Showing posts sorted by date for query penyidikan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query penyidikan. Sort by relevance Show all posts

Friday, December 9, 2016

Ini Alasan Polri Enggan Beberkan Bukti Aliran Dana Para Tersangka Makar : Okezone News

JAKARTA - ‎Mabes Polri masih enggan membuka bukti-bukti aliran dana yang diberikan kepada para tersangka kasus dugaan perbuatan ‎makar dalam momentum Aksi Bela Islam Jilid III yang digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta, pada 2 Desember 2016.

‎Kabagpenum Divisi Humas Polri ‎Kombes Martinus Sitompul ‎mengatakan, bahwa selain sebagai bagian dari strategi penyidik dalam melakukan penyidikan. Polri juga dilarang membuka semua informasi para tersangka berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

BERITA REKOMENDASI


"‎Itu subtansi penyidikan. Kalau informasi-informasi seperti itu disampaikan penyidik-penyidik ini memiliki strategi dalam satu proses pengakan hukum. Kalau semua dibuka selain UU KIP Pasal 17 itu juga membatasi untuk tidak semua disampaikan ke publik penyidik memilik strategi juga," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

‎Kata Martinus, apabila seluruh informasi penyidikan disampaikan ke publik, nantinya para tersangka akan mudah menangkis sangkaan dari kasus yang menjerat sebelas orang aktivis tersebut. Terlebih, tersangka Rachmawati Soekarnoputri telah membantah bahwa uang sebesar Rp300 juta yang diterimanya sebagai biaya operasional dari mobilisasi massa ke Gedung Parlemen saat Aksi Bela Islam Jilid III di Monas.

‎"Apabila disampaikan semua nanti akan menjadi sebuah bahan untuk meng-counter informasi-informasi tersebut. Contohnya, ada uang yang disampaikan, kemudian uangnya dinyatakan hanya untuk beli kue, kan ini harus terkonfirmasi dengan benar pada saat dilakukan pemeriksaan," paparnya.

Sekadar diketahui, polisi telah menetapkan sebelas orang aktivis sebagai tersangka dalam kasus dugaan perbuataan makar. Sementara itu, penyidik hanya melakukan penahanan terhadap tiga orang aktivis, Sri Bintang Pamungkas serta dua kakak beradik Rizal dan Jamran yang dijerat ‎dengan UU ITE dan juga Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat.

Terbaru Polda Metro Jaya juga berhasil mencokok aktivis Hatta Taliwang dalam kasus yang sama di kediamannya pada Kamis 8 Desember dini hari. Polisi juga berhasil menyita sejumlah dokumen rahasia yang diduga sebagai bahan dari rencana aksi makar yang akan dilakukan para aktivis tersebut.

"

| Alasan | Polri | Enggan | Beberkan | Bukti | Aliran | Dana | Para | Tersangka | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | ‎Mabes | masih | enggan | membuka | bukti | aliran | dana | yang | diberikan | kepada | para | tersangka | kasus | dugaan | perbuatan | ‎makar | dalam | momentum | Aksi | Bela | Islam | Jilid | digelar | Lapangan | Silang | Monas | Jakarta | pada | Desember | 2016 | p> ‎Kabagpenum | Divisi | Humas | ‎Kombes | Martinus | Sitompul | ‎mengat | bahwa | selain | sebagai | bagian | strategi | penyidik | melakukan | penyidikan | juga | dilarang | semua | informasi | berdasarkan | Keterbukaan | Informasi | Publik | (KIP) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> ‎Itu | subtansi | Kalau | seperti | disampaikan | memiliki | satu | proses | peng | hukum | dibuka | Pasal | membatasi | untuk | publik | memilik | kata | Mabes | Jumat | 2016) | p> ‎Kata | apabila | seluruh | nantinya | mudah | menangkis | sangkaan | menjerat | sebelas | orang | aktivis | tersebut | Terlebih | Rachmawati | Soekarnoputri | telah | membantah | uang | sebesar | Rp300 | juta | diterimanya | biaya | operasional | mobilisasi | massa | Gedung | Parlemen | saat | p> ‎Apabila | nanti | menjadi | sebuah | bahan | meng | counter | Contohnya | kemudian | uangnya | dinyat | hanya | beli | harus | terkonfirmasi | dengan | benar | dilakukan | pemeriksaan | paparnya | p> Sekadar | diketahui | polisi | menetapkan | perbuataan | makar | Sementara | penahanan | terhadap | tiga | Bintang | Pamungkas | serta | kakak | beradik | Rizal | Jamran | dijerat | ‎dengan | juncto | KUHP | tentang | Pemufakatan | Jahat | p> Terbaru | Polda | Metro | Jaya | berhasil | mencokok | Hatta | Taliwang | sama | kediamannya | Kamis | dini | hari | Polisi | menyita | sejumlah | dokumen | rahasia | diduga | rencana | aksi | p> |

Kapolda Metro Jaya Tahu Pemberi Dana Percobaan Makar

Jum'at, 09 Desember 2016 | 10:57 WIB

Kapolda Metro Jaya Tahu Pemberi Dana Percobaan Makar  

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana mengecek kesiapan pasukan saat apel pengamanan jelang aksi zikir dan doa bersama pada 2 Desember di Jakarta, 1 Desember 2016. Sebanyak 3.500 pasukan TNI-Polri mengikuti apel gelar pasukan di Monas untuk mengamankan aksi super damai 212. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya telah mengetahui siapa pemberi dana dugaan percobaan makar menjelang aksi super damai 2 Desember 2016. “Ada (sudah diketahui siapa yang memberikan dana itu),” katanya di Ancol Jakarta, Jumat, 9 Desember 2016.

Menurut Iriawan, dana tersebut rata-rata diberikan secara bertahap. Namun ada pula yang diberikan secara langsung. Ia mengaku penyidik sedang mendalami penyelidikan tentang pihak yang memberikan dana tersebut.

Iriawan tetap enggan menyebut pihak atau orang yang memberikan dana makar tersebut. “Khawatir tidak pas, nanti ada yang dirugikan,” kata dia. Namun ia mengatakan kepolisian bakal membuka setelah diyakini bukti yang cukup.

Baca: Siapa Hatta Taliwang yang Jadi Tersangka Dugaan Makar?

Iriawan mengatakan nama-nama yang diduga memberikan dana percobaan makar bakal dianalisis. Ia menyebut pihak-pihak yang diduga memberikan dana itu akan dimasukkan ke sistem teknologi informasi yang dimiliki polisi. Setelah dianalisis, akan mengerucut nama yang diduga memberikan dana.

Kamis kemarin, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Besar Martinus Sitompul juga mengatakan penyidik telah memiliki bukti adanya aliran dana dalam kasus dugaan percobaan makar. Di antaranya jumlah uang, dari siapa, siapa menerima, dan ada berapa kali pengiriman.

Baca: Polri Akan Buka Data Penyandang Dana Makar, Asal...

Namun, Martinus juga enggan membuka data pemberi dana tersebut. Menurut dia, data itu termasuk informasi proses penyelidikan dan penyidikan yang dikecualikan dibuka sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Martinus mengatakan informasi tersebut akan dibuka dalam proses persidangan apabila ada permintaan khusus. Namun sejauh ini, belum ada permintaan informasi itu untuk dibuka.

DANANG FIRMANTO

"

| Kapolda | Metro | Jaya | Tahu | Pemberi | Dana | Percobaan | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 10:57 | WIB< | p> < | div> Kapolda | Irjen | Iriawan | Pangdam | Mayjen | Teddy | Lhaksmana | mengecek | kesiapan | pasukan | saat | apel | pengamanan | jelang | aksi | zikir | bersama | pada | Jakarta | Sebanyak | Polri | mengikuti | gelar | Monas | untuk | mengamankan | super | damai | TEMPO | Frannoto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Kepolisian | Daerah | Inspektur | Jenderal | Mochamad | mengat | pihaknya | telah | mengetahui | siapa | pemberi | dana | dugaan | percobaan | makar | menjelang | “Ada | diketahui | yang | memberikan | itu) | katanya | Ancol | p>Menurut | tersebut | rata | diberikan | secara | bertahap | Namun | pula | langsung | mengaku | penyidik | mendalami | penyelidikan | tentang | pihak | p>Iriawan | tetap | enggan | menyebut | atau | orang | “Khawatir | nanti | dirugikan | kata | kepolisian | bakal | membuka | setelah | diyakini | bukti | cukup | p>Baca:< | Siapa | Hatta | Taliwang | Jadi | Tersangka | Dugaan | nama | diduga | dianalisis | dimasukkan | sistem | teknologi | informasi | dimiliki | polisi | Setelah | mengerucut | p>Kamis | kemarin | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Markas | Besar | Negara | Republik | Indonesia Komisaris | Martinus | Sitompul | juga | memiliki | adanya | aliran | dalam | kasus | antaranya | jumlah | uang | menerima | berapa | kali | pengiriman | Akan | Buka | Data | Penyandang | Asal | p>Namun | data | Menurut | termasuk | proses | penyidikan | dikecualikan | dibuka | sesuai | dengan | Pasal | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Keterbukaan | Informasi | Publik | p>Martinus | persidangan | apabila | permintaan | khusus | sejauh | p>DANANG | FIRMANTO< | strong>< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Penyandang Dana Makar Transfer Bertahap, Polisi Gandeng PPATK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan dalam kasus dugaan pemufakatan makar.

