Showing posts sorted by relevance for query Kliennya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Kliennya. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Ditunjuk Sri Bintang Jadi Pengacara, Razman Nasution Bantah Ada Makar

Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu pihak yang ditangkap terkait tuduhan makar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua. Kuasa hukumnya Razman Nasution mengatakan kliennya tidak merasa melakukan seperti yang dituduhkan.

"Bapak Sri Bintang Pamungkas senior termasuk sangat memperhatikan, menggerakkan bangsa dan negara, beliau menyampaikan saya baru memberi keterangan tambahan, belum diBAP, meski dicatat sudah memberi BAP. Kedua beliau merasa tidak melakukan tindakan
makar," kata Razman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Razman menyebut kliennya itu disangkakan dengan pasal 107 KUHP jo 110 KUHP jo Pasal 87 tentang tindakan makar terkait kegiatan 1 Desember. Padahal kata dia, kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Saya sempat berpikir ada gerakan super damai jutaan umat nih, pikiran kita digagas
10 orang ini. Ternyata tidak pak Bintang dipanggil usai salat Subuh, Ahmad Dhani ketika di hotel, Kivlan ditangkap di rumahnya," kata dia.

Dari cerita itu, Razman menyebut kliennya tidak melakukan pertemuan dengan 9 aktivis lainnya yang ditangkap. "Mereka tidak melakukan pertemuan," jelasnya.

Dia juga beralasan bukti yang digunakan untuk menjerat kliennya dari sebuah video yang diunggah di Youtube. "Katanya ada Yotube terkait yang mereka sampaikan di bawah jembatan Kalijodo apakah itu original statementnya Sri Bintang Pamungkas," bebernya.

Razman menambahkan selain video itu, saat penangkapan polisi juga menunjukkan surat laporan. Baik dia ataupun kliennya tidak mengenal siapa pelapornya.

"Minta surat ditunjukkan Youtube atas laporan Ridwan Hanafi. Saya belum dengar atas nama Ridwan Hanafi," katanya.

Dia kemudian mempermasalahkan penangkapan kliennya. Dia menyebut di dalam surat itu sudah kliennya sudah berstatus tersangka.

"Saya berharap Polri harus betul-betul apakah ini sudah dapat dua alat bukti karena saya baca
tersangka, jadi mendampingi tersangka. Kalau ada pemeriksaan dari saudara Hanafi tadi ada proses pemanggilan dulu dong," bebernya.
(ams/fjp)

"

| Ditunjuk | Bintang | Jadi | Pengacara, | Razman | Nasution | Bantah | Makar | Jakarta< | strong> | Aktivis | Pamungkas | menjadi | salah | satu | pihak | yang | ditangkap | terkait | tuduhan | makar | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | Kelapa | Kuasa | hukumnya | mengatakan | kliennya | tidak | merasa | melakukan | seperti | dituduhkan | Bapak | senior | termasuk | sangat | memperhatikan | menggerakkan | bangsa | negara | beliau | menyampaikan | saya | baru | memberi | keterangan | tambahan | belum | diBAP | meski | dicatat | sudah | Kedua | tindakanmakar | kata | Mako | Depok | Jumat | 2016) | p>Razman | menyebut | disangkakan | dengan | pasal | KUHP | Pasal | tentang | tindakan | kegiatan | Desember | Padahal | kepadanya | p>Saya | sempat | berpikir | gerakan | super | damai | jutaan | umat | pikiran | kita | digagas10 | orang | Ternyata | dipanggil | usai | salat | Subuh | Ahmad | Dhani | ketika | hotel | Kivlan | rumahnya | p>Dari | cerita | pertemuan | aktivis | lainnya | Mereka | jelasnya | p>Dia | juga | beralasan | bukti | digunakan | untuk | menjerat | dari | sebuah | video | diunggah | Youtube | Katanya | Yotube | mereka | sampaikan | bawah | jembatan | Kalijodo | apakah | original | statementnya | bebernya | menambahkan | selain | saat | penangkapan | polisi | menunjukkan | surat | laporan | Baik | ataupun | mengenal | siapa | pelapornya | p>Minta | ditunjukkan | atas | Ridwan | Hanafi | Saya | dengar | nama | katanya | kemudian | mempermasalahkan | dalam | berstatus | tersangka | berharap | Polri | harus | betul | dapat | alat | karena | bacatersangka | jadi | mendampingi | Kalau | pemeriksaan | saudara | tadi | proses | pemanggilan | dulu | dong | (ams | fjp)< |

Ditunjuk Sri Bintang Jadi Pengacara, Razman Nasution Bantah Ada Makar

Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu pihak yang ditangkap terkait tuduhan makar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua. Kuasa hukumnya Razman Nasution mengatakan kliennya tidak merasa melakukan seperti yang dituduhkan.

"Bapak Sri Bintang Pamungkas senior termasuk sangat memperhatikan, menggerakkan bangsa dan negara, beliau menyampaikan saya baru memberi keterangan tambahan, belum diBAP, meski dicatat sudah memberi BAP. Kedua beliau merasa tidak melakukan tindakan
makar," kata Razman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Razman menyebut kliennya itu disangkakan dengan pasal 107 KUHP jo 110 KUHP jo Pasal 87 tentang tindakan makar terkait kegiatan 1 Desember. Padahal kata dia, kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Saya sempat berpikir ada gerakan super damai jutaan umat nih, pikiran kita digagas
10 orang ini. Ternyata tidak pak Bintang dipanggil usai salat Subuh, Ahmad Dhani ketika di hotel, Kivlan ditangkap di rumahnya," kata dia.

Dari cerita itu, Razman menyebut kliennya tidak melakukan pertemuan dengan 9 aktivis lainnya yang ditangkap. "Mereka tidak melakukan pertemuan," jelasnya.

Dia juga beralasan bukti yang digunakan untuk menjerat kliennya dari sebuah video yang diunggah di Youtube. "Katanya ada Yotube terkait yang mereka sampaikan di bawah jembatan Kalijodo apakah itu original statementnya Sri Bintang Pamungkas," bebernya.

Razman menambahkan selain video itu, saat penangkapan polisi juga menunjukkan surat laporan. Baik dia ataupun kliennya tidak mengenal siapa pelapornya.

"Minta surat ditunjukkan Youtube atas laporan Ridwan Hanafi. Saya belum dengar atas nama Ridwan Hanafi," katanya.

Dia kemudian mempermasalahkan penangkapan kliennya. Dia menyebut di dalam surat itu sudah kliennya sudah berstatus tersangka.

"Saya berharap Polri harus betul-betul apakah ini sudah dapat dua alat bukti karena saya baca
tersangka, jadi mendampingi tersangka. Kalau ada pemeriksaan dari saudara Hanafi tadi ada proses pemanggilan dulu dong," bebernya.
(ams/fjp)

"

| Ditunjuk | Bintang | Jadi | Pengacara, | Razman | Nasution | Bantah | Makar | Jakarta< | strong> | Aktivis | Pamungkas | menjadi | salah | satu | pihak | yang | ditangkap | terkait | tuduhan | makar | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | Kelapa | Kuasa | hukumnya | mengatakan | kliennya | tidak | merasa | melakukan | seperti | dituduhkan | Bapak | senior | termasuk | sangat | memperhatikan | menggerakkan | bangsa | negara | beliau | menyampaikan | saya | baru | memberi | keterangan | tambahan | belum | diBAP | meski | dicatat | sudah | Kedua | tindakanmakar | kata | Mako | Depok | Jumat | 2016) | p>Razman | menyebut | disangkakan | dengan | pasal | KUHP | Pasal | tentang | tindakan | kegiatan | Desember | Padahal | kepadanya | p>Saya | sempat | berpikir | gerakan | super | damai | jutaan | umat | pikiran | kita | digagas10 | orang | Ternyata | dipanggil | usai | salat | Subuh | Ahmad | Dhani | ketika | hotel | Kivlan | rumahnya | p>Dari | cerita | pertemuan | aktivis | lainnya | Mereka | jelasnya | p>Dia | juga | beralasan | bukti | digunakan | untuk | menjerat | dari | sebuah | video | diunggah | Youtube | Katanya | Yotube | mereka | sampaikan | bawah | jembatan | Kalijodo | apakah | original | statementnya | bebernya | menambahkan | selain | saat | penangkapan | polisi | menunjukkan | surat | laporan | Baik | ataupun | mengenal | siapa | pelapornya | p>Minta | ditunjukkan | atas | Ridwan | Hanafi | Saya | dengar | nama | katanya | kemudian | mempermasalahkan | dalam | berstatus | tersangka | berharap | Polri | harus | betul | dapat | alat | karena | bacatersangka | jadi | mendampingi | Kalau | pemeriksaan | saudara | tadi | proses | pemanggilan | dulu | dong | (ams | fjp)< |

Ditunjuk Sri Bintang Jadi Pengacara, Razman Nasution Bantah Ada Makar

Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu pihak yang ditangkap terkait tuduhan makar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua. Kuasa hukumnya Razman Nasution mengatakan kliennya tidak merasa melakukan seperti yang dituduhkan.

"Bapak Sri Bintang Pamungkas senior termasuk sangat memperhatikan, menggerakkan bangsa dan negara, beliau menyampaikan saya baru memberi keterangan tambahan, belum diBAP, meski dicatat sudah memberi BAP. Kedua beliau merasa tidak melakukan tindakan
makar," kata Razman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Razman menyebut kliennya itu disangkakan dengan pasal 107 KUHP jo 110 KUHP jo Pasal 87 tentang tindakan makar terkait kegiatan 1 Desember. Padahal kata dia, kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Saya sempat berpikir ada gerakan super damai jutaan umat nih, pikiran kita digagas
10 orang ini. Ternyata tidak pak Bintang dipanggil usai salat Subuh, Ahmad Dhani ketika di hotel, Kivlan ditangkap di rumahnya," kata dia.

Dari cerita itu, Razman menyebut kliennya tidak melakukan pertemuan dengan 9 aktivis lainnya yang ditangkap. "Mereka tidak melakukan pertemuan," jelasnya.

Dia juga beralasan bukti yang digunakan untuk menjerat kliennya dari sebuah video yang diunggah di Youtube. "Katanya ada Yotube terkait yang mereka sampaikan di bawah jembatan Kalijodo apakah itu original statementnya Sri Bintang Pamungkas," bebernya.

Razman menambahkan selain video itu, saat penangkapan polisi juga menunjukkan surat laporan. Baik dia ataupun kliennya tidak mengenal siapa pelapornya.

"Minta surat ditunjukkan Youtube atas laporan Ridwan Hanafi. Saya belum dengar atas nama Ridwan Hanafi," katanya.

Dia kemudian mempermasalahkan penangkapan kliennya. Dia menyebut di dalam surat itu sudah kliennya sudah berstatus tersangka.

"Saya berharap Polri harus betul-betul apakah ini sudah dapat dua alat bukti karena saya baca
tersangka, jadi mendampingi tersangka. Kalau ada pemeriksaan dari saudara Hanafi tadi ada proses pemanggilan dulu dong," bebernya.
(ams/fjp)

"

| Ditunjuk | Bintang | Jadi | Pengacara, | Razman | Nasution | Bantah | Makar | Jakarta< | strong> | Aktivis | Pamungkas | menjadi | salah | satu | pihak | yang | ditangkap | terkait | tuduhan | makar | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | Kelapa | Kuasa | hukumnya | mengatakan | kliennya | tidak | merasa | melakukan | seperti | dituduhkan | Bapak | senior | termasuk | sangat | memperhatikan | menggerakkan | bangsa | negara | beliau | menyampaikan | saya | baru | memberi | keterangan | tambahan | belum | diBAP | meski | dicatat | sudah | Kedua | tindakanmakar | kata | Mako | Depok | Jumat | 2016) | p>Razman | menyebut | disangkakan | dengan | pasal | KUHP | Pasal | tentang | tindakan | kegiatan | Desember | Padahal | kepadanya | p>Saya | sempat | berpikir | gerakan | super | damai | jutaan | umat | pikiran | kita | digagas10 | orang | Ternyata | dipanggil | usai | salat | Subuh | Ahmad | Dhani | ketika | hotel | Kivlan | rumahnya | p>Dari | cerita | pertemuan | aktivis | lainnya | Mereka | jelasnya | p>Dia | juga | beralasan | bukti | digunakan | untuk | menjerat | dari | sebuah | video | diunggah | Youtube | Katanya | Yotube | mereka | sampaikan | bawah | jembatan | Kalijodo | apakah | original | statementnya | bebernya | menambahkan | selain | saat | penangkapan | polisi | menunjukkan | surat | laporan | Baik | ataupun | mengenal | siapa | pelapornya | p>Minta | ditunjukkan | atas | Ridwan | Hanafi | Saya | dengar | nama | katanya | kemudian | mempermasalahkan | dalam | berstatus | tersangka | berharap | Polri | harus | betul | dapat | alat | karena | bacatersangka | jadi | mendampingi | Kalau | pemeriksaan | saudara | tadi | proses | pemanggilan | dulu | dong | (ams | fjp)< |

Tepis Tuduhan Makar, Rachmawati Mengaku Hanya Ajukan 2 Petisi

Jakarta - Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Aldwin Rahadian, membantah kliennya melakukan upaya makar. Aldwin menjelaskan pada pertemuan 1 Desember di Sari Pan Pacific kliennya hanya mengajukan petisi.

"Jadi Bu Rachma merasa tidak ada upaya makar yang dituduhkan. Bu Rachma hanya kemudian ingin mengajukan dua petisi saja," kata Aldwin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Aldwin menjelaskan petisi yang diajukan kliennya itu berisi dukungan kepada umat Islam terkait proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Satu petisi membangun soliditas empati umat Islam penegakan hukum kasus Pak Ahok," kata dia.

Petisi kedua berkaitan dengan menyampaikan aspirasinya untuk mengembalikan UUD 1945 sebelum amandemen. Yang mana Isu ini juga disuarakan oleh Sri Bintang Pamungkas melalui suratnya yang dikirimkan ke pimpinan MPR/DPR dengan tembusan Panglima TNI.

"Kedua ingin menyampaikan kepada lembaga DPR beraspirasi untuk kemudian bisa mengembalikan UUD 45 sebelum amandemen, itu saja," jelasnya.

Terkait petisi itu, Aldwin mengklaim kliennya tidak melakukan upaya makar. Bahkan menurut dia Rachmawati juga tidak punya niatan seperti yang dituduhkan itu.

"Di luar itu, Bu Rachma menyampaikan tidak ada upaya apapun apalagi makar begitu. Tidak ada terlintas seperti itu, karena tidak ada upaya itu," katanya.

Dengan alasan itu juga Rachmawati tidak menandatangani surat penangkapan dirinya.

"Beliau kenapa tidak menandatangani surat penangkapan karena memang beliau tidak merasa melakukan upaya seperti itu," jawab dia.

Aldwin mengaku tidak tahu soal bukti awal yang digunakan penyidik untuk menangkap Rachmawati. Dia hanya menyebut pemeriksaan terpaksa dihentikan karena kondisi kliennya drop.

"Bukti apa yang sudah dimiliki penyidik kita belum tahu. Tadi hanya ditanyakan beberapa pertanyaan saja, riwayat hidup dan sebagainya makanya tadi sempat di dua kali BAP tapi karena kondisi tidak optimal untuk memberikan pernyataan dari pertanyaan. Karena memang kondisinya drop dan sakit," jelas dia.
(ams/jor)

"

| Tepis | Tuduhan | Makar, | Rachmawati | Mengaku | Hanya | Ajukan | Petisi | Jakarta< | strong> | Kuasa | hukum | Soekarnoputri | Aldwin | Rahadian | membantah | kliennya | melakukan | upaya | makar | menjelaskan | pada | pertemuan | Desember | Sari | Pacific | hanya | mengajukan | petisi | Jadi | Rachma | merasa | tidak | yang | dituduhkan | kemudian | ingin | saja | kata | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jumat | 2016) | p>Aldwin | diajukan | berisi | dukungan | kepada | umat | Islam | terkait | proses | dugaan | penistaan | agama | dilakukan | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | p>Satu | membangun | soliditas | empati | penegakan | kasus | Ahok | p>Petisi | kedua | berkaitan | dengan | menyampaikan | aspirasinya | untuk | mengembalikan | 1945 | sebelum | amandemen | Yang | mana | juga | disuarakan | oleh | Bintang | Pamungkas | melalui | suratnya | dikirimkan | pimpinan | tembusan | Panglima | p>Kedua | lembaga | beraspirasi | bisa | jelasnya | p>Terkait | mengklaim | Bahkan | menurut | punya | niatan | seperti | p>Di | luar | apapun | apalagi | begitu | Tidak | terlintas | karena | katanya | p>Dengan | alasan | menandatangani | surat | penangkapan | dirinya | p>Beliau | kenapa | memang | beliau | jawab | mengaku | tahu | soal | bukti | awal | digunakan | penyidik | menangkap | menyebut | pemeriksaan | terpaksa | dihentikan | kondisi | drop | p>Bukti | sudah | dimiliki | kita | belum | Tadi | ditanyakan | beberapa | pertanyaan | riwayat | hidup | sebagainya | makanya | tadi | sempat | kali | tapi | optimal | memberikan | pernyataan | dari | Karena | kondisinya | sakit | jelas | (ams | jor)< |

Tuesday, December 6, 2016

Dugaan Makar, Rachmawati Akan Ajukan Praperadilan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aldwin Rahardian, salah satu kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum, termasuk mengajukan gugatan praperadilan, atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Baca: Tangan Suami Nagita Masuk ke Dalam Ini, Mulan Jameela dan Selvi Kitty Goyang Bareng

Sebab, menurut dia, sangkaan polisi terhadap kliennya mengenai dugaan makar tersebut tidak berdasar.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya hukum lebih lanjut dari itu," ujar Aldwin saat dihubungi, Selasa (6/12/2016).

Baca: Artis Ini Ungkap Bahwa Dirinya Diperkosa Sungguhan Demi Film Populer Ini Bikin Geger

Aldwin menyampaikan, tuduhan upaya makar terhadap putri mantan Presiden RI pertama, Soekarno, tersebut terlalu mengada-mengada.

Sebab, menurut Aldwin, upaya makar tersebut harus terencana dengan baik.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Syahrini Jatuh Terjungkal Gara-gara Terlalu Bersemangat Menyapa Rekan-rekannya

"Tuduhan makar ini menurut saya ini mengada-ada. Ini terlalu jauh. Karena ini kita bisa indikasikan, kalau makar ini kegiatan yang tersencana dan harus matang. Mengandalkan power," ucap dia.

Aldwin menyatakan, saat ini kondisi kesehatan kliennya masih belum baik. Jika nanti kondisi kesehatannya pulih, kliennya akan kooperatif apabila polisi hendak memintanya untuk memberi keterangan.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa, tetapi akan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua," kata Aldwin.

Polisi menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan permufakatan makar.

Selain Rachmawati, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bahwa ketujuh tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan ide atau gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan, yang dapat menggulirkan reaksi dan pendapat orang lain.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

Penetapan Bintang sebagai tersangka ini berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. (Achdi Martin Pratama/Kompas.com)

"

| Dugaan | Makar, | Rachmawati | Akan | Ajukan | Praperadilan | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Aldwin | Rahardian | salah | satu | kuasa | hukum | tersangka | kasus | dugaan | makar | Soekarnoputri | mengat | bahwa | pihaknya | berencana | menempuh | upaya | termasuk | mengajukan | gugatan | praperadilan | atas | penetapan | kliennya | sebagai | p> Baca: | Tangan | Suami | Nagita | Masuk | Dalam | Mulan | Jameela | Selvi | Kitty | Goyang | Bareng< | strong>< | h4> Sebab | menurut | sangkaan | polisi | terhadap | mengenai | tersebut | berdasar | p> Ya | nanti | setelah | selesai | pemeriksaan | tentunya | lebih | lanjut | ujar | saat | dihubungi | Selasa | 2016) | Artis | Ungkap | Bahwa | Dirinya | Diperkosa | Sungguhan | Demi | Film | Populer | Bikin | Geger< | h4> Aldwin | menyampaikan | tuduhan | putri | mantan | Presiden | pertama | Soekarno | mengada | p> Sebab | harus | terencana | dengan | baik | Heboh | Lagi | Syahrini | Jatuh | Terjungkal | Gara | gara | Bersemangat | Menyapa | Rekan | rekannya< | h4> Tuduhan | saya | jauh | Karena | indikasikan | kalau | kegiatan | yang | tersencana | matang | Mengandalkan | power | ucap | p> Aldwin | menyat | kondisi | kesehatan | masih | Jika | kesehatannya | pulih | kooperatif | apabila | hendak | memintanya | untuk | memberi | keterangan | p> Bu | pemulihan | memang | siap | kembali | diperiksa | mengikuti | diklarifikasi | semua | kata | p> Polisi | menetapkan | tujuh | orang | permufakatan | p> Selain | ditetapkan | adalah | Kivlan | Zein | Ratna | Sarumpaet | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | juncto | KUHP | p> Dalam | penyidik | Polri | menemukan | ketujuh | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | atau | gagasan | berbau | hasutan | disalahartikan | dapat | menggulirkan | reaksi | pendapat | lain | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Penetapan | berkaitan | konten | dalam | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | menyebar | luas | diduga | menghasut | mengajak | masyarakat | agar | melakukan | (Achdi | Martin | Pratama | Kompas | com)< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Senin, 05 Desember 2016 | 06:01 WIB

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Yusril menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. “Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini,” kata Yusril.

Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. “Itu tidak dilarang,” ujar dia.

Pada Jumat 2 Desember 2016, polisi menangkap 11 orang di sejumlah tempat berbeda. Tujuh di antaranya diduga melakukan permufakatan jahat mengenai makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, Firza Husein, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra Al Fariz, dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Habiburokhman, mengklaim kliennya tak memiliki kekuasaan dan pasukan untuk melakukan makar. Ia juga mempermasalahkan surat penahanan kliennya karena hanya diperlihatkan. “Kami pertimbangkan praperadilan, sesegera mungkin,” kata dia.

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menganggap tuduhan makar tidak kuat jika hanya menggunakan video Sri Bintang yang mengajak massa ke gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mendesak pencabutan amanat Joko Widodo sebagai presiden. Begitu juga dengan surat ajakan Bintang kepada MPR dan serangkaian pertemuan untuk membahas penggulingan. “Kalau hanya perkataan ingin menggulingkan Jokowi, saya rasa itu sudah biasa, namanya demokrasi,” kata Chairul.

Lebih jauh Chairul menerangkan, tuduhan makar akan kuat bila polisi mengantongi bukti keterlibatan para tersangka dengan pejabat yang memiliki kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan seperti Tentara Nasional Indonesia dan pimpinan MPR. TNI, kata dia, memiliki persenjataan. Adapun MPR dapat memuluskan sidang istimewa. Ada dugaan, kata dia, penangkapan para tersangka untuk mencegah kerusuhan pada Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016, lalu. “Polisi tidak mau lagi kecolongan,” kata Chairul.

Adapun peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Miko Ginting, sependapat dengan Chairul. Menurut dia, polisi memiliki dasar kuat untuk menetapkan para tersangka sebagai pelaku yang bermufakat jahat ke arah makar. Ia menyarankan polisi harus lebih berhati-hati. “Karena makar itu serangan secara nyata,” tutur Miko.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menegaskan penyidik tak serampangan menetapkan seseorang sebagai tersangka karena diduga merencanakan makar. “Kami sudah kantongi dua alat bukti permulaan. Tidak mungkin polisi ngawur, ngarang-ngarang,” ujar Boy.

DEWI SUCI RAHAYU | IMAM HAMDI | DANANG FIRMANTO

Berita lainnya:

>Inisiator CFD Protes Ada Atribut Partai di Parade 412

>Parade Kita Indonesia, Taman Rusak Terinjak-injak

>Beratribut Partai, Aksi #KitaIndonesia Dikritik Plt Gubernur

"

| Menakar | Tuduhan | Makar | kepada | Rachmawati, | Bintang, | Kivlan | Zen, | Senin | Desember | 2016 | 06:01 | WIB< | p> < | div> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kuasa | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | strong> | Yusril | Ihza | Mahendra< | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | terhadap | pemerintahan | Jokowi | Yusril< | menilai | polisi | memiliki | bukti | yang | kuat | untuk | menjerat | “Seharusnya | lebih | berhati | hati | penangkapan | kata | p>Menurut | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo< | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | Undang | tentang | Penyampaian | Pendapat | “Itu | dilarang | ujar | p>Pada | Jumat | menangkap | orang | sejumlah | tempat | berbeda | Tujuh | antaranya | diduga | melakukan | permufakatan | jahat | mengenai | Mereka | adalah | Suryo | Santjojo< | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha< | Mayor | Zen< | Firza | Husein< | Ratna | Sarumpaet< | Alvin | Indra | Fariz< | Bintang | Pamungkas< | dijerat | Pasal | juncto< | KUHP | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Kuasa | Habiburokhman | mengklaim | kekuasaan | pasukan | juga | surat | penahanan | karena | diperlihatkan | “Kami | pertimbangkan | praperadilan | sesegera | mungkin | p>Pakar | pidana | Universitas | Muhammadiyah | Jakarta | Chairul | Huda | menganggap | tuduhan | jika | menggun | video | Bintang< | mengajak | massa | gedung | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | mendesak | pencabutan | amanat | Widodo | presiden | Begitu | serangkaian | pertemuan | membahas | penggulingan | “Kalau | perkataan | ingin | menggulingkan | Jokowi< | saya | rasa | biasa | namanya | demokrasi | p>Lebih | jauh | menerangkan | bila | mengantongi | keterlibatan | pejabat | kekuatan | seperti | Tentara | Nasional | Indonesia | pimpinan | persenjataan | Adapun | dapat | memuluskan | sidang | istimewa | mencegah | kerusuhan | pada | Aksi | Bela | Islam | Jilid | “Polisi | lagi | kecolongan | p>Adapun | peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Miko | Ginting | sependapat | Menurut | dasar | menetapkan | pelaku | bermufakat | arah | menyarankan | harus | “Karena | serangan | secara | nyata | tutur | p>Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Rafli | Amar | menegaskan | penyidik | serampangan | seseorang | merencan | kantongi | alat | permulaan | Tidak | ngawur | ngarang | ngarang< | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | IMAM | HAMDI | DANANG | FIRMANTO< | p>Berita | lainnya:Inisiator | Protes | Atribut | Partai | Parade | 412< | a>Parade | Kita | Taman | Rusak | Terinjak | injak< | a>Beratribut | KitaIndonesia | Dikritik | Gubernur< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda | politik

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO,�Jakarta�- Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada�Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?��
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

�

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | politik | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | Desember | 2016 | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> TEMPO | strong> | �Jakarta< | strong>� | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada�Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p> Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya | ��< | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> �< | p> < | div> |

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda

Rabu, 07 Desember 2016 | 07:07 WIB

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda  

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?  
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | Rabu | Desember | 2016 | 07:07 | WIB< | p> < | div> Ahmad | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p>Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya |   < | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> |