Showing posts sorted by date for query p> Habiburokhman. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query p> Habiburokhman. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Polisi Kantongi Identitas Soal Pendanaan Makar, Ini Tanggapan Pihak Tersangka

Jakarta - Polisi sudah mengantongi nama pengirim dan nama penerima dana terkait kasus dugaan makar. Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman yang ikut mendampingi tersangka dalam kasus ini mempertanyakan relevansinya.

"Kalau soal aliran dana, pembuktian aliran dana itu gampang. Tapi relevansinya untuk makar atau bukan itu masih sulit dan tidak bisa," ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12/2016) malam.

"Misalnya gini, ada orang mengirimkan uang untuk orang lain untuk bantu hal lain, karena ini ada begini dikaitkan untuk makar? Tugas polisi untuk buktikan," imbuhnya.

Habiburokhman selaku kuasa hukum Ratna Sarumpaet yang juga menjadi tersangka makar menyatakan langkah yang dilakukan polisi dalam kasus ini bukannya mempersempit permasalahan namun malah memperlebar masalah. Ia juga menyatakan bahwa polisi sebenarnya tidak memiliki alasan kuat untuk menangkap orang-orang tersebut dengan tuduhan makar.

"Saya nggak ngerti ya logikanya polisi bukannya mempersempit permasalahan makar, ini malah memperbesar," tutur Habib.

Menurutnya yang akan dilakukan para tersangka adalah untuk meminta kembalinya UUD 1945 adalah untuk digelarnya sidang istimewa MPR. Hal tersebut dikatakan Habib merupakan tindakan konstitusional.

"Saya ada di lokasi penangkapan, dan mendengar apa yang dijadikan permasalahan. Misalnya soal ide mengembalikan UUD 1945 ke UUD 1945 sebelum amandemen dan soal sidang istemewa MPR, itu hal yang konstitusional," kata dia.

"Dan masalah waktu kejadian perkara tanggal 1 Desember 2016. Misalnya bu Ratna Sarumpaet itu merujuk pada press conference di Sari Pan Pasifik bahwa akan demo di MPR, tanggal 1 itu Ratna nggak hadir, Kivlan Zein tidak hadir masa dijadikan tersangka," imbuh Habib.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa tidak mungkin kliennya dapat meneggerakkan massa dalam jumlah banyak apalagi sampai melakukan makar. Habib terus mempermasalahkan sangkaan polisi kepada para kliennya.

"Saya nggak ngerti apa indikasinya mengarah ke makar? Kapasitas mereka, kalau mau mengerakkan massa ke MPR logikanya mereka perlu pancingan massa. Nah ini orang nggak ada punya organisasi, pensiunan, bukan ketua partai, logikanya darimana menggerakkan orang," bebernya.

Habib menambahkan dirinya tetap meminta penangguhan untuk Sri Bintang Pamungkas. Selain itu dia juga menyatakan Ratna Sarumpaet akan menempuh praperadilan untuk menggugurkan status tersangkanya.

"Kemudian tetap mendesak polisi, demi Pak Bintang ditangguhkan penahanannya. Masa Pak Ahok saja bisa ditangguhkan Pak Bintang yang sudah sepuh tidak?" tukas Habib.

"Sebagian ada praperadilan, khususnya bu Ratna Sarumpaet, beliau dikaitkan saja namanya, dicatut di rilis saja marah. Orang yang dicantumkan saja tidak mau makar apalagi yang dicantumkan tapi tidak mengetahui," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, bukti transfer aliran dana terkait kasus dugaan makar terus ditelusuri polisi. Nama pengirim dan nama penerima dana tersebut sudah dikantongi polisi.

"Ya sudah (dikantongi nama)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
(HSF/elz)

"

| Polisi | Kantongi | Identitas | Soal | Pendanaan | Makar, | Tanggapan | Pihak | Tersangka | Jakarta< | strong> | mengantongi | nama | pengirim | penerima | dana | terkait | kasus | dugaan | makar | Dewan | Pembina | Advokat | Cinta | Tanah | (ACTA) | Habiburokhman | yang | ikut | mendampingi | tersangka | dalam | mempertany | relevansinya | Kalau | soal | aliran | pembuktian | gampang | Tapi | untuk | atau | bukan | masih | sulit | ungkap | saat | dikonfirmasi | detikcom | Rabu | 2016) | malam | p>Misalnya | gini | orang | mengirimkan | uang | lain | bantu | karena | begini | dikaitkan | Tugas | polisi | buktikan | imbuhnya | p>Habiburokhman | selaku | kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet | juga | menjadi | menyat | langkah | dilakukan | bukannya | mempersempit | permasalahan | malah | memperlebar | masalah | bahwa | sebenarnya | memiliki | alasan | kuat | menangkap | tersebut | dengan | tuduhan | p>Saya | nggak | ngerti | logikanya | memperbesar | tutur | Habib | p>Menurutnya | para | adalah | meminta | kembalinya | 1945 | digelarnya | sidang | istimewa | dikat | merup | tind | konstitusional | lokasi | penangkapan | mendengar | dijadikan | Misalnya | mengembalikan | amandemen | istemewa | kata | p>Dan | waktu | kejadian | perkara | tanggal | Desember | 2016 | merujuk | pada | press | conference | Sari | Pasifik | demo | hadir | Kivlan | Zein | masa | imbuh | p>Selanjutnya | mungkin | kliennya | dapat | meneggerakkan | massa | jumlah | banyak | apalagi | sampai | melakukan | terus | mempermasalahkan | sangkaan | kepada | indikasinya | mengarah | Kapasitas | kalau | mengerakkan | perlu | pancingan | punya | organisasi | pensiunan | ketua | partai | mana | menggerakkan | bebernya | p>Habib | menambahkan | dirinya | tetap | penangguhan | Bintang | Pamungkas | Selain | menempuh | praperadilan | menggugurkan | status | tersangkanya | p>Kemudian | mendesak | demi | ditangguhkan | penahanannya | Masa | Ahok | sepuh | tukas | p>Sebagian | khususnya | beliau | namanya | dicatut | rilis | marah | Orang | dicantumkan | mengetahui | sambung | p>Diberit | senya | bukti | transfer | ditelusuri | Nama | dikantongi | p>Ya | (dikantongi | nama) | Karo | Penmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | Mabes | Jalan | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | (HSF | elz)< |

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda | politik

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO,�Jakarta�- Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada�Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?��
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

�

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | politik | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | Desember | 2016 | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> TEMPO | strong> | �Jakarta< | strong>� | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada�Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p> Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya | ��< | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> �< | p> < | div> |

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda

Rabu, 07 Desember 2016 | 07:07 WIB

Soal Makar, Ini Reaksi Kubu Ahmad Dhani Soal Ancaman Kapolda  

Ahmad Dhani memberikan keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan terhadap presiden di Mako Brimob Kelapa Dua , Depok, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara musikus Ahmad Dhani, Habiburokhman, mengaku heran dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang menyebutkan kliennya berpotensi menjadi tersangka baru dalam dugaan makar.

"Saya pikir aneh kalau sekarang, setelah 212 terbukti aman-damai, justru polisi ingin meluaskan tersangka," kata Habiburokhman kepada Tempo, Selasa, 6 Desember 2016. Menurut dia, seharusnya polisi membatalkan penetapan tersangka terhadap sejumlah pihak yang dituding terlibat pemufakatan terkait dengan makar.

Sebab, dia menyebutkan, tidak ada perbuatan permulaan yang terbukti. "Jadi terbalik. Jangan sudah tenang-tenang, setelah 212 mau ramai-ramai lagi," ucap Habiburokhman.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya siang tadi, Iriawan mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku baru yang diduga membahas makar. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan beberapa kali, dua di antaranya di kediaman Rachmawati Soekarnoputri dan Rumah Kedaulatan Rakyat.

Baca juga:
Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?  
>
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Iriawan menyebutkan, dalam rapat tersebut, ada rencana untuk menggulingkan penguasa. Selain delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Hatta Taliwang dan musikus Ahmad Dhani juga ikut dalam pertemuan tersebut. Saat ini, Ahmad Dhani menyandang status tersangka dalam kasus penghinaan presiden.

Habiburokhman mengaku tidak mengetahui pertemuan kliennya di dua lokasi tersebut. Namun dia menyatakan tidak mengerti tindakan mana yang disebut makar oleh Kepolisian. Menurut dia, kliennya bersama sejumlah pihak yang turut ditangkap beberapa waktu lalu pun belum tentu ada relevansinya.

"Contoh, Ahmad Dhani dan Adityawarman tidak terlalu kenal, Ahmad Dhani dengan Kivlan Zen juga enggak begitu kenal. Ketemu saja, hanya dekat ngomong akrab waktu ditahan di Mako Brimob," ujarnya.

Habiburokhman menuturkan, pertemuan yang dilakukan kliennya itu kebanyakan terbuka dan membahas hal-hal standar dan masih dalam batas konstitusional. Selain itu, rencana aksi ke MPR pada 2 Desember dalam konteks mendesak sidang istimewa buat dia juga masih dalam koridor konstitusional.

"Sejak pagi, yang akan dilakukan hanya salat Jumat di Monas. Rencana demo ke MPR tidak ada, apalagi makar. Jadi jauh sekali dari pemenuhan unsur makar," ucapnya.

FRISI RIANA

"

| Soal | Makar, | Reaksi | Kubu | Ahmad | Dhani | Ancaman | Kapolda | Rabu | Desember | 2016 | 07:07 | WIB< | p> < | div> Ahmad | memberikan | keterangan | pada | wartawan | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | penghinaan | terhadap | presiden | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Sabtu | dinihari | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | Pengacara | musikus | Habiburokhman | mengaku | heran | dengan | pernyataan | Kepala | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | Inspektur | Jenderal | Mochamad | Iriawan | yang | menyebutkan | kliennya | berpotensi | menjadi | tersangka | baru | dalam | dugaan | makar | p>Saya | pikir | aneh | kalau | sekarang | setelah | terbukti | aman | damai | justru | polisi | ingin | meluaskan | kata | kepada Tempo< | Selasa | Menurut | seharusnya | membatalkan | penetapan | sejumlah | pihak | dituding | terlibat | pemufakatan | p>Sebab | perbuatan | permulaan | Jadi | terbalik | Jangan | tenang | ramai | lagi | ucap | p>Dalam | konferensi | pers | Polda | siang | tadi | mengat | menutup | kemungkinan | pelaku | diduga | membahas | mengungkapkan | bahwa | pertemuan | dilakukan | beberapa | kali | antaranya | kediaman | Rachmawati | Soekarnoputri | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | p>Baca | juga:< | strong>Sri | Bintang | Diduga | Makar | Siapa | Pemasok | Dananya |   < | Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | strong>< | p>Iriawan | rapat | tersebut | rencana | untuk | menggulingkan | penguasa | Selain | delapan | orang | kini | telah | ditetapkan | sebagai | Hatta | Taliwang | juga | ikut | Saat | menyandang | status | p>Habiburokhman | mengetahui | lokasi | Namun | menyat | mengerti | tind | mana | disebut | oleh | bersama | turut | ditangkap | waktu | tentu | relevansinya | p>Contoh | Adityawarman | kenal | Kivlan | enggak | begitu | Ketemu | hanya | dekat | ngomong< | akrab | ditahan | ujarnya | menuturkan | kebany | terbuka | standar | masih | batas | konstitusional | aksi | konteks | mendesak | sidang | istimewa | buat | koridor | p>Sejak | pagi | salat | Jumat | Monas | demo | apalagi | jauh | sekali | pemenuhan | unsur | ucapnya | p>FRISI | RIANA< | p> |

Monday, December 5, 2016

Beda Pendapat Polisi dan Sri Bintang Soal Makar Baiknya Diuji di Pengadilan

Jakarta - Sri Bintang Pamungkas menolak menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) atas dirinya karena merasa sangkaan dugaan makar tidak tepat ditujukan padanya. Polisi pun berkata sebaliknya.

Ahli pidana Prof Hibnu Nugroho mengatakan agar perdebatan tersebut dibuktikan saja di ranah pengadilan. Menurutnya, jangan sampai nantinya publik terbelah menjadi pro-kontra tentang hal tersebut.

"Gini aja, karena ini kan tafsirnya banyak sekali. Ini kan tafsir dari Pak Bintang, dan tafsir dari kepolisian. Dan kita menghormati tafsir dari Pak Bintang seperti itu, tafsir kepolisian cukup, katanya cukup bukti. Saya kira kalau sekarang memang sudah masuk proses hukum, nah kita bicara itu saja, makanya kalau menurut saya lebih baik kita lanjut ke proses hukum. Bahwa apa yang disampaikan pihak yang bersangkutan diuji di persidangan, gitu. Jadi nanti jangan sampai kita terjebak malah pro dan kontra. Saya melihatnya ke sana," kata Prof Hibnu saat berbincang dengan detikcom, Senin (5/12/2016) malam.

Beda Pendapat Polisi dan Sri Bintang Soal Makar, Baiknya Diuji di PengadilanProf Hibnu Nugroho (Foto: Andi Saputra/detikcom)

Apabila yang dipermasalahkan Sri Bintang termasuk prosedur penangkapan, Hibnu mengatakan ada mekanisme praperadilan. Namun untuk sangkaan dugaan makar, menurut Hibnut tetap seharusnya diuji di depan majelis hakim saja.

"Ada solusi hukum kalau memang penangkapannya, buktinya tidak cukup. Kan ada praperadilan. Prosedurnya, kan gitu kan. Buktinya cukup atau tidak. Sebab memang kita terbelah. Atau kalau kedua yang kita disidangkan, toh kalau tidak terbukti diputus bebas. Nah kita yang di luar ini karena tidak tahu fakta bukti asli, buktinya apa, suratnya bagaimana, berapa bukti yang dikumpulkan, kan kita tidak tahu," ucap Hibnu.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan polisi menjerat Sri Bintang yaitu adanya surat berisi sejumlah poin permintaan, salah satunya agar DPR menggelar sidang pencabutan mandat Jokowi-JK. Pengacara Sri Bintang, Habiburokhman, mengatakan surat tersebut merupakan hal yang masih dalam koridor aturan yang ada. Namun, polisi menyebut surat itulah yang menjadi salah satu dasar penetapan tersangka Sri Bintang dalam kasus dugaan makar.

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, yakni Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thaha, Kivlan Zen, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas. Dari delapan tersangka, hanya Sri Bintang Pamungkas yang hingga kini ditahan polisi.
(dhn/dhn)

"

| Beda | Pendapat | Polisi | Bintang | Soal | Makar | Baiknya | Diuji | Pengadilan | Jakarta< | strong> | Pamungkas | menolak | menandatangani | berita | acara | pemeriksaan | (BAP) | atas | dirinya | karena | merasa | sangkaan | dugaan | makar | tepat | ditujukan | padanya | berkata | sebaliknya | Ahli | pidana | Prof | Hibnu | Nugroho | mengat | agar | perdebatan | tersebut | dibuktikan | ranah | pengadilan | Menurutnya | jangan | sampai | nantinya | publik | terbelah | menjadi | kontra | tentang | p>Gini | tafsirnya | banyak | sekali | tafsir | kepolisian | menghormati | seperti | cukup | katanya | bukti | Saya | kira | kalau | sekarang | memang | masuk | proses | hukum | bicara | menurut | saya | lebih | baik | lanjut | Bahwa | yang | disampaikan | pihak | bersangkutan | diuji | persidangan | gitu | Jadi | nanti | terjebak | malah | melihatnya | sana | kata | saat | berbincang | dengan | detikcom | Senin | 2016) | malam | p> Prof | (Foto: | Andi | Saputra | detikcom)< | div> < | td> < | tr>< | tbody>< | table>Apabila | dipermasalahkan | termasuk | prosedur | penangkapan | mekanisme | praperadilan | Namun | untuk | Hibnut | tetap | seharusnya | depan | majelis | hakim | p>Ada | solusi | penangkapannya | buktinya | Prosedurnya | Buktinya | atau | Sebab | Atau | kedua | disidangkan | terbukti | diputus | bebas | luar | tahu | fakta | asli | suratnya | bagaimana | berapa | dikumpulkan | ucap | p>Salah | satu | pertimbangan | polisi | menjerat | yaitu | adanya | surat | berisi | sejumlah | poin | permintaan | salah | satunya | menggelar | sidang | pencabutan | mandat | Jokowi | Pengacara | Habiburokhman | merup | masih | dalam | koridor | aturan | menyebut | itulah | dasar | penetapan | tersangka | kasus | p>Delapan | orang | ditetapkan | sebagai | yakni | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Alvin | Indra | Dari | delapan | hanya | kini | ditahan | (dhn | dhn)< |

Anggota DPR Sangsi Aki-Nini Makar, Kapolri: Justru yang Senior Berpengalaman

Jakarta - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian angkat bicara tentang protes penangkapan para tersangka makar yang berusia lanjut yang dinilai tidak mungkin memobilisasi massa. Ini penjelasan Kapolri.

Pertanyaan penangkapan para tersangka makar yang telah berumur itu dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Erma Maharani. Erma menyebutkan usia mereka sudah tua dan tidak memungkinkan untuk memobilisasi massa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolri lalu memberikan penjelasan seputar penangkapan dan dugaan kegiatan para tersangka. "Kalau dari segi usia dan akses, justru kalau usia matang," jawab Tito saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, DPR, Senin (5/12/2016).

Menurut dia, para tersangka tersebut senior sehingga sudah berpengalaman. "Cara mainnya matang, enggak harus mendobrak pagar DPR, tapi melakukan setting desain kegiatan justru yang senior yang bisa, yang pengalaman. Yang muda itu muscle-nya, otot," kata dia.

"Jadi tidak menjamin enggak harus dari segi usia. Makin berusia, makin matang taktik dan tekniknya," tegas dia.

Sebelumnya, hal yang sama diungkapkan oleh kuasa hukum tersangka makar, Habiburokhman. Dia mengatakan sulit dipercaya orang-orang yang sudah berumur akan melakukan makar. "Kita heran kenapa dikenakan pasal makar. Ini aki-aki, nini-nini dituduh makar, dengan umur Bu Ratna enam puluhan ujung, hampir tujuh puluh tahun. Mereka enggak punya senjata dan massa, kok dituduh makar. Kurang keren! Kecuali tuduhan itu ditujukan kepada saya," kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, yakni Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thaha, Kivlan Zen, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas. Dari delapan tersangka, hanya Sri Bintang Pamungkas yang hingga kini ditahan polisi.
(aan/fdn)

"

| Anggota | Sangsi | Aki-Nini | Makar, | Kapolri: | Justru | yang | Senior | Berpengalaman | Jakarta< | strong> | Kapolri | Jenderal | (Pol) | Tito | Karnavian | angkat | bicara | tentang | protes | penangkapan | para | tersangka | makar | berusia | lanjut | dinilai | mungkin | memobilisasi | massa | penjelasan | Pertanyaan | telah | berumur | dilontarkan | oleh | anggota | Komisi | Fraksi | Demokrat | Erma | Maharani | menyebutkan | usia | memungkinkan | untuk | p>Menanggapi | pertanyaan | tersebut | memberikan | seputar | dugaan | kegiatan | Kalau | segi | akses | justru | kalau | matang | jawab | saat | mengikuti | rapat | kerja | dengan | Kompleks | Parlemen | Senayan | Senin | 2016) | p>Menurut | senior | berpengalaman | Cara | mainnya | enggak | harus | mendobrak | pagar | melakukan | setting< | desain | pengalaman | Yang | muda | muscle | em>nya | otot | kata | p>Jadi | menjamin | Makin | makin | taktik | tekniknya | tegas | p>Senya | sama | diungkapkan | kuasa | hukum | Habiburokhman | mengat | sulit | dipercaya | orang | Kita | heran | kenapa | diken | pasal | nini | nini< | dituduh | umur | Ratna | enam | puluhan | ujung | hampir | tujuh | puluh | tahun | Mereka | punya | senjata | Kurang | keren! | Kecuali | tuduhan | ditujukan | kepada | saya | dalam | diskusi | Polemik | Sindo | Trijaya | Warung | Daun | Cikini | Jakarta | Pusat | Sabtu | p>Delapan | ditetapkan | sebagai | kasus | yakni | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | Sarumpaet | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | Dari | delapan | hanya | kini | ditahan | polisi | (aan | fdn)< |

Sunday, December 4, 2016

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Senin, 05 Desember 2016 | 06:01 WIB

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Yusril menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. “Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini,” kata Yusril.

Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. “Itu tidak dilarang,” ujar dia.

Pada Jumat 2 Desember 2016, polisi menangkap 11 orang di sejumlah tempat berbeda. Tujuh di antaranya diduga melakukan permufakatan jahat mengenai makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, Firza Husein, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra Al Fariz, dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Habiburokhman, mengklaim kliennya tak memiliki kekuasaan dan pasukan untuk melakukan makar. Ia juga mempermasalahkan surat penahanan kliennya karena hanya diperlihatkan. “Kami pertimbangkan praperadilan, sesegera mungkin,” kata dia.

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menganggap tuduhan makar tidak kuat jika hanya menggunakan video Sri Bintang yang mengajak massa ke gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mendesak pencabutan amanat Joko Widodo sebagai presiden. Begitu juga dengan surat ajakan Bintang kepada MPR dan serangkaian pertemuan untuk membahas penggulingan. “Kalau hanya perkataan ingin menggulingkan Jokowi, saya rasa itu sudah biasa, namanya demokrasi,” kata Chairul.

Lebih jauh Chairul menerangkan, tuduhan makar akan kuat bila polisi mengantongi bukti keterlibatan para tersangka dengan pejabat yang memiliki kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan seperti Tentara Nasional Indonesia dan pimpinan MPR. TNI, kata dia, memiliki persenjataan. Adapun MPR dapat memuluskan sidang istimewa. Ada dugaan, kata dia, penangkapan para tersangka untuk mencegah kerusuhan pada Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016, lalu. “Polisi tidak mau lagi kecolongan,” kata Chairul.

Adapun peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Miko Ginting, sependapat dengan Chairul. Menurut dia, polisi memiliki dasar kuat untuk menetapkan para tersangka sebagai pelaku yang bermufakat jahat ke arah makar. Ia menyarankan polisi harus lebih berhati-hati. “Karena makar itu serangan secara nyata,” tutur Miko.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menegaskan penyidik tak serampangan menetapkan seseorang sebagai tersangka karena diduga merencanakan makar. “Kami sudah kantongi dua alat bukti permulaan. Tidak mungkin polisi ngawur, ngarang-ngarang,” ujar Boy.

DEWI SUCI RAHAYU | IMAM HAMDI | DANANG FIRMANTO

Berita lainnya:

>Inisiator CFD Protes Ada Atribut Partai di Parade 412

>Parade Kita Indonesia, Taman Rusak Terinjak-injak

>Beratribut Partai, Aksi #KitaIndonesia Dikritik Plt Gubernur

"

| Menakar | Tuduhan | Makar | kepada | Rachmawati, | Bintang, | Kivlan | Zen, | Senin | Desember | 2016 | 06:01 | WIB< | p> < | div> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kuasa | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | strong> | Yusril | Ihza | Mahendra< | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | terhadap | pemerintahan | Jokowi | Yusril< | menilai | polisi | memiliki | bukti | yang | kuat | untuk | menjerat | “Seharusnya | lebih | berhati | hati | penangkapan | kata | p>Menurut | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo< | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | Undang | tentang | Penyampaian | Pendapat | “Itu | dilarang | ujar | p>Pada | Jumat | menangkap | orang | sejumlah | tempat | berbeda | Tujuh | antaranya | diduga | melakukan | permufakatan | jahat | mengenai | Mereka | adalah | Suryo | Santjojo< | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha< | Mayor | Zen< | Firza | Husein< | Ratna | Sarumpaet< | Alvin | Indra | Fariz< | Bintang | Pamungkas< | dijerat | Pasal | juncto< | KUHP | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Kuasa | Habiburokhman | mengklaim | kekuasaan | pasukan | juga | surat | penahanan | karena | diperlihatkan | “Kami | pertimbangkan | praperadilan | sesegera | mungkin | p>Pakar | pidana | Universitas | Muhammadiyah | Jakarta | Chairul | Huda | menganggap | tuduhan | jika | menggun | video | Bintang< | mengajak | massa | gedung | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | mendesak | pencabutan | amanat | Widodo | presiden | Begitu | serangkaian | pertemuan | membahas | penggulingan | “Kalau | perkataan | ingin | menggulingkan | Jokowi< | saya | rasa | biasa | namanya | demokrasi | p>Lebih | jauh | menerangkan | bila | mengantongi | keterlibatan | pejabat | kekuatan | seperti | Tentara | Nasional | Indonesia | pimpinan | persenjataan | Adapun | dapat | memuluskan | sidang | istimewa | mencegah | kerusuhan | pada | Aksi | Bela | Islam | Jilid | “Polisi | lagi | kecolongan | p>Adapun | peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Miko | Ginting | sependapat | Menurut | dasar | menetapkan | pelaku | bermufakat | arah | menyarankan | harus | “Karena | serangan | secara | nyata | tutur | p>Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Rafli | Amar | menegaskan | penyidik | serampangan | seseorang | merencan | kantongi | alat | permulaan | Tidak | ngawur | ngarang | ngarang< | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | IMAM | HAMDI | DANANG | FIRMANTO< | p>Berita | lainnya:Inisiator | Protes | Atribut | Partai | Parade | 412< | a>Parade | Kita | Taman | Rusak | Terinjak | injak< | a>Beratribut | KitaIndonesia | Dikritik | Gubernur< | p> |