Showing posts sorted by relevance for query p> Mereka. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query p> Mereka. Sort by date Show all posts

Monday, December 5, 2016

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto | politik

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

�

�

�

�

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | politik | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | Desember | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | 2016 | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p> Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | p>Pemerintah | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p> �< | p> �< | p> < | div> |

Friday, December 2, 2016

Dunia Sorot Penahanan 10 Orang Diduga Makar Jelang Aksi Damai 212

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya demo 2 Desember yang menjadi sorotan dunia. Sejumlah media massa asing juga memuat laporan penangkapan 10 orang terduga makar.

Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi. Delapan di antaranya terduga makar dan konspirasi jahat, sementara dua lainnya melanggar Undang-Undang ITE.

"Polisi mengatakan mereka yang ditangkap atas dugaan makar tengah diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut," demikian laporan dari ABC News, Jumat, (2/12/2016).

Dalam laporannya, ABC News juga memuat bahwa salah satu dari 10 orang yang ditangkap tersebut adalah adik presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati. Disebutkan pula bahwa pengacara terkenal Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, setuju untuk menjadi kuasa hukum mereka yang ditangkap atas dugaan makar.

"Saya akan membela mereka karena saya percaya mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini benar, sah, dan konstitusional," ujar Yusril.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan banyak berkomentar terkait penangkapan tersebut. Ia justru mengungkap kecil kemungkinan bahwa demo 2 Desember akan diwarnai kerusuhan.

"Itu berdasarkan komitmen yang telah disepakati. Saya rasa ini akan menjadi aksi yang super damai. Super oke," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka dengan delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Disebutkan pula bahwa beberapa yang ditangkap termasuk tokoh politik dan aktivis yang vokal terhadap mengkritik Presiden Jokowi dan gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Ada pula News Ghana yang menulis laporan bertajuk "Indonesian police arrest 10 over treason allegation".

"Kesepuluh orang tersebut ditangkap sekitar pukul 03.00 hingga pukul 06.00 pagi tadi. Mereka saat ini tengah diinvestigasi di Markas Brimob. Di antara yang ditahan adalah Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, pensiunan jenderal Kivlan Zen, mantan menteri Rizal Ramli, bintang rock Dhani Ahmad dan Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan adik dari mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri," tulis News Ghana yang mengutip laporan Xinhua.

Media tersebut mengutip pernyataan pihak kepolisian RI yang mengatakan, penangkapan kesepuluh orang ini tidak ada kaitannya dengan aksi damai 2 Desember yang tengah berlangsung di ibu kota.

Dalam beberapa waktu ke depan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, dilaporkan akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan peristiwa penangkapan 10 orang ini.

"

| Dunia | Sorot | Penahanan | Orang | Diduga | Makar | Jelang | Aksi | Damai | Liputan6 | Jakarta | strong> | hanya | demo | Desember< | a> yang | menjadi | sorotan | dunia | Sejumlah | media | massa | asing | juga | memuat | laporan | penangkapan | orang | terduga | makar | p> Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | yang | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | Delapan | antaranya | konspirasi | jahat | sementara | lainnya | melanggar | Undang | p> Polisi | mereka | atas | dugaan | tengah | diinterogasi | dimintai | keterangan | lebih | lanjut | demikian | dari | News | Jumat | 2016) | p> Dalam | laporannya | bahwa | salah | satu | tersebut | adalah | adik | presiden | Megawati | Soekarnoputri | Rachmawati | Disebutkan | pula | pengacara | terkenal | Indonesia | Yusril | Ihza | Mahendra | setuju | untuk | kuasa | hukum | p> Saya | akan | membela | karena | saya | percaya | berjuang | sesuatu | yakini | benar | konstitusional | ujar | p> Sementara | Presiden | Joko | Widodo | enggan | banyak | berkomentar | terkait | justru | mengungkap | kecil | kemungkinan | a> akan | diwarnai | kerusuhan | p> Itu | berdasarkan | komitmen | telah | disepakati | Saya | rasa | aksi | super | damai | Super | pria | akrab | disapa | Jokowi | Reuters | dalam | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | delapan | didakwa | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | p> Media | Singapura | Straits | Times | dengan | dissident | activities | charges | them | treason | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | menangkap | tersangka | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | tulis | Times< | p> Disebutkan | beberapa | termasuk | tokoh | politik | aktivis | vokal | terhadap | mengkritik | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | p> Ada | Ghana< | menulis | bertajuk Indonesian | police | arrest | allegation | em>< | p> Kesepuluh | sekitar | pukul | hingga | Mereka | saat | diinvestigasi | Markas | Brimob | antara | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | pensiunan | jenderal | Kivlan | mantan | menteri | Rizal | Ramli | bintang | rock< | Dhani | Ahmad | merupakan | mengutip | Xinhua | pihak | kesepuluh | kaitannya | berlangsung | kota | waktu | depan | Kepala | Kepolisian |  Jenderal | Tito | Karnavian | menggelar | konferensi | pers | menjelaskan | p> |

Dunia Sorot Penahanan 10 Orang Diduga Makar Jelang Aksi Damai 212

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya demo 2 Desember yang menjadi sorotan dunia. Sejumlah media massa asing juga memuat laporan penangkapan 10 orang terduga makar.

Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi. Delapan di antaranya terduga makar dan konspirasi jahat, sementara dua lainnya melanggar Undang-Undang ITE.

"Polisi mengatakan mereka yang ditangkap atas dugaan makar tengah diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut," demikian laporan dari ABC News, Jumat, (2/12/2016).

Dalam laporannya, ABC News juga memuat bahwa salah satu dari 10 orang yang ditangkap tersebut adalah adik presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati. Disebutkan pula bahwa pengacara terkenal Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, setuju untuk menjadi kuasa hukum mereka yang ditangkap atas dugaan makar.

"Saya akan membela mereka karena saya percaya mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini benar, sah, dan konstitusional," ujar Yusril.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan banyak berkomentar terkait penangkapan tersebut. Ia justru mengungkap kecil kemungkinan bahwa demo 2 Desember akan diwarnai kerusuhan.

"Itu berdasarkan komitmen yang telah disepakati. Saya rasa ini akan menjadi aksi yang super damai. Super oke," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka dengan delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Disebutkan pula bahwa beberapa yang ditangkap termasuk tokoh politik dan aktivis yang vokal terhadap mengkritik Presiden Jokowi dan gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Ada pula News Ghana yang menulis laporan bertajuk "Indonesian police arrest 10 over treason allegation".

"Kesepuluh orang tersebut ditangkap sekitar pukul 03.00 hingga pukul 06.00 pagi tadi. Mereka saat ini tengah diinvestigasi di Markas Brimob. Di antara yang ditahan adalah Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, pensiunan jenderal Kivlan Zen, mantan menteri Rizal Ramli, bintang rock Dhani Ahmad dan Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan adik dari mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri," tulis News Ghana yang mengutip laporan Xinhua.

Media tersebut mengutip pernyataan pihak kepolisian RI yang mengatakan, penangkapan kesepuluh orang ini tidak ada kaitannya dengan aksi damai 2 Desember yang tengah berlangsung di ibu kota.

Dalam beberapa waktu ke depan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, dilaporkan akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan peristiwa penangkapan 10 orang ini.

"

| Dunia | Sorot | Penahanan | Orang | Diduga | Makar | Jelang | Aksi | Damai | Liputan6 | Jakarta | strong> | hanya | demo | Desember< | a> yang | menjadi | sorotan | dunia | Sejumlah | media | massa | asing | juga | memuat | laporan | penangkapan | orang | terduga | makar | p> Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | yang | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | Delapan | antaranya | konspirasi | jahat | sementara | lainnya | melanggar | Undang | p> Polisi | mereka | atas | dugaan | tengah | diinterogasi | dimintai | keterangan | lebih | lanjut | demikian | dari | News | Jumat | 2016) | p> Dalam | laporannya | bahwa | salah | satu | tersebut | adalah | adik | presiden | Megawati | Soekarnoputri | Rachmawati | Disebutkan | pula | pengacara | terkenal | Indonesia | Yusril | Ihza | Mahendra | setuju | untuk | kuasa | hukum | p> Saya | akan | membela | karena | saya | percaya | berjuang | sesuatu | yakini | benar | konstitusional | ujar | p> Sementara | Presiden | Joko | Widodo | enggan | banyak | berkomentar | terkait | justru | mengungkap | kecil | kemungkinan | a> akan | diwarnai | kerusuhan | p> Itu | berdasarkan | komitmen | telah | disepakati | Saya | rasa | aksi | super | damai | Super | pria | akrab | disapa | Jokowi | Reuters | dalam | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | delapan | didakwa | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | p> Media | Singapura | Straits | Times | dengan | dissident | activities | charges | them | treason | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | menangkap | tersangka | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | tulis | Times< | p> Disebutkan | beberapa | termasuk | tokoh | politik | aktivis | vokal | terhadap | mengkritik | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | p> Ada | Ghana< | menulis | bertajuk Indonesian | police | arrest | allegation | em>< | p> Kesepuluh | sekitar | pukul | hingga | Mereka | saat | diinvestigasi | Markas | Brimob | antara | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | pensiunan | jenderal | Kivlan | mantan | menteri | Rizal | Ramli | bintang | rock< | Dhani | Ahmad | merupakan | mengutip | Xinhua | pihak | kesepuluh | kaitannya | berlangsung | kota | waktu | depan | Kepala | Kepolisian |  Jenderal | Tito | Karnavian | menggelar | konferensi | pers | menjelaskan | p> |

Monday, December 5, 2016

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto | politik

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

  

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | politik | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | Desember | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | 2016 | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p> Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | p>Pemerintah | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p>   < | p> < | div> |

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Senin, 05 Desember 2016 | 13:08 WIB

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto  

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

  

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | Senin | Desember | 2016 | 13:08 | WIB< | p> < | div> Wiranto | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p>Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p>   < | p> |

Friday, December 2, 2016

Tersangka Makar Ditangkap, Ini Kritik Prabowo untuk Elite Negara

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyarankan aparat penegak hukum-- sebagai kepanjangan tangan pemerintah--untuk berhati-hati dalam penangkapan kasus dugaan makar.

Prabowo menekankan agar hukum dapat diterapkan secara adil kepada semua kalangan, baik kepada kalangan elite maupun rakyat bawah.

"Selalu saya anjurkan bahwa kita bertindak selalu dengan hati-hati dan dengan seadil-adilnya," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

"Jadi saya lihat, bangsa Indonesia ini sering elite-elite tidak punya empati kepada rakyat bawah," tegas dia.

Menurut Prabowo, jika rasa empati sudah pudar, bangsa Indonesia mudah menjalankan sesuai rekayasa.

"Dengan tidak punya empati, kita juga punya sifat sering rekayasa, sering nipu, sering bohong," ujar dia.

Jika sudah demikian, kata Prabowo, kepercayaan dan dukungan dari rakyat akan hilang kepada pemerintah dan elite politik.

"Kalau sudah ada ketidakpercayaan pada sistem, lembaga negara, ini repot. Kita tidak bisa bernegara berbangsa dengan baik," kata dia.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, untuk melaksanakan kehidupan bernegara dibutuhkan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.

"Kita harus timbulkan masyarakat yang adil. Adil artinya harus dibangun atas dasar kebersihan, kejujuran. Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat kalau rakyat tidak percaya dengan sistem itu," kata dia.

"Itu yang saya anjurkan di semua pihak untuk adil, hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu yang cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin yang punya uang dan becking yang banyak, tidak diperlakukan dengan sama," tandas Prabowo.

Sebanyak 10 orang ditangkap atas dugaan makar dan mendompleng aksi damai 2 Desember. Polisi menyatakan sudah mengendus upaya makar tersebut sejak tiga minggu lalu. Mereka diduga akan menduduki Gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Silang Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Sementara, Karopenmas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang ditangkap terkait dugaan makar ada delapan orang. Mereka berinisial AD, E, AD, KZ, RS, RA, SB, dan RK. Sedangkan dua orang berinisial JA dengan RK terkait pelanggaran UU ITE.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Sedangkan dua orang dengan inisial JA dengan RK dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat 2 Desember.

Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"

| Tersangka | Makar | Ditangkap, | Kritik | Prabowo | untuk | Elite | Negara | Liputan6 | Jakarta | strong> | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Subianto | menyarankan | aparat | penegak | hukum | sebagai | kepanjangan | tangan | pemerintah | berhati | hati | dalam | penangkapan | kasus | dugaan | makar< | p> Prabowo | menekankan | agar | dapat | diterapkan | secara | adil | kepada | semua | kalangan | baik | elite | maupun | rakyat | bawah | p> Selalu | saya | anjurkan | bahwa | kita | bertindak | selalu | dengan | seadil | adilnya | kata | Kantor | Ragunan | Selatan | Jumat | 2016) | p> Jadi | lihat | bangsa | Indonesia | sering | tidak | punya | empati | tegas | p> Menurut | jika | rasa | sudah | pudar | mudah | menjalankan | sesuai | rekayasa | p> Dengan | juga | sifat | nipu | bohong | ujar | p> Jika | demikian | kepercayaan | dukungan | dari | akan | hilang | politik | p> Kalau | ketidakpercayaan | pada | sistem | lembaga | negara | repot | Kita | bisa | bernegara | berbangsa | mantan | Danjen | Kopassus | melaksanakan | kehidupan | dibutuhkan | antara | pemimpin | rakyatnya | p> Kita | harus | timbulkan | masyarakat | yang | Adil | artinya | dibangun | atas | dasar | kebersihan | kejujuran | Kalau | rusak | jangan | salahkan | kalau | percaya | p> Itu | pihak | Jangan | hanya | orang | tertentu | cepat | disalahkan | tapi | mungkin | uang | becking< | banyak | diperlakukan | sama | tandas | p> Sebanyak | ditangkap | dugaan makar< | mendompleng | aksi | damai | Desember | Polisi | menyatakan | mengendus | upaya | makar | tersebut | sejak | tiga | minggu | lalu | Mereka | diduga | menduduki | Gedung | p> Mereka | ingin | menguasai | gedung | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | Silang | Monas | 2016 | p> Sementara | Karopenmas | Kombes | Rikwanto | mengatakan | mereka | terkait | delapan | berinisial | Sedangkan | pelanggaran | p> Delapan | antaranya | dikenakan | tuduhan | Pasal | junto | KUHP | inisial | Mabes | p> Saat | diamankan | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | p> |

Tersangka Makar Ditangkap, Ini Kritik Prabowo untuk Elite Negara

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyarankan aparat penegak hukum-- sebagai kepanjangan tangan pemerintah--untuk berhati-hati dalam penangkapan kasus dugaan makar.

Prabowo menekankan agar hukum dapat diterapkan secara adil kepada semua kalangan, baik kepada kalangan elite maupun rakyat bawah.

"Selalu saya anjurkan bahwa kita bertindak selalu dengan hati-hati dan dengan seadil-adilnya," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

"Jadi saya lihat, bangsa Indonesia ini sering elite-elite tidak punya empati kepada rakyat bawah," tegas dia.

Menurut Prabowo, jika rasa empati sudah pudar, bangsa Indonesia mudah menjalankan sesuai rekayasa.

"Dengan tidak punya empati, kita juga punya sifat sering rekayasa, sering nipu, sering bohong," ujar dia.

Jika sudah demikian, kata Prabowo, kepercayaan dan dukungan dari rakyat akan hilang kepada pemerintah dan elite politik.

"Kalau sudah ada ketidakpercayaan pada sistem, lembaga negara, ini repot. Kita tidak bisa bernegara berbangsa dengan baik," kata dia.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, untuk melaksanakan kehidupan bernegara dibutuhkan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya.

"Kita harus timbulkan masyarakat yang adil. Adil artinya harus dibangun atas dasar kebersihan, kejujuran. Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat kalau rakyat tidak percaya dengan sistem itu," kata dia.

"Itu yang saya anjurkan di semua pihak untuk adil, hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu yang cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin yang punya uang dan becking yang banyak, tidak diperlakukan dengan sama," tandas Prabowo.

Sebanyak 10 orang ditangkap atas dugaan makar dan mendompleng aksi damai 2 Desember. Polisi menyatakan sudah mengendus upaya makar tersebut sejak tiga minggu lalu. Mereka diduga akan menduduki Gedung DPR.

"Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Silang Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Sementara, Karopenmas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, mereka yang ditangkap terkait dugaan makar ada delapan orang. Mereka berinisial AD, E, AD, KZ, RS, RA, SB, dan RK. Sedangkan dua orang berinisial JA dengan RK terkait pelanggaran UU ITE.

"Delapan di antaranya dikenakan tuduhan Pasal 107 junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Sedangkan dua orang dengan inisial JA dengan RK dikenakan Pasal UU ITE, Pasal 28," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat 2 Desember.

Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"

| Tersangka | Makar | Ditangkap, | Kritik | Prabowo | untuk | Elite | Negara | Liputan6 | Jakarta | strong> | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Subianto | menyarankan | aparat | penegak | hukum | sebagai | kepanjangan | tangan | pemerintah | berhati | hati | dalam | penangkapan | kasus | dugaan | makar< | p> Prabowo | menekankan | agar | dapat | diterapkan | secara | adil | kepada | semua | kalangan | baik | elite | maupun | rakyat | bawah | p> Selalu | saya | anjurkan | bahwa | kita | bertindak | selalu | dengan | seadil | adilnya | kata | Kantor | Ragunan | Selatan | Jumat | 2016) | p> Jadi | lihat | bangsa | Indonesia | sering | tidak | punya | empati | tegas | p> Menurut | jika | rasa | sudah | pudar | mudah | menjalankan | sesuai | rekayasa | p> Dengan | juga | sifat | nipu | bohong | ujar | p> Jika | demikian | kepercayaan | dukungan | dari | akan | hilang | politik | p> Kalau | ketidakpercayaan | pada | sistem | lembaga | negara | repot | Kita | bisa | bernegara | berbangsa | mantan | Danjen | Kopassus | melaksanakan | kehidupan | dibutuhkan | antara | pemimpin | rakyatnya | p> Kita | harus | timbulkan | masyarakat | yang | Adil | artinya | dibangun | atas | dasar | kebersihan | kejujuran | Kalau | rusak | jangan | salahkan | kalau | percaya | p> Itu | pihak | Jangan | hanya | orang | tertentu | cepat | disalahkan | tapi | mungkin | uang | becking< | banyak | diperlakukan | sama | tandas | p> Sebanyak | ditangkap | dugaan makar< | mendompleng | aksi | damai | Desember | Polisi | menyatakan | mengendus | upaya | makar | tersebut | sejak | tiga | minggu | lalu | Mereka | diduga | menduduki | Gedung | p> Mereka | ingin | menguasai | gedung | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | Silang | Monas | 2016 | p> Sementara | Karopenmas | Kombes | Rikwanto | mengatakan | mereka | terkait | delapan | berinisial | Sedangkan | pelanggaran | p> Delapan | antaranya | dikenakan | tuduhan | Pasal | junto | KUHP | inisial | Mabes | p> Saat | diamankan | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | p> |