 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penangkapan Hatta sesuai dengan pernyataan kepolisian bahwa kemungkinan ada tersangka lain selain 11 orang yang ditangkap pada Jumat, 2 Desember lalu.

”Dinihari tadi sekitar pukul 1, di sebuah rumah susun di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, telah ditangkap satu orang berinisial MH alias HT,” kata Martin di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 8 Desember 2016.

Baca: Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas cs Diduga Makar

Hatta dikenai Pasal 28 ayat 2 juncto 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut Martin, Hatta berhubungan dengan Sri Bintang Pamungkas dan 10 orang lain yang menjadi tersangka. “Dia (Hatta) posting kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan permusuhan terkait SARA,” ujar Martin.

Dia menuturkan penyidik masih punya waktu 1 x 24 jam untuk memeriksa Hatta. Dia kini ditetapkan sebagai tersangka. Soal penahanan, penyidik juga masih menunggu pemeriksaan selesai.

Barang bukti yang dipunyai penyidik, yaitu telepon seluler, buku, dan beberapa dokumen. Polisi masih mencari barang bukti lain. Soal penetapan tersangka terhadap Hatta, ujar Martin, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang sah.

REZKI ALVIONITASARI

"

| Dugaan | Makar, | Hatta | Taliwang | Ditangkap | hukum | TEMPO | Bernard | Chaniago< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Polisi | menangkap | pada | Kamis | dinihari | Desember | 2016 | diduga | terlibat | permufakatan | jahat | untuk | menggulingkan | pemerintah | yang | atau | makar | sebagaimana | diatur | dalam | Pasal | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | penangkapan | sesuai | dengan | pernyataan | kepolisian | bahwa | kemungkinan | tersangka | lain | selain | orang | ditangkap | Jumat | p>”Dinihari | tadi | pukul | sebuah | rumah | susun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | telah | satu | berinisial | alias | kata | Martin | kantornya | Selatan | p>Baca: | Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar< | strong>< | p> Hatta | dikenai | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Menurut | berhubungan | menjadi | “Dia | (Hatta) | posting< | kalimat | dapat | menimbulkan | permusuhan | terkait | SARA | ujar | p>Dia | menuturkan | penyidik | masih | punya | waktu | memeriksa | kini | ditetapkan | sebagai | Soal | penahanan | juga | menunggu | pemeriksaan | selesai | p>Barang | bukti | dipunyai | yaitu | telepon | seluler | buku | beberapa | dokumen | mencari | barang | penetapan | terhadap | memiliki | alat | p>REZKI | ALVIONITASARI< | p> < | div> |

Monday, December 5, 2016

Polisi Buru Penyandang Dana Rencana Makar Menjelang #Aksi212

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi masih memburu siapa yang menjadi dalang atau mastermind terkait dengan kasus dugaan makar dalam aksi anti Ahok pada 2 Desember lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan polisi akan mengggali informasi terkait dalang itu lewat proses penyidikan terhadap sepuluh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Dalam hal ini, penyelidikan terhadap 10 orang (tersangka) tentu akan terus berlangsung. Akan terus digali, siapa yang jadi mastermind, penyandang dana, siapa aktor lapangan, penggerak massa, tentu bisa diklarifikasi dan dikembangkan. Penyidik akan terus mengembangkan," kata Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/12).

Selain itu, ia mengungkapkan polisi juga tengah mencari keterkaitan antara tersangka kasus dugaan melakukan makar dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki Gedung MPR/DPR pada #Aksi212.

Martinus menyampaikan sebelum salat Jumat bersama berlangsung di Monas, pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," katanya.

Bagian Rencana Makar

Menurut Martinus, orang itu bukan bagian dari peserta #Aksi212. Sebab, para pemimpin #Aksi212 telah sepakat dengan polisi hanya menggelar salat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, tanpa orasi di jalan.

"Kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Pekan lalu, Polri menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka kasus dugaan melakukan makar maupun penghinaan terhadap Presiden, beberapa jam sebelum #Aksi212 berlangsung di kawasan Monas.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran.

Musisi Ahmad Dhani sendiri dijerat pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Makar sendiri didefinisikan sebagai upaya menggulingkan upaya pemerintahan yang sah. Khususnya dalam hal ini, dilakukan dengan cara pemufakatan atau bersama-sama. (asa)

"

| Polisi | Buru | Penyandang | Dana | Rencana | Makar | Menjelang | #Aksi212 | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | masih | memburu | siapa | yang | menjadi | dalang | atau | mastermind< | terkait | dengan | kasus | dugaan | makar | dalam | aksi | anti | Ahok | pada | Desember | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | polisi | mengggali | informasi | lewat | proses | penyidikan | terhadap | sepuluh | orang | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | p>Dalam | penyelidikan | (tersangka) | tentu | terus | berlangsung | Akan | digali | jadi | penyandang | dana | aktor | lapangan | penggerak | massa | diklarifikasi | dikembangkan | Penyidik | mengembangkan | kata | Markas | Jakarta | Selatan | Senin | p>Selain | mengungkapkan | juga | tengah | mencari | keterkaitan | antara | melakukan | sejumlah | untuk | menduduki | Gedung | Aksi212 | p> Martinus | menyampaikan | salat | Jumat | bersama | Monas | pihaknya | menerima | bahwa | menggun | mobil | mengajak | bertolak | upaya | memprovokasi | umat | dibawa | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintah | katanya | p>Bagian | Makar< | strong>< | p>Menurut | bukan | bagian | peserta | Sebab | para | pemimpin | sepakat | hanya | menggelar | Lapangan | Silang | tanpa | orasi | jalan | p>Kami | menduga | rangka | rencana | (makar) | ujar | p>Pekan | menetapkan | maupun | penghinaan | Presiden | beberapa | kawasan | p>Polisi | menjerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | pemufakatan | jahat | p>Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | kakak | beradik | Rizal | Jamran | p>Musisi | Ahmad | Dhani | sendiri | dijerat | pasal | penguasa | p>Makar | didefinisikan | pemerintahan | Khususnya | dilakukan | cara | sama | (asa)< | strong> < |