Showing posts sorted by relevance for query menerangkan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query menerangkan. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Polri: Makar Didanai | Republika Online

JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah mendapatkan bukti transfer dana yang melengkapi dugaan pidana makar terhadap sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI. Kendati demikian, pihak kepolisian enggan mengungkap pihak-pihak terkait pendanaan itu.

Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, salah satu bukti makar yang menjerat sejumlah tokoh pekan lalu adalah ditemukan juga bukti transfer antara para tersangka. Meski begitu, sejauh ini masih terus dialami lagi dari mana dan ke mana saja dana itu mengalir. "Bukti transfer itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Tentu ini menjadi bagian tambahan bukti," kata dia.

Selanjutnya, masih kata Martinus, masih akan digali bukti-bukti yang lainnya sehingga dapat memudahkan penyidik dalam mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan kedelapan orang tersebut sebagai tersangka permufakatan jahat yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sedangkan, untuk bukti-bukti yang lain, tambah dia, adalah sejumlah berkas dokumen, video yang diunggah di media sosial, pemberitaan soal pernyataan ajakan makar, dan surat permintaan sidang istimewa ke DPR. "Kemudian adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya permufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Kombes Rikwanto mengiyakan adanya aliran dana khusus terkait makar. "Ada memang, (saya) belum (bisa) memberikan perincian, ya, karena masuk materi penyidikan," ujar Rikwanto, di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Rikwanto juga enggan membeberkan perihal jumlah nominal tersebut. Kendati demikian, kata dia, jumlahnya cukup banyak. Dia pun enggan menerangkan dari mana asal uang tersebut, apakah datang dari pihak swasta atau lainnya. Alasannya, informasi-informasi tersebut masuk ke dalam materi penyidikan dan hanya akan dibuka di pengadilan.

Di tahanan Mapolda Metro Jaya, aktivis Sri Bintang Pamungkas dijenguk istrinya, Erna Lina, kemarin. Selepas kunjungan itu, Erna meminta suaminya dibebaskan. "Saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," ujar Erna, kemarin.

Terkait dengan kondisi suaminya, menurut Erna, masih dalam keadaan sehat dan tetap melakukan kegiatannya di dalam tahanan. Bahkan, kata dia, suaminya tersebut masih menyempatkan diri membuat soal ujian untuk mahasiswanya. "Alhamdulillah sehat. Bapak tetap lakukan kegiatan biasa di tahanan, salah satunya buat soal untuk mahasiswanya," kata Erna.

Kuasa hukum Sri Bintang, Dahlia Zein, mengatakan, pihaknya masih terus berjuang untuk meminta penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut. Namun, kata dia, pihaknya tidak akan mengajukan proses praperadilan. "Bapak bilang tidak usah dan menolak. Karena, untuk apa praperadilan? Karena tidak sesuai dan tidak ada di KUHAP praperadilan itu," kata Zein.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting berharap aparat kepolisian cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan makar. Menurut dia, makar bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan unsur dari tindak pidana. "Apabila tidak ada serangan yang berat (anslaag) maka tuduhan makar tidak terpenuhi. Kepolisian sebaiknya cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan ini agar penegakan hukum berjalan tepat pada relnya," ujar Miko.

Pihak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga mengecam tuduhan makar terhadap sejumlah tokoh yang ditangkap. Menurut dia, tindakan Polri itu dapat disebut sebagai perampasan hak atas kebebasan berpolitik. Sebab, yang dilakukan para tokoh itu adalah menyampaikan kebebasan berpendapat dan menyebarluaskan pendapat mereka, baik melalui media cetak maupun elektronik.

"Apa dengan sepucuk surat bisa menggulingkan Presiden Jokowi dan membubarkan pemerintahannya? Bukankah surat itu dilayangkan ke MPR?" ujar Badan Pengurus Nasional PBHI Suryadi Radjab. rep: Mabruroh, Fauziah Mursid  ed: Fitriyan Zamzami

"

| Polri: | Makar | Didanai | Republika | Online | JAKARTA | Penyidik | Polda | Metro | Jaya | menyat | telah | mendapatkan | bukti | transfer | dana | yang | melengkapi | dugaan | pidana | makar | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | Kendati | demikian | pihak | kepolisian | enggan | mengungkap | terkait | pendanaan | p>Kabagpenum | Polri | Kombes | Martinus | Sitompul | mengat | salah | satu | menjerat | tokoh | pekan | adalah | ditemukan | juga | antara | para | tersangka | Meski | begitu | sejauh | masih | terus | dialami | lagi | mana | mengalir | Bukti | bagian | upaya | saat | Tentu | menjadi | tambahan | kata | p>Selanjutnya | digali | lainnya | dapat | memudahkan | penyidik | dalam | konstruksi | hukum | mempersangk | kedelapan | orang | tersebut | sebagai | permufakatan | jahat | menggulingkan | pemerintahan | p>Sedangkan | untuk | lain | tambah | berkas | dokumen | video | diunggah | media | sosial | pemberitaan | soal | pernyataan | surat | permintaan | sidang | istimewa | Kemudian | adanya | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p>Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | (Karopenmas) | Rikwanto | mengiy | aliran | khusus | memang | (saya) | memberikan | perincian | karena | masuk | materi | penyidikan | Silang | Monas | Jakarta | Pusat | kemarin | p>Rikwanto | membeberkan | perihal | jumlah | nominal | jumlahnya | cukup | banyak | menerangkan | asal | uang | apakah | datang | swasta | Alasannya | informasi | hanya | dibuka | pengadilan | p>Di | tahanan | Mapolda | Bintang | Pamungkas | dijenguk | istrinya | Erna | Lina | Selepas | kunjungan | meminta | suaminya | dibebaskan | Saya | istri | rasanya | adil | kalau | tujuh | dilepaskan | tuduhan | sama | ditahan | p>Terkait | kondisi | menurut | keadaan | sehat | tetap | kegiatannya | Bahkan | menyempatkan | diri | membuat | ujian | mahasiswanya | Alhamdulillah | Bapak | lakukan | kegiatan | biasa | satunya | buat | p>Kuasa | Dahlia | Zein | pihaknya | berjuang | penangguhan | penahanan | kliennya | Namun | mengajukan | proses | praperadilan | bilang | usah | menolak | Karena | sesuai | KUHAP | p>Peneliti | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Ginting | berharap | aparat | cermat | hati | menerapkan | Menurut | bukan | tindak | berdiri | sendiri | melainkan | unsur | Apabila | serangan | berat | (anslaag) | maka | terpenuhi | Kepolisian | sebaiknya | agar | peneg | berjalan | tepat | pada | relnya | p>Pihak | Perhimpunan | Bantuan | Asasi | Manusia | (PBHI) | mengecam | ditangkap | tind | disebut | perampasan | atas | kebebasan | berpolitik | Sebab | dilakukan | menyampaikan | berpendapat | menyebarluaskan | pendapat | baik | cetak | maupun | elektronik | p>Apa | sepucuk | Presiden | Jokowi | membubarkan | pemerintahannya | Bukankah | dilayangkan | Badan | Pengurus | Nasional | PBHI | Suryadi | Radjab | rep: | Mabruroh | Fauziah | Mursid |  ed:< | strong> Fitriyan | Zamzami< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Tangkap Aktivis dengan Tuduhan Makar, Nama Baik Polri Jadi Taruhan : Okezone News

JAKARTA â€" Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mempersilakan kepolisian memproses hukum sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Arief mengingatkan nama baik Polri menjadi taruhannya jika tak ada bukti adanya makar.

"Namun jika polisi nanti tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis maka taruhannya adalah nama Polri sendiri," ujar Arief saat dihubungi, Jumat (9/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, apa yang dilakukan sejumlah aktivis seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, serta Hatta Taliwang belum bisa disebut sebagai tindakan makar. Arif menerangkan, syarat terjadinya makar jika adanya keterlibatan militer, pengikut banyak, sampai keinginan untuk mengganti ideologi negara.

"Sebab biasanya di semua negara jika terjadi makar maka syarat utama harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi negara, pengikutnya banyak, dan ada rapat-rapat tertutup. Nah, ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan ngundang wartawan," keluh Arief.

Presiden Jokowi, menurutnya, tak boleh begitu saja percaya dengan informasi akan adanya gerakan makar yamg direncanakan pada 2 Desember 2016. Perbedaan pandangan, kata Arief, sah-sah saja di negara demokrasi seperti Indonesia, sepanjang tak mengubah konstitusi negara.

"Jadi Pak Jokowi dan Polri harus waspada jangan-jangan informasi para aktivis akan adanya makar dari intelijen hanya sebuah cara untuk semakin mendelegitimasi institusi Polri sebagai penjaga demokrasi yang akhirnya Polri akan bernasib sama seperti institusi TNI di era Soeharto," simpulnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan staf ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999â€"2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama delapan aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.

"

| Tangkap | Aktivis | dengan | Tuduhan | Makar, | Nama | Baik | Polri | Jadi | Taruhan | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Wakil | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Arief | Poyuono | mempersil | kepolisian | memproses | hukum | sejumlah | aktivis | yang | diduga | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | (Jokowi) | Namun | mengingatkan | nama | baik | menjadi | taruhannya | jika | bukti | adanya | p> Namun | polisi | nanti | membuktikan | upaya | kelompok | maka | adalah | sendiri | ujar | saat | dihubungi | Jumat | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | dilakukan | seperti | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | serta | Hatta | Taliwang | disebut | sebagai | tind | Arif | menerangkan | syarat | terjadinya | keterlibatan | militer | pengikut | banyak | sampai | keinginan | untuk | mengganti | ideologi | negara | p> Sebab | biasanya | semua | terjadi | utama | harus | menggantikan | pengikutnya | rapat | tertutup | Nah< | masa | buat | terbuka | ngundang< | wartawan | keluh | p> Presiden | Jokowi | menurutnya | boleh | begitu | percaya | informasi | yamg | direncan | pada | Desember | 2016 | Perbedaan | pandangan | kata | demokrasi | Indonesia | sepanjang | mengubah | konstitusi | p> Jadi | waspada | jangan | para | intelijen | hanya | sebuah | cara | semakin | mendelegitimasi | institusi | penjaga | akhirnya | bernasib | sama | Soeharto | simpulnya | p> Diketahui | orang | ditangkap | dalam | kasus | dugaan | Mereka | mantan | staf | ahli | panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha; | Kepala | Staf | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein; | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | band | Dewa | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | putri | presiden | pertama | Soekarno | Soerkarnoputri; | Pamungkas; | Sementara | dijerat | Pasal | Undang | yakni | Jamran | Rizal | Kobar | p> Terakhir | menangkap | anggota | 1999â€"2004 | terlibat | pemufakatan | bersama | delapan | ditetapkan | tersangka | p> |

Sunday, December 4, 2016

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Senin, 05 Desember 2016 | 06:01 WIB

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Yusril menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. “Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini,” kata Yusril.

Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. “Itu tidak dilarang,” ujar dia.

Pada Jumat 2 Desember 2016, polisi menangkap 11 orang di sejumlah tempat berbeda. Tujuh di antaranya diduga melakukan permufakatan jahat mengenai makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, Firza Husein, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra Al Fariz, dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Habiburokhman, mengklaim kliennya tak memiliki kekuasaan dan pasukan untuk melakukan makar. Ia juga mempermasalahkan surat penahanan kliennya karena hanya diperlihatkan. “Kami pertimbangkan praperadilan, sesegera mungkin,” kata dia.

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menganggap tuduhan makar tidak kuat jika hanya menggunakan video Sri Bintang yang mengajak massa ke gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mendesak pencabutan amanat Joko Widodo sebagai presiden. Begitu juga dengan surat ajakan Bintang kepada MPR dan serangkaian pertemuan untuk membahas penggulingan. “Kalau hanya perkataan ingin menggulingkan Jokowi, saya rasa itu sudah biasa, namanya demokrasi,” kata Chairul.

Lebih jauh Chairul menerangkan, tuduhan makar akan kuat bila polisi mengantongi bukti keterlibatan para tersangka dengan pejabat yang memiliki kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan seperti Tentara Nasional Indonesia dan pimpinan MPR. TNI, kata dia, memiliki persenjataan. Adapun MPR dapat memuluskan sidang istimewa. Ada dugaan, kata dia, penangkapan para tersangka untuk mencegah kerusuhan pada Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016, lalu. “Polisi tidak mau lagi kecolongan,” kata Chairul.

Adapun peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Miko Ginting, sependapat dengan Chairul. Menurut dia, polisi memiliki dasar kuat untuk menetapkan para tersangka sebagai pelaku yang bermufakat jahat ke arah makar. Ia menyarankan polisi harus lebih berhati-hati. “Karena makar itu serangan secara nyata,” tutur Miko.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menegaskan penyidik tak serampangan menetapkan seseorang sebagai tersangka karena diduga merencanakan makar. “Kami sudah kantongi dua alat bukti permulaan. Tidak mungkin polisi ngawur, ngarang-ngarang,” ujar Boy.

DEWI SUCI RAHAYU | IMAM HAMDI | DANANG FIRMANTO

Berita lainnya:

>Inisiator CFD Protes Ada Atribut Partai di Parade 412

>Parade Kita Indonesia, Taman Rusak Terinjak-injak

>Beratribut Partai, Aksi #KitaIndonesia Dikritik Plt Gubernur

"

| Menakar | Tuduhan | Makar | kepada | Rachmawati, | Bintang, | Kivlan | Zen, | Senin | Desember | 2016 | 06:01 | WIB< | p> < | div> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kuasa | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | strong> | Yusril | Ihza | Mahendra< | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | terhadap | pemerintahan | Jokowi | Yusril< | menilai | polisi | memiliki | bukti | yang | kuat | untuk | menjerat | “Seharusnya | lebih | berhati | hati | penangkapan | kata | p>Menurut | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo< | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | Undang | tentang | Penyampaian | Pendapat | “Itu | dilarang | ujar | p>Pada | Jumat | menangkap | orang | sejumlah | tempat | berbeda | Tujuh | antaranya | diduga | melakukan | permufakatan | jahat | mengenai | Mereka | adalah | Suryo | Santjojo< | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha< | Mayor | Zen< | Firza | Husein< | Ratna | Sarumpaet< | Alvin | Indra | Fariz< | Bintang | Pamungkas< | dijerat | Pasal | juncto< | KUHP | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Kuasa | Habiburokhman | mengklaim | kekuasaan | pasukan | juga | surat | penahanan | karena | diperlihatkan | “Kami | pertimbangkan | praperadilan | sesegera | mungkin | p>Pakar | pidana | Universitas | Muhammadiyah | Jakarta | Chairul | Huda | menganggap | tuduhan | jika | menggun | video | Bintang< | mengajak | massa | gedung | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | mendesak | pencabutan | amanat | Widodo | presiden | Begitu | serangkaian | pertemuan | membahas | penggulingan | “Kalau | perkataan | ingin | menggulingkan | Jokowi< | saya | rasa | biasa | namanya | demokrasi | p>Lebih | jauh | menerangkan | bila | mengantongi | keterlibatan | pejabat | kekuatan | seperti | Tentara | Nasional | Indonesia | pimpinan | persenjataan | Adapun | dapat | memuluskan | sidang | istimewa | mencegah | kerusuhan | pada | Aksi | Bela | Islam | Jilid | “Polisi | lagi | kecolongan | p>Adapun | peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Miko | Ginting | sependapat | Menurut | dasar | menetapkan | pelaku | bermufakat | arah | menyarankan | harus | “Karena | serangan | secara | nyata | tutur | p>Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Rafli | Amar | menegaskan | penyidik | serampangan | seseorang | merencan | kantongi | alat | permulaan | Tidak | ngawur | ngarang | ngarang< | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | IMAM | HAMDI | DANANG | FIRMANTO< | p>Berita | lainnya:Inisiator | Protes | Atribut | Partai | Parade | 412< | a>Parade | Kita | Taman | Rusak | Terinjak | injak< | a>Beratribut | KitaIndonesia | Dikritik | Gubernur< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Pemerintah Harus Bijak Tangani Kasus Dugaan Makar : Okezone News

JAKARTA â€" Sejumlah aktivis dan tokoh nasional beberapa waktu lalu ditangkap di tempat-tempat berbeda. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Menanggapi hal itu, Presidium Persatuan Pergerakan (PP) Andrianto meminta kepada pemerintah agar lebih bijak dalam penanganan kasus tersebut.

"Pemerintah, terutama aparat Polri, lebih bijaklah dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai Reformasi jadi setback kembali," kata Andrianto saat berbincang dengan Okezone, Kamis (8/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, sebuah langkah mundur jika pasal karet makar diterapkan kembali kepada aktivis yang kritis terhadap pemerintah. "Reformasi ini buah dari tindakan korektif terhadap pemerintahan yang otoriter terhadap kritik masyarakat. Buah Reformasi itulah berupa kebebasan yang berlaku dengan cara-cara beradab," sambung Andrianto.

Ia menerangkan, apa yang telah dilakukan oleh sejumlah aktivis dan para tokoh masih berada di dalam koridor. "Makar itu definisinya lebih mengganti penguasa dan sistem dengan cara-cara pemaksaan. Sementara para tokoh itu lebih pada cara-cara konstitusional," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar. Namun ketujuh tersangka makar yakni Kivlan Zain, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Rachmawati, Firza Husein, Eko, dan Alvin Indra dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Sementara musisi sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani, ditangkap karena diduga melakukan penghinaan terhadap penguasa atau presiden. Sedangkan tiga orang lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Mapolda Metro Jaya dengan jeratan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat.

"

| Pemerintah | Harus | Bijak | Tangani | Kasus | Dugaan | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Sejumlah | aktivis | tokoh | nasional | beberapa | waktu | ditangkap | tempat | berbeda | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | makar | Menanggapi | Presidium | Persatuan | Perger | (PP) | Andrianto | meminta | kepada | pemerintah | agar | lebih | bijak | dalam | penanganan | kasus | tersebut | p> Pemerintah | terutama | aparat | Polri | bijaklah | Jangan | sampai | Reformasi | jadi | setback< | kembali | kata | saat | berbincang | dengan | Okezone< | Kamis | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | sebuah | langkah | mundur | jika | pasal | karet | diterapkan | yang | kritis | terhadap | buah | tind | korektif | pemerintahan | otoriter | kritik | masyarakat | Buah | itulah | berupa | kebebasan | berlaku | cara | beradab | sambung | p> Ia | menerangkan | telah | dilakukan | oleh | sejumlah | para | masih | berada | koridor | definisinya | mengganti | penguasa | sistem | pemaksaan | Sementara | pada | konstitusional | ucapnya | p> Sebagaimana | diketahui | sebanyak | hampir | bersamaan | Namun | ketujuh | tersangka | yakni | Kivlan | Zain | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Firza | Husein | Alvin | Indra | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Sementara | musisi | sekaligus | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | karena | melakukan | penghinaan | atau | presiden | Sedangkan | tiga | orang | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Mapolda | Metro | Jaya | jeratan | Pasal | Ayat | juncto | KUHP | tentang | Pemufakatan | Jahat | p> |

Sunday, December 4, 2016

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Saturday, December 3, 2016

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Sunday, December 4, 2016

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Friday, December 2, 2016

Ahmad Dhani Tersangka Makar, Begini Penjelasan Pengacara | selebritas

Musikus Ahmad Dhani bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (kiri), memberikan keterangan dalam Gerakan Selamatkan NKRI bersama sejumlah tokoh nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, 1 Desember 2016. Dalam pernyataan bersama ini mereka menyatakan batal ikut aksi Bela Islam Jilid III dan akan menyerahkan resolusi atau maklumat kepada pimpinan MPR agar segera melakukan sidang istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar dan pelanggaran UU ITE. Saat ini, ia diperiksa di Markas Komado Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kabar tersebut diungkap oleh pengacara Razman Arif Nasution.

Razman yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas memastikan dia melihat berkas BAP bahwa Ahmad Dhani dan beberapa tokoh yang dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca:

>Prabowo Ungkap Obrolan dengan Aktivis yang Dituduh Makar
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"Iya, kabar tersebut benar adanya, ya. Saya sedang di dalam (Mako Brimob) lihat BAP semua jadi tersangka. Ahmad Dhani juga tersangka," ucap Razman saat dihubungi Tabloidbintang.com lewat telepon, Jumat, 2 Desember 2016.

"Saya sebagai kuasa hukum Pak Sri Bintang jelas merasa keberatan. Belum selesai diperiksa kenapa bisa tiba-tiba jadi tersangka," kata Razman membela kliennya.

Razman menerangkan, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, dan Sri Bintang Pamungkas diperiksa di tempat terpisah. "Saat ini semua sedang diperiksa, di ruangan terpisah. Ada tiga yang sudah didampingi kuasa hukum. Sisanya belum," ucapnya.

Razman mengatakan untuk kasus dugaan makar tersebut Ahmad Dhani diwakilkan pengacara Habiburachman sebagai tim kuasa hukum. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar juga membenarkan adanya penetapan tersangka terhadap Ahmad Dhani dan aktivis lainnya. "Sudah tersangka, kan ditangkap, mana ada saksi ditangkap?" ujar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Jumat, 2 Desember.

TABLOID BINTANG

"

| Ahmad | Dhani | Tersangka | Makar, | Begini | Penjelasan | Pengacara | selebritas | Musikus | bersama | Rachmawati | Soekarnoputri | Lily | Wahid | (kiri) | memberikan | keterangan | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | sejumlah | tokoh | nasional | Hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Desember | 2016 | Dalam | pernyataan | mereka | menyatakan | batal | ikut | aksi | Bela | Islam | Jilid | akan | menyerahkan | resolusi | atau | maklumat | kepada | pimpinan | agar | segera | melakukan | sidang | istimewa | untuk | mengembalikan | 1945 | yang | asli | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | ditetapkan | sebagai | tersangka | atas | kasus | dugaan | makar | pelanggaran | Saat | diperiksa | Markas | Komado | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Kabar | tersebut | diungkap | oleh | pengacara | Razman | Arif | Nasution | p>Razman | ditunjuk | kuasa | hukum | Bintang | Pamungkas | memastikan | melihat | berkas | bahwa | beberapa | dibawa | Mako | p>Baca: |