Showing posts sorted by relevance for query dilayangkan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dilayangkan. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Saturday, December 3, 2016

Terduga Makar Bertambah Jadi 11 Orang, Ini Penjelasan Polisi

Liputan6.com, Jakarta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggungjawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

"Penyidik telah memeriksa keterangan ahli, saksi, dan video," ujar Boy.

"

| Terduga | Makar | Bertambah | Jadi | Orang, | Penjelasan | Polisi | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech< | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggungjawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | yakni | Alvin | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Kemudian | kasus | makar | Bintang | Pamungkas | sekarang | juga | dijerat | dengan | tentang | p> Sri | ucapannya | YouTube | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | kata | Jamran | Rizal | Kobar | p> Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | Demo | November | p> Penyidik | memeriksa | keterangan | ahli | saksi | video | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Saturday, December 3, 2016

Terduga Makar Bertambah Jadi 11 Orang, Ini Penjelasan Polisi

Liputan6.com, Jakarta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggungjawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

"Penyidik telah memeriksa keterangan ahli, saksi, dan video," ujar Boy.

"

| Terduga | Makar | Bertambah | Jadi | Orang, | Penjelasan | Polisi | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech< | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggungjawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | yakni | Alvin | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Kemudian | kasus | makar | Bintang | Pamungkas | sekarang | juga | dijerat | dengan | tentang | p> Sri | ucapannya | YouTube | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | kata | Jamran | Rizal | Kobar | p> Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | Demo | November | p> Penyidik | memeriksa | keterangan | ahli | saksi | video | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Polri: Makar Didanai | Republika Online

JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah mendapatkan bukti transfer dana yang melengkapi dugaan pidana makar terhadap sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI. Kendati demikian, pihak kepolisian enggan mengungkap pihak-pihak terkait pendanaan itu.

Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, salah satu bukti makar yang menjerat sejumlah tokoh pekan lalu adalah ditemukan juga bukti transfer antara para tersangka. Meski begitu, sejauh ini masih terus dialami lagi dari mana dan ke mana saja dana itu mengalir. "Bukti transfer itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Tentu ini menjadi bagian tambahan bukti," kata dia.

Selanjutnya, masih kata Martinus, masih akan digali bukti-bukti yang lainnya sehingga dapat memudahkan penyidik dalam mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan kedelapan orang tersebut sebagai tersangka permufakatan jahat yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sedangkan, untuk bukti-bukti yang lain, tambah dia, adalah sejumlah berkas dokumen, video yang diunggah di media sosial, pemberitaan soal pernyataan ajakan makar, dan surat permintaan sidang istimewa ke DPR. "Kemudian adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya permufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Kombes Rikwanto mengiyakan adanya aliran dana khusus terkait makar. "Ada memang, (saya) belum (bisa) memberikan perincian, ya, karena masuk materi penyidikan," ujar Rikwanto, di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Rikwanto juga enggan membeberkan perihal jumlah nominal tersebut. Kendati demikian, kata dia, jumlahnya cukup banyak. Dia pun enggan menerangkan dari mana asal uang tersebut, apakah datang dari pihak swasta atau lainnya. Alasannya, informasi-informasi tersebut masuk ke dalam materi penyidikan dan hanya akan dibuka di pengadilan.

Di tahanan Mapolda Metro Jaya, aktivis Sri Bintang Pamungkas dijenguk istrinya, Erna Lina, kemarin. Selepas kunjungan itu, Erna meminta suaminya dibebaskan. "Saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," ujar Erna, kemarin.

Terkait dengan kondisi suaminya, menurut Erna, masih dalam keadaan sehat dan tetap melakukan kegiatannya di dalam tahanan. Bahkan, kata dia, suaminya tersebut masih menyempatkan diri membuat soal ujian untuk mahasiswanya. "Alhamdulillah sehat. Bapak tetap lakukan kegiatan biasa di tahanan, salah satunya buat soal untuk mahasiswanya," kata Erna.

Kuasa hukum Sri Bintang, Dahlia Zein, mengatakan, pihaknya masih terus berjuang untuk meminta penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut. Namun, kata dia, pihaknya tidak akan mengajukan proses praperadilan. "Bapak bilang tidak usah dan menolak. Karena, untuk apa praperadilan? Karena tidak sesuai dan tidak ada di KUHAP praperadilan itu," kata Zein.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting berharap aparat kepolisian cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan makar. Menurut dia, makar bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan unsur dari tindak pidana. "Apabila tidak ada serangan yang berat (anslaag) maka tuduhan makar tidak terpenuhi. Kepolisian sebaiknya cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan ini agar penegakan hukum berjalan tepat pada relnya," ujar Miko.

Pihak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga mengecam tuduhan makar terhadap sejumlah tokoh yang ditangkap. Menurut dia, tindakan Polri itu dapat disebut sebagai perampasan hak atas kebebasan berpolitik. Sebab, yang dilakukan para tokoh itu adalah menyampaikan kebebasan berpendapat dan menyebarluaskan pendapat mereka, baik melalui media cetak maupun elektronik.

"Apa dengan sepucuk surat bisa menggulingkan Presiden Jokowi dan membubarkan pemerintahannya? Bukankah surat itu dilayangkan ke MPR?" ujar Badan Pengurus Nasional PBHI Suryadi Radjab. rep: Mabruroh, Fauziah Mursid  ed: Fitriyan Zamzami

"

| Polri: | Makar | Didanai | Republika | Online | JAKARTA | Penyidik | Polda | Metro | Jaya | menyat | telah | mendapatkan | bukti | transfer | dana | yang | melengkapi | dugaan | pidana | makar | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | Kendati | demikian | pihak | kepolisian | enggan | mengungkap | terkait | pendanaan | p>Kabagpenum | Polri | Kombes | Martinus | Sitompul | mengat | salah | satu | menjerat | tokoh | pekan | adalah | ditemukan | juga | antara | para | tersangka | Meski | begitu | sejauh | masih | terus | dialami | lagi | mana | mengalir | Bukti | bagian | upaya | saat | Tentu | menjadi | tambahan | kata | p>Selanjutnya | digali | lainnya | dapat | memudahkan | penyidik | dalam | konstruksi | hukum | mempersangk | kedelapan | orang | tersebut | sebagai | permufakatan | jahat | menggulingkan | pemerintahan | p>Sedangkan | untuk | lain | tambah | berkas | dokumen | video | diunggah | media | sosial | pemberitaan | soal | pernyataan | surat | permintaan | sidang | istimewa | Kemudian | adanya | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p>Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | (Karopenmas) | Rikwanto | mengiy | aliran | khusus | memang | (saya) | memberikan | perincian | karena | masuk | materi | penyidikan | Silang | Monas | Jakarta | Pusat | kemarin | p>Rikwanto | membeberkan | perihal | jumlah | nominal | jumlahnya | cukup | banyak | menerangkan | asal | uang | apakah | datang | swasta | Alasannya | informasi | hanya | dibuka | pengadilan | p>Di | tahanan | Mapolda | Bintang | Pamungkas | dijenguk | istrinya | Erna | Lina | Selepas | kunjungan | meminta | suaminya | dibebaskan | Saya | istri | rasanya | adil | kalau | tujuh | dilepaskan | tuduhan | sama | ditahan | p>Terkait | kondisi | menurut | keadaan | sehat | tetap | kegiatannya | Bahkan | menyempatkan | diri | membuat | ujian | mahasiswanya | Alhamdulillah | Bapak | lakukan | kegiatan | biasa | satunya | buat | p>Kuasa | Dahlia | Zein | pihaknya | berjuang | penangguhan | penahanan | kliennya | Namun | mengajukan | proses | praperadilan | bilang | usah | menolak | Karena | sesuai | KUHAP | p>Peneliti | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Ginting | berharap | aparat | cermat | hati | menerapkan | Menurut | bukan | tindak | berdiri | sendiri | melainkan | unsur | Apabila | serangan | berat | (anslaag) | maka | terpenuhi | Kepolisian | sebaiknya | agar | peneg | berjalan | tepat | pada | relnya | p>Pihak | Perhimpunan | Bantuan | Asasi | Manusia | (PBHI) | mengecam | ditangkap | tind | disebut | perampasan | atas | kebebasan | berpolitik | Sebab | dilakukan | menyampaikan | berpendapat | menyebarluaskan | pendapat | baik | cetak | maupun | elektronik | p>Apa | sepucuk | Presiden | Jokowi | membubarkan | pemerintahannya | Bukankah | dilayangkan | Badan | Pengurus | Nasional | PBHI | Suryadi | Radjab | rep: | Mabruroh | Fauziah | Mursid |  ed:< | strong> Fitriyan | Zamzami< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |