Showing posts sorted by relevance for query hatespech. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hatespech. Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Terduga Makar Bertambah Jadi 11 Orang, Ini Penjelasan Polisi

Liputan6.com, Jakarta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggungjawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

"Penyidik telah memeriksa keterangan ahli, saksi, dan video," ujar Boy.

"

| Terduga | Makar | Bertambah | Jadi | Orang, | Penjelasan | Polisi | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech< | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggungjawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | yakni | Alvin | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Kemudian | kasus | makar | Bintang | Pamungkas | sekarang | juga | dijerat | dengan | tentang | p> Sri | ucapannya | YouTube | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | kata | Jamran | Rizal | Kobar | p> Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | Demo | November | p> Penyidik | memeriksa | keterangan | ahli | saksi | video | p> |

Ahmad Dhani Cs Ditangkap, Polri Tegaskan Makar dan Kritik Beda

Liputan6.com, Jakarta Penyidik Polri menangkap 11 orang, termasuk di dalamnya aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaanmakar, Jumat 2 Desember 2016 pagi. Salah satu tersangka makar yang ditangkap yakni putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan itu bukan berarti membungkam sikap kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Dia menegaskan, perbuatan makar dan kritik berbeda.

"(Yang dilakukan Rachmawati Cs) ini bukan kritikan. Kritik denganmakar berbeda," tegas Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, di beberapa negara demokrasi, memberikan masukan kepada pemerintah dengan pandangan kritis adalah hal lumrah. Kendati, cara penyampaian kritik juga harus memperhatikan hukum yang berlaku.

Sebab, demokrasi di Indonesia bukan berarti masyarakat memiliki kebebasan yang absolut. Bebas berbuat apa saja. Sebagai negara hukum, tentu semua memiliki aturan.

"Demikian juga kritikan, apabila bersentuhan dengan hukum lainnya, harus kita pahami," kata dia.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam era demokrasi di Indonesia, seringkali terjadi hatespech atau ujaran kebencian yang dilakukan masyarakat secara luas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat.

"Di sini kita harus sadar, kita punya UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Di media sosial, ujaran kebencian, penghinaan, penistaan, penyebarluasan kata-kata bohong ini marak terjadi, ini tentu harus disadarkan kepada warga negara bahwa ada hukumnya," kata Boy.

Sebelumnya, 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Ahmad | Dhani | Ditangkap, | Polri | Tegaskan | Makar | Kritik | Beda | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Penyidik | menangkap | orang | termasuk | dalamnya | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaanmakar< | Jumat | Desember | 2016 | pagi | Salah | satu | tersangka | makar | yang | ditangkap | yakni | putri | Bung | Karno | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | penangkapan | bukan | berarti | membungkam | sikap | kritis | masyarakat | terhadap | kebij | pemerintah | menegaskan | perbuatan | kritik | berbeda | p> (Yang | dilakukan | kritikan | denganmakar< | tegas | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | beberapa | negara | demokrasi | memberikan | masukan | kepada | dengan | pandangan | adalah | lumrah | Kendati | cara | penyampaian | juga | harus | memperhatikan | hukum | berlaku | p> Sebab | Indonesia | memiliki | kebebasan | absolut | Bebas | berbuat | Sebagai | tentu | semua | aturan | p> Demikian | apabila | bersentuhan | lainnya | pahami | kata | p> Jenderal | bintang | menuturkan | dalam | seringkali | terjadi | hatespech< | atau | ujaran | kebencian | secara | luas | Apalagi | berkembangnya | teknologi | informasi | semakin | pesat | p> Di | sini | sadar | punya | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | media | sosial | penghinaan | penistaan | penyebarluasan | bohong | marak | disadarkan | warga | bahwa | hukumnya | p> Senya | tempat | waktu | hampir | bersamaan | Mereka | diduga | kuat | terlibat | upaya | makar< | p> Tujuh | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | musikus | ditetapkan | sebagai | Presiden | Joko | Widodo | Jokowi | p> Sementara | tiga | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Metro | Jaya | Ketiganya | dijerat | Pasal | KUHP | Permufakatan | Jahat | p> |

Terduga Makar Bertambah Jadi 11 Orang, Ini Penjelasan Polisi

Liputan6.com, Jakarta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggungjawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

"Penyidik telah memeriksa keterangan ahli, saksi, dan video," ujar Boy.

"

| Terduga | Makar | Bertambah | Jadi | Orang, | Penjelasan | Polisi | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech< | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggungjawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | penambahan | berita | senya | yakni | Alvin | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Kemudian | kasus | makar | Bintang | Pamungkas | sekarang | juga | dijerat | dengan | tentang | p> Sri | ucapannya | YouTube | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | kata | Jamran | Rizal | Kobar | p> Ini | kakak | beradik | berkaitan | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | info | permusuhan | individu | SARA | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | Jokowi | orasi | Demo | November | p> Penyidik | memeriksa | keterangan | ahli | saksi | video | p> |

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Saturday, December 3, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |