Showing posts sorted by relevance for query medsos. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query medsos. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Ditangkap Terkait Dugaan Makar, Ini Cuitan Ahmad Dhani di Medsos | Nasional

Jakarta - Polisi akhirnya resmi menjemput 10 orang atas dugaan melakukan tindakan makar yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlain Zein, Sri Bintang Pamungkas, dan beberapa orang lainnya.

Salah satunya adalah musisi Ahmad Dhani yang di jemput di sebuah kamar di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat. Hal itu diketahui saat Ahmad Dhani mengunggah peristiwa penjemputannya itu melalui media sosial pribadinya.

"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Dhani di akun medsosnya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," sambung Dhani.

Penyataan suami Mulan Jamella itu memang sesuai dengan pengacara Aldwin Rahadian yang merupakan kuasa hukum Rachmawati saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12) pagi.

"Iya tadi di dalam ada Ahmad Dhani. Saya lihat di sini (Mako Brimob). Dhani dijemput saat dia sedang berada di hotel Sari Pan Pasific, diduga karena telah melanggar pasal 207 KUHP. Dan semua yang diamankan kini sudah ditangani oleh Krimum Polda Metro Jaya," tutur Aldwin Rahadian.

Penangkapan Ahmad Dhani dan sejumlah aktivis lainnya dibenarkan pihak Kepolisian. Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12).

"Iya memang benar ada penangkapan terkait isu makar, saya sendiri belum mengecek lagi. Namun informasinya ada 10 orang yang diamankan dan tengah diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua Depok," jelas Irjen Boy Rafli Amar.

Senada dengan Boy Rafli Amar, Kabid Penum Polri, Kombes Martinus Sitompul juga mengungkapkan alasan polisi menangkap para tokoh-tokoh tersebut.

"Ini bagian upaya kami mencegah menindaklanjuti laporan yang masuk, karena mereka dianggap melanggar KUHP. Mereka Ada beberapa panggilan tapi enggak diikutin, ya kita lakukan upaya hukum lain dengan melakukan penangkapan. Tapi jelasnya nanti kita sampaikan. Dan semua nya sekarang mereka telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua," tegas Kombes Martinus Sitompul.

Chairul Fikri/JAS

BeritaSatu.com

"

| Ditangkap | Terkait | Dugaan | Makar, | Cuitan | Ahmad | Dhani | Medsos | Nasional | Jakarta< | strong> | Polisi | akhirnya | resmi | menjemput | orang | atas | dugaan | melakukan | tindakan | makar | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlain | Zein | Bintang | Pamungkas | beberapa | lainnya | p> Salah | satunya | adalah | musisi | yang | jemput | sebuah | kamar | hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Pusat | diketahui | saat | mengunggah | peristiwa | penjemputannya | melalui | media | sosial | pribadinya | p> Malam | depan | Pasifik | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | akun | medsosnya | p> Mau | mendobrak | sambung | p> Penyataan | suami | Mulan | Jamella | memang | sesuai | dengan | pengacara | Aldwin | Rahadian | merupakan | kuasa | hukum | dihubungi | sejumlah | Jumat | pagi | p> Iya | tadi | dalam | Saya | lihat | sini | (Mako | Brimob) | dijemput | sedang | berada | diduga | karena | telah | melanggar | pasal | KUHP | semua | diamankan | kini | sudah | ditangani | oleh | Krimum | Metro | Jaya | tutur | p> Penangkapan | aktivis | dibenarkan | pihak | Kepolisian | diungkapkan | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | benar | penangkapan | terkait | sendiri | belum | mengecek | lagi | Namun | informasinya | tengah | diperiksa | Mako | Brimob | Kepala | Depok | jelas | p> Senada | Kabid | Penum | Kombes | Martinus | Sitompul | juga | mengungkapkan | alasan | polisi | menangkap | para | tokoh | tersebut | p> Ini | bagian | upaya | kami | mencegah | menindaklanjuti | laporan | masuk | mereka | dianggap | Mereka | panggilan | tapi | enggak | diikutin< | kita | lakukan | lain | Tapi | jelasnya | nanti | sampaikan | sekarang | ditahan | Kelapa | tegas | p> Chairul | Fikri | JAS< | p> BeritaSatu | com< | p> |

Ditangkap Terkait Dugaan Makar, Ini Cuitan Ahmad Dhani di Medsos | Nasional

Jakarta - Polisi akhirnya resmi menjemput 10 orang atas dugaan melakukan tindakan makar yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlain Zein, Sri Bintang Pamungkas, dan beberapa orang lainnya.

Salah satunya adalah musisi Ahmad Dhani yang di jemput di sebuah kamar di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat. Hal itu diketahui saat Ahmad Dhani mengunggah peristiwa penjemputannya itu melalui media sosial pribadinya.

"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Dhani di akun medsosnya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," sambung Dhani.

Penyataan suami Mulan Jamella itu memang sesuai dengan pengacara Aldwin Rahadian yang merupakan kuasa hukum Rachmawati saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12) pagi.

"Iya tadi di dalam ada Ahmad Dhani. Saya lihat di sini (Mako Brimob). Dhani dijemput saat dia sedang berada di hotel Sari Pan Pasific, diduga karena telah melanggar pasal 207 KUHP. Dan semua yang diamankan kini sudah ditangani oleh Krimum Polda Metro Jaya," tutur Aldwin Rahadian.

Penangkapan Ahmad Dhani dan sejumlah aktivis lainnya dibenarkan pihak Kepolisian. Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi sejumlah media, Jumat (2/12).

"Iya memang benar ada penangkapan terkait isu makar, saya sendiri belum mengecek lagi. Namun informasinya ada 10 orang yang diamankan dan tengah diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua Depok," jelas Irjen Boy Rafli Amar.

Senada dengan Boy Rafli Amar, Kabid Penum Polri, Kombes Martinus Sitompul juga mengungkapkan alasan polisi menangkap para tokoh-tokoh tersebut.

"Ini bagian upaya kami mencegah menindaklanjuti laporan yang masuk, karena mereka dianggap melanggar KUHP. Mereka Ada beberapa panggilan tapi enggak diikutin, ya kita lakukan upaya hukum lain dengan melakukan penangkapan. Tapi jelasnya nanti kita sampaikan. Dan semua nya sekarang mereka telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua," tegas Kombes Martinus Sitompul.

Chairul Fikri/JAS

BeritaSatu.com

"

| Ditangkap | Terkait | Dugaan | Makar, | Cuitan | Ahmad | Dhani | Medsos | Nasional | Jakarta< | strong> | Polisi | akhirnya | resmi | menjemput | orang | atas | dugaan | melakukan | tindakan | makar | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlain | Zein | Bintang | Pamungkas | beberapa | lainnya | p> Salah | satunya | adalah | musisi | yang | jemput | sebuah | kamar | hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Pusat | diketahui | saat | mengunggah | peristiwa | penjemputannya | melalui | media | sosial | pribadinya | p> Malam | depan | Pasifik | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | akun | medsosnya | p> Mau | mendobrak | sambung | p> Penyataan | suami | Mulan | Jamella | memang | sesuai | dengan | pengacara | Aldwin | Rahadian | merupakan | kuasa | hukum | dihubungi | sejumlah | Jumat | pagi | p> Iya | tadi | dalam | Saya | lihat | sini | (Mako | Brimob) | dijemput | sedang | berada | diduga | karena | telah | melanggar | pasal | KUHP | semua | diamankan | kini | sudah | ditangani | oleh | Krimum | Metro | Jaya | tutur | p> Penangkapan | aktivis | dibenarkan | pihak | Kepolisian | diungkapkan | Kadiv | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | benar | penangkapan | terkait | sendiri | belum | mengecek | lagi | Namun | informasinya | tengah | diperiksa | Mako | Brimob | Kepala | Depok | jelas | p> Senada | Kabid | Penum | Kombes | Martinus | Sitompul | juga | mengungkapkan | alasan | polisi | menangkap | para | tokoh | tersebut | p> Ini | bagian | upaya | kami | mencegah | menindaklanjuti | laporan | masuk | mereka | dianggap | Mereka | panggilan | tapi | enggak | diikutin< | kita | lakukan | lain | Tapi | jelasnya | nanti | sampaikan | sekarang | ditahan | Kelapa | tegas | p> Chairul | Fikri | JAS< | p> BeritaSatu | com< | p> |

Thursday, December 8, 2016

Bukan Makar, Hatta Taliwang Dijerat Pasal Ini

Liputan6.com, Jakarta Aktivis sekaligus mantan anggota DPRร‚ Hatta Taliwang ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 1.30 WIB dini hari tadi. Hatta ditangkap di kediamannya di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan Hatta dini hari tadi tidak terkait kasus dugaan makar. Mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditangkap terkait postingannya di media sosial (medsos).

"Yang bersangkutan kami persangkakan Pasal 28 ayat 2 jo 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, Hatta telah memposting konten di akun Facebooknya yang dianggap dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan atau SARA.

"Dia menyampaikan bahwa orang Cina hobi berternak penguasa, ada di tulisannya, dan sebagainya. Makanya kita tangkap," beber dia.

Tak ada perlawanan dalam penangkapan Hatta Taliwang. Dalam penangkapan itu pula, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti terkait dugaan pelanggaran UU ITE ini.

"Kita temukan barang bukti HP, buku tulisan yang bersangkutan, dan ada buku notes yang sedang dipelajari penyidik," kata Argo.

Dalami Keterlibatan Makar

Kendati begitu, polisi tetap akan mendalami kemungkinan keterlibatan Hatta dalam kasus dugaan makar. Apalagi polisi menerima informasi bahwa Hatta terlibat pertemuan dengan beberapa tersangka dugaan makar yang telah ditangkap Jumat 2 Desember kemarin.

"Untuk sementara penangkapan terkait UU ITE. Tapi nanti didalami dari barang bukti, kami kembangkan (kasus) yang lainnya," ucap Argo.

Sejauh ini, penyidik belum memeriksa Hatta Taliwang lantaran belum didampingi pengacara, sehingga polisi belum bisa menyimpulkan apakah Hatta terlibat dalam upaya makar yang tengah ditangani penyidik Polda Metro Jaya.

"Nanti setelah diperiksa kita akan sampaikan lebih lanjut. Alat bukti sudah kita kumpulkan," pungkas Argo.

Seperti diketahui, 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentangร‚ Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Bukan | Makar, | Hatta | Taliwang | Dijerat | Pasal | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Aktivis | sekaligus | mantan | anggota | DPRร‚ Hatta | Taliwang< | ditangkap | jajaran | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | pukul | dini | hari | tadi | kediamannya | Rusun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | p> Kabid | Humas | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penangkapan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mantan | politikus | Partai | Amanat | Nasional | (PAN) | postingannya | media | sosial | (medsos) | p> Yang | bersangkutan | kami | persangk | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | (Informasi | Transaksi | Elektronik) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | p> Argo | menjelaskan | telah | memposting | konten | akun | Facebooknya | yang | dianggap | dapat | menimbulkan | permusuhan | kebencian | berbau | Suku | Agama | Antar | golongan | atau | SARA | p> Dia | menyampaikan | bahwa | orang | Cina | hobi | berternak | penguasa | tulisannya | sebagainya | tangkap | beber | p> Tak | perlawanan | dalam | Dalam | pula | penyidik | turut | mengamankan | sejumlah | barang | bukti | pelanggaran | p> Kita | temukan | buku | tulisan | notes | dipelajari | kata | p> Dalami | Keterlibatan | Makar< | strong>< | p> Kendati | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | Apalagi | menerima | informasi | terlibat | pertemuan | dengan | beberapa | tersangka | Jumat | Desember | kemarin | p> Untuk | sementara | Tapi | nanti | didalami | kembangkan | (kasus) | lainnya | ucap | p> Sejauh | memeriksa | lantaran | didampingi | pengacara | menyimpulkan | apakah | upaya | tengah | ditangani | p> Nanti | setelah | diperiksa | sampaikan | lebih | lanjut | Alat | kumpulkan | pungkas | p> Seperti | diketahui | aktivis | tokoh | nasional | tempat | waktu | hampir | bersamaan | pagi | Mereka | diduga | kuat | makar< | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musisi | Ahmad | Dhani | ditetapkan | sebagai | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | Jokowi | p> Sementara | tiga | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Ketiganya | dijerat | KUHP | tentangร‚ Makar< | Permufakatan | Jahat | p> |

Bukan Makar, Hatta Taliwang Dijerat Pasal Ini

Liputan6.com, Jakarta Aktivis sekaligus mantan anggota DPRร‚ Hatta Taliwang ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 1.30 WIB dini hari tadi. Hatta ditangkap di kediamannya di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan Hatta dini hari tadi tidak terkait kasus dugaan makar. Mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditangkap terkait postingannya di media sosial (medsos).

"Yang bersangkutan kami persangkakan Pasal 28 ayat 2 jo 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016).

Argo menjelaskan, Hatta telah memposting konten di akun Facebooknya yang dianggap dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan atau SARA.

"Dia menyampaikan bahwa orang Cina hobi berternak penguasa, ada di tulisannya, dan sebagainya. Makanya kita tangkap," beber dia.

Tak ada perlawanan dalam penangkapan Hatta Taliwang. Dalam penangkapan itu pula, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti terkait dugaan pelanggaran UU ITE ini.

"Kita temukan barang bukti HP, buku tulisan yang bersangkutan, dan ada buku notes yang sedang dipelajari penyidik," kata Argo.

Dalami Keterlibatan Makar

Kendati begitu, polisi tetap akan mendalami kemungkinan keterlibatan Hatta dalam kasus dugaan makar. Apalagi polisi menerima informasi bahwa Hatta terlibat pertemuan dengan beberapa tersangka dugaan makar yang telah ditangkap Jumat 2 Desember kemarin.

"Untuk sementara penangkapan terkait UU ITE. Tapi nanti didalami dari barang bukti, kami kembangkan (kasus) yang lainnya," ucap Argo.

Sejauh ini, penyidik belum memeriksa Hatta Taliwang lantaran belum didampingi pengacara, sehingga polisi belum bisa menyimpulkan apakah Hatta terlibat dalam upaya makar yang tengah ditangani penyidik Polda Metro Jaya.

"Nanti setelah diperiksa kita akan sampaikan lebih lanjut. Alat bukti sudah kita kumpulkan," pungkas Argo.

Seperti diketahui, 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan, Jumat 2 Desember pagi. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh orang tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentangร‚ Makar dan Permufakatan Jahat.

"

| Bukan | Makar, | Hatta | Taliwang | Dijerat | Pasal | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Aktivis | sekaligus | mantan | anggota | DPRร‚ Hatta | Taliwang< | ditangkap | jajaran | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | pukul | dini | hari | tadi | kediamannya | Rusun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | p> Kabid | Humas | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | mengat | penangkapan | terkait | kasus | dugaan | makar | Mantan | politikus | Partai | Amanat | Nasional | (PAN) | postingannya | media | sosial | (medsos) | p> Yang | bersangkutan | kami | persangk | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | (Informasi | Transaksi | Elektronik) | ujar | Mapolda | Kamis | 2016) | p> Argo | menjelaskan | telah | memposting | konten | akun | Facebooknya | yang | dianggap | dapat | menimbulkan | permusuhan | kebencian | berbau | Suku | Agama | Antar | golongan | atau | SARA | p> Dia | menyampaikan | bahwa | orang | Cina | hobi | berternak | penguasa | tulisannya | sebagainya | tangkap | beber | p> Tak | perlawanan | dalam | Dalam | pula | penyidik | turut | mengamankan | sejumlah | barang | bukti | pelanggaran | p> Kita | temukan | buku | tulisan | notes | dipelajari | kata | p> Dalami | Keterlibatan | Makar< | strong>< | p> Kendati | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | Apalagi | menerima | informasi | terlibat | pertemuan | dengan | beberapa | tersangka | Jumat | Desember | kemarin | p> Untuk | sementara | Tapi | nanti | didalami | kembangkan | (kasus) | lainnya | ucap | p> Sejauh | memeriksa | lantaran | didampingi | pengacara | menyimpulkan | apakah | upaya | tengah | ditangani | p> Nanti | setelah | diperiksa | sampaikan | lebih | lanjut | Alat | kumpulkan | pungkas | p> Seperti | diketahui | aktivis | tokoh | nasional | tempat | waktu | hampir | bersamaan | pagi | Mereka | diduga | kuat | makar< | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | dipulangkan | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | p> Begitu | juga | terhadap | musisi | Ahmad | Dhani | ditetapkan | sebagai | penghinaan | Presiden | Joko | Widodo | Jokowi | p> Sementara | tiga | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Ketiganya | dijerat | KUHP | tentangร‚ Makar< | Permufakatan | Jahat | p> |

Inilah Gambar Bagan Penyandang Dana Aksi Makar yang Beredar di Medsos

SURYAMALANG.com - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Suharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Imam Besar FPI Rizieq Shihab, dan beberapa orang lainnya, melapor ke polisi.ร‚ 

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur 'Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar' yang tersebar di media sosial.ร‚ 

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).ร‚ 

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur via media sosial ini ke polisi.

donatur

Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau pasal 310 dan pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut.

Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga hendak melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi, jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak benar. Jika mereka enggak melapor, (nanti dibilang) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

"

| Inilah | Gambar | Bagan | Penyandang | Dana | Aksi | Makar | yang | Beredar | Medsos | SURYAMALANG | com< | strong> | Pengacara | Eggi | Sudjana | mengajak | putra | mantan | Presiden | Suharto | Hutomo | Mandala | Putra | alias | Tommy | Soeharto | Imam | Besar | Rizieq | Shihab | beberapa | orang | lainnya | melapor | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Bela | Islam | Arah | tersebar | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | membuat | laporan | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | p> < | h5> Ia | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | terlibat | dengan | kelompok | diduga | hendak | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Habib | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | benar | Jika | (nanti | dibilang) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> |

Saturday, December 3, 2016

Alasan Polisi Tidak Tahan Ahmad Dhani dan 7 Terduga Makar

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akhirnya memulangkan musikus Ahmad Dhani dan tujuh tersangka dugaan makar setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 1x24 jam. Kendati, status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein,ร‚  Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Begitu juga terhadap Ahmad Dhani tidak ditahan. Apalagi Dhani dalam hal ini dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara, sehingga tidak wajib ditahan.

Kendati begitu, polisi tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan penyidikan, Dhani bisa saja terbukti terlibat dalam kasus makar.

"Alasan tidak ditahan ini berdasarkan penilaian subjektif, dalam hal pemeriksaan dinilai kooperatif, dan lebih bersifat pada alasan kemanusiaan. Karena, kan, menahan ini tidak harus," ujar Boy.

"Saya pikir ini penilaian normal. Yang penting penyidik tidak disulitkan dalam proses hukum," tandas dia.

Tiga Tersangka Ditahan

Tiga tersangka lainnya dari total 11 orang yang ditangkap kemarin kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas yang sempat diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

"

| Alasan | Polisi | Tidak | Tahan | Ahmad | Dhani | Terduga | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | akhirnya | memulangkan | musikus | tujuh | tersangka | dugaan | makar< | setelah | menjalani | pemeriksaan | selama | hampir | 1x24 | Kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | delapan | yang | dipulangkan | total | orang | diamankan | pada | Jumat | Desember | pagi | kemarin | Tujuh | terkait | kasus | satu | lainnya | penghinaan | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | makar | sebagaimana | Pasal | KUHP | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Tapi | dilakukan | penahanan | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | ujar | Sabtu | 2016) | p> Kendati | begitu | proses | penyidikan | ketujuh | tersebut | berjalan | Sejumlah | barang | bukti | permulaan | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | jahat | juga | telah | disita | p> Barang | Jadi | dalam | hukum | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Begitu | terhadap | ditahan | Apalagi | dijerat | tentang | Penghinaan | Penguasa | ancaman | hukumannya | bawah | lima | tahun | penjara | wajib | polisi | menutup | kemungkinan | perkembangan | terbukti | terlibat | p> Alasan | berdasarkan | dinilai | kooperatif | lebih | bersifat | alasan | kemanusiaan | Karena | menahan | harus | p> Saya | pikir | normal | Yang | penting | disulitkan | tandas | p> Tiga | Tersangka | Ditahan< | strong>< | ditangkap | kini | Polda | Metro | Jaya | Salah | satunya | adalah | aktivis | Bintang | Pamungkas | sempat | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | masih | oleh | ucap | p> Selain | pemufakatan | perkara | diduga | melakukan | penghasutan | media | sosial | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | 2016 | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech< | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting< | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | atas | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | p> |

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |