Showing posts sorted by relevance for query div> Ia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query div> Ia. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Pemerintah Harus Bijak Tangani Kasus Dugaan Makar : Okezone News

JAKARTA â€" Sejumlah aktivis dan tokoh nasional beberapa waktu lalu ditangkap di tempat-tempat berbeda. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Menanggapi hal itu, Presidium Persatuan Pergerakan (PP) Andrianto meminta kepada pemerintah agar lebih bijak dalam penanganan kasus tersebut.

"Pemerintah, terutama aparat Polri, lebih bijaklah dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai Reformasi jadi setback kembali," kata Andrianto saat berbincang dengan Okezone, Kamis (8/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, sebuah langkah mundur jika pasal karet makar diterapkan kembali kepada aktivis yang kritis terhadap pemerintah. "Reformasi ini buah dari tindakan korektif terhadap pemerintahan yang otoriter terhadap kritik masyarakat. Buah Reformasi itulah berupa kebebasan yang berlaku dengan cara-cara beradab," sambung Andrianto.

Ia menerangkan, apa yang telah dilakukan oleh sejumlah aktivis dan para tokoh masih berada di dalam koridor. "Makar itu definisinya lebih mengganti penguasa dan sistem dengan cara-cara pemaksaan. Sementara para tokoh itu lebih pada cara-cara konstitusional," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Namun ketujuh tersangka makar yakni Kivlan Zain, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Rachmawati, Firza Husein, Eko, dan Alvin Indra dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Sementara musisi sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani, ditangkap karena diduga melakukan penghinaan terhadap penguasa atau presiden. Sedangkan tiga orang lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Mapolda Metro Jaya dengan jeratan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat.

"

| Pemerintah | Harus | Bijak | Tangani | Kasus | Dugaan | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Sejumlah | aktivis | tokoh | nasional | beberapa | waktu | ditangkap | tempat | berbeda | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | makar | Menanggapi | Presidium | Persatuan | Perger | (PP) | Andrianto | meminta | kepada | pemerintah | agar | lebih | bijak | dalam | penanganan | kasus | tersebut | p> Pemerintah | terutama | aparat | Polri | bijaklah | Jangan | sampai | Reformasi | jadi | setback< | kembali | kata | saat | berbincang | dengan | Okezone< | Kamis | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | sebuah | langkah | mundur | jika | pasal | karet | diterapkan | yang | kritis | terhadap | buah | tind | korektif | pemerintahan | otoriter | kritik | masyarakat | Buah | itulah | berupa | kebebasan | berlaku | cara | beradab | sambung | p> Ia | menerangkan | telah | dilakukan | oleh | sejumlah | para | masih | berada | koridor | definisinya | mengganti | penguasa | sistem | pemaksaan | Sementara | pada | konstitusional | ucapnya | p> Sebagaimana | diketahui | sebanyak | hampir | bersamaan | Namun | ketujuh | tersangka | yakni | Kivlan | Zain | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Firza | Husein | Alvin | Indra | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Sementara | musisi | sekaligus | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | karena | melakukan | penghinaan | atau | presiden | Sedangkan | tiga | orang | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Mapolda | Metro | Jaya | jeratan | Pasal | Ayat | juncto | KUHP | tentang | Pemufakatan | Jahat | p> |

Sunday, December 4, 2016

Politikus Gerindra Ini Desak Polisi Tak Tuduh Makar | hukum

Sekjen Komite Bangkit Indonesia Ferry Juliantono setelah menjalani sidang perdana di Pengadilan Jakarta Pusat, (19/11). Ferry Juliantono diduga mendalangi demo di depan DPR dan kampus Universitas Katolik Atmajaya Jakarta yang berakhir rusuh. TEMPO/Am

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono mendesak kepolisian untuk menghapuskan tuduhan makar terhadap pihak-pihak yang kritis menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Ia menginginkan kejadian penangkapan 11 aktivis adalah yang terakhir atas tuduhan mereka melakukan makar.

“Jangan lagi gunakan isu makar untuk orang-orang yang kritis di negara ini,” kata Ferry di Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2016. Ia beralasan apabila kepolisian menilai sikap kritis terhadap pemerintah diartikan sebagai makar maka adalah sikap yang keliru. Sebab, nantinya sudah tidak ada lagi perbedaan antara kritis dan makar.

Ferry menilai makar adalah penggunaan kekuasaan bersenjata untuk menggulingkan pemerintahan. Untuk 11 orang yang ditangkap polisi menjelang aksi super damai Jumat kemarin hanyalah orang yang kritis menyuarakan aspirasi kepada pemerintah. Ia menilai tidak mungkin kesebelas orang itu melakukan makar.

Menurut Ferry, kasus penangkapan adalah buntut dari ketidaktegasan aparat kepolisian dalam menangani perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Polisi dinilai kebingungan dan terkesan melindungi Ahok.

Ferry justru khawatir, ketidaktegasan kepolisian untuk menahan Ahok berbuntut pada aksi lain yang tidak sedamai aksi bela Islam jilid lll kemarin. Ia mendesak agar polisi segera menahan Ahok. “Kalau Ahok ditahan, pasti aman,” ujar dia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya sudah membebaskan 8 dari 11 orang yang ditangkap atas dugaan makar. Namun 3 orang lainnya dipastikan ditahan. Mereka berinisial J, RK, dan SBP.

Martinus berasalan penyidik telah menemukan bukti-bukti yang cukup untuk menahan tida orang itu. Ia menyebutkan sudah ada upaya perencanaan makar yang dilakukan. Yaitu mendompleng aksi bela Islam jilid lll dengan agenda politik. Ia mengatakan ada upaya bergerak ke DPR dan memaksa parlemen menggelar sidang istimewa.

DANANG FIRMANTO

"

| Politikus | Gerindra | Desak | Polisi | Tuduh | Makar | hukum | Sekjen | Komite | Bangkit | Indonesia | Ferry | Juliantono | setelah | menjalani | sidang | perdana | Pengadilan | Jakarta | Pusat | diduga | mendalangi | demo | depan | kampus | Universitas | Katolik | Atmajaya | yang | berakhir | rusuh | TEMPO | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Partai | mendesak | kepolisian | untuk | menghapuskan | tuduhan | makar | terhadap | pihak | kritis | menyampaikan | aspirasi | kepada | pemerintah | menginginkan | kejadian | penangkapan | aktivis | adalah | terakhir | atas | melakukan | p>“Jangan | lagi | orang | negara | kata | Sabtu | Desember | 2016 | beralasan | apabila | menilai | sikap | diartikan | sebagai | maka | keliru | Sebab | nantinya | perbedaan | antara | p>Ferry | penggunaan | kekuasaan | bersenjata | menggulingkan | pemerintahan | Untuk | ditangkap | polisi | menjelang | aksi | super | damai | Jumat | kemarin | hanyalah | menyuar | mungkin | kesebelas | p>Menurut | kasus | buntut | ketegasan | aparat | dalam | menangani | perkara | dugaan | penistaan | agama | dilakukan | Gubernur | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | dinilai | kebingungan | terkesan | melindungi | p> Ferry | justru | khawatir | menahan | berbuntut | pada | lain | sedamai | bela | Islam | jilid | agar | segera | “Kalau | ditahan | pasti | aman | ujar | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Mabes | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | pihaknya | membebaskan | Namun | lainnya | dipastikan | Mereka | berinisial | p>Martinus | berasalan | penyidik | telah | menemukan | bukti | cukup | tida | menyebutkan | upaya | perencanaan | Yaitu | mendompleng | dengan | agenda | politik | bergerak | memaksa | parlemen | menggelar | istimewa | p>DANANG | FIRMANTO< | p> < | div> |

Kemenangan Indonesia atas Vietnam, Kasus Dugaan Makar, dan Jatuhnya Pesawat Polri

PALMERAH, KOMPAs.com - Di tengah memanasnya politik Tanah Air, ada kabar menggembirakan pada Sabtu (3/12/2016) malam. Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam.

Hasil ini menjadi modal utama untuk kembali merebut poin pada pertandingan berikutnya di Vietnam pada pekan depan. Presiden RI Joko Widodo tampak berada di deretan kursi penonton untuk memberi semangat kepada Timnas. 

Di luar berita membanggakan itu, media massa di Indonesia masih berkutat pada pemberitaan soal dugaan makar dan juga berbagai manuver politik terkait pemilihan kepala daerah. Berita lain adalah hilangnya pesawat milik Polri yang diduga jatuh di sekitar perairan Lingga, Kepulauan Riau. 

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berita kemarin, berikut ini Kompas.com merangkum berita-berita kemarin yang perlu Anda ikuti hingga kini. 


1. Menang 2-1 atas Vietnam, Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas

Twitter @affsuzukicup Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).
Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (3/12/2016). Boaz Solossa menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih dalam laga tersebut.

Indonesia menang berkat gol Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Adapun gol tunggal Vietnam dicetak Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Hasil ini menjadi modal berharga Indonesia untuk melakoni leg kedua di Vietnam pada Rabu, 7 Desember nanti. Vietnam akan menjamu Indonesia di Stadion My Dinh.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter serta disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pasukan Merah Putih bermain penuh semangat. Hanya perlu tujuh menit bagi tim besutan Alfred Riedl ini untuk membobol gawang Vietnam.

Atas kemenangan itu, Presiden Joko Widodo langsung memberi ucapan selamat langsung kepada para pemain tim nasional Indonesia seusai menang 2-1 atas Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).

Pada laga di Stadion Pakansari itu, Indonesia menang berkat gol sundulan Hansamu Yama dan penalti Boaz Solossa. Satu-satunya gol Vietnam dibukukan Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Presiden Jokowi menyaksikan langsung kemenangan Indonesia tersebut. Bahkan, pria kelahiran Solo itu tampak bangkit dari kursinya saat skuad Garuda mencetak gol.

Wajah semringah pun tampak dari Presiden Jokowi dengan hasil positif ini. Indonesia sempat kebobolan dan skor jadi imbang. Namun, Presiden Jokowi bisa kembali ceria setelah skuad Garuda mencetak gol kemenangan via penalti Boaz Solossa.

Simak berita selengkapnya:

Gol Penalti Boaz Bawa Indonesia Menang 2-1 atas Vietnam 

Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas 

2. Tiga Orang Ditahan karena Dugaan Makar, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Dipulangkan

Lutfy Mairizal Putra Tersangka kasus dugaan makar Calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Ahmad Dhani di Mako Brimob, Sabtu (3/12/2016)
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul menyatakan, tiga dari 10 orang yang diperiksa polisi telah ditahan penyidik lantaran diduga terlibat makar.

Sementara itu, tujuh orang lainnya dipulangkan dengan alasan subyektivitas penyidik.

"Ketiga orang di sini berinisial J, R, dan SBP, dilakukan penahanan sejak kemarin pukul 22.00 WIB," kata Martinus dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Dari tiga orang yang ditahan, dua di antaranya diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, seorang lainnya ditahan karena diduga melakukan perbuatan yang diatur di dalam pasal makar.

"Mereka akan ditahan dalam 20 hari ke depan," kata Martinus.

Baca selengkapnya di sini. 


3. Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri

Ambaranie Nadia K.M Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik Polri menetapkan tujuh tersangka dalam sangkaan telah melakukan permufakatan makar.

Boy menegaskan, permufakatan yang dimaksud berbeda jauh dengan penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik. Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam transaksi elektronik harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga: Rizal-Jamran, Kakak Beradik Jadi Tersangka Dugaan Ujaran Kebencian 


4. Polda Kepri: Sempat Hilang Kontak, Pesawat Jatuh di Perairan Lingga

Foto: Divisi Humas Mabes Polri (istimewa) Personel kepolisian sebelum naik ke pesawat Sky Truck dengan nomor registrasi penerbangan P4201 yang hilang kontak di Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016).

Polda Kepri membenarkan bahwa pesawat M-28 Skytruck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak lalu jatuh di perairan Kabupatan Lingga di sisi selatan Provinsi Kepri.

"Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. Informasi terakhir jatuh di perairan wilayah Kabupaten Lingga," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan pesawat berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan dari Pangkal Pinang Bangka Belitung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Dari data penumpang yang kami dapatkan, dalam pesawat tersebut penumpang dan kru berjumlah 15 orang personel. Baru data global saja yang bisa saya sampaikan," kata dia.

Erlangga juga membenarkan bahwa semua yang ada dalam pesawat naas tersebut merupakan personil dari kepolisian.

"Semua dari kesatuan Ditpolud Baharkam Polri. Pesawat membawa kru untuk helikopter di Polda Kepri. Jadi di BKO kan ke Polda Kepri," kata Erlangga.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga:

Ini Nama 13 Polisi yang Ada di Pesawat Polri yang Hilang Kontak 

Pesawat Skytruck Jadi Andalan dalam Operasi Kemanusiaan hingga Penegakan Hukum 


5. Saat Menteri Susi Menangis Bahagia Setelah Bergelar "Doktor Kehormatan"

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Press conference pemberian gelar honoris causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di kampus Undip Tembalang Jumat (2/12/2016)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara tanpa teks dalam rapat senat terbuka pemberian gelar honoris causa kepada dirinya, Sabtu (3/12/2016). Dia juga menangis bahagia dalam momen itu.

Di depan para guru besar, serta para tamu undangan, Susi yang mengaku tak berpendidikan itu berbicara dengan tegas dan tenang.

Susi berpidato tentang pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fisihing demi menegakkan kedaulatan dan menjaga keberlanjutan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Teks ada di tangannya, namun hanya dijadikan sekedar panduan berpidato.

"Habis pengukuhan ini saya mungkin berbeda, yang memimpin KKP adalah doktor honoris causa," canda Susi di sela pidatonya, siang ini.

Dalam memberantas illegal fishing, Susi mengaku memanfaatkan "kebodohannya" untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

Bagi dia, ikan di Indonesia hanya boleh diambil dan dimanfaatkan warganya. Jika ada yang mencuri ikan, kapal pencuri tidak segan untuk ditenggelamkan. Bagi dia, ikan adalah kedaulatan bangsa itu sendiri.

Baca selengkapnya di sini. 


6. Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi, Pengurus PDI-P Lepas Seragam

Nibras Nada Nailufar Boy Sadikin mendeklarasikan Kawan Juang Boy (KJB), mantan pengurus PDI-P DPC Jakarta Barat yang kini mendukung Anies-Sandi, Sabtu (3/12/2016).
Sejumlah pengurus PDI-P di Jakarta Barat mendeklarasikan dirinya sebagai Kawan Juang Boy (KJB) untuk memenangkan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, Sabtu (3/12/2016).

Para pengurus ini menyatakan loyalitasnya kepada mantan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Boy Sadikin sehingga mereka mengikuti langkah Boy yang mundur dari PDI-P karena menolak memenangkan Ahok-Djarot yang kini diusung PDI-P.

Salah satu pengurus yang mengungkapkan kekecewaannya adalah M Ranto, yang merupakan mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Kebon Jeruk. Ia menyesalkan kepengurusan PDI-P di tingkat cabang hingga ranting yang tidak demokratis.

Ia mengaku sudah menghabiskan puluhan juta untuk membesarkan PDI-P, tetapi belakangan aspirasinya tak didengar oleh para petinggi partai.

Baca selengkapnya di sini. 

"

| Kemenangan | Indonesia | atas | Vietnam, | Kasus | Dugaan | Makar, | Jatuhnya | Pesawat | Polri | PALMERAH | KOMPAs | com< | strong> | tengah | memanasnya | politik | Tanah | kabar | menggembir | pada | Sabtu | 2016) | malam | Timnas | berhasil | memenangkan | pertandingan | pertama | semifinal | Piala | 2016 | melawan | Vietnam | p> Hasil | menjadi | modal | utama | untuk | kembali | merebut | poin | berikutnya | pekan | depan | Presiden | Joko | Widodo< | tampak | berada | deretan | kursi | penonton | memberi | semangat | kepada | p> Di | luar | berita | membangg | media | massa | masih | berkutat | pemberitaan | soal | dugaan | makar | juga | berbagai | manuver | terkait | pemilihan | kepala | daerah | Berita | lain | adalah | hilangnya | pesawat | milik | Polri< | yang | diduga | jatuh | perairan | Lingga | Kepulauan | Riau | p> Bagi | Anda | sempat | mengikuti | kemarin< | berikut | Kompas | merangkum | perlu | ikuti | kini | p> 1 | Menang | Jokowi< | Selamati | Langsung | Para | Pemain | Timnas< | strong>< | p> Twitter | @affsuzukicup< | span> | pemain | timnas | meray | gawang | div> Indonesia | meraih | kemenangan | Stadion | Psari | Cibinong | Bogor | Boaz | Solossa | penentu | Merah | Putih | dalam | laga | tersebut | Indonesia | menang | berkat | Hansamu | Yama | Adapun | tunggal | dicetak | Nguyen | Quyet | titik | putih | berharga | melakoni | kedua | Rabu | Desember | nanti | menjamu | Dinh | p> Bermain | hadapan | puluhan | ribu | suporter | serta | disaksikan | oleh | pasukan | bermain | penuh | Hanya | tujuh | menit | bagi | besutan | Alfred | Riedl | membobol | p> Atas | langsung | ucapan | selamat | para | nasional | seusai | p> Pada | sundulan | penalti | Satu | satunya | dibukukan | p> Presiden | menyaksikan | Bahkan | pria | kelahiran | Solo | bangkit | kursinya | saat | skuad | Garuda< | mencetak | p> Wajah | semringah | dengan | hasil | positif | kebobolan | skor | jadi | imbang | Namun | ceria | setelah | p> Simak | selengkapnya:< | p> Gol | Penalti | Bawa | Vietnam< | a> < | Jokowi | p> 2 | Tiga | Orang | Ditahan | karena | Makar | Ahmad | Dhani< | Ratna | Sarumpaet< | Dipulangkan< | p> Lutfy | Mairizal | Putra< | Tersangka | kasus | Calon | Wakil | Bupati | Kabupaten | Bekasi | Dhani | Mako | Brimob | 2016)< | div> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Mabes | Kombes | Martinus | Sitompul< | menyat | tiga | orang | diperiksa | polisi | telah | ditahan | penyidik | lantaran | terlibat | Sementara | lainnya | dipulangkan | alasan | subyektivitas | p> Ketiga | sini | berinisial | dilakukan | penahanan | sejak | kemarin | pukul | kata | diskusi | bertajuk | Dikejar | Jakarta | p> Dari | antaranya | melanggar | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Sementara | seorang | melakukan | perbuatan | diatur | pasal | p> Mereka | hari | p> Baca | selengkapnya | p> 3 | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Ambaranie | Nadia | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar< | Inspektur | Jenderal | mengat | menetapkan | tersangka | sangkaan | permufakatan | Boy | menegaskan | dimaksud | berbeda | jauh | penyampaian | kritik | pemerintah | p> Pandangan | kritis | disampaikan | lewat | lumrah | tetap | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | jahat | barang | ujar | jumpa | pers | Gedung | p> Boy | masyarakat | mengingat | bahwa | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | aspirasi | baik | verbal | maupun | seperti | transaksi | elektronik | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | juga: | Rizal | Jamran | Kakak | Beradik | Jadi | Ujaran | Kebencian < | p> 4 | Polda | Kepri: | Sempat | Hilang | Kontak | Jatuh | Perairan | Lingga< | p> Foto: | (istimewa)< | Personel | kepolisian | naik | Truck | nomor | registrasi | penerbangan | P4201 | hilang | kontak | div> Polda | Kepri | membenarkan | Skytruck | regristrasi | 4201 | Kabupatan | sisi | selatan | Provinsi | p> Iya | benar | terakhir | wilayah | Kabid | AKBP | Erlangga | Batam | p> Ia | berwarna | biru | perjalanan | Pangkal | Pinang | Bangka | Belitung | menuju | Bandara | Internasional | Hang | Nadim | data | penumpang | kami | dapatkan | berjumlah | personel | Baru | global | saya | sampaikan | p> Erlangga | semua | naas | merup | personil | p> Semua | kesatuan | Ditpolud | Baharkam | membawa | helikopter | juga:< | p> Ini | Nama | Polisi | Kontak< | p> Pesawat | Andalan | Operasi | Kemanusiaan | Peneg | Hukum< | p> 5 | Saat | Menteri | Susi | Menangis | Bahagia | Setelah | Bergelar | Doktor | Kehormatan< | p> Kontributor | Semarang | Nazar | Nurdin< | Press | conference | pemberian | gelar | honoris | causa | Kelautan | Perikanan | Pudjiastuti | kampus | Undip | Tembalang | Jumat | div> Menteri | Pudjiastuti< | berbicara | tanpa | teks | rapat | senat | terbuka | dirinya | menangis | bahagia | momen | guru | besar | tamu | undangan | mengaku | berpendidikan | tegas | tenang | p> Susi | berpidato | pemberantasan | illegal | unreported | unregulated | fisihing | demi | menegakkan | kedaulatan | menjaga | keberlanjutan | kesejahteraan | bangsa | Teks | tangannya | hanya | dijadikan | sekedar | panduan | p> Habis | pengukuhan | mungkin | memimpin | doktor | canda | sela | pidatonya | siang | p> Dalam | memberantas | fishing | memanfaatkan | kebodohannya | ikan | diambil | dimanfaatkan | warganya | Jika | mencuri | kapal | pencuri | segan | ditenggelamkan | Bagi | sendiri | p> 6 | Deklarasikan | Dukungan | Anies | Sandi< | Pengurus | Lepas | Seragam< | p> Nibras | Nada | Nailufar< | Sadikin | mendeklarasikan | Kawan | Juang | (KJB) | mantan | pengurus | Barat | mendukung | Sandi | div> Sejumlah | sebagai | Pilkada< | 2017 | mendatang | Para | loyalitasnya | Ketua | langkah | mundur | menolak | Ahok | Djarot< | diusung | p> Salah | satu | mengungkapkan | kekecewaannya | Ranto | Anak | Cabang | (PAC) | Kebon | Jeruk | menyesalkan | kepengurusan | tingkat | cabang | ranting | demokratis | menghabiskan | juta | membesarkan | belgan | aspirasinya | didengar | petinggi | partai | p> |

Kemenangan Indonesia atas Vietnam, Kasus Dugaan Makar, dan Jatuhnya Pesawat Polri

PALMERAH, KOMPAs.com - Di tengah memanasnya politik Tanah Air, ada kabar menggembirakan pada Sabtu (3/12/2016) malam. Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam.

Hasil ini menjadi modal utama untuk kembali merebut poin pada pertandingan berikutnya di Vietnam pada pekan depan. Presiden RI Joko Widodo tampak berada di deretan kursi penonton untuk memberi semangat kepada Timnas. 

Di luar berita membanggakan itu, media massa di Indonesia masih berkutat pada pemberitaan soal dugaan makar dan juga berbagai manuver politik terkait pemilihan kepala daerah. Berita lain adalah hilangnya pesawat milik Polri yang diduga jatuh di sekitar perairan Lingga, Kepulauan Riau. 

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berita kemarin, berikut ini Kompas.com merangkum berita-berita kemarin yang perlu Anda ikuti hingga kini. 


1. Menang 2-1 atas Vietnam, Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas

Twitter @affsuzukicup Para pemain timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).
Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (3/12/2016). Boaz Solossa menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih dalam laga tersebut.

Indonesia menang berkat gol Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Adapun gol tunggal Vietnam dicetak Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Hasil ini menjadi modal berharga Indonesia untuk melakoni leg kedua di Vietnam pada Rabu, 7 Desember nanti. Vietnam akan menjamu Indonesia di Stadion My Dinh.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter serta disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pasukan Merah Putih bermain penuh semangat. Hanya perlu tujuh menit bagi tim besutan Alfred Riedl ini untuk membobol gawang Vietnam.

Atas kemenangan itu, Presiden Joko Widodo langsung memberi ucapan selamat langsung kepada para pemain tim nasional Indonesia seusai menang 2-1 atas Vietnam pada semifinal pertama Piala AFF 2016, Sabtu (3/12/2016).

Pada laga di Stadion Pakansari itu, Indonesia menang berkat gol sundulan Hansamu Yama dan penalti Boaz Solossa. Satu-satunya gol Vietnam dibukukan Nguyen Van Quyet dari titik putih.

Presiden Jokowi menyaksikan langsung kemenangan Indonesia tersebut. Bahkan, pria kelahiran Solo itu tampak bangkit dari kursinya saat skuad Garuda mencetak gol.

Wajah semringah pun tampak dari Presiden Jokowi dengan hasil positif ini. Indonesia sempat kebobolan dan skor jadi imbang. Namun, Presiden Jokowi bisa kembali ceria setelah skuad Garuda mencetak gol kemenangan via penalti Boaz Solossa.

Simak berita selengkapnya:

Gol Penalti Boaz Bawa Indonesia Menang 2-1 atas Vietnam 

Presiden Jokowi Selamati Langsung Para Pemain Timnas 

2. Tiga Orang Ditahan karena Dugaan Makar, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Dipulangkan

Lutfy Mairizal Putra Tersangka kasus dugaan makar Calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Ahmad Dhani di Mako Brimob, Sabtu (3/12/2016)
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul menyatakan, tiga dari 10 orang yang diperiksa polisi telah ditahan penyidik lantaran diduga terlibat makar.

Sementara itu, tujuh orang lainnya dipulangkan dengan alasan subyektivitas penyidik.

"Ketiga orang di sini berinisial J, R, dan SBP, dilakukan penahanan sejak kemarin pukul 22.00 WIB," kata Martinus dalam diskusi bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Dari tiga orang yang ditahan, dua di antaranya diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, seorang lainnya ditahan karena diduga melakukan perbuatan yang diatur di dalam pasal makar.

"Mereka akan ditahan dalam 20 hari ke depan," kata Martinus.

Baca selengkapnya di sini. 


3. Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri

Ambaranie Nadia K.M Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik Polri menetapkan tujuh tersangka dalam sangkaan telah melakukan permufakatan makar.

Boy menegaskan, permufakatan yang dimaksud berbeda jauh dengan penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik. Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam transaksi elektronik harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga: Rizal-Jamran, Kakak Beradik Jadi Tersangka Dugaan Ujaran Kebencian 


4. Polda Kepri: Sempat Hilang Kontak, Pesawat Jatuh di Perairan Lingga

Foto: Divisi Humas Mabes Polri (istimewa) Personel kepolisian sebelum naik ke pesawat Sky Truck dengan nomor registrasi penerbangan P4201 yang hilang kontak di Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016).

Polda Kepri membenarkan bahwa pesawat M-28 Skytruck dengan nomor regristrasi B-4201 hilang kontak lalu jatuh di perairan Kabupatan Lingga di sisi selatan Provinsi Kepri.

"Iya benar, pesawat sempat hilang kontak. Informasi terakhir jatuh di perairan wilayah Kabupaten Lingga," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga di Batam, Sabtu.

Ia mengatakan pesawat berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan dari Pangkal Pinang Bangka Belitung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Dari data penumpang yang kami dapatkan, dalam pesawat tersebut penumpang dan kru berjumlah 15 orang personel. Baru data global saja yang bisa saya sampaikan," kata dia.

Erlangga juga membenarkan bahwa semua yang ada dalam pesawat naas tersebut merupakan personil dari kepolisian.

"Semua dari kesatuan Ditpolud Baharkam Polri. Pesawat membawa kru untuk helikopter di Polda Kepri. Jadi di BKO kan ke Polda Kepri," kata Erlangga.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga:

Ini Nama 13 Polisi yang Ada di Pesawat Polri yang Hilang Kontak 

Pesawat Skytruck Jadi Andalan dalam Operasi Kemanusiaan hingga Penegakan Hukum 


5. Saat Menteri Susi Menangis Bahagia Setelah Bergelar "Doktor Kehormatan"

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Press conference pemberian gelar honoris causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di kampus Undip Tembalang Jumat (2/12/2016)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara tanpa teks dalam rapat senat terbuka pemberian gelar honoris causa kepada dirinya, Sabtu (3/12/2016). Dia juga menangis bahagia dalam momen itu.

Di depan para guru besar, serta para tamu undangan, Susi yang mengaku tak berpendidikan itu berbicara dengan tegas dan tenang.

Susi berpidato tentang pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fisihing demi menegakkan kedaulatan dan menjaga keberlanjutan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Teks ada di tangannya, namun hanya dijadikan sekedar panduan berpidato.

"Habis pengukuhan ini saya mungkin berbeda, yang memimpin KKP adalah doktor honoris causa," canda Susi di sela pidatonya, siang ini.

Dalam memberantas illegal fishing, Susi mengaku memanfaatkan "kebodohannya" untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

Bagi dia, ikan di Indonesia hanya boleh diambil dan dimanfaatkan warganya. Jika ada yang mencuri ikan, kapal pencuri tidak segan untuk ditenggelamkan. Bagi dia, ikan adalah kedaulatan bangsa itu sendiri.

Baca selengkapnya di sini. 


6. Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi, Pengurus PDI-P Lepas Seragam

Nibras Nada Nailufar Boy Sadikin mendeklarasikan Kawan Juang Boy (KJB), mantan pengurus PDI-P DPC Jakarta Barat yang kini mendukung Anies-Sandi, Sabtu (3/12/2016).
Sejumlah pengurus PDI-P di Jakarta Barat mendeklarasikan dirinya sebagai Kawan Juang Boy (KJB) untuk memenangkan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, Sabtu (3/12/2016).

Para pengurus ini menyatakan loyalitasnya kepada mantan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Boy Sadikin sehingga mereka mengikuti langkah Boy yang mundur dari PDI-P karena menolak memenangkan Ahok-Djarot yang kini diusung PDI-P.

Salah satu pengurus yang mengungkapkan kekecewaannya adalah M Ranto, yang merupakan mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Kebon Jeruk. Ia menyesalkan kepengurusan PDI-P di tingkat cabang hingga ranting yang tidak demokratis.

Ia mengaku sudah menghabiskan puluhan juta untuk membesarkan PDI-P, tetapi belakangan aspirasinya tak didengar oleh para petinggi partai.

Baca selengkapnya di sini. 

"

| Kemenangan | Indonesia | atas | Vietnam, | Kasus | Dugaan | Makar, | Jatuhnya | Pesawat | Polri | PALMERAH | KOMPAs | com< | strong> | tengah | memanasnya | politik | Tanah | kabar | menggembir | pada | Sabtu | 2016) | malam | Timnas | berhasil | memenangkan | pertandingan | pertama | semifinal | Piala | 2016 | melawan | Vietnam | p> Hasil | menjadi | modal | utama | untuk | kembali | merebut | poin | berikutnya | pekan | depan | Presiden | Joko | Widodo< | tampak | berada | deretan | kursi | penonton | memberi | semangat | kepada | p> Di | luar | berita | membangg | media | massa | masih | berkutat | pemberitaan | soal | dugaan | makar | juga | berbagai | manuver | terkait | pemilihan | kepala | daerah | Berita | lain | adalah | hilangnya | pesawat | milik | Polri< | yang | diduga | jatuh | perairan | Lingga | Kepulauan | Riau | p> Bagi | Anda | sempat | mengikuti | kemarin< | berikut | Kompas | merangkum | perlu | ikuti | kini | p> 1 | Menang | Jokowi< | Selamati | Langsung | Para | Pemain | Timnas< | strong>< | p> Twitter | @affsuzukicup< | span> | pemain | timnas | meray | gawang | div> Indonesia | meraih | kemenangan | Stadion | Psari | Cibinong | Bogor | Boaz | Solossa | penentu | Merah | Putih | dalam | laga | tersebut | Indonesia | menang | berkat | Hansamu | Yama | Adapun | tunggal | dicetak | Nguyen | Quyet | titik | putih | berharga | melakoni | kedua | Rabu | Desember | nanti | menjamu | Dinh | p> Bermain | hadapan | puluhan | ribu | suporter | serta | disaksikan | oleh | pasukan | bermain | penuh | Hanya | tujuh | menit | bagi | besutan | Alfred | Riedl | membobol | p> Atas | langsung | ucapan | selamat | para | nasional | seusai | p> Pada | sundulan | penalti | Satu | satunya | dibukukan | p> Presiden | menyaksikan | Bahkan | pria | kelahiran | Solo | bangkit | kursinya | saat | skuad | Garuda< | mencetak | p> Wajah | semringah | dengan | hasil | positif | kebobolan | skor | jadi | imbang | Namun | ceria | setelah | p> Simak | selengkapnya:< | p> Gol | Penalti | Bawa | Vietnam< | a> < | Jokowi | p> 2 | Tiga | Orang | Ditahan | karena | Makar | Ahmad | Dhani< | Ratna | Sarumpaet< | Dipulangkan< | p> Lutfy | Mairizal | Putra< | Tersangka | kasus | Calon | Wakil | Bupati | Kabupaten | Bekasi | Dhani | Mako | Brimob | 2016)< | div> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Mabes | Kombes | Martinus | Sitompul< | menyat | tiga | orang | diperiksa | polisi | telah | ditahan | penyidik | lantaran | terlibat | Sementara | lainnya | dipulangkan | alasan | subyektivitas | p> Ketiga | sini | berinisial | dilakukan | penahanan | sejak | kemarin | pukul | kata | diskusi | bertajuk | Dikejar | Jakarta | p> Dari | antaranya | melanggar | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Sementara | seorang | melakukan | perbuatan | diatur | pasal | p> Mereka | hari | p> Baca | selengkapnya | p> 3 | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Ambaranie | Nadia | Kepala | Divisi | Humas | Irjen | Rafli | Amar< | Inspektur | Jenderal | mengat | menetapkan | tersangka | sangkaan | permufakatan | Boy | menegaskan | dimaksud | berbeda | jauh | penyampaian | kritik | pemerintah | p> Pandangan | kritis | disampaikan | lewat | lumrah | tetap | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | jahat | barang | ujar | jumpa | pers | Gedung | p> Boy | masyarakat | mengingat | bahwa | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | aspirasi | baik | verbal | maupun | seperti | transaksi | elektronik | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | juga: | Rizal | Jamran | Kakak | Beradik | Jadi | Ujaran | Kebencian < | p> 4 | Polda | Kepri: | Sempat | Hilang | Kontak | Jatuh | Perairan | Lingga< | p> Foto: | (istimewa)< | Personel | kepolisian | naik | Truck | nomor | registrasi | penerbangan | P4201 | hilang | kontak | div> Polda | Kepri | membenarkan | Skytruck | regristrasi | 4201 | Kabupatan | sisi | selatan | Provinsi | p> Iya | benar | terakhir | wilayah | Kabid | AKBP | Erlangga | Batam | p> Ia | berwarna | biru | perjalanan | Pangkal | Pinang | Bangka | Belitung | menuju | Bandara | Internasional | Hang | Nadim | data | penumpang | kami | dapatkan | berjumlah | personel | Baru | global | saya | sampaikan | p> Erlangga | semua | naas | merup | personil | p> Semua | kesatuan | Ditpolud | Baharkam | membawa | helikopter | juga:< | p> Ini | Nama | Polisi | Kontak< | p> Pesawat | Andalan | Operasi | Kemanusiaan | Peneg | Hukum< | p> 5 | Saat | Menteri | Susi | Menangis | Bahagia | Setelah | Bergelar | Doktor | Kehormatan< | p> Kontributor | Semarang | Nazar | Nurdin< | Press | conference | pemberian | gelar | honoris | causa | Kelautan | Perikanan | Pudjiastuti | kampus | Undip | Tembalang | Jumat | div> Menteri | Pudjiastuti< | berbicara | tanpa | teks | rapat | senat | terbuka | dirinya | menangis | bahagia | momen | guru | besar | tamu | undangan | mengaku | berpendidikan | tegas | tenang | p> Susi | berpidato | pemberantasan | illegal | unreported | unregulated | fisihing | demi | menegakkan | kedaulatan | menjaga | keberlanjutan | kesejahteraan | bangsa | Teks | tangannya | hanya | dijadikan | sekedar | panduan | p> Habis | pengukuhan | mungkin | memimpin | doktor | canda | sela | pidatonya | siang | p> Dalam | memberantas | fishing | memanfaatkan | kebodohannya | ikan | diambil | dimanfaatkan | warganya | Jika | mencuri | kapal | pencuri | segan | ditenggelamkan | Bagi | sendiri | p> 6 | Deklarasikan | Dukungan | Anies | Sandi< | Pengurus | Lepas | Seragam< | p> Nibras | Nada | Nailufar< | Sadikin | mendeklarasikan | Kawan | Juang | (KJB) | mantan | pengurus | Barat | mendukung | Sandi | div> Sejumlah | sebagai | Pilkada< | 2017 | mendatang | Para | loyalitasnya | Ketua | langkah | mundur | menolak | Ahok | Djarot< | diusung | p> Salah | satu | mengungkapkan | kekecewaannya | Ranto | Anak | Cabang | (PAC) | Kebon | Jeruk | menyesalkan | kepengurusan | tingkat | cabang | ranting | demokratis | menghabiskan | juta | membesarkan | belgan | aspirasinya | didengar | petinggi | partai | p> |