Argo menyebutkan, polisi telah mengantongi nama dari bukti transfer terkait rencana makar itu. Untuk menyidiki aliran dana tersebut, polisi akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Ada (bukti transfer). Nanti kita akan mengajak PPATK juga (untuk menyelidiki aliran dan)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti mengenai dugaan aliran dana tersebut.

"Sedang kita kumpulkan (barang bukti). Sedang kita dalami karena kan banyak toh. Dia (penyandang dana) enggak ngasih langsung gitu, tidak. Kecil, kecil, kecil," ucap dia.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. Ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Penyandang | Dana | Makar | Transfer | Bertahap, | Polisi | Gandeng | PPATK | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Kabid | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | polisi | terus | melakukan | penyidikan | dalam | kasus | dugaan | pemufakatan | makar | p> Argo | menyebutkan | telah | mengantongi | nama | bukti | transfer | terkait | rencana | Untuk | menyidiki | aliran | dana | tersebut | menggandeng | Pusat | Pelaporan | Analisis | Transaksi | Keuangan< | (PPATK) | p> Ada | (bukti | transfer) | Nanti | mengajak | juga | (untuk | menyelidiki | dan) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | menjelaskan | saat | tengah | mengumpulkan | mengenai | p> Sedang | kumpulkan | (barang | bukti) | Sedang | dalami | karena | banyak | (penyandang | dana) | enggak | ngasih | langsung | gitu | Kecil | kecil | ucap | p> Senya | penyidik | Polri< | menetapkan | orang | sebagai | tersangka | Tiga | antaranya | ditahan | untuk | kepentingan | p> Sebanyak | tujuh | yang | ditetapkan | atas | permufakatan | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | Ketujuh | berencana | menggelar | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | Caranya | dengan | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |

Penyandang Dana Makar Transfer Bertahap, Polisi Gandeng PPATK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan dalam kasus dugaan pemufakatan makar.

Argo menyebutkan, polisi telah mengantongi nama dari bukti transfer terkait rencana makar itu. Untuk menyidiki aliran dana tersebut, polisi akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Ada (bukti transfer). Nanti kita akan mengajak PPATK juga (untuk menyelidiki aliran dan)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti mengenai dugaan aliran dana tersebut.

"Sedang kita kumpulkan (barang bukti). Sedang kita dalami karena kan banyak toh. Dia (penyandang dana) enggak ngasih langsung gitu, tidak. Kecil, kecil, kecil," ucap dia.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. Ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Penyandang | Dana | Makar | Transfer | Bertahap, | Polisi | Gandeng | PPATK | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Kabid | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | polisi | terus | melakukan | penyidikan | dalam | kasus | dugaan | pemufakatan | makar | p> Argo | menyebutkan | telah | mengantongi | nama | bukti | transfer | terkait | rencana | Untuk | menyidiki | aliran | dana | tersebut | menggandeng | Pusat | Pelaporan | Analisis | Transaksi | Keuangan< | (PPATK) | p> Ada | (bukti | transfer) | Nanti | mengajak | juga | (untuk | menyelidiki | dan) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | menjelaskan | saat | tengah | mengumpulkan | mengenai | p> Sedang | kumpulkan | (barang | bukti) | Sedang | dalami | karena | banyak | (penyandang | dana) | enggak | ngasih | langsung | gitu | Kecil | kecil | ucap | p> Senya | penyidik | Polri< | menetapkan | orang | sebagai | tersangka | Tiga | antaranya | ditahan | untuk | kepentingan | p> Sebanyak | tujuh | yang | ditetapkan | atas | permufakatan | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | Ketujuh | berencana | menggelar | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | Caranya | dengan | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |

Komisioner Komnas HAM: Makar Hak Konstitusional Rakyat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai upaya mengganti presiden di tengah masa jabatan merupakan hak konstitusional warga negara. Namun hal itu harus sesuai dengan undang-undang.

Pernyataan itu disampaikan Pigai menyikapi penangkapan sejumlah aktivis yang dituding melakukan makar, termasuk Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, yang ditangkap pada dini hari tadi.

"Kritikan rakyat itu merupakan hak konstitusional warga negara, termasuk perbuatan atau tindakan mengganti presiden di tengah jalan asal konstitusional melalui parlemen," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, di Jakarta kemarin.

Dia menilai penangkapan Hatta Taliwang dan sejumlah tokoh yang dituduh makar membuktikan watak pemerintahan represif. Sepanjang tindakan makar sesuai dengan konstitusi, menurutnya, hal itu bukan persoalan.

"Penangkapan terhadap Ibu Rachma dkk, termasuk Pak Hatta Taliwang, menujukkan tindakan represif pemerintah. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," katanya.

Pigai mengatakan, makar atau kudeta yang tidak dibenarkan adalah makar yang bersifat inkonstitusional. Hal itu berarti tindakan makar tersebut menimbulkan instabilitas nasional, pelanggaran HAM, menghilangkan demokrasi, dan kedigdayaan sipil.

Dia menjelaskan, dalam human rights and elections disebutkan, di tengah kondisi tertentu atau situasi terpaksa, presiden memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pernyataan darurat atau state in emergency.

Demikian pula dengan rakyat. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan, apakah melalui people power ataupun kudeta, baik oleh militer atau sipil. Dia menyebut tindakan makar pernah dipraktikkan di Indonesia dan di negara-negara lain.

"Keduanya dilakukan hanya semata-mata demi pemulihan stabilitas sosial dan integritas nasional," kata Pigai.

Komisioner asal Papua itu mengatakan, kekuasaan presiden tidak tak terbatas. Dalam arti, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi negara.

Presiden adalah pemangku kewajiban (obligation) atas perlindungan dan pemenuhan HAM. Sementara kedudukan rakyat sebagai pemilik hak (Right holder). Oleh karena itu, rakyat berhak menilai dan mengkritisinya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang berharap proses penyidikan kasus makar ini dilakukan secara transparan.

Dia meminta polisi mempublikasikan bukti makar yang dituduhkan kepada sejumlah orang yang telah ditangkap.

"Kami harapkan sekali lagi, polisi sebaiknya transparan dalam penyidikan. Sampaikanlah kepada masyarakat, agar tidak muncul isu-isu yang tidak kondusif," kata Junimart.

Dia yakin polisi masih memiliki bukti lain terkait dugaan makar tersebut. Namun Junimart belum mengetahui secara pasti dalam bentuk apa bukti tersebut.

"Kami tak tahu apakah mereka (polisi) masih punya bukti lain. Bukti percakapan langsung misalnya, saya yakin itu ada," kata Junimart.

Kemarin polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/obs)

"

| Komisioner | Komnas | HAM: | Makar | Konstitusional | Rakyat | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Natalius | Pigai | menilai | upaya | mengganti | presiden | tengah | masa | jabatan | merup | konstitusional | warga | negara | Namun | harus | sesuai | dengan | undang | Pernyataan | disampaikan | menyikapi | penangkapan | sejumlah | aktivis | yang | dituding | melakukan | makar | termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | ditangkap | pada | dini | hari | tadi | p>Kritikan | rakyat | perbuatan | atau | tind | jalan | asal | parlemen | kata | dalam | keterangan | tertulis | diterima | CNNIndonesia | com< | Jakarta kemarin | p>Dia | tokoh | dituduh | membuktikan | watak | pemerintahan | represif | Sepanjang | konstitusi | menurutnya | bukan | persoalan | p>Penangkapan | terhadap | Rachma | menujukkan | pemerintah | Jangan | sampai | terjadi | penyalahgunaan | kekuasaan | (abuse | power< | em>) | katanya | p> Pigai | mengat | kudeta | dibenarkan | adalah | bersifat | inkonstitusional | berarti | tersebut | menimbulkan | instabilitas | nasional | pelanggaran | menghilangkan | demokrasi | kedigdayaan | sipil | menjelaskan | human | rights | elections< | disebutkan | kondisi | tertentu | situasi | terpaksa | memiliki | kemampuan | untuk | mengeluarkan | pernyataan | darurat | state | emergency | em>< | p>Demikian | pula | Mereka | juga | kesempatan | pengambilalihan | apakah | people | ataupun | baik | oleh | militer | menyebut | pernah | dipraktikkan | Indonesia | lain | p>Keduanya | dilakukan | hanya | semata | mata | demi | pemulihan | stabilitas | sosial | integritas | p>Komisioner | Papua | terbatas | Dalam | arti | dibatasi | p>Presiden | pemangku | kewajiban | (obligation< | atas | perlindungan | pemenuhan | Sementara | kedudukan | sebagai | pemilik | (Right | holder< | Oleh | karena | berhak | mengkritisinya | p>Sementara | anggota | Komisi | Fraksi | PDIP | Junimart | Girsang | berharap | proses | penyidikan | kasus | secara | transparan | meminta | polisi | mempublikasikan | bukti | dituduhkan | kepada | orang | telah | p>Kami | harapkan | sekali | lagi | sebaiknya | Sampaikanlah | masyarakat | agar | muncul | kondusif | yakin | masih | terkait | dugaan | mengetahui | pasti | bentuk | tak tahu | (polisi) | punya | Bukti | percakapan | langsung | misalnya | saya | p>Kemarin | kembali | menangkap | satu | diduga | Kali | rumahnya | pukul | (pmg | obs)< | strong> < |

Penyandang Dana Makar Transfer Bertahap, Polisi Gandeng PPATK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan dalam kasus dugaan pemufakatan makar.

Argo menyebutkan, polisi telah mengantongi nama dari bukti transfer terkait rencana makar itu. Untuk menyidiki aliran dana tersebut, polisi akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Ada (bukti transfer). Nanti kita akan mengajak PPATK juga (untuk menyelidiki aliran dan)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti mengenai dugaan aliran dana tersebut.

"Sedang kita kumpulkan (barang bukti). Sedang kita dalami karena kan banyak toh. Dia (penyandang dana) enggak ngasih langsung gitu, tidak. Kecil, kecil, kecil," ucap dia.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. Ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Penyandang | Dana | Makar | Transfer | Bertahap, | Polisi | Gandeng | PPATK | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Kabid | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | polisi | terus | melakukan | penyidikan | dalam | kasus | dugaan | pemufakatan | makar | p> Argo | menyebutkan | telah | mengantongi | nama | bukti | transfer | terkait | rencana | Untuk | menyidiki | aliran | dana | tersebut | menggandeng | Pusat | Pelaporan | Analisis | Transaksi | Keuangan< | (PPATK) | p> Ada | (bukti | transfer) | Nanti | mengajak | juga | (untuk | menyelidiki | dan) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | menjelaskan | saat | tengah | mengumpulkan | mengenai | p> Sedang | kumpulkan | (barang | bukti) | Sedang | dalami | karena | banyak | (penyandang | dana) | enggak | ngasih | langsung | gitu | Kecil | kecil | ucap | p> Senya | penyidik | Polri< | menetapkan | orang | sebagai | tersangka | Tiga | antaranya | ditahan | untuk | kepentingan | p> Sebanyak | tujuh | yang | ditetapkan | atas | permufakatan | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | Ketujuh | berencana | menggelar | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | Caranya | dengan | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |

Penyandang Dana Makar Transfer Bertahap, Polisi Gandeng PPATK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan dalam kasus dugaan pemufakatan makar.

Argo menyebutkan, polisi telah mengantongi nama dari bukti transfer terkait rencana makar itu. Untuk menyidiki aliran dana tersebut, polisi akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Ada (bukti transfer). Nanti kita akan mengajak PPATK juga (untuk menyelidiki aliran dan)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti mengenai dugaan aliran dana tersebut.

"Sedang kita kumpulkan (barang bukti). Sedang kita dalami karena kan banyak toh. Dia (penyandang dana) enggak ngasih langsung gitu, tidak. Kecil, kecil, kecil," ucap dia.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. Ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Penyandang | Dana | Makar | Transfer | Bertahap, | Polisi | Gandeng | PPATK | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Kabid | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | polisi | terus | melakukan | penyidikan | dalam | kasus | dugaan | pemufakatan | makar | p> Argo | menyebutkan | telah | mengantongi | nama | bukti | transfer | terkait | rencana | Untuk | menyidiki | aliran | dana | tersebut | menggandeng | Pusat | Pelaporan | Analisis | Transaksi | Keuangan< | (PPATK) | p> Ada | (bukti | transfer) | Nanti | mengajak | juga | (untuk | menyelidiki | dan) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | menjelaskan | saat | tengah | mengumpulkan | mengenai | p> Sedang | kumpulkan | (barang | bukti) | Sedang | dalami | karena | banyak | (penyandang | dana) | enggak | ngasih | langsung | gitu | Kecil | kecil | ucap | p> Senya | penyidik | Polri< | menetapkan | orang | sebagai | tersangka | Tiga | antaranya | ditahan | untuk | kepentingan | p> Sebanyak | tujuh | yang | ditetapkan | atas | permufakatan | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | Ketujuh | berencana | menggelar | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | Caranya | dengan | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | Alasan | Penangkapan | Tersangka | Makar< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |