Showing posts sorted by date for query demo 2 Desember. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query demo 2 Desember. Sort by relevance Show all posts

Friday, December 9, 2016

Misteri aliran dana makar & bantahan puteri Soekarno

Merdeka.com - Pernyataan keras Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal adanya upaya makar dalam demonstrasi 2 Desember lalu diikuti dengan penangkapan sejumlah orang. 11 orang diciduk saat Subuh pada 2 Desember lalu.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Delapan di antaranya dikenai pasal 107 junto 110 junto pasal 87 KUHP tentang Makar, dua orang dianggap melanggar Undang-undang ITE pasal 28, dan satu orang dijerat dengan pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa).

Polisi pun mengungkap adanya penyandang dana untuk melakukan makar. Namun polisi belum mengungkap siapa penyandang dana tersebut. Hingga kini, polisi mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Dalang ini disebut sebagai pihak yang ingin mendanai aksi makar tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto menyatakan penyidik tengah menelusuri aliran dana. Yang jelas, polisi telah menemukan bukti transfer dana untuk aksi makar yang menjerat delapan tokoh nasional itu.

"Aliran dana ini masih kita telusuri masih kita pertajam, dari mana dan kepentingan apa," ujar dia," katanya, Rabu (7/12).

Rikwanto dengan tegas mengatakan sudah mengantongi nama dalang yang dimaksud. Hal itu dikatakan dia saat disinggung nama orang yang tercantum dalam bukti transfer tersebut.

"Kita sudah mengantongi nama orang yang mentransfer," katanya.

Sebelumnya, Polri mengaku menemukan bukti baru terkait dugaan aksi makar yang menjerat delapan orang tokoh nasional. Penyidik menemukan adanya bukti transfer dana untuk mendanai aksi makar tersebut.

Terbaru, polisi memastikan dana tersebut bukan dari Partai Politik (Parpol). Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Bukan (dari parpol). Masih didalami, itu ranahnya penyidik," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12) kemarin.

Menurut Argo, kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan aksi makar delapan tersangka tersebut. Argo mengatakan, meski kedelapan tersangka membantah melakukan makar namun kepolisian mempunyai bukti yang kuat menangkap dan menetapkan delapan orang itu melakukan makar.

"Enggak masalah, kita punya bukti video, surat pokoknya dua alat bukti," kata Argo.

Argo mengatakan, saat ini kepolisian sedang memilah-milah peran dari masing-masing tersangka terkait kasus dugaan makar tersebut. "Sedang dipilah-pilah," kata dia.

Salah seorang tersangka, Rachmawati Soekarnoputri pun angkat bicara. Putri Presiden pertama RI Soekarno itu membantah dengan tegas tudingan dirinya terlibat dalam aksi makar. Sebab bagaimana pun juga, dirinya merupakan anak dari proklamator Soekarno.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Sebagai anak dari Bung Karno, Rachmawati mengaku mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua.

"Saya akan memberikan sedikit kronologis. Pada tanggal yang seperti yang dituduhkan di dalam surat penangkapan itu pada tanggal 1 Desember saya melakukan jumpa pers dan itu hasil dari kesepakatan sebelumnya ada tanggal 20 yang saya dalam acara konsolidasi tokoh nasional di Aula UBK yang dihadiri oleh berbagai aktivis lintas organisasi dan kelompok yang memiliki kepedulian pada persoalan kebangsaan," kata Rachmawati.

Hasil pertemuan tersebut, kata dia, menghasilkan dua poin besar yakni mendukung aksi 212 dalam rangka bela Islam dan menangkap Ahok. Kedua adalah bela negara untuk mengembalikan landasan negara pada UUD 1945.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Lebih lanjut dia mengatakan pada tanggal 2 Desember berencana menggelar aksi unjuk rasa ke depan gedung DPR/MPR untuk menyerukan aspirasinya. Aksi itu pun sudah diketahui pihak kepolisian dengan bukti adanya surat pemberitahuan.

"Saya tanggal 2 memang akan menggelar aksi ke MPR berdasarkan Surat pemberitahuan kepada kepolisian bahwa kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kembali menyampaikan petisi kepada pimpinan MPR," lanjutnya.

Dalam aksi itu dikatakan Rachmawati pihaknya akan membawa massa sekitar 10-20 ribu massa ke depan gedung MPR. Namun dia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud sama sekali untuk menggeruduk kantor wakil rakyat itu dalam rangka menggulingkan kekuasaan pemerintah.

"Saya secara konsisten menyampaikan petisi saya juga tetap berkomunikasi ke Zulkifli Hasan untuk menghampiri kami di luar gedung. Bukan kami akan menggeruduk menduduki MPR. Ini aksi damai, soft landing, saya tidak masuk ke DPR MPR kami ada di luar," cerita Rachmawati.

"Jadi tidak ada upaya makar sebagaimana tuduhan makar. Aksi kami jauh dari sangkaan itu, justru saya bersyukur pimpinan FPI Habib Rizieq setuju dengan langkah kami untuk kembali ke UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka tunggal ika dan mereka menerima itu," tegas Rachmawati.

Dia juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. "Transfer dana dari mana kemana? Kalau misalnya rencana demo kan sudah ada surat ke Kapolda. Lagian orang demo kan butuh logistik untuk makan dan minum," kata Rachmawati.

Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya. Terkait adanya transfer dana dalam daftar rekeningnya dikatakan Rachmawati itu hal biasa.

Sebab banyak orang yang datang padanya untuk meminta bantuan dana untuk berbagai kegiatan.

"Tadi saya sudah jawab uang Rp 300 juta cukup enggak buat makar? Uang segitu kan cuma cukup buat beli bakso dan air minum," ujar Rachmawati.

[dan]

Rekomendasi Pilihan

"

| Misteri | aliran | dana | makar | bantahan | puteri | Soekarno | Merdeka | strong> | Pernyataan | keras | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | soal | adanya | upaya | dalam | demonstrasi | Desember | diikuti | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | diciduk | saat | Subuh | pada | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Delapan | antaranya | dikenai | pasal | junto | KUHP | tentang | Makar | dianggap | melanggar | Undang | undang | satu | dijerat | (penghinaan | terhadap | penguasa) | p>Polisi | mengungkap | penyandang | untuk | melakukan | Namun | polisi | siapa | tersebut | Hingga | kini | mengaku | masih | terus | penyelidikan | Dalang | disebut | sebagai | pihak | yang | ingin | mendanai | aksi | p>Karopenmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | menyat | penyidik | tengah | menelusuri | Yang | jelas | telah | menemukan | bukti | transfer | menjerat | delapan | tokoh | nasional | p>Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ujar | katanya | Rabu | p>Rikwanto | tegas | mengat | mengantongi | nama | dalang | dimaksud | dikat | disinggung | tercantum | p>Kita | mentransfer | p>Senya | baru | terkait | dugaan | Penyidik | p>Terbaru | memastikan | bukan | Partai | Politik | (Parpol) | ditegaskan | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Bukan | parpol) | Masih | didalami | ranahnya | kata | Mapolda | Kamis | kemarin | p>Menurut | kepolisian | mengumpulkan | tersangka | meski | kedelapan | membantah | mempunyai | kuat | menangkap | menetapkan | p>Enggak | masalah | punya | video | surat | pokoknya | alat | p>Argo | memilah | milah | peran | masing | kasus | Sedang | dipilah | pilah | p>Salah | seorang | Rachmawati | Soekarnoputri | angkat | bicara | Putri | Presiden | pertama | tudingan | dirinya | terlibat | Sebab | bagaimana | juga | merup | anak | proklamator | p>Saya | bahwa | saya | sama | sekali | pemerintahan | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta< | Selatan | p>Sebagai | Bung | Karno | mengetahui | batas | hukum | berkaitan | Bila | dituduhkan | kepada | negara | pasti | semua | memberikan | sedikit | kronologis | Pada | tanggal | seperti | jumpa | pers | hasil | kesepakatan | senya | acara | konsolidasi | Aula | dihadiri | oleh | berbagai | aktivis | lintas | organisasi | kelompok | memiliki | kepedulian | persoalan | kebangsaan | p>Hasil | pertemuan | menghasilkan | poin | besar | yakni | mendukung | rangka | bela | Islam | Ahok< | Kedua | adalah | mengembalikan | landasan | 1945 | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Ketua | Zulkifli | Hasan | menyampaikan | aspirasi | selamatkan | NKRI | meminta | agar | kembali | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Lebih | lanjut | berencana | menggelar | unjuk | rasa | depan | gedung | menyerukan | aspirasinya | Aksi | pemberitahuan | memang | berdasarkan | Surat | kami | solitas | petisi | pimpinan | lanjutnya | p>Dalam | pihaknya | membawa | massa | ribu | menegaskan | bermaksud | menggeruduk | kantor | wakil | rakyat | menggulingkan | kekuasaan | pemerintah | secara | konsisten | tetap | berkomunikasi | menghampiri | luar | Bukan | menduduki | damai | soft | landing | masuk | cerita | p>Jadi | sebagaimana | tuduhan | jauh | sangkaan | justru | bersyukur | Habib | Rizieq | setuju | langkah | Pancasila | Bhineka | tunggal | menerima | p>Dia | membiayai | pemufakatan | jahat | Transfer | kemana | Kalau | misalnya | rencana | demo | Kapolda | Lagian | butuh | logistik | minum | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | Terkait | daftar | rekeningnya | biasa | p>Sebab | banyak | datang | padanya | bantuan | kegiatan | p>Tadi | jawab | uang | juta | cukup | enggak | buat | Uang | segitu | cuma | beli | bakso | p> [dan]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda | politik

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO,�Jakarta�- Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada�Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?��
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

�

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | politik | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | Desember | 2016 | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> TEMPO | strong> | �Jakarta< | strong>� | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada�Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p> Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya | ��< | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> �< | p> < | div> |

Soal Makar, Rachmawati: Rp 300 Juta Hanya Cukup untuk Bakso

Rabu, 07 Desember 2016 | 18:24 WIB

Soal Makar, Rachmawati: Rp 300 Juta Hanya Cukup untuk Bakso

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Rachmawati Soekarno Putri membantah ada aliran dana sebesar Rp 300 juta yang mengalir ke rekeningnya yang diduga untuk mendanai makar. Menurut Rachmawati, kalaupun ada transfer dana kemungkinan itu untuk kebutuhan logistik unjuk rasa 2 Desember 2016.

Dana untuk kebutuhan logistik itu, menurut Rachmawati, sudah tercantum dalam surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya. "Demo kan perlu makan dan minum, tapi kan sekedarnya. Uang segitu nggak cukup buat makar, itu cuma cukup buat makan bakso dan air mineral buat orang demo," kata Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

Baca: Dituduh Rencanakan >Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati menambahkan, pihaknya tak pernah sekalipun meminta dana kepada konglomerat siapapun terkait aksinya. "Saya tidak pernah minta dana," kata Rachmawati.

Polisi menangkap 11 orang pada Jumat 2 Desember 2016 sebelum aksi super damai berlangsung di Lapangan Monas. Dari 11 orang tersebut, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan perencanaan makar termasuk Rachmawati.

Baca: Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga >Makar

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa. Terkait dengan tuduhan itu, Rachmawati telah membantahnya dengan keras.

Polisi pun menyebutkan ada aliran dana yang diduga disiapkan untuk makar ini. Saat ini polisi juga mengaku tengah menyelidiki siapa penyandang dana aksi makar berikut dalangnya.

INGE KLARA

"

| Soal | Makar, | Rachmawati: | Juta | Hanya | Cukup | untuk | Bakso | Rabu | Desember | 2016 | 18:24 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rachmawati | Soekarno | Putri | membantah | aliran | dana | sebesar | juta | yang | mengalir | rekeningnya | diduga | mendanai | Menurut | kalaupun | transfer | kemungkinan | kebutuhan | logistik | unjuk | rasa | p>Dana | menurut | tercantum | dalam | surat | pemberitahuan | Polda | Metro | Jaya | Demo | perlu | minum | sekedarnya | Uang | segitu | nggak | cukup | buat | cuma | bakso | mineral | orang | demo | kata | jumpa | pers | kediamannya | Jakarta | p>Baca:< | strong> | Dituduh | Rencan | Makar< | Kronologi | Versi | Rachmawati< | p>Rachmawati | menambahkan | pihaknya | pernah | sekalipun | meminta | kepada | konglomerat | siapapun | aksinya | Saya | minta | p>Polisi | menangkap | pada | aksi | super | damai | berlangsung | Lapangan | Monas | Dari | tersebut | polisi | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | perencanaan | termasuk | Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | span>< | p> Selain | pula | terjerat | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | terhadap | penguasa | Terkait | dengan | tuduhan | telah | membantahnya | keras | menyebutkan | disiapkan | Saat | juga | mengaku | tengah | menyelidiki | siapa | penyandang | berikut | dalangnya | p>INGE | KLARA< | p> |

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda

Rabu, 07 Desember 2016 | 07:07 WIB

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda  

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?  
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | Rabu | Desember | 2016 | 07:07 | WIB< | p> < | div> Ahmad | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p>Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya |   < | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Namanya Dicatut sebagai Donatur Aksi Makar, Eggi Sudjana Lapor Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi hukum, Eggi Sudjana melaporkan penyebar gambar yang menuduhnya sebagai salah satu penyandang dana aksi makar ke polisi. Ia merasa nama baiknya tercemar karena namanya tercantum di gambar yang telah menyebar luas di media sosial tersebut.

Dalam gambar tersebut, Eggi disebut sebagai anggota dari Gerakan Oposisi Nasional. Dalam gambar itu juga diterangkan bahwa dia dibawahi oleh aktivis perempuan Ratna Sarumpaet.

"Yang jelas, pasti ini suatu fitnah yang sangat luar biasa. Karena kita tahu, demo 2 Desember kemarin adalah murni ibadah. Kedua, saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gonas di sini. Dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," ujar Eggi seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Selain Eggi dalam gambar tersebut juga mencantumkan tokoh-tokoh seperti, Tommy Soeharto, Said Iqbal, Munarman, Rizieq Sihab, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarno Putri, Bachtiar Nasir, Muhsin Alatas, Sri Bintang Pamungkas, Eko Suryo, Kivlan Zein, Adityawarman, Budi Sujana, Habiburahman, Baris Silitonga, Dahlia Zein, Rusdi dan Firza Husein.

Dalam bagian atas gambar tersebut tertulis "Donatur Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Eggi mengungkapkan pertama kali dirinya mendapat gambar tersebut dari seorang wanita bernama Julia pada Jumat 2 Desember 2016 lalu. (Baca: Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi)

Kepada Eggi, Julia mengaku sebagai penasihat Tommy Soeharto.

"Saya pertama dapat ini lewat WA, dari Saudari Julia. Julia ini saya kenal begitu saja. Tapi, setelah saya tanya-tanya dan konfirmasi kepada dia langsung, dia mengaku sebagai penasihat Tommy Soeharto," ucap Eggi.

Dalam kesempatan ini, EggiDiduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi juga mengimbau kepada para tokoh yang tercantum dalam gambar tersebut untuk melaporkannya juga ke polisi.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini. Sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya. Kalau mereka enggak melapor lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," kata Eggi.

Dalam laporan ini, Eggi belum mencantumkan nama pelapornya. Sebab saat ini, polisi masih menyelidiki siapa penyebar awal gambar itu. Laporan yang dibuat Eggi, tercantum dalam laporan polisi bernomor LP/5984/XII/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 6 Desember 2016.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Namanya | Dicatut | sebagai | Donatur | Aksi | Makar, | Eggi | Sudjana | Lapor | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Praktisi | hukum | melaporkan | penyebar | gambar | yang | menuduhnya | salah | satu | penyandang | dana | aksi | makar | polisi | merasa | nama | baiknya | tercemar | karena | namanya | tercantum | telah | menyebar | luas | media | sosial | tersebut | p> Dalam | disebut | anggota | Oposisi | Nasional | Dalam | juga | diterangkan | bahwa | dibawahi | oleh | aktivis | perempuan | Ratna | Sarumpaet< | p> Yang | jelas | pasti | suatu | fitnah | sangat | luar | biasa | Karena | tahu | demo | Desember< | kemarin | adalah | murni | ibadah | Kedua | saya | pernah | menam | diri | Gonas | sini | bawah | koordinasi | ujar | seusai | membuat | laporan | Sentra | Pelayanan | Kepolisian | Terpadu | Polda | Metro | Jaya | Selasa | 2016) | p> Selain | dalam | mencantumkan | tokoh | seperti | Tommy | Soeharto | Said | Iqbal | Munarman | Rizieq | Sihab | Ahmad | Dhani< | Rachmawati< | Soekarno | Putri | Bachtiar | Nasir | Muhsin | Alatas | Bintang | Pamungkas< | Suryo | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Budi | Sujana | Habiburahman | Baris | Silitonga | Dahlia | Zein | Rusdi | Firza | Husein | bagian | atas | tertulis | Bela | Islam | Arah | Makar | mengungkapkan | pertama | kali | dirinya | mendapat | seorang | wanita | bernama | Julia | pada | Jumat | 2016 | (Baca: | Diduga | Terlibat | Upaya | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi< | a>)< | p> Kepada | mengaku | penasihat | p> Saya | dapat | lewat | kenal | begitu | Tapi | setelah | tanya | konfirmasi | kepada | langsung | ucap | kesempatan | EggiDiduga | mengimbau | para | untuk | melaporkannya | p> Imbauan | Sudi | kiranya | berkenan | sama | melapor | jangan | sendiri | harapan | Kalau | enggak | kenapa | padahal | dirugikan | kata | pelapornya | Sebab | saat | masih | menyelidiki | siapa | awal | Laporan | dibuat | bernomor | 5984 | Ditreskrimsus | tertanggal | Desember | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |