Showing posts sorted by relevance for query kesepakatan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kesepakatan. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Di luar aksi 212, Polri tangkap 10 tokoh terkait 'perencanaan percobaan makar'

Aksi demonstrasi 4 November 2016Image copyright AFP Image caption Polisi menyatakan bahwa mereka yang hari ini ditangkap diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa"

Usai aksi 212, juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengukuhkan bahwa Polda Metro Jaya sudah melakukan penangkapan terhadap 10 orang atas dugaan "perencanaan percobaan makar" serta "pemanfaatan terhadap kondisi yang ada hari ini."

Menurut Boy, kesepakatan polisi dengan Gerakan Nasional pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait aksi hari ini adalah "murni untuk tujuan ibadah" namun mereka yang ditahan diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa."

Boy mengatakan bahwa penyidik Polda Metro Jaya sudah menemukan indikasi sejak lama. "Ini bukan proses 1-2 hari. Ini proses lama, lewat penelusuran, pemantauan, monitoring oleh tim sudah dalam kurun waktu 3-4 minggu terakhir, semua aktivitas dicermati," kata Boy.

Polisi punya batas waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah akan dilakukan penahanan terhadap 10 orang tersebut.

Boy tak menyebut nama-nama mereka yang ditahan, tapi menyatakan bahwa identitas mereka "seperti yang sudah rekan-rekan ketahui".

Informasi yang beredar menyatakan bahwa orang-orang yang ditangkap adalah pemusik dan calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, pendiri Universitas Bung Karno yang juga puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputeri, seniman dan bekas pegiat Ratna Sarumpaet, politikus tahun 1990an Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Terkait aksi unjuk rasa 212, polisi menurut Boy, sebelum pukul 17.00, aktivitas massa di sekitar Silang Monas seharusnya sudah selesai.

"

| luar | aksi | 212, | Polri | tangkap | tokoh | terkait | perencanaan | percobaan | makar | Image | copyright< | span> | AFP< | caption< | Polisi | menyatakan | bahwa | mereka | yang | hari | ditangkap | diduga | memanfaatkan | aktivitas | agenda | selain | berdoa | Usai | juru | bicara | Mabes | Rafli | Amar | mengukuhkan | Polda | Metro | Jaya | sudah | melakukan | penangkapan | terhadap | orang | atas | dugaan | serta | pemanfaatan | kondisi | p>Menurut | kesepakatan | polisi | dengan | Gerakan | Nasional | pengawal | Fatwa | (GNPF) | adalah | murni | untuk | tujuan | ibadah | namun | ditahan | berdoa | p>Boy | mengatakan | penyidik | menemukan | indikasi | sejak | lama | bukan | proses | lewat | penelusuran | pemantauan | monitoring | oleh | dalam | kurun | waktu | minggu | terakhir | semua | dicermati | kata | p>Benarkah | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | lainnya | jelang | li> Polisi | penyebar | ajakan | rush | money< | li> < | ul>Polisi | punya | batas | 1x24 | menentukan | apakah | akan | dilakukan | penahanan | tersebut | menyebut | nama | tapi | identitas | seperti | rekan | ketahui | p>Informasi | beredar | pemusik | calon | wakil | bupati | Bekasi | Mayjen | (Purn) | Kivlan | Zein | pendiri | Universitas | Bung | Karno | juga | puteri | Soekarnoputeri | seniman | bekas | pegiat | politikus | tahun | 1990an | Bintang | Pamungkas | Adityawarman | Firza | Huzein | Jamran | p>Terkait | unjuk | rasa | menurut | sebelum | pukul | massa | sekitar | Silang | Monas | seharusnya | selesai |

Wednesday, December 7, 2016

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Polri Sebut Rachmawati Cs Makar dalam Bentuk Permufakatan

Liputan6.com, Jakarta Polri telah menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, salah satunya putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, sebagai tersangka dugaan makar. Penangkapan dilakukan sesaat sebelum aksi damai Jumat 2 Desember di Monas dimulai.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, makar memiliki banyak pengertian berdasarkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

"Antara lain makar terhadap kepala negara, makar terhadap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah, makar sebagai permufakatan, dan makar oleh pemberontakan, biasanya dengan senjata api dan sebagainya," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, yang saat ini ditangani Polri merupakan makar sebagai sebuah permufakatan. Di mana hal itu dapat dikategorikan sebagai perbuatan delik formil, sehingga penangkapan terhadap para tersangka tidak perlu menunggu perbuatan makar terjadi.

"Artinya dia tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya rencana dan kesepakatan, permufakatan oleh sekelompok orang dapat dipersangkakan dengan pasal ini (Pasal 170 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP)," jelas dia.

Namun begitu, Boy menegaskan bahwa polisi telah memiliki bukti permulaan yang kuat untuk menangkap dan mempersangkakan mereka dalam perkara dugaan makar. Polisi bahkan telah mengindikasikan pidana ini jauh-jauh hari.

"Penyidik perlahan mendeteksi adanya berbagai pertemuan, kegiatan, penyelidikan, pengumpulan alat bukti, dan rumusan permufakatan itu," kata Boy.

Penyelidikan ini secara intens dilakukan sekitar tiga pekan lalu, atau setelah aksi besar-besaran pada Jumat 4 November 2016. Indikasi adanya upaya makar juga pernah disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian jauh sebelum aksi damai 2 Desember direncanakan.

"Jadi setelah peristiwa itu (demo 4 November), ketika masyarakat antusias melakukan unjuk rasa, ada upaya-upaya yang tidak sejalan dengan aspirasi yang sebenarnya, tapi justru memiliki tujuan lain," jelas dia.

Sebagai Edukasi

Boy menuturkan, penangkapan 11 tokoh terkait dugaan makar ini cukup bagus dijadikan sebagai pembelajaran atau edukasi terhadap masyarakat. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang mengartikan makar sebagai bentuk pemberontakan bersenjata.

"Selama ini makar diartikan suatu yang sensitif, yang dikonotasikan dengan tindakan pemberontakan bersenjata," kata Boy.

"Tapi makar di era demokrasi ini, dia memanfaatkan ruang demokrasi untuk menelurkan ide, gagasan yang bisa disalahartikan oleh sekelompok orang, dan bisa menggulirkan suatu reaksi yang bersifat penghasutan," sambung dia.

Menurut Boy, demokrasi bukan berarti masyarakat bebas berbuat semaunya tanpa memperhatikan aturan hukum. Sebagai negara hukum, kebebasan di Indonesia tentu tidak absolut.

"Karena hukum itu harus diyakini menjadi sebuah produk yang demokratis karena melalui proses legislasi," terang Jenderal Bintang Dua itu.

Mantan Kapolda Banten itu meminta, masyarakat berpikir jernih terlebih dulu dalam setiap tindakan. Jangan sampai masyarakat terjebak dalam kebebasan yang kebablasan.

"Jadi ini adalah sesuatu yang perlu kita simak, jangan sampai menjadi sebuah pemahaman yang nanti keliru, melahirkan suatu kegiatan yang inskonstitusional," pungkas Boy.

"

| Polri | Sebut | Rachmawati | Makar | dalam | Bentuk | Permufakatan | Liputan6 | Jakarta< | strong> | telah | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | salah | satunya | putri | Bung | Karno | Soekarnoputri | sebagai | tersangka | dugaan | makar< | Penangkapan | dilakukan | sesaat | aksi | damai | Jumat | Desember | Monas | dimulai | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | makar | memiliki | banyak | pengertian | berdasarkan | pada | hukum | yang | berlaku | Indonesia | p> Antara | lain | terhadap | kepala | negara | upaya | menggulingkan | pemerintahan | permufakatan | oleh | pemberont | biasanya | dengan | senjata | sebagainya | ujar | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | saat | ditangani | merup | sebuah | mana | dapat | dikategorikan | perbuatan | delik | formil | penangkapan | para | perlu | menunggu | terjadi | p> Artinya | adanya | rencana | kesepakatan | sekelompok | orang | dipersangk | pasal | (Pasal | Pasal | KUHP) | jelas | p> Namun | begitu | menegaskan | bahwa | polisi | bukti | permulaan | kuat | untuk | mempersangk | perkara | Polisi | bahkan | mengindikasikan | pidana | jauh | hari | p> Penyidik | perlahan | mendeteksi | berbagai | pertemuan | kegiatan | penyelidikan | pengumpulan | alat | rumusan | kata | p> Penyelidikan | secara | intens | tiga | pekan | atau | setelah | besar | besaran | November | 2016 | Indikasi | juga | pernah | disampaikan | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | direncan | p> Jadi | peristiwa | (demo | November) | ketika | masyarakat | antusias | melakukan | unjuk | rasa | sejalan | aspirasi | sebenarnya | justru | tujuan | p> Sebagai | Edukasi< | strong>< | menuturkan | terkait | cukup | bagus | dijadikan | pembelajaran | edukasi | Sebab | selama | mengartikan | bentuk | bersenjata | p> Selama | diartikan | suatu | sensitif | dikonotasikan | tind | p> Tapi | demokrasi | memanfaatkan | ruang | menelurkan | gagasan | disalahartikan | menggulirkan | reaksi | bersifat | penghasutan | sambung | p> Menurut | bukan | berarti | bebas | berbuat | semaunya | tanpa | memperhatikan | aturan | Sebagai | kebebasan | tentu | absolut | p> Karena | harus | diyakini | menjadi | produk | demokratis | karena | proses | legislasi | terang | Bintang | p> Mantan | Kapolda | Banten | meminta | berpikir | jernih | terlebih | dulu | setiap | Jangan | sampai | terjebak | kebablasan | adalah | sesuatu | simak | jangan | pemahaman | nanti | keliru | melahirkan | inskonstitusional | pungkas | p> |

Friday, December 2, 2016

Di luar aksi 212, Polri tangkap 10 tokoh terkait 'perencanaan percobaan makar'

Aksi demonstrasi 4 November 2016Image copyright AFP Image caption Polisi menyatakan bahwa mereka yang hari ini ditangkap diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa"

Usai aksi 212, juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengukuhkan bahwa Polda Metro Jaya sudah melakukan penangkapan terhadap 10 orang atas dugaan "perencanaan percobaan makar" serta "pemanfaatan terhadap kondisi yang ada hari ini."

Menurut Boy, kesepakatan polisi dengan Gerakan Nasional pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait aksi hari ini adalah "murni untuk tujuan ibadah" namun mereka yang ditahan diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa."

Boy mengatakan bahwa penyidik Polda Metro Jaya sudah menemukan indikasi sejak lama. "Ini bukan proses 1-2 hari. Ini proses lama, lewat penelusuran, pemantauan, monitoring oleh tim sudah dalam kurun waktu 3-4 minggu terakhir, semua aktivitas dicermati," kata Boy.

Polisi punya batas waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah akan dilakukan penahanan terhadap 10 orang tersebut.

Boy tak menyebut nama-nama mereka yang ditahan, tapi menyatakan bahwa identitas mereka "seperti yang sudah rekan-rekan ketahui".

Informasi yang beredar menyatakan bahwa orang-orang yang ditangkap adalah pemusik dan calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, pendiri Universitas Bung Karno yang juga puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputeri, seniman dan bekas pegiat Ratna Sarumpaet, politikus tahun 1990an Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Terkait aksi unjuk rasa 212, polisi menurut Boy, sebelum pukul 17.00, aktivitas massa di sekitar Silang Monas seharusnya sudah selesai.

"

| luar | aksi | 212, | Polri | tangkap | tokoh | terkait | perencanaan | percobaan | makar | Image | copyright< | span> | AFP< | caption< | Polisi | menyatakan | bahwa | mereka | yang | hari | ditangkap | diduga | memanfaatkan | aktivitas | agenda | selain | berdoa | Usai | juru | bicara | Mabes | Rafli | Amar | mengukuhkan | Polda | Metro | Jaya | sudah | melakukan | penangkapan | terhadap | orang | atas | dugaan | serta | pemanfaatan | kondisi | p>Menurut | kesepakatan | polisi | dengan | Gerakan | Nasional | pengawal | Fatwa | (GNPF) | adalah | murni | untuk | tujuan | ibadah | namun | ditahan | berdoa | p>Boy | mengatakan | penyidik | menemukan | indikasi | sejak | lama | bukan | proses | lewat | penelusuran | pemantauan | monitoring | oleh | dalam | kurun | waktu | minggu | terakhir | semua | dicermati | kata | p>Benarkah | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | lainnya | jelang | li> Polisi | penyebar | ajakan | rush | money< | li> < | ul>Polisi | punya | batas | 1x24 | menentukan | apakah | akan | dilakukan | penahanan | tersebut | menyebut | nama | tapi | identitas | seperti | rekan | ketahui | p>Informasi | beredar | pemusik | calon | wakil | bupati | Bekasi | Mayjen | (Purn) | Kivlan | Zein | pendiri | Universitas | Bung | Karno | juga | puteri | Soekarnoputeri | seniman | bekas | pegiat | politikus | tahun | 1990an | Bintang | Pamungkas | Adityawarman | Firza | Huzein | Jamran | p>Terkait | unjuk | rasa | menurut | sebelum | pukul | massa | sekitar | Silang | Monas | seharusnya | selesai |

Wednesday, December 7, 2016

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Polisi Tetapkan Tujuh Orang Tersangka Permufakatan Makar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah melakukan penangkapan terhadap 11 orang, Polri menetapkan tujuh orang di antaranya sebagai terduga makar. Mereka  disangkakan melanggar pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

"Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu.

Polri mengakui meski makar belum terjadi, posisi ketujuh orang tersebut di mata hukum tetap sebagai tersangka. Makar didefinisikan sebagai permufakatan. Bukti berupa tulisan dan percakapan terkait perencanaan menduduki gedung DPR,  pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, serta tuntut pergantian pemerintah menjadi dasar penetapan tersangka.

Polri mengkategorikan permufakatan makar sebagai perbuatan delik formil. "Artinya tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya rencana dan kesepakatan, permufakatan oleh sekelompok orang dapat dipersangkakan dengan pasal ini," jelas Boy.

Meski Kivlan, Ratna, Rachmawati dkk sudah menjadi tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap mereka atas dasar penilaian subjektif. Ketujuh tersangka hanya menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam, sementara proses penyidikan masih dijalankan tanpa adanya penahanan.

 Pada Jumat (2/12) pagi, aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menangkap 10 orang, yaitu Ahmad Dhani, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Racmawati Soekarno Putri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal. Selain 10 orang tersebut, polisi juga menangkap Alvin Indra di Kedaung Waringin Tanah Sereal. Total yang ditangkap sebanyak 11 orang.

Tiga di antaranya ditahan, yaitu Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal dijerat pasa UU ITE dan pasal 107 berkaitan dengan konten dalam media sosial, terutama di Youtube yaitu ajakan penghasutan.

"

| Polisi | Tetapkan | Tujuh | Orang | Tersangka | Permufakatan | Makar | REPUBLIKA | JAKARTA | Setelah | melakukan | penangkapan | terhadap | orang | Polri | menetapkan | tujuh | antaranya | sebagai | terduga | makar | Mereka |  disangk | melanggar | pasal | juncto | Pasal | KUHP | p> Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | kata | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar | Jakarta | Sabtu | p> Polri | mengakui | meski | terjadi | posisi | ketujuh | tersebut | mata | hukum | tetap | tersangka | didefinisikan | permufakatan |  Bukti | berupa | tulisan | percakapan | terkait | perencanaan | menduduki | gedung |  pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | serta | tuntut | pergantian | pemerintah | menjadi | dasar | penetapan | mengkategorikan | perbuatan | delik | formil | Artinya | perlu | dengan | adanya | rencana | kesepakatan | oleh | sekelompok | dapat | dipersangk | jelas | p> Meski | polisi | penahanan | atas | penilaian | subjektif | Ketujuh | hanya | menjalani | pemeriksaan | selama | 1x24 | sementara | proses | penyidikan | masih | dijalankan | tanpa | p>  Pada | Jumat | pagi | aparat | Kepolisian | Daerah | Metropolitan | Raya | menangkap | yaitu | Ahmad | Dhani | Huzein | Racmawati | Soekarno | Putri | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal |  Selain | juga | Kedaung | Waringin | Tanah | Sereal | Total | yang | ditangkap | sebanyak | p> Tiga | ditahan | dijerat | pasa | berkaitan | konten | dalam | media | sosial | terutama | Youtube | penghasutan | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Polri: Tersangka Makar Beda Kelompok, tapi…

Liputan6.com, Jakarta Polri telah menetapkan 11 orang tersangka dugaan makar, pemufakatan jahat, penghasutan melalui media sosial, dan penghinaan terhadap penguasa pada Jumat, 2 Desember kemarin. Sebagian besar yang ditangkap merupakan tokoh nasional.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, kesebelas tersangka yang ditangkap terkait dugaan makar bukan satu kelompok. Namun, mereka hampir memiliki tujuan sama. Seperti Sri Bintang Pamungkas dengan tujuh tersangka makar lainnya.

"Sri Bintang terpisah sendiri (kelompoknya). Sementara masih dalam proses penyelidikan yang arahnya beda, tapi tujuan ada kemiripan," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Hal itu berbeda dengan tujuh tersangka makar yang saat ini sudah dipulangkan. Menurut Boy, mereka merupakan satu kesatuan yang memiliki rencana atau pemufakatan yang sama. Namun, Boy enggan membeberkan secara detail kesepakatan yang dimaksud.

"Ada komunikasi, ada koordinasi benar, ada upaya untuk merencanakan berbagai aktivitas yang terekam, terpantau, termonitor, itu ada. Yang jelas dalam proses perencanaan pemufakatan itu tidak sendiri. Jadi pemufakatan itu lebih dari satu orang," kata dia.

Begitu juga dua tersangka penghasutan melalui media sosial, yakni Jamran dan Rizal Kobar. Keduanya merupakan warga Jakarta Utara yang ditangkap lantaran menyebarkan konten provokatif, menebar kebencian, dan isu SARA melalui media sosial.

Keduanya juga dijerat Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat. Selain itu, polisi juga masih menelusuri apakah ada aktor politik di balik aksi keduanya.

"Mereka memproduksi konten-konten. Kita dalami apakah ini operator atau suruhan. Apakah dia bekerja dengan kelompok tertentu atau orang-orang tertentu," ucap Boy.

Sementara terkait status Ahmad Dhani, sejauh ini hanya sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo saat orasi pada demo 4 November lalu. Polisi masih mendalami, apakah Dhani juga terlibat dalam upaya makar bersama tujuh tersangka lainnya.

Tujuh tersangka yang diduga makar adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Namun, status tersangkanya masih melekat.

Begitu juga Ahmad Dhani, dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Delapan tersangka itu dipulangkan dengan alasan subjektif dan kemanusiaan.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar masih ditahan di Polda Metro Jaya.

"

| Polri: | Tersangka | Makar | Beda | Kelompok, | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Polri | telah | menetapkan | orang | tersangka | dugaan | makar< | pemufakatan | jahat | penghasutan | media | sosial | penghinaan | terhadap | penguasa | pada | Jumat | Desember | kemarin | Sebagian | besar | yang | ditangkap | merup | tokoh | nasional | p> Kadiv | Humas | Irjen | Rafli | Amar | mengat | kesebelas | terkait | bukan | satu | kelompok | Namun | hampir | memiliki | tujuan | sama | Seperti | Bintang | Pamungkas | dengan | tujuh | makar | lainnya | p> Sri | terpisah | sendiri | (kelompoknya) | Sementara | masih | dalam | proses | penyelidikan | arahnya | beda | kemiripan | ujar | Mabes | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Hal | berbeda | saat | dipulangkan | Menurut | kesatuan | rencana | atau | enggan | membeberkan | secara | detail | kesepakatan | dimaksud | p> Ada | komunikasi | koordinasi | benar | upaya | untuk | merencan | berbagai | aktivitas | terekam | terpantau | termonitor | Yang | jelas | perencanaan | Jadi | lebih | kata | p> Begitu | juga | yakni | Jamran | Rizal | Kobar | Keduanya | warga | Utara | lantaran | menyebarkan | konten | provokatif | menebar | kebencian | SARA | p> Keduanya | dijerat | Pasal | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat | Selain | polisi | menelusuri | apakah | aktor | politik | balik | aksi | keduanya | p> Mereka | memproduksi | Kita | dalami | operator | suruhan | Apakah | bekerja | tertentu | ucap | p> Sementara | status | Ahmad | Dhani | sejauh | hanya | sebagai | kasus | Presiden | Joko | Widodo | orasi | demo | November | Polisi | mendalami | terlibat | bersama | p> Tujuh | diduga | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | setelah | menjalani | pemeriksaan | tersangkanya | melekat | selama | 1x24 | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Delapan | alasan | subjektif | kemanusiaan | tiga | ditahan | Polda | Metro | Jaya | p> |