Showing posts sorted by date for query penjarakan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query penjarakan. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Friday, December 2, 2016

Kronologi Penangkapan Ahmad Dhani atas Dugaan Makar

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/12/2016) dini hari di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Penangkapan tersebut terkait dugaan makar yang dilakukannya bersama beberapa tokoh terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sehari sebelum penangkapan, Ahmad Dhani dan sejumlah tokoh tersebut yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI menggelar jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, Dhani memastikan dirinya tidak akan ikut bergabung dalam aksi damai 212 yang dilakukan di Monas pagi tadi (2/12/2016).

"Saya kemungkinan besar tidak ikut aksi di Monas. Karena saya mau salat Jumat di Masjid," kata Ahmad Dhani di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Kicauan Ahmad Dhani. (Twitter/@AHMADDHANIPRAST)

Meski tidak mengikuti aksi unjuk rasa di Monas, Dhani berencana ikut dalam aksi demo yang dimotori Rachmawati Soekarno Putri dan Lily Wahid di Gedung MPR, Senayan, 2 Desember 2016 usai salat Jumat. Aksi tersebut menuntut penjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menuntut MPR melakukan sidang istimewa dengan agenda tunggal penetapan dan pemberlakukan kembali UUD 45 yang asli.

Hanya selang beberapa jam setelah jumpa pers, Ahmad Dhani menghebohkan publik dengan kabar penangkapannya oleh pihak kepolisian. Padahal sebelumnya, Dhani sempat berkicau di Twitter bahwa ada orang yang mendatanginya di kamar hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Menurutnya, orang tersebut mengaku sebagai polisi dan nyaris mendobrak kamarnya.

Setelah kicauan Ahmad Dhani tersebut, rilis di kalangan wartawan menyebutkan Ahmad Dhani dan sejumlah nama telah dijemput pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok atas tudingan makar. Di antara nama-nama yang dimaksud yaitu Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang dan lainnya.

Ahmad Dhani dijemput pihak kepolisian terkait isu makar. (istimewa)

Sampai saat ini informasi tentang pentolan Republik Cinta Manajemen itu masih belum banyak dan detail. Ramdan Alamsyah, kuasa hukum yang selama ini mendampingi Ahmad Dhani belum bisa dihubungi atau ditemui.

Sementara itu, Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Sri Bintang mengatakan bahwa penangkapan kliennya atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. "Sri Bintang ditangkap atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. Saya belum kenal siapa dia. Lalu yang lain dengan alasan yang berbeda. Tapi benang merahnya dituding makar," katanya.

Ahmad Dhani (Instagram/ahmaddhaniprast)

Ditambahkan oleh Razman, pasal yang disangkakan kepada klien dan teman-temannya pun sama yaitu terkait makar. Menurut Razman, tudingan makar tersebut tak bisa sembarangan disematkan tanpa bukti yang jelas. "Pasal yang disangkakan sama yaitu pasal 107 jo 110 KUHP tentang tindakan makar. Ini terminologi nggak gampang, apalagi Sri Bintang yang sangat senior mengetahui soal negara," ujar Razman.

Hingga saat ini, Ahmad Dhani kabarnya masih melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Razman mengatakan, sejumlah tokoh termasuk Ahmad Dhani diperiksa di ruangan berbeda-beda didampingi kuasa hukumnya masing-masing. 

"

| Kronologi | Penangkapan | Ahmad | Dhani | atas | Dugaan | Makar | Bintang | Jakarta< | strong> | Dhani< | ditangkap | pihak | kepolisian | pada | Jumat | 2016) | dini | hari | hotel | Sari | Pacific | Jakarta | Pusat | tersebut | terkait | dugaan | makar | yang | dilakukannya | bersama | beberapa | tokoh | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | strong>< | p> Sehari | sebelum | penangkapan | sejumlah | tergabung | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | menggelar | jumpa | pers | Hotel | Jalan | Thamrin | Saat | memastikan | dirinya | tidak | akan | ikut | bergabung | aksi | damai | dilakukan | Monas | pagi | tadi | p> Saya | kemungkinan | besar | Karena | saya | salat | Masjid | kata | Kamis | p> < | blockquote> < | p> Meski | mengikuti | unjuk | rasa | berencana | demo | dimotori | Rachmawati | Soekarno | Putri | Lily | Wahid | Gedung | Senayan | Desember | 2016 | usai | Aksi | menuntut | penjarakan | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | melakukan | sidang | istimewa | dengan | agenda | tunggal | penetapan | pemberlakukan | kembali | asli | p> Hanya | selang | setelah | menghebohkan | publik | kabar | penangkapannya | oleh | Padahal | sebelumnya | sempat | berkicau | Twitter | bahwa | orang | mendatanginya | kamar | Menurutnya | mengaku | sebagai | polisi | nyaris | mendobrak | kamarnya | p> Setelah | kicauan | rilis | kalangan | wartawan | menyebutkan | nama | telah | dijemput | untuk | dimintai | keterangan | Mereka | dibawa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | tudingan | antara | dimaksud | yaitu | Ratna | Sarumpaet | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | lainnya | p> Sampai | saat | informasi | tentang | pentolan | Republik | Cinta | Manajemen | masih | belum | banyak | detail | Ramdan | Alamsyah | kuasa | hukum | selama | mendampingi | bisa | dihubungi | atau | ditemui | p> Sementara | Razman | Arif | Nasution | selaku | mengatakan | kliennya | laporan | seseorang | bernama | Ridwan | Hanafi | Saya | kenal | siapa | Lalu | lain | alasan | berbeda | Tapi | benang | merahnya | dituding | katanya | p> Ditambahkan | pasal | disangkakan | kepada | klien | teman | temannya | sama | Menurut | sembarangan | disematkan | tanpa | bukti | jelas | Pasal | KUHP | tindakan | terminologi | nggak | gampang | apalagi | sangat | senior | mengetahui | soal | negara | ujar | p> Hingga | kabarnya | pemeriksaan | Jawa | Barat | termasuk | diperiksa | ruangan | beda | didampingi | hukumnya | masing | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Ahmad Dhani Tersangka Makar, Begini Penjelasan Pengacara | selebritas

Musikus Ahmad Dhani bersama Rachmawati Soekarnoputri dan Lily Wahid (kiri), memberikan keterangan dalam Gerakan Selamatkan NKRI bersama sejumlah tokoh nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, 1 Desember 2016. Dalam pernyataan bersama ini mereka menyatakan batal ikut aksi Bela Islam Jilid III dan akan menyerahkan resolusi atau maklumat kepada pimpinan MPR agar segera melakukan sidang istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Musikus Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar dan pelanggaran UU ITE. Saat ini, ia diperiksa di Markas Komado Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kabar tersebut diungkap oleh pengacara Razman Arif Nasution.

Razman yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas memastikan dia melihat berkas BAP bahwa Ahmad Dhani dan beberapa tokoh yang dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca:

>Prabowo Ungkap Obrolan dengan Aktivis yang Dituduh Makar
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"Iya, kabar tersebut benar adanya, ya. Saya sedang di dalam (Mako Brimob) lihat BAP semua jadi tersangka. Ahmad Dhani juga tersangka," ucap Razman saat dihubungi Tabloidbintang.com lewat telepon, Jumat, 2 Desember 2016.

"Saya sebagai kuasa hukum Pak Sri Bintang jelas merasa keberatan. Belum selesai diperiksa kenapa bisa tiba-tiba jadi tersangka," kata Razman membela kliennya.

Razman menerangkan, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, dan Sri Bintang Pamungkas diperiksa di tempat terpisah. "Saat ini semua sedang diperiksa, di ruangan terpisah. Ada tiga yang sudah didampingi kuasa hukum. Sisanya belum," ucapnya.

Razman mengatakan untuk kasus dugaan makar tersebut Ahmad Dhani diwakilkan pengacara Habiburachman sebagai tim kuasa hukum. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar juga membenarkan adanya penetapan tersangka terhadap Ahmad Dhani dan aktivis lainnya. "Sudah tersangka, kan ditangkap, mana ada saksi ditangkap?" ujar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Jumat, 2 Desember.

TABLOID BINTANG

"

| Ahmad | Dhani | Tersangka | Makar, | Begini | Penjelasan | Pengacara | selebritas | Musikus | bersama | Rachmawati | Soekarnoputri | Lily | Wahid | (kiri) | memberikan | keterangan | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | sejumlah | tokoh | nasional | Hotel | Sari | Pasific | Jakarta | Desember | 2016 | Dalam | pernyataan | mereka | menyatakan | batal | ikut | aksi | Bela | Islam | Jilid | akan | menyerahkan | resolusi | atau | maklumat | kepada | pimpinan | agar | segera | melakukan | sidang | istimewa | untuk | mengembalikan | 1945 | yang | asli | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | ditetapkan | sebagai | tersangka | atas | kasus | dugaan | makar | pelanggaran | Saat | diperiksa | Markas | Komado | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Kabar | tersebut | diungkap | oleh | pengacara | Razman | Arif | Nasution | p>Razman | ditunjuk | kuasa | hukum | Bintang | Pamungkas | memastikan | melihat | berkas | bahwa | beberapa | dibawa | Mako | p>Baca: |

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Chudry Sitompul, berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, suatu perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan. 

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar, menurut Chudry, adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar seperti Gerakan Aceh Merdeka dan Organisasi Papua Merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai dengan mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum. Kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu, dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Beberapa di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Sukarnoputri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Markas Komando Brimob Kelapa Dua.

Baca: Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap karena Dugaan Makar

Chudry mengatakan polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta Presiden turun, apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca: 
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri 
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | suatu | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | Gerakan | Aceh | Merdeka | Organisasi | Papua | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | dengan | mekanisme | Demokrasi | misalnya | Kalau | sekarang | dengar | pendapat | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | Beberapa | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Sukarnoputri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Komando | Brimob | Kelapa | p>Baca: | Beredar | Nama | Ditangkap | Dugaan | Makar< | mengatakan | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | tangan | kosong | meminta | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Kitab | Undang | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | strong>< | p>Baca: Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri > | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar

Jum'at, 02 Desember 2016 | 12:43 WIB

Polri Benarkan Penangkapan 10 Aktivis yang Diduga Makar  

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga berupaya melakukan makar. Penangkapan, kata dia, terjadi di sejumlah tempat pada Jumat, 2 Desember 2016, pukul 03.00 hingga 06.00.

“Sekarang diperiksa secara intensif di Markas Korps Brimob Kelapa Dua,” kata Rikwanto, Kamis, 2 Desember 2016.

Rikwanto menjelaskan, delapan orang berinisial AD, E, AD, KZ, FH, RA, RS, dan SB diduga bermufakat jahat untuk makar. Mereka dikenai Pasal 107 juncto 110 juncto 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dua lainnya yang berinisial JA dan RK dijerat Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran menyebarkan konten berisi makar ke media sosial.

Soal barang bukti, Rikwanto enggan menjelaskan apa saja yang didapat polisi. Menurut dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar akan merilis penjelasan soal kasus ini secara detail seusai Aksi Bela Islam Jilid III. Aksi tersebut digelar di Monumen Nasional hingga pukul 13.00 siang ini.

Saat ditanya apakah 10 orang tersebut ditangkap berdasarkan adanya pertemuan pembahasan upaya makar, Rikwanto enggan menjelaskan. “Itu nanti dijelaskan Pak Kapolri atau Kadiv Humas ya,” ujarnya.

DEWI SUCI RAHAYU

Baca juga:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun
>
Diduga Provokator, Pria Bertato Ditangkap di Tengah Demo 212

"

| Polri | Benarkan | Penangkapan | Aktivis | yang | Diduga | Makar | Jumat | Desember | 2016 | 12:43 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Bintang | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Markas | Besar | Komisaris | Rikwanto | membenarkan | soal | diduga | berupaya | melakukan | makar | kata | terjadi | sejumlah | tempat | pada | pukul | hingga | p>“Sekarang | diperiksa | secara | intensif | Korps | Brimob | Kelapa | Kamis | p>Rikwanto | menjelaskan | delapan | orang | berinisial | bermufakat | jahat | untuk | Mereka | dikenai | Pasal | juncto< | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | (KUHP) | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Dua | lainnya | dijerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | lantaran | menyebarkan | konten | berisi | media | sosial | p>Soal | barang | bukti | enggan | saja | didapat | polisi | Menurut | Jenderal | Tito | Karnavian | Divisi | Hubungan | Inspektur | Rafli | Amar | akan | merilis | penjelasan | kasus | detail | seusai | Aksi | Bela | Islam | Jilid | tersebut | digelar | Monumen | Nasional | siang | p>Saat | ditanya | apakah | ditangkap | berdasarkan | adanya | pertemuan | pembahasan | upaya | “Itu | nanti | dijelaskan | Kapolri | Kadiv | Humas | ujarnya | p>DEWI | SUCI | RAHAYU< | strong>< | p>Baca | juga:< | strong>Aktivis | Ditangkap | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun> | Provokator | Pria | Bertato | Tengah | Demo | 212< | p> |

Kronologi Penangkapan Ahmad Dhani atas Dugaan Makar

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/12/2016) dini hari di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Penangkapan tersebut terkait dugaan makar yang dilakukannya bersama beberapa tokoh terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sehari sebelum penangkapan, Ahmad Dhani dan sejumlah tokoh tersebut yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI menggelar jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, Dhani memastikan dirinya tidak akan ikut bergabung dalam aksi damai 212 yang dilakukan di Monas pagi tadi (2/12/2016).

"Saya kemungkinan besar tidak ikut aksi di Monas. Karena saya mau salat Jumat di Masjid," kata Ahmad Dhani di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Kicauan Ahmad Dhani. (Twitter/@AHMADDHANIPRAST)

Meski tidak mengikuti aksi unjuk rasa di Monas, Dhani berencana ikut dalam aksi demo yang dimotori Rachmawati Soekarno Putri dan Lily Wahid di Gedung MPR, Senayan, 2 Desember 2016 usai salat Jumat. Aksi tersebut menuntut penjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menuntut MPR melakukan sidang istimewa dengan agenda tunggal penetapan dan pemberlakukan kembali UUD 45 yang asli.

Hanya selang beberapa jam setelah jumpa pers, Ahmad Dhani menghebohkan publik dengan kabar penangkapannya oleh pihak kepolisian. Padahal sebelumnya, Dhani sempat berkicau di Twitter bahwa ada orang yang mendatanginya di kamar hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Menurutnya, orang tersebut mengaku sebagai polisi dan nyaris mendobrak kamarnya.

Setelah kicauan Ahmad Dhani tersebut, rilis di kalangan wartawan menyebutkan Ahmad Dhani dan sejumlah nama telah dijemput pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok atas tudingan makar. Di antara nama-nama yang dimaksud yaitu Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang dan lainnya.

Ahmad Dhani dijemput pihak kepolisian terkait isu makar. (istimewa)

Sampai saat ini informasi tentang pentolan Republik Cinta Manajemen itu masih belum banyak dan detail. Ramdan Alamsyah, kuasa hukum yang selama ini mendampingi Ahmad Dhani belum bisa dihubungi atau ditemui.

Sementara itu, Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Sri Bintang mengatakan bahwa penangkapan kliennya atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. "Sri Bintang ditangkap atas laporan seseorang bernama Ridwan Hanafi. Saya belum kenal siapa dia. Lalu yang lain dengan alasan yang berbeda. Tapi benang merahnya dituding makar," katanya.

Ahmad Dhani (Instagram/ahmaddhaniprast)

Ditambahkan oleh Razman, pasal yang disangkakan kepada klien dan teman-temannya pun sama yaitu terkait makar. Menurut Razman, tudingan makar tersebut tak bisa sembarangan disematkan tanpa bukti yang jelas. "Pasal yang disangkakan sama yaitu pasal 107 jo 110 KUHP tentang tindakan makar. Ini terminologi nggak gampang, apalagi Sri Bintang yang sangat senior mengetahui soal negara," ujar Razman.

Hingga saat ini, Ahmad Dhani kabarnya masih melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Razman mengatakan, sejumlah tokoh termasuk Ahmad Dhani diperiksa di ruangan berbeda-beda didampingi kuasa hukumnya masing-masing. 

"

| Kronologi | Penangkapan | Ahmad | Dhani | atas | Dugaan | Makar | Bintang | Jakarta< | strong> | Dhani< | ditangkap | pihak | kepolisian | pada | Jumat | 2016) | dini | hari | hotel | Sari | Pacific | Jakarta | Pusat | tersebut | terkait | dugaan | makar | yang | dilakukannya | bersama | beberapa | tokoh | terhadap | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo< | strong>< | p> Sehari | sebelum | penangkapan | sejumlah | tergabung | dalam | Gerakan | Selamatkan | NKRI | menggelar | jumpa | pers | Hotel | Jalan | Thamrin | Saat | memastikan | dirinya | tidak | akan | ikut | bergabung | aksi | damai | dilakukan | Monas | pagi | tadi | p> Saya | kemungkinan | besar | Karena | saya | salat | Masjid | kata | Kamis | p> < | blockquote> < | p> Meski | mengikuti | unjuk | rasa | berencana | demo | dimotori | Rachmawati | Soekarno | Putri | Lily | Wahid | Gedung | Senayan | Desember | 2016 | usai | Aksi | menuntut | penjarakan | Basuki | Tjahaja | Purnama | (Ahok) | melakukan | sidang | istimewa | dengan | agenda | tunggal | penetapan | pemberlakukan | kembali | asli | p> Hanya | selang | setelah | menghebohkan | publik | kabar | penangkapannya | oleh | Padahal | sebelumnya | sempat | berkicau | Twitter | bahwa | orang | mendatanginya | kamar | Menurutnya | mengaku | sebagai | polisi | nyaris | mendobrak | kamarnya | p> Setelah | kicauan | rilis | kalangan | wartawan | menyebutkan | nama | telah | dijemput | untuk | dimintai | keterangan | Mereka | dibawa | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | tudingan | antara | dimaksud | yaitu | Ratna | Sarumpaet | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | lainnya | p> Sampai | saat | informasi | tentang | pentolan | Republik | Cinta | Manajemen | masih | belum | banyak | detail | Ramdan | Alamsyah | kuasa | hukum | selama | mendampingi | bisa | dihubungi | atau | ditemui | p> Sementara | Razman | Arif | Nasution | selaku | mengatakan | kliennya | laporan | seseorang | bernama | Ridwan | Hanafi | Saya | kenal | siapa | Lalu | lain | alasan | berbeda | Tapi | benang | merahnya | dituding | katanya | p> Ditambahkan | pasal | disangkakan | kepada | klien | teman | temannya | sama | Menurut | sembarangan | disematkan | tanpa | bukti | jelas | Pasal | KUHP | tindakan | terminologi | nggak | gampang | apalagi | sangat | senior | mengetahui | soal | negara | ujar | p> Hingga | kabarnya | pemeriksaan | Jawa | Barat | termasuk | diperiksa | ruangan | beda | didampingi | hukumnya | masing | p> |

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan.

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar menurut Chudry adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar adalah seperti gerakan Aceh Merdeka dan organisasi papua merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum, kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Di antaranya adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachamawati Soekarno Putri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca:Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap Karena Dugaan Makar

Chudry mengataka polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta presiden turun apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 KUH Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | gerakan | Aceh | Merdeka | organisasi | papua | merdeka | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: | Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | mekanisme | Demokrasi | misalnya | kalau | sekarang | dengar | pendapat | Kalau | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachamawati | Soekarno | Putri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | p>Baca:Beredar | Nama | Ditangkap | Karena | Dugaan | Makar< | p> Chudry | mengataka | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | dengan | tangan | kosong | meminta | presiden | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | p>Baca:Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |