Showing posts sorted by date for query Kompleks. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Kompleks. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Prabowo Instruksikan Kadernya Hati-hati Menyikapi Isu Makar

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyatakan partainya bersikap hati-hati dalam menanggapi isu makar. Hal itu sesuai instruksi dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kami disuruh berhati-hati bersikap. Kami tunggu proses persidangan atas tuduhan-tuduhan itu," kata Desmond di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (8/12).

Desmond mengatakan, secara khusus pihaknya terus mengikuti perkembangan kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati Soekarnoputri selaku bagian Partai Gerindra. Namun dia lebih memilih menunggu proses persidangan perkara dugaan makar.

"Kami akan bereaksi kalau ada ketidakadilan yang dibebankan kepada Eko dan Bu Rachmawati," kata Desmond.

Dalam kasus dugaan makar, polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas, Rizal dan Jamran.

Desmond menambahkan, polisi harus bisa menyebutkan bukti yang dijadikan dasar penangkapan sejumlah orang yang dituduh makar. Dia mempertanyakan bukti tersebut.

"Pembuktian itulah yang kami tunggu. Saya cuma berharap sebagai komisi hukum, jangan sampai polisi mengada-ada saja, akhirnya tidak bisa (dibuktikan) atau pembuktiannya dipaksakan," kata Desmond.

Sementara anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang mengapresiasi kinerja polisi dalam menangkap pelaku dugaan makar. Termasuk penangkapan Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, dini hari tadi.

"Saya apresiasi, mereka ternyata tetap bergerak walaupun secara silent dan tentu penangkapan yang terbaru ini merupakan bukti bahwa kepolisian telah mengumpulkan bukti yang cukup. Sehingga mereka siap untuk melakukan penangkapan," kata Junimart.

Selain itu, dia meminta masyarakat mampu membedakan tindakan makar dan yang bukan makar. Menurut Junimart, makar tidak harus mengerahkan massa dalam melancarkan aksinya.

"Kalau makar itu kepentingan seseorang atau sekelompok orang untuk menggulingkan pemerintahan. Kan itu harus dibedakan," kata Junimart.

Hari ini polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/gil)

"

| Prabowo | Instruksikan | Kadernya | Hati-hati | Menyikapi | Makar | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Anggota | Komisi | Fraksi | Partai | Gerindra | Desmond | Junaidi | Mahesa | menyat | partainya | bersikap | hati | dalam | menanggapi | makar | sesuai | instruksi | Ketua | Umum | Subianto | Kami | disuruh | berhati | tunggu | proses | persidangan | atas | tuduhan | kata | Kompleks | Jakarta | Kamis | p>Desmond | mengat | secara | khusus | pihaknya | terus | mengikuti | perkembangan | kasus | yang | dituduhkan | kepada | Rachmawati | Soekarnoputri | selaku | bagian | Namun | lebih | memilih | menunggu | perkara | dugaan | p>Kami | bereaksi | kalau | keadilan | dibebankan | p> Dalam | polisi | telah | menetapkan | sepuluh | orang | sebagai | tersangka | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | Rizal | Jamran | menambahkan | harus | menyebutkan | bukti | dijadikan | dasar | penangkapan | sejumlah | dituduh | mempertany | tersebut | p>Pembuktian | itulah | kami | Saya | cuma | berharap | komisi | hukum | jangan | sampai | mengada | akhirnya | (dibuktikan) | atau | pembuktiannya | dipaks | p>Sementara | anggota | PDIP | Junimart | Girsang | mengapresiasi | kinerja | menangkap | pelaku | Termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | dini | hari | tadi | p>Saya | apresiasi | ternyata | tetap | bergerak | walaupun | silent | tentu | terbaru | merup | bahwa | kepolisian | mengumpulkan | cukup | siap | untuk | melakukan | p>Selain | meminta | masyarakat | mampu | membed | tind | bukan | Menurut | mengerahkan | massa | melancarkan | aksinya | p>Kalau | kepentingan | seseorang | sekelompok | menggulingkan | pemerintahan | dibed | p>Hari | kembali | satu | diduga | terkait | Kali | ditangkap | rumahnya | pada | pukul | (pmg | gil)< | strong> < |

Wednesday, December 7, 2016

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Senin, 05 Desember 2016 | 17:45 WIB

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen  

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan penangkapan 11 aktivis yang diduga melakukan pemufakatan jahat untuk makar terhadap pemerintah diperoleh melalui aktivitas intelijen kepolisian. Aktivitas mereka, kata Tito, sudah terpantau cukup intensif.

Menurut Tito, gerakan politik itu berencana memanfaatkan massa yang akan dikerahkan menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat setelah Aksi Bela Islam III. "Kami sudah dapat dari intelijen-intelijen kami. Ada indikasi pemufakatan jahat menuju makar," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016. 

Kelompok itu, menurut Tito, akan memanfaatkan massa untuk memaksa parlemen mengadakan Sidang Umum Istimewa yang berujung pada pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah. Salah satu isu yang digunakan adalah pengembalian Undang-Undang Dasar 1945 yang asli.

Tito mengatakan upaya makar tidak berkaitan dengan Aksi Bela Islam yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang terjerat kasus dugaan menistakan agama. Menurut Tito, menyampaikan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah jika disampaikan sesuai dengan aturan, termasuk untuk menyampaikan kritik melalui DPR. "Tapi menduduki DPR secara paksa dan kekerasan, apa pun alasannya, adalah inkonstitusional," katanya.

Sebelum aksi 2 Desember berlangsung, Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari. Sejumlah tokoh, seperti Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas, ditangkap bersama sembilan orang lain.

Tito menjelaskan, dari sebelas orang yang ditangkap, tiga di antaranya masih ditahan kepolisian. Sementara itu, delapan orang telah dibebaskan dengan berbagai pertimbangan, seperti alasan kesehatan dan alat bukti masih didalami kepolisian.

Kuasa hukum Rachmawati Sukarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Ia menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. 

"Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini," kata Yusril, akhir pekan lalu. Menurut dia, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. "Itu tidak dilarang."

ARKHELAUS W.

"

| Kepala | Polri: | Dugaan | Makar | Diperoleh | Operasi | Intelijen | Senin | Desember | 2016 | 17:45 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | Kepolisian | Jenderal | Tito | Karnavian | mengat | penangkapan | aktivis | yang | diduga | melakukan | pemufakatan | jahat | untuk | terhadap | pemerintah | diperoleh | aktivitas | intelijen | kepolisian | Aktivitas | kata | terpantau | cukup | intensif | p>Menurut | politik | berencana | memanfaatkan | massa | dikerahkan | menduduki | Dewan | Perwakilan | Rakyat | setelah | Aksi | Bela | Islam | Kami | dapat | kami | indikasi | menuju | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | p>Kelompok | menurut | memaksa | parlemen | mengad | Sidang | Umum | Istimewa | berujung | pada | pemakzulan | pemerintahan | Salah | satu | digun | adalah | pengembalian | Undang | Dasar | 1945 | asli | p>Tito | upaya | berkaitan | dengan | menuntut | proses | hukum | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | terjerat | menist | agama | Menurut | menyampaikan | kritik | jika | disampaikan | sesuai | aturan | termasuk | Tapi | secara | paksa | kekerasan | alasannya | inkonstitusional | katanya | p>Se | aksi | berlangsung | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pagi | hari | Sejumlah | tokoh | seperti | Rachmawati | Bintang | Pamungkas | ditangkap | bersama | sembilan | orang | lain | menjelaskan | sebelas | tiga | antaranya | masih | ditahan | Sementara | delapan | telah | dibebaskan | berbagai | pertimbangan | alasan | kesehatan | alat | bukti | didalami | p>Kuasa | Sukarnoputri | Yusril | Ihza | Mahendra | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | menilai | polisi | memiliki | kuat | menjerat | p>Seharusnya | lebih | berhati | hati | akhir | pekan | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | tentang | Penyampaian | Pendapat | dilarang | p>ARKHELAUS | strong>< | p> |

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Senin, 05 Desember 2016 | 17:45 WIB

Kepala Polri: Dugaan Makar Diperoleh dari Operasi Intelijen

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan penangkapan 11 aktivis yang diduga melakukan pemufakatan jahat untuk makar terhadap pemerintah diperoleh melalui aktivitas intelijen kepolisian. Aktivitas mereka, kata Tito, sudah terpantau cukup intensif.

Menurut Tito, gerakan politik itu berencana memanfaatkan massa yang akan dikerahkan untuk menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat setelah Aksi Bela Islam III. "Kami sudah dapat dari intelijen-intelijen kami. Ada indikasi pemufakatan jahat menuju makar," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016.

Kelompok itu, menurut Tito, akan memanfaatkan kumpulan massa untuk memaksa parlemen mengadakan Sidang Umum Istimewa yang berujung pada pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah. Beberapa isu yang digunakan, seperti pengembalian Undang-undang Dasar 1945 yang asli.

Tito mengatakan upaya makar itu tidak berkaitan dengan Aksi Bela Islam yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terjerat kasus duga menistakan agama. Menurut Tito, menyampaikan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah jika disampaikan sesuai aturan. Termasuk untuk menyampaikan kritik melalui DPR. "Tetapi menduduki DPR secara paksa dan kekerasan apapun juga alasannya adalah inkonstitusional," kata dia.

Sebelum aksi 2 Desember berlangsung Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari. Sejumlah tokoh seperti Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas ditangkap bersama sembilan orang lain.

Tito menjelaskan dari sebelas orang yang ditangkap, tiga di antaranya masih ditahan kepolisian. Sementara itu, delapan orang telah dibebaskan dengan berbagai pertimbangan, seperti alasan kesehatan dan alat bukti masih didalami kepolisian.

Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Ia menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya.

"Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini," kata Yusril, akhir pekan lalu. Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. "Itu tidak dilarang."

ARKHELAUS W.

"

| Kepala | Polri: | Dugaan | Makar | Diperoleh | Operasi | Intelijen | Senin | Desember | 2016 | 17:45 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | Jenderal | Tito | Karnavian | mengat | penangkapan | aktivis | yang | diduga | melakukan | pemufakatan | jahat | untuk | terhadap | pemerintah | diperoleh | aktivitas | intelijen | kepolisian | Aktivitas | kata | terpantau | cukup | intensif | p>Menurut | politik | berencana | memanfaatkan | massa | dikerahkan | menduduki | Dewan | Perwakilan | Rakyat | setelah | Aksi | Bela | Islam | Kami | dapat | kami | indikasi | menuju | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | p>Kelompok | menurut | kumpulan | memaksa | parlemen | mengad | Sidang | Umum | Istimewa | berujung | pada | pemakzulan | pemerintahan | Beberapa | digun | seperti | pengembalian | Undang | undang | Dasar | 1945 | asli | p>Tito | upaya | berkaitan | dengan | menuntut | proses | hukum | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | terjerat | duga | menist | agama | Menurut | menyampaikan | kritik | adalah | jika | disampaikan | sesuai | aturan | Termasuk | secara | paksa | kekerasan | apapun | juga | alasannya | inkonstitusional | p>Se | aksi | berlangsung | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pagi | hari | Sejumlah | tokoh | Rachmawati | Bintang | Pamungkas | ditangkap | bersama | sembilan | orang | lain | menjelaskan | sebelas | tiga | antaranya | masih | ditahan | Sementara | delapan | telah | dibebaskan | berbagai | pertimbangan | alasan | kesehatan | alat | bukti | didalami | p>Kuasa | Yusril | Ihza | Mahendra | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | menilai | polisi | memiliki | kuat | menjerat | p>Seharusnya | lebih | berhati | hati | akhir | pekan | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | tentang | Penyampaian | Pendapat | dilarang | p>ARKHELAUS | p> |

Pesan Ketua DPR Terkait Kasus Dugaan Makar

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto meminta masyarakat percaya kepada polisi yang mengusut kasus dugaan makar yang dilakukan 11 tersangka. Sebab, ia meyakini, Polri akan menyelidikinya secara profesional.

"Tentu dalam situasi ini kita harus beri kesempatan Jokowi-JK untuk melaksanakan tugas ini secara baik karena telah dipilih secara demokratis dan konstitusional sehingga bisa aman tertib," ungkap pria yang karib disapa Setnov ini di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Dengan menjaga keamanan bersama, ia menambahkan, maka perekonomian negara bisa naik. Apalagi saat ini, pertumbuhan ekonomi kita sudah bisa mencapai 5,1 persen.

"Mudah-mudahan suasana damai ini bisa jadi kekuatan kita untuk maju dan terus menjaga persatuan demi keutuhan NKRI," ujar Setnov.

Sebelumnya, 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, pada Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan itu bukan berarti membungkam sikap kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dia menegaskan, perbuatan makar dan kritik berbeda.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam era demokrasi di Indonesia, seringkali terjadi ujaran kebencian yang dilakukan masyarakat secara luas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat.

"

| Pesan | Ketua | Terkait | Kasus | Dugaan | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Setya | Novanto | meminta | masyarakat | percaya | kepada | polisi | yang | mengusut | kasus | dugaan | makar< | dilakukan | tersangka | Sebab | meyakini | Polri | menyelidikinya | secara | profesional | p> Tentu | dalam | situasi | harus | beri | kesempatan | Jokowi | untuk | melaksan | tugas | baik | karena | telah | dipilih | demokratis | konstitusional | aman | tertib | ungkap | pria | karib | disapa | Setnov | Kompleks | Parlemen | Senayan | Selasa | 2016) | p> Dengan | menjaga | keamanan | bersama | menambahkan | maka | perekonomian | negara | naik | Apalagi | saat | pertumbuhan | ekonomi | mencapai | persen | p> Mudah | mudahan | suasana | damai | jadi | kekuatan | maju | terus | persatuan | demi | keutuhan | NKRI | ujar | p> Senya | tokoh | aktivis | ditangkap | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | pada | Jumat | Desember | pagi | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | p> Tujuh | makar | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musikus | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | sebagai | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | atau | p> Sementara | tiga | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Metro | Jaya | Ketiganya | dijerat | dengan | Pasal | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | bukan | berarti | membungkam | sikap | kritis | kebij | pemerintah | menegaskan | perbuatan makar< | kritik | berbeda | p> Jenderal | bintang | menuturkan | demokrasi | Indonesia | seringkali | terjadi | ujaran | kebencian | luas | berkembangnya | teknologi | informasi | semakin | pesat | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Sri Bintang Pamungkas (dua dari kanan) saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta pada 17 November 2016 lalu. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Sri | Pamungkas | (dua | kanan) | saat | menghadiri | sebuah | diskusi | Jakarta | pada | November | Tempo | Reza | Syahputra< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | makar | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | kasus | dugaan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |