Showing posts sorted by relevance for query kasih. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kasih. Sort by date Show all posts

Sunday, December 4, 2016

Diduga Makar, Tiga Orang Masih Ditahan, Tujuh Dibebaskan

Sementara tiga lainnya yang masih ditahan adalah Sri Bintang Pamungkas yang juga dijerat dengan tuduhan makar dan dua lainnya, Jamran dan Rizal Kobar, dijerat UU Informasi & Transaksi Elektronik ITE.

Polisi: Makar Bisa Berbentuk Permufakatan Jahat

Dalam keterangan pers di Mabes Polri Jakarta, Kadiv Humas Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan ada tujuh orang yang dipersangkakan melakukan upaya melanggar pasal 107 junto pasal 110 KUHP. Dugaan ini berkaitan dengan rencana pemanfaatan massa untuk menduduki kantor DPR, pemaksaan agar bisa dilakukan Sidang Istimewa dan menuntut pergantian pemerintah dan sebagainya”. Ditambahkannya, “makar di sini merupakan tindakan permufakatan jahat. Dalam pemahaman penyidik Polri, makar merupakan permufakatan atau bisa juga dikategorikan sebagai perbuatan delik formil, artinya tidak perlu terjadi dulu perbuatan makar tersebut.”

Polisi, menurut Boy Rafli Amar, telah bertindak hati-hati dengan mengumpulkan informasi dan barang bukti selama tiga minggu terakhir ini. Penangkapan yang dilakukan menjelang unjuk rasa besar-besaran hari Jum'at (2/12) yang dipusatkan di Lapangan Monumen Nasional, “merupakan upaya polisi menjaga kemurnian ibadah di silang Monas dan mengeliminir berbagai indikasi kerawanan yang mungkin terjadi, seperti pemanfaatan massa secara sedemikian rupa,” tambahnya.​

Aksi damai 2 Desember 2016.

Aksi damai 2 Desember 2016.

Sejumlah Besar Massa Gelar Aksi Damai di Monas

Sejumlah besar massa dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan, meramaikan unjuk rasa yang disebut sebagai “Aksi Bela Islam III”. Aksi damai itu dihadiri oleh Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan sejumlah pemimpin organisasi massa. Wartawan VOA di Jakarta Fathiyah Wardah melaporkan, massa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan, duduk dengan tertib sambil mengucapkan bersalawat dan berzikir. Di luar dugaan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan beberapa menteri ikut mendatangi lokasi untuk melaksanakan sholat Jum'at bersama.

Dalam khutbah Jum'at, salah seorang pemimpin Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Riziew Shihab mengatakan aksi yang dilakukan ribuan umat Islam ini bukan ingin merusak negara kesatuan Republik Indonesia tetapi untuk menuntut keadilan.

"Hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk merusak NKRI,bukan untuk melawan Pancasila dan menodai UUD 1945 dan bukan juga untuk menghancurkan kebhinekaan kita tetapi saya sampaikan kepada ulama, umaro khususnya bapak presiden, mereka datang untuk membela Al Quran, agama dan menegakan hukum karena justru mereka cinta kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan bersemboyan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Presiden Joko Widodo Sampaikan Terima Kasih kepada Peserta Aksi

Ketika didaulat menyampaikan pidato, Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada peserta aksi damai itu.

“Terima kasih atas doa dan dzikir yang dipanjatkan bagi negara kita. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena seluruh jemaah hadir tertib dalam ketertiban sehingga acaranya bisa berjalan baik," katanya.

Pernyataan Presiden Joko Widodo ini ditanggapi peserta aksi dengan meminta supaya gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, atau yang dikenal sebagai Ahok, ditangkap. Presiden tidak memberi tanggapan atas permintaan itu, tetapi sebelumnya Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian memastikan bahwa proses hukum terhadap Ahok akan terus berlanjut. Proses kasus itu kini berada di tangan Kejaksaan Agung.

"Kemaren sudah diserahkan tersangkanya, saudara Basuki Tjahaja Purnama. Apa yang kami lakukan sudah maksimal, kenapa? Bayangkan berapa kali juga diperiksa KPK tidak bisa jadi tersangka tetapi ketika ditangani oleh Polri bisa jadi tersangka. Untuk itu saya mohon dukungan dari saudara-saudara semua agar proses hukumnya terus berjalan. Dan Polri bersama saudara-saudara sekalian terus mengawal kasus ini," jelasnya.

Kasus Ahok Kini Ditangani Kejaksaan Agung

Pada 16 November lalu, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Penyidik menjeratnya dengan pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun dan pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas perkara Ahok lengkap dan akan segera diadili. [em/fw]

"

| Diduga | Makar, | Tiga | Orang | Masih | Ditahan, | Tujuh | Dibebaskan | Sementara | tiga | lainnya | yang | masih | ditahan | adalah | Bintang | Pamungkas | juga | dijerat | dengan | tuduhan | makar | Jamran | Rizal | Kobar | Informasi | & | Transaksi | Elektronik | p> Polisi: | Makar | Bisa | Berbentuk | Permufakatan | Jahat< | strong>< | p> Dalam | keterangan | pers | Mabes | Polri | Jakarta | Kadiv | Humas | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tujuh | orang | dipersangk | melakukan | upaya | melanggar | pasal | junto | KUHP | Dugaan | berkaitan | rencana | pemanfaatan | massa | untuk | menduduki | kantor | pemaksaan | agar | dilakukan | Sidang | Istimewa | menuntut | pergantian | pemerintah | sebagainya” | Ditambahkannya | “makar | sini | merup | tind | permufakatan | jahat | Dalam | pemahaman | penyidik | atau | dikategorikan | sebagai | perbuatan | delik | formil | artinya | perlu | terjadi | dulu | tersebut | ”< | p> Polisi | menurut | telah | bertindak | hati | mengumpulkan | informasi | barang | bukti | selama | minggu | terakhir | Penangkapan | menjelang | unjuk | rasa | besar | besaran | hari | Jumat | dipusatkan | Lapangan | Monumen | Nasional | “merup | polisi | menjaga | kemurnian | ibadah | silang | Monas | mengeliminir | berbagai | indikasi | kerawanan | mungkin | seperti | secara | sedemikian | rupa | tambahnya | ​< | p> Aksi | damai | Desember | 2016 | p> Sejumlah | Besar | Massa | Gelar | Aksi | Damai | Monas< | daerah | Bogor | Jawa | Barat | Kalimantan | meramaikan | disebut | “Aksi | Bela | Islam | III” | dihadiri | oleh | Kapolri | Jendral | Polisi | Tito | Karnavian | Wakil | Ketua | Hidayat | Wahid | sejumlah | pemimpin | organisasi | Wartawan | Fathiyah | Wardah | melaporkan | datang | Indonesia | antara | lain | duduk | tertib | sambil | mengucapkan | bersalawat | berzikir | luar | dugaan | Presiden | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla | Menkopolhukam | Wiranto | Menteri | Agama | Lukman | Hakim | Saifudin | beberapa | menteri | ikut | mendatangi | lokasi | melaksan | sholat | bersama | khutbah | salah | seorang | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | (GNPF | MUI) | Habib | Riziew | Shihab | aksi | ribuan | umat | bukan | ingin | merusak | negara | kesatuan | Republik | keadilan | p> Hari | jutaan | NKRI | melawan | Pancasila | menodai | 1945 | menghancurkan | kebhinekaan | saya | sampaikan | kepada | ulama | umaro | khususnya | bapak | presiden | membela | Quran | agama | meneg | hukum | karena | justru | cinta | berdasarkan | bersemboyan | Bhineka | Tunggal | ujarnya | p> Presiden | Sampaikan | Terima | Kasih | Peserta | Aksi< | p> Ketika | didaulat | menyampaikan | pidato | terima | kasih | peserta | p> “Terima | atas | dzikir | dipanjatkan | bagi | Allahu | Akbar | Saya | memberikan | penghargaan | setinggi | tingginya | seluruh | jemaah | hadir | dalam | ketertiban | acaranya | berjalan | baik | katanya | p> Pernyataan | ditanggapi | meminta | supaya | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaya | Purnama | dikenal | Ahok | ditangkap | memberi | tanggapan | permintaan | senya | memastikan | bahwa | proses | terhadap | terus | berlanjut | Proses | kasus | kini | berada | tangan | Kejaksaan | Agung | p> Kemaren | diserahkan | tersangkanya | saudara | Tjahaja | kami | lakukan | maksimal | kenapa | Bayangkan | berapa | kali | diperiksa | jadi | tersangka | ketika | ditangani | Untuk | mohon | dukungan | semua | hukumnya | sekalian | mengawal | jelasnya | p> Kasus | Kini | Ditangani | Agung< | p> Pada | November | Badan | Reserse | Kriminal | menetapkan | penistaan | Penyidik | menjeratnya | ancaman | hukuman | paling | lama | tahun | 156a | jaksa | penuntut | umum | menyat | berkas | perkara | lengkap | segera | diadili | fw]< | em>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Begini Jawaban Sri Bintang Saat Ditanya Penyidik Soal Dugaan Makar

Jakarta - Pengacara Razman Nasution membantah jika kliennya, Sri Bintang Pamungkas, tidak kooperatif. Menurutnya, sang klien juga meneken BAP (Berita Acara Pemeriksaan), hanya saja tidak mau menjawab soal dugaan makar yang dituduhkan.

"Dia tanda tangan, tapi ketika ditanya kenapa -dia dikatakan sangkaan makar dan apa yang dia lakukan apakah ada rapat (dengan Rachmawati Soekarno Putri dkk)-, dia enggak bilang," kata Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Ketika ditanya soal dugaan makar, Sri Bintang meminta penyidik untuk mencari alat buktinya. "(Sri Bintang menjawab penyidik) silahkan anda cari alasannya, saya hanya berkirim surat kepada DPR RI, suratnya ada," kata Razman menirukan jawaban kliennya.

Menurut Razman, dengan dikirimnya surat permintaan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk dilakukan sidang istimewa itu bukanlah upaya makar.

"Pasal 107 itu adalah pasal tentang makar, menggulingkan pemerintahan, ini apa yang digulingkan di sini?" lanjutnya.

Razman mengaku, dia sendiri telah berkomunikasi dengan seorang penyidik bernama Suhartono. Suhartono kepada Razman disebut mengatakan bahwa selama diperiksa Sri Bintang bersikap kooperatif.

"Jadi saya saksikan di situ ada saudara Suhartono ya, saya siap bertemu dengan Suhartono itu. Suhartono ketemu saya, (dan bilang) 'SBP itu dia bagus'," sebut Razman.

"Bahkan beliau disuruh istirahat sama penyidik, 'tidur dulu', ketika saya datang, koordinasi, kemudian dia kasih tidur, ditanya (ke Suhartono-red) pak teken?, teken beliau (Sri Bintang), beliau tanda tangan kok," tandasnya.
(mei/elz)

"

| Begini | Jawaban | Bintang | Saat | Ditanya | Penyidik | Soal | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Pengacara | Razman | Nasution | membantah | jika | kliennya | Pamungkas | kooperatif | Menurutnya | sang | klien | juga | meneken | (Berita | Acara | Pemeriksaan) | hanya | menjawab | soal | dugaan | makar | yang | dituduhkan | tanda | tangan | ketika | ditanya | kenapa | dikat | sangkaan | lakukan | apakah | rapat | (dengan | Rachmawati | Soekarno | Putri | dkk) | enggak | bilang | kata | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Jaya | Jakarta | Rabu | 2016) | p>Ketika | meminta | penyidik | untuk | mencari | alat | buktinya | (Sri | penyidik) | silahkan | anda | cari | alasannya | saya | berkirim | surat | suratnya | menirukan | jawaban | p>Menurut | dengan | dikirimnya | permintaan | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | dilakukan | sidang | istimewa | bukanlah | upaya | p>Pasal | adalah | pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | digulingkan | sini | lanjutnya | p>Razman | mengaku | sendiri | telah | berkomunikasi | seorang | bernama | Suhartono | disebut | mengat | bahwa | selama | diperiksa | bersikap | p>Jadi | saksikan | situ | saudara | siap | bertemu | ketemu | (dan | bilang) | bagus | sebut | p>Bahkan | beliau | disuruh | istirahat | sama | tidur | dulu | datang | koordinasi | kemudian | kasih | red) | teken | Bintang) | tandasnya | (mei | elz)< |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Buru Aktivis Hatta Taliwang Diduga Terlibat Upaya Makar

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Hatta Taliwang diketahui turut hadir dalam pertemuan bersama sejumlah tersangka makar yang telah ditangkap pada Jumat 2 Desember. Polisi menduga, Hatta terlibat dalam kasus dugaan upaya makar.

"Betul (Hatta Taliwang ikut pertemuan)," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan di kantornya, Selasa (6/12/2016).

Iriawan menegaskan, pihaknya belum menambah tersangka setelah menangkap 11 orang. Namun dalam perkara dugaan makar ini, bukan tidak mungkin jumlah tersangka akan bertambah.

Terlebih, polisi telah memiliki bukti permulaan bahwa Hatta ikut serta dalam pertemuan tersebut. Hanya saja, polisi belum mengetahui di mana keberadaan mantan anggota legislatif itu.

"Belum (ditangkap). Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tahu, kasih tahu saya," ucap Iriawan.

Sebelumnya, sebanyak 11 tokoh dan aktivis ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Polisi | Buru | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diduga | Terlibat | Upaya | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | diketahui | turut | hadir | dalam | pertemuan | bersama | sejumlah | tersangka makar< | yang | telah | ditangkap | pada | Jumat | Desember | menduga | terlibat | kasus | dugaan | upaya | makar | p> Betul | (Hatta | ikut | pertemuan) | ujar | Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan | kantornya | Selasa | 2016) | p> Iriawan | menegaskan | pihaknya | menambah | tersangka | setelah | menangkap | orang | Namun | perkara | dugaan makar< | bukan | mungkin | jumlah | bertambah | p> Terlebih | polisi | memiliki | bukti | permulaan | bahwa | serta | tersebut | Hanya | mengetahui | mana | keberadaan | mantan | anggota | legislatif | p> Belum | (ditangkap) | Sedang | cari | Sampai | sekarang | tertangkap | Kalau | kalian | tahu | kasih | saya | ucap | p> Senya | sebanyak | tokoh | aktivis | beberapa | tempat | waktu | hampir | bersamaan | pagi | Mereka | diduga | kuat | p> Tujuh | makar< | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musisi | Ahmad | Dhani | penangkapan | ditetapkan | sebagai | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | p> Sementara | tiga | lainnya | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Polda | Ketiganya | dijerat | dengan | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Permufakatan | Jahat | p> |

Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Hatta Taliwang diketahui turut hadir dalam pertemuan dengan para tokoh yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka makar. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membenarkan kehadiran Hatta dalam pertemuan tersebut. Diduga, Hatta juga telibat dalam perencanaan dugaan upaya makar tersebut.

"Betul (Hatta Taliwang ikut pertemuan)," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Iriawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memburu Hatta. Sebab dalam bukti permulaan yang dimiliki polisi, Hatta ikut terlibat dengan perencanaan makar tersebut.

"Belum (ditangkap). Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tau kasih tau saya," ungkap Iriawan.

Sebelumnya, penyidik Polri menangkap 11 orang sebelum pelaksanaan aksi doa bersama, Jumat (2/12/2016) lalu. Tujuh orang dari mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar. Sementara, empat lainnya ditangkap karena ujaran kebenciaan dan penghasutan.

Tujuh orang itu yakni, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Dua lainnya, Jamran dan Rizal Khobar diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu suku, agama, dan ras. (Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Lalu, Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. Kemudian, Ahmad Dhani yang ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Diduga | Terlibat | Upaya | Makar, | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | diketahui | turut | hadir | dalam | pertemuan | dengan | para | tokoh | yang | telah | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | makar | Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | membenarkan | kehadiran | tersebut | juga | telibat | perencanaan | dugaan | upaya | p> Betul | (Hatta | ikut | pertemuan) | ujar | Iriawan | Mapolda | Selasa | 2016) | p> Iriawan | mengungkapkan | saat | pihaknya | tengah | memburu | Sebab | bukti | permulaan | dimiliki | terlibat | p> Belum | (ditangkap) | Sedang | cari | Sampai | sekarang | tertangkap | Kalau | kalian | kasih | saya | ungkap | p> Senya | penyidik | Polri< | menangkap | orang | pelaksanaan | aksi | bersama< | Jumat | Tujuh | ditangkap | atas | permufakatan | Sementara | empat | lainnya | karena | ujaran | kebenciaan | penghasutan | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet< | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Rachmawati< | Soekarnoputri | Jamran | Rizal | Khobar | diduga | menyebarluaskan | kebencian | terkait | suku | agama | (Baca: | Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | a>)< | p> Lalu | Bintang | Pamungkas< | masyarakat | media | sosial | Penetapan | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | Kemudian | Ahmad | Dhani< | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Politikus PDIP Tak Percaya Rachmawati Cs Bisa Lakukan Makar : Okezone News

JAKARTA - Sebanyak 11 aktivis ditangkap kepolisian karena diduga berencana melakukan penggulingan terhadap pemerintahan atau makar pada 2 Desember 2016. Rachmawati Soekarnoputeri, putri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, turut ditangkap dalam operasi senyap.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, tak percaya dengan kemampuan para aktivis tersebut untuk bisa berbuat makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

BERITA REKOMENDASI


"Tapi saya juga enggak begitu yakin orang-orang yang sekarang diduga melakukan makar. Saya juga enggak percaya (mereka) punya kemampuan untuk melakukan makar," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).

Terkait adanya penyandang dana untuk gerakan makar yang sudah terendus Polri, Masinton mengaku heran. Menurut politikus PDIP itu, penyandang dana tersebut salah menggelontorkan dana itu kepada Rachmawati cs. "Mungkin bandarnya aja salah kasih kali," ungkapnya.

Sebelumnya, delapan orang ditangkap dalam kasus dugaan makar, yakni eks Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Kemudian, seniman dan aktivis politik, Ratna Sarumpaet; pentolan ‘Dewa 19’ sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri Presiden pertama Indonesia Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko.

Sementara ada dua orang lainnya yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar. Total 10 orang diamankan dalam operasi senyap menjelang aksi damai 212.

"

| Politikus | PDIP | Percaya | Rachmawati | Bisa | Lakukan | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Sebanyak | aktivis | ditangkap | kepolisian | karena | diduga | berencana | melakukan | penggulingan | terhadap | pemerintahan | atau | makar | pada | Desember | 2016 | Soekarnoputeri | putri | Presiden | pertama | Indonesia | Soekarno | turut | dalam | operasi | senyap | p> Anggota | Komisi | Fraksi | Perjuangan | Masinton | Pasaribu | percaya | dengan | kemampuan | para | tersebut | untuk | berbuat | Joko | Widodo | Wakil | Jusuf | Kalla | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Tapi | saya | juga | enggak< | begitu | yakin | orang | yang | sekarang | Saya | punya | kata | Gedung | Senayan | Jakarta | Pusat | Kamis | 2016) | p> Terkait | adanya | penyandang | dana | terendus | Polri | mengaku | heran | Menurut | politikus | salah | menggelontorkan | kepada | Mungkin | bandarnya | kasih | kali | ungkapnya | p> Senya | delapan | kasus | dugaan | yakni | Staf | Ahli | Panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha | mantan | Kepala | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein | Ketua | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p> Kemudian | seniman | politik | Ratna | Sarumpaet; | pentolan | ‘Dewa | 19’ | sekaligus | calon | wakil | bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani; | Soerkarnoputri; | Bintang | Pamungkas; | p> Sementara | lainnya | dijerat | Pasal | Undang | Jamran | Rizal | Kobar | Total | diamankan | menjelang | aksi | damai | p> |

Sunday, December 4, 2016

Beda pemufakatan makar dan penyampaian kritik

Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar Jumat (2/12/2016).
Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar Jumat (2/12/2016). © Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Belakangan kata makar sontak populer. Publik menyoroti kata itu karena keluar dari pihak polisi dan tentara nasional terkait adanya potensi makar di demonstrasi Jumat lalu (2/12/2016).

Nyatanya demonstrasi yang dikenal "212" itu jauh dari usaha makar. Malah Presiden Joko Widodo salat bersama dan juga berpidato di Monumen Nasional--tempat aksi digelar.

"Terima kasih atas doa dan zikir yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara kita. Allahu Akbar," demikian penggalan pidato Jokowi ketika itu.

Tapi dugaan makar yang diduga akan menunggangi aksi itu ternyata terbongkar. Di beberapa tempat yang berbeda ada 11 nama yang ditangkap polisi.

Dari 11 orang itu polisi menetapkan 10 nama yang jadi tersangka. Yakni Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran.

Dikutip dari CNN Indonesia, dari 10 nama itu ada delapan yang dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP mengenai pemufakatan jahat untuk melakukan makar. Ahmad Dhani sendiri dijerat Pasal 207 KUHP mengenai penghinaan terhadap Presiden.

Penangkapan itu kemudian menuai tanda tanya. Yang paling nyaring adalah dari Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan tudingan makar kepada para tokoh dan aktivis itu membahayakan perkembangan demokrasi.

"Pada kesempatan ini saya minta kepada kepolisian untuk membebaskan semua, termasuk Sri Bintang Pamungkas," kata Ferry.

Ferry beranggapan sulit baginya menuding tokoh-tokoh yang ditangkap itu berbuat makar. Menurutnya makar merupakan sebuah upaya penggulingan pemerintahan yang sah dengan mengerahkan kekuatan besar. Tapi dalam pandangan Ferry mereka hanya menyampaikan pendapat di muka publik, dan itu merupakan bagian dari kritik.

"Saya takut persepsi ini dibangun sedemikian rupa, dan tidak bisa memilah mana sikap kritis dan pembungkaman," tuturnya.

Tapi polisi punya persepsi berbeda. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan perbuatan makar beda jauh dengan penyampaian kritik.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan pemufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Bagi Boy kritik tidak boleh disampaikan dengan ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong dan penghasutan. Ia berharap kritik itu tetap sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku, baik penyampaian melalui verbal, non verbal atau media elektronik.

"Jadi, kami ini bukannya terlalu reaktif. Kami hanya bermain pada tatanan hukum dan kami lakukan pada tindakan nyata," katanya.

Lebih jauh, menurut Boy, penentuan tindak pidana makar dalam bentuk pemufakatan tidak perlu menunggu apa yang direncanakan terjadi. Dalam arti, penyidik tidak perlu menunggu pemberontakan terealisasi untuk menangkap mereka.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bukti para tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan.

Semua tersangka diduga berencana untuk memanfaatkan massa yang mengikuti doa bersama untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. "Situasinya multikompleks. Tidak bisa kami katakan ini murni ibadah. Polisi selalu berpikir ada kecurigaan," kata Boy menambahkan.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, makar memiliki arti: 1. akal busuk; tipu muslihat; 2. perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang dan sebagainya; 3. perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Dalam sejarahnya undang-undang terkait makar lahir dari usaha pihak berkuasa untuk melawan setiap pihak yang mencoba melawan untuk menggulingkannya. Dalam Undang-undang KUHP yang dilahirkan Belanda dan diadopsi Indonesia disebutkan makar itu usaha atau kegiatan untuk menumbangkan pemerintah yang sah.

Dalam Pasal 107 KUHP makar diidentikkan dengan empat hal: makar terhadap pemerintah, ideologi, wilayah dan makar terhadap kepala negara.

Jenis hukuman untuk pelaku makar beraneka ragam, ada yang cuma 2,5 tahun saja, ada juga yang sampai 20 tahun, bahkan hukuman mati, seperti yang dikatakan Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Indonesia pernah beberapa kali terancam makar yang dilakukan warga negaranya.

Kasus makar pertama dilakukan oleh seorang perwira muda bernama Daniel Maukar. Dia melakukan serangan ke Istana Negara dengan pesawat tempur MiG-17 Fresco di era kepemimpinan Sukarno.

Akibatnya Daniel diadili atas tindakan makar dan dijatuhi hukuman mati, namun diampuni dan hanya menjalani delapan tahun masa tahanan sebelum akhirnya bebas.

Kasus makar yang lain dilakukan oleh Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan juga Organisasi Papua Merdeka, karena dianggap melawan kedaulatan NKRI.

Sebagai catatan, tidak cuma perbuatan makar yang berujung bui. Kritik pun juga bisa. Misalnya kritikan soal banjir yang dilayangkan Abdul Hamid (62), warga Samarinda, Kalimantan Timur, kepada Wali Kota Syaharie Jaang.

Hamid dipolisikan beberapa waktu lalu dengan Undang-undang No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nasib yang sama juga dialami Fadli Rahim (33), pegawai negeri sipil lingkup Pemerintah Gowa, yang dipenjara karena mengkritik sistem pemerintahan Bupati Gowa Ichsan Limpo melalui media sosial Line.

"

| Beda | pemufakatan | makar | penyampaian | kritik | UNTUK | INFORMASI | LEBIH | LENGKAP | IKUTI | KAMI | MEDIA | SOSIAL< | span>< | div> < | div> Politisi | Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | Depok | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | Jumat | 2016) | Indrianto | Suwarso | Antara | Foto Belgan | kata | sontak | populer | Publik | menyoroti | karena | keluar | pihak | polisi< | tentara | nasional | adanya | potensi | demonstrasi | p> Nyatanya | yang | dikenal | 212< | jauh | usaha | Malah | Presiden | Joko | Widodo | salat | bersama | juga | berpidato | Monumen | Nasional | tempat | aksi | digelar | p> Terima | kasih | atas | zikir | telah | dipanjatkan | untuk | keselamatan | bangsa | negara | Allahu | Akbar | demikian | penggalan | pidato | Jokowi | ketika | p> Tapi | diduga | menunggangi | ternyata | terbongkar | beberapa | berbeda | nama | ditangkap | polisi | p> Dari | orang | menetapkan | jadi | tersangka | Yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | kakak | beradik | Rizal | Jamran | p> Dikutip | Indonesia | nama< | delapan | dijerat | Pasal | juncto | KUHP | mengenai | jahat | melakukan | Ahmad | Dhani | sendiri | penghinaan | terhadap | p> Penangkapan | kemudian | menuai | tanda | tanya | Yang | paling | nyaring | adalah | Partai | Gerindra | Wakil | Ketua | Umum | Ferry | Juliantono | mengat | tudingan | kepada | para | tokoh | aktivis | membahay | perkembangan | demokrasi | p> Pada | kesempatan | saya | minta | kepolisian | membebaskan | semua | termasuk | Ferry< | p> Ferry | beranggapan | sulit | baginya | menuding | berbuat | Menurutnya | merup | sebuah | upaya | penggulingan | pemerintahan | dengan | mengerahkan | kekuatan | besar< | Tapi | dalam | pandangan | hanya | menyampaikan | pendapat | muka | publik | bagian | p> Saya | takut | persepsi | dibangun | sedemikian | rupa | memilah | mana | sikap | kritis | pembungkaman | tuturnya< | punya | Kepala | Divisi | Humas | Polri< | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | perbuatan | beda | p> Pandangan | disampaikan | lewat | lumrah | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | makar< | barang | ujar | Boy< | jumpa | pers | Gedung | Jakarta | Sabtu | p> Bagi | boleh | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | berharap | tetap | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | baik | verbal | atau | media | elektronik | p> Jadi | kami | bukannya | reaktif< | Kami | bermain | pada | lakukan | tind | nyata | katanya | p> Lebih | menurut | penentuan | tindak | pidana | bentuk | perlu | menunggu | direncan | terjadi | Dalam | arti | penyidik | pemberont | terealisasi | menangkap | p> Dalam | menemukan | bukti | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | gagasan | berbau | hasutan< | disalahartikan | p> Semua | berencana | massa | mengikuti | menggulingkan | Situasinya | multikompleks | Tidak | murni | ibadah | Polisi | berpikir | kecurigaan | menambahkan | p> Menurut | besar | Bahasa | memiliki | arti: | akal | busuk; | tipu | muslihat; | (usaha) | maksud | hendak | menyerang | (membunuh) | sebagainya; | menjatuhkan | pemerintah | sejarahnya | undang | lahir | berkuasa | melawan | setiap | mencoba | menggulingkannya | Undang | dilahirkan | Belanda | diadopsi | disebutkan | kegiatan | menumbangkan | diidentikkan | empat | hal: | ideologi | wilayah | kepala | p> Jenis | hukuman< | pelaku | beraneka | ragam | cuma | tahun | sampai | bahkan | hukuman | mati | seperti | dikat | Polda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | p> Indonesia | pernah | kali | terancam | dilakukan | warga | negaranya | p> Kasus | pertama | oleh | seorang | perwira | muda | bernama | Daniel | Maukar< | serangan | Istana | Negara | pesawat | tempur | Fresco | kepemimpinan | Sukarno | p> Akibatnya | diadili | dijatuhi | diampuni | masa | tahanan | akhirnya | bebas | lain | Aceh | Merdeka | Republik | Maluku | Selatan | Organisasi | Papua | dianggap | kedaulatan | NKRI | p> Sebagai | catatan | berujung | Kritik | Misalnya | kritikan | soal | banjir | dilayangkan | Abdul | Hamid | (62) | Samarinda | Kalimantan | Timur | Wali | Kota | Syaharie | Jaang | p> Hamid< | dipolisikan | waktu | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | Nasib | sama | dialami | Fadli | Rahim | (33) | pegawai | negeri | sipil | lingkup | Pemerintah | a>Gowa< | dipenjara | mengkritik | sistem | Bupati | Gowa | Ichsan | Limpo | sosial | Line | p> < | div> |

Beda pemufakatan makar dan penyampaian kritik

Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar Jumat (2/12/2016).
Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar Jumat (2/12/2016). © Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Belakangan kata makar sontak populer. Publik menyoroti kata itu karena keluar dari pihak polisi dan tentara nasional terkait adanya potensi makar di demonstrasi Jumat lalu (2/12/2016).

Nyatanya demonstrasi yang dikenal "212" itu jauh dari usaha makar. Malah Presiden Joko Widodo salat bersama dan juga berpidato di Monumen Nasional--tempat aksi digelar.

"Terima kasih atas doa dan zikir yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara kita. Allahu Akbar," demikian penggalan pidato Jokowi ketika itu.

Tapi dugaan makar yang diduga akan menunggangi aksi itu ternyata terbongkar. Di beberapa tempat yang berbeda ada 11 nama yang ditangkap polisi.

Dari 11 orang itu polisi menetapkan 10 nama yang jadi tersangka. Yakni Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran.

Dikutip dari CNN Indonesia, dari 10 nama itu ada delapan yang dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP mengenai pemufakatan jahat untuk melakukan makar. Ahmad Dhani sendiri dijerat Pasal 207 KUHP mengenai penghinaan terhadap Presiden.

Penangkapan itu kemudian menuai tanda tanya. Yang paling nyaring adalah dari Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan tudingan makar kepada para tokoh dan aktivis itu membahayakan perkembangan demokrasi.

"Pada kesempatan ini saya minta kepada kepolisian untuk membebaskan semua, termasuk Sri Bintang Pamungkas," kata Ferry.

Ferry beranggapan sulit baginya menuding tokoh-tokoh yang ditangkap itu berbuat makar. Menurutnya makar merupakan sebuah upaya penggulingan pemerintahan yang sah dengan mengerahkan kekuatan besar. Tapi dalam pandangan Ferry mereka hanya menyampaikan pendapat di muka publik, dan itu merupakan bagian dari kritik.

"Saya takut persepsi ini dibangun sedemikian rupa, dan tidak bisa memilah mana sikap kritis dan pembungkaman," tuturnya.

Tapi polisi punya persepsi berbeda. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan perbuatan makar beda jauh dengan penyampaian kritik.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan pemufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," ujar Boy dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Bagi Boy kritik tidak boleh disampaikan dengan ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong dan penghasutan. Ia berharap kritik itu tetap sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku, baik penyampaian melalui verbal, non verbal atau media elektronik.

"Jadi, kami ini bukannya terlalu reaktif. Kami hanya bermain pada tatanan hukum dan kami lakukan pada tindakan nyata," katanya.

Lebih jauh, menurut Boy, penentuan tindak pidana makar dalam bentuk pemufakatan tidak perlu menunggu apa yang direncanakan terjadi. Dalam arti, penyidik tidak perlu menunggu pemberontakan terealisasi untuk menangkap mereka.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bukti para tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan.

Semua tersangka diduga berencana untuk memanfaatkan massa yang mengikuti doa bersama untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. "Situasinya multikompleks. Tidak bisa kami katakan ini murni ibadah. Polisi selalu berpikir ada kecurigaan," kata Boy menambahkan.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, makar memiliki arti: 1. akal busuk; tipu muslihat; 2. perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang dan sebagainya; 3. perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Dalam sejarahnya undang-undang terkait makar lahir dari usaha pihak berkuasa untuk melawan setiap pihak yang mencoba melawan untuk menggulingkannya. Dalam Undang-undang KUHP yang dilahirkan Belanda dan diadopsi Indonesia disebutkan makar itu usaha atau kegiatan untuk menumbangkan pemerintah yang sah.

Dalam Pasal 107 KUHP makar diidentikkan dengan empat hal: makar terhadap pemerintah, ideologi, wilayah dan makar terhadap kepala negara.

Jenis hukuman untuk pelaku makar beraneka ragam, ada yang cuma 2,5 tahun saja, ada juga yang sampai 20 tahun, bahkan hukuman mati, seperti yang dikatakan Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Indonesia pernah beberapa kali terancam makar yang dilakukan warga negaranya.

Kasus makar pertama dilakukan oleh seorang perwira muda bernama Daniel Maukar. Dia melakukan serangan ke Istana Negara dengan pesawat tempur MiG-17 Fresco di era kepemimpinan Sukarno.

Akibatnya Daniel diadili atas tindakan makar dan dijatuhi hukuman mati, namun diampuni dan hanya menjalani delapan tahun masa tahanan sebelum akhirnya bebas.

Kasus makar yang lain dilakukan oleh Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan juga Organisasi Papua Merdeka, karena dianggap melawan kedaulatan NKRI.

Sebagai catatan, tidak cuma perbuatan makar yang berujung bui. Kritik pun juga bisa. Misalnya kritikan soal banjir yang dilayangkan Abdul Hamid (62), warga Samarinda, Kalimantan Timur, kepada Wali Kota Syaharie Jaang.

Hamid dipolisikan beberapa waktu lalu dengan Undang-undang No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nasib yang sama juga dialami Fadli Rahim (33), pegawai negeri sipil lingkup Pemerintah Gowa, yang dipenjara karena mengkritik sistem pemerintahan Bupati Gowa Ichsan Limpo melalui media sosial Line.

"

| Beda | pemufakatan | makar | penyampaian | kritik | UNTUK | INFORMASI | LEBIH | LENGKAP | IKUTI | KAMI | MEDIA | SOSIAL< | span>< | div> < | div> Politisi | Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | Depok | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | Jumat | 2016) | Indrianto | Suwarso | Antara | Foto Belgan | kata | sontak | populer | Publik | menyoroti | karena | keluar | pihak | polisi< | tentara | nasional | adanya | potensi | demonstrasi | p> Nyatanya | yang | dikenal | 212< | jauh | usaha | Malah | Presiden | Joko | Widodo | salat | bersama | juga | berpidato | Monumen | Nasional | tempat | aksi | digelar | p> Terima | kasih | atas | zikir | telah | dipanjatkan | untuk | keselamatan | bangsa | negara | Allahu | Akbar | demikian | penggalan | pidato | Jokowi | ketika | p> Tapi | diduga | menunggangi | ternyata | terbongkar | beberapa | berbeda | nama | ditangkap | polisi | p> Dari | orang | menetapkan | jadi | tersangka | Yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | kakak | beradik | Rizal | Jamran | p> Dikutip | Indonesia | nama< | delapan | dijerat | Pasal | juncto | KUHP | mengenai | jahat | melakukan | Ahmad | Dhani | sendiri | penghinaan | terhadap | p> Penangkapan | kemudian | menuai | tanda | tanya | Yang | paling | nyaring | adalah | Partai | Gerindra | Wakil | Ketua | Umum | Ferry | Juliantono | mengat | tudingan | kepada | para | tokoh | aktivis | membahay | perkembangan | demokrasi | p> Pada | kesempatan | saya | minta | kepolisian | membebaskan | semua | termasuk | Ferry< | p> Ferry | beranggapan | sulit | baginya | menuding | berbuat | Menurutnya | merup | sebuah | upaya | penggulingan | pemerintahan | dengan | mengerahkan | kekuatan | besar< | Tapi | dalam | pandangan | hanya | menyampaikan | pendapat | muka | publik | bagian | p> Saya | takut | persepsi | dibangun | sedemikian | rupa | memilah | mana | sikap | kritis | pembungkaman | tuturnya< | punya | Kepala | Divisi | Humas | Polri< | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | perbuatan | beda | p> Pandangan | disampaikan | lewat | lumrah | rambu | hukum | harus | dipegang | Kalau | makar< | barang | ujar | Boy< | jumpa | pers | Gedung | Jakarta | Sabtu | p> Bagi | boleh | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | berharap | tetap | sesuai | tatanan | aturan | berlaku | baik | verbal | atau | media | elektronik | p> Jadi | kami | bukannya | reaktif< | Kami | bermain | pada | lakukan | tind | nyata | katanya | p> Lebih | menurut | penentuan | tindak | pidana | bentuk | perlu | menunggu | direncan | terjadi | Dalam | arti | penyidik | pemberont | terealisasi | menangkap | p> Dalam | menemukan | bukti | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | gagasan | berbau | hasutan< | disalahartikan | p> Semua | berencana | massa | mengikuti | menggulingkan | Situasinya | multikompleks | Tidak | murni | ibadah | Polisi | berpikir | kecurigaan | menambahkan | p> Menurut | besar | Bahasa | memiliki | arti: | akal | busuk; | tipu | muslihat; | (usaha) | maksud | hendak | menyerang | (membunuh) | sebagainya; | menjatuhkan | pemerintah | sejarahnya | undang | lahir | berkuasa | melawan | setiap | mencoba | menggulingkannya | Undang | dilahirkan | Belanda | diadopsi | disebutkan | kegiatan | menumbangkan | diidentikkan | empat | hal: | ideologi | wilayah | kepala | p> Jenis | hukuman< | pelaku | beraneka | ragam | cuma | tahun | sampai | bahkan | hukuman | mati | seperti | dikat | Polda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | p> Indonesia | pernah | kali | terancam | dilakukan | warga | negaranya | p> Kasus | pertama | oleh | seorang | perwira | muda | bernama | Daniel | Maukar< | serangan | Istana | Negara | pesawat | tempur | Fresco | kepemimpinan | Sukarno | p> Akibatnya | diadili | dijatuhi | diampuni | masa | tahanan | akhirnya | bebas | lain | Aceh | Merdeka | Republik | Maluku | Selatan | Organisasi | Papua | dianggap | kedaulatan | NKRI | p> Sebagai | catatan | berujung | Kritik | Misalnya | kritikan | soal | banjir | dilayangkan | Abdul | Hamid | (62) | Samarinda | Kalimantan | Timur | Wali | Kota | Syaharie | Jaang | p> Hamid< | dipolisikan | waktu | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | Nasib | sama | dialami | Fadli | Rahim | (33) | pegawai | negeri | sipil | lingkup | Pemerintah | a>Gowa< | dipenjara | mengkritik | sistem | Bupati | Gowa | Ichsan | Limpo | sosial | Line | p> < | div> |