Showing posts sorted by relevance for query Menolak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Menolak. Sort by date Show all posts

Saturday, December 3, 2016

Pengacara: Rachmawati Menolak Menjawab Pertanyaan soal Makar

Liputan6.com, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri menolak menjawab pertanyaan penyidik tentang dugaan makar yang ditujukan kepadanya. Sebab, kondisi kesehatan yang terbilang tidak stabil. Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa mengatakan kliennya dimintai keterangan untuk Berita Acara Penyidikan (BAP) sebanyak dua kali.

"BAP pertama dimulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kemudian BAP kedua dimulai setelah azan magrib hingga pukul 21.00 WIB," kata Teguh, Jumat (2/11/2016) malam.

Adapun, selama di-BAP Rachmawati enggan memberikan penjelasan terkait dengan pasal yang disangkakan. Ia hanya berkenan menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan identitas.

"Mbak Rachma tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan terkait materi yang dituduhkan, yaitu dugaan makar Pasal 107, 110 juncto 87," papar Teguh.

Dia beralasan, ketika berada di Mako Brimob Kelapa II Depok, kondisi kesehatan Rachmawati tidak memungkinkan. Apalagi suhu badannya sempat panas dingin.

"Jam 10.00 WIB Tensinya 230/110, menjelang jam 3 diperiksa lagi tensinya turun ke 180/80. Mbak Rachma tadinya ingin ditangani dokter pribadi, tetapi tidak bisa dihubungi karena HP-nya disita," ucap Teguh.

Rachmawati bersama pengacaranya meninggalkan Mako Brimob Kelapa II Depok pada pukul 22:00 WIB menggunakan Mercedes-Benz berwarna hitam. "Mbak Rachma diizinkan berobat keluar karena proses BAP sudah selesai. Dia tidak layak untuk ditahan," Teguh memungkasi.

Rachmawati termasuk di antara sembilan tersangka lainnya terkait kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang ditangkap pada Sabtu dini hari, 2 Desember 2016.

"

| Pengacara: | Rachmawati | Menolak | Menjawab | Pertanyaan | soal | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Soekarnoputri< | menolak | menjawab | pertanyaan | penyidik | tentang | dugaan | makar< | yang | ditujukan | kepadanya | Sebab | kondisi | kesehatan | terbilang | stabil | Juru | bicara | Teguh | Santosa | mengat | kliennya | dimintai | keterangan | untuk | Berita | Acara | Penyidikan | (BAP) | sebanyak | kali | p> BAP | pertama | dimulai | pukul | sampai | Kemudian | kedua | setelah | azan | magrib | kata | Jumat | 2016) | malam | p> Adapun | selama | enggan | memberikan | penjelasan | terkait | dengan | pasal | disangk | hanya | berkenan | berkenaan | identitas | p> Mbak | Rachma | materi | dituduhkan | yaitu | makar | Pasal | juncto | papar | p> Dia | beralasan | ketika | berada | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | memungkinkan | Apalagi | suhu | badannya | sempat | panas | dingin | p> Jam | Tensinya | menjelang | diperiksa | lagi | tensinya | turun | Mbak | tadinya | ingin | ditangani | dokter | pribadi | dihubungi | karena | disita | ucap | p> Rachmawati | bersama | pengacaranya | meninggalkan | Brimob< | pada | 22:00 | menggun | Mercedes | Benz | berwarna | hitam | diizinkan | berobat | keluar | proses | selesai | layak | ditahan | memungkasi | termasuk | antara | sembilan | tersangka | lainnya | kasus | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | ditangkap | Sabtu | dini | hari | Desember | 2016 | p> |

Monday, December 5, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Tuesday, December 6, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Monday, December 5, 2016

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Dituduh makar, Rachmawati dan Ratna Sarumpaet 'membantah'

Rachmawati Soekarnoputri, yusril ihza mahendraImage copyright Twitter Yusril Ihza Mahendra Image caption Rachmawati Soekarnoputri (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra.

Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet menolak tuduhan kepolisian yang menyebut mereka melakukan permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukumnya, keduanya menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang, yang mengaku baru ditunjuk sebagai kuasa hukum Rachmawati dan Ratna Sarumpaet.

Rachmawati dan Ratna Sarumpaet beserta sejumlah orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian sebelum aksi doa bersama 2 Desember di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Mereka adalah antara lain Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran serta Rizal.

Menurut polisi, Jamran dan Rizal dijerat Undang-undang ITE karena dianggap menyebarluaskan ujaran kebencian terhadap isu-isu sara, sementara lainnya dijerat pasal permufakatan makar yaitu pasal 87 dan pasal 107 KUHP.

Polisi sejauh ini masih menahan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal, sementara lainnya dikeluarkan dari tahanan. Semuanya menolak tuduhan yang dilontarkan kepolisian.

Sidang istimewa

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, Sabtu (03/12) menyatakan sebagian mereka disangka melakukan 'permufakatan makar' karena hendak melakukan sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan.

Temuan polisi menyebutkan mereka diduga terkait upaya pemanfaatan massa aksi doa bersama 2 Desember lalu untuk menduduki gedung DPR/MPR.

Namun demikian, menurut Yusril Ihza Mahendra, tuduhan yang diarahkan kepolisian kepada kliennya lebih merupakan upaya pencegahan dari kemungkinan pemanfaatan massa doa bersama pada Jumat (02/12) pagi.

"Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga," ungkap Yusril kepada wartawan.

Kepolisian sejauh ini belum menjelaskan peran masing-masing orang yang ditangkap tersebut dengan alasan menunggu proses pengadilan.

Menurut Boy Rafli, pihaknya memiliki apa yang disebutnya sebagai barang bukti berupa tulisan tangan, monitoring percakapan, dan bukti elektronik yang menunjukkan adanya permufakatan makar tersebut.

"

| Dituduh | makar, | Rachmawati | Ratna | Sarumpaet | membantah | Image | copyright< | span> | Twitter | Yusril | Ihza | Mahendra< | caption< | Soekarnoputri | (kiri) | Mahendra | menolak | tuduhan | kepolisian | yang | menyebut | melakukan | permufakatan | makar | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Presiden | Joko | Widodo | p>Mei | kuasa | hukumnya | keduanya | menyat | bahwa | lakukan | hanyalah | sebatas | kritikan | terhadap | pemerintah | p>Kalau | sampai | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | pertemuan | mengkritik | normal | kata | Minggu | siang | mengaku | baru | ditunjuk | sebagai | hukum | p>Rachmawati | beserta | sejumlah | orang | lainnya | ditangkap | oleh | aparat | aksi | bersama | Desember | kawasan | Monumen | Nasional | Jakarta | p>Mereka | adalah | antara | lain | Kivlan | Adityawarman | Firza | Husein | Alvin | Ahmad | Dhani | Bintang | Pamungkas | Jamran | serta | Rizal | p>Menurut | polisi | dijerat | Undang | undang | karena | dianggap | menyebarluaskan | ujaran | kebencian | sara | sementara | pasal | yaitu | KUHP | p> Kepolisian | punya | bukti | cukup | penangkapan | terduga | pada | 212< | li> Benarkah | jelang | li> < | ul>Polisi | sejauh | menahan | dikeluarkan | tahanan | Semuanya | dilontarkan | p>Sidang | istimewa< | h2>Senya | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Rafli | Amar | Sabtu | sebagian | disangka | hendak | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | p>Temuan | menyebutkan | diduga | terkait | upaya | pemanfaatan | massa | menduduki | gedung | p>Namun | demikian | menurut | diarahkan | kepada | kliennya | lebih | merup | pencegahan | kemungkinan | Jumat | pagi | p>Lalu | mengambil | langkah | preventif | tokoh | walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | ungkap | wartawan | p>Kepolisian | menjelaskan | peran | masing | tersebut | dengan | alasan | menunggu | proses | pengadilan | pihaknya | memiliki | disebutnya | barang | berupa | tulisan | tangan | monitoring | percakapan | elektronik | menunjukkan | adanya |

Friday, December 2, 2016

Polisi Selidiki Dugaan Makar Ahmad Dhani Cs dalam Setengah Bulan Terakhir

Jakarta - Polisi menangkap sepuluh orang tersangka termasuk Ahmad Dhani pada Jumat (2/12) dini hari. Sebelum melakukan penangkapan, polisi sudah setengah bulan menyelidiki dugaan makar yang disangkakan kepada sejumlah orang.

"Ini adalah hasil penyelidikan, pengumpulan informasi, dari berbagai sumber, dalam jangka waktunya hampir setengah bulan lebih proses pengumpulan informasi, pengumpulan bahan-bahan keterangan, dan lainnya," ujar Karo Penmas Mabes Polri Kombes (Pol) Rikwanto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

Kesepuluh tersangka yang ditangkap di sejumlah tempat berbeda berinisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK. Rikwanto menyebut ada 8 orang yang dikenakan pasal upaya makar Pasal 107 KUHP jo Pasal 110 KUHP dan Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: >Ini 10 Nama yang Ditangkap Polda Metro terkait Dugaan Makar)

"Dalam kaitan 8 orang diduga melakukan upaya makar. Kemudian 2 orang melakukan pelanggaran yang terkait dengan Pasal 28 Undang-Undang ITE," sambungnya.

Namun dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Rikwanto menegaskan adanya pasal sangkaan lain yakni Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum. Pasal tersebut dikenakan terhadap satu orang tersangka berinisial AD. "Satu orang inisial AD Pasal 207 KUHP," tanpa merinci identitas tersangka yang dimaksud.

Saat ini polisi masih memeriksa kesepuluh tersangka di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Polisi yang sudah mengantongi bukti cukup ini masih mendalami upaya makar yang dilakukan para tersangka.

"Untuk detailnya besok saya sampaikan, karena pemeriksaan masih berlangsung. Tentunya kesimpulan pemeriksaan hari ini sudah bisa jelas setelah diperiksa semuanya, dan kita nanti diberi waktu oleh undang-undang adalah 24 jam. Untuk itu sekitar jam 9-jam 10 besok pagi akan kita sampaikan hasil pemeriksaan tersebut," terang Rikwanto.

(Baca juga: >Istri Sri Bintang Pamungkas Tunjukkan Isi Surat yang Bikin Suaminya Ditangkap)

Saat ditanya soal adanya surat terkait aksi yang sempat direncanakan digelar hari ini di Gedung DPR/MPR, Rikwanto menolak menjawab.

"Saya belum tahu surat itu ya," kata Rikwanto menutup sesi tanya jawab.

(fdn/fjp)

"

| Polisi | Selidiki | Dugaan | Makar | Ahmad | Dhani | dalam | Setengah | Bulan | Terakhir | Jakarta< | strong> | menangkap | sepuluh | orang | tersangka | termasuk | pada | Jumat | dini | hari | Sebelum | melakukan | penangkapan | polisi | sudah | setengah | bulan | menyelidiki | dugaan | makar | yang | disangkakan | kepada | sejumlah | adalah | hasil | penyelidikan | pengumpulan | informasi | dari | berbagai | sumber | jangka | waktunya | hampir | lebih | proses | bahan | keterangan | lainnya | ujar | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | (Pol) | Rikwanto | jumpa | pers | Trunojoyo | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | 2016) | p>Kesepuluh | ditangkap | tempat | berbeda | berinisial | menyebut | dikenakan | pasal | upaya | Pasal | KUHP | p>(Baca | juga: | >Istri | Bintang | Pamungkas | Tunjukkan | Surat | Bikin | Suaminya | Ditangkap< | strong>)< | p>Saat | ditanya | soal | adanya | surat | terkait | aksi | sempat | direncanakan | digelar | Gedung | menolak | menjawab | p>Saya | belum | tahu | kata | menutup | sesi | tanya | jawab | p>(fdn | fjp)< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:12 WIB

Dugaan Makar, Polisi Masih Enggan Beberkan Pemasok Dana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Rikwanto. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan polisi masih terus mendalami dugaan makar yang melibatkan sejumlah aktivis dan tokoh. Dia menolak membeberkan proses kerja polisi dalam menelusuri aliran dana yang diindikasikan untuk menyokong upaya makar tersebut.

"(Soal aliran dana) itu konten, materi penyidikan. Tidak bisa disampaikan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Menurut Rikwanto, aliran dana itu mengarah pada pihak yang berupaya membuat kekacauan, dan mengambil kesempatan saat aksi damai 2 Desember lalu.

Lewat kesepakatan polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), aksi itu menjadi gerakan doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas). "Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa," tutur Rikwanto.

Baca: Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Dia juga menegaskan bahwa polisi telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi 2 Desember sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Mereka yang sempat ditangkap adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas. Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan ataupun yang tidak ditahan, bisa kapan saja dilakukan oleh penyidik. "Dalam kaitan bila diperlukan keterangan untuk melengkapi yang sudah diperoleh. Bisa saja minggu ini atau minggu depan diperiksa lagi," kata dia.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
>
Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang

"

| Dugaan | Makar, | Polisi | Masih | Enggan | Beberkan | Pemasok | Dana | Rabu | Desember | 2016 | 15:12 | WIB< | p> < | div> Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | Polri | Komisaris | Besar | Rikwanto | ANTARA< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kepala | Mabes | mengat | polisi | masih | terus | mendalami | dugaan | makar | yang | melibatkan | sejumlah | aktivis | tokoh | menolak | membeberkan | proses | kerja | dalam | menelusuri | aliran | dana | diindikasikan | untuk | menyokong | upaya | tersebut | p>(Soal | dana) | konten | materi | penyidikan | Tidak | disampaikan | kata | Kebayoran | Baru | Jakarta | Selatan | p>Menurut | mengarah | pada | pihak | berupaya | membuat | kekacauan | mengambil | kesempatan | saat | aksi | damai | p>Lewat | kesepakatan | Nasional | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | Indonesia | (GNPF | MUI) | menjadi | bersama | kawasan | Monumen | (Monas) | Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | tutur | p>Baca: | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar< | p>Dia | juga | menegaskan | bahwa | telah | menetapkan | delapan | orang | ditangkap | menjelang | Aksi | sebagai | tersangka | kasus | p>Mereka | sempat | adalah | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | Ratna | Sarumpaet; | serta | Koordinator | Jaringan | Lawan | Ahok | (JALA) | Bintang | Pamungkas | antara | hanya | kini | ditahan | Diduga | Makar | Siapa | Dananya | pemeriksaan | terhadap | ataupun | kapan | dilakukan | oleh | penyidik | Dalam | kaitan | bila | diperlukan | keterangan | melengkapi | diperoleh | Bisa | minggu | atau | depan | diperiksa | lagi | p>YOHANES | PASKALIS< | p>Baca | juga:Korban | Gempa | Aceh | Bertambah | Alat | Berat | Dikerahkan | Lokasi< | a>Gempa | Korban | Meninggal | Sudah | Mencapai | Orang< | p> |

Monday, December 5, 2016

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |