Showing posts sorted by relevance for query sembilan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sembilan. Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Pengacara: Rachmawati Menolak Menjawab Pertanyaan soal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Sebab, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

"BAP pertama dimulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kemudian BAP kedua dimulai setelah azan magrib hingga pukul 21.00 WIB," kata Teguh, Jumat (2/11/2016) malam.

Adapun, selama di-BAP Rachmawati enggan memberikan penjelasan terkait dengan pasal yang disangkakan. Ia hanya berkenan menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan identitas.

"Mbak Rachma tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan terkait materi yang dituduhkan, yaitu dugaan makar Pasal 107, 110 juncto 87," papar Teguh.

Dia beralasan, ketika berada di Mako Brimob Kelapa II Depok, kondisi kesehatan Rachmawati tidak memungkinkan. Apalagi suhu badannya sempat panas dingin.

"Jam 10.00 WIB Tensinya 230/110, menjelang jam 3 diperiksa lagi tensinya turun ke 180/80. Mbak Rachma tadinya ingin ditangani dokter pribadi, tetapi tidak bisa dihubungi karena HP-nya disita," ucap Teguh.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22:00 WIB menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam. "Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

Rachmawati termasuk di antara sembilan tersangka lainnya terkait kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang ditangkap pada Sabtu dini hari, 2 Desember 2016.

"

| Pengacara: | Rachmawati | Menolak | Menjawab | Pertanyaan | soal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Soekarnoputri< | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | tentang | dugaan | makar< | yang | ditujukan | kepadanya | Sebab | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | untuk | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | p> BAP | pertama | dimulai | pukul | sampai | Kemudian | kedua | setelah | azan | magrib | kata | Jumat | 2016) | malam | p> Adapun | selama | enggan | memberikan | penjelasan | terkait | dengan | pasal | disangk | hanya | berkenan | berkenaan | identitas | p> Mbak | Rachma | materi | dituduhkan | yaitu | makar | Pasal | juncto | papar | p> Dia | beralasan | ketika | berada | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | memungkinkan | Apalagi | suhu | badannya | sempat | panas | dingin | p> Jam | Tensinya | menjelang | diperiksa | lagi | tensinya | turun | Mbak | tadinya | ingin | ditangani | dokter | pribadi | dihubungi | karena | disita | ucap | p> Rachmawati | bersama | pengacaranya | meninggalkan | Brimob< | pada | 22:00 | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | termasuk | antara | sembilan | tersangka | lainnya | kasus | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | ditangkap | Sabtu | dini | hari | Desember | 2016 | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Senin, 05 Desember 2016 | 17:45 WIB

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan penangkapan 11 aktivis yang diduga melakukan pemufakatan jahat untuk makar terhadap pemerintah diperoleh melalui aktivitas intelijen kepolisian. Aktivitas mereka, kata Tito, sudah terpantau cukup intensif.

Menurut Tito, gerakan politik itu berencana memanfaatkan massa yang akan dikerahkan untuk menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat setelah Aksi Bela Islam III. "Kami sudah dapat dari intelijen-intelijen kami. Ada indikasi pemufakatan jahat menuju makar," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016.

Kelompok itu, menurut Tito, akan memanfaatkan kumpulan massa untuk memaksa parlemen mengadakan Sidang Umum Istimewa yang berujung pada pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah. Beberapa isu yang digunakan, seperti pengembalian Undang-undang Dasar 1945 yang asli.

Tito mengatakan upaya makar itu tidak berkaitan dengan Aksi Bela Islam yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terjerat kasus duga menistakan agama. Menurut Tito, menyampaikan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah jika disampaikan sesuai aturan. Termasuk untuk menyampaikan kritik melalui DPR. "Tetapi menduduki DPR secara paksa dan kekerasan apapun juga alasannya adalah inkonstitusional," kata dia.

Sebelum aksi 2 Desember berlangsung Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari. Sejumlah tokoh seperti Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas ditangkap bersama sembilan orang lain.

Tito menjelaskan dari sebelas orang yang ditangkap, tiga di antaranya masih ditahan kepolisian. Sementara itu, delapan orang telah dibebaskan dengan berbagai pertimbangan, seperti alasan kesehatan dan alat bukti masih didalami kepolisian.

Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Ia menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya.

"Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini," kata Yusril, akhir pekan lalu. Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. "Itu tidak dilarang."

ARKHELAUS W.

"

| Kepala | Polri: | Dugaan | Makar | Diperoleh | Operasi | Intelijen | Senin | Desember | 2016 | 17:45 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Jenderal | Tito | Karnavian | mengat | penangkapan | aktivis | yang | diduga | melakukan | pemufakatan | jahat | untuk | terhadap | pemerintah | diperoleh | aktivitas | intelijen | kepolisian | Aktivitas | kata | terpantau | cukup | intensif | p>Menurut | politik | berencana | memanfaatkan | massa | dikerahkan | menduduki | Dewan | Perwakilan | Rakyat | setelah | Aksi | Bela | Islam | Kami | dapat | kami | indikasi | menuju | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | p>Kelompok | menurut | kumpulan | memaksa | parlemen | mengad | Sidang | Umum | Istimewa | berujung | pada | pemakzulan | pemerintahan | Beberapa | digun | seperti | pengembalian | Undang | undang | Dasar | 1945 | asli | p>Tito | upaya | berkaitan | dengan | menuntut | proses | hukum | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | terjerat | duga | menist | agama | Menurut | menyampaikan | kritik | adalah | jika | disampaikan | sesuai | aturan | Termasuk | secara | paksa | kekerasan | apapun | juga | alasannya | inkonstitusional | p>Se | aksi | berlangsung | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pagi | hari | Sejumlah | tokoh | Rachmawati | Bintang | Pamungkas | ditangkap | bersama | sembilan | orang | lain | menjelaskan | sebelas | tiga | antaranya | masih | ditahan | Sementara | delapan | telah | dibebaskan | berbagai | pertimbangan | alasan | kesehatan | alat | bukti | didalami | p>Kuasa | Yusril | Ihza | Mahendra | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | menilai | polisi | memiliki | kuat | menjerat | p>Seharusnya | lebih | berhati | hati | akhir | pekan | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | tentang | Penyampaian | Pendapat | dilarang | p>ARKHELAUS | p> |

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Senin, 05 Desember 2016 | 17:45 WIB

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen  

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan penangkapan 11 aktivis yang diduga melakukan pemufakatan jahat untuk makar terhadap pemerintah diperoleh melalui aktivitas intelijen kepolisian. Aktivitas mereka, kata Tito, sudah terpantau cukup intensif.

Menurut Tito, gerakan politik itu berencana memanfaatkan massa yang akan dikerahkan menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat setelah Aksi Bela Islam III. "Kami sudah dapat dari intelijen-intelijen kami. Ada indikasi pemufakatan jahat menuju makar," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016. 

Kelompok itu, menurut Tito, akan memanfaatkan massa untuk memaksa parlemen mengadakan Sidang Umum Istimewa yang berujung pada pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah. Salah satu isu yang digunakan adalah pengembalian Undang-Undang Dasar 1945 yang asli.

Tito mengatakan upaya makar tidak berkaitan dengan Aksi Bela Islam yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang terjerat kasus dugaan menistakan agama. Menurut Tito, menyampaikan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah jika disampaikan sesuai dengan aturan, termasuk untuk menyampaikan kritik melalui DPR. "Tapi menduduki DPR secara paksa dan kekerasan, apa pun alasannya, adalah inkonstitusional," katanya.

Sebelum aksi 2 Desember berlangsung, Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari. Sejumlah tokoh, seperti Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas, ditangkap bersama sembilan orang lain.

Tito menjelaskan, dari sebelas orang yang ditangkap, tiga di antaranya masih ditahan kepolisian. Sementara itu, delapan orang telah dibebaskan dengan berbagai pertimbangan, seperti alasan kesehatan dan alat bukti masih didalami kepolisian.

Kuasa hukum Rachmawati Sukarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Ia menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. 

"Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini," kata Yusril, akhir pekan lalu. Menurut dia, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. "Itu tidak dilarang."

ARKHELAUS W.

"

| Kepala | Polri: | Dugaan | Makar | Diperoleh | Operasi | Intelijen | Senin | Desember | 2016 | 17:45 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | Kepolisian | Jenderal | Tito | Karnavian | mengat | penangkapan | aktivis | yang | diduga | melakukan | pemufakatan | jahat | untuk | terhadap | pemerintah | diperoleh | aktivitas | intelijen | kepolisian | Aktivitas | kata | terpantau | cukup | intensif | p>Menurut | politik | berencana | memanfaatkan | massa | dikerahkan | menduduki | Dewan | Perwakilan | Rakyat | setelah | Aksi | Bela | Islam | Kami | dapat | kami | indikasi | menuju | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | p>Kelompok | menurut | memaksa | parlemen | mengad | Sidang | Umum | Istimewa | berujung | pada | pemakzulan | pemerintahan | Salah | satu | digun | adalah | pengembalian | Undang | Dasar | 1945 | asli | p>Tito | upaya | berkaitan | dengan | menuntut | proses | hukum | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | terjerat | menist | agama | Menurut | menyampaikan | kritik | jika | disampaikan | sesuai | aturan | termasuk | Tapi | secara | paksa | kekerasan | alasannya | inkonstitusional | katanya | p>Se | aksi | berlangsung | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pagi | hari | Sejumlah | tokoh | seperti | Rachmawati | Bintang | Pamungkas | ditangkap | bersama | sembilan | orang | lain | menjelaskan | sebelas | tiga | antaranya | masih | ditahan | Sementara | delapan | telah | dibebaskan | berbagai | pertimbangan | alasan | kesehatan | alat | bukti | didalami | p>Kuasa | Sukarnoputri | Yusril | Ihza | Mahendra | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | menilai | polisi | memiliki | kuat | menjerat | p>Seharusnya | lebih | berhati | hati | akhir | pekan | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | tentang | Penyampaian | Pendapat | dilarang | p>ARKHELAUS | strong>< | p> |

Friday, December 2, 2016

Dunia Sorot Penahanan 10 Orang Diduga Makar Jelang Aksi Damai 212

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya demo 2 Desember yang menjadi sorotan dunia. Sejumlah media massa asing juga memuat laporan penangkapan 10 orang terduga makar.

Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi. Delapan di antaranya terduga makar dan konspirasi jahat, sementara dua lainnya melanggar Undang-Undang ITE.

"Polisi mengatakan mereka yang ditangkap atas dugaan makar tengah diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut," demikian laporan dari ABC News, Jumat, (2/12/2016).

Dalam laporannya, ABC News juga memuat bahwa salah satu dari 10 orang yang ditangkap tersebut adalah adik presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati. Disebutkan pula bahwa pengacara terkenal Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, setuju untuk menjadi kuasa hukum mereka yang ditangkap atas dugaan makar.

"Saya akan membela mereka karena saya percaya mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini benar, sah, dan konstitusional," ujar Yusril.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan banyak berkomentar terkait penangkapan tersebut. Ia justru mengungkap kecil kemungkinan bahwa demo 2 Desember akan diwarnai kerusuhan.

"Itu berdasarkan komitmen yang telah disepakati. Saya rasa ini akan menjadi aksi yang super damai. Super oke," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka dengan delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Disebutkan pula bahwa beberapa yang ditangkap termasuk tokoh politik dan aktivis yang vokal terhadap mengkritik Presiden Jokowi dan gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Ada pula News Ghana yang menulis laporan bertajuk "Indonesian police arrest 10 over treason allegation".

"Kesepuluh orang tersebut ditangkap sekitar pukul 03.00 hingga pukul 06.00 pagi tadi. Mereka saat ini tengah diinvestigasi di Markas Brimob. Di antara yang ditahan adalah Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, pensiunan jenderal Kivlan Zen, mantan menteri Rizal Ramli, bintang rock Dhani Ahmad dan Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan adik dari mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri," tulis News Ghana yang mengutip laporan Xinhua.

Media tersebut mengutip pernyataan pihak kepolisian RI yang mengatakan, penangkapan kesepuluh orang ini tidak ada kaitannya dengan aksi damai 2 Desember yang tengah berlangsung di ibu kota.

Dalam beberapa waktu ke depan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, dilaporkan akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan peristiwa penangkapan 10 orang ini.

"

| Dunia | Sorot | Penahanan | Orang | Diduga | Makar | Jelang | Aksi | Damai | Liputan6 | Jakarta | strong> | hanya | demo | Desember< | a> yang | menjadi | sorotan | dunia | Sejumlah | media | massa | asing | juga | memuat | laporan | penangkapan | orang | terduga | makar | p> Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | yang | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | Delapan | antaranya | konspirasi | jahat | sementara | lainnya | melanggar | Undang | p> Polisi | mereka | atas | dugaan | tengah | diinterogasi | dimintai | keterangan | lebih | lanjut | demikian | dari | News | Jumat | 2016) | p> Dalam | laporannya | bahwa | salah | satu | tersebut | adalah | adik | presiden | Megawati | Soekarnoputri | Rachmawati | Disebutkan | pula | pengacara | terkenal | Indonesia | Yusril | Ihza | Mahendra | setuju | untuk | kuasa | hukum | p> Saya | akan | membela | karena | saya | percaya | berjuang | sesuatu | yakini | benar | konstitusional | ujar | p> Sementara | Presiden | Joko | Widodo | enggan | banyak | berkomentar | terkait | justru | mengungkap | kecil | kemungkinan | a> akan | diwarnai | kerusuhan | p> Itu | berdasarkan | komitmen | telah | disepakati | Saya | rasa | aksi | super | damai | Super | pria | akrab | disapa | Jokowi | Reuters | dalam | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | delapan | didakwa | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | p> Media | Singapura | Straits | Times | dengan | dissident | activities | charges | them | treason | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | menangkap | tersangka | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | tulis | Times< | p> Disebutkan | beberapa | termasuk | tokoh | politik | aktivis | vokal | terhadap | mengkritik | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | p> Ada | Ghana< | menulis | bertajuk Indonesian | police | arrest | allegation | em>< | p> Kesepuluh | sekitar | pukul | hingga | Mereka | saat | diinvestigasi | Markas | Brimob | antara | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | pensiunan | jenderal | Kivlan | mantan | menteri | Rizal | Ramli | bintang | rock< | Dhani | Ahmad | merupakan | mengutip | Xinhua | pihak | kesepuluh | kaitannya | berlangsung | kota | waktu | depan | Kepala | Kepolisian |  Jenderal | Tito | Karnavian | menggelar | konferensi | pers | menjelaskan | p> |

Dunia Sorot Penahanan 10 Orang Diduga Makar Jelang Aksi Damai 212

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya demo 2 Desember yang menjadi sorotan dunia. Sejumlah media massa asing juga memuat laporan penangkapan 10 orang terduga makar.

Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi. Delapan di antaranya terduga makar dan konspirasi jahat, sementara dua lainnya melanggar Undang-Undang ITE.

"Polisi mengatakan mereka yang ditangkap atas dugaan makar tengah diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut," demikian laporan dari ABC News, Jumat, (2/12/2016).

Dalam laporannya, ABC News juga memuat bahwa salah satu dari 10 orang yang ditangkap tersebut adalah adik presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati. Disebutkan pula bahwa pengacara terkenal Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, setuju untuk menjadi kuasa hukum mereka yang ditangkap atas dugaan makar.

"Saya akan membela mereka karena saya percaya mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini benar, sah, dan konstitusional," ujar Yusril.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan banyak berkomentar terkait penangkapan tersebut. Ia justru mengungkap kecil kemungkinan bahwa demo 2 Desember akan diwarnai kerusuhan.

"Itu berdasarkan komitmen yang telah disepakati. Saya rasa ini akan menjadi aksi yang super damai. Super oke," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi, di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka dengan delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Disebutkan pula bahwa beberapa yang ditangkap termasuk tokoh politik dan aktivis yang vokal terhadap mengkritik Presiden Jokowi dan gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Ada pula News Ghana yang menulis laporan bertajuk "Indonesian police arrest 10 over treason allegation".

"Kesepuluh orang tersebut ditangkap sekitar pukul 03.00 hingga pukul 06.00 pagi tadi. Mereka saat ini tengah diinvestigasi di Markas Brimob. Di antara yang ditahan adalah Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, pensiunan jenderal Kivlan Zen, mantan menteri Rizal Ramli, bintang rock Dhani Ahmad dan Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan adik dari mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri," tulis News Ghana yang mengutip laporan Xinhua.

Media tersebut mengutip pernyataan pihak kepolisian RI yang mengatakan, penangkapan kesepuluh orang ini tidak ada kaitannya dengan aksi damai 2 Desember yang tengah berlangsung di ibu kota.

Dalam beberapa waktu ke depan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, dilaporkan akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan peristiwa penangkapan 10 orang ini.

"

| Dunia | Sorot | Penahanan | Orang | Diduga | Makar | Jelang | Aksi | Damai | Liputan6 | Jakarta | strong> | hanya | demo | Desember< | a> yang | menjadi | sorotan | dunia | Sejumlah | media | massa | asing | juga | memuat | laporan | penangkapan | orang | terduga | makar | p> Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | yang | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | Delapan | antaranya | konspirasi | jahat | sementara | lainnya | melanggar | Undang | p> Polisi | mereka | atas | dugaan | tengah | diinterogasi | dimintai | keterangan | lebih | lanjut | demikian | dari | News | Jumat | 2016) | p> Dalam | laporannya | bahwa | salah | satu | tersebut | adalah | adik | presiden | Megawati | Soekarnoputri | Rachmawati | Disebutkan | pula | pengacara | terkenal | Indonesia | Yusril | Ihza | Mahendra | setuju | untuk | kuasa | hukum | p> Saya | akan | membela | karena | saya | percaya | berjuang | sesuatu | yakini | benar | konstitusional | ujar | p> Sementara | Presiden | Joko | Widodo | enggan | banyak | berkomentar | terkait | justru | mengungkap | kecil | kemungkinan | a> akan | diwarnai | kerusuhan | p> Itu | berdasarkan | komitmen | telah | disepakati | Saya | rasa | aksi | super | damai | Super | pria | akrab | disapa | Jokowi | Reuters | dalam | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | delapan | didakwa | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | p> Media | Singapura | Straits | Times | dengan | dissident | activities | charges | them | treason | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | menangkap | tersangka | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | tulis | Times< | p> Disebutkan | beberapa | termasuk | tokoh | politik | aktivis | vokal | terhadap | mengkritik | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | p> Ada | Ghana< | menulis | bertajuk Indonesian | police | arrest | allegation | em>< | p> Kesepuluh | sekitar | pukul | hingga | Mereka | saat | diinvestigasi | Markas | Brimob | antara | Ratna | Sarumpaet | Bintang | Pamungkas | pensiunan | jenderal | Kivlan | mantan | menteri | Rizal | Ramli | bintang | rock< | Dhani | Ahmad | merupakan | mengutip | Xinhua | pihak | kesepuluh | kaitannya | berlangsung | kota | waktu | depan | Kepala | Kepolisian |  Jenderal | Tito | Karnavian | menggelar | konferensi | pers | menjelaskan | p> |

Saturday, December 3, 2016

Ahmad Dhani Bantah Berbuat Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi Ahmad Dhani beranggapan penangkapan dirinya pada Jumat (2/12) dini hari merupakan pengalaman seru. Ia juga memberi istilah penangkapannya serupa dengan penangkapan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Ya kronologisnya seperti penangkapan PKI lah. Seru," kata Ahmad Dhani saat keluar dari lokasi pemeriksaan, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/12) dini hari.

Suami Mulan Jameela tersebut menuturkan dirinya diberondong pertanyaan seputar jumpa pers tanggal 1 Desember, dan kegiatan 30 November di rumah Rachmawati Soekarnoputri. Dhani menyangkal terlibat aksi makar.

"Nggak ada (makar). Jadi memang meeting (rapat) di rumah Mbak Rachma (Rachmawati Soekarnoputri)," katanya.

Mengenai jumpa pers 1 Desember 2016, ia menyatakan terkait demo di gedung DPR dan tuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur Nonaktif DKI Jakarta.

Ahmad Dhani menambahkan perannya adalah menjaga keselamatan Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (adik kandung mantan Presiden Gus Dur).

"Jadi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saya sebutkan tugas saya menjaga keselamatan Ibu Rachma dan Lily Wahid," katanya.

Ahmad Dhani sebelumnya ditangkap tim Polda Metro Jaya di Hotel Sari Pan Pasific, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat. Selain dirinya, ada sembilan orang lain yang ditangkap di tempat berbeda.

Dhani optimistis tak akan lagi diperiksa lagi oleh penyidik. Alasannya, tuduhan terhadap dirinya terkesan dipaksakan.

"Saya yakin nggak ada ya, karena panetapan tersangka pun kayaknya agak dipaksakan. Dalam pasal 107 KUHP yang dimaksud menggulingkan kekuasaan itu (makar) itu melalui cara inkonstitusional," kata Dhani.

"

| Ahmad | Dhani | Bantah | Berbuat | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Musisi | Dhani< | beranggapan | penangkapan | dirinya | pada | Jumat | dini | hari | merup | pengalaman | seru | juga | memberi | istilah | penangkapannya | serupa | dengan | Partai | Komunis | Indonesia | (PKI)< | p> Ya | kronologisnya | seperti | Seru | kata | saat | keluar | lokasi | pemeriksaan | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | p> Suami | Mulan | Jameela | tersebut | menuturkan | diberondong | pertanyaan | seputar | jumpa | pers | tanggal | Desember | kegiatan | November | rumah | Rachmawati | Soekarnoputri< | menyangkal | terlibat | aksi | makar< | p> Nggak | (makar) | Jadi | memang | meeting | (rapat) | Mbak | Rachma | (Rachmawati | Soekarnoputri) | katanya | p> Mengenai | 2016 | menyat | terkait | demo | gedung | tuntutan | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | Gubernur | Nonaktif | Jakarta | p> Ahmad | menambahkan | perannya | adalah | menjaga | keselamatan | Lily | Wahid< | (adik | kandung | mantan | Presiden | Dur) | p> Jadi | dalam | berita | acara | (BAP) | saya | sebutkan | tugas | senya | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | Hotel | Sari | Pasific | Thamrin | Selain | sembilan | orang | lain | yang | tempat | berbeda | p> Dhani | optimistis | lagi | diperiksa | oleh | penyidik | Alasannya | tuduhan | terkesan | dipaks | p> Saya | yakin | nggak | karena | panetapan | tersangka | kayaknya | agak | Dalam | pasal | KUHP | dimaksud | menggulingkan | kekuasaan | cara | inkonstitusional | p> |

11 Tersangka Makar dan Penghinaan, Tiga Ditahan, Delapan Dilepas

11 Tersangka Makar dan Penghinaan, Tiga Ditahan, Delapan Dilepas
Sabtu, 3 Desember 2016 | 12:41

[JAKARTA] Mabes Polri menyatakan sebanyak 11 orang yang ditangkap jelang aksi super damai zikir dan tausiah 212 kemarin. Dari 11 orang yang dikategorikan sebagai 'penumpang gelap' itu hanya tiga orang yang ditahan sementara 8 orang tidak dikenakan penahanan.

”Tujuh orang yang dikenakan Pasal 107 junto 110 KUHP dan 87 KUHP yaitu Bapak (Mayjen Pur) Kivlan Zen, Bapak (Brigjen Pur) Adityawarman, Ibu Ratna Sarumpaet, Ibu Firza Husein, Bapak Eko, Bapak Alvinindra Al Fariz yang ditangkap di Tanah Sereal, dan Ibu Rachmawati Soekarno Putri,” kata Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Sabtu (3/12).

Dikatakan, penyidik atas dasar subyektifitasnya tidak melakukan penahanan pada mereka. Ketujuh orang ini telah dikembalkan ke keluarga alias tidak dilakukan penahanan setelah menjalani periksaan 1 x 24 jam. Meski tidak dikenakan penahanan tapi proses penyidikan tetap dijalankan.

”Dimungkinkan dalam kasus ini bisa ada tersangka tambahan, tapi belum bisa saya pastikan. (Soal tidak ditahan) juga ada penilaian kemanusiaan karena menahan itu tidak harus. Yang penting penyidik tidak merasa dipersulit. Hubungan detail antar mereka akan dibuka di pengadilan karena itu soal konten, kualitas alat bukti, dan digital forensik. (Siapa pimpinanya) nanti akan terungkap,” lanjutnya.

Bukti yang dimiliki Polri adalah tulisan tangan dan hasil monitoring percakapan elektronik diantara mereka yang sudah dipantau 20 hari terakhir ini. Intinya mereka akan mengajak dan memanfaatkan massa yang hadir pada aksi 212 untuk menduduki DPR/MPR dan lalu merencanakan pemaksaan untuk melakukan Sidang Istimewa.

”Ujungnya mereka menuntut untuk melakukan pergantian pemerintahan dan seterusnya. Ini tataran inskontitusional yang harus dicegah. Ini makar, permufakatan jahat sebelum (itu benar) terjadi maka mereka ditangkap. Inilah yang dimainkan oleh penyidik. Saksi sudah diperiksa dan alat bukti juga sudah dipegang oleh penyidik,” sambungnya.

Untuk tersangka ke delapan, masih kata Boy, adalah Sri Bintang Pamungkas. Aktivis kawakan ini dikenakan penahanan. Dia dijerat karena berkaitan dengan konten dalam media sosial terutama di Youtube pada November 2016 yang berisi ajakan dan penghasutan kepada masyarakat luas.

”Bukti rekaman juga sudah ada dan diamankan penyidik. Kita juga memeriksa saksi ahli IT, ahli bahasa, dan ahli pidana. Kasusnya dijerat pasal yang sama namun dipisahkan dengan tersangka yang lain,” tambahnya.

Untuk tersangka ke sembilan adalah musisi Ahmad Dhani yang dijerat Pasal 207 KUHP. Ini adalah pasal terkait penghinaan kepada penguasa dan untuk itu penyidik telah memeriksa saksi-saksi dari masyarakat. Dhani juga tidak dilakukakan penahanan.

”Terakhir ada dua kakak beradik, Zamron dan Rizal, yang ditahan dan disangka berkaitan dengan hate speech, kebencian, dan menyebarkaluaskan informasi yang berkaitan dengan isu SARA sesuai Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU 11/98 tentang ITE,” sambungnya.

Mereka juga dijerat Pasal 107 dan atau Pasal 110 KUHP. Ada beberapa barang bukti disita dari mereka termasuk alat-alat komunikasi yang digunakan oleh yang bersangkutan yang diketahui aktif melakukan posting informasi yang bernuansa kebencian paska aksi 411 lalu.

Postingan mereka itu dianggap sangat berbahaya dan bisa menimbulkan semacam kemarahan dan ansitpati massa kepada pihak tertentu dan terhadap pemerintah Indonesia. Tindakan keduanya, yang ditahan di Polda Metro bersama Sri Bintang, dianggap tidak mendidik bagi masyarakat. [FAR/H-12]

"

| Tersangka | Makar | Penghinaan, | Tiga | Ditahan, | Delapan | Dilepas | Penghinaan | Ditahan | Dilepas< | span>Sabtu | Desember | 2016 | 12:41< | span>< | p> [JAKARTA] | Mabes | Polri | menyat | sebanyak | orang | yang | ditangkap | jelang | aksi | super | damai | zikir | tausiah | kemarin | Dari | dikategorikan | sebagai | penumpang | gelap | hanya | tiga | ditahan | sementara | diken | penahanan | p> ”Tujuh | Pasal | junto | KUHP | yaitu | Bapak | (Mayjen | Pur) | Kivlan | (Brigjen | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvinindra | Fariz | Tanah | Sereal | Rachmawati | Soekarno | Putri | kata | Kadiv | Humas | Irjen | Rafli | Amar | Sabtu | p> Dikat | penyidik | atas | dasar | subyektifitasnya | melakukan | pada | Ketujuh | telah | dikembalkan | keluarga | alias | dilakukan | setelah | menjalani | periksaan | Meski | proses | penyidikan | tetap | dijalankan | p> ”Dimungkinkan | dalam | kasus | tersangka | tambahan | saya | pastikan | (Soal | ditahan) | juga | penilaian | kemanusiaan | karena | menahan | harus | Yang | penting | merasa | dipersulit | Hubungan | detail | antar | dibuka | pengadilan | soal | konten | kualitas | alat | bukti | digital | forensik | (Siapa | pimpinanya) | nanti | terungkap | lanjutnya | p> Bukti | dimiliki | adalah | tulisan | tangan | hasil | monitoring | percakapan | elektronik | diantara | dipantau | hari | terakhir | Intinya | mengajak | memanfaatkan | massa | hadir | untuk | menduduki | merencan | pemaksaan | Sidang | Istimewa | p> ”Ujungnya | menuntut | pergantian | pemerintahan | seterusnya | tataran | inskontitusional | dicegah | makar | permufakatan | jahat | (itu | benar) | terjadi | maka | Inilah | dimainkan | oleh | Saksi | diperiksa | dipegang | sambungnya | p> Untuk | delapan | masih | Bintang | Pamungkas | Aktivis | dijerat | berkaitan | dengan | media | sosial | terutama | Youtube< | November | berisi | penghasutan | kepada | masyarakat | luas | p> ”Bukti | rekaman | diamankan | Kita | memeriksa | saksi | ahli | bahasa | pidana | Kasusnya | pasal | sama | dipisahkan | lain | tambahnya | sembilan | musisi | Ahmad | Dhani | terkait | penghinaan | penguasa | dilakuk | p> ”Terakhir | kakak | beradik | Zamron | Rizal | disangka | hate | speech< | kebencian | menyebarkaluaskan | informasi | SARA | sesuai | ayat | tentang | p> Mereka | atau | beberapa | barang | disita | termasuk | komunikasi | digun | bersangkutan | diketahui | aktif | posting | bernuansa | paska | p> Postingan | dianggap | sangat | berbahaya | menimbulkan | semacam | kemarahan | ansitpati | pihak | tertentu | terhadap | pemerintah | Indonesia | Tind | keduanya | Polda | Metro | bersama | mendidik | bagi | [FAR | 12]< | p> < | div> |

Friday, December 2, 2016

Selain Dugaan Makar, Ini Kasus Ahmad Dhani yang Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang aksi damai 212 yang baru selesai digelar di Monas, polisi menangkap sejumlah tokoh yang diduga melakukan makar.

Salah satu di antara mereka adalah Ahmad Dhani, musikus sekaligus calon Wali Kota Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan saat pentolan Dewa 19 itu tengah berada di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Dhani dalam akun Twitternya.

"Malam ini di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Ahmad Dhani di akun Twitter-nya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," lanjutnya.

Selain Ahmad Dhani, polisi menangkap 10 orang, dengan delapan di antaranya diduga melakukan makar.

Penangkapan itu segera menjadi sorotan media asing. Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka di mana delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tetapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Ini bukan kali pertama Dhani menjadi sorotan dunia.

Berikut adalah kasus Ahmad Dhani yang sempat menghebohkan dunia kala pilpres pada 2014 lalu.

1 dari 6 halaman


Gunakan Lagu Queen dan Video Nazi

Penampilan Ahmad Dhani dalam video klip kampanye pasangan Prabowo-Hatta jadi sorotan media Jerman, Der Spiegel. Si penyanyi mengenakan seragam mirip yang dipakai Heinrich Luitpold Himmler, komandan Schutzstaffel (SS), satuan elite Nazi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler.

Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Dhani memakai lencana pada kerah dan lencana merah pada bagian saku kanan yang sama," tulis Der Spiegel, Selasa 24 Juni 2014.

Tak hanya Jerman, video klip yang diiringi lagu 'We Will Rock You' milik Queen, yang diubah lirik dan judulnya menjadi 'Indonesia Bangkit' itu juga jadi sorotan sejumlah media massa kelas dunia.

Situs Europe online magazine memuat artikel berjudul 'Indonesian rocker criticized for Nazi outfit in election video'.

Di bagian akhir artikelnya, Europe online magazine menulis, "Perlengkapan Nazi tidak ilegal di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang tidak menyadari konotasi historisnya."

2 dari 6 halaman


Majalah TIME Menohok...

TIME memuat artikel dengan judul menohok, "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". TIME menyebut video tersebut sebagai materi kampanye politik terburuk sepanjang masa.

"Pembuat film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, menyebut video itu 'membawa citra skinhead Nazi dalam politik Indonesia'," demikian seperti dimuat TIME.

TIME menilai deskripsi tersebut tepat. "Majalah Jerman Der Spiegel menunjuk bahwa, yang bikin merinding, kostum militer Dhani mirip dengan seragam komandan SS Heinrich Himmler."

Makin dekat dengan hari pemilihan, demikian menurut TIME, kampanye makin panas dengan dukungan masing-masing pendukung calon. Video musik Ahmad Dhani untuk Prabowo-Hatta, dirilis tak lama setelah sejumlah musikus seperti Oppie Andaresta dan Slank membuat lagu dan video berjudul "Salam Dua Jari".

3 dari 6 halaman


Media Israel Berang

Setelah harian terkemuka Jerman, Der Spiegel, dan portal majalah Amerika Serikat TIME, kini giliran surat kabar Time of Israel yang ikut bersuara. Media negeri Yahudi itu menuliskan laporannya berjudul "Indonesian quasi-Nazi video causes stir".

Dalam ulasannya pada Rabu, 25 Juni 2014, Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Queen, Nazisme, dan lirik berbahasa Indonesia merupakan kombinasi yang tampaknya aneh. Tapi pada saat suhu politik di negara di Asia Tenggara itu sedang memanas. Hal itu bisa terjadi," tulis Times of Israel.

Media Israel tersebut juga menyamakan burung garuda yang terlihat di dalam video klip Ahmad Dhani dan penyanyi Indonesia Idol itu dengan elang besi Kekaisaran Jerman dan elang Nazi.

"Salah satu musikus, Ahmad Dhani, terlihat memegang garuda emas, burung lambang negara Indonesia, yang menyerupai elang Kekaisaran Jerman yang kemudian menjadi dasar ikonik elang Nazi," tulis Times of Israel.

Portal berita negara yang berbatasan dengan Palestina itu juga mengutip tanggapan Ahmad Dhani atas kritik yang diberikan kepada dirinya terkait video klip kampanye tersebut.

"Apa hubungannya antara tentara Jerman dan Indonesia?" ujar Dhani yang dimuat Times of Israel. "Kami rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan?"

4 dari 6 halaman


Queen Kesal

Pihak Queen pun mempersoalkan video klip tersebut. Bukan karena kostum yang dikenakan Dhani, tapi lagu "We Will Rock You" dibawakannya secara ilegal alias belum mendapatkan izin.

"Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri," kicau gitaris Queen Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay. Penampilan skinhead Ahmad Dhani--menyertakan link video di situs berbagi video--tentu saja kami sama sekali tidak memberikan izin.

5 dari 6 halaman


"

| Selain | Dugaan | Makar, | Kasus | Ahmad | Dhani | yang | Disorot | Dunia | Liputan6 | Jakarta | strong> | Menjelang | aksi | damai | 212< | a> yang | baru | selesai | digelar | Monas | polisi | menangkap | sejumlah | tokoh | diduga | melakukan | makar | p> Salah | satu | antara | mereka | adalah | Dhani< | musikus | sekaligus | calon | Wali | Kota | Bekasi | p> Penangkapan | dilakukan | saat | pentolan | Dewa | tengah | berada | Hotel | Sari | Pasifik | Pusat | diungkapkan | oleh | dalam | akun | Twitternya | p> Malam | depan | kamar | orang | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | Twitter | em>< | p> Mau | mendobrak | lanjutnya | p> Selain | dengan | delapan | antaranya | p> Penangkapan | segera | menjadi | sorotan | media | asing | Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | p> Sementara | lainnya | Reuters | laporannya | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | terduga | didakwa | melanggar | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | ujar | p> Media | Singapura | Straits | Times | Indonesia | dissident | activities | charges | them | treason | juga | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | tersangka | sementara | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tetapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | Times< | p> Ini | bukan | kali | pertama | dunia | p> Berikut | kasus | sempat | menghebohkan | kala | pilpres | pada | 2014 | lalu | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Gunakan | Lagu | Queen | Video | Nazi< | h2> Penampilan | video | klip | kampanye | pasangan | Prabowo | Hatta | jadi | Jerman | Spiegel | penyanyi | mengenakan | seragam | mirip | dipakai | Heinrich | Luitpold | Himmler | komandan | Schutzstaffel | (SS) | satuan | elite | Nazi | kepercayaan | Adolf | Hitler | p> Dhani | memakai | lencana | kerah | merah | bagian | saku | kanan | sama | Spiegel< | Selasa | Juni | p> Tak | hanya | diiringi | lagu | Will | Rock | You< | milik | diubah | lirik | judulnya | Bangkit | massa | kelas | p> Situs | Europe | online | magazine< | Indonesian | rocker | criticized | outfit | election | p> Di | akhir | artikelnya | magazine | menulis | Perlengkapan | ilegal | banyak | menyadari | konotasi | historisnya | p> 2 | div> Majalah | TIME | Menohok | h2> TIME< | memuat | judul | menohok | This | Worst | Pieces | Political | Campaigning | Ever | TIME< | menyebut | tersebut | sebagai | materi | politik | terburuk | sepanjang | masa | p> Pembuat | film | tinggal | Bali | Daniel | membawa | citra | skinhead< | demikian | seperti | dimuat | p> TIME< | menilai | deskripsi | tepat | Majalah | menunjuk | bahwa | bikin | merinding | kostum | militer | p> Makin | dekat | hari | pemilihan | menurut | makin | panas | dukungan | masing | pendukung | musik | untuk | dirilis | lama | setelah | Oppie | Andaresta | Slank | membuat | Salam | Jari | p> 3 | div> Media | Israel | Berang< | h2> Setelah | harian | terkemuka |  Der | portal | majalah | Amerika | Serikat | giliran | surat | kabar | Time | Israel< | ikut | bersuara | Media | negeri | Yahudi | quasi | causes | stir | p> Dalam | ulasannya | Rabu | wujud | penghargaan | kepada | Subianto | gempar | khalayak | ramai | p> Queen | Nazisme | berbahasa | merupakan | kombinasi | tampaknya | aneh | Tapi | suhu | negara | Asia | Tenggara | sedang | memanas | bisa | terjadi | menyamakan | burung | garuda | terlihat | Idol< | elang | besi | Kekaisaran | memegang | emas | lambang | menyerupai | kemudian | dasar | ikonik | p> Portal | berita | berbatasan | Palestina | mengutip | tanggapan | atas | kritik | diberikan | dirinya | terkait | p> Apa | hubungannya | tentara | Kami | rakyat | membunuh | jutaan | p> 4 | div> Queen | Kesal< | h2> Pihak | mempersoalkan | Bukan | karena | dikenakan | tapi | dibawakannya | secara | alias | belum | mendapatkan | izin | p> Ahmad | skinhead | imagery | http: | youtu | tpbqIuY8nVo | course | this | completely | unauthorised | kicau | gitaris | Brian | resminya | @DrBrianMay | Penampilan | menyertakan | link< | situs | berbagi | tentu | saja | kami | sekali | memberikan | p> 5 | div> |