Showing posts sorted by relevance for query sebut. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sebut. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Dikaitkan dengan Upaya Makar, Eggi Sudjana Lapor Polisi

Jakarta - Advokat Eggi Sudjana melapor ke Polda Metro Jaya karena disebut-sebut terlibat melakukan pendanaan dalam upaya makar bersama 8 orang yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Eggi melaporkan adanya penyebaran informasi yang mengaitkan dirinya dengan upaya makar.

"Ini luar biasa karena saya dituduh dengan situasi seperti ini, gambar tentang dana gerakan dari tanggal 2 Desember kemarin dan mengarah pada makar. Ini kan sangat serius," terang Eggi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi kemudian memperlihatkan sebuah gambar skema donatur dalam aksi 'Bela Islam' yang dia dapatkan dari seseorang bernama Julia. Julia ini menurut Eggi mengklaim sebagai penasihat hukum yang juga disebut-sebut sebagai pendana dalam gambar skema yang diterimanya.

"Saya pertama dapat ini lewat WA, dari saudari Julia yang saya kenal begitu saja. Tapi setelah saya tanya-tanya dan konfirmasi kepada dia langsung, dia mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, itu menariknya di situ," terang Eggi.

"Tapi kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi saya tahunya pertama dari dia ini. Kemudian saya print, kemudian saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, tudingan tersebut sangat serius dan berdampak ke kehidupan pribadinya. Karena Eggi menegaskan tidak terlibat dengan upaya percobaan makar.

"Karena ini menyangkut makar, padahal kita tidak mau makar. Kalau makar dalam arti makan ramai-ramai, itu setuju. Tapi kalau makar yang ini bahaya," lanjutnya.

Dalam gambar skema tersebut, Eggi disebut dari kelompok Gerakan Oposisi Nasional (Gonas) di bawah aktivis Ratna Sarumpaet. Selain nama Eggi dan Ratna Sarumpet, ada juga nama-nama di antara 7 tersangka lain yang diduga mencoba melakukan makar, seperti purnawirawan TNI Kivlan Zein dan Adityawarman Thaha.

"Saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gerakan Oposisi Nasional dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," imbuh Eggi.

Meski terlibat dalam aksi 2 Desember lalu, namun Eggi menegaskan hal itu tidak ada kaitan dengan upaya makar seperti yang dituduhkan terhadapnya.

"Karena kita tahu, aksi 2 Desember kemarin adalah murni ibadah karena Allah SWT. Saya menjadi risau karena saya sungguh tidak berada di posisi putaran-putaran itu (para tersangka makar-red)," imbuhnya.

Berdasarkan gambar yang ditunjukkan Eggi, ada beberapa aktivis, tokoh agama hingga tokoh politik yang masuk dalam skema.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri, itu harapan saya," imbuhnya.

Sementara itu, Supramono selaku kuasa hukum Eggi mengatakan, laporan kliennya itu diterima dalam laporan polisi bernomor LP/5984/XII/2016/PMJ/Ditreskrimum dengan persangkaan Pasal 27 ayat (3), dan Pasal 28 ayat (1) dan atau ayat (2), jo Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310, dan Pasal 311 KUHP.

"Mudah-mudahan penydik dapat mengungkap semua kebenaran sehingga semua clear dan tak ada masalah. Terutama klien kami, Eggi Sudjana, agar harkat dan martabatnya dipulihkan kembali. Mudah-mudahan polisi bisa bertindak dengan proporsional dan profesional," ujar Supramono.

(mei/fdn)

"

| Dikaitkan | dengan | Upaya | Makar, | Eggi | Sudjana | Lapor | Polisi | Jakarta< | strong> | Advokat | melapor | Polda | Metro | Jaya | karena | disebut | sebut | terlibat | melakukan | pendanaan | dalam | upaya | makar | bersama | orang | yang | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | melaporkan | adanya | penyebaran | informasi | mengaitkan | dirinya | luar | biasa | saya | dituduh | situasi | seperti | gambar | tentang | dana | tanggal | Desember | kemarin | mengarah | pada | sangat | serius | terang | kepada | wartawan | Mapolda | Jakarta | Selasa | 2016) | p>Eggi | kemudian | memperlihatkan | sebuah | skema | donatur | aksi | Bela | Islam | dapatkan | seseorang | bernama | Julia | menurut | mengklaim | penasihat | hukum | juga | pendana | diterimanya | p>Saya | pertama | dapat | lewat | kenal | begitu | Tapi | setelah | tanya | konfirmasi | langsung | mengaku | Tommy | Soeharto | menariknya | situ | p>Tapi | kenapa | mempersoalkan | enggak | ngerti | tahunya | Kemudian | print | bikin | laporan | sini | ujarnya | p>Menurut | tudingan | tersebut | berdampak | kehidupan | pribadinya | Karena | menegaskan | percobaan | p>Karena | menyangkut | padahal | Kalau | arti | ramai | setuju | kalau | bahaya | lanjutnya | p>Dalam | kelompok | Oposisi | Nasional | (Gonas) | bawah | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Selain | nama | Sarumpet | antara | lain | diduga | mencoba | purnawirawan | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thaha | pernah | menam | diri | koordinasi | imbuh | p>Meski | kaitan | dituduhkan | terhadapnya | tahu | adalah | murni | ibadah | Allah | Saya | menjadi | risau | sungguh | berada | posisi | putaran | (para | red) | imbuhnya | p>Berdasarkan | ditunjukkan | beberapa | tokoh | agama | politik | masuk | p>Imbauan | Habib | Rizieq | Bachtiar | Nasir | Munarman | Bintang | paling | utama | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | p>Sementara | Supramono | selaku | kuasa | mengat | kliennya | diterima | bernomor | 5984 | 2016 | Ditreskrimum | persangkaan | Pasal | ayat | atau | Nomor | Tahun | 2008 | KUHP | p>Mudah | mudahan | penydik | mengungkap | semua | kebenaran | clear | masalah | Terutama | klien | kami | agar | harkat | martabatnya | dipulihkan | kembali | Mudah | bertindak | proporsional | profesional | ujar | p>(mei | fdn)< |

Sunday, December 4, 2016

Yusril Sebut Tuduhan Makar ke Ratna Sarumpaet Cs Masih Jauh

Jakarta - Yusril Ihza Mahendra menilai unsur tuduhan makar kepada kliennya, Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri masih terlalu jauh. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sebagai upaya preventif.

"Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah. Dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat pertemuan kritik pemerintah itu normal saja," ujar Yusril di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Dirinya mengatakan, khusus Ratna Sarumpaet, Yusril menyebut kliennya tidak mengikuti konferensi 1 Desember lalu. Proses penangkapan yang dilakukan kepolisian juga merupakan langkah pencegahan.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," terangnya.

"Saya coba lihat persoalan ini secara jernih karena ibu Ratna dan Rachma sudah menunjuk saya sebagai kuasa hukum penasehat hukum beliau, akan saya tanani kasus ini dengan sebaik-baiknya," sambungnya.

Khusus soal makar, pada pasal 87, pasal 107 dari KUHP makar yang dimaksudkan adalan tindakan / upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Upaya-upaya makar dirumuskan dalam KUHP, seperti dilakukan bersama-sama, ada pemufakatan, ada tahapan perencanaan, dan tahapan pelaksanaan.

Pasal tersebut adalah pasal yang dituduhkan kapada kliennya. Dirinya berharap orang-orang yang ditangkap segera dibebaskan oleh polisi.

"Pak Sri Bintang Pamungkas, Pak Jamran dan Pak Rizal, kalau setidaknya benar-benar setuju saya akan tangani semua mereka-mereka ini. Mudah-mudahan Pak Sri Bintang, Jamran, Rizal bisa segera dibebaskan dari tahanan," ucapnya.
(mna/asp)

"

| Yusril | Sebut | Tuduhan | Makar | Ratna | Sarumpaet | Masih | Jauh | Jakarta< | strong> | Ihza | Mahendra | menilai | unsur | tuduhan | makar | kepada | kliennya | Rachmawati | Soekarnoputri | masih | jauh | Penangkapan | yang | dilakukan | oleh | polisi | dianggap | sebagai | upaya | preventif | Kelihatannya | kalau | sampai | pelaksanaan | bahwa | melakukan | rapat | pertemuan | kritik | pemerintah | normal | ujar | Hotel | Century | Senayan | Jakarta | Pusat | Minggu | 2016) | p>Dirinya | mengat | khusus | menyebut | mengikuti | konferensi | Desember | Proses | penangkapan | kepolisian | juga | merup | langkah | pencegahan | p>Lalu | mengambil | sejumlah | tokoh | ditangkap | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | terangnya | p>Saya | coba | lihat | persoalan | secara | jernih | karena | Rachma | menunjuk | saya | kuasa | hukum | penasehat | beliau | tanani | kasus | dengan | sebaik | baiknya | sambungnya | p>Khusus | soal | pada | pasal | KUHP | dimaksudkan | adalan | tind | menggulingkan | pemerintahan | Upaya | dirumuskan | dalam | seperti | bersama | sama | pemufakatan | tahapan | perencanaan | p>Pasal | tersebut | adalah | dituduhkan | kapada | Dirinya | berharap | orang | segera | dibebaskan | p>Pak | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | senya | benar | setuju | tangani | semua | Mudah | mudahan | tahanan | ucapnya | (mna | asp)< |

Monday, December 5, 2016

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Polri Sebut Rachmawati Cs Makar dalam Bentuk Permufakatan

Liputan6.com, Jakarta Polri telah menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, salah satunya putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, sebagai tersangka dugaan makar. Penangkapan dilakukan sesaat sebelum aksi damai Jumat 2 Desember di Monas dimulai.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, makar memiliki banyak pengertian berdasarkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

"Antara lain makar terhadap kepala negara, makar terhadap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah, makar sebagai permufakatan, dan makar oleh pemberontakan, biasanya dengan senjata api dan sebagainya," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, yang saat ini ditangani Polri merupakan makar sebagai sebuah permufakatan. Di mana hal itu dapat dikategorikan sebagai perbuatan delik formil, sehingga penangkapan terhadap para tersangka tidak perlu menunggu perbuatan makar terjadi.

"Artinya dia tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya rencana dan kesepakatan, permufakatan oleh sekelompok orang dapat dipersangkakan dengan pasal ini (Pasal 170 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP)," jelas dia.

Namun begitu, Boy menegaskan bahwa polisi telah memiliki bukti permulaan yang kuat untuk menangkap dan mempersangkakan mereka dalam perkara dugaan makar. Polisi bahkan telah mengindikasikan pidana ini jauh-jauh hari.

"Penyidik perlahan mendeteksi adanya berbagai pertemuan, kegiatan, penyelidikan, pengumpulan alat bukti, dan rumusan permufakatan itu," kata Boy.

Penyelidikan ini secara intens dilakukan sekitar tiga pekan lalu, atau setelah aksi besar-besaran pada Jumat 4 November 2016. Indikasi adanya upaya makar juga pernah disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian jauh sebelum aksi damai 2 Desember direncanakan.

"Jadi setelah peristiwa itu (demo 4 November), ketika masyarakat antusias melakukan unjuk rasa, ada upaya-upaya yang tidak sejalan dengan aspirasi yang sebenarnya, tapi justru memiliki tujuan lain," jelas dia.

Sebagai Edukasi

Boy menuturkan, penangkapan 11 tokoh terkait dugaan makar ini cukup bagus dijadikan sebagai pembelajaran atau edukasi terhadap masyarakat. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang mengartikan makar sebagai bentuk pemberontakan bersenjata.

"Selama ini makar diartikan suatu yang sensitif, yang dikonotasikan dengan tindakan pemberontakan bersenjata," kata Boy.

"Tapi makar di era demokrasi ini, dia memanfaatkan ruang demokrasi untuk menelurkan ide, gagasan yang bisa disalahartikan oleh sekelompok orang, dan bisa menggulirkan suatu reaksi yang bersifat penghasutan," sambung dia.

Menurut Boy, demokrasi bukan berarti masyarakat bebas berbuat semaunya tanpa memperhatikan aturan hukum. Sebagai negara hukum, kebebasan di Indonesia tentu tidak absolut.

"Karena hukum itu harus diyakini menjadi sebuah produk yang demokratis karena melalui proses legislasi," terang Jenderal Bintang Dua itu.

Mantan Kapolda Banten itu meminta, masyarakat berpikir jernih terlebih dulu dalam setiap tindakan. Jangan sampai masyarakat terjebak dalam kebebasan yang kebablasan.

"Jadi ini adalah sesuatu yang perlu kita simak, jangan sampai menjadi sebuah pemahaman yang nanti keliru, melahirkan suatu kegiatan yang inskonstitusional," pungkas Boy.

"

| Polri | Sebut | Rachmawati | Makar | dalam | Bentuk | Permufakatan | Liputan6 | Jakarta< | strong> | telah | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | salah | satunya | putri | Bung | Karno | Soekarnoputri | sebagai | tersangka | dugaan | makar< | Penangkapan | dilakukan | sesaat | aksi | damai | Jumat | Desember | Monas | dimulai | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | makar | memiliki | banyak | pengertian | berdasarkan | pada | hukum | yang | berlaku | Indonesia | p> Antara | lain | terhadap | kepala | negara | upaya | menggulingkan | pemerintahan | permufakatan | oleh | pemberont | biasanya | dengan | senjata | sebagainya | ujar | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | saat | ditangani | merup | sebuah | mana | dapat | dikategorikan | perbuatan | delik | formil | penangkapan | para | perlu | menunggu | terjadi | p> Artinya | adanya | rencana | kesepakatan | sekelompok | orang | dipersangk | pasal | (Pasal | Pasal | KUHP) | jelas | p> Namun | begitu | menegaskan | bahwa | polisi | bukti | permulaan | kuat | untuk | mempersangk | perkara | Polisi | bahkan | mengindikasikan | pidana | jauh | hari | p> Penyidik | perlahan | mendeteksi | berbagai | pertemuan | kegiatan | penyelidikan | pengumpulan | alat | rumusan | kata | p> Penyelidikan | secara | intens | tiga | pekan | atau | setelah | besar | besaran | November | 2016 | Indikasi | juga | pernah | disampaikan | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | direncan | p> Jadi | peristiwa | (demo | November) | ketika | masyarakat | antusias | melakukan | unjuk | rasa | sejalan | aspirasi | sebenarnya | justru | tujuan | p> Sebagai | Edukasi< | strong>< | menuturkan | terkait | cukup | bagus | dijadikan | pembelajaran | edukasi | Sebab | selama | mengartikan | bentuk | bersenjata | p> Selama | diartikan | suatu | sensitif | dikonotasikan | tind | p> Tapi | demokrasi | memanfaatkan | ruang | menelurkan | gagasan | disalahartikan | menggulirkan | reaksi | bersifat | penghasutan | sambung | p> Menurut | bukan | berarti | bebas | berbuat | semaunya | tanpa | memperhatikan | aturan | Sebagai | kebebasan | tentu | absolut | p> Karena | harus | diyakini | menjadi | produk | demokratis | karena | proses | legislasi | terang | Bintang | p> Mantan | Kapolda | Banten | meminta | berpikir | jernih | terlebih | dulu | setiap | Jangan | sampai | terjebak | kebablasan | adalah | sesuatu | simak | jangan | pemahaman | nanti | keliru | melahirkan | inskonstitusional | pungkas | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Begini Jawaban Sri Bintang Saat Ditanya Penyidik Soal Dugaan Makar

Jakarta - Pengacara Razman Nasution membantah jika kliennya, Sri Bintang Pamungkas, tidak kooperatif. Menurutnya, sang klien juga meneken BAP (Berita Acara Pemeriksaan), hanya saja tidak mau menjawab soal dugaan makar yang dituduhkan.

