Showing posts sorted by relevance for query identitas. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query identitas. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Sudah Kantongi Identitas Pengirim dan Penerima Dana Makar

Jakarta - Bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Namun Rikwanto tidak menyebut rinci identitas yang dimaksud saat ditanya wartawan. Dia menegaskan data yang dikantongi tengah ditelusuri. "Itu tidak bisa disebutkan untuk kepentingan penyidikan," jawab Rikwanto.

Dia juga menolak menyebutkan nominal dana yang ditransfer termasuk dugaan penerima dana merupakan 8 orang yang telah ditetapkan tersangka atau ke pihak lain juga belum bisa diungkap ke publik. "Itu konten materi penyidikan ya, tidak akan disampaikan," ujarnya.

Polisi dipastikan Rikwanto terus mengembangkan penyidikan terkait kasus percobaan makar. Bila ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka terbuka kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka.

"Kemungkinan itu bisa saja, manakala ditemukan koneksi satu orang dengan yang lain atau orang itu diduga turut serta atau bahkan menjadi suporter yang utama, ya bisa dikenai," kata Rikwanto.

Polisi menetapkan 8 orang tersangka makar. Mereka yakni Rachmawati Soekarnoputri, aktivis Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Kivlan Zein dan Alvin Indra. Dari delapan tokoh tersebut, hanya Sri Bintang yang ditahan. Sedangkan 7 lainnya tidak ditahan dan tidak dicekal ke luar negeri karena kooperatif.
(aan/fdn)

"

| Polisi | Sudah | Kantongi | Identitas | Pengirim | Penerima | Dana | Makar | Jakarta< | strong> | Bukti | transfer | aliran | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | terus | ditelusuri | polisi | Nama | pengirim | nama | penerima | tersebut | dikantongi | (dikantongi | nama) | kata | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | Rabu | 2016) | p>Namun | menyebut | rinci | identitas | yang | dimaksud | saat | ditanya | wartawan | menegaskan | data | tengah | disebutkan | untuk | kepentingan | penyidikan | jawab | p>Dia | juga | menolak | menyebutkan | nominal | ditransfer< | termasuk | merup | orang | telah | ditetapkan | tersangka | atau | pihak | lain | diungkap | publik | konten | materi | disampaikan | ujarnya | p>Polisi | dipastikan | mengembangkan | percobaan | Bila | ditemukan | bukti | permulaan | cukup | maka | terbuka | kemungkinan | bertambahnya | jumlah | p>Kemungkinan | manakala | koneksi | satu | dengan | diduga | turut | serta | bahkan | menjadi | suporter | utama | dikenai | menetapkan | Mereka | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Alvin | Indra | Dari | delapan | tokoh | hanya | ditahan | Sedangkan | lainnya | dicekal | luar | negeri | karena | kooperatif | (aan | fdn)< |

Polisi Sudah Kantongi Identitas Pengirim dan Penerima Dana Makar

Jakarta - Bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Namun Rikwanto tidak menyebut rinci identitas yang dimaksud saat ditanya wartawan. Dia menegaskan data yang dikantongi tengah ditelusuri. "Itu tidak bisa disebutkan untuk kepentingan penyidikan," jawab Rikwanto.

Dia juga menolak menyebutkan nominal dana yang ditransfer termasuk dugaan penerima dana merupakan 8 orang yang telah ditetapkan tersangka atau ke pihak lain juga belum bisa diungkap ke publik. "Itu konten materi penyidikan ya, tidak akan disampaikan," ujarnya.

Polisi dipastikan Rikwanto terus mengembangkan penyidikan terkait kasus percobaan makar. Bila ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka terbuka kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka.

"Kemungkinan itu bisa saja, manakala ditemukan koneksi satu orang dengan yang lain atau orang itu diduga turut serta atau bahkan menjadi suporter yang utama, ya bisa dikenai," kata Rikwanto.

Polisi menetapkan 8 orang tersangka makar. Mereka yakni Rachmawati Soekarnoputri, aktivis Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Kivlan Zein dan Alvin Indra. Dari delapan tokoh tersebut, hanya Sri Bintang yang ditahan. Sedangkan 7 lainnya tidak ditahan dan tidak dicekal ke luar negeri karena kooperatif.
(aan/fdn)

"

| Polisi | Sudah | Kantongi | Identitas | Pengirim | Penerima | Dana | Makar | Jakarta< | strong> | Bukti | transfer | aliran | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | terus | ditelusuri | polisi | Nama | pengirim | nama | penerima | tersebut | dikantongi | (dikantongi | nama) | kata | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | Rabu | 2016) | p>Namun | menyebut | rinci | identitas | yang | dimaksud | saat | ditanya | wartawan | menegaskan | data | tengah | disebutkan | untuk | kepentingan | penyidikan | jawab | p>Dia | juga | menolak | menyebutkan | nominal | ditransfer< | termasuk | merup | orang | telah | ditetapkan | tersangka | atau | pihak | lain | diungkap | publik | konten | materi | disampaikan | ujarnya | p>Polisi | dipastikan | mengembangkan | percobaan | Bila | ditemukan | bukti | permulaan | cukup | maka | terbuka | kemungkinan | bertambahnya | jumlah | p>Kemungkinan | manakala | koneksi | satu | dengan | diduga | turut | serta | bahkan | menjadi | suporter | utama | dikenai | menetapkan | Mereka | yakni | Rachmawati | Soekarnoputri | aktivis | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Bintang | Pamungkas | Kivlan | Zein | Alvin | Indra | Dari | delapan | tokoh | hanya | ditahan | Sedangkan | lainnya | dicekal | luar | negeri | karena | kooperatif | (aan | fdn)< |

Friday, December 2, 2016

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap

Jum'at, 02 Desember 2016 | 09:10 WIB

Diduga Makar, Sejumlah Aktivis Ditangkap  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis terkait dengan dugaan makar. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat terpisah pada pagi hari sebelum aksi 2 Desember 2016 digelar di Monas.

“Ada sejumlah yang diamankan Polda dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui dalam Aksi Super Damai, Jumat, 2 Desember 2016. Boy mengaku masih belum mengetahui identitas delapan orang itu.

Meskipun begitu, Inge Mangundap, dari Advokat Cinta Tanah Air, mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet. Penangkapan dilakukan pada pukul 07.00 WIB di Hotel Sari Pan Pacific.

“Dia (Ratna) juga bahkan digeledah. Mungkin disangka bawa senjata,” kata Inge, yang mengaku sedang bersama Ratna saat penangkapan. Selain Ratna, musikus Ahmad Dhani, yang juga menginap di hotel itu, ditangkap.

Menurut dia, keduanya dibawa ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Inge mengatakan polisi menangkap Ratna dan Ahmad Dhani dengan tuduhan makar dan mengaku telah memiliki bukti.

Selain itu, sejumlah tokoh lain dikabarkan telah ditangkap. Dari Rachmawati Soekarnoputri hingga Sri Bintang Pamungkas. Sri Bintang ditangkap di rumahnya kawasan Cibubur, Depok. Ernalia, istri Sri Bintang, mengatakan suaminya ditangkap puluhan polisi dan langsung dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok. Boy masih enggan mengkonfirmasi hal ini. “Nanti saya minta data dulu,” kata dia.

EGI ADYATAMA

Catatan koreksi: Judul berita ini telah diganti dari sebelumnya: Diduga Makar, Polisi Tangkap Sejumlah Aktivis.

"

| Diduga | Makar, | Sejumlah | Aktivis | Ditangkap | Jumat | Desember | 2016 | 09:10 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | menangkap | sejumlah | terkait | dengan | dugaan | makar | Penangkapan | dilakukan | beberapa | tempat | terpisah | pada | pagi | hari | sebelum | aksi | digelar | Monas | p>“Ada | yang | diamankan | Polda | masih | dalam | pemeriksaan | kata | Kepala | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | saat | ditemui | Aksi | Super | Damai | mengaku | belum | mengetahui | identitas | delapan | orang | p>Meskipun | begitu | Inge | Mangundap | dari | Advokat | Cinta | Tanah | mengatakan | telah | terjadi | terhadap | Ratna | Sarumpaet | pukul | Hotel | Sari | Pacific | p>“Dia | (Ratna) | juga | bahkan | digeledah | Mungkin | disangka | bawa | senjata | sedang | bersama | Selain | musikus | Ahmad | Dhani | menginap | hotel | ditangkap | p>Menurut | keduanya | dibawa | Markas | Komando | Brimob | Kelapa | polisi | tuduhan | memiliki | bukti | p>Selain | tokoh | lain | dikabarkan | Dari | Rachmawati | Soekarnoputri | hingga | Pamungkas | rumahnya | kawasan | Cibubur | Depok | Ernalia | istri | suaminya | puluhan | langsung | enggan | mengkonfirmasi | “Nanti | saya | minta | data | dulu | p>EGI | ADYATAMA< | strong>< | Catatan | koreksi: | Judul | berita | diganti | sebelumnya: | Makar | Polisi | Tangkap | p> |

Sunday, December 4, 2016

Kapolri Jelaskan soal Kasus Makar ke Komisi III

Liputan6.com, Jakarta Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir di rapat dengan Komisi III DPR. Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III dan Kapolri itu membahas penangkapan 11 orang dengan tuduhan makar dan pelanggaran atas pasal dalam UU ITE.

