Showing posts sorted by relevance for query 17:50. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query 17:50. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rabu, 07 Desember 2016 | 17:50 WIB

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati Soekarnoputri, saat mendatangi kediaman Markas Front Pembela Islam, untuk bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, di Petamburan III, Jakarta, 31 Oktober 2016. TEMPO/GRANDY AJI

TEMPO.CO, Jakarta - Rahmawati Soekarno Putri menjelaskan kronologi kegiatannya yang selama ini oleh pihak Kepolisian RI disebut sebagai upaya makar. Menurut dia, kegitan yang dilakukannya adalah upaya membela kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memang secara konsisten ingin menyampaikan petisi tentang kembalikan UUD 45 ke yang asli, karena UUD yang sudah empat kali di tanda tangani Megawati amandennya menjadikan Undang-Undang kita bersifat liberal dan kapitalistik," kata Rahmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Rahmawati menjelaskan, kegiatannya berawal dari tanggal 15 Desember 2015. Saat itu, ia dan beberapa tokoh Gerakan Selamatkan NKRI, yakni Djoko Santoso, Lily Wahid, Syamsu Djalal dan Hatta Taliwang bertemu dengan ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya menyampaikan keprihatinan terkait UUD 45, Zulkifli (Ketua MPR Zulkifli Hasan) pun mengaku punya kepedulian yang sama dan senang jika massa menduduki MPR untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Kemudian, pada 30 Maret 2016, kata Rachma, Megawati Soekarnoputri berpidato dan menyatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada haluan negara dalam proses pembangunan. Menurut Rachma, pidato itu mengindikasikan ada rencana untuk mengamandemen UUD lagi.

Baca juga:
Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Indikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Zulkifli Hasan pada pertemuan mereka 23 Mei 2016. "Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini ada dua arus di parlemen. Pertama yang menginginkan amandemen kelima. Kedua, yang menginginkan UUD 45 kembali ke aslinya," jelasnya.

Pada 30 Oktober 2016, Rachmawati mengunjungi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan tujuan bertukar pikiran soal isu kebangsaan, termasuk penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diskusi tersebut membuahkan hasil, yakni Rizieq mendukung upaya bela negara dengan menuntut pengembalian UUD 45 dan Pancasila yang asli.

Rachmawati menyampaikan tuntutan pengembalian UUD 45 saat Aksi Bela Islam II, 4 November lalu. Dalam aksi yang berujung bentrok itu, Presiden Joko Widodo menuding adanya aktor yang menungganginya.

Pada 30 November 2016, Rachmawati kembali berkunjung ke kediaman Rizieq, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Rizieq menjelaskan konsesus antara GNPF MUI dan polisi terkait Aksi 212 yang akan dilaksanakan di lapangan Monas. "Saya mempersilakan, tapi aksi Bela Negara tetap akan dilakukan di gedung DPR/MPR," katanya.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, Rachmawati bertemu dengan Sri Bintang Pamungkas di Pegangsaan, Jakarta. Dalam pertemuan itu Sri Bintang mengaku sudah membentuk Front People Power Indonesia dengan tiga tuntutan, yakni kembali ke UUD 45 sebelum amandemen, lengserkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan membentuk pemerintahan transisi.

"Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga dan menegaskan akan menggunakan soft landing," kata Rachmawati.

Setelah menegaskan tujuan aksinya bukanlah untuk makar, Gerakan Selamatkan NKRI kemudian mengirimkan surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait rencana aksi bela negara di depan DPR yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah masa 20 ribu orang.

"Kami mengirimkan surat ke Polda Metro, dan menjelaskan bahwa aksi kami di luar gedung bukan di dalam. Sehari kemudian juga kami sudah jelaskan dalam konpers di Sari Pan Pasifik" katanya.

Pada Jumat, 2 Desember 2016, sebelum aksi super damat berlangsung di Lapangan Monas, polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar. Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya. Terkait dengan tuduhan itu, Rahmawati pun telah membantahnya dengan keras.

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa.

INGE KLARA

Baca juga:
Saham Sari Roti Turun, Dampak Bantahan Bagi Roti Gratis?
>
Penyebar Isu SARA di Medsos Ternyata Narapidana, Siapa Dia?

"

| Dituduh | Rencan | Makar, | Kronologi | Versi | Rachmawati | Rabu | Desember | 2016 | 17:50 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | saat | mendatangi | kediaman | Markas | Front | Pembela | Islam | untuk | bertemu | dengan | Habib | Rizieq | Shihab | Petamburan | Jakarta | Oktober | TEMPO | GRANDY | AJI< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rahmawati | Soekarno | Putri | menjelaskan | kronologi | kegiatannya | yang | selama | oleh | pihak | Kepolisian | disebut | sebagai | upaya | makar | Menurut | kegitan | dilakukannya | adalah | membela | kesatuan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | (NKRI) | p>Saya | memang | secara | konsisten | ingin | menyampaikan | petisi | tentang | kembalikan | asli | karena | empat | kali | tanda | tangani | Megawati | amandennya | menjadikan | Undang | bersifat | liberal | kapitalistik | kata | dalam | jumpa | pers | kediamannya | Jati | Padang | Selatan | p>Rahmawati | berawal | tanggal | 2015 | Saat | beberapa | tokoh | Selamatkan | NKRI | yakni | Djoko | Santoso | Lily | Wahid | Syamsu | Djalal | Hatta | Taliwang | ketua | Zulkifli | Hasan | keprihatinan | terkait | (Ketua | Hasan) | mengaku | punya | kepedulian | sama | senang | jika | massa | menduduki | aspirasinya | katanya | p>Kemudian | pada | Maret | Rachma | berpidato | menyat | pemerintah | perlu | memberikan | perhatian | haluan | negara | proses | pembangunan | pidato | mengindikasikan | rencana | mengamandemen | lagi | p>Baca | juga:< | strong>Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar< | strong>Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | p>Indikasi | tersebut | kemudian | dibenarkan | pertemuan | bahwa | arus | parlemen | Pertama | menginginkan | amandemen | kelima | Kedua | kembali | aslinya | jelasnya | p>Pada | mengunjungi | pimpinan | (FPI) | tujuan | bertukar | pikiran | soal | kebangsaan | termasuk | peneg | hukum | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | Diskusi | membuahkan | hasil | mendukung | bela | menuntut | pengembalian | Pancasila | p>Rachmawati | tuntutan | Aksi | Bela | November | Dalam | aksi | berujung | bentrok | Presiden | Joko | Widodo | menuding | adanya | aktor | menungganginya | berkunjung | pukul | konsesus | antara | GNPF | polisi | dilaksan | lapangan | Monas | mempersil | tetap | dilakukan | gedung | p>Masih | hari | Bintang | Pamungkas | Pegangsaan | membentuk | People | Power | tiga | lengserkan | pemerintahan | Jokowi | Jusuf | Kalla | transisi | setuju | poin | menegaskan | menggun | soft | landing | p>Setelah | aksinya | bukanlah | mengirimkan | surat | pemberitahuan | Daerah | Metro | Jaya | depan | dimulai | jumlah | masa | ribu | orang | p>Kami | Polda | kami | luar | bukan | Sehari | juga | jelaskan | konpers | Sari | Pasifik | Jumat | super | damat | berlangsung | Lapangan | menangkap | diduga | melakukan | Delapan | antaranya | ditetapkan | tersangka | dugaan | perencanaan | dalamnya | Terkait | tuduhan | telah | membantahnya | keras | p>Selain | delapan | pula | terjerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | penguasa | p>INGE | KLARA< | juga:Saham | Roti | Turun | Dampak | Bantahan | Bagi | Gratis | a>Penyebar | SARA | Medsos | Ternyata | Narapidana | Siapa | p> |

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rabu, 07 Desember 2016 | 17:50 WIB

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati Soekarnoputri, saat mendatangi kediaman Markas Front Pembela Islam, untuk bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, di Petamburan III, Jakarta, 31 Oktober 2016. TEMPO/GRANDY AJI

TEMPO.CO, Jakarta - Rahmawati Soekarno Putri menjelaskan kronologi kegiatannya yang selama ini oleh pihak Kepolisian RI disebut sebagai upaya makar. Menurut dia, kegitan yang dilakukannya adalah upaya membela kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memang secara konsisten ingin menyampaikan petisi tentang kembalikan UUD 45 ke yang asli, karena UUD yang sudah empat kali di tanda tangani Megawati amandennya menjadikan Undang-Undang kita bersifat liberal dan kapitalistik," kata Rahmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Rahmawati menjelaskan, kegiatannya berawal dari tanggal 15 Desember 2015. Saat itu, ia dan beberapa tokoh Gerakan Selamatkan NKRI, yakni Djoko Santoso, Lily Wahid, Syamsu Djalal dan Hatta Taliwang bertemu dengan ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya menyampaikan keprihatinan terkait UUD 45, Zulkifli (Ketua MPR Zulkifli Hasan) pun mengaku punya kepedulian yang sama dan senang jika massa menduduki MPR untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Kemudian, pada 30 Maret 2016, kata Rachma, Megawati Soekarnoputri berpidato dan menyatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada haluan negara dalam proses pembangunan. Menurut Rachma, pidato itu mengindikasikan ada rencana untuk mengamandemen UUD lagi.

Baca juga:
Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Indikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Zulkifli Hasan pada pertemuan mereka 23 Mei 2016. "Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini ada dua arus di parlemen. Pertama yang menginginkan amandemen kelima. Kedua, yang menginginkan UUD 45 kembali ke aslinya," jelasnya.

Pada 30 Oktober 2016, Rachmawati mengunjungi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan tujuan bertukar pikiran soal isu kebangsaan, termasuk penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diskusi tersebut membuahkan hasil, yakni Rizieq mendukung upaya bela negara dengan menuntut pengembalian UUD 45 dan Pancasila yang asli.

Rachmawati menyampaikan tuntutan pengembalian UUD 45 saat Aksi Bela Islam II, 4 November lalu. Dalam aksi yang berujung bentrok itu, Presiden Joko Widodo menuding adanya aktor yang menungganginya.

Pada 30 November 2016, Rachmawati kembali berkunjung ke kediaman Rizieq, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Rizieq menjelaskan konsesus antara GNPF MUI dan polisi terkait Aksi 212 yang akan dilaksanakan di lapangan Monas. "Saya mempersilakan, tapi aksi Bela Negara tetap akan dilakukan di gedung DPR/MPR," katanya.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, Rachmawati bertemu dengan Sri Bintang Pamungkas di Pegangsaan, Jakarta. Dalam pertemuan itu Sri Bintang mengaku sudah membentuk Front People Power Indonesia dengan tiga tuntutan, yakni kembali ke UUD 45 sebelum amandemen, lengserkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan membentuk pemerintahan transisi.

"Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga dan menegaskan akan menggunakan soft landing," kata Rachmawati.

Setelah menegaskan tujuan aksinya bukanlah untuk makar, Gerakan Selamatkan NKRI kemudian mengirimkan surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait rencana aksi bela negara di depan DPR yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah masa 20 ribu orang.

"Kami mengirimkan surat ke Polda Metro, dan menjelaskan bahwa aksi kami di luar gedung bukan di dalam. Sehari kemudian juga kami sudah jelaskan dalam konpers di Sari Pan Pasifik" katanya.

Pada Jumat, 2 Desember 2016, sebelum aksi super damat berlangsung di Lapangan Monas, polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar. Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya. Terkait dengan tuduhan itu, Rahmawati pun telah membantahnya dengan keras.

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa.

INGE KLARA

Baca juga:
Saham Sari Roti Turun, Dampak Bantahan Bagi Roti Gratis?
>
Penyebar Isu SARA di Medsos Ternyata Narapidana, Siapa Dia?

"

| Dituduh | Rencan | Makar, | Kronologi | Versi | Rachmawati | Rabu | Desember | 2016 | 17:50 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | saat | mendatangi | kediaman | Markas | Front | Pembela | Islam | untuk | bertemu | dengan | Habib | Rizieq | Shihab | Petamburan | Jakarta | Oktober | TEMPO | GRANDY | AJI< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rahmawati | Soekarno | Putri | menjelaskan | kronologi | kegiatannya | yang | selama | oleh | pihak | Kepolisian | disebut | sebagai | upaya | makar | Menurut | kegitan | dilakukannya | adalah | membela | kesatuan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | (NKRI) | p>Saya | memang | secara | konsisten | ingin | menyampaikan | petisi | tentang | kembalikan | asli | karena | empat | kali | tanda | tangani | Megawati | amandennya | menjadikan | Undang | bersifat | liberal | kapitalistik | kata | dalam | jumpa | pers | kediamannya | Jati | Padang | Selatan | p>Rahmawati | berawal | tanggal | 2015 | Saat | beberapa | tokoh | Selamatkan | NKRI | yakni | Djoko | Santoso | Lily | Wahid | Syamsu | Djalal | Hatta | Taliwang | ketua | Zulkifli | Hasan | keprihatinan | terkait | (Ketua | Hasan) | mengaku | punya | kepedulian | sama | senang | jika | massa | menduduki | aspirasinya | katanya | p>Kemudian | pada | Maret | Rachma | berpidato | menyat | pemerintah | perlu | memberikan | perhatian | haluan | negara | proses | pembangunan | pidato | mengindikasikan | rencana | mengamandemen | lagi | p>Baca | juga:< | strong>Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar< | strong>Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | p>Indikasi | tersebut | kemudian | dibenarkan | pertemuan | bahwa | arus | parlemen | Pertama | menginginkan | amandemen | kelima | Kedua | kembali | aslinya | jelasnya | p>Pada | mengunjungi | pimpinan | (FPI) | tujuan | bertukar | pikiran | soal | kebangsaan | termasuk | peneg | hukum | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | Diskusi | membuahkan | hasil | mendukung | bela | menuntut | pengembalian | Pancasila | p>Rachmawati | tuntutan | Aksi | Bela | November | Dalam | aksi | berujung | bentrok | Presiden | Joko | Widodo | menuding | adanya | aktor | menungganginya | berkunjung | pukul | konsesus | antara | GNPF | polisi | dilaksan | lapangan | Monas | mempersil | tetap | dilakukan | gedung | p>Masih | hari | Bintang | Pamungkas | Pegangsaan | membentuk | People | Power | tiga | lengserkan | pemerintahan | Jokowi | Jusuf | Kalla | transisi | setuju | poin | menegaskan | menggun | soft | landing | p>Setelah | aksinya | bukanlah | mengirimkan | surat | pemberitahuan | Daerah | Metro | Jaya | depan | dimulai | jumlah | masa | ribu | orang | p>Kami | Polda | kami | luar | bukan | Sehari | juga | jelaskan | konpers | Sari | Pasifik | Jumat | super | damat | berlangsung | Lapangan | menangkap | diduga | melakukan | Delapan | antaranya | ditetapkan | tersangka | dugaan | perencanaan | dalamnya | Terkait | tuduhan | telah | membantahnya | keras | p>Selain | delapan | pula | terjerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | penguasa | p>INGE | KLARA< | juga:Saham | Roti | Turun | Dampak | Bantahan | Bagi | Gratis | a>Penyebar | SARA | Medsos | Ternyata | Narapidana | Siapa | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |