Showing posts sorted by date for query Cendana. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Cendana. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Tangkap Aktivis dengan Tuduhan Makar, Nama Baik Polri Jadi Taruhan : Okezone News

JAKARTA â€" Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mempersilakan kepolisian memproses hukum sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Arief mengingatkan nama baik Polri menjadi taruhannya jika tak ada bukti adanya makar.

"Namun jika polisi nanti tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis maka taruhannya adalah nama Polri sendiri," ujar Arief saat dihubungi, Jumat (9/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Ia melanjutkan, apa yang dilakukan sejumlah aktivis seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, serta Hatta Taliwang belum bisa disebut sebagai tindakan makar. Arif menerangkan, syarat terjadinya makar jika adanya keterlibatan militer, pengikut banyak, sampai keinginan untuk mengganti ideologi negara.

"Sebab biasanya di semua negara jika terjadi makar maka syarat utama harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi negara, pengikutnya banyak, dan ada rapat-rapat tertutup. Nah, ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan ngundang wartawan," keluh Arief.

Presiden Jokowi, menurutnya, tak boleh begitu saja percaya dengan informasi akan adanya gerakan makar yamg direncanakan pada 2 Desember 2016. Perbedaan pandangan, kata Arief, sah-sah saja di negara demokrasi seperti Indonesia, sepanjang tak mengubah konstitusi negara.

"Jadi Pak Jokowi dan Polri harus waspada jangan-jangan informasi para aktivis akan adanya makar dari intelijen hanya sebuah cara untuk semakin mendelegitimasi institusi Polri sebagai penjaga demokrasi yang akhirnya Polri akan bernasib sama seperti institusi TNI di era Soeharto," simpulnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan staf ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999â€"2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama delapan aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.

"

| Tangkap | Aktivis | dengan | Tuduhan | Makar, | Nama | Baik | Polri | Jadi | Taruhan | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Wakil | Ketua | Umum | Partai | Gerindra | Arief | Poyuono | mempersil | kepolisian | memproses | hukum | sejumlah | aktivis | yang | diduga | melakukan | makar | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | (Jokowi) | Namun | mengingatkan | nama | baik | menjadi | taruhannya | jika | bukti | adanya | p> Namun | polisi | nanti | membuktikan | upaya | kelompok | maka | adalah | sendiri | ujar | saat | dihubungi | Jumat | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Ia | melanjutkan | dilakukan | seperti | Rachmawati | Soekarnoputri | Bintang | Pamungkas | serta | Hatta | Taliwang | disebut | sebagai | tind | Arif | menerangkan | syarat | terjadinya | keterlibatan | militer | pengikut | banyak | sampai | keinginan | untuk | mengganti | ideologi | negara | p> Sebab | biasanya | semua | terjadi | utama | harus | menggantikan | pengikutnya | rapat | tertutup | Nah< | masa | buat | terbuka | ngundang< | wartawan | keluh | p> Presiden | Jokowi | menurutnya | boleh | begitu | percaya | informasi | yamg | direncan | pada | Desember | 2016 | Perbedaan | pandangan | kata | demokrasi | Indonesia | sepanjang | mengubah | konstitusi | p> Jadi | waspada | jangan | para | intelijen | hanya | sebuah | cara | semakin | mendelegitimasi | institusi | penjaga | akhirnya | bernasib | sama | Soeharto | simpulnya | p> Diketahui | orang | ditangkap | dalam | kasus | dugaan | Mereka | mantan | staf | ahli | panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha; | Kepala | Staf | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein; | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | band | Dewa | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | putri | presiden | pertama | Soekarno | Soerkarnoputri; | Pamungkas; | Sementara | dijerat | Pasal | Undang | yakni | Jamran | Rizal | Kobar | p> Terakhir | menangkap | anggota | 1999â€"2004 | terlibat | pemufakatan | bersama | delapan | ditetapkan | tersangka | p> |

Politikus PDIP Tak Percaya Rachmawati Cs Bisa Lakukan Makar : Okezone News

JAKARTA - Sebanyak 11 aktivis ditangkap kepolisian karena diduga berencana melakukan penggulingan terhadap pemerintahan atau makar pada 2 Desember 2016. Rachmawati Soekarnoputeri, putri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, turut ditangkap dalam operasi senyap.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, tak percaya dengan kemampuan para aktivis tersebut untuk bisa berbuat makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

BERITA REKOMENDASI


"Tapi saya juga enggak begitu yakin orang-orang yang sekarang diduga melakukan makar. Saya juga enggak percaya (mereka) punya kemampuan untuk melakukan makar," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).

Terkait adanya penyandang dana untuk gerakan makar yang sudah terendus Polri, Masinton mengaku heran. Menurut politikus PDIP itu, penyandang dana tersebut salah menggelontorkan dana itu kepada Rachmawati cs. "Mungkin bandarnya aja salah kasih kali," ungkapnya.

Sebelumnya, delapan orang ditangkap dalam kasus dugaan makar, yakni eks Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian, seniman dan aktivis politik, Ratna Sarumpaet; pentolan ‘Dewa 19’ sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko.

Sementara ada dua orang lainnya yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar. Total 10 orang diamankan dalam operasi senyap menjelang aksi damai 212.

"

| Politikus | PDIP | Percaya | Rachmawati | Bisa | Lakukan | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Sebanyak | aktivis | ditangkap | kepolisian | karena | diduga | berencana | melakukan | penggulingan | terhadap | pemerintahan | atau | makar | pada | Desember | 2016 | Soekarnoputeri | putri | Presiden | pertama | Indonesia | Soekarno | turut | dalam | operasi | senyap | p> Anggota | Komisi | Fraksi | Perjuangan | Masinton | Pasaribu | percaya | dengan | kemampuan | para | tersebut | untuk | berbuat | Joko | Widodo | Wakil | Jusuf | Kalla | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Tapi | saya | juga | enggak< | begitu | yakin | orang | yang | sekarang | Saya | punya | kata | Gedung | Senayan | Jakarta | Pusat | Kamis | 2016) | p> Terkait | adanya | penyandang | dana | terendus | Polri | mengaku | heran | Menurut | politikus | salah | menggelontorkan | kepada | Mungkin | bandarnya | kasih | kali | ungkapnya | p> Senya | delapan | kasus | dugaan | yakni | Staf | Ahli | Panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha | mantan | Kepala | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein | Ketua | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | ‘Dewa | 19’ | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | Soerkarnoputri; | Bintang | Pamungkas; | p> Sementara | lainnya | dijerat | Pasal | Undang | Jamran | Rizal | Kobar | Total | diamankan | menjelang | aksi | damai | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Selasa, 06 Desember 2016 | 19:30 WIB

Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. "Itu cara inkonstitusional," ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. "Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik," tuturnya.

DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W. | AGOENG WIJAYA

Baca Pula
Nikita Mirzani Tak Mau Cabut Laporan, Ini Reaksi Julia Perez
>
Alasan Proses Hukum Ahok Berlangsung Cepat Versi Jaksa Agung

"

| Bintang | Diduga | Makar, | Siapa | Pemasok | Dananya? | Selasa | Desember | 2016 | 19:30 | WIB< | p> < | div> Aktivis | Ratna | Sarumpaet | (tengah) | didampingi | kuasa | hukumnya | Yusril | Ihza | Mahendra | (kanan) | memberi | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dini | hari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepolisian | menelusuri | keterlibatan | sejumlah | pihak | yang | diduga | mendanai | rencana | Kepala | Bidang | Hubungan | Masyarakat | Daerah | Metro | Jaya | Komisaris | Besar | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | saat | penyidik | memeriksa | saksi | untuk | mengungkap | tersebut | “Masih | dikembangkan | oleh | kata | kantornya | kemarin | p>Argo | enggan | menjelaskan | siapa | dimaksud | sebagai | penyokong | dana | meminta | masyarakat | bersabar | menunggu | proses | penyidikan | selesai | Begitu | pula | Divisi | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | menyat | masih | calon | tersangka | baru | ikut | berperan | konseptor | provokator | lapangan | p>Hingga | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | Bela | Islam | Jilid | Jumat | pekan | Mereka | adalah | Ketua | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Pamungkas | p>Di | antara | hanya | kini | ditahan | lainnya | Rizal | Jamran | ditetapkan | penyebaran | ujaran | kebencian | Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | dinyat | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo | p>Pengacara | Habiburrokhman | tuduhan | diungkapkan | polisi | berdasar | Terlebih | sebagian | besar | berusia | atas | tahun | memiliki | senjata | atau | massa | cukup | menggulingkan | pemerintahan | “Masak | nini | dituduh | katanya | p>Dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Tito | Karnavian | menuturkan | bahwa | kematangan | usia | menjadikan | para | pelaku | menyiapkan | strategi | skenario | pelaksana | dilakukan | sekelompok | muda | fisik | lebih | kuat | “Usia | semakin | tinggi | teknis | matang | ujarnya | p>Tito | memastikan | bukan | lagi | hendak | mengkritik | pemerintah | melainkan | juga | berencana | mengajak | mendobrak | menduduki | gedung | Jokowi | cara | inkonstitusional | ucapnya | Menurut | tetap | karena | bukti | menjeratnya | dinilai | paling | yakni | video | kompleks | parlemen | surat | permohonan | kepada | pimpinan | Majelis | Permusyawaratan | menggelar | sidang | istimewa | pencabutan | mandat | p>Koordinator | JALA | Sunarto | menilai | tind | mencoreng | demokrasi | Penangkapan | jelas | menand | antikritik | tuturnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | INGE | KLARA | ARKHELAUS | AGOENG | WIJAYA< | p>Baca | PulaNi | Mirzani | Cabut | Laporan | Reaksi | Julia | Perez< | a>Alasan | Proses | Hukum | Berlangsung | Cepat | Versi | Jaksa | Agung< | p> |

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs : Okezone News

JAKARTA - Polri mengaku sudah mengantongi nama penyandang dana untuk gerakan makar oleh putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri cs. Sebelumnya, bukti transfer uang kepada Rachmawati cs yang ditangkap jelang aksi damai 2 Desember 2016 telah didapat.

"Ya sudah (mengantongi nama)," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Sebelumnya Polri merilis barang bukti terkait penangkapan delapan tersangka makar. Barang bukti tersebut antara lain berupa dokumen, video dari Youtube, dan bukti transfer.

Dari bukti transfer inilah Polri mengetahui "otak" makar dengan menguasai Gedung DPR/MPR pada saat aksi damai 212. Mereka diduga ingin membuat kericuhan di DPR.

Namun, Rikwanto masih enggan membeberkan siapa nama yang tertera dalam bukti transfer tersebut. "Mereka baik yang ditahan atau tidak kapan saja bisa diperiksa penyidik. Untuk kuatkan keterangan yang sudah diperoleh bisa saja mereka hari ini atau minggu depan diperiksa lagi," ungkapnya.

Sebelumnya delapan orang ditangkap dalam kasus dugaan makar yakni eks Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian, seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet, pentolan Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani, putri Presiden pertama Indonesia Soekarno; Rachmawati Soerkarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan Eko.

Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar. Total sepuluh orang diamankan dalam operasi senyap menjelang aksi dami 212.

"

| Polri | Kantongi | Penyandang | Dana | Makar | untuk | Rachmawati | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | mengaku | mengantongi | nama | penyandang | dana | makar | oleh | putri | Presiden | pertama | Indonesia | Soekarno | Soekarnoputri | Senya | bukti | transfer | uang | kepada | yang | ditangkap | jelang | aksi | damai | Desember | 2016 | telah | didapat | p> Ya | (mengantongi | nama) | kata | Karopenmas | Divisi | Humas | Kombes | Rikwanto | kantornya | Jalan | Trunojoyo | Jakarta | Selatan | Rabu | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Senya | merilis | barang | terkait | penangkapan | delapan | tersangka | Barang | tersebut | antara | lain | berupa | dokumen | video | Youtube | p> Dari | inilah | mengetahui | otak | dengan | menguasai | Gedung | pada | saat | Mereka | diduga | ingin | membuat | kericuhan | p> Namun | masih | enggan | membeberkan | siapa | tertera | dalam | baik | ditahan | atau | kapan | diperiksa | penyidik | Untuk | kuatkan | keterangan | diperoleh | hari | minggu | depan | lagi | ungkapnya | p> Senya | orang | kasus | dugaan | yakni | Staf | Ahli | Panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha | mantan | Kepala | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein | Ketua | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | aktivis | politik | Ratna | Sarumpaet | pentolan | Dewa | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | Soekarno; | Soerkarnoputri | Bintang | Pamungkas | p> Sementara | dijerat | Pasal | Undang | Jamran | Rizal | Kobar | Total | sepuluh | diamankan | operasi | senyap | menjelang | dami | p> |