"Rapatnya sedang berlangsung," ujar Ketua Komisi III Bambang Soesatyo ketika dihubungi Liputan6.com, Senin (5/12/2016).

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, pernyataan makar yang disampaikan Polri terhadap 11 tersangka yang ditangkap jelang aksi 2 Desember pekan lalu, agak sensitif dalam konteks perpolitikan nasional dan berpotensi mengganggu perekonomian.

"Pertama, apakah identitas sosok-sosok petualang politik yang ingin melakukan makar itu sudah teridentifikasi, dan kapan akan diumumkan kepada publik?" kata Bamsoet.

Kedua, dia melanjutkan, rapat-rapat yang mengagendakan makar dan ingin menguasai gedung DPR di mana saja, serta siapa politikus yang dimaksud dan menjadi peserta rapat-rapat itu.

"Ketiga, bagaimana Polri akan memperlakukan para perencana makar itu, termasuk para peserta rapat?" Bamsoet menambahkan.

Dia juga mempertanyakan keterkaitan tersangka penyebar rush money dengan peserta makar atau tidak.

"Kelima, sudah sejauh mana penanganan atau penyelidikan terhadap aktor-aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November yang berujung pada kerusuhan itu? Dan akan berlangsung berapa lama situasi dan kondisi waswas ini akan berlangsung?" dia memaparkan.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan kelima pertanyaan tersebut penting mengingat beberapa elemen masyarakat mengeluhkan situasi akhir-akhir ini yang dirasakan kurang kondusif.

"Kami juga memberikan apresiasi kepada Polri yang dalam tempo singkat telah menyelesaikan pemeriksaan dan melimpahkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu ke Kejaksaan Agung. Sehingga bola panas tersebut kini ada di tangan Kejaksaan Agung," dia menuturkan.

Kendati bola panas kasus Ahok tidak lagi di tangan kepolisian, ucap Bamsoet, Komisi III DPR tetap akan mempertanyakan kesiapan Polri dalam mengantisipasi keputusan akhir atas kasus Ahok.

"Apa pun keputusannya akan menimbulkan pro kontra di ruang publik. Dan itu tetap menjadi tanggung jawab Polri," tegas Bamsoet.

"

| Kapolri | Jelaskan | soal | Kasus | Makar | Komisi | Liputan6 | Jakarta< | strong> | Jenderal Tito | Karnavian< | hadir | rapat | dengan | DPR< | Rapat | Dengar | Pendapat | (RDP) | antara | membahas | penangkapan | orang | tuduhan | makar | pelanggaran | atas | pasal | dalam | p> Rapatnya | berlangsung | ujar | Ketua | Bambang | Soesatyo | ketika | dihubungi | com< | Senin | 2016) | p> Bamsoet | sapaan | pernyataan | yang | disampaikan | Polri | terhadap | tersangka | ditangkap | jelang | aksi | Desember | pekan | agak | sensitif | konteks | perpolitikan | nasional | berpotensi | mengganggu | perekonomian | p> Pertama | apakah | identitas | sosok | petualang | politik | ingin | melakukan | teridentifikasi | kapan | diumumkan | kepada | publik | kata | Bamsoet | p> Kedua | melanjutkan | mengagend | menguasai | gedung | mana | serta | siapa | politikus | dimaksud | menjadi | peserta | p> Ketiga | bagaimana | memperlakukan | para | perencana | termasuk | menambahkan | p> Dia | juga | mempertany | keterkaitan | penyebar | rush | money< | atau | p> Kelima | sejauh | penanganan | penyelidikan | aktor | menunggangi | damai | November | berujung | pada | kerusuhan | berapa | lama | situasi | kondisi | waswas | memaparkan | p> Politikus | Partai | Golkar | menegaskan | kelima | pertanyaan | tersebut | penting | mengingat | beberapa | elemen | masyarakat | mengeluhkan | akhir | diras | kurang | kondusif | p> Kami | memberikan | apresiasi | tempo | singkat | telah | menyelesaikan | pemeriksaan | melimpahkan | kasus | dugaan | penistaan | agama | dilakukan | oleh | calon | Gubernur | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | Kejaksaan | Agung | bola | panas | kini | tangan | menuturkan | p> Kendati | lagi | kepolisian | ucap | tetap | kesiapan | mengantisipasi | keputusan | p> Apa | keputusannya | menimbulkan | kontra | ruang | tanggung | jawab | tegas | Bamsoet< | p> |

Friday, December 2, 2016

Di luar aksi 212, Polri tangkap 10 tokoh terkait 'perencanaan percobaan makar'

Aksi demonstrasi 4 November 2016Image copyright AFP Image caption Polisi menyatakan bahwa mereka yang hari ini ditangkap diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa"

Usai aksi 212, juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengukuhkan bahwa Polda Metro Jaya sudah melakukan penangkapan terhadap 10 orang atas dugaan "perencanaan percobaan makar" serta "pemanfaatan terhadap kondisi yang ada hari ini."

Menurut Boy, kesepakatan polisi dengan Gerakan Nasional pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait aksi hari ini adalah "murni untuk tujuan ibadah" namun mereka yang ditahan diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa."

Boy mengatakan bahwa penyidik Polda Metro Jaya sudah menemukan indikasi sejak lama. "Ini bukan proses 1-2 hari. Ini proses lama, lewat penelusuran, pemantauan, monitoring oleh tim sudah dalam kurun waktu 3-4 minggu terakhir, semua aktivitas dicermati," kata Boy.

Polisi punya batas waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah akan dilakukan penahanan terhadap 10 orang tersebut.

Boy tak menyebut nama-nama mereka yang ditahan, tapi menyatakan bahwa identitas mereka "seperti yang sudah rekan-rekan ketahui".

Informasi yang beredar menyatakan bahwa orang-orang yang ditangkap adalah pemusik dan calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, pendiri Universitas Bung Karno yang juga puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputeri, seniman dan bekas pegiat Ratna Sarumpaet, politikus tahun 1990an Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Terkait aksi unjuk rasa 212, polisi menurut Boy, sebelum pukul 17.00, aktivitas massa di sekitar Silang Monas seharusnya sudah selesai.

"

| luar | aksi | 212, | Polri | tangkap | tokoh | terkait | perencanaan | percobaan | makar | Image | copyright< | span> | AFP< | caption< | Polisi | menyatakan | bahwa | mereka | yang | hari | ditangkap | diduga | memanfaatkan | aktivitas | agenda | selain | berdoa | Usai | juru | bicara | Mabes | Rafli | Amar | mengukuhkan | Polda | Metro | Jaya | sudah | melakukan | penangkapan | terhadap | orang | atas | dugaan | serta | pemanfaatan | kondisi | p>Menurut | kesepakatan | polisi | dengan | Gerakan | Nasional | pengawal | Fatwa | (GNPF) | adalah | murni | untuk | tujuan | ibadah | namun | ditahan | berdoa | p>Boy | mengatakan | penyidik | menemukan | indikasi | sejak | lama | bukan | proses | lewat | penelusuran | pemantauan | monitoring | oleh | dalam | kurun | waktu | minggu | terakhir | semua | dicermati | kata | p>Benarkah | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | lainnya | jelang | li> Polisi | penyebar | ajakan | rush | money< | li> < | ul>Polisi | punya | batas | 1x24 | menentukan | apakah | akan | dilakukan | penahanan | tersebut | menyebut | nama | tapi | identitas | seperti | rekan | ketahui | p>Informasi | beredar | pemusik | calon | wakil | bupati | Bekasi | Mayjen | (Purn) | Kivlan | Zein | pendiri | Universitas | Bung | Karno | juga | puteri | Soekarnoputeri | seniman | bekas | pegiat | politikus | tahun | 1990an | Bintang | Pamungkas | Adityawarman | Firza | Huzein | Jamran | p>Terkait | unjuk | rasa | menurut | sebelum | pukul | massa | sekitar | Silang | Monas | seharusnya | selesai |

Saturday, December 3, 2016

Pengacara: Rachmawati Menolak Menjawab Pertanyaan soal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Sebab, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

"BAP pertama dimulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kemudian BAP kedua dimulai setelah azan magrib hingga pukul 21.00 WIB," kata Teguh, Jumat (2/11/2016) malam.

Adapun, selama di-BAP Rachmawati enggan memberikan penjelasan terkait dengan pasal yang disangkakan. Ia hanya berkenan menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan identitas.

"Mbak Rachma tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan terkait materi yang dituduhkan, yaitu dugaan makar Pasal 107, 110 juncto 87," papar Teguh.

Dia beralasan, ketika berada di Mako Brimob Kelapa II Depok, kondisi kesehatan Rachmawati tidak memungkinkan. Apalagi suhu badannya sempat panas dingin.

"Jam 10.00 WIB Tensinya 230/110, menjelang jam 3 diperiksa lagi tensinya turun ke 180/80. Mbak Rachma tadinya ingin ditangani dokter pribadi, tetapi tidak bisa dihubungi karena HP-nya disita," ucap Teguh.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22:00 WIB menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam. "Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

Rachmawati termasuk di antara sembilan tersangka lainnya terkait kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang ditangkap pada Sabtu dini hari, 2 Desember 2016.

"

| Pengacara: | Rachmawati | Menolak | Menjawab | Pertanyaan | soal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Soekarnoputri< | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | tentang | dugaan | makar< | yang | ditujukan | kepadanya | Sebab | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | untuk | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | p> BAP | pertama | dimulai | pukul | sampai | Kemudian | kedua | setelah | azan | magrib | kata | Jumat | 2016) | malam | p> Adapun | selama | enggan | memberikan | penjelasan | terkait | dengan | pasal | disangk | hanya | berkenan | berkenaan | identitas | p> Mbak | Rachma | materi | dituduhkan | yaitu | makar | Pasal | juncto | papar | p> Dia | beralasan | ketika | berada | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | memungkinkan | Apalagi | suhu | badannya | sempat | panas | dingin | p> Jam | Tensinya | menjelang | diperiksa | lagi | tensinya | turun | Mbak | tadinya | ingin | ditangani | dokter | pribadi | dihubungi | karena | disita | ucap | p> Rachmawati | bersama | pengacaranya | meninggalkan | Brimob< | pada | 22:00 | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | termasuk | antara | sembilan | tersangka | lainnya | kasus | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | ditangkap | Sabtu | dini | hari | Desember | 2016 | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Tuesday, December 6, 2016

Polri Temukan Bukti Transfer dalam Kasus Permufakatan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, kepolisian terus mengembangkan kasus dugaan permufakatan makar.

Dalam penelusuran, penyidik menemukan bukti baru dalam kasus ini. "Kami temukan bukti transfer," kata Martinus di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Martinus menuturkan, bukti transfer tersebut masih dalam penelusuran untuk mengetahui jumlah, penerima, dan sumber dana.

(Baca: Ketua DPR Minta Masyarakat Percaya Polisi soal Dugaan Makar)

Bukti transfer itu, kata dia, akan memudahkan penyidik untuk mendapatkan konstruksi hukum adanya dugaan upaya permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

"Bukti lain akan diupayakan oleh penyidik," ucap Martinus.

Selain bukti transfer, Martinus menyebutkan adanya bukti dokumen yang menjadi catatan bagi penyidik.

Selain itu, juga terdapat video yang diunggah dan pemberitaan yang berisi ajakan makar.

"Kemudian, adanya indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan permufakatan jahat dengan menempatkan mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar Martinus.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sebelumnya mengatakan, kelompok ini berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Caranya ialah dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

"Ada dugaan pemanfaatan massa untuk menduduki Kantor DPR RI dan berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan," kata Boy.

(Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Setelah dilakukan pemeriksaan selama lebih dari 20 jam di Markas Komando (Mako) Brimob, dari delapan tersangka hanya Sri Bintang Pamungkas yang ditahan. Bintang ditahan di Polda Metro Jaya bagian narkotika.

Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, Sri Bintang Pamungkas dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. 

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Polri | Temukan | Bukti | Transfer | dalam | Kasus | Permufakatan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri< | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul< | mengat | kepolisian | terus | mengembangkan | kasus | dugaan | permufakatan | makar | p> Dalam | penelusuran | penyidik | menemukan | bukti | baru | Kami | temukan | transfer | kata | Mabes | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Martinus | menuturkan | tersebut | masih | untuk | mengetahui | jumlah | penerima | sumber | dana | p> (Baca: Ketua | Minta | Masyarakat | Percaya | Polisi | soal | Dugaan | Makar< | a>)< | p> Bukti | memudahkan | mendapatkan | konstruksi | hukum | adanya | upaya | menggulingkan | pemerintah | yang | lain | diupay | oleh | ucap | p> Selain | menyebutkan | dokumen | menjadi | catatan | bagi | juga | terdapat | video | diunggah | pemberitaan | berisi | p> Kemudian | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | jahat | dengan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | orang | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p> Kepala | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | senya | kelompok | berencana | menggelar | sidang | istimewa | pemerintahan | p> Caranya | ialah | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Ada | pemanfaatan | menduduki | Kantor | pemaksaan | kemudian | menuntut | pergantian | p> (Baca: Bisakah | Disebut | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | p> Setelah | dilakukan | pemeriksaan | selama | lebih | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | delapan | tersangka | hanya | Bintang | Pamungkas< | ditahan | Polda | Metro | Jaya | bagian | narkotika | p> Delapan | ditetapkan | sebagai | atas | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Friday, December 2, 2016

Di luar aksi 212, Polri tangkap 10 tokoh terkait 'perencanaan percobaan makar'

Aksi demonstrasi 4 November 2016Image copyright AFP Image caption Polisi menyatakan bahwa mereka yang hari ini ditangkap diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa"

Usai aksi 212, juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengukuhkan bahwa Polda Metro Jaya sudah melakukan penangkapan terhadap 10 orang atas dugaan "perencanaan percobaan makar" serta "pemanfaatan terhadap kondisi yang ada hari ini."

Menurut Boy, kesepakatan polisi dengan Gerakan Nasional pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait aksi hari ini adalah "murni untuk tujuan ibadah" namun mereka yang ditahan diduga "memanfaatkan aktivitas agenda hari ini selain berdoa."

Boy mengatakan bahwa penyidik Polda Metro Jaya sudah menemukan indikasi sejak lama. "Ini bukan proses 1-2 hari. Ini proses lama, lewat penelusuran, pemantauan, monitoring oleh tim sudah dalam kurun waktu 3-4 minggu terakhir, semua aktivitas dicermati," kata Boy.

Polisi punya batas waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah akan dilakukan penahanan terhadap 10 orang tersebut.

Boy tak menyebut nama-nama mereka yang ditahan, tapi menyatakan bahwa identitas mereka "seperti yang sudah rekan-rekan ketahui".

Informasi yang beredar menyatakan bahwa orang-orang yang ditangkap adalah pemusik dan calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, pendiri Universitas Bung Karno yang juga puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputeri, seniman dan bekas pegiat Ratna Sarumpaet, politikus tahun 1990an Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Terkait aksi unjuk rasa 212, polisi menurut Boy, sebelum pukul 17.00, aktivitas massa di sekitar Silang Monas seharusnya sudah selesai.

"

| luar | aksi | 212, | Polri | tangkap | tokoh | terkait | perencanaan | percobaan | makar | Image | copyright< | span> | AFP< | caption< | Polisi | menyatakan | bahwa | mereka | yang | hari | ditangkap | diduga | memanfaatkan | aktivitas | agenda | selain | berdoa | Usai | juru | bicara | Mabes | Rafli | Amar | mengukuhkan | Polda | Metro | Jaya | sudah | melakukan | penangkapan | terhadap | orang | atas | dugaan | serta | pemanfaatan | kondisi | p>Menurut | kesepakatan | polisi | dengan | Gerakan | Nasional | pengawal | Fatwa | (GNPF) | adalah | murni | untuk | tujuan | ibadah | namun | ditahan | berdoa | p>Boy | mengatakan | penyidik | menemukan | indikasi | sejak | lama | bukan | proses | lewat | penelusuran | pemantauan | monitoring | oleh | dalam | kurun | waktu | minggu | terakhir | semua | dicermati | kata | p>Benarkah | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | lainnya | jelang | li> Polisi | penyebar | ajakan | rush | money< | li> < | ul>Polisi | punya | batas | 1x24 | menentukan | apakah | akan | dilakukan | penahanan | tersebut | menyebut | nama | tapi | identitas | seperti | rekan | ketahui | p>Informasi | beredar | pemusik | calon | wakil | bupati | Bekasi | Mayjen | (Purn) | Kivlan | Zein | pendiri | Universitas | Bung | Karno | juga | puteri | Soekarnoputeri | seniman | bekas | pegiat | politikus | tahun | 1990an | Bintang | Pamungkas | Adityawarman | Firza | Huzein | Jamran | p>Terkait | unjuk | rasa | menurut | sebelum | pukul | massa | sekitar | Silang | Monas | seharusnya | selesai |