"Dia tanda tangan, tapi ketika ditanya kenapa -dia dikatakan sangkaan makar dan apa yang dia lakukan apakah ada rapat (dengan Rachmawati Soekarno Putri dkk)-, dia enggak bilang," kata Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Ketika ditanya soal dugaan makar, Sri Bintang meminta penyidik untuk mencari alat buktinya. "(Sri Bintang menjawab penyidik) silahkan anda cari alasannya, saya hanya berkirim surat kepada DPR RI, suratnya ada," kata Razman menirukan jawaban kliennya.

Menurut Razman, dengan dikirimnya surat permintaan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk dilakukan sidang istimewa itu bukanlah upaya makar.

"Pasal 107 itu adalah pasal tentang makar, menggulingkan pemerintahan, ini apa yang digulingkan di sini?" lanjutnya.

Razman mengaku, dia sendiri telah berkomunikasi dengan seorang penyidik bernama Suhartono. Suhartono kepada Razman disebut mengatakan bahwa selama diperiksa Sri Bintang bersikap kooperatif.

"Jadi saya saksikan di situ ada saudara Suhartono ya, saya siap bertemu dengan Suhartono itu. Suhartono ketemu saya, (dan bilang) 'SBP itu dia bagus'," sebut Razman.

"Bahkan beliau disuruh istirahat sama penyidik, 'tidur dulu', ketika saya datang, koordinasi, kemudian dia kasih tidur, ditanya (ke Suhartono-red) pak teken?, teken beliau (Sri Bintang), beliau tanda tangan kok," tandasnya.
(mei/elz)

"

| Begini | Jawaban | Bintang | Saat | Ditanya | Penyidik | Soal | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Pengacara | Razman | Nasution | membantah | jika | kliennya | Pamungkas | kooperatif | Menurutnya | sang | klien | juga | meneken | (Berita | Acara | Pemeriksaan) | hanya | menjawab | soal | dugaan | makar | yang | dituduhkan | tanda | tangan | ketika | ditanya | kenapa | dikat | sangkaan | lakukan | apakah | rapat | (dengan | Rachmawati | Soekarno | Putri | dkk) | enggak | bilang | kata | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Jaya | Jakarta | Rabu | 2016) | p>Ketika | meminta | penyidik | untuk | mencari | alat | buktinya | (Sri | penyidik) | silahkan | anda | cari | alasannya | saya | berkirim | surat | suratnya | menirukan | jawaban | p>Menurut | dengan | dikirimnya | permintaan | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | dilakukan | sidang | istimewa | bukanlah | upaya | p>Pasal | adalah | pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | digulingkan | sini | lanjutnya | p>Razman | mengaku | sendiri | telah | berkomunikasi | seorang | bernama | Suhartono | disebut | mengat | bahwa | selama | diperiksa | bersikap | p>Jadi | saksikan | situ | saudara | siap | bertemu | ketemu | (dan | bilang) | bagus | sebut | p>Bahkan | beliau | disuruh | istirahat | sama | tidur | dulu | datang | koordinasi | kemudian | kasih | red) | teken | Bintang) | tandasnya | (mei | elz)< |

Thursday, December 8, 2016

Kapolda Metro Sebut Hatta Taliwang Berperan di Rapat Dugaan Makar

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan membeberkan peran dan bukti Hatta Taliwang dalam kasus dugaan makar. Hatta Taliwang sebelumnya ditangkap polisi pada Kamis dini hari kemarin.

"Ada perannya dalam rapat, ada foto juga," kata Iriawan di sela acara sepedan santai di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (9/12/2016).

Iriawan menjelaskan, pihaknya juga mengamankan dokumen-dokumen di rumah Hatta Taliwang. Dokumen-dokumen itu akan diteliti untuk penyelidikan lebih jauh.

"Dokumen-dokumen juga kami amankan biar lebih jelas, akan kita teliti," ujarnya.

Mantan Kadiv Propam Polri itu menegaskan, Hatta Taliwang tidak hanya dikenai UU ITE karena dugaan penyebaran informasi bernuansa SARA. Namun juga dikenakan UU dugaan makar.

"Yang bersangkutan kena UU ITE dan makar. Percobaan makar ada pidananya. Hari ini masih diperiksa," tuturnya.

Sementara itu, Iriawan menuturkan masih mendalami aliran dana makar kasus ini. Dia berjanji akan membeberkan ke publik setelah penelusuran dana itu gamblang.

"Ada yang mendanai, nanti kita jelaskan. Sabar. Dananya ada yang dikucurkan secara bertahap, ada yang langsung, macam-macam," ujarnya.

(idh/imk)

"

| Kapolda | Metro | Sebut | Hatta | Taliwang | Berperan | Rapat | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Jaya | Irjen | Mochammad | Iriawan | membeberkan | peran | bukti | dalam | kasus | dugaan | makar | senya | ditangkap | polisi | pada | Kamis | dini | hari | kemarin | perannya | rapat | foto | juga | kata | sela | acara | sepedan | santai | Ancol | Jakarta | Utara | Jumat | 2016) | p>Iriawan | menjelaskan | pihaknya | mengamankan | dokumen | rumah | Dokumen | diteliti | untuk | penyelidikan | lebih | jauh | p>Dokumen | kami | amankan | biar | jelas | teliti | ujarnya | p>Mantan | Kadiv | Propam | Polri | menegaskan | hanya | dikenai | karena | penyebaran | informasi | bernuansa | SARA | Namun | diken | p>Yang | bersangkutan | kena | Percobaan | pidananya | Hari | masih | diperiksa | tuturnya | p>Sementara | menuturkan | mendalami | aliran | dana | berjanji | publik | setelah | penelusuran | gamblang | p>Ada | yang | mendanai | nanti | jelaskan | Sabar | Dananya | dikucurkan | secara | bertahap | langsung | macam | p>(idh | imk)< |

Friday, December 2, 2016

Dugaan Makar, Polisi Sebut Ahmad Dhani Dkk Bisa Ditahan

Bintang.com, Jakarta Dugaan >makar menjadi alasan pihak berwajib untuk menangkap >Ahmad Dhani dan beberapa aktivis di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, dan Kivlan Zein. Mereka diciduk rata-rata pada pagi hari, Jumat (2/12).

"Saya datang ke Mako Brimob karena dapat info adanya beberapa orang aktivis yang ditangkap atau dipanggil untuk dimintai keterangan Polda Metro dan mengambil tempat di Mako," kata Razman Arif Nasution, kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat (2/12).

Orang yang ditangkap itu akan diperiksa lantaran ada beberapa perbuatan yang melanggar KUHP. Bahkan, beberapa kali ada panggilan tapi tidak di indahkan. Hingga akhirnya di lakukan upaya penangkapan. (Bambang E. Ros/Bintang.com)

"Di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati, Ahmad Dhani, dan Kivlan zein. Khusus Sri Bintang, saya diminta jadi kuasa hukum, ini ada surat kuasanya," lanjut Razman.

Pasal yang disangkakan oleh polisi kepada Ahmad Dhani Dkk adalah pasal tentang makar. "Pasal yang disangkakan adalah pasal 107 jo pasal 110 jo pasal 87 KUHP tentang tindakan makar. Ini bukan gampang," tegas Razman.

Ditambahkan oleh Razman, pemeriksaan sudah berjalan. Beberapa orang yang ditangkap tersebut juga sudah didampingi oleh kuasa hukumnya masing-masing. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah status tersangka yang telah disematkan.

Ahmad Dhani dan beberapa aktivis lain di tangkap polisi. Dhani dan Ratna Sarumpaet ditangkap bersama dengan kedelapan orang lainnya karena disebut-sebut berbuat makar. (Istimewa)

Polisi sendiri memungkinkan adanya penahanan terhadap beberapa orang yang ditangkap karena dugaan makar tersebut. Namun, menurut Razman alasan polisi cenderung dibuat-buat terkait penahanan itu.

"Pemeriksaan sudah berjalan. Saya tanya, apakah ditahan atau tidak. Kalau kooperatif tidak ditahan, kalau tidak kooperatif ditahan. Saya gak tahu bahasa apa itu. Karena setahu saya, dilihat satu kali 24 jam," tukas Razman Arif Nasution.

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Sebut | Ahmad | Dhani | Bisa | Ditahan | Bintang | Jakarta< | strong> | >Ahmad | Dhani< | beberapa | aktivis | antaranya | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Mereka | diciduk | rata | pada | pagi | hari | Jumat | p> Saya | datang | Mako | Brimob | karena | dapat | info | adanya | orang | yang | ditangkap | atau | dipanggil | untuk | dimintai | keterangan | Polda | Metro | mengambil | tempat | kata | Razman | Arif | Nasution | kuasa | hukum | Depok | Jawa | Barat | p> < | blockquote> < | p> Di | zein | Khusus | saya | diminta | jadi | surat | kuasanya | lanjut | p> Pasal | disangkakan | oleh | polisi | kepada | adalah | pasal | tentang | makar | Pasal | KUHP | tindakan | bukan | gampang | tegas | p> Ditambahkan | pemeriksaan | sudah | berjalan | Beberapa | tersebut | juga | didampingi | hukumnya | masing | Namun | menjadi | pertanyaan | status | tersangka | telah | disematkan | p> Polisi | sendiri | memungkinkan | penahanan | terhadap | dugaan | menurut | alasan | cenderung | dibuat | buat | terkait | p> Pemeriksaan | Saya | tanya | apakah | ditahan | tidak | Kalau | kooperatif | kalau | tahu | bahasa | Karena | setahu | dilihat | satu | kali | tukas | p> |

Dugaan Makar, Polisi Sebut Ahmad Dhani Dkk Bisa Ditahan

Bintang.com, Jakarta Dugaan >makar menjadi alasan pihak berwajib untuk menangkap >Ahmad Dhani dan beberapa aktivis di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, dan Kivlan Zein. Mereka diciduk rata-rata pada pagi hari, Jumat (2/12).

"Saya datang ke Mako Brimob karena dapat info adanya beberapa orang aktivis yang ditangkap atau dipanggil untuk dimintai keterangan Polda Metro dan mengambil tempat di Mako," kata Razman Arif Nasution, kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat (2/12).

Orang yang ditangkap itu akan diperiksa lantaran ada beberapa perbuatan yang melanggar KUHP. Bahkan, beberapa kali ada panggilan tapi tidak di indahkan. Hingga akhirnya di lakukan upaya penangkapan. (Bambang E. Ros/Bintang.com)

"Di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati, Ahmad Dhani, dan Kivlan zein. Khusus Sri Bintang, saya diminta jadi kuasa hukum, ini ada surat kuasanya," lanjut Razman.

Pasal yang disangkakan oleh polisi kepada Ahmad Dhani Dkk adalah pasal tentang makar. "Pasal yang disangkakan adalah pasal 107 jo pasal 110 jo pasal 87 KUHP tentang tindakan makar. Ini bukan gampang," tegas Razman.

Ditambahkan oleh Razman, pemeriksaan sudah berjalan. Beberapa orang yang ditangkap tersebut juga sudah didampingi oleh kuasa hukumnya masing-masing. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah status tersangka yang telah disematkan.

Ahmad Dhani dan beberapa aktivis lain di tangkap polisi. Dhani dan Ratna Sarumpaet ditangkap bersama dengan kedelapan orang lainnya karena disebut-sebut berbuat makar. (Istimewa)

Polisi sendiri memungkinkan adanya penahanan terhadap beberapa orang yang ditangkap karena dugaan makar tersebut. Namun, menurut Razman alasan polisi cenderung dibuat-buat terkait penahanan itu.

"Pemeriksaan sudah berjalan. Saya tanya, apakah ditahan atau tidak. Kalau kooperatif tidak ditahan, kalau tidak kooperatif ditahan. Saya gak tahu bahasa apa itu. Karena setahu saya, dilihat satu kali 24 jam," tukas Razman Arif Nasution.

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Sebut | Ahmad | Dhani | Bisa | Ditahan | Bintang | Jakarta< | strong> | >Ahmad | Dhani< | beberapa | aktivis | antaranya | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Mereka | diciduk | rata | pada | pagi | hari | Jumat | p> Saya | datang | Mako | Brimob | karena | dapat | info | adanya | orang | yang | ditangkap | atau | dipanggil | untuk | dimintai | keterangan | Polda | Metro | mengambil | tempat | kata | Razman | Arif | Nasution | kuasa | hukum | Depok | Jawa | Barat | p> < | blockquote> < | p> Di | zein | Khusus | saya | diminta | jadi | surat | kuasanya | lanjut | p> Pasal | disangkakan | oleh | polisi | kepada | adalah | pasal | tentang | makar | Pasal | KUHP | tindakan | bukan | gampang | tegas | p> Ditambahkan | pemeriksaan | sudah | berjalan | Beberapa | tersebut | juga | didampingi | hukumnya | masing | Namun | menjadi | pertanyaan | status | tersangka | telah | disematkan | p> Polisi | sendiri | memungkinkan | penahanan | terhadap | dugaan | menurut | alasan | cenderung | dibuat | buat | terkait | p> Pemeriksaan | Saya | tanya | apakah | ditahan | tidak | Kalau | kooperatif | kalau | tahu | bahasa | Karena | setahu | dilihat | satu | kali | tukas | p> |

Thursday, December 8, 2016

Polisi Sebut Dana untuk Dugaan Makar Ditransfer Secara Bertahap

Jakarta - Polisi telah mengetahui pendana dalam dugaan upaya makar yang diduga dilakukan oleh Rachmawati Soekarno Putri dkk. Menurut polisi, dana yang diduga untuk makar itu tak ditransfer sekaligus.

"Sedang kita kumpulkan, sedang kita dalami, karena kan banyak toh. Dia (donatur) enggak ngasih langsung gitu tidak, kecil, kecil, kecil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jay Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Argo menambahkan, pihak kepolisian masih mempelajari aliran dana tersebut. "Yang penting (aliran) dananya sudah ada," imbuh Argo.

Meski sudah mengetahui adanya aliran dana tersebut, namun Argo belum bisa menyampaikan berapa besaran dana tersebut.

"Ya sedang kita pelajari," tambahnya.

Lebih lanjut, Argo mengatakan, pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mempelajari aliran dana tersebut.

Selanjutnya, saat ditanya bagaimana cara polisi memastikan dana yang ditransfer itu adalah untuk upaya makar, Argo menjawab itu adalah salah satu bagian dari teknis penyidik.

"Itu keahlian penyidik," tutur Argo.
(mei/rvk)

"

| Polisi | Sebut | Dana | untuk | Dugaan | Makar | Ditransfer | Secara | Bertahap | Jakarta< | strong> | telah | mengetahui | pendana | dalam | dugaan | upaya | makar | yang | diduga | dilakukan | oleh | Rachmawati | Soekarno | Putri | Menurut | polisi | dana | ditransfer | sekaligus | Sedang | kumpulkan | dalami | karena | banyak | (donatur) | enggak | ngasih | langsung | gitu | kecil | ujar | Kabid | Humas | Polda | Metro | Kombes | Argo | Yuwono | kepada | wartawan | Mapolda | Jaya | Jakarta | Kamis | 2016) | p>Argo | menambahkan | pihak | kepolisian | masih | mempelajari | aliran | tersebut | Yang | penting | (aliran) | dananya | imbuh | p>Meski | adanya | menyampaikan | berapa | besaran | p>Ya | pelajari | tambahnya | p>Lebih | lanjut | mengat | tengah | berkoordinasi | dengan | Pusat | Pelaporan | Analisis | Transaksi | Keuangan | (PPATK) | p>Selanjutnya | saat | ditanya | bagaimana | cara | memastikan | adalah | menjawab | salah | satu | bagian | teknis | penyidik | p>Itu | keahlian | tutur | (mei | rvk)< |